Ada Gerhana Bulan Total, Ini Panduan Ibadahnya

PERCIKANIMAN.ID – – Gerhana bulan total akan kembali khususnya di Indonesia pada Sabtu (28/7/201) dini hari nanti. Menurut pakar astonomi ITB, Dr Moedji Raharto, gerhana bulan total kali ini boleh disebut istimewa.

 

 

“Dari sisi durasi,gerhana bulan total nanti akan jadi yang terlama di abad ini. Insya Allah gerhana bulan dini hari nanti berdurasi hampir 2 jam atau sekira 1 jam 44 menitan,”ungkapnya kepada percikaniman.id awal bulan ini.

 

Sesuai dengan sunnah Rasul, saat terjadi gerhana termasuk gerhana bulan maka kita dianjurkan melakukan serangkaian ibadah sunnah. Hal ini mengaju pada hadits, dari ‘Aisyah ra, Nabi SAW.  bersabda :

 

 

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

 

 

Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah salat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari )

 

Dihimpun dari berbagai sumber akan terjadi gerhana bulan total dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia dengan kondisi bulan sebagai berikut:

 

  • Pukul: 00:14 WIB : Mulai Fase Samar-samar Masuk (Awal Penumbral).

 

Perbanyak Zikir dan Istighfar (Istighfar Kubro/Sayyidul Istighfar).

 

 

  • Pukul: 01:24 WIB : 

 

Mulai Memperbanyak Takbir dengan Syari’at Mengumandangkan Gema Takbir atau Takbiran Gerhana  (karena bayangan gelap mulai masuk: Awal Umbra).

 

 

  • Pukul: 03:00 WIB : 

 

Waktu Salat Gerhana (KhusyufilQamar) berjama’ah untuk wilayah masing-masing dan sekitarnya secara serentak (karena Bulan akan mengalami kegelapan dalam keadaan tertutup total berwarna merah dengan ukuran magnitude umbral sebesar 1,61—mengakibatkan terjadi pasang air laut menuju daratan),

 

 

  • Pukul: 03:21 WIB : 

 

Khutbah Gerhana  – Tema bahwa Gerhana Bulan Total merupakan Kebesaran dan Kekuasaan Allah,- dapat disampaikan pula syari’at dan hakikat gerhana pada zaman Rasulullah Saw.

 

 

  • Pukul: 04:13 WIB: 

 

Pengumpulan dan Pembagian Shadaqah

 

  • Pukul: 04:41 WIB: 

 

Adzan Shubuh untuk Wilayah Kota Bandung, Iqomah, Sholat Shubuh Berjama’ah, dan Wirid/Zikir

 

  • Pukul: 04:55 WIB: 

 

Melanjutkan Gema Takbir hingga Gerhana terbuka kembali bersinar secara sempurna yang berakhir pada pukul 05:19 WIB (Akhir Umbra) atau bisa berakhir dengan memperbanyak takbir, dan istighfar hingga pukul 06:28 WIB.

 

Untuk itu, kepada seluruh Kaum Muslimin wal Muslimat dihimbau untuk :

 

  1. Memperbanyak Takbir, Tahlil, Istighfar dengan syari’at mengumandangkan Gema Takbir membesarkan Asma Allah.

 

  1. Menyeru untuk melakukan shalat berjama’ah di masjid (khususnya shalat wajib)

 

  1. Melakukan shalat Gerhana Bulan

(shalat Khusyu fil Qamar) dgn 2 rokaat, setiap rokaat 2 kali ruku, 2 kali baca Al-Fatihah dan Surah Pilihan, dan 2 kali sujud.

 

 

BACA JUGA: Cara Shalat Gerhana Bulan

 

 

  1. Mendengarkan khatib berkhutbah gerhana

Dengan Tema Gerhana sebagai Kebesaran dan Kekuasaan Allah.

 

  1. Memperbanyak Takbir, Tahlil, Tahmid, dan Istighfar hingga akhir gerhana.

 

  1. Mengumpulkan dan membagikan Sedekah.

 

  1. Seusai Khutbah/Solat Gerhana, Gema Takbir dapat dilanjutkan kembali hingga Akhir Gerhana.

 

  1. Bersyukur kepada Allah

Setelah Gerhana kembali terbuka dan bercahaya. [ ]

Dihimpun dari berbagai sumber

5

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

980

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 2,794 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment