Beranda blog Halaman 398

DPR Nilai Menghilangkan UU Penistaan Agama Akan Memicu Sikap Intoleransi

0

 

PERCIKANIMAN.ID – – Praktisi Antropolog dan Penggagas Gerakan Antropolog untuk Indonesia yang Berbhineka dan Inklusif Yando Zakaria Yando Zakaria mengatakan, ‎salah satu hal yang membuat masyarakat Indonesia semakin intoleran adalah persoalan hukum yang tidak terimplementasikan secara baik. Salah satunya adalah adanya aturan yang biasa digunakan dalam kasus penistaan agama yaitu undang-undang (UU) No. 1/PNPS/1965 tentang Penodaan Agama.

“‎Kita perlu berpikir ulang UU penistaan agama. Ini bukan persoalan agama. Penistaan agama menjadi sangat relatif, dan bisa dipolitisasi,” kata Yando usai menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Presiden, seperti dilansir dari republika.co.id, Senin (16/1/2017).

Pasal penistaan agama pun sangat mudah digunakan oleh siapa saja untuk menuruh orang lain bahwa mereka menistakan agama tertentu. Hal ini harus segera ditindak secara tegas agar pasal atau undang-undang penistaan agama tidak membuat negara ini terpecah belah.

Penggagas Gerakan Antropolog untuk Indonesia yang Berbhineka dan Inklusif Yando Zakaria (kiri) menyampaikan keterangan usai pertemu dengan Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (16/1/217). Foto: antara
Penggagas Gerakan Antropolog untuk Indonesia yang Berbhineka dan Inklusif Yando Zakaria (kiri) menyampaikan keterangan usai pertemu dengan Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (16/1/217). Foto: antara

‎Yando menjelaskan, di banyak negara khususnya yang menganut demokrasi, UU yang menyangkut tentang penistaan agama telah dihapuskan. Namun, Indonesia masih mempunyai UU ini padahal negara inipun adalah negara demokrasi. Menurut Yando, ‎saat ini laporan atas penistaan agama yang dibuat oleh masyarakat terlihat tidak relevan. Mereka hanya menyebut bahwa seseorang menistakan agama tanpa tahu konteks penistaan agama secara utuh.

Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI yang membidangi masalah agama dan sosial, Dr.Sodik Mudjahid menilai usulan tersebut tidak tepat karena akan memicu tindakan intoleransi beragama. Ia menganalogikan ketika banyak pelanggaran lalu lintas bukan berarti regulasi atau uu lalu lintas yang harus dihilangkan.

“Ketika konflik antar suku marak bukan regulasi tentang hal tersebut yang dihapus atau dihilangkan. Demikian juga dengan maraknya kasus dugaan penistaan agama maka terlalu dini jika menilai UU Penistaan Agama pemicunya sehingga harus dihapus,”ungkapnya saat dihubungi  percikaniman.id

Sodik menambahkan justru yang harus tingkatkan adalah komitmen bersama untuk menegakkan UU Penistaan Agama. Ia menilai saat ini sikon masyarakat belum cukup dewasa sehingga perlu edukasi dan sosialisasi yang terus menerus.

“Yang harus lebih diperhatikan adalah jangan hanya bertumpu dan mengandalkan kepada masalah hukum dan sanksi bagi penistaan agama namun proses edukasi tentang saling menhormati dan saling toleransi harus digalakan,”imbuhnya.

Sodik juga menilai jika  ada beberapa negara demokrasi khususnya di barat yang sudah  menghapus UU Penistaan Agama maka setidaknya ada dua alasan, pertama di Negara-negara tersebut kedudukan agama dalam masyarakat  sudah tidak begitu penting seperti diIndonesia.  Kedua adalah masyarakatnya sudah sangat dewasa dalam berdemokrasi sehingga sika saling menghormati antar masyarakat baik dalam hal perbedaab  keyakinan (agama), budaya, bersikap dan berpendapat sudah begitu tinggi.

“Bagaimana dengan kondisi masyarakat di Indonesia, apakah agama sudah tidak penting lagi atau tingkat kesadaran bertoleransi sudah tinggi?. Selama agama masih menjadi pedoman masyarakat dan sikap toleransi masih diperlukan maka UU Penistaan Agama juga masih dibutuhkan,”pungkasnya. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: okezone

 

Hukum Bermakmum pada Imam yang Bacaannya Kurang Tartil

0

Ustadz kadang kita shalat berjamaah namun mendapati imam yang bacaan Al Quran nya kurang baik (tartil) sehingga membuat hati kurang sreg dan khusyuk. Bagaimana hukumnya menjadi makmum yang bacaan imamnya  kurang baik dan cepat ? (Indra via apps)

 

 

Bagi seorang muslim, khususnya laki-laki yang telah baligh, selama tidak ada udzur syari maka maka wajib bagi shalat berjamaah di masjid. Ada banya dalil khususnya hadits tentang perintah untuk shalat berjamaah ini. Demikian pula Anas bin Malik  radhiyallahu ‘anhu, beliau tidak akan datang ke masjid bani Rifa’ah maksudnya untuk melaksanakan shalat berjamaah. Kemudian Imam al-Bukhari  menyebutkan beberapa hadits yang menunjukkan keutamaan shalat berjamaah. Di antaranya dari Abdullah bin Umar  radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian dengan 27 derajat.” (HR.Muslim)

Demikian juga dengan beberapa hadits yang menyebutkan tentang pahala atau keutamaan orang yang shalat berjamaah di masjid, seperti yang disabdakan Rasulullah Saw,

Seorang yang berjalan ke masjid, maka tiap langkah kakinya akan diberikan satu pahala, dihapuskan satu dosa, dan dinaikkan satu derajat oleh Allah Swt”. (HR.Ibnu Majah dan Muslim).

Terkait dengan bacaan imam yang Anda anggap kurang baik atau kurang tartil, jika Anda atau kita bermakmum pada imam yang memang ternyata bacaannya kurang baik dan cepat tentunya tidak akan menggugurkan pahala shalat berjamaahnya dan shalat berjamaahnya tetap dianggap sah atau tidak batal. Tetapi jika Anda merasa terganggu dengan hal tersebut, dan sekiranya membuat Anda tidak khusyu maka diperbolehkan memisahkan diri. Namun jika memang tidak mengganggu kekhusyuan dalam shalat maka tetap lanjutkan shalat berjamaahnya.

Imam itu harus memperhatikan kondisi makmum, jangan sampai imam membuat makmum tidak khusnyu karena kepanjangan atau kecepatan dalam bacaan suratnya. Pernah suatu saat Nabi memendekkan bacaan shalatnya, lantas sahabat pun bertanya kepada rasul, mengapa rasul memendekkan bacaan dalam shalatnya. Maka rasul menjawab, tidakkah engkau mendengar tangisan anak kecil, karena ada makmum yang membawa anaknya, dan pasti ibunya khawatir akan tangisan anaknya tersebut. Jadi imam itu harus bijak dan melihat kondisi makmum.

Imam shalat juga harus mengukur atau melihat kondisi jamaahnya, istilahnya jangan “egois” misalnya mentang-mentang sudah hafal 30 juz lantas bacaan suratnya saat jadi imam panjang-panjang sementara jamaahnya ada orangtua yang mungkin tidak kuat berdiri lama, ada anak-anak yang justru bisa menimbulkan kegaduhan atau mungkin ada jamaah yang akan segera ada keperluan atau menunaikan amanah dan sebagainya. Atau ketika shalat di mushola mall yang kecil, imam shalat bacaannya panjang sementara yang menunggu giliran shalat panjang atau masih banyak. Nah, inikan kurang bijaksana. Kecuali kalau ia shalat sunnah atau shalat sendirian, silakan memanjang bacaan suratnya sesuai dengan kemampuan. Jadi sekali lagi bijaksanalah ketika menjadi imam shalat. Wallahu’alam. [ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: aly

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam

Pengamat: Internal Polri Perlu Periksa Kapolda Jabar Terkait Bentrok GMBI dan FPI

0

PERCIKANIMAN.ID – – Pengamat kepolisian, Bambang Widodo Umar, mengkritisi Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan yang diketahui sebagai pembina Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Menurut dia, seharusnya pejabat Polri aktif tidak boleh ikut kegiatan di luar kesatuan, khususnya dalam organisasi masyarakat.

“Ini sesuai dengan pasal 28 ayat 3 UU Nomor 2/2002 tentang Polri,” ujar Bambang seperti dilansir dari republika.co.id, Senin (16/1/2017).

Bambang menegaskan, kasus bentrokan antara massa GMBI dan Front Pembela Islam (FPI) di Mapolda Jawa Barat saat mengawal pemeriksaan imam besar FPI Habib Rizieq Shihab seharusnya tidak terjadi. Bambang menilai, tindakan polisi saat itu cenderung seperti preman dan tidak pantas dilakukan di negara hukum. Untuk itu, Bambang mendesak polri mengusut kasus tersebut secara tuntas.

Bambang juga mendesak Kapolri memeriksa Kapolda Jabar karena dikabarkan sebagai pembina GMBI. “Jika benar juga harus ditindak tegas. Jangan ditutup-tutupi. Polri harus adil terhadap setiap golongan masyarakat dan pada diri polri,” kata Bambang.

Jika Kapolda Jabar terbukti sebagai pembina GMBI, katanya, sebaiknya dicopot dari jabatannya sehingga tidak ditiru oleh anggota lainnya.

Seperti diketahui, massa GMBI dan FPI bentrok saat pemeriksaan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab di Mapolda Jabar. Buntut dari bentrokan tersebut, keesokan harinya massa FPI membakar markas GMBI di Ciampea, Bogor. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Foto: tribun

Prinsip-prinsip Cantik Dalam Islam Yang Harus Dimiliki Wanita

0

 

Oleh: Sasa Esa Agustiana*

 

 

PERCIKANIMAN.ID – – Allah Swt mencipakan makhluk-Nya dengan sempurna salah satu kesempurnaan itu ialah Allah menciptakan makhluk-Nya dengan berpasang-pasangan. Ada siang ada malam, ada hitam ada putih, ada manis ada pahit begitu pun ada laki-laki ada perempuan sebagai bagian dari kesempurnaan  itu.  Terkait dengan perempuan atau wanita ini ia memiliki yang disebut dengan kecantikan sebagai ciri khas yang tidak dimiliki oleh lawan jenisnya. Kecantikan merupakan bagian tak terpisahkan dari wanita.

Soal kecantikan ini sebagian orang masih menempatkan bentuk lahiriah semata khususnya diukur dari wajah dan tubuhnya. Pendapat ini tentu tidak salah juga, namun sebagai manusia yang mempunyai hati nurani khususnya orang yang beriman maka mengukur arti dan makna kecantikan tidak sebatas lahiriah samata. Cantik harus bermakna lahir dan batinnya sehingga selain cantik wajahnya maka hati dan batinnya juga harus menunjukkan sifat cantik.

Bagi seorang wanita shalihah selain cantik dari sisi lahiriahnya maka ia juga harus menunjukkan keshalihannya dalam bentuk tekun dalam ibadah. Keduanya harus saling mendukung khususnya dalam makna cantik ibadah dan batiniahnya. Dalam sebuah hadits menurut sabda Rasul Saw:

Allah itu indah dan Allah menyukai keindahan”.

Ini bermakna bahwa cantik itu bagi seorang wanita sesuatu yang harus ditunjukkan dan dipelihara sebagai rasa syukur kepada Allah Swt. Namun sesungguhnya cantik harus dimulai dari dalam diri seorang wanita muslimah. Keindahan dimulai dari gaya hidup  sehat dan bersih,

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan membersihkan diri” (QS. Al-Baqarah 2:222)

Dalam kaidah Islam setidaknya ada 5 prinsip dalam memandang makna cantik ini yang harus ditunjukkan seorang wanita muslimah. Dengan begitu ia akan memiliki makna cantik yang hakiki. Prinsip itu antara lain:

  1. Menutup Aurat

Meski cantik adalah anugerah namun juga bermakna sebagai amanah yang Allah Swt berikan kepada hamba-Nya untuk menjaganya. Kecantikan sebagai anugerah dan amanah ini harus dijaga. Coba kita perhatikan perintah Allah dalam Al Quran antara lain:

Katakan kepada para perempuan beriman agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya. Janganlah menampakkan auratnya, kecuali yang biasa terlihat. Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung (jilbab) ke dadanya dan janganlah menampakkan auratnya……(QS. An-Nur 24:31)

Dalam sebuah hadits juga Rasulullah Saw juga menerangkan terkait menutup aurat ini “Wahai Asma’, jika seorang wanita telah  baligh, maka tidak tidak boleh tampak  kecuali ini dan ini. Beliau mengisyaratkan wajah dan kedua telapak tangannya.” (H.R. Abu Dawud)

Batasan syari tentang aurat

  • Seluruh tubuh wanita itu aurat kecuali telapak tangan, punggung tangan dan wajah
  • Model pakaian tidak diatur secara rinci, yang penting tidak menampakkan aurat.
  • Pakaian tidak boleh ketat harus longgar supaya lekuk-lekuk tubuh tersamarkan.
  1. Tidak Menyambung Rambut

Aisyah r.a. berkata bahwa ada seorang budak perempuan  hendak menikah, sementara dia sedang sakit hingga rambutnya rontok, maka orang-orang pun hendak menyambungnya, lalu mereka bertanya kepada Nabi saw, beliau pun bersabda: “Allah melaknat orang yang menyambung rambutnya dan yang menyambungkannya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

  1. Tidak Bertatto

Rasulullah Saw Bersabda :“Allah melaknat  yang mentato dan yang minta ditato, yang mencukur alisnya serta yang mengikir giginya  untuk kecantikan dengan merubah ciptaan Allah” (H.R. Bukhari)

  1. Jauhi Sombong

Jangan kamu palingkan wajah dari manusia karena sombong, jangan berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh Allah tidak  menyukai orang-orang sombong dan membanggakan diri” (QS. Luqman 31:18)

‘Abdullah bin ‘Umar r.a,  menceritakan bahwa, “Rasulullah saw bersabda, ‘Barang siapa menarik (menyeret) pakaiannya karena sombong, niscaya Allah tidak akan memandangnya’ pada hari kiamat.  .” (H.R. Nasa’i)

  1. Proporsional

 Orang-orang yang tidak berlebihan apabila menafkahkan harta dan juga tidak kikir. Mereka ada diantara keduanya secara wajar(QS. Al-Furqan 25:67)

Dengan memegang setidaknya lima prinsip cantik yang merupakan resep langsung dari Allah Swt dan sudah dipraktikkan dan dicontohkan oleh Rasulullah Saw kepada keluarganya dan sahabatnya maka insya Allah kita pun akan menjadi hamba wanita muslimah yang shalihah. Tentu yang kita harapkan adalah keridhoan-Nya dengan imbalan surga bagi hamba-Nya. Wallahu’alam.[ ]

 

*Penulis adalah ibu rumah tangga, pegiat dakwah dan penulis buku.

sasa esa

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: [email protected] atau: [email protected]  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

 

 

 

Mari Kita Bersyukur Sehari Penuh!

0

Apakah mengerjakan salat dengan harapan dibukakan pintu rezeki atau agar mendapatkan pahala sekian derajat atau bahkan ingin dimasukkan ke dalam surga akan mengurangi kadar keikhlasan dalam salat kita? Pada dasarnya, salat adalah doa dan kita diberi privilege atau hak istimewa untuk menyampaikan segala keinginan kita di dalam salat. Salat merupakan saluran komunikasi antara kita sehagai hamba dengan Allah Swt. sebagai Sang Maha Pencipta.

Sudah sewajarnya kalau komunikasi tersebut diisi oleh curhat, keluh kesah, dan permintaan dari seorang hamba kepada penciptanya yang diyakini mampu mengabulkan segala pinta dan doa.

Bagi orang yang rajin mendirikan salat wajib yang kemudian disempurnakan dengan mengerjakan sunnah secara khusuk, Allah Swt. menjanjikan surga Firdaus sebagaimana dinyatakan-Nya dalam dua firman berikut ini.

Sungguh, untuk orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan telah disediakan Surga Firdaus sebagai tempat tinggal.” (Q.S. Al-Kahf [18]: 107)

Serta orang yang memelihara salatnya. Mereka itulah orang yang akan mewarisi, yakni mewarisi Surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (Q.S. Al-Mu’minūn [23]: 9-11)

Meski demikian, dimasukkan ke surga adalah konsekuensi logis yang akan diterima oleh orang-orang yang khusuk dalam salatnya. Sehingga, tanpa kita pinta pun –kalau memang salat kita benar-benar khusuk– Allah Swt. akan mengundang kita ke surga-Nya. Karenanya, alangkah lebih mulianya jika tujuan kita mendirikan salat adalah lebih dari sekadar ingin dimudahkan rezeki, dilimpahi pahala, atau pun dimasukkan ke dalam surga.

Dirikanlah salat sebagai bentuk ketaatan dan rasa sukur atas limpahan nikmat kehidupan yang kita terima hingga detik ini. Kalau kita kalkulasikan, kalkulator secanggih apa pun tidak akan sanggup merangkum nikmat yang telah Allah berikan dalam deretan digit angka. Nikmat yang telah kita terima itu tiada terkira, dari nikmat kesempurnaan fisik, karunia keluarga soleh, nikmat tinggal di negara yang aman, serta nikmat kebebasan memanfaatkan segala sumber daya alam di planet Bumi ini. Sungguh terlalu jika setelah dilimpahi sekian banyak nikmat tersebut kita tidak bersyukur dan berterima kasih kepada Sang Pemberi Nikmat.

Jadi, mari kita syukuri segala nikmat yang telah Allah berikan dengan melaksanakan rangkaian salat sehari penuh yang telah saya uraikan. Insya Allah, jika mengerjakannya dengan penuh kekhusukan, kita akan dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang bersyukur. Dan, tiada lain yang akan menjadi balasan untuk orang-orang yang bersyukur kecuali kenikmatan berjumpa dengan Sang Maha Pencipta di surga-Nya.

Demikian disampaikan Dr. H. Aam Amiruddin dalan epilog buku Jangan Hanya 5 Waktu. Sungguh sebuah konsep yang menarik ketika beliau mengajak pembaca setia buku-bukunya untuk bersyukur (dengan mengerjakan shalat) bukan hanya lima kali sehari, tapi sepanjang hari. Ya, buku ini khusus dipersembahkan bagi siapa saja yang merasa bahwa shalat lima waktu belum cukup membasuh kerinduan berkhalwat dengan-Nya.

Di dalamnya dijabarkan satu per satu shalat yang dapat Anda lakukan sehari penuh, sejak bangun tidur di pagi hari hingga tidur lagi di malam hari. Runut dan lengkap sehingga Anda akan merasa dipandu secara saksama dan tidak akan terlewat satu shalat pun.

Melaksanakan seluruh rangkaian shalat sehari penuh seperti yang direkomendasikan dalam buku ini akan membantu usaha Anda dalam merasakan nikmatnya shalat, bukan hanya yang wajib tapi juga yang sunah. Sungguh, jika telah dapat merasakan kenikmatannya, Anda akan ketagihan dan menginginkan shalat lebih sering lagi.

Jadi, tunggu apa lagi? Segeralah ambil air wudhu dan laksanakan shalat seharian sekarang juga dalam rangka menyukuri segala nikmat yang telah diberikan-Nya.

Waspadai Lima Zat dalam Sabun Penyebab Alergi dan Kulit Kering

0

PERCIKANIMAN.ID –  Sabun yang kita pakai sehari-hari ternyata bisa menimbulkan reaksi alergi atau iritasi kulit. Hal ini disebabkan dalam sabun terdapat beberapa jenis zat alergen yang bisa membuat kulit menjadi kering. Apa saja alergen yang yang terdapat di dalam sabun?

1. Pewangi. Jika pengharum ada dalam daftar bahan pembuat produk perawatan kulit, bisa saja itu adalah keton, aldehyde, amine, ester, dan lain sebagainya yang bukan pengharum alami. Tentu saja zat pewangi ini tidak ikut membersihkan kulit, justru bisa menyebabkan alergi ketika berkontak dengan kulit. Jika Anda berbakat alergi, pilih saja sabun tanpa pengharum.

2. Sodium Lauryl Sulfate. SLS adalah deterjen yang membuat sabun, sampo, dan pasta gigi berbusa banyak. Makin banyak busa makin banyak minyak yang diluruhkan. Sayangnya, tak hanya minyak merugikan yang disapu, tetapi juga lapisan minyak yang diperlukan untuk menjaga kelembaban kulit. Hal ini dapat mempermudah terjadinya dermatitis kontak dan memperburuk eksim.

3. Paraben. Digunakan dalam sampo, sabun, deodoran, dan pasta gigi, sebagai pengawet. Sering ditulis dengan nama lain hydroxybenzoic. Meski jarang menimbulkan reaksi, paraben jenis lain juga kerap hadir dalam produk yang sama, sehingga meningkatkan risiko alergi.

4. Coconut Diethanolamide. Konsumsi kelapa jarang menimbulkan reaksi alergi, tapi kelapa dapat dibuat menjadi diethanolamid, yaitu deterjen yang mampu mengikis lapisan minyak dan membuat kulit lebih kering.  Selanjutnya reaksi alergi bisa lebih mudah terjadi. Nama lainnya adalah coconut oil acid, cocamine DEA, ninol, witcamide, dan calamide.

5. Balsam Peru. Juga dikenal sebagai myroxylon yang memiliki aroma seperti vanila dan kayumanis. Digunakan dalam sabun, sampo, parfum, losion calamine, juga obat batuk dan kola. Banyak orang yang alergi wewangian langsung bereaksi bila berkontak dengan balsam ini. Gejala yang tampak berupa eksim atau ruam di mulut jika terkonsumsi.  (Berbagai Sumber)

Jabar Harus Manfaatkan Peluang Kembangkan Ekonomi Syariah

0

PERCIKANIMAN.ID – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menilai Jawa Barat perlu memanfaatkan peluang untuk mengembangkan ekonomi berbasis syariah atau Islam untuk meningkatkan kesejahteraan umat. Hal ini karena dia menilai potensi terbilang besar melihat jumlah penduduk lebih dari 46 juta jiwa dengan mayoritas beragama Islam.

“Islam menjadi keyakinan mayoritas masyarakat Jawa Barat, Islam mewarnai segala bentuk kegiatan masyarakat termasuk kegiatan perekonomian. Jadi kalau ekonomi Islam di Jawa barat ya ekonomi masyarakat Jawa Barat,” kata Heryawan dalam pengajian bersama ASN Pemprov Jawa Barat dan jamaah Pondok Pesantren Daarut Tauhid di Masjid Pusdai, Jl Diponegoro Kota Bandung, Ahad (15/1/2017).

Menurutnya, ekonomi syariah dapat menjadi langkah penting meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasiskan Islam. Aher menilai penting untuk menumbuhkan semangat berekonomi bagi masyarakat Jabar. Sehingga masyarakat menjadi mandiri dalam segala bentuk perekonomian, termasuk dalam pengolahan hasil sumber daya alam.

Gubernur menjelaskan seluruh bentuk pengolahan SDA harus diproses daerah sendiri. Proses produksi yang dilakukan di dalam negeri, mulai dari barang mentah (hulu), kemudian diolah hingga menjadi barang jadi (hilir) akan memiliki nilai ekonomi atau nilai tambah. Dengan demikian hal ini akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja serta peningkatan pendapatan masyarakat.

Praktisi keuangan dan perbankan syariah KH Muhammad Syafii Antonio menjelaskan mengenai kebangkitan umat Islam melalui bidang perekonomian. Dia mengatakan bahwa tidak mungkin Islam akan tegak apabila kekuatan ekonominya tidak berdiri tegak. Hal lainnya yang Antonia tekankan yaitu mengenai ajakannya dalam mengkonsumsi produk lokal Indonesia.

“Sisi penguasaan ekonomi adalah jihad juga kepada Allah. Step by step harus kita lakukan. Tidak mungkin kita mengorbankan jiwa itu sulit, tapi kalau kita memberikan bantuan secara ekonomi, misal kirim makanan atau bantuan ke Palestina. Lalu, tidak mungkin kita menyelenggarakan jihad tanpa adanya pendanaan,” kata Antonio.

Sumber : Republika

Ummat Islam Jangan Ragu, Memilih Pemimpin Seiman Tak Melanggar Demokrasi

0

PERCIKANIMAN.ID – –  Usai melaksanakan shalat Shubuh berjamaah, ribuan orang masih memenuhi halaman Masjid Al-Azhar untuk mengikuti rangkaian acara Tabligh Akbar Politik Islam. Dalam kesempatan tersebut Ustaz Bachtiar Nasir memberikan tausiyahnya kepada para peserta tabligh akbar.

“Hari ini ada pengajian politik Islam yang sudah berjalan sejak 2013,” kata Ustaz Bachtiar usai memberikan tausiyah di acara Tabligh Akbar Politik Islam di masjid Al Azhar seperti dikutip dari republika.co.id, Ahad (15/1/2017).

Bachtiar mengatakan, pengajian politik Islam adalah lembaga strategis untuk mempertemukan ummat Islam dengan calon pemimpinnya. Kegiatan ini juga merupakan lembaga kajian dan musyawarah antara ummat dan tokoh umatnya.

Ia mengungkapkan, sebagai bagian dari GNPF MUI dirinya tidak pada posisi memilihkan umat kepada salah satu dari dua calon Muslim. Hanya saja pengajian kali ini ditekankan panitia untuk memilih pemimpin Muslim. Hal ini memang menjadi bagian dari proses berdemokrasi di Indonesia

“Di mana warga negara tidak bertentangan dengan demokrasi jika memlih calon pemimpin yang berdasarkan keyakinannya dan sesuai dengan kepercayaannya,” ucapnya.

Menurut Bachtiar Nasir ummat Islam jangan ragu untuk memilih calon pemimpin sesuai dengan keyakinannya. Sebagai muslim tentu sangat diperintah untuk memilih pemimpin yang muslim sesuai dengan tuntutan dan perintah Allah dalam Al Quran. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Foto: republika

Dapat Hibah Tapi Diminta Lagi, Bagaimana Hukumnya?

0

Pak Aam, setahun yang lalu saya mendapat hibah dari orangtua, tetapi hibah itu ditarik kembali dengan alasan takut tidak sesuai dengan hukum Allah,  Bagaimana dengan hukum hibah ? ( Anto by email)

 

Dalam Islam seorang anak mendapat harta dari orangtua ada dua jalur.  Pertama hibah, harta ini merupakan pemberian baik dari orangtua atau orang lain. Secara bahasa hibah adalah pemberian (athiyah). Sedangkan menurut istilah hibah yaitu akad yang menjadikan kepemilikan tanpa adanya pengganti ketika masih hidup dan dilakukan secara sukarela.

Di dalam (hukum) syara’  disebutkan bahwa hibah mempunyai arti akad yang pokok persoalannya pemberian harta milik seseorang kepada orang lain di waktu dia hidup, tanpa adanya imbalan. Apabila seseorang memberikan hartanya kepada orang lain untuk dimanfaatkan tetapi tidak diberikan kepadanya hak kepemilikan maka harta tersebut disebut  iarah (pinjaman) pemberian orangtua kita dan orangtua masih hidup.

Dalam hibah itu aturannya sudah dibuatkan surat-suratnya, semisal pemberian tanah atau rumah harus sudah lengkap dibuatkan akta dan sertifikatnya. Kalau yang hanya sifatnya lisan tanpa diurus hal tersebut itu masuk dalam wasiat. Dan  tidak sah memberikan wasiat kepada ahli waris.

Adapun barang yang sudah dihibahkan tidak boleh diminta kembali kecuali hibah orangtua kepada anaknya dalam sabda Nabi :

Tidak halal bagi seseorang yang telah memberi sesuatu pemberian atau menghibahkan suatu hibah atau menarik kembali kecuali orang tuua yang memberi kepada anaknya.” (HR. Abu Daud)

Jadi, kalau kasus diatas masuk dalam kategori wasiat, dan tidak menjadi permasalahan ketika orantua menariknya kembali.

Kedua dari harta warisan yaitu ketika orangtua sudah meninggal. Warisan itu harus segera diselesaikan pembagiannya. Mengenai hukum warisan dan tata caranya ini sangat komplek tidak agak panjang kalau dijelaskan disini. Masalah warisan ini akan dibahas secara mendetail dan spesifik sesuai dengan permasalahan yang ada termasuk besarannya. Hal sangat berbeda beda artinya tidak sama satu kasus dengan kasus lainnya. Inti seorang laki-laki akan mendapat 1 bagian dan anak perempuan setengahnya. Wallahu’alam. [ ]

 

Editor: iman

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam

 

 

Ribuan Kaum Muslimin Hadiri Subuh Berjamaah, Ghirah Ummat Islam Sudah Tak Dapat Dibendung

0

PERCIKANIMAN.ID – – Ribuan kaum muslimin menghadiri dan mengikuti shalat Subuh berjamaah di masjid Al Azhar Jakarta. Koordinator Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Ustaz Bachtiar Nasir menyampaikan pesan modal utama umat Islam setelah dua aksi besar 411 dan 212.

Menurutnya, ada tiga modal besar setelah dua gerakan besar oleh GNPF.

“Pertama Allah telah turunkan izzah Islam kepada Muslim di Indonesia setelah kasus Almaidah 51. Tapi izzah Islam yang diturunkan oleh Allah kepada ummat Islam dipahami secara gagal oleh kaum munafik dan sebagian besar Non muslim,” ujarnya saat menyampaikan pesan Tabligh Akbar Politik Islam di Masjid Agung Al-Azhar Jakarta Selatan seperti dikutip dari republika.co.id, Ahad (15/1/2017)

Kalau aparat mau sadar apa yg diperjuangkan umat Islam, menuru Bachtiar, maka akan paham ummat Islam di Indonesia tidak seperti dituduhkan. Seolah olah akan makar, teroris hingga seperti seorang politisi senior menuduh Islam sebagai ideologi tertutup bahkan ummat Islam sebagai peramal masa depan.

Bachtiar berpesan kepada Presiden, ummat Islam di Indonesia sudah ingin bersatu sudah sangat kuat. Tapi kenyataannya ada kekuatan yang ingin merontokkan satu persatu para ulama dengan ghirah ummat Islam yang sedang muncul ini.

“Ingat kepada mereka yang ingin melemahkan ummat, kekuatan ini tidak bisa dibendung. Izzah Islam mereka mencintai Allah dan mencintai serta santun kepada sesama ummat Islam, tapi  tegas dengan non-Muslim dan siap berjihad di jalan Allah,” ujarnya.

Ini sebagaimama yang disampaikan Allah di dalam Al Quran. Maka, kata dia, kalau ummat Islam ingin mengembalikan supremasi kekuatan Islam di Indonesia,

“Saya ingin pesankan pertama ini bukan soal khilafah dan soal imarah. Ini perlu saya tegaskan karena ada yang disalahpahami oleh aktivis Islam,” katanya.

Sebab, menurutnya ghirah Islam ini kalau tidak dikelola dengan baik maka akan terjadi gagal paham. Revolusi ummat Islam ini bukan kekerasan merusak fasilitas dan menggulingkan pemerintah. Tapi ummat Islam ingin meraih kembali harga diri dan kehormatannya melalui pemilihan yang sah, dan ingin keadilan bagi mereka yang merendahkan agama Islam.

Ia mengingatkan, selama ini, kondisinya gerakan liberal dan kapitalis sudah mengambil dan menjajah separuh indonesia. Sekarang masuk lagi komunis yang ingin mengambil setengahnya. Karena itu izzah Islam yang telah tumbuh saat ini harus dijaga untuk melawan kekuatan kekuatan itu.

Semangat ini harus dipelihara seperti semangat shalat Shubuh di masjid masjid yang kini jumlahnya hampir sama dengan shalat Jumat. Ini sudah terlihat dan mereka akan menjadi pasukan Subuh yang akan memenangkan dalam segala pertarungan.

“Jadi calon pemimpin Islam dan yang memimpin negara ini kuncinya kalau mau barokah cukup dekat dengan rakyat,” ujar Sekjen Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia ini.

Ribuan kaum muslimin juga menghadiri dan mengikuti shalat Subuh berjamaah di Masjid Pusdai Kota Bandung Jawa Barat. Kegiatan yang diawali dengan tausiyah, dialog dan qiyamul lain ini dihadiri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Syaifii Antonio dan KH.Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dan Ketua MPR RI Zulkifli Hazan. Menurut pihak panitia kegiatan ini akan diselenggarakan rutin setiap bulan pada Ahad ke ketiga. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

foto: hidcom