Beranda blog Halaman 399

Inspirasi dari Bintang

0

Oleh :  Ir. H. Bambang Pranggono, MBA., IAI

 

النَّجْمُ الثَّاقِبُ وَمَا أَدْرَاكَ مَا الطَّارِقُ وَالسَّمَاءِ وَالطَّارِقِ

“Demi langit dan thariq. Dan, tahukah kamu apakah thariq itu? Bintang yang menembus.” (Q.S. At-Thaariq [86]: 1-3)

Dalam ayat terbut, Allah bersumpah dengan at-thariq, lalu dijelaskan dengan definisinya yakni bintang yang cahayanya menembus. Pendapat ahli tafsir beragam tentang makna at-thaariq ini.

At-Thabary menyebutkan bahwa at-thariq adalah bintang becahaya tajam yang dinamakan Tsuraya atau Zuhal. Al-Qusyairy menafsirkannya sebagai bintang pelempar setan. At-Tustary mengatakan secara simbolis bahwa maknanya ialah qolbu mukmin yang menghunjam dalam tauhid tanpa ragu. Tapi, mungkin ada makna lain dari ayat tersebut. Bahwa, tidak semua bintang mempunyai cahaya yang menembus dan ini layak kita telaah.

Kita tahu bahwa sinar yang bisa menembus adalah sinar-X yang sudah lama dimanfaatkan untuk kesehatan manusia. Lantas, apa kaitannya dengan bintang?

Astronom dari Ohio State University (OSU) mempelajari tentang bagaimana elemen kimia memancarkan radiasi dan menyerapnya di dalam bintang yang jumlahnya milyaran dan berada di sekitar black-holes nun jauh di langit sana.

Mereka menemukan bahwa ternyata di perut bintang itu, logam berat semacam besi bisa melepaskan elektron energi lemah ketika terekspos sinar-X berkekuatan tertentu. Para astronom selanjutnya bekerjasama dengan dokter dan ahli onkologi radiasi untuk menerapkannya bagi kesehatan.

Inspirasi dari bintang ini membuka kemungkinan bahwa logam berat tertentu ketika ditanam ke dalam tubuh bisa memancarkan elektron energi lemah untuk memusnahkan sel kanker tanpa merusak sel sehat. Logam nanopartikel yang ditanam ke dalam tumor bisa menyerap sinar-X dalam frekwensi tertentu secara efisien, lantas menyemburkan elektron yang bisa membunuh sel tumor tadi.

Anil Pradhan, astronom dari OSU, mengatakan bahwa sejak ditemukannya sinar-X pada 1890 belum ada kemajuan berarti. Mesin terapi sinar-X di rumah sakit saat ini masih memancarkan spektrum frekwensi yang lebar. Seharusnya, sudah mulai dipakai frekwensi sempit yang lebih fokus sehingga membatasi tubuh pasien yang terekspos radiasi. Dan, frekwensi terbatas ini bisa dicapai dengan teknologi implan logam berat tadi.

Ternyata, ayat tentang bintang yang bercahaya menembus seharusnya bisa menjadi inspirasi bagi teknologi kesehatan manusia. Shodaqollahul ’adzim.

Pengamat: Sebelum Menutup Situs Islam Kominfo Harus Tanya Ahlinya Dulu

0

 

PERCIKANIMAN.ID — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) masih menutup beberapa situs yang dianggap melanggar aturan. Tindakan Kemkominfo pun menuai protes dari berbagai pihak dan kalangan karena penutupan yang dilakukannya terkesan tanpa alasan.

Pengamat dari Information and Communication Technology Institute (ICT), Heru Sutadi mengatakan, banyak situs-situs Islam diblokir. Menurutnya, apakah Kemkominfo mempunyai pengetahuan terhadap hal-hal yang dibahas di dalam Islam dan dimuat di media Islam.

“Mereka tidak punya pengetahuan karena tugas dan fungsinya masalah informatika, bukan masalah keagamaan,” ujarnya seperti dilansir dari republika.co.id, Kamis (11/1/2017).

Ia menerangkan, jadi Kemenkominfo mau tidak mau harus bertanya kepada ahlinya sebelum melakukan penutupan atau pemblokiran. Menurutnya, perlu ada pihak ketiga (tim panel) yang memiliki kemampuan melakukan penilaian terhadap situs-situs Islam.

Misalnya, sebelum menutup situs-situs Islam, perlu melibatkan Kementerian Agama, MUI dan yang lainnya untuk menjadi pihak ketiga. Maksud adanya pihak ketiga bukan berarti menilai Kemenkominfo tidak punya wewenang untuk melakukan penutupan dan pemblokiran.

“Bukan berarti Kemenkominfo tidak punya wewenang, tapi pengetahuannya tidak sampai ke sana,” ujarnya.

Ia menegaskan, perlunya pihak ketiga karena masalah pemblokiran harus akuntabel dan transparan. Sampaikan kepada publik alasan dilakukannya pemblokiran terlebih dahulu, agar semua tidak bertanya-tanya. Sehingga pada akhirnya tidak menuai protes.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya sejumlah media Islam online (situs) diblokir oleh Kominfo tanpa ada penjelasan yang memadai. Beberapa pihak malah menyayangkan sikap pemerintah yang dianggap tidak komunikatif dalam proses pemblokiran tersebut. [ ]

 

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: istimewa

Menghadapi Tantangan Dakwah dan Fitnah di Majelis Taklim

0

Pak Aam, saya baru membentuk majelis taklim baru, tantangannya begitu banyak, banyak yang menyebarkan fitnah dan pembunuhan karakter saya, apa yang harus saya lakukan ? ( Hamba Allah by phone)

 

 

Tentu yang mendasar dalam setiap kita beramal adalah niat sebagai pondasinya termasuk dalam berdakwah atau syiar Islam. Niat ini harus ikhlas karena mengharap ridho Allah dan niat tidak harus diucapkan atau ditunjukkan kepada orang lain yakni cukup di hati saja. Termasuk niat Anda dalam membentuk majelis taklim ini sebagai sarana dakwah dan syiar Islam.

Sesungguhnya Allah tidak akan menerima dari semua jenis amalan kecuali yang murni (ikhlas) untuk-Nya dan untuk mencari ridho-Nya. (HR. Nasa’i)

Terkait dengan tantangan dan rintangan atau hambatan dakwah itu sudah menjadi Sunnatullah. Dapat kita baca sejarahnya bagaimana dakwah para Nabi dan Rasul zaman dahulu dalam berdakwah dari sekedar fitnah dianggap gila sampai ancaman pembunuhan bahkan beberapa Nabi dari kalangan Bani Israil sampai dibunuh umatnya. Ini menunjukkan bahwa jalan dakwah itu bukan jalan yang mulus yang setiap orang menyukai dan menerimanya.  Namun kita harus sabar menjalaninya, tugas kita hanya menyampaikan dan soal hidayah itu menjadi hak Allah.

Cara berdakwah kita termasuk dakwah Anda di majelis taklim bisa mengacu pada firman Allah SWT dalam surat An-Nahl ayat 125: yang artinya “serulah kepada jalan tuhnmu dengan Hikmah, Mau’idzatih yang baik, dan berdebat dengan mereka itulah yang lebih baik”.

Artinya dalam berdakwah termasuk Anda di majelis taklim harus dengan hikmah jangan marah-marah, dengan mau’idzatih hasanah atau perkataan yang baik dan lembut tidak kasar dan  bersabarlah dan kamu bisa bersabar hanya karena pertolongan Allah. Janganlah kamu bersedih karena mereka, jangan pula kamu merasa sesak karena ulah mereka, sungguh Allah bersama orang-orang yang bertaqwa dan berbuat baik.

Jika ada fitnah maka hadapi dengan tenang jangan emosional, ajak dialog dan klarifikasi (tabayyun) hal mana yang jadi sumber fitnah kemudian jelaskan.  Yang namanya dakwah pasti ada tantangan, ini sudah menjadi sunnatullah kita dalam berdakwah. Jangan dikira dakwah para ulama, ustadz atau ustadzah tidak ada tantangan, hinaan, cacian, yang tidak suka mungkin banyak, tetapi istiqomah jalan saja. Karena mereka yang tidak suka itu bukan mau menghancurkan kita, tetapi menghancurkan dakwah Islam.

Hal tersebut merupakn bagian yang harus kita hadapi, dan pada akhirnya fitnah-fitnah tersebut seperti es di padang pasir. Makanya seperti yang di katakana ulama Hasan Al Bana  bahwa jalan dakwah itu penuh duri, terjal dan penuh tantangan, maka kamu harus punya segudang energi untuk menghadapi itu semua. Jadi Anda tetap istiqomah saja kemudian juga lakukan introspeksi diri mungkin ada metode atau cara yang kurang pas atau belum waktunya disampaikan karena kapasitas pengetahuan dan pemahaman jamaah yang tidak sama. Bacalah kembali kisah-kisah dakwah para Nabi dan Rasul dalam berdakwah sehingga akan memotivasi Anda dalam membina majelis taklim. Wallahu’alam. [ ]

Editor: iman

Ilustrasi foto: norman

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

 

 

 

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raajiuun, Telah Berpulang Ustadz Ali Usman

0

PERCIKANIMAN.ID- Innalillahi wa inna ilaihi raajiuun.  telah berpulang Ustadz Ali Usman, Ketua Yayasan Percikan Iman yang juga merupakan pembimbing haji reguler Percikan Iman. Ustadz Ali meninggal pada Kamis dini hari pukul 03.10 WIB  di RS Al-Islam, Bandung.

Almarhum adalah adik kandung dari Ustadz Aam Amiruddin dan berkiprah dalam aktivitas dakwah bersama Yayasan Percikan Iman.  Almarhum rencananya akan dikuburkan hari ini jam 9 di  TPU Batu Kuda Garung Cibiru Wetan Kabupaten Bandung pada pukul 09.00.

Saat ini jenazah masih berada di  rumah duka di  Jalan Cibiru indah 1, B2, No1. dekat dengan kampus UPI Cibiru.  Kami atas nama Redaksi Percikan Iman Online mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Ustadz panutan kami.
Semoga keluarga yg ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran.

Kami juga memohon doa dari para pembaca semuanya .. Allahummagfirlahu warhamhu waafihi wafuanhu.

 

Al Quran dan Sains Jelaskan Keutamaan ASI

0

PERCIKANIMAN.ID – – Air susu ibu merupakan sumber makanan terbaik bagi bayi. Dengan mengonsumsi air susu ibu, maka bayi bisa memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik untuk mencegah penyakit. Diambil dari berbagai sumber, air susu ibu memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindungi dari kemungkinan infeksi. Keseimbangan zat-zat gizi dalam air susu ibu berada pada tingkat terbaik.

Air susu ibu juga kaya akan nutrisi yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan syaraf. Makanan bayi dengan proses paling canggih saat ini tidak bisa menggantikan air susu ibu. Setiap hari kabarnya ditemukan satu manfaat baru dari air susu ibu untuk bayi.

Fakta yang ditemukan dalam ilmu pengetahuan bahwa menyusui bayi selama dua tahun setelah kelahiran bisa sangat bermanfaat. Dari badan dunia untuk anak-anak ,UNICEF bahkan mengimbau ibu untuk menyusui bayinya selama dua tahun. Hal ini dilakukan demi kesehatan anak yang lebih baik. Allah berfirman dalam salah satu ayat-Nya sekira 14 abad lalu, yang kini diketahui melalui ilmu pengetahuan.

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu,” (QS. Luqman: 14).

Seperti dijelaskan laman halodokter, ASI di tahun kedua banyak mengandung nutrisi. Setiap 448 ml ASI, memenuhi kebutuhan 9 persen dari kebutuhan energi anak, 43 persen kebutuhan protein, 36 persen kebutuhan kalsium,75 persen kebutuhan vitamin A, 76 persen kebutuhan asam folat, 94 persen kebutuhan vitamin B12 serta 60 persen kebutuhan vitamin C. [ Berbagai sumber ]

 

Red: fatih

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Dana Haji Untuk Biayai Infrastruktur, DPR: Selesaikan Dulu Aspek Legalnya

0

 

PERCIKANIMAN.ID – – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menilai dana haji bisa saja digunakan untuk membiayai pembangunan proyek infrastruktur di Tanah Air.

Total setoran dana haji ke Kementerian Agama yang saat ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp 70 triliun dapat digunakan untuk proyek infrastruktur baik secara langsung maupun tidak langsung, katanya di Jakarta, seperti dilansir dari antara, Selasa (10/1/2017).

“Sekarang ini kan kita sudah bikin namanya proyek berbasis sukuk, sukuknya ya bisa dari dana haji, jadi tidak langsung. Bisa juga dari dana haji (langsung), tapi harus ada dulu badannya (Badan Pengelola Keuangan Haji). Yang jelas nanti bisa berpartisipasi untuk pendanaan untuk modal infrastruktur,” ujar Bambang.

Bambang juga menilai investasi dana haji untuk proyek infrastruktur juga akan mendapatkan imbas hasil (return) yang bagus. Kendati demikian, proyek-proyek infrastruktur yang akan dibiayai harus benar-benar dipilih dengan cermat.

“(Sukuk berbasis proyek) jaminannya kan proyek itu sendiri. Makanya kita pilih proyek yang benar. Kita harus pilih proyek yang bagus,” ujar Bambang.

Menanggapi niatan dan rencana tersebut Wakil Ketua Komisi VIII Dr. Sodik Mudjahid. MSc berpendapat bahwa pemerintah seharusnya jangan hanya bersemangat menggunakan dana hajinya tapi harus juga bersemangat melaksanakan amanat UU yakni membentuk BPKH ( Badan Pengelola Keuangan Haji)  yang sudah 2 tahun terlambat dari jadwal.

sodik-mudjahid-2
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid

“Dengan sudah terbentuk BPKH maka segala bentuk penggunaan dana haji akan legal, sesuai syariah dan memberi maslahat serta manfaat maksimum bagi biaya haji dan juga bagi bangsa,”ujarnya kepada percikaniman.id melalui pesan singkat, Rabu (11/1/2017).

Ia menambahkan jika pembentukan BPKH lambat akan tetapi dana haji dipakai duluan  menenunjukkan sikap yang tidak fair dan kurangnya tanggung jawab pemerintah kepada  masyarakat akan pengelolaan dana jamaah haji.

“Sebelum terbentuk BPKH maka wacana penggunaan dana haji untuk pembangunan infrastruktur sebaiknya dijelaskan terlebih dahulu kepada DPR sebagai bentuk pengawasan rakyat terhadap pemerintah. Penjelasan tersebut juga sebagai bahan DPR dalam menjelaskan sekaligus menjawab pertanyaan-pertanyaan dari  masyarakat tentang dana haji yang akan digunakan dalam pembiyaan pembangunan infrastruktur.[ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: sindonews

Penyedap Rasa dalam Pandangan Islam

0

PERCIKANIMAN.ID – Penggunaan vetsin atau mono sodium glutamat (MSG) dalam makanan kini sudah menjadi hal yang lumrah. Hampir sekitar 50 persen makanan olahan baik dalam kemasan maupun sajian lainnya kerap menggunakan vetsin sebagai penguat dan penambah rasa supaya lebih lezat. MSG sangat mudah ditemukan para produk-produk kegemaran masyarakat semisal mi instan atau makanan ringan. Alhasil, sebagian masyarakat ada yang sudah “ketergantungan” pada zat yang satu ini. Kata mereka, rasanya kurang berselera bila santapannya tidak mengandung zat kimia ini.

Namun ada pula sebagian orang yang menghindari vetsin karena takut akan ancaman dan efek sampingnya. Bukan rahasia lagi jika semua zat yang berbahan kimia dan tidak alami selalu mengandung ancaman terhadap kesehatan tubuh, terutama bila penggunaannya berlebihan dan untuk jangka waktu lama.

Lalu, bagaimana sebenarnya “status” penyedap rasa ini menurut pandangan Islam? Apakah penggunaan bahan tambahan pangan ini dapat dikatakan aman untuk dikonsumsi, sehingga memenuhi syarat halallan thoyyiban?

Menurut pejelasan pakar teknologi pangan dan gizi yang juga aktivis produk halal Ir Anton Apriantono, untuk membedah status keamanan dan kehalalan MSG, kita perlu menelusuri terlebih dahulu apa dan bagaimana vetsin ini dibuat.

Seperti yang dipaparkan dalam laman pusathalal.com, Anton menjelaskan, vetsin seperti MSG dan sejenisnya dibuat dengan cara fermentasi yaitu dengan memanfaatkan mikroorganisme yang mengubah bahan baku (substrat) menjadi asam glutamat. Asam glutamat ini kemudian diubah menjadi MSG dengan cara kimia.

Mula-mula, mikroorganisme (disebut juga dengan starter) yang khusus dapat menghasilkan asam glutamat diaktifkan terlebih dulu (disegarkan) dengan cara ditumbuhkan dalam suatu media (tempat tumbuh bakteri yang berisi makanan bakteri). Tujuannya, agar si bakteri ini dapat tumbuh dengan normal di mana sebelumnya dia berada dalam kondisi tak normal, dalam bentuk kering misalnya, sehingga perlu pengkondisian dulu agar tumbuh normal. Setelah itu, si bakteri diperbanyak secara bertahap. Lagi-lagi, si bakteri ditumbuhkan dalam media yang sesuai di mana perbanyakan dimulai dari kapasitas perbanyakan rendah sampai tinggi.

Setelah itu, si bakteri siap untuk memproduksi asam glutamat dengan menggunakan media yang mengandung bahan kaya gula (sebagai substrat). Bahan kaya gula yang digunakan sebagai substrat dalam pembuatan MSG ini biasanya adalah campuran molases (hasil samping industri gula) dan hasil hidrolisis pati (seperti pati jagung) dengan menggunakan enzim.

Titik kritis
Anton menegaskan, yang menjadi titik kritis kehalalan MSG adalah media yang digunakan dalam pembuatannya, tidak selalu menggunakan bahan yang halal. Jika media yang digunakan mengandung bahan yang tidak halal, maka MSG yang dihasilkan pun menjadi tidak halal pula.

Hal ini pula yang pernah terjadi dengan salah satu MSG merek terkemuka di Indonesia pada tahun 2000. Selama 3 bulan, merek MSG terkenal tersebut menggunakan Bactosoytone pada media yang digunakan pada tahap penyegaran bakteri. Setelah diperiksa MUI, bahan baku pembuatan Bactosoytone adalah kacang kedele yang dihidrolisa dengan menggunakan enzim di mana enzim yang digunakan salah satunya adalah enzim yang berasal dari babi.

“Akibatnya, si enzim tersebut ada di Bactosoytone sehingga status Bactosoytone adalah haram,”paparnya.

Dengan demikian, kata Anton, MSG yang dibuat dengan menggunakan Bactosoytone sebagai bahan media pada tahap penyegaran bakteri tersebut menjadi haram. Jika hanya dilihat di produk akhirnya saja yaitu MSG, jelas enzim babi tidak akan terdeteksi karena seperti dijelaskan di atas proses pembuatan MSG tahapannya panjang. Akan tetapi Komisi Fatwa MUI memutuskan MSG tersebut haram karena dua hal, yaitu karena adanya pencampuran bahan halal dengan bahan haram (ikhtilat) dan adanya pemanfaatan unsur haram (intifa’).

Setelah temuan penggunaan Bactosoytone , produsen MSG merek terkenal tersebut mengganti Bactosoytone dengan bahan lain yang halal.

Batasi penggunaan
Mengenai isu bahwa MSG membahayakan kesehatan, Anton berpendapat hal itu sebetulnya menyesatkan karena yang sebenarnya badan-badan dunia yang berwenang dalam menilai keamanan bahan pangan seperti FDA USDA dan JECFA WHO/FAO telah menyatakan bahwa MSG aman dikonsumsi dalam batas yang normal digunakan (tidak berlebihan).

Batas maksimum konsumsi MSG ada yang menyatakan 15 gram (kira-kira satu sendok teh penuh) per orang per hari, ada juga yang menyatakan 3 gram per orang per hari. Walaupun demikian memang benar bahwa pada beberapa orang tertentu ada yang sensitif terhadap MSG, sehingga menimbulkan dampak sakit kepala (sindrom masakan cina). Hal ini pun diakui oleh badan dunia yang disebutkan di atas, jelas orang yang sensitif tersebut tidak dibolehkan mengonsumsi MSG.

Masalah lainnya, konsumsi MSG di kita bisa jadi memang melebihi batas maksimum yang dianjurkan karena banyak masakan dan produk pangan yang menggunakan MSG di samping penggunaan MSG oleh konsumen juga seringkali berlebihan (perhatikan penggunaan MSG pada jajanan bakso, konsumen kadang menambah MSG yang sebelumnya sudah ditambahkan oleh si penjual).

Tentu saja, jika penggunaannya berlebihan akan menimbulkan dampak kesehatan yang tidak baik. Di samping itu, sebetulnya MSG tidak diperlukan bagi sebagian besar jenis masakan Indonesia. Fungsi MSG adalah menambah rasa lezat makanan-makanan tertentu, khususnya yang berdaging. Kebanyakan masakan Indonesia sudah lezat tanpa penambahan MSG, jadi penambahan MSG bisa jadi tidak perlu.

Oleh karena itu sebaiknya tidak lagi menggunakan MSG dalam membuat masakan karena khawatir penggunaannya berlebihan akibatnya konsumsi MSG juga berlebih sehingga bisa menimbulkan dampak kesehatan yang tidak diinginkan. Banyak cara untuk membuat masakan lezat, penggunaan jamur misalnya dapat menambah lezatnya masakan.  Keseimbangan rasa asin dan manis (penggunaan garam dan gula yang pas) juga dapat meningkatkan rasa lezat

Pilih yang tepat
Dalam Islam, Allah memerintahkan manusia untuk memakan makanan yang halal dan thoyyib. Untuk kehalalan sudah jelas merupakan kewajiban bagi kita, sehingga kita dituntut untuk selalu selektif memilih makanan yang akan masuk ke dalam tubuh kita dan keluarga kita sesuai firman-Nya:

“Hai Manusia, makanlah dari apa yang terdapat dibumi, yang halal dan yang thoyyib. Dan janganlah kamu menuruti jejak setan (yang suka melanggar atau melampaui batas). Sesungguhnya setan itu adalah musuh kamu yang[ nyata . (QS 2:168)

Salah satu cara yang aman untuk memilih produk halal adalah dengan memperhatikan logo dan sertifikat halal pada kemasan produk olahan. Sertifikat ini lebih menjamin kehalalan suatu produk karena telah dilakukan verifikasi dan audit dengan sistem
yang memadukan antara teknologi dan syariah.

Untuk masalah kehalalan MSG (Monosodium Glutamat), Anton menjelaskan, selama ada sertifikat dari MUI atau badan sertifikasi luar negeri yang diakui oleh MUI insya Allah halal untuk dikonsumsi. Adanya label halal yang didasarkan kepada sertifikasi halal menjadi penting untuk awam karena dengan label halal tersebut ada jaminan bahwa MSG atau produk lainnya itu dijamin kehalalannya oleh yang berwenang karena telah dilakukan pemeriksaan yang teliti.

Sedangkan untuk Ke-thoyyib-an dari MSG sebagai bahan tambahan pangan,Anton mengakui memang masih menjadi pro dan kontra. Ada yang menganggap bahwa konsumsi MSG dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan otak. MSG sendiri tidak memiliki rasa. Ketika dicampur dengan bahan makanan tertentu, maka akan menimbulkan sensasi rasa yang lezat.

Hal ini dikarenakan glutamat berfungsi sebagai neurotransmitter yang mengirimkan sinyal ke otak. Sinyal ini kemudian diterjemahkan oleh otak sebagai sensasi gurih dan lezat pada makanan mempunyai peran merangsang saraf-saraf tertentu. Maka dari itu, glutamat disebut sebagai neurotransmitter atau penghantar informasi. Namun pada umumnya, semua merek MSG yang beredar di Indonesia telah diuji oleh Kementerian Kesehatan dan Badan POM dengan hasil layak dikonsumsi dan aman.

Sumber : pusathalal

Bukti Shaum Daud Sangat Baik untuk Kebugaran

0

Oleh : Ir. H. Bambang Pranggono, MBA

« فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمًا ، فَذَلِكَ صِيَامُ دَاوُدَ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – وَهْوَ أَفْضَلُ الصِّيَامِ » .

“Rasulullah Saw. bersabda: ‘Shaumlah sehari dan berbuka sehari, itu adalah shaum Daud a.s. dan itu adalah sebaik-baik shaum.’” (H.R. Bukhari)

Keutamaan shaum sudah banyak diulas dalam jurnal-jurnal ilmiah kedokteran modern. Dalam jurnal-jurnal tersebut disebutkan bahwa shaum memang secara ilmiah terbukti menyehatkan. Namun demikain, shaum Daud (yakni puasa sunat berselang sehari) masih jarang dilakukan oleh umat Islam meski menurut Rasulullah Saw. shaum ini adalah sebaik-baik shaum di luar shaum wajib pada bulan Ramadhan.

Nah, beberapa waktu lalu ada sebuah ulasan dan testimoni hasil penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli fitness/kebugaran berskala interenasional yang bernama Shin Ohtake. Menurutnya, latihan untuk membentuk tubuh yang bugar dan berotot memerlukan pengaturan kadar kalori makanan.

Hal ini bisa dicapai dengan dua cara, pertama, membebaskan makan kapan saja setiap saat asal jumlah total kalori untuk waktu tertentu (misalnya dalam seminggu) dibatasi. Kedua, melakukan puasa berselang sehari yang disebut intermittent fasting, yakni boleh makan puas sampai tiga kali pada hari ini dan esoknya berpuasa penuh.

Kedua cara tersebut dinilai dapat memenuhi target pemberian dan pembatasan kalori dalam jumlah yang sama. Namun demikian, mereka yang berlatih dengan cara berpuasa selang sehari mendapat ekstra manfaat, yakni bertambahnya zat yang dinamakan BDNF (Brain Derived Neuorotrophic Factor). Zat ini membantu merangsang tumbuhnya sel syaraf baru pada otak yang menolong melindungi otak dari penyebab stress yang berbahaya. Selain itu, intermittent fasting juga meningkatkan kepekaan terhadap insulin yang artinya akan lebih mempercepat proses penurunan berat badan. Intermittent fasting juga menurunkan tingkat depresi dan kemampuan kognitif sehingga membuat tubuh lebih segar dan lebih muda.

Shin Ohtake juga berteori bahwa sifat daya tahan tubuh kita ini sudah terbentuk sejak zaman Paleolithicum, sewaktu nenek moyang kita hidup sebagai pemburu. Manusia pada zaman itu biasa berburu binatang dan mencari buah-buahan pada siang hari untuk dimakan pada malam hari. Pada umumnya, kegiatan ini menghasilkan waktu makan dua kali dalam setiap tiga hari. Nah, tubuh kita sebetulnya sudah tercipta dengan siklus seperti itu, yakni sehari makan dan sehari tidak.

Maka benarlah sabda Rasulullah Saw. tersebut di atas sehingga tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak melaksanakan shaum Daud. Wallahu a’lam.

Wisata Halal Bisa Jadi Andalan Jawa Barat

0

PERCIKANIMAN.ID – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat Herman Muchtar mengatakan, sertifikasi halal terhadap berbagai produk terutama pada bidang kuliner akan meningkatkan daya tawar Jabar terhadap wisatawan asing. Sudah sejak beberapa tahun PHRI mendukung berbagai program terkait sertifikasi halal dan hal tersebut mesti menjadi perhatian utama dari MUI Jabar.

Herman Muchtar mengatakan, Jabar bisa belajar dari Malaysia. Menurut dia, negara itu bisa menarik para wisatawan Timur Tengah karena telah berhasil menanamkan kepercayaan kepada para wisatawan tersebut.

“Tidak mustahil bila Jabar bisa menanamkan kepercayaan serupa maka akan menjadi potensi besar untuk menarik bahkan merebut para wisatawan Timur Tengah di Malaysia tersebut, katanya,” katanya,  Senin (2/1/ 2017). Saat ini, konsep pariwisata halal kembali muncul ke permukaan. Namun, kendati Indonesia dikenal luas sebagai negara Muslim terbesar, namun hanya mampu mendatangkan 1,7 juta wisatawan.

Kepala Unit Center for Tourism Destination Studies (CTDS) Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung Wisnu Rahtomo menyambut positif konsep halal tourism tersebut. Sejauh ini, mereka melakukan berbagai penelitian sesuai amanat Tridarma Perguruan Tinggi. “Saat ini kami sedang melakukan penelitian terkait wisata halal. Ada tiga daerah yang sedang kita petakan yaitu Bandung, Borobudur, dan Malang,” kata Wisnu.

Menurut dia, khusus mengenai pariwisata halal tersebut merujuk hasil penelitian yang menunjukkan ada sekitar 2 miliar penduduk dunia yang melakukan berbagai wisata. Contohnya, di kawasan Timur Tengah saja ada sekitar ratusan ribu bahkan jutaan orang yang melakukan perjalanan dalam waktu satu bulan. Mayoritas turis Muslim itu berkunjung ke Tanah Suci Mekah untuk wisata religi. Kebanyakan, para turis Muslim itu berasal dari Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Tiongkok.

“Hasil dari penelitian itu menunjukkan pada tahun 2015 ada sekitar 187 juta wisatawan Muslim yang melakukan perjalanan melakukan halal tourism di dunia. Indonesia hanya mampu mendapatkan 1,7 juta wisatawan,” sebutnya.

Optimalisasi MUI
Wisnu mengaku, capaian industri pariwisata halal di tanah air itu jauh tertinggal dengan negara jiran. Pada tahun yang sama, Malaysia mampu meraih sebanyak 6 juta wisatawan, Singapura mendapat 4 juta, dan Thailand mencapai 5 juta.

Berdasarkan hal itu, dia mengakui Indonesia ketinggalan jauh untuk mendapatkan lebih banyak wisatawan Muslim. Penyebabnya, Indonesia belum mampu menghasilkan produk wisata halal yang dipercaya oleh turis asing. Padahal, sisi produk itu yang menjadi perhatian utama wisatawan Muslim. Menurut dia, kalau ingin menjadi pemenang dalam kompetisi ini pelaku usaha industri halal tourism ini mesti mengikuti standar global. Patokan itu berisikan sejumlah indikator yang menunjukkan bagaimana sebuah destinasi bisa diminati.

“Pariwisata halal di kita itu hanya tinggal perlu sertifikasi. Ini sebagai infrastruktur yang paling penting. Sertifikasi ini baru bisa dilakukan MUI (Majelis Ulama Indonesia),” tambahnya.

Masalahnya, Wisnu mengaku kapasitas lembaga yang memiliki otoritas sertifikasi halal itu terbatas. Pada saat halal tourism ini tumbuh pesat yang mengakibatkan permintaan sertifikasi meningkat namun kapasitas kemampuan MUI terbatas. Akibatnya, terjadi antrean panjang permintaan.

Sebenarnya, lembaga MUI itu tersebar di setiap daerah. Lembaga tersebut memiliki Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI yang bertugas mengawasi kehalalan setiap produk obat-obatan, makanan, dan kosmetika. Satu tugas lagi berada di Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI. “DSN ini bertugas untuk menilai aspek kehalalan sektor industri jasa seperti hotel, reatoran, travel, dan transportasi. Yang kurang itu, ya kemampuan MUI untuk masif,” tuturnya.

Dia menjelaskan, dalam pariwisata halal ini ada tiga hal yang harus menjadi perhatian, yakni pasokan makanan, ketersediaan tempat ibadah, dan pasokan air yang mencukupi. Tiga hal itu menjadi kekuatan suatu tempat menjadi destinasi wisata halal.

Sumber : Pikiran Rakyat

Pengadilan Swiss Wajibkan Siswi Muslim Belajar Renang Bersama Laki-laki

0

PERCIKANIMAN.ID – – Pemerintah Swiss berhasil memenangkan kasus di Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECHR). Putusan pengadilan tersebut mewajibkan orang tua Muslim untuk menyertakan anak-anak perempuan mereka dalam pelajaran berenang dengan satu kolam bersama anak laki-laki.

Dilansir dari BBC dan dikutip dari ihram.co.id , Rabu (11/1/2017), pihak otoritas memprioritaskan hak yang lebih tinggi yakni pelaksanaan kurikulum full day school dan memastikan para murid sukses berinteraksi dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, Pengadilan juga mengakui saat ini memang ada gangguan dalam kebebasan beragama.

Kasus kewajiban belajar berenang ini mencuat ketika dua warga negara Swiss yang berasal dari Turki melarang putri mereka untuk ikut dalam pelajaran berenang. Alasannya, karena kolam yang menjadi sarana belajarnya itu bercampur bersama anak laki-laki.

Pihak sekolah mengatakan murid yang dilarang atau dikecualikan untuk mengikuti pelajaran berenang yang kolamnya bercampur dengan laki-laki, hanya berlaku bagi anak perempuan yang sudah memasuki masa pubertas.

Pada 2010, setelah sengketa kasus terus bergulir, para orang tua diperintahkan untuk membayar denda senilai 1.380 dolar AS karena melanggar kewajiban mereka sebagai orangtua kepada anak. Para orangtua ini berpendapat hal itu justru melanggar pasal 9 konvensi Eropa tentang hak asasi manusia yang melindungi kebebasan berpikir, berkeyakinan dan beragama.

Di sisi lain, dalam sebuah pernyataan, pengadilan menyatakan penolakan berupa penarikan para siswi muslim dari pelajaran berenang itu malah merusak kebebasan beragama. Juga dikatakan bahwa hukum yang berlaku justru berfungsi untuk melindungi murid-murid asing dari segala bentuk pengucilan sosial. Dan, di Swiss pula, bebas untuk mendesain sistem pendidIkan sesuai kebutuhan dan tradisi setempat.

Pengadilan juga menyatakan, sekolah memiliki peran penting agar para murid memperoleh pembelajaran mengenai bagaimana menghadapi kehidupan bermasyarakat dan sosial. Pembebasan anak untuk tidak mengikuti pelajaran itu hanya bisa dilakukan dalam kondisi yang luar biasa.

Sebelumnya dua siswi Muslimah ditolak saat mengajukan kewarganegaraan Swiss. Hal itu terjadi setelah mereka menolak berpartisipasi dalam pelajaran renang campuran. Mereka menolak karena alasan agama.

Kepala Komite Naturalisasi di Basel, Stefan Wehrle mengatakan, remaja berusia 12 dan 14 tahun itu ditolak kewarganegaraannya karena gagal memenuhi persyaratan pendidikan termasuk pelajaran renang. Berenang merupakan pelajaran wajib di banyak sekolah di Swiss.

“Siapa pun yang tidak memenuhi kondisi tersebut melanggar hukum dan karena itu tidak bisa naturalisasi,” katanya dilansir Anadolu Agancy, Rabu (29/6).

Engin Yilmaz yang berurusan dengan masalah agama di Kedutaan Turki mengatakan, itu adalah prinsip dasar agama yang dianutnya, Islam.

“Setiap organisasi atau hukum harus menghargai agama semua orang,” ujar dia. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay