Beranda blog Halaman 392

Mengapa Bangkai Ikan Halal? Al Quran dan Sains Jelaskan

0

PERCIKANIMAN.ID – – Allah Swt telah mengharamkan bangkai atau daging hewan yang tidak disembelih. Hikmah dari diharamkannya bangkai ialah karena darah hewan yang mati bukan disembelih akan terkumpul di tubuh. Bangkai hewan itu memungkinkan darah untuk tidak dapat keluar dan mengendap dalam salurannya. Darah yang terkumpul di tubuh tersebut menyebabkan banyak bakteri akan dengan mudah tumbuh dan berkembang sehingga akan berbahaya jika dikonsumsi.

Namun ada bangkai yang oleh Allah Swt halalkan bagi kaum muslimin yakni bangkai ikan dan hewan laut lainnya. Seluruh hewan yang terdapat di laut ialah halal, termasuk bangkai ikan laut. Dalam Al Qur’an Allah Swt terangkan:

Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan,” (QS.Al-Maidah: 96).

Dalam penjelasan secara sains, rupanya air laut berpengaruh terhadap amannya daging ikan tersebut untuk dikonsumsi. Dihimpun dari berbagai sumber termasuk dari lifesceince, air laut sebagai pengawet alami terbaik. Fakta menunjukkan bahwa air laut memiliki kadar garam yang cukup tinggi. Ini menyebabkan bangkai ikan yang mati di laut tetap segar dan bisa dikonsumsi.

Bagaimana garam dapat mengisap air dari suatu benda atau makhluk hidup? Jawabnya adalah melalui osmosis. Osmosis sesungguhnya hanyalah salah satu macam peresapan. Osmosis adalah peresapan air melalui sebuah membran tipis, dan itu terjadi setiap kali ada dua larutan berbeda konsentrasi (kepekatan) di seberang menyeberang sebuah membran. Air akan mengalir dari larutan kurang pekat ke larutan yang lebih pekat melewati membran. Membran biasanya terdapat pada dinding sel darah merah, pembuluh darah kapiler, atau pada bakteri. Bakteri pada dasarnya merupakan segumpal kecil protoplasma mirip jeli yang terbungkus dalam dinding sel yang berfungsi sebagai membran. Sedangkan protoplasma di dalamnya merupakan berupa air dengan bermacam-macam bahan terlarut di dalamnya.

Darah hewan yang mati bukan disembelih akan terkumpul di tubuh. Bangkai hewan itu memungkinkan darah untuk tidak dapat keluar dan mengendap dalam salurannya. Sedangkan, ikan tidak memiliki pembuluh darah yang menyebabkan mengendapnya darah. Dalam Islam, diterangkan bahwa hewan yang berasal dari laut aman dan halal untuk dikonsumsi. [ ]

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

115 Pimpinan Perguruan Tinggi Islam se-Indonesia Bahas Ekonomi Syariah

0

PERCIKANIMAN.ID – – Dijadwalkan sebanyak 115 pimpinan perguruan tinggi Islam berkumpul di Yogyakarta pada acara Indonesia Islamic University Conference (IIUC). Acara yang digelar 25-26 Januari 2017 tersebut merupakan kerja sama Bank Syariah Mandiri (BSM) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono IX akan menerima peserta konferensi yang bertajuk ‘Perguruan Tinggi Islam Menuju World Class University’  di Bangsal Kepatihan, Kompleks Gubernuran Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sementara secara resmi konferensi akan dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Rabu (25/1/2017) ini.

Peserta konferensi adalah rektor dan wakil rektor di lingkungan Universitas Islam Negeri seperti UIN, IAIN, STAIN, dan Universitas Islam swasta seluruh Indonesia dengan jumlah sekitar 200 orang. Konferensi akan dibagi dua stream atau sesi yakni akademik dan finansial.

Pada sesi akademik akan hadir pembicara internasional yakni Representative Residence IDB Ibrahim Shoukri, serta pembicara lokal dari dan Guru Besar Universitas Gajah Mada Prof Mudrajat Kuncoro dan Direktur Pendidikan Tinggi Islam Prof Amsal Bachtiar. Adapun untuk  sesi finansial akan diisi oleh perwakilan dari LPS Halim Alamsyah, Wakil Rektor II UGM Dr Didi Achjari, dan Direktur IT BSM Fahmi Ridho. Untuk diskusi terakhir akan hadir pengamat ekonomi Hendri Saptarini, Prof Suyatno bendahara umum PP Muhammadiyah, dan Prof Mudji Rahardjo Rektor UIN Malang.

Direktur Utama Bank Syariah Mandiri Agus Sudiarto menuturkan, konferensi ini bertujuan menyelaraskan misi bank selaku institusi keuangan syariah dan Universitas Islam selaku institusi pendidikan Islam.

“Pada dasarnya bank syariah dan universitas negeri memiliki misi yang sama yakni meningkatkan kesejahteraan umat. Bank dari sisi ekonomi, universitas dari sisi pendidikan,” ujarnya seperti dilansir dari republika.co.id, Rabu (25/1/2017)

Dengan demikian akan banyak hal yang bisa disinergikan dari sisi bisnis dan lainnya. Agus mengungkap BSM merupakan salah satu tujuan kerja alumni Universitas Islam Negeri, terutama yang dari jurusan ekonomi Islam atau syariah Islam. Dengan bersinergi, bank bisa memperoleh sumber daya potensial, sementara UIN juga bisa mendidik mahasiswa sesuai kompetensi yang dibutuhkan industri.

Bank Syariah yang karena bisnisnya menuntut kepatuhan pada prinsip syariah, juga membutuhkan SDM yang memahami aspek kesyariahan dimana kompetensi tersebut dikembangkan di universitas Islam. Sejauh ini BSM telah menerima sekitar 400-an alumni UIN seluruh Indonesia. Mereka bekerja di berbagai posisi termasuk kepala cabang.

Dari sisi bisnis, BSM menawarkan layanan perbankan syariah kepada institusi perguruan tinggi seperti cash management system, BSM Payment Institution untuk pengelolaan biaya kuliah mahasiswa, pembiayaan infrastruktur untuk kampus dan pembiayaan ritel untuk pegawai di lingkungan perguruan tinggi.

Dipilihnya Yogyakarta sebagai tempat penyelenggaraan karena Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga merupakan salah satu Universitas Islam tertua di Indonesia. Di samping itu Yogyakarta juga merupakan kota yang peduli dengan pendidikan sejak jaman kemerdekaan.

Sementara itu Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Dr KH Yudian Wahyudi MA PhD mengatakan, pihaknya sangat bangga menjadi tuan rumah untuk acara yang dihadiri para pimpinan universitas Islam tersebut.

“Kami berharap bisa menyelaraskan langkah di kalangan para rektor mengenai sinergi antara perguruan tinggi Islam dan bank syariah,” ujarnya.

Dia berharap sinergi ini bisa bermanfaat untuk  peningkatan kompetensi mahasiswa, dosen, dan nantinya menuju world class university.

“Ternyata untuk menjadi world class university yang namanya infrastruktur harus disiapkan,’’ kata dia.

Oleh karena itu, UIN dan bank syariah bisa bekerja sama. Yudian menyebut jumlah perguruan tinggi Islam Negeri di Indonesia mencapai 56 perguruan dengan jumlah mahasiswa sebanyak 265.172. Dengan jumlah mahasiswa tersebut, perguruan tinggi Islam juga merupakan kawah candradimuka atau tempat menempa untuk menghasilkan pemimpin Indonesia di masa mendatang. []

 

Red: admin

Editor: iman

Foto: infosyariah

Tiga Alasan Kita Harus Mudah Maafkan Kesalahan Orang Lain

0

PERCIKANIMAN.ID – Seorang teman pernah memberi nasihat agar saya memaafkan orang yang pernah berkata kurang benar terhadap diri saya pada sebuah acara reuni. Saya pun berpikir bahwa mungkin reaksi saya memang berlebihan dan sudah seharusnya saya memaafkan orang tersebut.

Lagi pula, dia sudah menyadari kesalahannya dan berulangkali meminta maaf. Saya pun kemudian mengajukan kesepakatan bahwa saya akan memaafkan orang tersebut jika sang teman juga memaafkan istrinya yang telah berselingkuh. Apa yang dikatakan teman saya tersebut? “Ini beda. Perbuatan istri saya tidak termaafkan,” tegasnya dengan nada emosi. Saya pun berkata, apa bedanya. Toh ini adalah hal yang sama, yaitu memaafkan.

Dalam hati, penulis tidak henti bertanya mengapa kita kerap membedakan subjek penerima maaf serta mengklasifikasikan tingkat kesalahan yang layak diberi maaf. Bukankah ketika sudah berniat, maaf hendaknya diberikan tanpa embel-embel apa pun. Meski demikian, kita lebih suka menahan dari pada member maaf.

Baiklah, kalau Anda masih berkeras untuk membeda-bedakan subjek penerima maaf, paling tidak saya akan mengemukakan tiga alasan mengapa mengapa Anda harus memberi maaf sekarang juga. Pertama, Allah Swt. itu Maha Pemaaf. Anda tentu tidak mau dicap sebagai hamba durhaka yang menantang Tuhannya dengan melawan sifat-Nya sebagai Maha Pemberi Maaf, bukan? Ya, Allah Swt. saja mau memaafkan kesalahan hamba-hamba-Nya, lantas apa hak kita yang notabene sekadar hamba untuk tidak memaafkan kesalahan hamba Allah yang lainnya? Sekali lagi, jangan lancang!

Kedua, Anda bukanlah nabi yang sudah dipastikan suci dari dosa (maksum). Sudah barang tentu, Anda juga pernah berbuat salah, baik yang disengaja maupun yang tidak. Pada kesalahan-kesalahan yang Anda perbuat secara tidak sengaja, tentu Anda ingin dimaafkan. Pada kesalahan-kesalahan yang Anda perbuat secara sengaja, tentu Anda ingin dimaafkan serta diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Kalau demikian, lantas mengapa Anda menutup diri terhadap permohonan maaf yang dilakukan oleh orang lain kepada Anda?

Ketiga, menahan maaf sama dengan membebani diri. Mungkin Anda menikmati ketika ada orang yang meminta atau bahkan sampai memohon maaf. Namun, hal tersebut tidak serta merta menjadikan Anda sebagai seorang pemenang. Anda baru akan keluar sebagai pemenang jika dapat memaafkan sebuah kesalahan serta membalasnya dengan kebaikan dan itu akan sangat melegakan. Saya bahkan berani bertaruh bahwa lebih mudah memaafkan daripada menyimpan dendam. Menyimpan dendam hanya akan membuat Anda tersudut dalam hasud dan kebencian.

Akhirnya, memang tidak ada yang dapat dengan benar-benar member maaf tanpa didasari ikhlas. Pengajuan sejumlah syarat memaafkan atau pilih-pilih objek penerima maaf adalah bentuk dari pemberian maaf yang tidak dilandasi keikhlasan. Ikhlaskan perasaan ingin membalas dengan perbuatan setimpal karena hanya Allah Yang Maha Adil dalam memberikan hukuman. Ikhlaskan rasa sakit dalam hati akibat kesalahan orang karena hati ini adalah sepenuhnya milik Allah Swt. Ikhlaskan pula ingatan yang senantiasa mengiyang akan kesalahan orang lain karena Allah akan membalas dengan ingatan yang jauh lebih nikmat di akhirat nanti.

Jadi, maafkanlah semua kesalahan orang-orang yang pernah menyakiti hati Anda hari ini juga dengan penuh tulus dan ikhlas. Insya Allah, Yang Maha Memberi Maaf juga akan memaafkan kesalahan Anda. Amin. (Muslik)

Shalat di Masjid Ini Anda Bisa Melihat Pemandangan Bawah Laut

0

PERCIKANIMAN.ID – Banyak destinasi wisata di dunia yang menarik untuk dikunjungi, karena sisi religius dan arsitekturnya. Kedua hal ini ada di Masjid Hassan II yang terletak di Casablanca, Maroko.

Masjid Hassan II merupakan salah satu masjid terbesar di dunia. Menara masjid setinggi 210 meter disebut sebagai salah satu menara masjid tertinggi di dunia. Masjid yang memiliki kapasitas 25 ribu orang ini dibangun hanya dalam waktu enam tahun, mulai 1980 dan didesain oleh arsitek kebangsaan Prancis, Michel Pinseau.

Masjid dibangun oleh Raja Hassan II yang kemudian dinamakan sama dengan nama sang raja. Masjid Hassan II terletak di sebuah tanjung yang menghadap langsung ke Samudra Atlantik.

Ini merupakan permintaan khusus dari Raja Hassan karena di dalam Al Quran, kitab suci umat muslim, disebutkan bahwa singgasana Tuhan terletak di atas laut. Istimewanya, sebagian lantai masjid terbuat dari kaca sehingga umat Muslim yang beribadah atau sujud dapat melihat langsung ke dalam laut.

Masjid dirancang tahan gempa lengkap dengan pemandian khas Turki dan memiliki lantai yang dapat dihangatkan sesuai cuaca. Atap masjid terbuat dari pintu elektrik yang dapat terbuka, sebagai simbol semua ibadah yang dilakukan di masjid ini akan dibawa ke atas (surga).

Arsitektur masjid dipengaruhi gaya Moorish dan mirip Masjid Al Cordoba di Spanyol. Masjid Hassan II dan Masjid Tin Mal adalah dua masjid di Maroko yang terbuka untuk umum dan pengunjung non-Muslim. Semua pengunjung dapat membeli tiket masuk masjid dan akan dipandu oleh pemandu tur yang menjelaskan detail dari interior masjid. (Dari berbagai sumber)

Agar Anak Khatam dan Hafal Al-Quran Sejak Dini, Berikut Tipsnya

0

 

 

PERCIKANIMAN.ID – -Keberhasilan yang berangkat dari pengalaman pribadi selalu menggugah dan menginspirasi. Langkah-langkah yang diterapkan para orangtua dalam melahirkan balita-balita yang mampu khatam bahkan hafal Al-Quran sangat natural, tidak ada yang dipaksakan, tapi nyata keberhasilannya. Orangtua bahwa bagaimanapun karakter buah hati kita, dia sangat mungkin kita antar menjadi sahabat Al-Qur’an dan penghafalnya.

 

Ketika orangtua menemukan kesadaran akan pentingnya pengajaran Al-Quran, berikutnya adalah menyusun langkah bagaimana agar hidup yang hanya sekali ini orangtua memperoleh tempat terbaik di sisi Allah Swt. Sumber motivasi adalah janji Allah, yang disampaikan lewat lisan Rasul-Nya, “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya”.

 

Belajar dan mengajarkan Al-Quran adalah pengatrol amal bagi seorang muslim. Terutama mengajarkan Al-Quran pada anak-anak. Mengajarkan Al-Quran pada anak tidak cukup sampai anak bisa membaca Al-Quran, tapi mengajarkan Al-Quran yang paripurna adalah bagaimana membimbingnya untuk mencintai Al-Quran, membacanya setiap hari, memiliki target prestasi dengan Al-Quran, dan senang berinteraksi dengan Al-Quran. Karena, mencintai Al-Quran itu lebih utama dari sekadar bisa membacanya.

 

Ragam motivasi dan pengalaman para orangtua bisa menjadi inspirasi dalam membuka jalan agar anak-anak bisa akrab dengan Al-Quran sejak dini. Salah satunya yang apa yang dialami dan dipraktekan Dr.Sarmini,Lc,MA ini. Berdasarkan pengalaman yang sudah dilakukan penulisnya dalam membimbing anak-anaknya untuk mau berinteraksi dengan Al-Quran setiap hari. Sehingga, bahasa yang dikemas dalam buku ini adalah gaya bercerita, yang membuat Anda seolah sedang ngobrol santai, tanpa digurui apalagi dicekoki.

 

Pengalamannya akan membuat para orangtua mampu menghadirkan keajaiban dalam keluarga,khususnya bagaimana langkah melahirkan generasi hafiz Al-Quran dari rumah sendiri,antara lain:

 

  • Keutamaan mengajarkan Al-Quran pada anak.
  • Membuat anak keranjingan membaca Al-Quran.
  • Merancang program khatam Al-Quran untuk anak.
  • Menanamkan rasa bangga pada anak karena berinteraksi dengan Al-Quran.
  • Mengenalkan hukum tajwid dengan bahasa yang mudah diserap anak.
  • Merancang khataman Al-Quran yang tak terlupakan oleh anak.

 

Dengan kesabaran dan ketekunan serta dukungan seluruh keluarga maka insya Allah anak-anak gemar membaca sekaligus khatam Al Quran sejak dini. Kebiasaan ini jika terus dipupuk maka akan menjadi bagian dari kebutuhan hariannya sehingga membaca sekaligus menghafal Al Qur’an bukan sebuah beban baginya.

Untuk hasil yang maksimal khususnya untuk tahsinnya maka ayah bunda bisa mengundang guru tahsin ke rumah. Selain itu sekali anak-anak bisa dibawa keluar rumah dalam kegiatan tasmik atau khataman Al Qur’an sehingga lebih termotivasi. Selamat mencoba dan mari jadikan anak-anak hafal Al Qur’an dari rumah. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Adakah Pernikahan Ghaib Itu?

0

Assalamu’alaikum. Pak Aam, saya mempunyai keponakan (laki-laki) yang mau menikah namun calon istrinya itu sudah mempunyai anak. Dia (calon istrinya) mengaku bahwa itu hasil pernikahan ghaib. Keponakan saya juga mengaku belum pernah berhubungan intim dengan calon istrinya itu, bahkan keponakan saya itu berani disumpah pocong. Apakah benar ada pernikahan ghaib hingga mempunyai anak?. Terima kasih (Indah by email)

 

 

Wa’alaikumsalam. Iya Bu Indah dan pembaca sekalian, hari begini kita masih percaya pada hal-hal yang demikian. Kita hanya mempercayai bahwa seorang perempuan yang belum menikah (tidak bersuami) dan mempunyai anak hanya terjadi pada Siti Maryam yang melahirkan Nabi Isa As. Ini adalah kehendak Allah Swt sebagai mukzijat dan hal ini harus kita yakini kebenarannya.

Namun jika di zaman sekarang, ada yang mengaku bisa hamil tanpa suami karena melakukan pernikahan dengan manusia atau tanpa berhubungan intim dengan lawan jenis maka itu boleh dipastikan hanyalah dusta belaka. Secara sains dan agama tidak ada bukti bahwa makhluk ghaib (jin dan sebangsanya) bisa menghamili seorang manusia karena secara struktur jelas sangat berbeda. Dengan juga dengan psikologis lainnya.

Dalam dunia ilmu pengetahuan modern dan Al-Quran juga sangat jelas. Dengan detail disebutkan bahwa proses kehamilan itu diawali dengan pertemuan antara sel telur (wanita) dengan spermatozoa (laki-laki) atau terjadinya hubungan intim. Sekali pun mungkin ada istilahnya dengan bayi tabung maka tetap saja harus ada pertemuan antara sel telur dan sperma. Sehingga tidak mungkin ada makhluk ghaib bisa melakukan hal demikian dengan manusia.

Bisa jadi calon istri keponakan Anda itu berhubungan dengan orang lain bukan keponakan Anda yang mungkin dia tidak sadari. Hal ini perlu kesabaran agar Anda dan keluarga mendapat pengakuan dengan kejujurannya. Jika hal ini juga tidak bisa atau sulit mendapat perkataaan jujur dari yang bersangkutan maka tinggal lakukan tes DNA. Dengan tes DNA ini maka akan katahuan siapa ayah dari anak tersebut.

Jadi saya tegas tidak benar ada pernikahan ghaib hingga menghasilkan anak. Namun jika persekutuan antara jin dan manusia memang ada. Coba Anda baca dalam Al Qur’an khususnya surat Jin:

Sesungguhnya, ada beberapa laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi jin menjadikan manusia bertambah sesat” (QS. Al-Jinn: 6)

Jadi ada manusia yang seolah-olah mengetahui yang ghaib karena dia merasa mempunyai kawan makhluk halus (ghaib) tersebut. Ia merasa bisa mengobati, bisa mencelakai orang lain, bisa membuat seseorang jatuh cinta atau benci, bisa membuat dagangan laris atau menarik pembeli dan sebagainya. Namun sadarlah bahwa itu hanyalah tipu daya jin kepada manusia dan menjadikan manusia akan tertambah sesat.

Satu lagi perlu saya tegaskan yakni mengenai “Sumpah Pocong”. Dalam Islam tidak ada istilah atau mengajarkan tentang sumpah pocong. Biasanya orang yang melakukan sumpah pocong ini dia akan dipakai atau dibalut kain kafan seperti orang yang meninggal. Kemudian ia akan bersumpah kalau berbohong siap menerima laknat dan murka dari Allah Swt.Pocong adalah simbol kematian, artinya sumpah tersebut begitu berat dan puncak dari kesaksiannya yang dikaitkan dengan kematian jika ia berbohong. Tradisi ini masih berlaku di masyarakat kita khususnya di daerah perdesaan.

Namun sekali lagi ini bukan dari ajaran atau syariat Islam yang dicontohkan dalam Al Quran maupun Hadits Nabi. Dalam Islam orang yang bersumpah cukup dengan mengucap “ Demi Allah” (Wallahi). Ungkapan atau ucapkan ini cukup sebagai bukti bahwa orang tersebut telah bersungguh-sungguh dalam mempertahankan kejujurannya. Misal Anda dituduh mencuri namun setelah berkata jujur dan menjelaskan serta meyakinkan orang tersebut masih menuduh Anda yang mengambil barangnya maka Anda cukup berkata “Demi Allah, saya tidak mengambil barang tersebut”. Ungkapan “Demi Allah” ini sebagai bukti bahwa Anda siap mendapat laknat atau murka Allah. Ini yang diajarkan dalam Islam dalam bersumpah sehingga tidak perlu sampai melakukan ‘Sumpah Pocong”. Wallahu’alam. [ ]

Editor: iman

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

 

Pemprov DKI Dukung Berdirinya Museum Islam Jakarta

0

PERCIKANIMAN.ID – – Pemprov DKI Jakarta melalui Jakarta Islamic Center (JIC) bekerja sama dengan Islamic Museum Louvre Perancis akan mendirikan Museum Islam Jakarta.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan Museum Islam Jakarta tersebut. Dia beralasan museum dapat memberikan wawasan kepada generasi penerus bangsa.

“Belum terima laporan terkait pembangunan museum itu. Tetapi prinsipnya saya sangat mendukung, supaya generasi-generasi mendapatkan wawasan, sehingga mereka tidak lupa,” kata Sumarsono di Balai Kota, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari liputan6.com, Selasa (24/1/2017).

Sumarsono menambahkan, museum Islam itu akan berisi materi yang berkaitan dengan budaya yang dimiliki Indonesia.

“Nantinya museum ini tentunya memiliki kaitannya dengan history atau sejarah. Seperti halnya dengan Masjid Sunda Kelapa yang sudah menjadi ruh, jiwa agama, dan budaya,” ujar dia.

Selanjutnya, dia menyampaikan museum esensinya untuk melestarikan nilai-nilai budaya secara positif.

“Museum itu sangat penting untuk generasi dalam hal edukasi atau pendidikan. Terkait tempat museum Islam Jakarta akan dibangun di mana, hanya masalah teknis saja,” ucap Sumarsono. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Foto: indonews

 

RZ Beri Modal Usaha Untuk 136 Mualaf di Aceh

0

PERCIKANIMAN.ID – – RZ (Rumah Zakat) bekerjasama dengan BMA (Baitul Mal Aceh) menyalurkan bantuan ekonomi untuk 136 mualaf di Aceh. Bantuan disebar di 7 wilayah Aceh diantaranya untuk 6 orang di Aceh Utara, 8 orang di Aceh Selatan, 30 orang di Aceh Singkil, 39 orang di Aceh Tenggara, 30 orang di Aceh Tamiang, 4 orang di Aceh Timur,  dan 14 orang di Langsa.

Jumlah modal yang diberikan bervariasi mulai dari Rp.4 juta hingga Rp.8 juta sesuai dengan jenis usaha yang dijalankan. Selain mendapatkan bantuan modal, para penerima manfaat program juga akan mendapatkan pendampingan usaha dari RZ.

“Alhamdulillah kami senang bisa turut mengembangkan masyarakat melalui program bantuan usaha ini. Kami berharap bisa terus membangun sinergi dan bisa terus memberikan manfaat bagi banyak pihak,“ ujar Plt. Baitul Mal Aceh, DR.H.Armiadi Musa, MA. dalam rilisnya yang diterima redaksi,  Senin (23/1/2017).

RZ Aceh

Pada akhir Desember 2016 lalu, RZ dan BMA juga menggelar khitan massal gratis untuk 325 anak di 8 wilayah Aceh. Branch Manager RZ Aceh, Rhiadi berharap, di tahun 2017 ini pihaknya bisa melebarkan program ke daerah lain di Aceh.

“Terima kasih atas kerja sama yang sudah terjalin bersama BMA. Kami akan terus berupaya untuk membangun sinergi dengan berbagai pihak untuk pemberdayaan masyarakat yang lebih baik. Kami juga akan berusaha agar program yang dikembangkan dapat dijalankan secara optimal,” kata Rhiadi. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Foto: rz

 

Anda atau komunitas anda ada kegiatan yang bernilai berita? Kirimkan tulisan anda ke email:[email protected].  Atau: [email protected]  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif.

Alam Juga Bisa Menyembuhkan, Ini Buktinya

0

Oleh : Ir.H.Bambang Pranggono MBA

 

Bertasbih kepada-Nya tujuh langit dan bumi dan siapa yang ada di dalamnya, dan sungguh segala sesuatu bertasbih dengan memuji-Nya, hanya saja kalian tidak paham tasbih mereka, sungguh Dia Maha Lemah-lembut dan Pengampun. (Al-Isra’:44)

Abul-Mudlafar As-Sam’aniy dalam kitab tafsirnya yang ditulis pada abad ke 5 H mengulas ayat diatas sebagai penjelasan bahwa semua makhluk termasuk binatang dan tumbuh2an memiliki ruh, sehingga bisa bertasbih dan bertahmid. Abi Shalih dan Ibrahim An-Nakha’iy bahkan menyebutkan bahwa daun pintu yang berderit dan atap yang berderak adalah juga sedang bertasbih. Selama ini kita terperangkap konsep materialisme dan menganggap mereka benda-benda mati saja.

Al-Qur’an memberi isyarat bahwa seluruh alam ciptaan Allah itu hidup. Dan konsep ini mulai diakui oleh dunia Barat. Misalnya dalam prinsip Ecoteraphy, dimana para penderita stres cukup disembuhkan dengan berjalan dialam terbuka saja. Riset yang dilakukan di Essex University, Inggris terhadap sekelompok penderita depresi di tahun 2007 menyimpulkan bahwa 90% merasakan peningkatan harga diri dan 75% merasakan penurunan stress setelah berjalan jalan di kebun pedesaan. Selanjutnya 94% mengalami perasaan hati lebih positif ketika kontak dengan alam. Sejak itu penggunaan ecoteraphy di Inggris meningkat di kalangan para ahli profesional kesehatan mental.

Apa yang menyebabkan alam bisa menyembuhkan gangguan akibat ketegangan?

Steve Taylor berteori bahwa sepanjang ratusan ribu tahun nenek moyang manusia selalu hidup terjalin dengan lingkungan alam, sehingga frekwensi molekul sel-sel tubuh seirama dengan alam. Baru belakangan ini saja kita hidup di lingkungan buatan manusia sendiri. Oleh karena itu dalam ecoteraphy, ketika berada di alam hijau, diri kita merasa nyaman seolah pulang kembali ke asal.

Tetapi menurut dia ada penjelasan lain mengapa alam mempunyai efek menenangkan jiwa. Ketika berada di alam , pikiran kita tidak lagi memproses terlalu banyak informasi seperti biasanya. Pikiran juga tidak lagi dibuat lelah oleh kesibukan berkonsentrasi terhadap berbagai hal.

Dan yang paling penting: indah dan luasnya alam, lembah, hutan, gunung, langit, seolah membisikkan kalimat berirama yang memperlambat getaran kacau yang senantiasa berlangsung di pikiran kita. Ya, ternyata alam bertasbih dengan getaran yang tidak kita pahami menembus tubuh kita. Hasilnya ialah merebaknya ketenangan yang mendalam dan mengalirnya energi yang menyembuhkan. Subhanallah.

Pakar Hukum Tata Negara: Penerapan Aturan Soal Bendera Negara Jangan Tebang Pilih

0

PERCIKANIMAN.ID — Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra mengatakan polisi dan aparat penegak hukum hendaknya berhati-hati menerapkan pasal-pasal pidana dalam UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara. Pelanggaran pasal-pasal larangan membuat tulisan, gambar dan coretan pada bendera RI dinilai perlu persuasif.

“Karena masyarakat awam, bahkan pejabat negara, birokrat dan bahkan penegak hukum sendiri banyak yang belum paham tentang bendera negara, ukuran, bahan pembuatannya, tata cara penggunaannya dan larangan-larangannya,” ujar Yusril dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip dari republika.co.id, Selasa (24/1) malam.

Bendera Negara RI Sang Saka Merah Putih, menurut UU, ukurannya pasti warna merah dan putih sama besarnya. Lebar bendera adalah dua per tiga ukuran panjangnya. Bahannya terbuat dari kain yang tidak mudah luntur. Ukurannya untuk keperluan-keperluan tertentu juga sudah diatur oleh UU.

Dengan demikian, Yusril mengatakan tidak semua warna merah putih otomatis adalah bendera negara RI. “Kain yang berwarna merah putih namun tidak memenuhi kriteria syarat-syarat untuk dapat disebut sebagai bendera RI, bukanlah bendera RI,” ujarnya.

Yusril mencontohkan, sebuah kaleng susu manis bekas yang bagian atasnya dicat merah dan bagian bawahnya dicat putih. Kaleng tersebut bukanlah bendera negara RI. Warna merah putih seperti di kaleng susu bekas itu paling tinggi hanyalah ‘merepresentasikan’ bendera RI, namun sama sekali bukan bendera RI. Semua ketentuan itu diatur dalam Pasal 4 UU No 24 Tahun 2009.

Bendera-merah-putih-tulisan-arab

Selanjutnya, pasal 24 UU No 24 Tahun 2009 memuat larangan antara lain merusak, merobek, menginjak-injak, membakar atau melakukan perbuatan lain dengan maksud untuk menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan bendera negara. Mereka yang melanggar larangan ini diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.

Larangan juga dilakukan terhadap setiap orang untuk mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apapun pada bendera negara. Terhadap mereka yang melakukan apa yang dilarang ini diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahu atau denda paling banyak Rp 100 juta.

Yusril mengatakan dari rumusan delik pidana UU No 24 Tahun 2009 ini, jelas terlihat bahwa terhadap mereka yang merusak, merobek, menginjak-injak, membakar atau melakukan perbuatan lain yang dilarang undang-undang haruslah ada unsur kesengajaan dan niat jahat untuk menodai, menghina atau merendahkan kehormatan bendera negara. “Jadi mereka yang tidak sengaja dan tidak mempunyai niat untuk menodai, menghina dan merendahkan kehormatan bendera negara, tidaklah dapat dipidana karena perbuatannya itu,” kata Yusril.

Lain halnya terhadap mereka yang mencetak, menyulam dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain sebagaimana disebutkan dalam pasal 67 huruf c undang-undang ini. Unsur kesengajaan dan niat untuk menodai atau merendahkan martabat bendera negara itu tidak perlu ada.

Jadi siapa saja yang melakukannya, sengaja maupun tidak sengaja, ada niat untuk menodai, menghina dan merendahkan atau tidak, perbuatan itu sudah dapat dipidana dengan ancaman penjara paling lama setahun atau denda paling banyak Rp 100 juta. Ancaman pidana paling lama setahun terhadap pelanggaran Pasal 67 huruf c di atas, menunjukkan bahwa tindak pidana ini tergolong sebagai tindak pidana ringan.

Karena itu, Yusril berpendapat penegakan hukum atas pasal ini hendaknya dilakukan oleh aparat penegak hukum dengan cara yang bijaksana. “Jangan dilaksanakan dengan tergesa-gesa. Apalagi penegakannya dilakukan tebang pilih terhadap mereka-mereka yang tidak disukai dan berseberangan dengan pemerintah. Sementara yang lain, yang melakukan perbuatan yang sama, tidak diambil langkah penegakan hukum apa pun,” ujarnya.

Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra mengatakan sebagian besar masyarakat belum mengetahui aturan soal bendera negara. Masyarakat masih banyak yang belum mengetahu bahwa tindakan menulis atau menggambar bendera merah putih dilarang dan dapat dipidana.

Yusril menyebut ketidaktahuan itu juga ada di kalangan pejabat birokrasi pemerintah dan bahkan pada aparat penegak hukum sendiri. “Coba saja search di internet, niscaya adanya tulisan pada bendera negara itu akan kita dapati dalam jumlah sangat banyak,” ujarnya dalam keterangan tertulis, semalam.

Yusril mengingat jauh sebelum adanya UU No 24 Tahun 2009, adanya tulisan-tulisan pada bendera Indonesia dilakukan tatkala umat Islam dari Tanah Air menunaikan ibadah haji. Biasanya, kata dia, bendera itu dikibarkan oleh ketua rombongan agar jamaah tidak tersesat dan terpisah dari rombongan. Sekarang pun hal itu masih terjadi.

Dia pernah memberitahu ketua sebuah rombongan umrah bahwa menulis sesuatu pada bendera itu dilarang undang-undang dan dapat dihukum. Mereka pun terkejut dan mengatakan sama sekali tidak mengetahui hal itu. [ ]

Red: admin

Editor: iman

Foto: facebook