Beranda blog Halaman 388

Al Quran dan Sains Jelaskan Rotasi Matahari

0

PERCIKANIMAN.ID – – Filsuf Eropa dan ilmuwan pada masa lalu percaya bahwa Bumi merupakan pusat alam semesta. Orang dahulu meyakini bahwa benda langit, termasuk matahari bergerak berputar mengelilingi Bumi (geosentris). Seperti dilansir dari lifescience konsep geosentris alam semesta ini menjadi pengetahuan yang lazim semenjak zaman Ptolemy di abad kedua sebelum masehi. Akan tetapi, pada 1512, Nicholas Copernicus mengungkap teori Heliosentris.

Teori ini menjelaskan bahwa matahari sebagai pusat sistem tata surya dengan planet-planet lain yang mengitarinya. Sementara pada 1609, ilmuwan asal Jerman, Johannes Kepler mengungkap teori Astronomia Nova. Teori Astronomia Nova menyimpulkan bahwa planet-planet tidak hanya berputar di garis edarnya yang berbentuk elips dalam mengelilingi matahari. Namun, planet ini juga berputar pada sumbunya masing-masing.

Sementara dijelaskan dari okezone yang mengutip dari buku Alquran vs Sains Modern menurut Dr. Zakir Naik’ karya Ramadhani, dkk,seperti di tidak hanya planet, matahari pun berotasi pada sumbunya. Hal ini diketahui melalui bantuan peralatan dari proyek yang menggambarkan bentuk matahari. Ditemukan bahwa bintik-bintik pada matahari memenuhi gerakan melingkarnya setiap 25 hari sekali.

Dengan demikian, matahari memerlukan waktu sekira 25 hari untuk berputar secara penuh pada porosnya. Fakta ilmiah ini sudah disebutkan dalam Alquran sekira 1.400 tahun lalu.

Dan Dialah (Allah) yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya,”  (QS.Al-Anbiya: 33)

Ini salah satu buktik mukzijat dari Al Quran dimana pada saat diturunkan akal belum mampu menjelaskan dan membuktikan namun seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ayat-ayat tersebut menjadi nyata adanya. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Bidik Pasar Muslim, Mahasiswa Universitas Djuanda Kembangkan Sabun Halal

0

PERCIKANIMAN.ID – – Mahasiswa Jurusan Teknologi Industri Pertanian (TIP) Universitas Djuanda Bogor mengembangkan produk Sabun kecantikan alami dan halal. Produk ini merupakan kelanjutan dari kegiatan praktikum mata kuliah industri minyak dan oleokimia.

Dosen TIP Universitas Djuanda Fina Uzwatania mengatakan mahasiswa diharapkan mampu membidik pasar wisatawan yang sering berkunjung ke Bogor.

“Produk alami dan halal merupakan prioritas yang menjadi ciri khas produk yang dikembangkan mahasiswa TIP,” kata Fina seperti dilansir dari republika.co.id terima, Rabu (1/2/2017).

Dengan hanya berbahan baku minyak kelapa yang sudah tersertifikasi halal, larutan Natrium hidroksida, tambahan pewangi alami dan pewarna makanan, sabun kecantikan alami ini dibuat dengan proses dingin tanpa adanya pemanasan seperti proses pembuatan sabun pada umumnya.

“Produk ini dikembangkan sebagai bagian dari pengembangan softskill mahasiswa yaitu kewirausahaan berbasis teknologi. Kami mengarahkan mahasiswa untuk mengembangkan kegiatan praktikum menjadi kegiatan bisnis” ujar Ketua Program Studi TIP Universitas Djuanda Bogor Aditia Ginantaka.

Sabun mandi merupakan kebutuhan primer yang digunakan sebagai pembersih dan perawat kulit. Pada sebagian orang yang sensitif beberapa bahan tambahan pembuat sabun justru dapat menyebabkan masalah kulit, seperti sodium lauryl sulfate (SLS).

“Oleh karenanya, mahasiswa TIP Unida membidik segmen pasar ini dengan mengembangkan produk sabun alami tanpa bahan kimia yang berpotensi sebagai alergen pada kulit orang sensitif. Kota Bogor yang menjadi salah satu destinasi wisata domestik maupun manca Negara,” kata Aditia.

Para wisatawan tak hanya mengunjungi destinasi wisata, namun juga menjadikan Kota Bogor sebagai tempat istirahat. Aditia mengatakan kondisi ini dijadikan peluang untuk memasok produk kecantikan berupa sabun perawatan tubuh dengan konsep sabun alami. Tidak adanya proses pemanasan pada saat pembuatan sabun, kata Aditia, menjadikan sabun ini ramah lingkungan, karena mampu meminimalisir emisi karbon akibat penggunaan bahan bakar saat proses pengolahan. [ ]

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

MLM Umroh Halal atau Haram ?

0

Assalamu’alaykum. Pak Aam, saya sedang mengembangkan usaha dengan ikut bisnis yang memakai sistem Multi Level Marketing (MLM). Produknya kosmetik dan peralatan kecantikan. Dalam beberapa bulan ini, saya merasakan capaian yang lumayan maju dengan hasil bonus yang menurut saya cukup besar dari setiap buka jaringan. Beberapa minggun lalu, saya diajak teman untuk ikut gabung bisnis MLM lagi tetapi produknya untuk umroh. Untuk gabung, saya harus bayar Rp. 5 juta dan dapat jatah umroh, namun dengan syarat saya harus dapat 10 orang yang mau umroh (donwline). Biaya umrohnya sendiri sekira Rp.20 jutaan. Belakang ini, saya mendengar kalau bisnis MLM umroh itu hukumnya haram. Mohon penjelasannya pak Aam, karena saya jadi bingung dan ragu dengan MLM kosmetik yang sebelumnya saya kerjakan. Terima kasih. ( Shanty by email)

 

 

Wa’alaykumsalam Wr.Wb. Ibu Shanty dan pembaca sekalian, sebenarnya pembahasan masalah MLM ini sudah kita bicarakan baik secara online (via radio) atau offline (majelis taklim). Namun, tidak apa coba kita kupas sedikit lagi, agar menjadi semakin paham.

Pada prinsipnya, berdagang atau bisnis itu halal dengan syarat tidak mengandung judi, penipuan dan, barangnya real (nyata) dan baragnya juga halal. Sementara  MLM hanya salah satu cara dalam berbisnis atau berjualan tersebut.

Anda membuka jaringan dan dapat bonus atau royalti dengan sekian rupiah setiap kali ada orang yang bergabung, maka itu halal. Itu bagian dari jerih payah kita dalam bekerja. Seperti misalnya, saya menulis buku dimana setiap buku tersebut dicetak ulang saya dapat royalti.

Itu seperti kita bekerja sekali dan dapat hasil yang berulang namun sejatinya kita telah bekerja dengan mencurahkan segenap waktu, tenaga dan pikiran kita selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Jadi wajar kalau kemudian kita dapat royalti atau bonus atau bayaran setiap buku tersebut cetak ulang.

Ini sama seperti dengan Anda dalam membuka jaringan yang mendapat bonus atau royalti setiap berhasil. Bukankah Anda dalam membuka jaringan tidak langsung berhasil dan memerlukan tenaga, pikiran bahkan dana pribadi untuk itu. Maka wajar jika Anda mendapat royalti dari setiap jaringan baru yang ada sebagai salah satu bentuk penghargaan atau apresiasi dari perusahaan Anda tersebut.

Untuk MLM umroh, saya kebetulan juga sering dapat curhatan atau aduan dari beberapa jamaah yang pernah bergabung. Maka, dapat saya katakan MLM umroh ini haram hukumnya. Sebab, umroh bagian dari ritual ibadah yang tidak bisa disamakan dengan bisnis atau MLM yang Anda jalani sebelumnya yakni yang produknya kosmetika.

Seperti yang Anda sebutkan harga umrohnya sendiri sekira Rp.20 jutaan dan Anda cukup membayar Rp.5 juta lalu kekurangan yang Rp.15 jutaan darimana? Ini sepertinya tidak logis jika kekurangannya didapat dari setiap mengajak orang lain. Bukankah setiap Anda mengajak orang lain yang mau umroh tidak ada akad untuk meminjam dulu uangnya?. Jika demikian maka statusnya apa?.

Ada juga keluhan dari jamaah yang sudah setor atau ikut gabung dengan membayar Rp.5 juta tersebut lalu ketika ditengah jalan mengundurkan diri maka uangnya tidak bisa diambil lagi dengan alasan sudah masuk “sistem”. Kalau pun ada yang bisa diambail atau dikembalikan maka itu harus atau sudah dipotong sekian persen terlebih dahulu sehingga terkadang hanya tinggal setengahnya.  Jika demikian maka betapa dzolimnya sekiranya kita berangkat umroh dari uang anggota yang mengundurkan diri tersebut. Sebab ini seperti ada unsur penipuan atau tidak jelas.

Untuk itu, kita perlu berhati-hati jika ingin menjalankan atau bergabung dengan sebuah bisnis atau usaha yang menggunakan system MLM seperti ini. Sekali lagi pada prinsipnya MLM hanya cara berjualan saja namun demikian cara atau ikhtiar kita dalam berusaha tentunya harus sesuai dengan prinsip syariah yang diridhoi Allah Swt. Wallahu’alam. [ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: sly

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

 

Jadi Saksi Sidang, Ketum MUI Tegaskan Ucapan Ahok Masuk Kategori Penghinaan Terhadap Islam

0

PERCIKANIMAN.ID – – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin menjadi saksi pertama dalam sidang dugaan kasus penistaan agama di Gedung Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017). Dalam kesaksiannya, Kiai Ma’ruf menegaskan bahwa pidato Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tentang surah al-Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu masuk kategori penghinaan terhadap agama Islam.

“Ucapannya di Pulau Seribu, masuk kategori penghinaan,” ujar dia saat bersaksi dalam persidangan, seperti dilansir dari republika.co.id

Kiai Ma’ruf mengaku mengetahui hal itu dari banyaknya pemberitaan di media massa. Namun, ia mengatakan bahwa dirinya tidak pernah melihat langsung video pidato kontroversial Ahok. Menurut Kiai Ma’ruf, yang melihat langsung video pidato kontroversial Ahok adalah tim dari MUI yang memang bertugas untuk hal itu.

Semntara, dirinya hanya melihat tulisan Ahok yang dianggap menistakan agama Islam. “Dari berita-berita, dari media cetak, TV. Media sosial (medsos) saya jarang baca. Saya lihat tulisan saja, itu tim,” kata dia.

Ketua majelis hakim, Dwiarso Budi Santiarto, menayakan sejumlah hal kepada Kiai Ma’ruf, mulai dari pertama kali mengetahui kasus dugaan penodaan agama yang dilakukan oleh Ahok hingga dikeluarkannya fatwa MUI yang menyarakan Ahok melakukan penodaan Alquran dan Ulama.

Dalam kesaksiannya, Kiai Ma’ruf menjelaskan dirinya mendapat informasi tersebut dari pemberitaan di media massa, kemudian ada banyak pihak yang meminta MUI untuk berpendapat.

“Ada permintaan dari masyarakat, ada yang lisan dan tertulis. Agar (MUI) segera ada pegangan. Ada dari forum antipenistaan,” ujar Ma’ruf dalam persidangan.

Banyaknya permintaan dari masyarakat tersebut, kata dia, MUI selanjutnya membentuk tim. Tim tersebut terdiri dari empat komisi, komisi fatwa, pengkajian, perundang-undangan, dan informasi komunikasi.

“Yang bahas ketum (ketua umum), sekretaris-sekretaris. Sekitar 20 orang yang membahas. (Mulai) Melakukan penelitian, investigasi di lapangan, pembahasan dan menyimpulkan,” kata Kiai Ma’ruf.

Setelah itu, MUI melakukan pembahasan mulai dari 1 sampai 11 Oktober 2016. Setelah 11 hari membahas, pernyataan Ahok di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, pada 27 September 2016 ini dianggap telah melakukan penodaan agama saat mengutip surah al-Maidah ayat 51.

“Bahwa ucapannya itu mengandung penghinaan terhadap Alquran dan ulama. Produknya keputusan pendapat dan sikap keagaaman MUI,” kata dia

Kiai Ma’ruf menambahkan, hasil yang menyatakan Ahok melakukan penghinaan terhadap Alquran dan ulama produknya lebih tinggi dari fatwa. Hal ini dikarenakan melibatkan empat komisi dalam pembahasan.

“Lebih tinggi ini. Karena dibahas bukan hanya komisi fatwa, tapi empat komisi. Dibahas pengurus harian kemudian produknya menjadi pendapat dan sikap MUI,” kata dia.

Seperti diketahui, selain Kiai Ma’ruf dalam sidang kedelapan, hari ini jaksa penuntut umum (JPU) juga akan menghadirkan empat orang saksi lainnya, yaitu saksi pelapor Ibnu Baskoro, dua orang saksi fakta yang merupakan nelayan di Kepulauan Seribu, yakni Zainudin Alias Panel dan Saifudin alias Deny, serta salah seorang komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, Dahliah Umar. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Foto: norman

 

 

Belum Sempurna Suatu Ibadah Tanpa Sunnah

0

PERCIKANIMAN. ID. Ibadah sunnah kerap dipandang sebelah mata. Bisa jadi karena sedari dulu kita diajarkan pengertian sunnah yang kurang tepat. Kita sering mengartikan istilah sunnah dengan pengertian; “Bila dikerjakan mendapat pahala dan bila ditinggalkan tidak masalah.” Makanya tak heran bila ibadah satu ini sering disampingkan, dengan alasan “tidak masalah.”

Akan tetapi betulkah demikian pengertian sunnah? Secara bahasa kata ‘sunnah’ berasal dari Bahasa Arab yang berarti ‘perjalanan hidup’. Sedangkan menurut syariat, pengertian sunnah yang umum adalah “segala bentuk qaul (ucapan), fi’il (perbuatan), taqrir (penetapan), serta akhlak yang dialkukan oleh Rasullulah sebagai tasyri’ (pensyari’atan) bagi ummat Islam.” Hal ini senada dengan pendapat ulama ternama umat Islam, Ibnu Taimiyah (1263-1368) dalam Majmu’ Fataawaa-nya, “Sesungguhnya As-Sunnah itu adalah syari’at, yakni yang disyari’atkan Allah kepada Rasul-Nya untuk agama ini (Islam).”

Melihat sekilas pengertian sunnah di atas, kita bisa menarik kesimpulan sementara bahwa sunnah adalah aturan (syariat) yang diajarkan Rasul kepada umatnya guna menjalani Islam sehari-hari. Tak ada satupun keterangan yang menyatakan bahwa sunnah adalah ibadah yang ‘tidak apa-apa’ bila ditinggalkan. Bahkan salah satu sabdanya menaytakan, “kutinggalkan pada kamu sekalian dua perkara yang kamu tidak akan sesat apabila kamu berpegang teguh kepada keduaya, yaitu : Kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya”. (HR. Malik).

Hal ini dipertegas oleh penjelasan  Prof. Dr. Salim Umar, mantan Ketua Komisi Fatwa MUI Jabar. Menurutnya, “tidak lengkap ibadah seseorang tanpa sunnah.” Ia menegaskan bahwa ibadah sunnah merupakan tolak ukur kesempurnaan ibadah, bahkan pribadi muslim itu sendiri. Semakin seorang muslim mencintai sunnah maka semakin baik ibadah dan imannya. “Bila seorang muslim menyepelekan sunnah, kita bisa saja ragu soal keimanannya bukan?” tanya Salim Umar .

Salim Umar memberi istilah ibadah wajib sebagai ‘program minimal’. Bila kita ingin maksimal, apalagi sempurna kudu dibarengi dengan ibadah sunnah. “Bila seseorang hanya mengerjakan yang wajib saja, maka ia hanya mengejar seseuatu yang kecil,” ungkapnya. Bukankah kita selalu ingin tampil sempurna bila bertemu dengan orang penting? Seperti itu pulalah kita ketika hendak menuju surga. Tentu kita harus mengenakan ‘pakaian’ terbaik dan menyuguhkan amal yang sempurna pula. “Apa pantas kita memasuki tempat mulia dengan pakaian compang-camping?”

Bila shalat kita ibaratkan pakaian. Maka, merujuk penjelasan Salim Umar, shalat fardu saja abelum cukup. Karena baru sebatas pakaian yang menutup aurat, belum mengenakan pakaian yang bagus. Bahkan, bila shalat kita tak dibarengi dengan khusyu bisa jadi pakaian yang kita kenakan masih compang-camping. Karena itu, ibadah sunnah diperlukan untuk menambal dan memperindah pakaian yang kita kenakan.

“Shalat Rawatib misalnya,” Salim Umar melanjutkan, “punya dua fungsi; selain penambah pahala ia juga berfungsi sebagai penyempurna shalat fardu.” Terus terang saja, ibadah shalat fardu kita tentu sangat jauh dari sempurna. Bahkan untuk khusyu sekalipun kita kesulitan. Nah, melalui shalat rawatib kita berarti telah berupa untuk menutupi kekurangan kita selama shalat fardu. “Sekarang bayangkan, bila seorang muslim tak shalat rawatib? Betapa sombongnya ia karena merasa shalatnya sempurna,” sindir Salim Umar.

Bahkan Imam Syafii menggolongkan ibadah sunnah shalat rawatib sebagai Sunnah Muakkad yang artinya sunnah yang sangat kuat dan dianjurkan untuk dikerjakan. Sama seperti Shalat Idul Fitri atau Idul Adha, yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Perihal shalat rawatib, Abu Hanifah hampir menyertarakan ‘keharusan’ shalat ini seperti shalat fardu. Artinya, jangan sampai tidak shalat rawatib. “Pendapat Abu Hanifah tak berlebihan,” ungkap Salim Umar.

Mengingat Rasul pun tak pernah meninggalkan shalat rawatib. Salim Umar menjelaskan, terdapat lima rawatib yang paling utama dan tak pernah ditinggalkan oleh Rasul; Qobliyah Subuh dan Dzuhur, serta Ba’diyah Magrib, Dzuhur, dan Isya.

Bila dipikir lagi, bukankah Rasul telah dimaksum masuk surga. Lantas mengapa beliau tak pernah meninggalkan shalat rawatib? Inilah pribadi rasul yang langka dimiliki oleh pemimpin lain. “Dia memimpin melalui budi pekerti, karena itu Muhammad berhasil membuat Islam diterima di seluruh dunia,” ungkap Michael H. Hart dalam The 100 (1978). Inilah pribadi Rasul, pemimpin umat Islam, yang menjadikannya orang paling berpengharuh di dunia sepanjang masa. Melalui teladannya, Rasul mencontohkan kepada umatnya untuk senantiasa bersungguh-sungguh dan selalu memberikan yang terbaik dalam bertauhid kepada Allah.

Bila kita melihat kesungguhan rasul dalam mencontohkan shalat rawatib, apa masih berpikir untuk meninggalkan sunnah dan berdalih ‘tidak masalah.’ “Rasul saja, yang sudah sempurna shalat dan ibadahnya masih melakukan rawatib, apalagi kita yang banyak khilafnya,” tambah Salim Umar. Anggapan tentang ibadah sunnah yang ada dibenak masyarakat rupanya perlu direvisi. Ini baru perkara shalat, belum ibadah lain.

“Puasa misalkan lagi, syariat puasa bagi umat Islam berlaku hampir sepanjang tahun,” papar Salim Umar. Maksudnya adalah dalam rentang satu tahun selalu saja ada kesempatan untuk berpuasa. Ia memberi ilustrasi, bila Ramadhan adalah adalah kesempetan satu tahun sekali, maka puasa pertengahan bulan adalah amalan sunnah yang bisa kita manfaatkan setiap bulan. Sedangkan puasa senin-kamis berada dalam daftar amalan sunnah mingguan. Bahkan, bila kita gigih mencari puasa terbaik, maka Shaum Daud adalah amalan yang bisa kita manfaatkan hampir setiap hari.

Amalan ibadah sunnah inilah yang bisa kita jadikan amunisi pahala kita. Bukankah ibadah wajib itu terbatas jumlahnya dan waktunya. Maka, dengan memerhatikan ibadah sunnah yang lebih banyak diharapkan mampu meningkatkan nilai ketakwaan kita disisi Allah. Karena ibadah wajib saja belum cukup, sempurnakan dengan sunnah.

Mencintai Rasul, Menggapai Surga Ilahi

Menjalankan ibadah sunnah bagi seorang muslim sangat dianjurkan. Bahkan Rasul memeringatkan kita perihal sunnah dalam sabdanya, “nikah itu dari sunnahku, maka barangsiapa yang tidak beramal dengan sunnahku, bukanlah ia dari golonganku!” (HR Ibnu Majah). Tentu saja bukan hanya nikah sunnah yang diajarkan oleh Rasul, hadist ini mencakup sunnah-sunnah lain bagi muslim. Para ulama dan ahli hadis menilai ancaman ‘bukan dari golonganku’ bukan perkara sepele.

“Di hari perhitungan nanti, tak ada satu syafaatpun yang bisa menyelamatkan kita dari api neraka kecuali syafaat dari Rasul,” pungkas Salim Umar. Tentu saja Rasul hanya memberi syafaat bagi mereka yang tekun beribadah dan melaksanakan sunnahnya. Bila kita tak masuk kedalam ‘golongan yang selamat’, maka dimanakah kita? Golongan orang yang sesat atau yang dimurkai (Al Fatihah : 7)? Jangan sampai, naudzubillah!

Karena itu, bagi Salim Umar, menjalankan sunnah bukan cuma perihal pahala semata tetapi sebagai bukti cinta kita kepada Rasulullah. Tidaklah salah ketika seseorang bershalawat untuk menunjukan bukti cintanya kepada Rasul. Akan tetapi, menjalani syariat dan sunnahnya tentu lebih utama. Dengan meneladani ahlak dan sifat ibadah rasul, tentunya kita berharap untuk meraih ridho ilahi semata.

Banyak sekali yang bisa kita contoh dari Rasul selaku teladan kaum mukmin. Tak hanya soal ibadah vertikal, tapi juga hal-hal yang bersifat horisontal sesama manusia dan alam semesta. “Mempererat tali silaturahmi dan memperbanyak sedekah misalnya,” tambahnya. Silaturahmi dan sedekah merupakan amalan sunnah yang punya segudang manfaat. Selain phala yang telah dijanjikan, kedua amal ini pula punya kelebihan di bidang sosial.

Melalui sulaturahmi diharapkan persaudaraan antar muslim makin kokoh. Dengan begitu, umat semakin kuat dan solid. Kita telah sama-sama menyaksikan bagaimana sejarah mencatat kekompakan umat muslim di zaman Rasul maupun sahabat. Ketika itu, Islam berdaulat hingga hampir 700 tahun! Keroposnya tiang-tiang kebesaran umat, bisa jadi disebabkan karena silaturahmi kita yang mulai terputus. Umat menjadi menjadi terpecah, sehingga mudah diadu domba.

“Berkelompok atau bergabung dengan ormas sah-sah saja, selama kita bisa menjaga silaturahmi dan memiliki visi yang sama untuk Islam,” pungkas Salim Umar.

Tentu saja, silaturahmi yang dimaksud merujuk pada pengertian yang luas dan dalam skala besar. Sedekah dan zakat pun punya fungsi pembangunan ekonomi umat yang tinggi. Melalui amalan-amalan yang multi dimensi ini, Rasul secara tidak langsung telah banyak mengajari kita. “Baik untuk keberlangsungan hidup kita di bumi dan kelak kebahagiaan yang abadi di akhirat.” (Iqbal)

Anak Keranjingan Main Gadget? Batasi Lalu Ajak Perbanyak Amal Shalih, Begini Caranya

0

PERCIKANIMAN.ID –  – Kehidupan kita saat anak-anak atau masa remaja tentu sangat jauh berbeda dengan dengan kebiasaan anak-anak kita saat ini. Anak-anak saat ini sepertinya tak dapat dipisahkan dari gadget. Hal ini adalah sebuah keniscayaan yang tak mungkin bisa ditolak seiring dengan kemajuan zaman dengan ragam teknologi. Namun sebagai seorang muslim anak-anak dan remaja masih harus banyak belajar agama dan melakukan amal saleh. Inilah pentingnya orangtua berlaku bijak bukan sekedar memarahi.

Oleh sebab itu, orangtua harus mengambil sikap untuk membatasi anak bermain gadget dan menggunakan media social secara proporsional dan tidak berlebihan. Ingat, sesuai bunyi surah Al-Asr : 103, “Sesungguhnya kita semua adalah orang yang merugi, kecuali orang-orang beriman yang mengerjakan amal saleh.”

Dari ayat tersebut sangat tersebut jelas bahwa setiap menit bahkan detik waktu itu begitu sangat berharga. Untuk itu ajak diri dan keluarga khususnya anak-anak untuk mengunakan waktu singkat di dunia ini dengan mengerjakan amal shalih. Melansir dari Soundvision, Selasa (31/1/2017), berikut cara yang bisa dilakukan orangtua untuk membantu anak mengerjakan amal saleh dengan membatasi main gadget untuk lebih produktif dengan amal shalih

  • Perhatikan diri sendiri

Sebagai orangtua Anda harus memerhatikan dulu perilaku diri sendiri. Pertama, berapa banyak Anda memiliki media sosial, dan dalam satu hari berapa lama waktu yang dihabiskan untuk berinteraksi di media sosial? Jika perilaku anak juga demikian, maka mudah untuk menghentikan mereka, yaitu mulai dari diri sendiri.

  • Perbanyak kegiatan ekstrakulikuler anak

Tidak punya banyak kegiatan mengakibatkan waktu habis untuk bermedia sosial. Maka, ikut sertakan anak pada kegiatan ekstrakulikuler agar mereka lebih banyak berinteraksi sosial secara nyata. Berilah pemahaman bahwa kehidupan kita adalah di dunia nyata dengan adanya interaksi dan bertatap muka, bukan sekedat chatting di dunia maya.

  • Libatkan ke kegiatan sosial

Kegiatan sosial, selain membuka jaringan berhubungan dengan banyak orang, ini juga mengikutsertakan anak beramal shalih. Sebab, dalam kegiatan itu, anak bisa menjadi relawan, membantu memberdayakan orang dengan keterampilan yang dimiliki. Sesekali lihat mereka dalam pembagian paket atau sumbangan sosial dilakukan oleh jamaah masjid. Selain itu bisa juga diajak ke panti asuhan untuk mengantarkan bingkisan sehingga jiwa sosialnya akan tumbuh.

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto:  pixabay

 

 

Apa Keutamaan Puasa Sunnah Senin-Kamis?

0

PERCIKANIMAN.ID – Setiap ibadah pasti memiliki keutamaan dan hikmah tersendiri, begitu juga dengan puasa sunnah Senin-Kamis. Bagaimanapun baiknya keutamaan dan hikmah puasa Senin-Kamis, semua itu tergantung pada niat kita untuk menjalankannya.

Ikhlaskan niat untuk beribadah kepada Allah, maka selain akan lebih dekat dengan-Nya, Kita juga akan mampu mendapatkan keutamaan-keutamaan puasa Senin Kamis. Inilah beberapa di antaranya:

1.Menghindarkan diri dari dosa
Puasa sunnah yang satu ini merupakan ajang ‘anger management’ atau ajang melatih kesabaran dan menghindarkan diri dari hal-hal yang menimbulkan dosa. Jika dilakukan secara berkala, otomatis diri kita akan lebih mampu menahan emosi. Dengan puasa Senin-Kamis, diri kita menjadi lebih bersih dalam hal emosi dan spiritual. Karena itu puasa sunnah ini dapat disebut sebagai zakat jiwa. Seperti disebutkan dalam hadis, “Segala sesuatu itu ada zakatnya, sedang zakat jiwa itu adalah berpuasa. Dan puasa itu separuh dari kesabaran.” (H.R. Ibnu Majah).

Dalam hadis lain, disebutkan pula keutamaan puasa sunnah ini sebagai ajang latihan ‘anger management’ dan penghindaran diri dari perbuatan dosa, yakni: “Puasa adalah benteng yang membentengi seseorang dari api neraka yang membara.” (H.R. Ahmad dan Baihaqi).

2. Meningkatkan amalan
Jika pada hari-hari biasa kita cenderung malas beribadah dan beraktivitas karena merasa kekenyangan, puasa Senin-Kamis adalah jalan keluar dari kemalasan. Puasa membuat hati kita lebih bersih sehingga produktivitas dalam meningkatkan amalan pun meningkat. Pasalnya, orang yang berpuasa cenderung ingin berbuat baik lebih banyak dari biasanya. Puasa juga melembutkan hati karena kita jadi memahami nasib dan rasa lapar mereka yang kurang beruntung. Singkatnya, puasa Senin-Kamis mendekatkan kita kepada Allah.

3. Tubuh lebih sehat
Seperti disebutkan sebelumnya, puasa membantu tubuh kita untuk menjadi lebih sehat. Berpuasa secara teratur berarti membatasi makan secara berlebihan dan membatasi jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh. Merupakan rahasia umum bahwa makan berlebihan bisa mencetuskan timbulnya penyakit. Dengan menahan lapar dan haus saat berpuasa, berarti kita menolak segala jenis penyakit yang disebabkan oleh pola makan dan asupan kalori, seperti diabetes, obesitas, dan penyakit jantung.

Puasa sunnah Senin-Kamis secara teratur juga bermanfaat untuk mengistirahatkan sekaligus membersihkan sistem pencernaan. Selama puasa, lebih dari 10 jam lambung kita dibiarkan diam tidak bekerja, sehingga dapat beristirahat. Bandingkan dengan selama tidak berpuasa, kita cenderung terus mengonsumsi sesuatu dan hanya berhenti saat kita tidur. Itu berarti pencernaan kita tidak beristirahat dengan cukup. Jika saluran cerna diistirahatkan, organ-organ tubuh yang lain mampu bekerja lebih maksimal sehingga kita menjadi lebih sehat dan tidak mudah sakit.  (Ali)

Habib Rizieq Akan Laporkan Penyebar Video Yang Fitnah Dirinya

0

PERCIKANIMAN.ID – – Pengacara Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mengaku segera melaporkan penyebaran video berisi rekaman pembicaraan suara perempuan yang disebut bernama Firza Husein dengan seseorang bernama Ema yang viral sejak Ahad (29/01/2017) yang dinilai telah menfitnah kliennya.

“Kita akan segera melaporkan dan menuntut secara hukum kelompok yang telah menyebarkan ini,” ujarnya sebagaimana dikutip Islamic News Agency (INA), Senin (30/01/2017).

Pasalnya, dalam video itu, sosok perempuan yang disebut bernama Firza sedang membicarakan ‘hubungan spesial’ dengan seseorang yang disebut dengan nama Habib Rizieq.

Menurut  Kapitra, pihaknya sudah menyelidiki dan melaporkan pihak-pihak yang telah menyebarkan ini  dengan tuduhan melanggar UU ITE (Informatika dan Transaksi Elektronik).

Menurutnya, aksi terbaru yang dituduhkan kepada kliennya diduga digerakkan kelompok dan komunitas terstruktur yang bekerja secara sistematis.

“Ini ada kelompok dan komunitas yang sengaja menyebar isu tersebut secara masif dan terstruktur. Cara yang dilakukan adalah cararracter assassination (menjatuhkan reputasi seseorang),” tambahnya.

Karenanya, pihaknya akan segera melaporkan kasus tersebut dengan pasal pencemaran nama baik dan akan dilakukan ke Bareskrim Polri dalam waktu dekat.

Ia menilai beberapa kejanggalan dalam kasus ini, mengingat kliennya sudah lama tidak memegang hanphone (HP) sejak ada dugaan alat komunikasi itu telah dikloning.  Selain itu, kliennya selama ini dinilai jarang ada waktu menggunakan HP.

“Tiap hari ada tamu, tiap saat keluar memenuhi undangan, bagaimana bisa santai-santai menggunakan HP, “ ujarnya. [Ahmad/INA]

Red: admin

Editor: iman

Foto: tribunnews

 

Gaet Wisatawan Muslim, Turki Sediakan Kapal Pesiar Halal

0

PERCIKANIMAN.ID – – Sebagai salah satu tujuan wisata kaum muslimin di Eropa, Turki mulai melirik industri pariwisata halal. Seperti yang lama dilaporkan sektor pariwisata Turki mulai menyediakan kapal pesiar halal untuk wisatawan muslim pada 2017 ini. Kapal tersebut akan berlayar di sepanjang Sungai Danube, sungai Nil, dan Sungai Rhine. Kapal secara eksklusif akan melayani umat Islam.

Di kapal, akan tersedia segala sesuatu yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Hal itu seperti produk makanan halal, spa terpisah untuk pria dan wanita, kolam renang dan pusat olahraga untuk wanita, sarana ibadah yang  luas dan sauna tradisonal Turki yang terpisah antara perempuan dan laki-laki. Kapal akan mulai beroperasi pada Juli mendatang dengan kapasitas lebih dari 150 penumpang yang dijalankan oleh perusahaan pariwisata Turki Halal Cruise.

Penumpang akan menikmati wisata dua sampai enam hari. Nantinya, penumpang akan mengunjungi empat negara, termasuk Austria dan Serbia. Selama kunjungan ke masing-masing kota, penumpang akan didampingi oleh pemandu wisata senior yang khusus dalam bidang sejarah.

“Kapal pesiar ini akan menjadi kesempatan untuk mempelajari budaya Turki dan masakannya. Koki akan mempersiapkan hidangan tradisional Anatolian maupun yang populer dari era Ottoman. Setiap aspek dari persiapan makanan akan dilakukan sesuai dengan nilai-nilai Islam,” ujar general manager Helal Cruise, Unal Uluçay seperti dikutip dari ihram.co.id yang melansir dailysabah.com, Selasa (31/1/2017).

Ulucay menjelaskan, perusahaan telah menerima minat yang lebih besar dari yang diproyeksikan sebelumnya. Selain penumpang lokal (30 persen dari pangsa pasar), target konsumen terbesar adalah Muslim dari negara-negara Asia dan Afrika serta Australia, Timur Tengah, dan AS. Menurut Ulucay, nantinya keluarga Muslim tidak harus membatasi diri untuk melakukan liburan di pantai. Karena kapal ini adalah pilihan yang baik.

Untuk hiburan, operator pariwisata menawarkan program yang sesuai dengan gaya hidup penumpang. Seniman akan bergabung dengan tur pelayaran dan menawarkan kursus gratis pada seni tradisional Turki seperti ebru, atau marmer. Manajer operasi perusahaan, Mehmet Buyan, mengatakan mereka akan mengatur acara budaya yang berbeda untuk setiap negara wisatawan. Perjalanan wisata menggunakan kapal ini menghabiskan biaya sekitar 999 hingga 2.000 euro.

Menurut Asosiasi Hotel Wisata Mediterania (AKTOB), di Turki, lebih dari 50 hotel menawarkan layanan konservatif.  Seperti hotel Antalya, Istanbul, Izmir, Aydın, Muğla dan Ankara. Malaysia, Turki, dan Uni Emirat Arab menjadi tiga negara tujuan favorit bagi wisatawan muslim. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Foto: alarabiya

Bagaimana Cara Kita Menunjukkan Loyalitas dan Pembelaan Terhadap Islam?

0

Assalamu’alaykum Wr.Wb. Pak Aam, sebagaimana yang kita tahu dan rasakan saat ini banyak fitnah yang dituduhkan kepada ummat Islam. Ada kriminalisasi ulama dan aktivis Islam dan tuduhan lainnya yang di alamatkan kepada ummat Islam seperti tindakan radikal, intoleran dan anti kebhinekaan. Bagaimana bentuk loyalitas kita selaku muslim terhadap Islam dan sesama kaum muslimin lainnya? Mohon penjelasannya. Terima kasih ( Wulan by email)

 

Wa’alaikumsalam. Iya tentu kita merasa prihatin dengan keadaan demikian namun sikap terbaik kita tentu adalah dengan meningkatkan ketakwaan dan keimanan kepada Allah Swt serta berdoa agar terhinda dari segala fitnah. Namun kita juga harus bersikap proporsional sekiranya ada saudara-saudara kita yang terkena delik hukum atau melanggar hukum tentu kita serahkan kepada aparat penegak hukum untuk memprosesnya. Kita hormati proses hukum yang ada dan mengawalnya sekiranya tidak ditemukan kesalahan tapi dipaksakan untuk bersalah maka itu salah satu bentuk kedzaliman.

Terkait dengan sikap kita selaku muslim terhadap Islam atau bentuk nyata, bukti bahwa kita berislam yang bukan sekedar pengakuan lisan atau tertulis dalam identitas saja tetapi harus nampak dari perilaku kita. Ada beberapa point yang dapat kita buktikan atau tunjukkan kesetiaan kita kepada Islam termasuk pembelaan kita kepada Allah dan Rasulullah.

 

  • Tekun mempelajari Islam.

Keislaman kita tentu tidak sekedar berhenti pada pengengakuan lisan saja. Segala amal ibadah kita harus ada dasarnya. Demikian juga dalam Islam ada perintah dan larangan maka kita dituntut untuk mempelajari Islam secara baik dan benar. Seperti yang Allah perintahkan:

Allah mengeluarkanmu dari perut ibumu dalam keadaan tidak menge¬tahui apa pun. Allah memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani agar kamu bersyukur.”(QS. An-Nahl 16:78). Ayat lain dapat dibaca dalam Surat  Muhammad ayat : 19 dan Surat At-Taubah ayat 122.

 

  • Menjaga Kemurnian Tauhid.

Menjaga kemurnian akidah atau ketauhidan tetap dalam ajaran Islam yang benar dan lurus adalah mutlak. Sebab dalam perjalanan hidup ini pasti banyak godaan dan cobaan yang kalau tidak kuat iman maka dapat tergelincir dalam perkara yang dapat keislaman kita seperti musyrik bahkan murtad dan kafir. Dalam Al Qur’an telah dijelaskan:

Barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan kebajikan dan jangan mempersekutukan dengan sesuatu apa pun dalam beribadah kepada Tuhannya” (QS. Al-Kahfi 18:110). Juga dalam Al Qur’an surat Ibrahim ayat 24 dan 25.

 

  • Mengamalkan ajaran sampai akhir hayat

Selain menjaga ketauhidan sampai akhir hayat maka kita juga dituntut untuk beramal shalih sampai akhir hayat pula. Jangan beramal musiman saja misalnya giat ibadah saat Ramadhan saja atau shalat hanya Jum’atan. Ini tidak boleh, dalam Al Qur’an Allah Swt telah berfirman:

Sungguh, Kami mengetahui bahwa dadamu menjadi sesak karena ucapan mereka (orang-orang kafir), maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu orang yang bersujud (melakukan kebajikan) kepada Allah, sembahlah (ibadah) kepada Allah sampai ajal menjemputmu” ( QS.Al-Hijr : 97-99)

 

  • Berjuang membela Islam

Kalau ada orang yang menghina, melecehkan atau menistakan ajaran Islam maka kita harus membelanya seperti aksi bela Islam 411 dan 212 kemarin, itu salah satu cara berjuang kita dalam membela agama kita. Kita tuntut orang-orang yang menghina, melecehkan dan menistakan ayat-ayat Allah mendapat hukum di dunia. Soal hukuman di akhirat itu wilayah Allah, biar Allah saja yang memberikan hukumanan.

Hai, orang-orang beriman! Jika kamu menolong agama Allah, pasti Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedu­dukanmu” (QS. Muhammad 47:7) juga dalam surat Al-Baqarah ayat 218 dan surat At Taubah ayat :20

 

  • Merapat atau bergaul pada Orang Shalih

Bersabarlah kamu bersama orang yang menyeru Tuhan pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridhoan-Nya. Janganlah kedua matamu ber-paling dari mereka karena mengharap-kan kenikmatan kehidupan dunia. Janganlah kamu ikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Ka­mi. Mereka hanya menuruti hawa naf­sunya dan sudah melewati batas” (QS. Al-Kahfi 18:28)

 

  • Menjaga Kehormatan Sesama Muslim

Sesama saudara seiman kita harus saling menjaga kehormatannya dan jangan menjatuhkan kehormatannya, tidak menghina, menghujat atau memfitnah.

Sesungguhnya, orang-orang mukmin itu bersaudara. Karena itu, damai¬kanlah antara kedua saudaramu yang berselisih dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.  Hai, orang-orang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum lain karena boleh jadi mereka yang diperolok-olok lebih baik daripada yang mengolok-olok. Jangan pula perempuan-perempuan mengolok-olok perempuan lain karena boleh jadi perempuan yang diperolok-olok lebih baik daripada perempuan yang mengolok-olok. Janganlah kamu saling men¬cela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar buruk. Sejelek-jelek panggilan adalah panggilan buruk setelah beriman. Siapa pun yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang zalim. Hai, orang-orang beriman! Jauhilah banyak prasangka buruk. Sesungguhnya, prasangka buruk itu dosa. Jangan kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah kamu menggunjing sebagian lain. Apakah kamu mau memakan daging saudaramu yang sudah mati? Tentu kamu jijik. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya, Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat 49:10-13)

 

  • Tidak Takut dengan hinaan

Dunia ini hanya sesaat dan penuh dengan sendau gurau serta tipu daya maka selama jalan kebenaran yakni jalannya para Nabi, Rasul dan orang-orang shalih maka jangan takut mendapat cercaan bahkan hinaan. Mereka menghina Islam dan kaum muslimin maka yakinlah bahwa Allah yang akan memuliakan kita.

Hai, orang-orang beriman! Siapa pun di antaramu yang murtad dari agamanya (Islam), maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, bersikap lemah lembut terhadap orang-orang beriman, tetapi  tegas terhadap orang-orang kafir, berjihad di jalan Allah, dan tidak takut pada makian orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan kepada orang yang dikehendaki-Nya. Allah Mahaluas pemberian-Nya, Maha Mengetahui”. (QS. Al-Maidah 5:54)

Semoga Allah Swt memberikan kekuatan pada kita agar menjadi orang-orang yang memiliki loyalitas yang tinggi pada Islam. Wallahu’alam. [ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: tribunnews

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/