Beranda blog Halaman 395

Anak Mulai Berbahasa Kasar ? Begini Mengatasinya.

0

Oleh: dr.Zulaehah Hidayati*

 

 

PERCIKANIMAN.ID – – Ketika nanda berbahasa kasar dan membuat Ayah Bunda marah, meninggalkannya adalah lebih baik dari pada kelepasan memarahi. Hindari terpancing untuk berdebat. Tentunya dengan hal ini saja nanda tidak akan bisa menghentikan perilaku buruk ini. Memberikan pemahaman, membuat kesepakatan tentang aturan bahasa dan konsekuensi pelanggarannya adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan.

 

Berikut contoh-contoh situasi anak berbahasa kasar…

 

Anak-anak kita yang pintar akan berusaha mendebat kebijakan-kebijakan kita. Ketika mereka mulai mendebat, “Ibu itu bodoh. Pokoknya gak akan nurut kata Ibu”. Seorang ibu membalas kata-kata itu bukanlah tindakan bijak, justru akan memancing kata-kata bernada sama yang tentu akan membuat kita saling menyakiti dengan anak. Anak mendebat, bukan untuk dibalas, tapi untuk disikapi dengan bijak.

 

Baik Ayah Bunda, jika anak kita berbahasa kasar atau kotor maka lakukan beberapa langkah berikut:

 

  1. Kita harus menggunakan Pengasuhan anak yang benar. Pertama kita harus memahami Anak adalah anugerah, bahwa mereka lahir untuk belajar termasuk belajar berbahasa. Mereka akan menemukan berbagai bahasa, dan kita bertugas membimbing mereka untuk berbahasa baik. Langkah selanjutnya adalah kita harus laksanakan beberapa hal :

 

  1. Redam amarah terutama ketika anak berbahasa kasar karena justru akan membuat anak semakin melawan dan juga bisa menyakiti mereka. Tentunya kalau kita membimbing dengan memarahi, anak kita juga belajar untuk memarah-marahi orang lain. Selanjutnya untuk membuat anak paham tentang perlunya bahasa yang baik.

 

  1. Empati mendengarkan setiap hari. Untuk Ayah Bunda yang bekerja di luar kota silakan gunakan teknik ini untuk membentuk kedekatan dengan anak. Kedekatan yang terbentuk akan meningkatkan kepatuhan anak terhadap arahan kita. Pastikan bila Ayah Bunda pulang untuk melaksanakan langsung langkah E ini. Disarankan juga menggunakan teknologi telepon bila belum bisa melaksanakan E secara langsung.

 

  1. Berkomunikasi dengan orang-orang serumah yang berpengaruh pada anak.

 

  1. Berikan pemahaman tentang perlunya berbahasa baik dengan urutan langkah Empati mendengarkan, Notifikasi pembicaraan, kemudian Tanamkan energi positi. Laksanakan langkah E dulu sehingga anak nyaman kemudian N, sampaikan tentang adanya perbedaan kebiasaan yang mungkin ada, dan perlunya berbahasa baik agar dapat diterima dengan baik oleh orang sekitar kita dan diakhiri T, yaitu pujian anak sholeh, anak yang berbahasa baik, dan sebagainya.

 

  1. Tunjukkan perilaku berbahasa baik selalu di depan anak karena anak adalah peniru ulung.

 

  1. Tanamkan energi positif dengan memberikan predikat positif yang mendorong anak berbahasa baik, misalnya : Anak sholeh, anak sopan, dan sebagainya. Di sisi lain hilangkan semua predikat negatif antara lain anak nakal, anak bodoh, dan sebagainya.

 

  1. Istiqomah dalam menjalankan langkah-langkah di atas dalam keseharian kita. Terapkan konsekuensi untuk menandakan bahwa kita sungguh-sungguh dengan aturan. Bila anak mulai berbahasa kasar, beri konsekuensi negatif. Contoh yang pernah Saya praktekkan adalah ketika anak Saya keceplosan berbahasa kasar, maka mainan kesukaannya akan disimpan di atas lemari dan baru bisa diambil keesokan harinya. Bila Ayah Bunda suka memberikan bintang sebagai reward , bisa juga konsekuensi negatifnya berupa diambil kembali 1 bintang.    Selamat mencoba ,semoga bermanfaat. [ ]

 

 

*Penulis adalah praktisi dan penulis buku-buku parenting serta pendiri komunitas “Rumah Parenting”

 

dr zule 2

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: [email protected] atau: [email protected]  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

 

 

SDM Profesional Kunci Bagi Kemajuan Koperasi Syariah 212

0

 

PERCIKANIMAN.ID — Koperasi Syariah 212 dinilai memiliki prospek yang bagus karena lahir dari idealisme dan spirit 212. Peneliti Ekonomi Syariah menyarankan agar Koperasi Syariah 212 tetap mengikuti kaidah hukum organisasi dan dikelola secara profesional.

“Organisasi hukumnya harus mengikuti kaidah organisasi agar bisa bertahan jangka panjang juga tumbuh besar,” kata Peneliti Ekonomi Syariah SEBI School of Islamic Economics (STEI SEBI), Aziz Setiawan seperti dikutip dari republika.co.id, Senin (23/1/2017).

Ia mengatakan, artinya ada kaidah-kaidah organisasi yang harus dipenuhi. Hal tersebut menjadi tantangan untuk Koperasi Syariah 212. Menurut pandangannya, memang ada beberapa organisasi atau koperasi yang bisa bertahan lama dan tumbuh besar.

Tapi, faktanya banyak juga ditemui koperasi yang bisa bertahan lama tapi tidak besar-besar. Kemudian, ada juga koperasi yang tumbuh besar dengan cepat tapi runtuhnya juga cepat. “Berharap Koperasi Syariah 212 tumbuh cepat dan besar tapi juga bertahan lama,” ujarnya.

Dijelaskan dia, ada perusahaan yang sudah bertahan sangat lama. Tapi setelah 200 tahun perusahaan tersebut tumbang karena ada kaidah organisasi yang dilanggar.

Menurutnya, prinsip paling mendasar untuk membangun koperasi yang anggota dan pemikirannya sangat banyak. Maka yang diperlukan adalah menyatukan semua itu menjadi sebuah kepercayaan terhadap leadership dan konsep organisasi. Kemudian, bagaimana mengupayakan agar manajemen dan SDM yang ada di dalam koperasi dibangun dengan budaya unggul.

Beberapa kalangan juga menyarankan agar koperasi ini berjalan dan bekerja secara professional , maju dan berkembang maka harus dikelola dan dijalankan oleh SDM yang handal dan professional pula. Hal ini tentu tidak berlebihan mengingat dalam persaingan dunia bisnis saat ini baik produk dan jasa semakin ketat maka profesionalisme adalah pilihan yang tidak bisa ditawar lagi.

Selain itu dengan berdirinya koperasi syariah 212 ummat Islam berharap ada kemajuan dalam bidang ekonomi. Sebab hingga saat ini masih banyak produksi maupun jalur distribusi yang kuasai nonmuslim, padahal marketnya adalah kaum muslimin. Demikian juga dengan sumber pendanaan atau permodalan usaha.  [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Foto: republika

Bagaimana Hukum Operasi Kecantikan Halal atau Haram?

0

Assalamu’alaikum wr wb. Pak Aam, saya pernah ikut pengajian salah satunya membahas masalah hukum operasi kecantikan yang katanya haram karena merubah suatu anugerah dari Allah. Lalu bagaimana dengan operasi bibir sumbing atau luka bakar? Apakah haram juga? Mohon penjelasannya. Terima kasih (Shanty by email)

 

Wa’alaikumsalam wr.wb. Iya Ibu Shanty dan juga pembaca sekalian memang sudah menjadi kodratnya jika wanita ingin selalu tampil cantik dalam kondisi apa pun. Cantik atau indah dalam Islam tidak dilarang karena itu salah satu anugerah dari Allah Swt. Dalam sebuah haditsnya Rasulullah Saw bersabda: “Allah itu indah dan Allah menyukai keindahan”. Namun seiring dengan bertambahnya usia proses penuaan adalah sebuah keniscayaan yang semua orang tidak bisa menolaknya.

Untuk mensiasatinya agar tetap terlihat cantik terkadang atau sebagian wanita ada yang melakukan operasi sebagai solusi dan jalan pintasnya. Dalam bahasa medis operasi kecantikan ini juga di sebut sebagai bedah kosmetik yang merupakan operasi plastik estetika  yang dilakukan untuk  memperindah bagian-bagian tubuh tertetntu.

Bedah kosmetik yang sudah populer diantaranya : Abdominoplasty yakni operasi untuk mengencangkan perut supaya tampak mulus. Vaginoplasty, operasi untuk mengembalikan bentuk organ kewanitaan seolah belum pernah melahirkan atau kembali gadis.  Kemudian ada yang disebut Mammoplasty, yakni operasi  untuk memperbesar payudara, atau memperkecil   payudara, atau untuk  mengencangkan payudara agar tidak terlihat kendur. Chin Implant operasi untuk memperindah bentuk dagu. Cheek Implant, operasi  untuk memperindah bentuk pipi agar terlihat lebih berisi . Eyelid Surgery, yaitu operasi untuk membentuk kelopak mata dan sebagainya.

Lantas bagaimana hukum bedah kosmetik yang semata-mata untuk kecantikan?. Dalam menjawab masalah ini setidaknya ada dua pendapat.

  • Ada ulama yang mengharamkannya dengan alasan bahwa mengubah ciptaan Allah adalah terlarang. Hal ini merujuk pada firman berikut. “”…  dan  aku (setan) akan suruh mereka (manusia) mengubah ciptaan Allah, lalu benar-benar mereka mengubahnya.” Barangsiapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia akan menderita kerugian yang nyata.” (Q.S. An-Nisaa’ [4]: 119).

Pada ayat ini ada penegasan bahwa syetan akan menyuruh manusia mengubah ciptaan Allah. Jadi kalau muslimah melakukan bedah kosmetik berarti sudah berani mengubah ciptaan Allah. Inilah alasan pendapat pertama yang mengharamkan operasi kecantikan atau operasi tubuh manusia secara umum.

  • Pendapat kedua mengatakan bahwa bedah kosmetik demi kecantikan hukumnya HALAL selama dikerjakan oleh dokter ahli dan tidak mencelakakan diri. Ada dua alasan yang dijadikan dasar, yaitu :

Alasan pertama, merujuk pada sabda Rasul Saw : Sesungguhnya Allah itu indah dan Allah menyukai keindahan. (HR. Muslim).  Apabila bedah kosmetik itu untuk memperindah, lalu apa yang salah dengan bedah kosmetik bukankah Allah itu menyukai keindahan ? Ini alasannya operasi kecantikan dibolehkan.

Alasan kedua, dalam kaidah hukum fikih Islam berlaku rumus Secara prinsip hukum duniawi itu boleh dilakukan kecuali ada dalil yang melarang“.  Bedah kosmetik adalah masalah duaniawi, tidak ada dalil yang melarang untuk melakukan itu. Selama bedah kosmetik itu dilakukan oleh dokter yang ahli, tidak mencelakakan diri, maka hukumnya boleh.

Namun yang tidak boleh diabaikan adalah niat dari operasi kecantikan itu untuk apa dan siapa?. Selain itu bagi yang sudah bersuami tentu harus seijin suaminya. Jika suaminya sudah ikhlas atau ridho dengan keadaan istrinya dan istrinya melakukan operasi kecantikan justru suami merasa tidak nyaman atau tidak ridho tentu ini tidak baik bagi sang istri. Jangan sampai seorang istri melakukan operasi kecantikan agar dipuji orang lain dan tampil dimuka umum (tabaruj) sementara suaminya tidak ridho. Ini tentu menjadi terlarang.

Cantik itu relatif dan subyektif sesuai anggapan orang yang memandangnya. Bagi seorang muslimah tentu tidak menjadikan cantik lahiriah (wajah dan penampilan) sebagai hiasan diri. Cantik hati (inner beauty) dengan akhlak mulia dan amal shalih tentu lebih utama. Cantik dengan keindahan dimulai dari gaya hidup  sehat dan bersih, sebagaimana yang Allah perintahkan

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan membersihkan diri” (QS. Al-Baqarah 2:222).

Untuk mengetahui pembahasan lebih detail tentang hukum kecantikan bagi seorang wanita Anda atau pembaca bisa membaca buku saya yang berjudul “FIQIH KECANTIKAN Panduan Cantik Sesuai Syariat” yang diterbitkan oleh Khazanah Intelektual.  Wallahu’alam. [ ]

 

Fiqih Kecantikan 1

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

 

 

Ratusan Ulama Gelar Pertemuan di Mojokerto Bahas Persoalan Bangsa

0

PERCIKANIMAN.ID – – Ratusan kiai dan ulama seluruh Indonesia menggelar pertemuan di Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadlul Jannah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (21/1/2017).

Tampak hadir dalam pertemuan itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin, KH Sholahuddin Wahid, KH Ali Akbar Marbun dari Medan, KH M. Sodri dari Jakarta, KH Amin Hamid dari Magelang dan beberapa kiai sepuh lainnya.

Selain itu, dua tokoh nasional yakni mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh dan Mantan Ketua DPR RI Marzuki Ali hadir pula dalam pertemuan itu. Para kiai dan tokoh nasional ini membahas tentang pembangunan ekonomi di kalangan pesantren.

“Para kiai ini ingin memberikan peran terutama dalam pemberdayaan ekonomi bangsa. Bagaimana menjadikan umat ini tidak hanya menjadi beban negara, tapi menjadikan umat yang mandiri dan memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara,” kata KH Ma’ruf Amin, seperti dikutip dari okezone.com.

Selain itu, para kiai ini mengaku perihatin atas gejolak yang akhir-akhir ini selalu menimpa bangsa Indonesia. Maka itu, para kiai juga akan menelurkan berbagai usulan kepada pemerintah terkait dengan persoalan yang menimpa bangsa ini.

“Para kiai ini akan membuat usulan bagaimana bangsa ini utuh saling bersatu dan tidak ada terjadi kesalahpahaman antara kelompok satu dan lain,” tambahnya.

Namun, KH Ma’ruf Amin belum dapat memberikan gambaran secara rinci terkait dengan usulan tersebut. Menurutnya, usulan tersebut baru akan dibahas pasca acara tersebut selesai. Para ulama ini akan menggodok kajian-kajian guna kepentingan bangsa ini.

“Para kiai ini prihatin sehingga perlu ada upaya-upaya solusi kebangsaan. Supaya bangsa ini lebih bersatu. Usulannya masih akan dirumuskan. Saya nendukung upaya itu, karena itu positif,” pungkasnya. []

 

Red: admin

Editor: iman

Foto: okezone

 

 

Ribuan Orang Demo Anti Trump, Dari Washington Hingga Antartika

0

PERCIKANIMAN.ID – – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah dilantik dan mengucapkan pidato pertamanya pada Jum’at (20/1/2107) waktu setempat. Banyak kalangan menilai pidato perdana Trump setelah dilantik tersebut mencerminkan agenda 4 tahun kedepan masa kepemimpinannya. Sebagian kalangan mengkritik keras pidato yang didalamnya terselip ungkapan seorang bandit dalam film Batman tersebut sebagai sebuah ancaman.

 

Menjelang dan setelah pidato banyak orang melakukan demonstrasi anti Trump. Meski terpilih sebagai presiden secara demokratis, Trump sangatlah tak disukai, sampai-sampai para wanita di Antartika melawannya. Sehari setelah pelantikan Trump, ribuan orang melakukan aksi demo memprotes Trump. Ribuan orang melakukan aksi demo di Washington dan lebih dari 60 negara di dunia. Mereka mengkampanyekan pembelaan HAM, hak-hak wanita, dan melawan kebencian.

 

Di Paradise Bay yang terletak di pojok Antartika di mana banyak dihuni pinguin, anjing laut, dan paus, sebanyak 30 wanita dan sejumlah pria bergabung dalam aksi demo melawan Trump. Mereka berbaris dengan membawa spanduk yang berbunyi, ‘Pinguin untuk perdamaian’, Anjing Laut untuk Ilmu’, dan ‘Cinta dari Tujuh Benua’.

 

Aksi demo melawan Trump di Antartika diorganisi oleh Linda Zunas (42 tahun). Ia merupakan seorang analisis data dan riset pasar dari Oakland, California, AS. Ia memutuskan melakukan aksi demo melawan Trump karena presiden AS yang baru itu berencana mengubah kebijakan Obama mengenai lingkungan.

 

“Saya mengorganisasi aksi demo karena ingin bergabung dengan wanita melakukan aksi demo melawan Trump. Saya menghabiskan waktu selama sebulan setelah pemilu untuk bersedih karena memikirkan apa kerusakan yang akan dilakukan terhadap bumi. Saya merasa harus melakukan aksi sebagai bagian dari gerakan global,” kata Zunas seperti dilansir Independent, Sabtu, (21/1/2017).

 

Para peserta aksi demo, ujarnya, berusia 24 sampai 87 tahun berasal dari enam negara lebih. Ini semua dilakukan demi menjaga bumi. “Kami berharap dalam aksi ini ada penguin sebagai latar belakangnya. Dalam aksi demo ini kami tak membicarakan politik sama sekali,” kata Zunas.

 

Sementara di belahan lain di dunia, tepatnya di Kota London, Inggris ribuan orang melakukan aksi demo melawan Trump. Mereka berkumpul di alun-alun  Grosvenor berjalan kaki menuju alun-alun Trafalgar. Para aktris cantik yang melakukan aksi demo melawan Trump di London antara lain Emma Thompson dan Rebecca Hall.

 

Seperti dilansir BBC, aksi demo melawan Trump tak hanya dilakukan di London. Namun, juga di wilayah-wilayah lain seperti Belfast, Cardiff, Lancaster, Leeds, Liverpool, Manchester, Shipley, dan Edinburgh. Di Washington, ibu kota AS di mana Trump dilantik, ribuan wanita bergabung melakukan aksi demo melawan Trump dengan memakai topi merah jambu.

 

Sikap dan perkataan Trump selama ini membuat para wanita marah. Trump sering merendahkan wanita, orang Meksiko, dan Muslim. Perkataannya sering menyakiti hati. Ratusan ribu orang membanjiri US Capitol. Organisir aksi demo melawan Trump mengatakan, diperkirakan 200 ribu orang melakukan aksi demo melawan Trump. Namun berdasarkan pengamatan sepertinya lebih dari 200 ribu orang.

 

Aksi demo melawan Trump merupakan bentuk kemarahan warga AS terhadap Trump. Maka tak mengherankan jika Trump disebut sebagai Presiden AS yang terbelah, sebab memiliki pendukung namun juga punya banyak pembenci.

 

Dalam demo yang dilakukan di Washington, terdapat aktris cantik Scarlett Johansson. Ia terlihat menggunakan jaket berbulu saat melakukan aksi demo ‘Woman March’ melawan Trump. “Saya ingin mendukung Trump namun sebelum saya mendukungnya, ia harus mendukung saya dulu. Dukung saudara perempuan saya, dukung ibu saya, dukung para sahabat wanita saya, dukung para laki-laki dan wanita yang berada di sini untuk mendengar kebijakanmu yang akan berdampak pada hidup mereka,” kata Johansson.

 

Salah seorang peserta aksi demo, Bonnie Norton (35 tahun) melakukan aksi demo bersama suaminya dan bayinya. “Kami merasa terganggu dengan apapun yang ingin dilakukan oleh Trump,” katanya. Aksi demo melawan Trump tak hanya di Antartika, London, dan Washington. Namun, di berbagai jalan di belahan dunia lain seperti di Sydney, Tokyo, kota-kota di Eropa, dan Asia semua wanita berdemo melawan Trump. [ ]

 

 

Red: admin

Editor: iman

Foto: reuters

Jin Itu Nyata Atau Khayalan? Bagaimana Kehidupannya?

0

Assalamu’alaikum. Pak Aam,  saya pernah diskusi dengan teman tantang makhluk halus (jin). Menurut teman saya, makhluk Jin hanya imajinasi kita saja karena keberadaannya tidak bisa dibuktikan dengan panca indra dan tidak ada bukti ilmiah. Namun saya tetap meyakini karena itu bagian dari keimanan (percaya yang ghaib). Mohon pendapatnya pak ustadz. Terima kasih. ( Andy by email)

 

Wa’alaikumsalam.  Iya, pak Andy keyakinan dan percaya pada yang ghaib yang Anda sampaikan kepada teman Anda itu sudah benar bahwa salah satu tanda keimanan seorang itu yakni percaya pada yang ghaib termasuk pada Jin. Namun dalam masalah ini tidak dipungkuri bahwa umat Islam terbagi pada dua pemikiran ekstrem dalam memahami fenomena jin.

Ada yang sangat mempercayai keberadaan jin sehingga terjerumus pada kemusyrikan dengan menjadikannya sebagai pelindung, bahkan –na’udzubillah– sampai pada derajat pengabdian padanya. Tentu saja keyakinan seperti ini bertentangan dengan sistem keimanan Islam yang mengajarkan konsep ketauhidan pada Allah swt.

Ada juga sebagian umat Islam yang beranggapan bahwa jin itu khayalan alias ilusi belaka. Alasannya karena fenomena jin tidak rasional dan tidak bisa dibuktikan secara eksperimental. Sehingga secara mutlak menolak fenomena jin dan menganggap sesat pada orang-orang yang mempercayainya. Sesungguhnya, anggapan seperti ini juga tidak sejalan dengan sistem keimanan Islam, tidak senafas dengan firman-firman Allah dan sabda Rasulullah saw.

Apabila orang ateis tidak percaya akan eksistensi jin, tidak meyakini fenomena gaib, maka itu wajar karena mereka tidak percaya pada informasi yang termaktub dalam Al Quran dan sunah Rasul. Namun, kalau umat Islam tidak meyakininya dengan alasan tidak rasional dan tidak bisa dibuktikan secara eksperimental, maka perlu dievaluasi kualitas keimannnya terhadap masalah gaib, bukankah seorang mukmin wajib beriman pada masalah gaib?

Alif laam miin. Kitab (Al Quran) ini kandungannya tidak meragukan; ia petunjuk bagi orang-orang takwa, yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.” (Q.S. Al Baqarah 2: 1-3).

Ayat ini menegaskan bahwa di antara tanda-tanda orang bertakwa adalah orang yang beriman pada masalah gaib. Beriman pada masalah gaib ternyata disebutkan terlebih dahulu, setelah itu kemudian disebutkan shalat dan menafkahkan rezeki. Ini gambaran betapa pentingnya masalah tersebut.

Terkait dengan masalah Jin ini secara etimologis, kata Jin berasal dari kata Janna yang artinya bersembunyi atau tidak terlihat. Dinamai Jin karena tersembunyi dari pandangan manusia. Kata lain yang berasal dari Janna adalah janin artinya jabang bayi, dinamai demikian karena dia tersembunyi dalam rahim ibu.

Secara terminologis, jin adalah makhluk ruhiyyah (gaib) yang diciptakan Allah swt. dari api, sebagaimana firman-Nya, “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan kami telah menciptakan jin sebelum Adam dari api yang sangat panas.” (Q.S. Al Hijr 15: 26-27). Ayat ini menegaskan bahwa jin diciptakan dari api sedangkan manusia diciptakan dari tanah. [ ]

“Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat. Dan dengan apa yang tidak kamu lihat.” (Q.S. Al Haaqqah 69: 38 – 39). Ayat ini pun menegaskan adanya fenomena yang tidak bisa diakses dengan perangkat indrawi, alias fenomena gaib.

Gaib artinya realitas supranatural atau sesuatu yang eksis (ada) namun tidak bisa diakses atau dicapai dengan perangkat indrawi. Bakteri misalnya, dia tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, namun bisa terlihat dengan menggunakan mikroskop, maka bakteri bukan makhluk gaib karena bisa diakses dengan alat indra. Berbeda dengan malaikat, baik dengan mata telanjang ataupun menggunakan mikroskop ataupun teleskop sekalipun, tetap saja malaikat tidak bisa terlihat. Ini tak berbeda dengan jin. Maka malaikat dan jin disebut makhluk gaib. Jadi, gaib artinya sesuatu yang eksis atau yang wujud namun tidak terakses atau tercapai dengan perangkat indrawi.

Kalau kita cermati, jin yang oleh sebagian orang tidak dipercayai eksistensinya masuk dalam kategori makhluk gaib dan termasuk pada gaib absolut. Karena itu fenomena jin hanya bisa dijawab dengan merujuk pada ayat-ayat Al Quran dan sabda Rasulullah saw. dalam hadis-hadis yang sahih. Jadi, pembahasan tentang jin tidak bisa merujuk pada pendapat-pendapat yang tidak disertai dalil dari Al Quran dan hadis yang sahih.

Bertolak dari dasar pemikiaran ini, maka saya berusaha agar setiap pembahasan atau pernyataan-pernyataan penting selalu menyertakan rujukan dalil, baik dari Al Quran ataupun hadis sahih dan dikuatkan dengan pendapat para ulama yang tidak diragukan kapasitas keilmuan dan kesalehannya. Hal ini dilakukan karena persoalan gaib absolut atau mutlak hanya bisa dijawab dengan wahyu yang termaktub dalam Al Quran dan dijelaskan dalam sunah Rasulullah saw. dan bukan dengan rekayasa pikiran.

Untuk lebih jelas dan lebih lengkap tentang pembahasan masalah Jin ini Anda dan mungkin pembaca yang belum tahu bisa dibaca dibuku yang saya tulis yang berjudul ”Menelanjangi Strategi Jin”. Wallahu’alam. [ ]

Editor: iman

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

Ada di Semua Agama, Namun Hanya ‘Jihad Islam’ yang Ditakuti Barat, Mengapa ?

0

PERCIKANIMAN.ID – –  Guru Besar Filsafat Islam Universitas Paramadina Prof DR Abdul Hadi WM mengatakan sesungguhnya konsep yang dalam Islam disebut ‘jihad’ itu ada dalam agama dan kebudayaan apa pun di dunia. Namun khusus untuk pengertian ‘Jihad’ pandangan oran Barat punya pandangan yang khusus karena punya latar belakang yang berbada.

‘’Hanya pengertian dan coraknya saja berbeda-beda. Dalam budaya Jepang misalnya, kita kenal bushido. Perang antara Pandawa dan Kurawa di Padang Kuru dalam epik Mahabharata adalah paparan tentang perang yang disebut jihad besar,’’ kata Abdul Hadi, yang juga pelopor sastra sufi dan penyair terkemuka Indonesia, seperti dikutip dari republika.co.id, Sabtu (21/1/2017).

Menurut dia, meski konsep ’jihad’ ada di setiap agama dan kebudayaan, ada hal yang menjadi pertanyaan, mengapa yang ditakuti oleh ‘kuasa’ Barat/Eropa adalah jihad Islam?

Jawabnya, lanjut Abdul Hadi, jihad dalam Islam ditakuti terutama oleh karena rintangan paling berat dan sukar yang dihadapi kolonial Barat dalam memperluas wilayah kekuasaan mereka di Asia dan Afrika adalah kaum Muslimin. Sepanjang abad kaum Muslimin mereka terus berjuang dengan gigih menentang kehadiran bangsa Eropa sang penjajah.

“Barat memang bisa menaklukkan wilayah-wilayah kaum Muslimin (Darul Islam), mengendalikan kehidupan ekonomi dan politiknya. Tetapi mereka tidak mampu mengubah keyakinan agama mereka. Mereka juga tidka mampu menghancurkan sepenuhnya kebudayaan Islam,’’ tegasnya.

Selain itu, kehebatan ‘jihad Islam’ juga telah dibuktikan pada masa Perang Salib yang terjadi sebanyak 7 gelombang pada akhir abad ke 11 sampai akhir abad ke-13 M.

‘’Karena itu generasi muda Islam jangan mudah kecut dan takut menghadapi masa depan. Jihad tidak selalu berarti perang,’’ kata Abdul Hadi.

“Jihad memiliki arti luas yaitu ikhtiar sungguh-sungguh untuk mencapai sesuatu dan akhtiar itu bisa dilakukan secara fisik dan spiritual. Jangan pula sampai lupa bahwa umur penguasa boleh jadi hanya semusim dan umur umat berabad-abad,’’ tandas Abdul Hadi.

Dilihat dari kazanah Islam di Nusantara, lanjut Abdul Hadi, fatwa tentang jihad pertama kali dikemukakan oleh Syekh Abdul Samad Al Palembani pada akhir abad ke 18 M. Beliau adalah pengikut ajaran imam Al Ghazali dan pendiri Traiqat Sammaniyah di Nusantara.

Berdasarkan fatwa itulah Pangeran Diponegoro angkat senjata melawan Belanda, begitulah juga para ulama Aceh pada akhir abad ke 19. bahkan, saking takutnya atas pemakaian kata ‘jihad’ pemerintah Belanda pun melarang berbagai ‘kitab kunng’ yang mengkaji soal ini di pesantren-pesantren. Larangan itu diperkiarakan dilakukan pada akhir abad ke 20.

”Jadi jelas sejak dulu, menentang kolonialisme dan antek-anteknya itu haram bagi Islam. Tetapi memerangi dan menista Islam itu halal bagi penjajah dan agen-agennya,” tandas Abdul Hadi. [ ]

 

Red:admin

Editor: iman

Ilustrasi foto:

 

 

GIN Award Anugerahi KH Nonof Hanafi Dari Ciamis dan 9 Ayah Pejuang

0

 

PERCIKANIMAN.ID – – KH Nonof Hanafi, pemimpin aksi jalan kaki ribuan santri asal Ciamis, Jawa Barat, untuk ikut Aksi Super Damai 212 di Jakarta Desember lalu mendapat penghargaan dari Gerakan Ibu Negeri (GIN). GIN yang diinisiasi oleh Neno Warisman menggelar acara GIN Award, sebuah penghargaan terhadap yang disebut sebagai “Ayah Pejuang 2017”. Selain KH.Nonof Hanafi, GIN juga menganugerahi kepada 9 ayah lainnya termasuk Dr. Tauhid Nur Azhar dari Bandung.

GIN sendiri digelar di Griya Ardhya Garini, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Jumat (20/01/2017), seperti dikutip dari hidayatullah.com. Penghargaan tersebut diberikan kepada 9 orang yang dianugerahi sebagai Ayah Pejuang dari berbagai disiplin ilmu dan keteladanan.

Abdul Hamid, seorang kakek berusia 76 tahun berhasil meraih Ayah Pejuang Keteladanan. Meski lulusan Sekolah Rakyat (SR), kakek 10 anak ini berhasil menjadikan 2 anaknya bergelar sarjana.

“Saya ini sangat merasa bangga,” ungkap kakek yang kakinya diamputasi ini.

Untuk kategori Ayah Pejuang Keperwiraan, diraih seorang kakek 76 tahun, Kolonel Purnawirawan H Kadirin. Keikutsertaannya dalam menumpas Partai Komunis Indonesia (PKI) di masa lalu menjadi salah satu saksi sejarah kemerdekaan bangsa ini.

Teladan Pemimpin Aksi Jalan Kaki 212

Kategori Ayah Pejuang Bela Aqidah dan NKRI diberikan kepada KH Nonof Hanafi. Keteladanannya dilihat sebagai pemimpin aksi jalan kaki ribuan santri asal Ciamis, Jawa Barat, untuk ikut Aksi Super Damai 212 di Jakarta, pada Desember 2016 lalu.

“Saya hanya bisa berkata bahwa apa yang saya lakukan bukan karena saya sendiri. Karena Allah telah mengajarkan, ketika mendapat kemenangan, maka sesungguhnya yang harus kita lakukan adalah bersihkan hati kita bahwa itu karena Allah,” ungkapnya usai meraih penghargaan.

Sementara itu, dai asal Papua, Ustadz Fadlan Garamatan, berhasil meraih penghargaan Kategori Ayah Pejuang Ketangguhan Keimanan.

Dari Dokter sampai Mantan Aktor

Sedangkan seorang kristolog, Insan Mokoginta, didapuk sebagai Ayah Pejuang Tauhidullah.

Kemudian, kategori Ayah Pejuang Keilmuan, disematkan kepada seorang dokter, Tauhid Nur Azhar.

Lalu mantan aktor film, Teuku Wisnu, berhasil meraih penghargaan kategori Ayah Pejuang Kepemimpinan. Namun Wisnu berhalangan hadir dalam acara tersebut.

Di kategori Ayah Pejuang Keayahan, lelaki yang gemar mendirikan komunitas ayah di berbagai penjuru, Irwan Renaldi, berhasil meraihnya.

Terakhir, penghargaan kategori Ayah Pejuang Pembangun Peradabaan diraih oleh Jack Suryama, sosok lelaki yang berjuang mendidik anak miskin di Indonesia. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Foto: hidcom

Cara Menghitung Zakat Profesi Suami Istri, Nisabnya Masing-masing atau Disatukan?

0

Assalamu’alaikum, Pak Aam.  Saya dan istri sama-sama bekerja dan secara haul dan nisabnya sudah wajib zakat. Bagaimana cara menghitung zakat profesi? Kalau suami istri sama sama bekerja, nisabnya masing-masing atau di satukan ?. Terima kasih ( Syam by email )

 

 

Zakat ini salah satu bentuk syukur dan ibadah yang utama kepada Allah sebab salah satu rukun Islam adalah menunaikan kewajiban berzakat ini setelah memenuhi kadar (nisab) dan waktunya (haul). Kewajiban mengeluarkan zakat ini dapat kita simak dari perintah Allah Swt dalam Al Qur’an dimana adanya cukup banyak ayat yang menyebut atau membahas tentang zakat ini, seperti:

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Alloh maha mendengar lagi maha mengetahui“. (Q.S At-Taubah: 103)

Juga hadits riwayat muttafaqun alaihi yang artinya: “Islam didirikan diatas lima dasar: Mengikrarkan bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, menunaikan haji, dan berpuasa pada bulan Romadhan“. (H.R. Muttafaq ‘alaih)

Dari dalil-dalil diatas jelaslah bahwa zakat itu benar perintah Allah Swt. Oleh karena itu kita harus tunduk dan mengikuti perintah Allah yang satu ini, apalagi zakat adalah termasuk rukun Islam.

Terkait dengan zakat profesi yang Anda tanyakan maka zakat profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan yang sifatnya didapat secara rutin. Sementara penghasilan yang sifatnya bonus, intensif, dan lain-lain itu tidak termasuk yang harus dikeluarkan zakatnya, tapi bisa dikeluarkan shadaqahnya sesuai kadar kemampuan dan keikhlasan.

Dalam praktiknya misalkan bapak ibu masing – masing berpenghasilan  Rp. 4 juta dan Rp. 7 juta perbulan, maka keluarkan 2.5 persen dari masing-masing gaji tersebut. Mau digabungkan atau tidak, tidak jadi masalah, yang penting tetap dikeluarkan zakatnya. Jadi mengeluarkan zakat ini merupakan pembersihkan harta yang merupakan bentuk penyucian bagi diri dan rezeki kita sesuai ayat tersebut  , sekaligus bentuk rasa syukur kita kepapa Allah atas rezeki yang di peroleh dan dilimpahkan kepada kita.

Maka menurut Nabi agar kita bisa lebih bersyukur lihatlah orang yang di bawah kita yang ditempa kesulitan lebih dari kita. Semakin banyak bersyukur kepada Allah rezeki kita akan semakin berkah. Bentuk berkah itu bukan saja dalam bentuk materi saja, anak kita sehat, keluarga harmonis itu adalah rezeki juga dari Allah. Jadi jangan selalu menghubung-hubungkan zakat kita dengan sesuatu yang sifatnya materi / uang, bisa jadi Allah ganti keberkahan rezekinya lewat keluarga yang sakinah dan bahagia. Anak-anak yang shalih shalihah, orangtua yang sehat dan segala kenikmatan yang kita rasakan adalah salah satu bentuk keberkahan yang kita dapat. Wallahu’alam. [ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: istimewa

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam

 

 

 

Ajak OKI, Indonesia Usulkan Empat Langkah Untuk Muslim Rohingya

0

 

PERCIKANIMAN.ID – – Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengusulkan empat langkah kepada negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk berkontribusi terhadap perbaikan situasi kemanusiaan dan keamanan di negara bagian Rakhine, Myanmar.

Usul itu disampaikan Marsudi dalam Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa OKI, di Kuala Lumpur, Malaysia pada 19 Januari 2017, yang membahas masalah komunitas minoritas muslim Rohingya di Myanmar.

“Selain menyampaikan keprihatinan terhadap situasi di Rakhine State, langkah pertama yang dapat dilakukan negara-negara OKI adalah menawarkan bantuan guna mencegah situasi di Rakhine State menjadi semakin buruk,”ujar Retno seperti dilansir dari antaranews, Jum’at (20/1/2017).

Langkah kedua, negara anggota OKI diharapkan dapat merangkul pemerintah Myanmar secara konstruktif. Kemudian untuk langkah ketiga, pemerintah Indonesia mengusulkan agar negara anggota OKI dapat bekerjasama dengan organisasi kawasan, seperti ASEAN, dalam menangani berbagai aspek terkait isu Rakhine.

Retni tegaskan, terkait langkah kerja sama OKI dengan ASEAN, dia telah menyampaikan hasil dari Pertemuan Retreat Menlu ASEAN di Yangoon pada 19 Desember 2016.

Untuk langkah keempat, pemerintah Indonesia meminta agar negara anggota OKI dapat menjadi mitra pembangunan ekonomi muslim Myanmar, termasuk kemungkinan kerja sama dengan Islamic Development Bank.

Dalam pernyataannya, Marsudi kembali mengulang kesediaan Indonesia berperan sebagai jembatan bagi upaya untuk mencari solusi yang berkelanjutan, termasuk untuk membantu komunitas muslim di Rakhine.

“Hanya dengan mengambil langkah konstruktif dan inklusif, OKI dapat berkontribusi dalam membuat situasi di Rakhine State lebih baik,” ujar dia.

 

 

Red: admin

Editor: iman

Foto: istimewa