Anak Hasil Zina, Kalau Sholeh Siapa Yang Mendapat Pahala?

Assalamu’alaykum. Pak Aam, saya mau bertanya tentang anak hasil perzinahan. Kalau dia menjadi anak yang sholeh, apakah pahalanya untuk ayah biologisnya atau ayah yang mengurus dia? Mohon penjelasannya. (Uyu via email)

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya saudari Uyu, mojang bujang dan sahabat-sahabat sekalian. Kalau kita cermati, semua orang akan diberi pahala sesuai dengan yang ia ikhtiarkan. Seseorang yang datang ke pengajian pun beda-beda pahalanya, sesuai dengan ikhtiar dan perjuangannya.

 

Orang yang berangkat ke pengajian diantar oleh supirnya, ia berpahala, tapi akan berbeda dengan orang yang pergi ke pengajian menggunakan ojek, lalu disambung menggunakan bus.

 

Lalu harus disambung lagi dengan angkot, setelah itu masih harus berjalan kaki untuk menuju ke tempat pengajian. Allah tidak akan dzalim kepada hambanya. Kedua orang tersebut mendapatkan pahala, tapi tentu saja pahalanya berbeda, artinya, Allah akan memberikan pahala sesuai dengan ikhtiar masing-masing orang.

 

Dengan demikian, jika ada anak yang lahir diluar nikah, tidak diurus oleh ayah biologisnya melainkan oleh orang lain, maka pahala terbesarnya ada pada orang yang mengurusnya. Oleh sebab itu, jangan pernah merasa rugi apabila kita merawat dan mendidik anak orang lain. Karena apabila anak itu menjadi anak yang sholeh, sudah pasti kita mendapatkan pahalanya.

 

Jangankan mendidik, dalam hadist pun disebutkan, “Siapa yang menunjukkan pada jalan kebaikan, lalu orang itu mengikuti petunjuk-petunjuk yang kita sampaikan, maka kita akan mendapatkan pahala tanpa mengurangi pahala orang itu.”

 

Sama halnya ketika pembantu kita yang tadinya tidak pernah sholat, lalu kita arahkan untuk sholat, sampai ia rajin melaksanakan sholat, maka kita pun mendapatkan pahala, tanpa mengurangi pahala si pembantu kita. Apalagi jika kita membesarkan dan mengarahkan anak yang notabene adalah anak orang lain hingga ia menjadi anak yang sholeh.

 

BACA JUGA: Mendidik Anak Ala Nabi Ibrahim Di Zaman Now 

 

Walaupun dia bukan darah daging kita, sesungguhnya kita akan mendapatkan pahala itu. Itu yang disebutkan dalam hadist bahwa anak yang akan menjadi jariyah itu tidak pakai bintun atau ibnun tetapi  “waladun sholihun” anak sholeh, jadi anak sholeh itu tidak selamanya harus anak biologis atau anak kandung.

 

Jadi kembali pada pertanyaan di atas, anak yang lahir di luar nikah, jika ia menjadi anak yang sholeh maka siapakan yang mendapatkan pahalanya apakah orang yang mengurusnya atau ayah biologisnya? Dapat saya pastikan orang yang mengurusnya memiliki pahala yang jauh lebih besar daripada ayah biologisnya. Jadi dengan demikian jangan merasa rugi jika kita mengarahkan dan mendidik seorang anak, baik anak siapapun.

 

Maka bagi yang berprofesi sebagai guru dan dosen, saya menitipkan, jangan hanya mentransfer ilmu, tapi juga kita harus membentuk karakter positif pada anak yang kita didik. Sebagai pendidik, kita pun harus bisa memahat kepribadian mereka menjadi indah, yang dalam istilah agama disebut insan kamil atau manusia yang mendekati kesempurnaan. Ciri-cirinya adalah, akidahnya kuat, akhlaknya kuat, intelektualnya hebat, dan bermanfaat bagi orang lain. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

959

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

(Visited 1,147 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment