Keutamaan Shalat Sunnah, 5 Hal Ini Yang Harus Diketahui

 

 

Assalamu’alaykum. Pak Aam, mengapa kita masih diperintahkan untuk melakukan shalat sunnah?. Apakah keutamaan shalat sunnah tersebut? Apakah dengan menjalankan shalat wajib itu belum cukup? Mohon penjelasannya agar saya mantap menjalankannya. Terima kasih ( Ginanjar via fb )

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam ibadah itu hukumnya ada yang wajib dan ada yang sunnah. Wajib itu secara umum dimaknai sebagai ibadah jika dilakukan mendapat pahala dan jika ditinggalkan akan mendapat dosa.

 

 

Sementara kalau sunnah adalah ibadah yang jika dikerjakan akan mendapat pahala namun jika ditinggalkan tidak berdosa. Demikian juga dalam ibadah shalat ada yang wajib yakni yang lima waktu itu dan yang sunnah ada beberapa contohnya.

 

 

Terkait dengan shalat sunat atau sunnah ada memiliki banyak sekali keutamaan. Secara umum keutamaan-keutamaan dengan istiqomah melakukan shalat sunnah setidaknya ada 5 antara lain,

 

  1. Sebagai penyempurna sekaligus pelengkap kekurangan shalat fardhu.

Hal ini dapat kit abaca dari hadits dari Abu Hurairah r.a. dia berkata, telah bersabda Rasulullah Saw.,

Sesungguhnya amal pertama seorang hamba yang dihisab pada hari kiamat adalah shalat wajib. Maka apabila dia telah menyempurnakannya (selesailah persoalannya), tetapi apabila tidak sempurna shalatnya (yang wajib), maka dikatakan kepada malaikat, ‘Lihat dulu apakah dia pernah mengerjakan shalat sunat,’ maka kekurangan dalam shalat wajib disempurnakan dalam shalat sunatnya. Kemudian, amal-amal yang wajib diperlakukan seperti itu.” (HR. Muttafaqun alaih )

 

 

  1. Dapat meninggikan derajat dan menghapus kesalahan.

Ada seorang sahabat Rasul yang bernama Tsauban, pembantu Rasulullah Saw., mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda kepadanya,

Engkau harus banyak bersujud. Sebab, setiap engkau bersujud kepada Allah, Dia pasti mengangkat satu derajatmu dan menghapus satu kesalahanmu.” (H.R. Muslim)

 

 

  1. Menjadi penyebab utama masuk surga berdampingan dengan Nabi Saw.

Hal tersebut berdasarkan pada hadis dari Rabi’ah bin Ka’ab al-Aslami r.a. yang menyatakan bahwa dirinya pernah menginap bersama Rasulullah Saw. Dia mengambilkan air untuk berwudhu dan kebutuhan Rasul lainnya. Lalu Rasulullah Saw. bersabda kepadanya,

 

Mintalah sesuatu.” Ibnu Ka’ab berkata, “Aku minta agar bisa menemanimu di surga nanti.” Beliau bersabda, “Bantulah aku untuk menolong dirimu dengan banyak bersujud.” (HR. Muslim)

 

Menurut ulama hadits bahwa yang dimaksud dengan “banyak sujud” maksudnya adalah dengan memperbanyak shalat sunnah.

 

 

  1. Mendatangkan kecintaan Allah Swt.

Dalam sebuah hadits Abu Hurairah r.a. bercerita, Rasulullah Saw. bersabda, “Allah ta‘ala telah berfirman, ‘Siapa yang memusuhi kekasih-Ku maka Aku nyatakan perang kepadanya. Seorang hamba yang mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan yang Aku cintai, berupa ibadah wajib dan senantiasa melaksanakan amalan sunah, pasti Aku akan mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, Aku akan menjadi pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, pandangannya yang dia gunakan untuk memandang, tangannya yang dia gunakan untuk menyerang, dan kakinya yang dia gunakan untuk berjalan. Jika dia meminta, Aku pasti akan melindunginya. Aku tidak pernah ragu terhadap sesuatu yang Aku lakukan. Aku hanya ragu terhadap jiwa seorang mukmin yang membenci kematian dan Aku tidak suka perbuatan buruknya.” (HR. Bukhari)

 

Seorang ulama yang bernama Ibnu Hajar, dalam kitabnya Fathul Baari, berpendapat bahwa lahiriah hadits qudsi tersebut menyebutkan kecintaan Allah Swt. kepada seorang hamba terwujud bersamaan dengan upayanya untuk senantiasa melaksanakan kewajiban.

 

Sementara itu, keabadian cinta akan terwujud dalam upayanya mendekatkan diri dengan amalan sunah yang dikerjakan setelah menunaikan kewajiban, baik itu shalat, puasa, zakat, haji, maupun ibadah lainnya.

 

  1. Menambah rasa syukur kepada Allah Swt.

Hal tersebut berdasarkan hadits dari Aisyah r.a. yang menyatakan bahwa pada suatu malam Rasulullah Saw. pernah menunaikan Tahajud sampai kedua kakinya bengkak. Lalu Aisyah r.a. bertanya,

 

Mengapa engkau melakukan hal ini, Rasulullah? Bukankah Allah Swt. telah mengampunimu dari dosa-dosa yang telah lalu dan yang akan datang?” Mendengar itu, Rasulullah Saw. menjawab, “Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang bersyukur?” (H.R. Bukhari).

 

Selain kelima hal tersebut, sangat banyak hal lain yang menjadi keutamaan pelaksanaan shalat sunnah. Selain itu semuanya merujuk pada kebaikan dan keutamaan pada masing-masing shalat sunnah yang kita kerjakan. Misalnya shalat Tahajud, shalat Dhuha, shalat Syukrul Wudhu dan sebagainya.

 

 

 

 

Kemudian shalat sunnah ini caranya ada yang boleh dikerjakan dengan berjamaah juga boleh sendiri-sendiri. Misalnya shalat Tarawih, boleh berjamaah boleh sendiri, Shalat jenazah, boleh sendiri, boleh berjamaah dan sebagaianya.

 

 

Dengan mengetahui keutamaan-keutamaan shalat sunnah tersebut mudah-mudahan kita semakin rajin melaksanakannya dan semakin yakin bahwa Allah akan memberikan kemudahan dan kemulian kepada kita semua baik di dunia maupun di akhirat nanti. Aamiin. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

 

Nah, terkait pembahasan bab shalat ini lebih detail berikut dalilnya, Anda, bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “SUDAH BENARKAH SHALATKU?“. Didalamnya ada pembahasan bab praktik shalat berikut contoh-contohnya. Wallahu’alam bishawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

520

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 898 times, 2 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment