Beranda blog Halaman 396

Jadi Istri Shalihah Itu Mudah, Lakukan Langkah Sederhana Ini

0

PERCIKANIMAN.ID – – Menjadi wanita shalihah khususnya bagi seorang istri adalah dambaan semua muslimah dan impian suami mempunyai pedamping hidup yang demikian. Bagi sebagian muslimah untuk menjadi shalihah adalah sesuatu yang sulit bahkan mustahil karena predikat wanita shalihah seolah hanya milik para istri nabi dan rasul serta sahabat yang hidup di zaman Rasulullah. Namun tentu Allah Maha Adil dan Maha Tahu dan anugerah shalihah itu semua orang yang beriman dan beramal shalih meski ia tidak hidup bersama Rasul. Hal ini seperti yang ditegaskan Allah Swt dalam Al Qur’an:

Wanita (istri) shalihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka.” (QS.An-Nisa: 34)

Dalam ayat yang mulia di atas disebutkan di antara sifat wanita shalihah adalah taat kepada Allah dan kepada suaminya dalam perkara yang ma‘ruf lagi memelihara dirinya ketika suaminya tidak berada di sampingnya. Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw  menyampaikan:

Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.” (HR. Ahmad)

Dari dalil-dalil yang telah disebutkan di atas, dapatlah kita simpulkan bahwa sifat istri yang shalihah adalah sebagai berikut:

  1. Mentauhidkan Allah Swt dengan mempersembahkan ibadah hanya kepada-Nya tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatupun.
  1. Tunduk kepada perintah Allah Swt, terus menerus dalam ketaatan kepada-Nya dengan banyak melakukan ibadah seperti shalat, puasa, bersedekah, dan selainnya. Membenarkan segala perintah dan larangan Allah Swt.
  1. Selalu kembali kepada Allah Swt dan bertaubat kepada-Nya sehingga lisannya senantiasa dipenuhi istighfar dan dzikir kepada-Nya. Sebaliknya ia jauh dari perkataan yang laghwi, tidak bermanfaat dan membawa dosa seperti dusta, ghibah, namimah, dan lainnya.
  1. Menaati suami dalam perkara kebaikan bukan dalam bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan melaksanakan hak-hak suami sebaik-baiknya.
  1. Menjaga dirinya ketika suami tidak berada di sisinya. Ia menjaga kehormatannya dari tangan yang hendak menyentuh, dari mata yang hendak melihat, atau dari telinga yang hendak mendengar. Demikian juga menjaga anak-anak, rumah, dan harta suaminya.
  1. Ketika suaminya sedang berada di rumah (tidak bepergian/ safar), ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang dapat menghalangi suaminya untuk istimta‘ (bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan. Rasulullah Swt bersabda:

Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

  1. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur.” Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata: “Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits lain Rasulullah Saw pernah mengingatkan dengan bersabda: “Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya.” (HR. An-Nasai)

Demikian beberapa langkah untuk menuju tingkatan istri shalihah yang diharapkan oleh Allah, Rasul dan suami. Predikat ini tentu bukan hal yang mudah karena pasti ada ujian dan tantangannya namun jika mengetahui bahwa pahalanya adalah surga dan kita bisa memilih pintu mana yang hendak kita buka maka ini tentua sebuah hadiah dari Allah Swt. Semoga kita menjadi bagian dari para penghuni surga itu. [ ]

 

Red: eilka dan dini

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Pengamat: Sesuai Koridor Hukum Eksistensi Fatwa MUI Diakui Negara

0

PERCIKANIMAN.ID – – Sikap keagamaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dinilai diakui oleh negara. Tidak tepat jika lantas begitu saja dikatakan fatwa MUI berdampak terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno mengatakan kalaupun akhirnya menimbulkan gejolak di masyarakat, hal itu karena secara kebetulan fatwa dikeluarkan menjelang Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, yang salah satu calonnya terjerat kasus dugaan penistaan agama.

Menurut dia, sikap keagamaan MUI telah diakui oleh negara. Dengan demikian dinilai kurang elok kemudian hubungan antara MUI dan pemerintah diperkeruh dengan pendapat-pendapat tidak perlu.

“MUI adalah lembaga negara yang diakui eksistensinya. Dia bekerja sesuai koridor hukum,” tuturnya seperti dilansir dari okezone, Jum’at (20/1/2017).

Adi mengakui ada fatwa MUI yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat seperti larangan penggunaan atribut Natal yang dikeluarkan dalam sistuasi menjelang pilkada dan Natalan.

Selebihnya, kata Adi, Fatwa yang dikeluarkan MUI cenderung adem ayem tanpa menimbulkan resistensi di masyarakat. Namun dia berharap jangan ada pihak yang menggeneralisasi seluruh fatwa MUI berpotensi menganggu kamtibmas.

Sebelumnya seperti beritakan, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menganggap MUI sebagai lembaga penting yang harus dihormati. Menurut dia, banyak fatwa MUI yang menjadi tuntutan umat Islam.Kendati demikian, Tito mengakui ada fatwa yang menimbulkan dampak hukum.

“Memang ada beberapa fatwa yang terakhir, dari sudut kepolisian membawa dampak sosial dan hukum,” kata Tito seperti diberitakan INewsTV, Rabu (18/1/2017).

Ia mencontohkan fatwa larangan menggunakan atribut Natal bagi karyawan muslim. Bagi Polri, kata dia, persoalan tersebut harus dipecahkan. Salah satu upayanya meminta masukan. Ia menolak anggapan dirinya tidak sejalan dengan MUI.

“Fatwa MUI harus dihormati, apalagi saya sebagai umat Islam,” tuntasnya. [ ]

 

 

Red: admin

Editor: iman

Foto: mui

Mencipta Predator untuk FPI

0

Oleh : Nasihin Masha

FPI, ormas yang kontroversial. Sikapnya jelas dan tegas. Jika diganggu melawan. Jika ada yang dinilai melanggar hukum tapi aparat membiarkan maka mereka yang akan bertindak. Mereka juga satu-satunya ormas yang paling galak terhadap komunisme.

Habib Rizieq Syihab adalah imam organisasi ini. Ceramahnya selalu pedas, dengan kata-kata yang hiperbolis, kasar, dan tanpa tedeng aling-aling. Ia memilih nahi munkar [saja] daripada amar ma’ruf atau amar ma’ruf nahi munkar.

Ia selalu menyatakan biarkan ulama lain yang menanam, dia yang mencabuti rumput dan membasmi hamanya. Saat beraksi, FPI selalu menggunakan uniform yang khas FPI: pakaian putih-putih, serban hijau, penutup kepala putih, bendera FPI, dan bahkan logo FPI di pakaiannya.

Di masa SBY, Rizieq dua kali masuk penjara. Munarman yang menjadi panglima FPI juga pernah masuk penjara. Orang-orang lapangan FPI adalah masyarakat kelas bawah, bahkan ada yang mantan preman. Markasnya pun di Petamburan, kawasan Tanah Abang.

Ini termasuk wilayah slum. Karena itu FPI sering dikonotasikan dengan dunia abu-abu. Seperti perumpamaan dirinya sebagai pembersih gulma dan pembasmi hama, sebagian orang juga menyebut FPI sebagai gulma dan hama itu sendiri.

Buya Syafii Maarif, mantan ketua umum PP Muhammadiyah, menyebutnya sebagai preman berjubah. Bisa jadi ini karena cara FPI membersihkan gulma dan hama itu sendiri. Atau bisa jadi karena ada ekses atau bahkan ada sesuatu yang tersembunyi, dunia di balik panggung.

Tentu ada orang-orang yang bisa bercerita karena pernah menjadi korban FPI. Ada pula yang mengaitkan FPI dengan sejumlah jenderal polisi dan tentara. Jadi semacam proksi saja dalam konfigurasi kepentingan percaturan elite nasional.

Namun FPI juga dikenal cepat dan militan saat membantu korban bencana alam. Tuntutan untuk membubarkan FPI nyaring terdengar. Namun hingga kini FPI tetap hadir. Ada orang-orang yang merasa terwakili oleh FPI.

Ini karena segala penyakit masyarakat yang jelas-jelas terlihat tak juga ditertibkan aparat karena ada kongkalikong. Tokoh-tokoh dan ormas-ormas mainstream juga mandul. Jika jalan utama mampet, maka jalan tikus akan muncul, bahkan jalan melawan arus.

Kini, tiba-tiba FPI dan Rizieq seolah menjadi pusat pergerakan Islam. Pemerintahan saat ini yang tak pandai menjaga keseimbangan telah melahirkan kekecewaan umat Islam. Partai-partai berbasis massa dan berideologi Islam sudah lama hanya menjadi pelengkap.

Ormas-ormas Islam //mainstream// terlalu asyik dengan gerbongnya sendiri dan menjadi buntut dalam pengambilan keputusan negara, termasuk untuk kasus Ahok. Akibatnya saluran-saluran formal menjadi mampet dan tak berdaya.

Satu-satunya jalan adalah aksi massa. Dalam langgam kekuasaan saat ini yang cenderung keras terhadap lawan-lawan politik, banyak orang yang jerih untuk bersuara. Maka gaya Rizieq dan FPI menjadi relevan untuk berada di pusat.

Pada sisi lain, yang memiliki massa terlatih dalam gerakan massa hanyalah FPI. Organisasi ini sudah memiliki prosedur baku dalam gerakan massa, bahkan memiliki mobil khusus untuk demonstrasi.Ada massa inti, ada keresahan umum. Klop.

Upaya memecah sudah dilakukan. Hal itu terjadi pada aksi 411. Upaya untuk menyisir juga sudah dilakukan, yaitu sebelum aksi 212. Tokoh-tokoh dan ormas-ormas mainstream sudah didekati. ‘Iklim takut’ sudah pula dibuat via produksi wacana makar dan ditunggang aktor politik.

Tapi massa yang sangat sebagian besar bukan massa FPI tetap hadir, bahkan lebih besar. Kini, pertarungan itu sudah masuk ke tahap berikutnya. Seperti singa mengincar mangsa: pisahkan dari kerumunan. Lalu kejar dan terkam. Itulah yang kini sedang terjadi pada Rizieq.

FPI dan Rizieq terus diupayakan dipisah dari massa. Bagi orang-orang yang tak suka, FPI adalah hama dan gulma. Hama harus dibasmi, gulma harus dibersihkan. Caranya? Semprot dengan racun pestisida. Jika ada dugaan pelanggaran hukum, maka sikat tanpa ampun.

Agar kerumunan yang lain diam, maka harus dibangun wacana bahwa FPI adalah hama dan gulma. Secara kebetulan, menjelang pemeriksaan Rizieq di Polda Jawa Barat, Tengku Zulkarnain diundang untuk berceramah di Sintang, Kalimantan Barat.

Rupanya massa berpakaian etnis tertentu sudah menunggu. Mereka membentangkan spanduk menolak kedatangannya. Mereka tak menyebut nama, tapi di situ tertulis jelas menolak FPI. Inilah prosekusi dan propaganda. FPI adalah hama dan gulma.

Padahal Tengku Zulkarnain bukan FPI. Dai berdarah Tionghoa ini adalah aktivis Jamaah Tablig. Organisasi ini nonpolitik.Di provinsi lain, ada pula ormas yang memburu FPI dan pengikutnya. Mereka melakukan sweeping dan menghajar mobil ataupun orang-orang yang diduga FPI.

Mereka berseragam dan tertulis jelas nama organisasinya. Organisasi ini memiliki pembina seorang jenderal polisi. Apa yang terjadi di dua provinsi ini menunjukkan pola baru. Tak cukup menyemprotkan racun, tapi juga ibarat melepas predator.

Situasi ini tentu mengerikan. Hama dilawan hama. Massa diadu massa. Saat ini muncul tuduhan bahwa pencipta predator itu adalah negara itu sendiri. Tak hanya mencipta tapi juga melepaskannya untuk memangsa. Tentu ini memerlukan pembuktian tersendiri, dan pasti tak mudah, walaupun indikasinya sangat kuat.

Pola ini menunjukkan keputusasaan, rendahnya moralitas bernegara, pendeknya akal, dan tentu saja melanggar hukum. Mestinya negara bertindak jika ada hama, bukan melepas predator untuk saling tikam. Namun dalam negara kekuasaan, semua itu kini sedang terjadi.

Padahal Indonesia adalah negara hukum. Lalu mengapa semua itu berlangsung lancar-lancar saja? Bahkan kaum cerdik pandai dan parlemen diam. Apakah Indonesia sudah menjadi negara kekuasaan? Kita hanya bisa menunggu babak selanjutnya.

Indonesia sedang memasuki periode peradaban terendah dalam sejarah bangsa ini. Tak ada wacana, tak ada moral. Semua hanya soal kekuasaan dan uang. Semua fokus pada jangka pendek. Mengelola negeri seperti bermain catur: makan memakan, mati mematikan.

Sumber : Republika

Redam Konflik, Aher Ajak Semua Pihak Menahan Diri

0

PERCIKANIMAN.ID – – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengaku prihatin atas adanya konflik horinzontal yang terjadi akhir-akhir ini khususnya terkait insiden antara LSM GMBI dan FPI yang terjadi di depan Mapolda beberap waktu lalu. Menurut Aher, demikian ia akrab disapa, langkah untuk meredam konflik ini adalah sikap saling menahan diri dan tidak saling melempar provokasi.

“Tidak saling memprovokasi baik lewat ucapan maupun tindakan, di lapangan atau media sosial adalah solusi yang bisa kita lakukan. Ummat Islam telah di ajarkan, berkata benar atau diam dan ini harusnya dipraktikan semua pihak,”ungkapnya kepada awak media di Gedung Sate, Kamis (19/1/2017).

Ia menambahkan melalui lisan inilah sering kali penyebabkan munculnya konflik dari sekedar adu mulut hingga adu fisik. Ia pun mengingatkan agar dalam situasi demikin masyarakat lebih bisa meredam suanan ketimbang melakukan hal yang dapat menyulut emosi pihak lain.

“Ingat, setiap apa yang kita ucap termasuk yang kita tulis pasti akan dimintai pertanggungjawaban karena sebagian besar dosa lahir dari mulut atau lisan kita,”ungkapnya.

Terkait penyelesaian konflik horizontal khususnya massa ormas yang saling melakukan ujuk rasa, Aher mengaku saat ini jajaran Muspida Pemprov Jabar tengah mencari solusi. Namun saat ditanya, apakah pihaknya akan melakukan mediasi dengan mempertemukan kedua ormas yang tengah berkonflik?. Aher menegaskan untuk saat ini belum ada rencana itu.

“Apakah mediasi dan mempertemukan pasti jadi solusi?. Belum tentu, siapa tahu justru makin memanas karena masing-masing pihak belum saling memahami. Kita masih pikirkan caranya dan mencari akar permasalahannya baru kita akan tentukan langkah solusinya,”ucapnya.

Aher pun sepakat bahwa konflik dan suasana “hangat” di masyarakat khususnya di Bandung dan Jawa Barat ini harus segera dicairkan sehingga situasi kondusif tetap terjaga. Menurutnya dalam situasi demikian masyarakat justru yang paling dirugikan sebab ketenangan dan kedamaian menjadi terganggu.

“Kita pikirkan solusi namun menurut saya saat ini yang harus dilakukan adalah menahan diri. Sekali lagi berkatalah yang benar atau lebih baik diam,”imbuhnya.

Sementara itu menanggapi adanya desakan atau tuntutan untuk membubarkan ormas, Aher menegaskan bahwa yang berhak membubarkan ormas bukan ada pada kewenangannya atau pemerintah daerah melainkan pada pemerintah pusat.

“Sesuai UU keormasan itu kan kewenangan pusat jadi ya kita serahkan ke pusat saja,”pungkasnya. []

 

Rep: iman

Editor: candra

 

Cara Memiliki Rumah Tanpa Bank Tanpa Riba di Kawasan Strategis Bandung – Cimahi

0

Memiliki rumah yang aman dan nyaman adalah dambaan setiap keluarga.  Tetapi dengan kondisi saat ini, memiliki rumah sesuai harapan dan keinginan tentu tidak mudah. Selain karena harga yang semakin mahal, konsep rumah yang ditawarkan pun semakin beragam.

Memiliki atau membeli rumah memang tidak seperti membeli barang biasa. Ada banyak hal yang harus memperhatikan sebelum membeli rumah. Bukan saja karena harga yang terjangkau atau lingkungannya yang aman, nyaman dan asri. Tetapi juga ada banyak faktor lain, mengingat rumah yang akan dibeli sejatinya akan tempati bersama keluarga tercinta untuk jangka waktu lama. Demikian halnya ketika membeli rumah adalah bagian dari cara berinvestasi. Maka, Anda juga perlu memikirkan keuntungannya jika hendak dijual nanti.

Para konsultan properti maupun pengembang perumahan selalu mengacu dan menawarkan formula 4L dalam memilih rumah idaman, antara lain Lokasi, Legalitas, Lingkungan, dan Logika.  Lokasi biasanya akan menjadi pertimbangan utama dalam membeli rumah, kemudian disusul aspek yang lain. Namun sebagai seorang muslim, ada syarat lain yang wajib dipenuhi yakni aspek Syar’i.

Aspek Syar’i ini menjadi penting khususnya bagi Anda yang membeli rumah dengan cara mencicil atau kredit. Penggunaan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) wajib memenuhi kaidah syariah, karena ini adalah salah satu bagian dari bentuk jual beli (muamalah). Sudah barang tentu, KPR harus terbebas dari unsur yang haram seperti riba, gharar maupun masyir. Dalilnya pun cukup sering dibahas yakni firman Allah Swt,

Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS.Al Baqarah: 275)

Firman Allah Swt inilah yang seharusnya yang menjadi acuan utama dan landasan dalam setiap proses jual beli.

Jika Anda saat ini memiliki rencana membeli rumah secara kredit,  maka sebelum melakukan akad jual-beli, jangan lupa memperhatikan beberapa aspek berikut ini.  Poin-poin di bawah ini dapat dijadikan panduan jika Anda ingin memiliki properti/rumah tanpa melibatkan bank dan tanpa riba.

  1. Beli kavling dulu dengan cara cashatau cashberatahap
  1. Lalu request ke Developer untuk dibangunkan sesuai spekrumah sederhana dan sehat.
  1. Requestjuga cara bayar pembangunan rumahnya dengan cara cicil. Prioritaskan untuk melunasi kavling dulu agar tidak berat cicilannya dan kavling juga aman dan bebas hutang.
  1. Requestmodel rumah tetap sama hanya bahan bangunan nya saja yang berbeda. Jadi tampak sama dengan rumah tetangga yg mengikuti standar developer
  1. Pastikan kalau mau bayar pakai cicilan, cicil nya langsung ke developerdan mengusung prinsip-prinsip syariah. Sehinggakita dapat terhindar dari riba, tidak ada denda, tidak ada sita,  dan cicilan tetap tidak berubah selama masa cicilan. Dengan cara bayar ini, lebih adil buat Anda sebagai pembeli.

Nah, dengan menggunakan panduan di atas, Insya Allah peluang untuk mendapatkan rumah sesuai kaidah syariah akan terbuka.

Khusus Anda yang saat ini mencari properti di wilayah Bandung dan sekitarnya, Anda bisa mendapatkan fasilitas pemilikan properti secara syariah sesuai kaidah-kaidah di atas di perumahan ROYAL ORCHID VILLA.

Mengapa ROYAL ORCHID VILLA? Karena perumahan dengan konsep villa ini menyediakan layanan KPR murni syariah #Tanpa Bank #Tanpa Riba #Tanpa Denda #Tanpa Sita.

Pembiayaan kredit rumah di ROYAL ORCHID VILLA dapat dikatakan murni syariah karena beberapa hal penting yang membedakan dengan fasilitas KPR bank konvensional maupun syariah.
Perbedaan itu di antaranya adalah transaksi tidak melibatkan pihak ketiga (bank), pembiayaan langsung ke developer, cicilan tanpa bunga tanpa denda. Konsumen tanpa harus melewati proses BI Checking. Konsumen juga tidak akan mengalami sita, karena rumah langsung menjadi milik konsumen setelah diserah-terimakan. Selain itu cicilan bersifat flat atau tak ada kenaikan angsuran akibat perubahan harga

orchidvilla

 

Strategis

Dengan mengusung konsep “Modern Islamic Harmonic Living” ROYAL ORCHID VILLA sangat layak menjadi pilihan. Di perumahan ini akan dibangun sekitar 200 unit di lahan seluas 2,2 Ha.  Perumahan ini sangat strategis karena terletak di dekat pusat Kota Cimahi dengan udara sejuk dan lingkungan alam asri, bersih dan indah.

Berikut ini  adalah beberapa kelebihan yang ditawarkan  ROYAL ORCHID VILLA :

LOKASI:

  • Hanya sekira 5 km ( 10 menit) dari Pusat Kota dan Pemerintahan Cimahi ( Balai Kota, DPRD, Alun-alun, Masjid Agung)
  • Hanya sekira 6 km (12 menit) dari Pusat Bisnis dan Perbelanjaan Cimahi Trade Mall (CTM)
  • Hanya sekira 6 km (13 menit) dari Stasiun Kota Cimahi dan Sekolah-sekolah Islam Favorit
  • Hanya sekira 7 km (15 menit) dari RSUD Kota Cimahi, RS Mitra Kasih dan  RS Dustira
  • Hanya sekira 5 km (10 menit) dari Pusat Rekreasi Keluarga Alam Wisata Cimahi (AWC) dan Air Terjun Curug Cimahi.
  • Hanya sekira 5 km (10 menit) dari Universitas Jend.Ahmad Yani (Unjani)
  • Hanya sekira 15 km (25 menit) dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung dan Terminal Bus Utama Leuiwipanjang
  • Hanya sekira 10 km (17 menit) dari Pintu Toll Padalarang dan Pasteur
  • Hanya sekira 12 km (20 menit)  dari Wisata Alam Lembang  (Tangkuban Perahu)
  • Hanya sekira 7  km (15 menit) dari Kampus Polban dan UPI
  • Hanya sekira 10  km (17 menit) dari Kampus Unpad dan ITB
  • Hanya sekira 17 km (30 menit) dari Paris Van Java (PVJ) dan Cihampelas Walk (Ciwalk).
  • Hanya sekira 20 km (40 menit) dari  Gedung Sate dan Gasibu
  • Hanya sekira 23 km (45 menit) dari Trans Studio Mall (TSM)

 

FASILITAS :

– Terdiri dari Beberapa Tipe Rumah dengn konsep Villa yang Ramah Lingkungan Hingga Membuat Hunian Kian Nyaman

– Ruko dan pendukung kegiatan ekonomi yang mandiri

– Masjid sebagai Pusat Kegiatan Islami

– Rumah Tahfidz dan Ruang Serbaguna serta Ruang Belajar

– Gratis Belajar di Rumah Tahfidz bagi Anak-Anak Penghuni Perumahan

– Majlis Ta’lim dan Komunitas Bisnis Islami

– Lubang Biopori di Setiap Rumah

– Tempat Sampah Organik dan Nonorganik di Setiap Rumah

– Bibit Tanaman Obat, Buah, atau Sayuran yang Bisa Dipilih untuk Ditanam

– Taman Hijau Area Bermain untuk Umum

– Arena Olahraga

– One Gate System

– CCTV 24 Jam

– Petugas Keamanan 24 Jam

– Jalan Utama Lebar 8 meter dan Jalan Pendukung Lebar 6 meter

– Kolam renang pribadi untuk tipe 65

– Dilengkapi dengan tangga kolam renang

-On/Off lampu secara otomatis

– Mengatur temperature ruangan otomatis

– Kontrol rumah secara online system

– Panel Surya untuk swadaya listrik

– Kapasitas sampai 1500 w per hari

– Menghemat tagihan listrik

* Tersedia 200 unit dengan 3 tipe terbaik ( Type 38/72, Type 65/78 dan Ruko 100/50)

Harga mulai Rp. 490 jutaan

 

CARA MENDAPATKAN UNIT

Dapatkan informasi akurat mengenai perumahan ini dengan mengirim data Anda via pesan WhatsApp dengan format:

ROV_NAMA_ALAMAT_NO.WA_EMAIL

Ke WA: 08121041637
Lalu, Apa yang akan Anda dapatkan setelah menghubungi kami?

  1. Silaturrahim yang akrab dan hangat serta penuh kekeluargaan sebagai bagian dari ukhuwah islamiyah
  2. Memperkenalkan skema perumahan syariah tanpa riba.
  3. Mendapatkan prioritas memilih unit sesuai Nomor Urut Pemesanan (NUP) yang terdaftar.
  4. Menjelaskan investasi syariah terbaik yang bisa dilakukan oleh setiap orang
  5. Konsultasi syariah via online setelah gathering
  6. Pengenalan Lokasi Proyek Royal Orchid Villa

Insya Allah kami akan memberikan update informasi kepada para peminat. Jangan sampai Anda menyesal melewatkan kesempatan mendapatkan hunian dan investasi yang islami di kawasan perumahan syariah terbaik di Kota Cimahi ini.

Informasi:

CP: Arief Sungkar

Call/WA: 08121041637

Web: kreditrumah-syariah.com

 

Lokasi Gmaps:

http://bit.ly/ROV-Cimahi

Apakah Setelah Shalat Jum’at di Sunnahkan Berdzikir Seperti Shalat Fardu ?

0

Pak Aam, setelah shalat Jum’at saya melihat ada orang yang dzikir dan wiridnya lama sekali. Apakah setelah shalat Jum’at di sunnahkan wiridan atau dizkir seperti shalat fardu ? Terima kasih (Budi by Apps)

 

Iya begini pertama yang harus kita pahami adalah kedudukan shalat Jum’at itu shalat yang wajib dilakukan oleh laki-laki berjamaah di masjid. Selama tidak ada uzur syari maka seorang laki-laki yang telah baligh wajib melaksanakan shalat Jum’at. Hal ini sebagaimana yang Allah telah perintahkan,

Hai, orang-orang beriman! Apabila diseru untuk menunaikan salat Jumat, segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah perdaganganmu. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (QS.Al Jumu’ah: 9)

Dengan demikian ketika hari Jum’at tiba maka bagi laki-laki baligh wajib ke masjid untuk shalat Jum’at. Kedudukan wajibnya ini seperti mengerjakan shalat yang lima waktu karena shalat Jum’at itu sebagai pengganti shalat Dzuhur. Sebagai contoh, ketika seseorang tidak bisa melaksanakan shalat Jum’at karena sakit atau dalam perjalanan (safar), maka dia harus menggantinya dengan shalat Dzuhur

Mengenai wirid yang dilakukan setelah shalat Jum’at itu disunnahkan dzikir seperti shalat fardhu. Iya, sama karena kedudukan shalat Jum’at sama dengan shalat wajib maka wirid atau dzikir  sunnahnya seperti wirid dan dzikir setelah shalat fardu. Pentingnya dzikir ini sahabat Ibnu Abbas ra sampai menyampaikan bahwa “Dzikir kepada Allah Ta’ala adalah ibadah terbesar dibandingkan ibadah lainnya,”.

Bahkan Imam Ghazali sampai menulis buku yang khusus membahas tentang dzikir ini dalam kitabnya “Dzikrullah” yang menulis, “Jika Anda bertanya, kenapa dzikir kepada Allah yang dikerjakan secara samar oleh lisan dan tanpa memerlukan tenaga yang besar menjadi lebih utama dan lebih bermanfaat dibandingkan dengan sejumlah ibadah yang dalam pelaksanaannya banyak mengandung kesulitan?”

Dengan demikian, apa saja manfaat utama dari amalan yang sampai dibahas secara khusus oleh Imam Ghazali ini?

Pertama, kebahagiaan setelah kematian

Ketika seorang Muslim meninggal dunia, maka harta, istri, anak, dan kekuasaan akan meninggalkannya. Ya, tidak ada lagi yang bersamanya selain dzikir kepada Allah Ta’ala. Saat itulah, amalan dzikir akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi diirnya.

Imam Ghazali memberikan ilustrasi menarik akan hal ini. “Ada orang bertanya, ‘Ia sudah lenyap, lalu bagaimana perbuatan dzikir kepada Allah masih tetap kekal bersamanya?”

Imam Ghazali pun menjelaskan, “Sebenarnya ia tidak benar-benar lenyap, yang juga melenyapkan amalan dzikir. Ia hanya lenyap dari dunia dan alam syahadah, bukan dari alam malakut. Hal ini seperti yang Allah jelaskan dalam Surah Ali Imran ayat 169-170.”

Kedua, senantiasa diingat oleh Allah Ta’ala

Di dalam Al-Qur’an, Allah telah berfirman;

Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (QS. Al-Baqarah: 152).

Dalam Hadits Qudsi juga disebutkan, “Allah Ta’ala berfirman, ‘Aku akan bersama hamba-Ku selama ia mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak karena Aku.” (HR. Baihaqi & Hakim).

Pantas jika kemudian sahabat Nabi Shallallahu alayhi wasallam, Muadz bin Jabal berkata, “Tidak ada yang disesali oleh penghuni surga selain waktu yang mereka lewatkan tanpa berdzikir kepada Allah.”

Ketiga, diliputi kebaikan demi kebaikan

Seorang Muslim yang senantiasa berdzikir akan senantiasa mendapatkan kebaikan demi kebaikan. Rasulullah bersabda, “Tiada suatu kaum yang duduk sambil berdzikir kepada Allah melainkan mereka akan dikelilingi oleh malaikat, diselimuti oleh rahmat dan Allah akan mengingat mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya.” (HR. Bukhari).

Sementara itu hadits yang lain menyebutkan, “Tiada suatu kaum yang berkumpul sambil mengingat Allah dimana dengan perbuatan itu mereka tidak menginginkan apa pun selain diri-Nya, melainkan penghuni langit akan berseru kepada mereka, ‘Bangkitlah, kalian telah diampuni. Keburukan-keburukan kalian telah diganti dengan kebaikan-kebaikan’.” (HR. Ahmad).

Oleh karena itu, sangat luar biasa kasih sayang Allah kepada umat Islam. Manfaat dzikir yang sedemikian luar biasa bagi kehidupan dunia-akhirat kita senantiasa Allah ulang-ulang di dalam kitab-Nya agar kita terus menerus mengamalkannya.

Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab: 41).

Bahkan saat kita usai sholat pun, Allah tekankan agar kita terus berdzikir kepada-Nya.

Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat, ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring” (QS. An-Nisa: 103).

Dengan demikian, mari kita upayakan agar muncul rasa suka dan cinta untuk senantiasa berdzikir kepada-Nya. Karena amalan ini sangat mudah diamalkan dengan manfaat yang sangat luar biasa. Tidak saja menjamin kebaikan di dunia, tetapi juga memastikan kebaikan di akhirat.

Jadi, setelah shalat Jum’at itu sunnahnya wirid sebagaimana zikir orang-orang yang selesai melaksnakan wirid shalat wajib. Bahkan setelah shalat Jum’at disunnahkan pula melaksanakan shalat sunnah bada Jum’at.Wallahu’alam. [ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto:norman

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ 

Pemuda Pancasila Jabar Nilai Pembubaran Ormas Tindakan Kurang Sehat

0

PERCIKANIMAN.ID – – Dalam sambutannya Ketua Pemuda Pancasila Jabar Tb.Dasep menyampaikan bahwa pihaknya sangat prihatin dan menyesalkan bentrok antar ormas yang terjadi di Mapolda (12/1/2017) yang lalu. Menurut Dasep insiden tersebut terjadi karena masing masing pihak kurang bisa memahami persoalan yang sebenarnya sehingga terjadi kesalahpamahan.

“Harusnya itu terjadi, prihatinnya itu terjadi tidak jauh dari Mapolda yang seharusnya dapat menjaga kondusifitas antar masyarakat,”paparnya di Sekretariat Wilayah Pemuda Pancasila (PP) Jawa Barat di Jl. BKR Kota Bandung, Rabu (18/1/2017).

Ia pun menghimbau agar semua dapat menahan diri dan tidak terprovokasi tindakan lanjutan sebagai upaya balas dendam. Menurut Dasep pertikaian antar masyarakat tidak ada yang diuntungkan dan yang paling dirugikan adalah rakyat. Sementara terkait adanya desakan pembubaran ormas FPI, Dasep menilai bahwa pembubaran bukan jalan atau solusi terbaik selama akar permasalahannya tidak diselesaikan.

“Menurut saya tindakan membubarkan ormas sebagai akibat reaksi emosional adalah tindakan yang kurang sehat. Cari dulu akar masalahnya dan selesaikan dengan kepala dingin,”ujarnya.

Sementara itu Iu Rusliana selaku Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jabar menilai dalam menangani konflik horizontal khususnya yang melibatkan oknum ormas Islam adalah bijak jika tidak menyalahkan Ummat Islam. Menurutnya Ummat Islam adalah ummat yang selalu menjunjung tinggi sikap toleransi dan mengedepankan akal sehat ketimbang emosi.

“Adalah tidak fair dalam melihat konflik hanya memandang salah satu pihak saja apalagi sampai menyalahkan dan memvonis sebagai pemicu konflik adalah ormas Islam,”ungkapnya.

Untuk itu pihaknya mengajak dan mengingatkan semua elemen khususnya kepemudaan di Jawa Barat agar tidak terprovokasi oleh segelintir oknum yang mencari keuntungan atas konflik yang terjadi. Menurut Iu kondusifitas Jawa Barat harus terus dijaga untuk menciptakan stabilitas nasional.

Sementara itu Ketua Orwil ICMI Jabar Prof.Dr.M.Najib menyampaikan bahwa masalah Pancasila dan Kebhinekaan bagi ummat Islam tidak ada masalah. Menurut Prof Najib Pancasila pada hakekatnya diambil dari ajaran Islam seperti prinsip Ketuhanan, Keadilan, Kemanusiaan dan sebagainya.

“Adalah aneh jika ada yang menuduh ummat Islam itu anti Pancasila atau anti kebhinekaan, dasarnya dari mana itu?. Ummat Islam sangat menjunjung tinggi toleransi dan kebhinekaan yang ada,”tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut semua elemen kepemudaan yang hadir membuat pernyataan sikap yang kemudian dibacakan oleh   Saca Suhendi selaku Ketua DPD KNPI Jabar. Dalam pernyataannya mereka meminta para elit politik nasional menahan diri dan tidak terkesan mengalihkan isu di Jakarta dengan isu  di Jawa Barat khususnya Kota Bandung.

“Mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengevaluasi kinerja jajaran Kapolda seluruh Indonesia khususnya Kapolda Jabar sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,”kata Saca.

Selain itu mereka juga meminta seluruh jajaran Forum Komunikasi Pemerintah Daerah Muspida Provinsi dan Kabupaten untuk tidak menunjukkan sikap keberpihakan kepada kelompok tertentu sehingga dapat memicu memanasnya situasi dan potensi timbulnya konflik horizontal.

Selain Pemuda Pancasila, dalam kesempatan tersebut perwakilan KNPI, ICMI, Pemuda Muhammadiyah, GPII, Pemuda PUI, FKPPI, KPUB dan sebagainya. Rencananya dalam waktu dekat mereka juga akan menemui Gubernur Jabar, Kapolda Jabar, Pangdam III Siliwangi, DPRD Jabar untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dalam menjaga kondusifitas di Jabar. [ ]

 

Rep: iman

Editor: candra

Penduduk di Kota Tua Terbukti Lebih Sehat

0

Oleh Ir. H. Bambang Pranggono, MBA *

لَا أُقْسِمُ بِهَذَا الْبَلَدِ وَأَنْتَ حِلٌّ بِهَذَا الْبَلَدِ

Aku bersumpah dengan kota ini, dan engkau halal di kota ini.” (Q.S. Al-Balad [90]: 1-2)

Para ahli tafsir sepakat bahwa yang dimaksud al-balad di ayat tersebut adalah kota Mekah dan yang dimaksud anta hillun (engkau halal di kota ini) adalah Nabi Muhammad Saw. Fahrur Razy menafsirkan bahwa karena Mekah adalah kota yang disucikan, dijadikan kiblat dunia, tempat haji, dan di sana ada Baitullah yang berada di bawah Baitul Makmur (Kabah-nya para malaikat) di langit, maka pantas dipakai bersumpah oleh Allah Swt.

Al-Khozyn melanjutkan bahwa orang Mekah mengenal benar Muhammad karena lahir dan dibesarkan di sana. Maka, Rasul Saw. dinyatakan halal di kota itu. Qatadah mengatakan bahwa yang dimaksud halal adalah satu saat di siang hari waktu futuh Mekah, Rasulullah Saw. dihalalkan membunuh musuhnya di kota itu.

Tetapi, barangkali ada inspirasi lain dari ayat tersebut. Mungkin Allah memilih kata kota sebagai sumpah untuk menunjukkan bahwa ada sesuatu di sana. Mekkah adalah kota yang berusia sangat tua dan tetap dihuni manusia sampai sekarang. Para peneliti di University College London (UCL) menyimpulkan bahwa penduduk kota kuno memiliki varian gen yang melindunginya terhadap infeksi penyakit gawat semacam TBC dan lain lain. Mereka menganalisis sampel DNA dari penduduk 17 kota berbeda di Eropa, Asia, dan Afrika.

Rupanya, sanitasi di kota-kota kuno itu dulunya tidak bagus. Keadaan ini diperparah oleh jumlah penduduk yang padat sehingga warga kota kuno sering dilanda penyakit menular bahkan mematikan. Akibatnya, di tubuh penduduk yang selamat, berkembang daya tahan terhadap penyakit mematikan tersebut. Resistansi itu lantas diwariskan turun temurun kepada generasi penerus.

Prof.Mark Thomas dari UCL mengatakan bahwa varian gen dengan daya tahan khusus tadi ditemukan hampir pada setiap orang di Timur Tengah, India, dan Eropa, yakni pada penduduk kota yang tetap dihuni selama ribuan tahun.

Jadi, ketika al-balad dimaknai bukan hanya Mekkah (tetapi juga semua kuno) dan anta hillun dimaknai bukan hanya Muhammad Saw. (tetapi seluruh penduduk kota kuno), kita pun memperoleh inspirasi baru bagi pengelolaan kota. Kota yang eksis berkelanjutan akan mewariskan daya tahan kepada penghuninya di masa yang akan datang. Wallahu a’lam.

*Penulis adalah pengajar dan pegiat dakwah

Wantim MUI: Heran, Kasus Penista Agama Tidak Dianggap Intoleran

0

 

PERCIKANIMAN.ID – – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin, mengaku heran dengan sikap sebagian masyarakat. Pasalnya, tidak banyak yang melihat kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama sebagai intoleransi, tapi malah menuduh sebaliknya.

“Kita sering tidak memandang kasus di Pulau Seribu itu sebagai bentuk intoleransi,” kata Din usai rapat pleno Wantim MUI di Jakarta,seperti dilansir dari republika.co.id, Kamis  (18/1/2017).

Ia melihat, tuduhan intoleransi justru banyak dilayangkan kepada umat Islam yang menuntut keadilan, atas penistaan agama yang telah dilakukan Plt Gubenur DKI Jakarta tersebut. Padahal, Din merasa, orang-orang yang bereaksi terhadap kasus itu sesungguhnya sedang berusaha menegaskan NKRI, tapi malah dituduh sebaliknya.

Atas ketertutupan itu, Din berpendapat, umat Islam menjadi pihak yang seolah-olah mendengungkan kekerasan, tanpa diberi kesempatan untuk menuntut keadilan. Sedangkan, mereka yang telah melakukan kekerasan verbal, termasuk media, pemodal dan aparatur negara yang membelanya tidak pernah dilabeli intoleransi.

“Tuduhan semacam itu sangat menyakitkan hati,” ujar mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut.

Din mengingatkan, umat Islam lah yang selama ini telah menjaga Bhineka Tunggal Ika, sehingga sangat tidak tepat menuduhkan anti kebhinekaan kepada umat Islam. Terlebih, belakangan semakin ramai tuduhan tidak NKRI kepada umat Islam, sedangkan umat Islam sendiri yang melahirkan NKRI.

Dalam kesempatan tersebut Din Syamsuddin juga menilai saat ini tidak ada keadilan bagi umat Islam di Indonesia. Dia menegaskan bahwa salah satunya terlihat dalam bidang ekonomi. Terlebih dugaan adanya ekonomi baru yang mendapat dukungan dari negara.

Din juga merasa kecewa dengan banyaknya tuduhan negatif kepada umat Islam di Indonesia. Terlebih saat melakukan aksi damai untuk meminta agar pemerintah menegakkan keadilan bagi pelaku penistaan agama.

“Tudingan itu seperti Ummat Islam intoleransi, anti kebhinekaan, anti Pancasila bahkan ada yang menyebut tidak nasionalis. Padahal sejarah telah mencatat dengan tinda emas bagaimana peran dan sumbang sih Ummat Islam dari pra kemerdekaan hingga sekarang,”tegasnya.

 

Red: admin

Editor: iman

Foto: antara

 

Abraj Al-Bait, Tanda Kiamat di Dekat Masjidil Haram

0

PERCIKANIMAN.ID  – Ketika kita membicarakan Mekkah, yang selalu ada di benak kita adalah bangunan megah bernama Masjidil Haram, masjid suci seluruh umat Islam di dunia. Namun saat ini, ketika kita berbicara Mekkah, maka kita harus menambahkan daftar bangunan super megah selain Masjidil Haram. Sebuah menara yang meniru Big Band di London, yang di sekitarnya terdapat menara-menara lainnya yang lebih pendek sehingga membentuk sebuah komplek bangunan. Kompleks bangunan tersebut bernama Abraj Al-Bait.

Menara Abraj Al-Bait yang dikenal juga sebagai Mekkah Royal Hotel Clock Tower adalah sebuah komplek bangungan di Mekkah, Arab Saudi. Komplek bangunan ini terdiri dari tujuah buah menara. Komplek ini pernah memegang beberapa rekor dunia, termasuk hotel tertinggi di dunia, menara jam (clock tower) tertinggi di dunia, jam dinding terbesar di dunia, dan area lantai terbesar di dunia. Ya, menara tertinggi ini merupakan bangunan tertinggi di Arab Saudi sekaligus bangunan tertinggi dan hotel terbesar di dunia dengan tinggi mencapai 601 m. Luas area lantainya bisa mencapai 1.500.000 m2. Kompleks hotel ini menjadi bangungan tertinggi kedua di dunia pada 2011 setelah bangunan Burj Khalifa di Dubai. Letaknya hanya beberapa meter dari Masjidil Haram. Develeloper dan kontraktor bangunan ini adalah Saudi Bin Ladin Group, perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi.

Letak komplek menara dan perhotelan ini berada tepat di seberang jalan pintu masuk selatan Masjidil Haram. Dalam pembuatannya pada 2002, pemerintah Saudi menghancurkan Benteng Ajyad Utsmaniyah, bangunan bersejarah yang dibangun oleh Dinasti Turki Utsmani di akhir abad ke-18. Untuk mengakomodasi jamaah haji dan umrah yang ingin melaksanakan shalat, di dalam menara Abraj Al-Bait tersedia ruangan untuk shalat yang mampu menampung 10.000 orang. Di menara tertinggi dalam komplek perhotelan tersebut juga terdapat hotel bintang lima untuk menampung jamaah haji yang bisa mencapai jutaan orang.

Selain itu, komplek tersebut memiliki lima lantai pusat perbelanjaan seperti mall dan memiliki tempat parkir yang mampu menampung seribu kendaraan lebih. Terdapat pula apartemen yang sifatnya permanen plus dua heliport (tempat landasan helikopter) dan pusat konferensi untuk mengakomodasi para usahawan. Lantai tertinggi dari apartemen tersebut tepat berada di bawah jam raksasa, tepatnya berada di ketinggian 450 m. Ukuran jam dinding raksasa ini sendiri berdimensi 43 x 43 m dan ukuran ini adalah yang terbesar di dunia.

Jika dihitung hingga atap jam dindingnya bisa mencapai 530 m dan ini menjadikannya menara jam tertinggi di dunia. Di atas jam dinding raksasa tersebut terdapat tambahan puncak menara berbentuk bulan sabit dan ini membuat tinggi bangunan ini mencapai 601 m dan ini lah yang membuatnya menjadi bangunan tertinggi kedua di dunia. Dalam menara ini juga terdapat Museum Islam dan Pusat Observasi Bulan yang digunakan untuk melihat bulan ketika bulan suci Islam datang, misalnya Dzulhijjah dan Ramadhan. Menurut Menteri Keagamaan dan Wakaf Arab Saudi, proyek ini menghabiskan biaya sebesar US $ 15 miliar.

Walaupun komplek bangunan ini terlihat kokoh, bukan berarti tidak pernah terjadi insiden sama sekali. Hingga saati ini, pernah beberapa kali terjadi peristiwa kebakaran, yaitu pada 28 Oktober 2008, 1 Mei 2009, dan terakhir pada 1 Maret 2011.
Walaupun bangunan tersebut terlihat sangat megah dan memberi manfaat yang banyak terhadap ummat Islam, khususnya jamaah haji, pembangunan kompleks ini tidak terlepas dari pandangan beberapa kalangan yang menyayangkan kehadiran bangunan tersebut. Misalnyanya saja seperti pernah dimuat di sejumlah situs berita.

Ada seorang kontributor tulisan bernama Nuruddin Al-Indunissy yang menyayangkan kehadiran bangunan-bangunan baru itu. Menurutnya, hadirnya gedung-gedung pencakar langit tersebut merupakan tanda-tanda dekatnya kiamat seperti yang dikatakan oleh Nabi Muhammad Saw. sekitar 14 abad yang lalu. “Para penunggang unta itu kini menjadi lebih pintar,” menurutnya. Itu lah mengapa tulisannya berjudul Tanda-tanda Kiamat di Masjidil Haram.

Pembangunan kompleks menara tersebut juga memicu pemerintah Saudi untuk melakukan pembangunan gedung lainnya. Misalnya, akan ada rencana pembangunan gedung lain di seberang sisi pintu Masjidil Haram lainnya. Bangunan tersebut mirip gedung kembar petronas. Gedung itu nantinya akan menjadi pintu gerbang untuk memasuki kompleks Masjid Haram ini. Selain itu, akan dibangun pula InterContinental Dar Et Tawhid Makkah, sebuah hotel bintang lima yang berlogo IHG (InterContinental Hotel Group) yang notabene adalah sebuah rantai hotel milik Amerika.

Kekhawatiran lainnya adalah area suci umat Islam seluruh dunia tersebut akan menjadi sekedar tempat wisata sehingga diprediksi akan melunturkan nilai-nilai spiritualnya. Dari sana kemudian akan lahir industrialisasi ibadah dan wisata sehingga berdatanganlah pengusaha-pengusaha asing yang ingin mengeruk keuntungan semata. Hilangnya nilai-nilai historis juga menjadi sorotan. Sangat disayangkan bahwa bukit-bukit di sekitar lembah tempat Nabi Ibrahim a.s. dan putranya mendirikan tonggak-tonggak Baitullah itu sekarang dihancurkan dan digantikan dengan gedung-gedung komersil. Tingginya Abraj Al-Bait yang melebihi Masjidil Haram pun tak luput dari kritikan. Kehadiran Abraj Al-Bait seolah ingin menandingi Masjidil Haram dan ini membuatnya tampak lebih rendah dibandingkan dengan komples menara jam tersebut.

Kalau sudah begini, sudah saatnya para ulama turun tangan untuk sekurang-kurangnya menghentikan pembuatan bangunan serupa di sekitar masjidil haram. Kesucian Masjidil Haram harus tetap dipertahankan sampai kapan pun dan harus terbebas dari pengaruh komersialisasi, kapitalisasi, serta budaya hedonis lainnya. (Ilyas, dari berbagai sumber)