Pak Aam di era medsos sekarang ini kita sering dapat permintaan doa maupun menyebarkan doa orang lain terkait situasi yang dialaminya. Lantas kalau kita nge retweet status atau ngeshare doa di medsos, itu keabsahannya bagaimana ? Terima kasih. (Mira by bbm)
Iya di era teknologi sekarang, kita tidak bisa lepas dari teknologi yang berkembang, dampak yang harus dipertimbangkan adanya teknologi ini adalah dampak positif dan negatif. Penggunaan media sosial yang berkembang saat ini ada yang memang digunakan untuk berbuat kebaikan bahkan juga untuk berdakwah namun juga ada yang digunakan untuk keburukan dan tindak kejahatan. Bahkan dengan sekejap saja di era sekarang kita bisa sebar fitnah dengan cepat tanpa bisa terbendung atau ditarik kembali.
Namun sebagai muslim maka sebaiknya kita jangan sembarang menyebar atau broadcast informasi-informasi baik itu tentang agama, kesehatan, pendidikan, apapun itu jika kita masih ragu akan kebenaran informasi tersebut. Jalan yang harus ditempuh sebelum menyebarkannya adalah tabayyun. Hal ini seperti yang telah Allah Swt perintah kepada kita:
“Wahai orang- orang yang beriman, jika ada seorang faasiq datang kepada kalian dengan membawa suatu berita penting, maka tabayyunlah (telitilah dulu), agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menjadi menyesal atas perlakuan kalian”.(QS.Al-Hujurât :6).
Apa itu tabayyun ?. Tabayyun itu hal yang dianjurkan dalam Islam jika kita menerima informasi dari orang lain mengenai sesuatu hal. Tabayun itu mengklarifikasi informasi kepada sumbernya secara langsung tidak melaluli orang lain. Tabayyun tidak boleh dilakukan kepada orang lain, kroscek harus dilakukan kepada sumber yang bersangkutan langsung.
Tugas kita dalam menginformasikan sesauatu harus selektif, kita perhatikan isi informasinya, sekiranya tidak akan menimbulkan permusuhan dan dosa itu bagus untuk di share, tetapi kalau sebalaiknya, maka tidak usah di sebarkan. Jikalau kita menyebarkan suatu fitnah atau informasi yang belum benar keabsahannya, sama saja kita sedang mengundang laknat Allah, Malaikat, dan kebanyakan orang. Karena orang-orang yang menyebarkan fitnah akan di benci oleh orang pada umumnya, sehingga banyak orang-orang yang mendoakan para pemitnah ini doa-doa yang tidak baik.
Dalam proses tabayyun harus diserahkan kepada ahlinya, tabayyun mengenai agama harus kepada ahli agama, tabayyun mengenai kesehatan, bisa tabayyun kepada dokter atau ahli kesehatan, tapi kalau tabayyun mengenai informasi yang sifatnya pribadi, itu harus langsung bertabayyun kepada orang yang bersangkutannya langsung. Hal ini dimaksudkan agar informasi yang di dapat akurat dan benar.
Kehidupan bermasyarakat dewasa ini tidak lekang dari isu, gosip sampai adu domba antar manusia. Keadaan ini diperkeruh oleh adanya sekelompok masyarakat menjadikan gosip dan `aib serta `aurat (kehormatan) orang lain sebagai komoditas perdagangan untuk meraup keuntungan dunia. Bahkan untuk tujuan popularitas ada yang menjual gosip yang menyangkut diri dan keluarganya.
Perilaku gosip yang telah menjadi penyakit masyarakat ini tidak disadari oleh kebanyakan pecandunya di dunia maya (medsos), bahwasanya menyebarluaskan gosip itu ibarat telah saling memakan daging bangkai saudaranya sendiri. Allah Ta’ala menggambarkan demikian itu ketika melarang kaum beriman saling ghibah (menggunjing), menghina, menghujat bahkann fitnah dan sebagainya. Hal ini sebagaimana tersebut dalam Al-Qur`ân:
“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa. Jangan pula kalian memata-matai dan saling menggunjing. Apakah di antara kalian ada yang suka menyantap daging bangkai saudaranya sendiri? Sudah barang tentu kalian jijik padanya. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allaah Maha menerima taubat dan Maha Penyayang”. (QS. Al-Hujurât:12).
Dari penyakit ini, syahwat akan meluas dan berkembang penyakit lain yang tidak kalah bahayanya, di antaranya kebiasaan berbohong dan bahayanya berbohong disebarkan melalui medsos. Tentu kita akan ikut berdosa jika kebohongan tersebut turut kita sebarkan kepada orang lain. Untuk itu jangan mudah terbujuk dengan ajakan untuk menyebarkan kabar yang belum tentu kebenarannya. Demikian juga dengan doa, sebaiknya sebelum mendoakan cek dulu kebenarannya atau cari sumber yang terpercaya. Wallahu’alam. [ ]
PERCIKANIMAN.ID – – Sudah menjadi fitrahnya, setiap anak akan mengalami masa pubertas seiring bertambahnya usia mereka. Sehingga sudah seharusnya pula, mereka mendapat pendidikan seksualitas sejak dini. Sayangnya, mayoritas masyarakat Indonesia masih menganggap dan menilai bahwa masalah seks dan kesehatan reproduksi adalah sesuatu yang “tabu” untuk dibahas, apalagi untuk dibicarakan dengan anak-anaknya. Padahal, bila mengacu pada proses atau tahapan pendidikan anak, membicarakan seksualitas merupakan salah satu tanggung jawab orangtua, Dengan pendidikan yang tepat, kelak anak-anak mempunyai pemahaman yang baik tentang dirinya dan apa yang ada pada dirinya termasuk fungsinya.
Berdasarkan teori para ahli, peletakan dasar landasan pendidikan seks yang efektif dan paling mudah adalah saat prasekolah. Pada usia ini, perkembangan otak anak sangat pesat mencapai 80 persen sehingga dinamakan “masa emas”. Hasil pendidikan yang ditanamkan (selama sesuai dengan perkembangannya) akan lebih merasuk pada jiwa dan terekam kuat pada ingatan anak. Begitu juga dengan pendidikan seks dan kesehatan reproduksi sejak dini. Penyampaian yang wajar, jujur, dan sederhana, serta menggunakan bahasa yang mereka pahami, akan membentuk konsep diri anak yang positif. Anak juga bisa melindungi kesehatan diri serta menjaga diri dari ancaman kekerasan seksual di kemudian hari.
Hal ini juga diakui psikolog anak dan remaja, Alva Handayani. Menurutnya, anak yang mengalami masa puber adalah sesuatu yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan para orangtua. Walaupun pubertas di usia yang lebih dini sering kali membuat orangtua bingung, namun yang perlu dilakukan orangtua adalah memberi pemahaman dan penjelasan yang tepat sesuai dengan tingkat logikanya. Ia (anak) tengah mengalami suatu kejadian yang luar biasa sehingga pengetahuan tentang apa yang tengah terjadi dengan dirinya sangat penting. Jika anak tidak mendapatkan penjelasan dari orang yang dipercaya (orangtua), maka sangat dimungkinkan ia mencari tahu dengan yang lain baik bertanya pada temannya atau mencari tahu lewat media lain (buku,internet) yang bisa berbahaya.
Menurut Alva, setidaknya ada dua faktor mengapa edukasi seks sangat penting bagi anak-anak atau remaja. Pertama, anak-anak yang mulai tumbuh menjadi remaja belum paham dengan seksualitas, sebab orang tua masih menganggap pembicaraan soal ini adalah hal yang tabu. Sehingga dari ketidakpahaman, tersebut para remaja merasa tidak bertanggungjawab dengan seks atau kesehatan anatomi reproduksinya.
Faktor kedua, dari ketidakpahaman remaja tentang seks dan kesehatan anatomi reproduksi mereka, di lingkungan sosial masyarakat, banyak yang menawarkan hanya sebatas komoditi, seperti media-media yang menyajikan hal-hal yang bersifat pornografi, antara lain DVD, majalah, internet, bahkan tayangan televisi pun saat ini sudah mengarah kepada hal yang seperti itu. Dampak dari ketidakpahaman remaja tentang sex education ini, banyak hal-hal negatif terjadi, seperti tingginya hubungan seks di luar nikah, kehamilan yang tidak diinginkan, penularan virus HIV/AIDS dan sebagainya.
Menurut Alva, pengetahuan tentang organ reproduksi akan membuat anak atau remaja menjadi lebih menghargai baik dirinya sendiri maupun orang lain khususnya teman sebayanya.
“Dengan belajar tentang sex education, khususnya sejak awal diharapkan anak-anak atau remaja dapat memperoleh pengetahuan yang lengkap tentang organ reproduksinya. Dengan kemampuan untuk menjaga organ-organ reproduksi pada tubuh mereka dan orang lain tidak boleh menyentuh organ reproduksinya khususnya bagi remaja putri, mereka akan melindungi diri sendiri,”ujar penulis buku Anak Anda Bertanya Seks? ini kepada percikaniman.id beberapa waktu lalu.
Mungkin yang sulit bagi orangtua, kata Alva, adalah saat untuk memulai pembicaraan atau memberi penjelasannya. Untuk itu orangtua harus mencari momen yang tepat sesuai dengan situasi atau mood anak.
”Saat yang tepat adalah saat anak bertanya berarti ia mengingingkan pengetahuan. Selain itu saat menonton televisi ada iklan tentang pembalut misalnya, maka momen itu bisa dimanfaatkan untuk menjelaskan fungsi pembalut tersebut,”ungkap Direktur Pengembangan Program di Lembaga Openmind ini.
Alva menambahkan, sebelum melakukan pendekatan kepada anak, maka orangtua harus menyiapkan diri, mencari ilmu dan referensi yang memadai agar tidak tidak salah memberi penjelasan. Sebelum mengajarkan pentingnya nilai-nilai tersebut pada anak,maka pastikan orangtua mencerminkan nilai-nilai tersebut dalam perilakunya sehari-hari. Sebelumnya orangtua harus menjadi teladan yang baik dalam proses pendidikan tersebut. Hal awal yang perlu untuk dilakukan orangtua adalah mengajarkan kasih sayang,saling menghormati antar anggota keluarga dan menjaga hubungan yang harmonis.
Dalam proses pendidikan ini menurut Alva, orangtua juga harus menyesuaikan dengan perkembangan anak dan dilakukan setahap demi setahap. Pahami juga sudah sejauh mana perkembangan anak baik fisik maupun sisi psikologisnya,siapa temannya dan sebagainya. Untuk bisa memasuki dunia anak maka orangtua harus mengetahui dunia anak itu sendiri.Selain itu orangtua perlu membuat kesepatan bersama tentang aturan apa yang sementara boleh atau tidak boleh ditanyakan.Selain itu bisa juga orangtua membuat tugas misalnya untuk menjelaskan pertanyaan tentang A,sang ayah yang menjawab begitu juga dengan pertanyaan lainnya. Pembagian tugas ini akan membuat lebih mudah dalam proses pembelajaran selanjutnya.
Masa puber, jelas Alva, layaknya gerbang yang menyambut anak-anak menuju tahap kehidupan yang lebih tinggi, yaitu masa remaja. Dengan problematika yang lebih kompleks, ada banyak hal yang perlu dipersiapkan orang tua dan tenaga pendidik bagi anak-anak yang menjelang puber. Yang paling perlu diperhatikan saat puber adalah perkembangan organ reproduksi yang semakin matang. Artinya, mulai muncul dorongan yang cukup besar untuk melakukan hubungan seks. Padahal remaja sebenarnya belum siap secara mental dan fisik.
“Salah satu hal yang paling penting bagi anak-anak untuk menghadapi pubertas adalah pendidikan seksologi. Beberapa penelitian menemukan bahwa remaja cenderung mau melakukan hubungan seks berisiko karena tak tahu apa konsekuensinya. Secara psikologis memang demikian karena adanya dorongan atau hasrat seksualnya yang mulai muncul. Jika ia tidak mendapat pemahaman dan penjelasannya maka bisa terjerumus,”jelas Alva.
PERCIKANIMAN.ID – – Bagi sebagian orang mempunyai rumah dekat dengan jalan raya adalah sebuah impian. Ada banyak keuntungan jika mempunyai rumah dekat dengan jalan raya selain akses yang mudah dan cepat juga strategis untuk buka usaha. Demikian juga dengan harga jual yang kembali tinggi sehingga mendatangkan keuntungan. Namun Anda harus berpikir ulang jika masih menginginkan tinggal di rumah dekat jalan raya sebab dari sisi kesehatan hal ini tidak menguntungkan. Orang-orang yang tinggal di dekat jalan raya berpotensi mengidap demensia atau sindrom memori jangka pendek, menurut sebuah studi skala besar yang diterbitkan jurnal medis Inggris, The Lancet, seperti dilaporkan AFP, dan dikutip dari antaranews, Kamis (5/1/2017)
Penelitian yang mengamati enam juta orang dewasa di Ontario, Kanada, periode 2001 hingga 2012, menemukan bahwa mereka yang tinggal di lokasi dengan jarak kurang dari 50 meter dari ruas jalan yang ramai berpotensi tujuh persen lebih tinggi mengidap demensia.
Bagi mereka yang tinggal pada jarak sekira 50-100 meter dari jalan utama memiliki risiko empat persen lebih tinggi dan mereka yang tinggal 100-200 meter dari jalan raya memiliki potensi dua persen lebih tinggi.
Di sisi lain, tidak ada risiko yang terlihat pada masyarakat yang tinggal dengan jarak lebih dari 200 meter dari jalan raya.
Penelitian yang dipimpin Hong Chen dari Kesehatan Masyarakat Ontario, menemukan paparan polusi nitrogen dioksida (NO2) dan partikel halus dalam jangka panjang terkait dengan demensia, kendati belum diperhitungkan efeknya secara menyeluruh.
Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor lain seperti kebisingan atau polusi lainnya juga berkontribusi atas demensia itu.
Penelitian ini tidak membangun hubungan antara kedekatan lalu lintas ramai dengan kondisi neurologis lain seperti penyakit parkinson atau sklerosis ganda.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, terdapat 47,5 juta orang di seluruh dunia yang memiliki penyakit demensia yaitu sindrom yang ditandai penurunan memori, berpikir, perilaku dan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Sebanyak 7,7 juta kasus demensia baru dilaporkan setiap tahunnya, dengan penyakit Alzheimer menjadi penyebab paling umum dan berkontribusi terhadap 60 persen sampai 70 persen kasus.
Penyakit lain yang bisa disebabkan demensia adalah stroke dan hipertensi. Polusi sudah lama dicurigai memainkan peran dalam perkembangan penyakit Alzheimer tetapi tidak ada hubungan pasti yang bisa dijelaskan hingga sekarang.
“Studi kami menunjukkan jalan yang sibuk bisa menjadi sumber stres lingkungan yang dapat menimbulkan terjadinya demensia,” kata Hong
“Peningkatan pertumbuhan penduduk dan urbanisasi membuat banyak orang tinggal dekat dengan lalu lintas yang padat, dengan luasnya kontak dengan lalu lintas dan tingkat pertumbuhan demensia, bahkan efek sederhana dari tinggal di dekat jalan bisa menimbulkan beban kesehatan publik yang besar,” pungkasnya. [ ]
Ustad yang saya hormati, apakah mungkin kita bisa menjadi wali Allah? Bagaimana dan apa syaratnya agak kita dapat menjadi wali Allah?
Setiap Muslim berpeluang sama untuk menjadi wali Allah asalkan bisa memenuhi persyaratan berikut,
1. Berdakwah
Dakwah artinya mentransformasikan ajaran Islam kepada umat dengan amar ma’ruf nahyi munkar.
“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia karena kamu menyuruh berbuat yang ma‘ruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, tetapi kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.” ( Q.S. Āli ‘Imrān [3]: 110)
“Orang-orang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian lain. Mereka me nyu ruh berbuat yang ma‘ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar, melaksanakan sa lat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Se sung guh nya, Allah Mahaperkasa, Maha bijak sana.” ( Q.S. 16 At-Taubah [9]: 71)
Amar ma’ruf nahyi munkar adalah beriman dan berilmu, kemudian beramal dalam rangka mentransfor masikan ajaran Islam (berdakwah) dengan metode yang proporsional sesuai dengan konteks zaman yang terus berubah. Supaya dakwah itu efektif, mesti dilakukan dengan penuh cinta kasih dan ilmu, serta sikap yang bijak,
“Serulah manusia pada jalan Tuhan mu dengan hikmah dan pengajaran baik dan berdebatlah de ngan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya, Tuhanmu, Allah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Allah yang lebih menge tahui siapa yang mendapat petunjuk.” ( Q.S. An-Naĥl [16]: 125)
Seorang da’i (orang yang mengajak pada kebenaran) harus mampu melaksanakan apa yang disampaikannya pada orang lain, atau dengan kata lain harus senafas antara kata-kata dengan perbuatannya, supaya dakwah yang disampaikannya efektif. “Hai, orang-orang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Allah sangat murka jika kamu me nga takan apa yang tidak kamu kerja kan.” ( Q.S. Aś-Śaff [61]: 2-3)
2. Mendirikan Shalat
Mendirikan shalat adalah realisasi pengabdian kepada Allah Swt., yaitu tunduk dan patuh hanya pada Allah. “Hai, manusia! Sembahlah Tuhan mu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu agar kamu bertakwa.” ( Q.S. Al-Baqarah [2]: 21). “Laksanakanlah salat sejak mata hari tergelincir sampai gelapnya malam dan laksanakan pula salat Subuh. Sung guh, salat Subuh itu disaksikan oleh malaikat. Pada sebagian malam, lakukanlah salat Tahajud sebagai suatu ibadah tam bahan bagimu.Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” ( Q.S. Al-Isrā’ [17]: 78-79). “Katakan (Muhammad), ‘Sesungguhnya, salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam.’” ( Q.S. Al-An‘ām [6]: 162).
Shalat merupakan media untuk menyucikan diri (penyucian lahir dan batin) dari dosa-dosa, merasakan kedamaian dan ketenteraman serta mendamaikan lingkungan sekitar. “Bacalah Al-Qur’an yang telah di wahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya, salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Ketahuilah, salat itu lebih besar keutamaannya daripada ibadah lain. Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” ( Q.S. Al-‘Ankabūt [29]: 45).
Abu Hurairah r.a. berkata, saya telah mendengar Rasulullah Saw. bersabda, “Bagaimanakah pendapat kamu kalau ada sebuah sungai di muka pintu salah seorang di antara kamu, dan ia mandi di sungai itu setiap hari lima kali. Apakah masih tertinggal kotorannya?” Jawab sahabat, “Tidak,” Rasulullah menambahkan, “Maka demikianlah shalat lima waktu. Allah menghapus dengannya dosa-dosa.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Mendirikan shalat lima waktu merupakan suatu kewajiban atau keniscayaan dari Allah, apabila melanggarnya berarti telah menyimpang dari fitrahnya. Konsekuensinya, orang yang meninggalkan shalat, berarti dalam posisi menzalimi diri sendiri sehingga ia dalam situasi kehidupan yang tidak damai, resah, takut, dan bermasalah. Lakukanlah shalat dengan konsisten sampai ajal tiba, akan dirasakan ketenteraman.
“Sesungguhnya, orang-orang ber iman, mengerjakan kebajikan, me laksanakan salat, dan menunaikan zakat mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” ( Q.S. Al-Baqarah [2]: 277).
Karena itu shalat akan menjadi mediator turunnya pertolongan Allah Swt. “Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan salat. Salat itu berat, kecuali bagi orang-orang khusyuk, yaitu mereka yang yakin akan menemui Tuhannya dan akan kembali kepada-Nya.” ( Q.S. Al-Baqarah [2]: 45-46).
3. Mengeluarkan Zakat
Ayat-ayat Allah yang tersurat di dalam Al-Qur’an tentang wajibnya mengeluarkan zakat selalu bergandengan dengan ayat tentang mendirikan shalat. Shalat dan zakat merupakan ibadah vertikal dan horizontal. Shalat dimulai dengan takbir (vertikal) dan diakhiri dengan salam (sebagai kekuatan dalam implementasi habluminannas; mendamaikan dan menyejahterakan sesama manusia).
Mengeluarkan zakat pun merupakan suatu keniscayaan, sebagai media pengaktualisasian fi trah, yaitu kerinduan hidup dalam kebersamaan yang penuh kasih sayang, kesejahteraan, kedamaian, dan ketenteraman.
4. Taat pada Allah dan Rasul-Nya
Taat pada Allah dan Rasul-Nya adalah tunduk pada aturan Allah (Islam) yang dibawa oleh Rasul-Nya, yaitu Nabi Muhammad Saw. “Apabila diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan per kara di antara mereka, hanya orang-orang mukmin yang berkata, ‘Kami mendengar dan kami taat.’ Mere ka itu lah orang-orang beruntung.” ( Q.S. An-Nūr [24]: 51)
“Siapa pun yang menaati Allah dan Rasul (Muhammad), mereka akan bersama-sama dengan orang yang diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Itu adalah karunia Allah dan cukuplah Allah yang Maha Menge tahui.” ( Q.S. An-Nisā’ [4]:
Menjalankan aturan-aturan Allah dengan menjadikan Rasulullah sebagai tauladan adalah sebagai bukti pengabdian kepada Allah dan kecintaan kepada Rasul-Nya. “Allah menurunkan kepadamu Al-Qur’an yang mengandung kebenaran dan membenarkan kitab-kitab sebelum nya. Allah juga menurunkan Taurat dan Injil.” ( Q.S. Āli ‘Imrān [3]: 31).
Itulah langkah-langkah utama untuk menjadi wali Allah; berdakwah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, dan menaati Allah dan Rasulullah Saw. Apabila empat hal ini sudah terlaksana, sifat-sifat mulia lainnya seperti jiwa taubat, pemaaf, dermawan, tawakal,
akan ikut serta. Wallahu A’lam. * Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected] atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam
PERCIKANIMAN.ID – – Bayi yang tumbuh dalam kandungan selama kurang lebih 9 bulan, kelahirannya akan sangat dinanti-nantikan sebagai anugerah dari Allah Swt. Lahirnya generasi baru manusia melalui proses yang begitu panjang. Janin yang hidup dalam rahim seorang perempuan ini berproses dalam tiga fase yang berbeda.
Dikutip dari okezone yang di himpun dari, buku Basic Human Embriology yang menjadi buku panduan bidang embriologi menjelaskan bahwa kehidupan dalam rahim memiliki tiga fase yaitu pre-embrionik, embrionik, dan janin.
Fase ini sesuai dengan yang disebutkan dalam salah satu ayat Al-Quran yang diturunkan 14 abad lalu. Al-Quran telah menyiratkan mengenai hal ini jauh sebelum manusia menemukan teknologi untuk meneliti dan mengindrai fase bayi dalam kandungan dengan alat USG.
” Allah menciptakanmu dari diri yang satu (Adam), kemudian darinya Allah jadikan pasangannya dan menurunkan delapan pasang hewan ternak untukmu. Allah menjadikanmu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. <span “; mso-fareast-font-family:Calibri;mso-fareast-theme-font:minor-latin;color:black; ‘>Yang melakukan hal itu adalah Allah, Tuhanmu, Tuhan yang memiliki kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Allah. Mengapa kamu dapat dipalingkan?” (QS. Az-Zumar : 6)
Sains juga menjelaskan bahwa ada tiga tahapan bayi di dalam kandungan. Ketiga fase tersebut antara lain fase pre-embrionik, embrionik dan fetus.
Fase Pre-embrionik
Ini merupakan fase pertama saat zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel hingga terbentuk segumpal sel yang akan membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhannya yang membesar, sel-sel penyusun zigot akan mengatur dirinya sendiri untuk membentuk tiga lapisan. Fase ini akan berproses saat umur janin mencapai dua setengah minggu pertama.
Fase Embrionik
Fase kedua dimulai setelah fase pertama hingga akhir minggu ke delapan, atau berlangsung selama lima minggu. Dalam fase ini, calon bayi disebut sebagai embrio. Organ dan sistem tubuh bayi akan mulai terbentuk dari lapisan-lapisan sel embrio.
Fase Fetus
Fase ini dimulai pada minggu ke delapan hingga bayi dalam kandungan lahir ke dunia. Dalam fase ini bayi disebut dengan fetus. Fase ini ditandai dengan fetus yang menyerupai manusia, mulai dari wajah tangan dan kakinya. Semua organ dari fetus ini juga mulai tampak setelah berproses selama kurang lebih 30 minggu, meskipun awalnya hanya berukuran 3 centimeter.
Jauh sebelum sains modern menemukan proses pembentukan embrio manusia, pada ke-7 M, Al-Quran telah menjelaskan proses pembentukan embrio manusia. Prof Keith L Moore, guru besar Departemen Anatomi dan Biologi Sel Universitas Toronto pun telah membuktikan kebenaran firman Allah Swt itu.
“Saya tak tahu apa-apa tentang agama, namun saya meyakini kebenaran fakta yang terkandung dalam Alquran dan sunah,” papar Moore yang terkagum-kagum dengan kandungan Alquran yang secara akurat menjelaskan perkembangan embrio manusia.
Al-Quran secara gamblang telah menjelaskan proses pembentukan embrio manusia. Al-Quran telah berbicara tentang pertumbuhan janin di dalam perut ibu fase demi fase, padahal janin dan pertumbuhannya tidaklah terlihat dengan mata kepala dan tidak mungkin juga dijelaskan hanya dengan duga dan kira. Sains modern baru mengetahui proses penciptaan di alam rahim setelah ditemukannya alat–alat pemeriksaan modern.
“Saya sungguh sangat membahagiakan bisa membantu mengklarifikasi pernyataan Alquran tentang perkembangan manusia. Jelaslah bagi saya, pernyataan (Alquran) itu pastilah turun kepada Muhammad dari Tuhan,” papar Moore, ilmuwan terkemuka dalam bidang anatomi dan embriologi dikutip dari modernsscience.net
Proses penciptaan manusia di dalam rahim dijelaskan dalam Al-Quran
”Dan, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian, Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan segumpal darah. Lalu, segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. Lalu, tulang belulang itu Kami bungkus daging. Kemudian, Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain ….” (QS. Al-Mu’minun: 12-14). [ ]
PERCIKANIMAN.ID – – Pakar keamanan cyber, Pratama Persadha menyambut baik upaya pemerintah dalam meminimalkan tersebarnya konten negatif. Namun, dia juga menekankan keterbukaan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemekominfo) dalam merilis prosedur dan alasan sebuah situs diblokir.
“Masyarakat harus tetap mendapatkan penjelasan yang proporsional dan jelas. Jangan sampai nanti malah terkesan represif. Apalagi untuk memblokir sebuah situs, terutama portal berita misalnya, perlu juga melibatkan dewan pers, kecuali bila situs yang diblokir memang tidak jelas kepemilikan dan keberadaannya,” terangnya seperti dikutip dari Republika.co.id. Kamis (5/1/2017)
Chairman lembaga riset keamanan cyber CISSReC (Communication and Information System Security Research Center) ini menambahkan cukup riskan bila blokir-blokir ini tidak disertai hak dari para pemiliknya untuk melakukan penjelasan. Ini berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Pemerintah sebaiknya memberikan penjelasan bagaimana tahapan-tahapan dan alasan terperinci pemblokiran, sehingga bisa diterima masyarakat luas.
“Pemerintah harus menghindari terjadinya chaos di wilayah cyber tanah air. Menghindarkan masyarakat dari berita hoax sangat baik. Namun jangan sampai karena kurangnya sosialisasi menjadikan ini sebagai area perang baru dari orang-orang yang jago di dunia maya,” jelasnya.
Pratama menjelaskan, dirinya cukup khawatir bila pemerintah tidak cukup memberi ruang mediasi, akibatnya bisa muncul prasangka buruk yang bisa berakibat saling serang antar peretas, baik menyerang situs berita maupun akun media sosialnya. “Posisi kita juga cukup rawan karena di Indonesia belum ada Badan Cyber Nasional. Jadi bila ada saling retas di antara beberapa kelompok di tanah air, aparat kepolisian praktis akan sangat kesulitan. Karena itu sudah tepat bila Presiden Jokowi memerintahkan segera pembentukan Badan Cyber Nasional,” terangnya.
Beberapa kali pemblokiran oleh Kemenkominfo, ada beberapa situs yang secara isi tidak ada kaitan dengan tindakan teroris dan radikal, juga tidak menyebarkan ujaran kebencian. Hal inilah yang ditakutkan terjadi kembali, sehingga sudah sepatutnya pemerintah tetap bijak dan selektif dalam melakukan pemblokiran situs yang dianggap berbahaya.
Pratama juga menambahkan pentingnya menghapus berita hoax di mesin pencari seperti Google. Hal ini dilakukan banyak negara, salah satunya Jerman. Berita dan gambar yang dianggap menyesatkan masyarakat tidak hanya diblokir, namun juga dihilangkan dari mesin pencari di internet.
Sementara itu Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menegaskan sikapnya terkait pemblokiran 11 situs-situs Islam yang dianggap Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Bagi dia adanya pertentangan terkait pemblokiran ke-11 situs tersebut, harusnya tidak dilakukan sepihak.
Hidayat mengungkapkan, publik juga sangat prihatin dengan maraknya ujaran kebencian belakangan terakhir. Berita-berita fitnah, hoax, adu domba hingga penistaan agama, memang itu semua diberantas dan harus diproses hukum.
“Tapi juga bukan berarti dilakukan di luar proses hukum atau aturan yang berlaku. Karena kalau dilakukan sepihak tanpa tolak ukur, menjadi subyektifitas penguasa,” katanya.
Kominfo menurutnya harus melakukan konfirmasi atau menyampaikan bukti apakah benar tuduhan bahwa situs tersebut menyampaikan ujaran kebencian, SARA atau menyebarkan radikalisme dan terorisme.
Dan bila dalam proses pemblokiran, hal itu tidak dilakukan, menurutnya pengelola situs bisa menyampaikan protes terbuka. Apalagi bila yang dituduhkan, tersebut tidak sesuai dengan fakta adanya pesan ujaran kebencian, mengajak terorisme dan radikalisme.
Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid yang mengatakan sangat aneh jika kepolisian saat ini melakukan pemblokiran situs-situs apapun seperti situs umat Islam. Karena, kata Sodik, tidak ada bedanya dengan pembredelan media umat Islam dan media lain pada awal-awal orde baru.
“Jadi ini sebuah kemunduran berdemokrasi,”
Sodik menjelaskan dasar dan ciri utama negara demokrasi. Yakni, kata Sodik, kebebasan berpendapat. Dengan kebebasan berpendapat maka terjadi mekanisme saling kontrol, transparanasi dan akutabilitas.
“Yang dengan itu bangsa dan masyarakat menjadi maju,” ujarnya.
Sodik mengatakan demokrasi berkualitas dengan beradu argumen, data, fakta dan analisa. Bukan beradu kebencian dan permusuhan, kata Sodik, apalagi di negara Indonesia yang berbudaya Pancasila.
Sodik menjelaskan jika harus ada pengaturan media maka bukan dengan cara pembredelan tapi intensifikasi sosialisasi Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik dan regulasi lainnya. Selain itu, kembangkan dialog dan edukasi tanggungjawab terhadap bangsa dan negara dibalik kebebasan berpendapat.
“Inilah pola kerja negara dan aparat yang peduli pertumbuhan demokrasi,” ucapnya. [ ]
PERCIKANIMAN.ID – – Sejumlah pengurus media Islam online mendatangi kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) di Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (04/01/2017).
Kedatangan mereka untuk meminta klarifikasi terkait pemblokiran sejumlah situs-media Islam online belum lama ini.
Rombongan ditemui Dirjen Aplikasi dan Informatika (Aptika), Samuel A. Pangerapan di ruang rapat Ali Murtopo. Didaulat sebagai juru bicara media Islam, Muhammad Pizaro dari Islampos.com, menyampaikan keberatannya atas pemblokiran sepihak oleh Kemkominfo.
Pizaro menilai, Kemkominfo telah menyalahi Undang-Undang ITE tahun 2008 pasal 15, dimana Kemkominfo seharusnya melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan media-media bersangkutan sebelum melakukan pemblokiran.
“Sebagian besar media-media bersangkutan itu memiliki alamat dan nomor kontak yang jelas. Kami juga berbadan hukum,” tegas Pizaro lansir Islamic News Agency (INA).
Pemerintah Blokir Media Berbadan Hukum
Ia juga menyayangkan cara pemblokiran oleh Kemkominfo yang dinilainya tidak etis.
Padahal, kata Pizaro, tim panel Kemkominfo pada pemblokiran media-media Islam tahun 2015 menegaskan bahwa proses dialog dan musyawarah itu akan dilakukan sebelum proses pemblokiran.
“Saya masih ingat betul yang mengatakan itu adalah perwakilan Kemenko Polhukam yang masuk tim panel Kemkominfo. Maka kami memandang, Kemkominfo mempunyai iktikad baik untuk melalukan komunikasi sebelum menetapkan regulasi pemblokiran,” terangnya.
Pizaro menambahkan, dalam era reformasi seyogyanya proses dialog dan komunikasi antara pemerintah dan media itu terjalin dengan baik.
“Rasa-rasanya, pada zaman Orde Baru saja proses dialog itu tetap dilalukan sebelum melakukan pemblokiran,” tukasnya.
Media yang Diblokir Dituding tak Termasuk Produk Jurnalistik
Menanggapi hal itu, Kepala Ditjen Aptka, Samuel A Pangerapan beralasan, pihaknya tidak melakukan pemberitahuan terlebih dahulu karena situs-situs yang diblokir menurutnya tidak termasuk produk jurnalistik.
“Kita tidak melakukan pemblokiran kecuali kalau dia termasuk produk jurnalistik. Kita sangat hati-hati kalau dia memang produk jurnalistik. Kita berkonsultasi dengan Dewan Pers untuk selanjutnya melakukan proses hak jawab dan sebagainya,” kata pria yang karib disapa Sammy itu.
Sammy juga tidak memberikan penjelasan secara rinci terkait konten yang menjadi alasan pemblokiran. Ia mengatakan pihaknya akan membalas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan media-media Islam tersebut.
“Nanti mengenai surat keberatan, permintaan normalisasi dan pertanyaan-pertanyaan itu, karena dikirimnya secara resmi, kita juga jawabnya akan membalasnya secara resmi supaya terdokumentasi,” ujar dia.
Audiensi dihadiri oleh perwakilan media-media Islam dari Islampos.com, kiblat.net, voa-islam.com, dakwahtangerang.com serta asosiasi jurnalis Islam dari Jurnalis Islam Bersatu (JITU) dan Forum Jurnalis Muslim (Forjim).
Hadir juga Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, pakar komunikasi Prof Henri Subiakto serta perwakilan dari Bareskrim Mabes Polri.* Ally Muhammad Abduh/INA .[ ]
Setiap muslim pasti mendambakan memiliki keluarga yang sakinah, mawadah dan penuh rahmah (samara). Inilah konsep keluarga yang islami dan surgawi seperti yang dicontohkan Rasulullah Saw. Dalam skala yang lebih besar, setiap muslim pasti menginginkan lingkungan yang islami pula, yakni tinggal di lingkungan yang terdiri dari keluarga-keluarga samara.
Tinggal di lingkungan yang islami merupakan karunia sekaligus “rezeki” yang tak ternilai harganya. Penghuni dalam lingkungan yang demikian insya Allah hidup dalam “surgawi dunia’ dan insya Allah menjadi para penghuni surga kelak.
Konsep lingkungan yang islami memang memiliki ciri dan “keunikan” tersendiri. Masyarakat yang tinggal di hunian ini diajarkan untuk menanamkan nilai-nilai sekaligus mengamalkan apa yang diajarkan Islam. Dalam bergaul dan bertangga, juga dibatasi dan diatur dengan etika islami yang telah dicontohkan nabi.
Dari sisi arsitektur ataupun fisik lingkungannya pun harus tercermin dan mengusung serta menonjolkan nilai-nilai Islam. Terlihat dari bentuk bangunannya serta tidak menampakkan aurat penghuninya yang dapat terlihat dari luar rumah. Hal ini tercermin dari posisi dan tata letak ruangan serta furnitur yang mengikuti aturan agama juga menjadi ciri khas rumah Islami seperti penempatan kloset kamar mandi yang tidak mengarah ke kiblat ataupun membelakanginya. Demikian furnitur yang digunakan pun tidak berlebihan, sederhana dan tidak terkesan bermewah-mewahan namun tetap terlihat anggun, mempesona serta mengundang keberkahan.
Lingkungan perumahan islami sesuai syariat sejatinya mendukung aktivitas ibadah secara berjamaah termasuk menuntut ilmu agama. Dengan demikian hadirnya Taman Pendidikan Al-Quran (TPA), pengajian dan masjid adalah sebuah keniscayaan. Begitu pun hadirnya fasilitas pendukung lainnya seperti sarana sosial yang islami. Seperti arena olahraga yang memisahkan antara pria dan wanita yang bukan muhrimnya, atau pengaturan waktu penggunaan sehingga tidak menimbulkan fitnah.
Di lingkungan perumahan islami pun ada beberapa aktivitas tidak diperkenan untuk dikerjakan sesuai larangan dalam ajaran Islam, seperti memelihara anjing, menjual maupun mengonsumi miras dan sebagainya. Tentu hal ini untuk menjaga keharmonisan dalam hidup bertetangga.
Model Rumah Royal Orchid Villa
Bebas Riba
Salah satu hal yang tidak kalah penting dalam memperoleh hunian dalam lingkungan islami adalah cara mendapatkannya. Idealnya adalah membeli hunian dengan cara tunai (cash). Namun sekiranya harus dilakukan dengan cara mencicil (kredit) maka tentu saja harus sesuai dengan syariah sesuai ajaran Islam. Dalam transaksinya harus terbebas dari unsur riba, masyir (judi), gharar (ketidakpastian), suap, maksiat dan barang haram lainnya.
Menurut bahasa atau lugat, pengertian riba artinya ziyadah (tambahan) atau nama’ (berkembang). Sedangkan menurut istilah pengertian dari riba adalah penambahan pada harta dalam akad tukar-menukar tanpa adanya imbalan atau pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara batil.
Di dalam ayat Al-Qur’an, Allah Swt melarang orang Mukmin memakan riba sebagaimana dijelaskan dalam Surat Al-Baqarah ayat 278:
Artinya: “ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut), jika kamu orang yang beriman.” (Q.S. Al-Baqarah: 278)
Saat ini, hanya sedikit saja di antara masyarakat yang membeli rumah secara tunai. Kebanyakan mereka membelinya secara kredit menggunakan fasilitas pinjaman bank baik itu bank konvensional maupun syariah. Mengenai hal ini, ada pendapat ulama terbagi menjadi dua. Ada yang mengharamkannya, namun ada pula yang menghalalkannya dengan alasan darurat.
Namun tentu saja, semua kembali kepada setiap muslim dalam mengambil pilihan. Tetapi kita sebagai muslim yang cerdas tentu perlu menghindari hal-hal yang bersifat syubhat. Selain itu, saat ini pun ada banyak cara dan strategi yang dapat ditempuh untuk membeli rumah tanpa harus menggunakan jasa pinjaman dari pihak ketiga dalam hal ini, bank.
Salah satu pilihan yang dapat diambil adalah membeli properti yang menawarkan pembelian dengan skema cicilan langsung ke pengembang/developer. Skema ini sesuai dengan prinsip hukum syariah yang menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Didalam akadnya hanya ada 2 pihak, yaitu pihak penjual dan pihak pembeli, tanpa ada pihak ketiga atau bank di dalam akad jual beli tersebut. Skema ini kita sebut saja skema kredit rumah syariah.
Khusus bagi Anda yang sedang mencari hunian di Kota Bandung, saat ini tersedia perumahan yang menawarkan skema kredit rumah syariah. Perumahan tersebut adalah ROYAL ORCHID VILLA yang terletak di kawasan sejuk di perbukitan Cipageran kota Cimahi.
Menurut Direktur Utama ROYAL ORCHID VILLA Arief Sungkar, perumahan ini dibangun dengan konsep 100 persen sesuai kaidah hukum syariah, baik dari sisi kawasan lingkungan, arsitektur bangunan maupun akad pembeliannya.
“ROYAL ORCHID VILLA adalah perumahan syariah yang tidak melibatkan jasa perbankan, baik syariah apalagi konvensional. Sehingga jika Anda ingin membelinya dengan cara kredit, maka Anda akan tetap terbebas dari sistem riba, gharar, maisyir dan segala praktek curang lainnya,” ungkap Arief.
Murni Syariah
Arief menjelaskan, pembiayaan secara kredit rumah syariah di ROYAL ORCHID VILLA dapat dikatakan murni syariah karena beberapa hal penting yang membedakan dengan fasilitas KPR bank konvensional maupun syariah.
”Di antaranya transaksi tidak melibatkan pihak ketiga (bank), pembiayaan langsung ke developer, cicilan tanpa bunga tanpa denda. Tanpa akad bermasalah, konsumen tanpa harus melewati proses BI Checking. Kami juga tidak melakukan sita, karena rumah langsung menjadi milik konsumen setelah diserah-terimakan. Selain itu cicilan bersifat flat atau tak ada kenaikan angsuran akibat perubahan karga,” jelas Arief.
Dengan konsep kredit rumah syariah tersebut, Arief yakin konsumen akan terhindar dari ancaman riba dan dosa. Konsumen akan merasa tentram karena konsep syariah sudah diterapkan sejak dari memilih hunian hingga terjadinya transaksi. Semua dilandasi prinsip dan semangat mengamalkan konsep syariah sesuai ajaran Islam yang sempurna, mudah, adil dan mulia. terangnya.
Lingkungan Sejuk dan Strategis
Dengan mengusung konsep “Modern Islamic Harmonic Living” ROYAL ORCHID VILLA sangat layak menjadi pilihan. Di perumahan ini akan dibangun sekitar 200 unit di lahan seluas 2,2 Ha. Perumahan ini sangat strategis karena terletak di dekat pusat Kota Cimahi dengan udara sejuk dan lingkungan alam asri, bersih dan indah.
Berikut ini adalah beberapa kelebihan yang ditawarkan ROYAL ORCHID VILLA :
LOKASI:
• Hanya sekira 5 km ( 10 menit) dari Pusat Kota dan Pemerintahan Cimahi ( Balai Kota, DPRD, Alun-alun, Masjid Agung)
• Hanya sekira 6 km (12 menit) dari Pusat Bisnis dan Perbelanjaan Cimahi Trade Mall (CTM)
• Hanya sekira 6 km (13 menit) dari Stasiun Kota Cimahi dan Sekolah-sekolah Islam Favorit
• Hanya sekira 7 km (15 menit) dari RSUD Kota Cimahi, RS Mitra Kasih dan RS Dustira
• Hanya sekira 5 km (10 menit) dari Pusat Rekreasi Keluarga Alam Wisata Cimahi (AWC) dan Air Terjun Curug Cimahi.
• Hanya sekira 5 km (10 menit) dari Universitas Jend.Ahmad Yani (Unjani)
• Hanya sekira 15 km (25 menit) dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung dan Terminal Bus Utama Leuiwipanjang
• Hanya sekira 10 km (17 menit) dari Pintu Toll Padalarang dan Pasteur
• Hanya sekira 12 km (20 menit) dari Wisata Alam Lembang (Tangkuban Perahu)
• Hanya sekira 7 km (15 menit) dari Kampus Polban dan UPI
• Hanya sekira 10 km (17 menit) dari Kampus Unpad dan ITB
• Hanya sekira 17 km (30 menit) dari Paris Van Java (PVJ) dan Cihampelas Walk (Ciwalk).
• Hanya sekira 20 km (40 menit) dari Gedung Sate dan Gasibu
•Hanya sekira 23 km (45 menit) dari Trans Studio Mall (TSM)
FASILITAS :
– Terdiri dari Beberapa Tipe Rumah dengn konsep Villa yang Ramah Lingkungan Hingga Membuat Hunian Kian Nyaman
– Ruko dan pendukung kegiatan ekonomi yang mandiri
– Masjid sebagai Pusat Kegiatan Islami
– Rumah Tahfidz dan Ruang Serbaguna serta Ruang Belajar
– Gratis Belajar di Rumah Tahfidz bagi Anak-Anak Penghuni Perumahan
– Majlis Ta’lim dan Komunitas Bisnis Islami
– Lubang Biopori di Setiap Rumah
– Tempat Sampah Organik dan Nonorganik di Setiap Rumah
– Bibit Tanaman Obat, Buah, atau Sayuran yang Bisa Dipilih untuk Ditanam
– Taman Hijau Area Bermain untuk Umum
– Arena Olahraga
– One Gate System
– CCTV 24 Jam
– Petugas Keamanan 24 Jam
– Jalan Utama Lebar 8 meter dan Jalan Pendukung Lebar 6 meter
– Kolam renang pribadi untuk tipe 65
– Dilengkapi dengan tangga kolam renang
-On/Off lampu secara otomatis
– Mengatur temperature ruangan otomatis
– Kontrol rumah secara online system
– Panel Surya untuk swadaya listrik
– Kapasitas sampai 1500 w per hari
– Menghemat tagihan listrik
* Tersedia 200 unit dengan 3 tIpe terbaik ( Type 38/72, Type 65/78 dan Ruko 100/50)
Harga mulai Rp. 400 jutaan
CARA MENDAPATKAN UNIT
Dapatkan informasi akurat mengenai perumahan ini dengan mengirim data Anda via pesan WhatsApp dengan format:
ROV_NAMA_ALAMAT_NO.WA_EMAIL
Ke WA: 08121041637
Lalu, Apa yang akan Anda Dapatkan setelah menghubungi kami?
1. Silaturrahim yang akrab dan hangat serta penuh kekeluargaan sebagai bagian dari ukhuwah islamiyah
2. Memperkenalkan skema perumahan syariah tanpa riba.
3. Mendapatkan prioritas memilih unit sesuai Nomor Urut Pemesanan (NUP) yang terdaftar.
4. Menjelaskan investasi syariah terbaik yang bisa dilakukan oleh setiap orang
5. Konsultasi syariah via online setelah gathering
6. Pengenalan Lokasi Proyek Royal Orchid Villa
Insya Allah kami akan memberikan update informasi kepada para peminat. Jangan sampai Anda menyesal melewatkan kesempatan mendapatkan hunian dan investasi yang islami di kawasan perumahan syariah terbaik di Kota Cimahi ini.
PERCIKANIMAN.ID – – Menggunakan situs web media sosial adalah salah satu kegiatan yang paling umum yang dilakukan orang saat ini. Sayangnya penggunaan media sosial (medsos) juga sudah merambah kalangan remaja bahkan anak-anak. Setiap situs web yang memungkinkan interaksi sosial dianggap sebagai situs media sosial, termasuk situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, MySpace, dan situs game online serta situs dunia maya lainnya.
Situs tersebut menawarkan kepada penggunanya sebagai portal untuk hiburan dan komunikasi yang tumbuh secara eksponensial dalam beberapa tahun terakhir. Untuk alasan ini, penting bagi orang tua menjadi sadar akan sisi buruk situs media sosial, mengingat bahwa tidak semua dari mereka adalah lingkungan yang sehat bagi anak-anak. Saatnya orangtua membantu anggota keluarga untuk memahami situs tersebut dan mendorong penggunaan yang sehat. Orangtua harus memantau potensi negatif dari penggunaan medsos secara berlebihan.
Seperti dilaporkan Gwenn Schurgin O’Keeffe dan Kathleen Clarke-Pearson dari hasil penelitiannya yang dipublikasikan pediatrics.aappublications belum lama ini menyebutkan bahwa ada beberapa dampak buruk jika anak kecanduan medsos Menggunakan media sosial menjadi sagat berisiko bagi anak jika tidak disadari para orangtua. Dampak itu sebagai berikut:
Depresi Facebook
Para peneliti telah mengusulkan sebuah fenomena baru yang disebut “depresi Facebook,” yang didefinisikan sebagai depresi yang terjadi ketika praremaja dan remaja menghabiskan banyak waktu di situs media sosial, seperti Facebook, dan kemudian mulai menunjukkan gejala klasik depresi. Intensitas dunia online dianggap menjadi faktor yang dapat memicu depresi pada beberapa anak danremaja. Seperti depresi offline, anak dan remaja yang menderita depresi Facebook beresiko untuk isolasi sosial dan kadang-kadang beralih ke situs berisiko untuk “membantu” mengatasi dirinya sendiri.Namun kunjungan ke situs beresiko tersebut membuka peluang dapatkan promosi penyalahgunaan zat berbahaya (narkoba), atau perilaku agresif yang merusak diri sendiri.
Cyberbullying dan Pelecehan online
Cyberbullying sengaja menggunakan media digital untuk berkomunikasi palsu, memalukan, atau bermusuhan informasi tentang orang lain. Ini adalah risiko online yang paling umum untuk semua anak dan remaja. Meskipun “pelecehan secara online” sering digunakan bergantian dengan istilah “cyberbullying,” sebenarnya merupakan entitas yang berbeda. Data saat ini menunjukkan bahwa pelecehan online tidak seperti pelecehan offline (dunia nyata).
Bullying di media sosial sangat cepat menyebarnya tanpa bisa digendalikan siapa saja yang menerima kiriman yang bersifat pelecehan tersebut. Beberapa kasus tindakan bullying bahkan menyebabkan korbannya melakukan tindakan nekad dengan mengakhiri hidupnya.
Sexting
Sexting dapat didefinisikan sebagai “pengiriman, penerimaan, atau meneruskan pesan seksual eksplisit, foto, atau gambar melalui ponsel, komputer, atau perangkat digital lainnya.” Banyak dari gambar-gambar ini menjadi didistribusikan dengan cepat melalui telepon seluler atau internet. Fenomena ini tidak terjadi di antara populasi anak dan remaja. Survei terbaru mengungkapkan bahwa 20% remaja telah mengirim atau diposting foto atau video porno oleh orang yang tak dikenal atau iklan terselubung.
Jika gadget telah melakukan registrasi (mengunduk) layanan aplikasi yang menyediakan konten dewasa maka secara otomatis dan berkali pihak penyelanggara akan mengirimkan gambar (foto) atau video bahkan artikel dewasa tanpa kita minta. Untuk itu orangtua harus memastikan gadget anak bersih dari aplikasi atau bahkan games yang diperuntukan bagi pengguna dewasa.
Banyak situs media sosial menampilkan beberapa iklan seperti iklan banner, iklan perilaku (iklan yang menargetkan orang-orang atas dasar perilaku browsing Web mereka). Risiko utama anak dan remaja yang terlalu aktif di medsos adalah adanya risiko penyalahgunaan teknologi, kurangnya privasi dan berbagi informasi palsu lainnya. Selain itu aktivitas berlebihan di internet sembarangan juga bisa membuat anak-anak lebih mudah bagi pemasar dan penipu untuk menargetkan sasarannya.
Hal ini sangat penting bagi orang tua untuk menyadari iklan perilaku, karena mereka yang umum di situs media sosial dan beroperasi dengan mengumpulkan informasi tentang orang menggunakan situs dan kemudian menargetkan profil orang itu untuk mempengaruhi keputusan pembelian. Pengaruh iklan yang kuat dimulai segera setelah anak-anak mulai kenal dengan dunia online. Untuk itu beberapa perkumpulan dokter anak dan ahli psikologi di Kanada bahkan sampai merekomendasikan kepada orangtua sampai anak berusia diatas 10 tahun jangan dulu terpapar dengan telepon pintar (smartphone atau gadget). [ ]
Pak ustadz apa arti tafakur dan dengan cara apa kita bertafakur ? Terimakasih (by:Rena)
Tafakur secara luas dimaknai sebagai sikap kita dalam merenungi dan memahami ayat-ayat Allah di muka bumi dengan tujuan untuk meningkatkan dan menambah keimanan kita. Ayat tentang perintah untuk tafakur dalam Al-Quran lebih dari 50 ayat. Salah satunya dapat kita baca dan sering kita dengar adalah Q.S Al-Imron ayat 190-191:
“Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), Ya tuhan kami, tidaklah engkau menciptakan semua ini sia sia, Maha suci engkau, lindungilah kami dari azab neraka”.
Dalam surat tersebut disebutkan Ulul albab yaitu orang yang mengingat Allah saat berjalan duduk berbaring. Maksudnya, setiap langkah dan jalan hidupnya selalu dibimbing oleh Allah. Orang-orang beriman itu selalu berzikir saat berbaring, berjalan, berdiri ataupun duduk. Semisal, Mahasiswa yang berjuang sungguh-sungguh untuk kuliahnya, sampai orang tuanya menjadi senang , itu bisa dikatakan berzikir, berzikir secara prilaku.
Lahirnya ilmu-ilmu itu dihasilkan dari proses tafakur. Karena tafakur itu proses mengasah intelektual sehingga orang yang banyak tafakur akan menjadi orang berilmu pada bidangnya masing-masing. Dengan demikian ia cerdas secara intelektual memahami ayat Allah dengan akal sehingga melahirkan ilmu pengetehuan. Juga cerdas secara spiritual dimana keimanan dan ketakwaannya kepada Allah semakin tinggi. Manusia itu dimuliakan karena akalnya, sehingga akal harus kita sesuaikan dengan minat dan potensi kita untuk bertafakur, sehingga dari tafakur akan lahir kemuliaan dan peradaban.
Cara tafakur harus dikembalikan kepada bidangnya masing-masing. Orang yang ahli kedokteran harus tafakur di bidang tersebut, juga berlaku bagi bidang lainnya. Sebagai contoh ketika telinga kita terbatas untuk mendengar, dengan tafakur lahirlah alat telekomunikasi yang bisa menghubungkan orang dari belahan dunia, dan mengatasi pendengaran kita yang terbatas tadi. Karena kita bisa mendengar suara dari jarak jauh, yang sebelumnya belum terpikirkan.
Orang yang tafakur akan perilaku burung kemudian melahirkan dan tercipta pesawat terbang. Orang tafakur akan perilaku ikan maka akan melahirkan kapal laut dan kapan selam. Demikian juga dengan lahirnya ilmu pengetahuan dan tenologi lainnya. Jadi tafakur itu bagaimana cara kita mengarahkan seluruh pikiran kita untuk menemukan ilmu, setelah menjadi orang berilmu yang harus dimunculkan adalah kerendahan hati. Orang-orang yang beriman (kaum muslim) seharusnya mampu melahirkan ilmu pengetahuan dan teknologi sebanyak-banyak karena ia mengimani ayat-ayat Allah dan memikirkannya. Wallahu’alam. [ ]