Peristiwa Isra Mi’raj, Ini Yang Disaksikan Rasul Saat Menuju Masjidil Aqsa

0
272
Kawasan Masjidil Aqsha di Palestina ( ilustrasi foto: aljazera)

PERCIKANIMAN.ID – – Dalam perjalanan menuju Masjid Al-Aqsa di Baitul Maqdis, Yerusalem, Rasulullah berhenti beberapa kali untuk melakukan sholat. Yakni di Thaibah, di Madyan di dekat pohon Musa, di bukit Tursina tempat di mana Allah dahulu pernah berfirman secara langsung kepada Nabi Musa dan di Bait Lahem, tempat di mana Isa bin Maryam dilahirkan.

 

Dikutip dari buku Kisah Isra Mi’raj Rasulullah SAW terjemah dari kitab Qishotul Mi’raj karya Syeikh Najmuddin al-Ghaithi, dalam perjalanan ini, Rasulullah juga melihat beberapa peristiwa di antaranya ketika jin ifrit mengikutinya dengan membawa obor. Saat itu, Jibril menuntun Rasulullah untuk berdoa agar jin ifrit tersebut lari ketakutan.

iklan

 

اَعُوْذُ بِوَجْهِ اللّهِ الْكَرِيْمِ وَبِكَلِمَاتِ اللّهِ التَّمَّاتِ الَّتِيْ لاّ يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلاَ فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَآءِ وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيْهَا وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَاَ فِى الأَرْضِ وَمِـنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمِنْ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمِنْ طَوَارِقِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ إِلاَّ طَارِقًـــــا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَّا رَحْمنُ

 

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Dermawan dengan menggunakan kalimat-kalimat Allah yang tidak mampu dilewati oleh orang yang baik maupun orang yang jahat dari keburukan sesuatu yang diturunkan dari langit, dari keburukan sesuatu yang naik ke sana, dari keburukan sesuatu yang tertinggal di muka bumi, dari keburukan sesuatu yang keluar daripadanya, dari fitnah-fitnah waktu malam maupun siang, dan dari bencana-bencana malam maupun siang, kecuali bencana yang membawa suatu kebajikan, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”

 

Begitu Rasulullah selesai membacanya, jin ifrit lari tunggang-langgang sehingga ia jatuh terjerembab dan obornya pun padam. Rasulullah juga melihat orang-orang yang sedang bercocok tanam dan langsung memanen hasilnya. Jibril menyebutkan, orang-orang tersebut adalah orang-orang yang pernah berjihad di jalan Allah.

 

Rasulullah kemudian mencium aroma yang sangat harum yang ternyata berasal dari Masyithah dan keluarganya. Masyithah hingga akhir hayatnya tetap teguh iman kepada Allah meskipun ia dan anak-anaknya dimasukkan ke dalam air mendidih.

Kemudian Rasulullah mendapati orang-orang yang tengah memecahkan kepala sendiri hingga hancur, lantas kepala itu utuh lagi dan dipecahkan kembali. Ini merupakan gambaran bagi orang-orang yang kepalanya terasa berat untuk diajak sholat fardhu.

 

Rasulullah juga mendapati beberapa orang yang sedang digembalakan laksana sekawanan unta dan domba tanpa busana. Mereka adalah orang-orang yang tidak mau menunaikan zakat hartanya.

 

Selanjutnya Rasulullah mendapati orang-orang yang tengah memakan daging busuk. Ini menggambarkan kelompok manusia yang suka berzina.

 

Rasulullah juga melihat seseorang yang sedang berenang di sebuah sungai darah seraya menelan batu. Ini menggambarkan seseorang yang suka memakan harta riba.

 

Selanjutnya Rasulullah mendapati beberapa orang yang sedang menggunting bibir dan lidahnya dengan menggunakan gunting besi. Dan setiap kali sudah tergunting bibir dan lidahnya itu kembali utuh lagi seperti sedia kala tanpa ada bekas luka. Mereka itu termasuk umat yang pandai mengatakan apa yang tidak mereka lakukan, ahli fitnah.

 

Rasulullah juga mendapati beberapa orang yang memiliki kuku terbuat dari timah yang mereka gunakan untuk mencakar-cakar muka dan dada mereka sendiri. Mereka adalah orang-orang yang suka menyebar aib orang lain.

 

Rasulullah kembali meneruskan perjalanan, hingga akhirnya tiba di Bait-ul-Maqdis. Beliau memasukinya dari pintu sebelah kanan. Setelah turun dari Buraq, beliau segera menambatkan binatang ini di dekat pintu masjid, tempat yang dahulu pernah digunakan oleh para Nabi untuk menambatkan binatang kendaraan mereka.

Disebutkan dalam suatu riwayat, bahwa sesungguhnya Jibril menghampiri seonggok batu besar. Begitu meletakkan jari-jarinya, seketika batu tersebut hancur-lebur dengan mengeluarkan suara cukup keras sehingga membuat terkejut Buraq yang sedang istirahat.

 

Rasulullah memasuki masjid dari pintu yang terkena sinar matahari. Beliau dan Jibril sempat sholat sendiri-sendiri dua rakaat. Tidak lama kemudian tiba-tiba sudah berkumpul beberapa orang yang belakangan beliau tahu mereka itu adalah para nabi.

 

Mereka ada yang sedang berdiri, ada yang sedang ruku‘, dan ada yang sedang bersujud. Setelah seruan adzan dikumandangkan dan diteruskan dengan seruan iqamat, mereka pun berdiri dengan membentuk beberapa shaf.

 

Mereka sedang menunggu yang akan menjadi imam mereka. Tiba-tiba Jibril memegang tangan Nabi Muhammad seraya memberi isyarat supaya beliau maju ke depan sebagai imam dan beliau pun sholat dua rakaat sebagai imam.

 

“Wahai Muḥammad, Anda tahu siapa yang tadi shalat di belakang Anda?” tanya Jibrīl kepada Nabi begitu selesai sholat.

 

“Tidak,” jawab Nabi.

 

“Mereka tadi adalah seluruh nabi yang pernah diutus oleh Allah ta‘ala,” jawab Jibril. Selanjutnya Nabi mendengar setiap nabi memuji Tuhannya dengan puji-pujian yang sangat indah.

 

“Kalian semua memuji Tuhan kalian, dan aku pun selalu memuji Tuhanku,” kata Nabi.

 

Jibril kemudian memberikan gelas berisi khamer dan susu, kemudian Rasulullah memilih susu untuk diminumnya. Jibril berujar bahwa pilihan Rasulullah sebagai fitrah.

 

Selanjutnya, Rasulullah melakukan Mi’raj yakni perjalanan menuju Sidratul Muntaha. Tentu saja, sebelum mencapai langit ke tujuh atau Sidratul Muntaha, Nabi harus melewati pintu-pintu langit pertama hingga ketujuh.

 

Di sanalah Rasulullah bertemu dengan Nabi Adam di langit pertama, Nabi Isa dan Nabi Yahya di langit kedua, Nabi Yusuf di langit ketiga, Nabi Idris di langit keempat, Nabi Harun di langit kelima, Nabi Musa di langit keenam, dan Nabi Ibrahim di langit ketujuh.

 

Akhirnya, Rasulullah telah mencapai Sidratul Muntaha, tempat terakhir tujuan dari Mi’raj tersebut. Saat itulah Rasulullah mendapatkan perintah untuk melakukan sholat 50 waktu. Kemudian atas saran Nabi Musa, Rasulullah kembali dan memohon keringanan sehingga Allah mewajibkan sholat menjadi lima waktu.

 

Sebenarnya, Nabi Musa kembali menyarankan agar Nabi Muhammad kembali memohon keringanan. Namun, Rasulullah merasa malu harus bolak-balik memohon keringanan.

 

Rasulullah kemudian kembali turun ke bumi untuk menyampaikan perintah sholat tersebut. Selama perjalanan turun, Rasulullah banyak mendapatkan salam dan senyum dari para malaikat. Namun hanya satu malaikat yang membuat Rasulullah bertanya-tanya yaitu malaikat Malik penjaga pintu neraka yang tidak memberikan senyum barang sedikitpun.

 

Rasulullah kembali melanjutkan perjalanan untuk turun ke bumi. Banyak hal yang ia lihat dan saksikan. Menjelang subuh, Rasulullah telah sampai di bumi dan menceritakan perjalanan Mi’raj tersebut.

 

Abu Bakar adalah orang tanpa ragu meyakini apa yang diceritakan oleh Rasulullah adalah kebenaran. Namun, masih banyak orang-orang Quraisy lainnya tidak percaya dengan apa yang disampaikan Rasulullah dan justru menuduh Nabi sebagai tukang sihir. [ ]

Sumber: republika.co.id

5

Red: admin

Editor: iman

923