PERCIKANIMAN.ID – – Pengamat Hukum Tata Negara, Margarito Kamis mempertanyakan alasan Mendagri Tjahjo Kumolo yang menyebutkan penonaktifan Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan menunggu pembacaan penuntutan oleh JPU. Dia menilai hal itu sangat mengada-ada.
Margarito meminta dengan segala hormat kepada Mendagri dan Presiden Joko Widodo jangan melanggar UU dengan mengaktifkan kembali Ahok sebagai Gubernur DKI. Dia mengatakan, pemerintah harus membaca betul pasal 83 ayat 1 dan 2, bahwa dalam ilmu hukum kata ‘tuntutan’ itu dua hal yang berbeda.
“Yang menjadi dasar UU No 23 pasal 83 ayat 1 itu bukan hukuman yang dituntutkan, yang dicantumkan dalam tuntutan JPU. Tetapi orang itu didakwa sudah di persidangan, dengan dakwaan perbuatan apa dan ancaman pidananya berapa,” jelasnya seperti dilansir republika.co.id, Rabu (8/2/2017).
Jadi bukan yang dituntut oleh JPU sesuai pemaknaan Mendagri tersebut. Dia mengatakan, Mendagri harus mengerti dalam ilmu hukum, kata ancaman pidana itu menunjuk pada pasal yang ada dalam hukum. Bukan hukuman yang dituntutkan dalam tuntutan JPU.
Margarito menegaskan kalau Mendagri masih juga memaksakan logika hukumnya seperti itu maka akan sungguh memalukan. Ia pun bertanya siapa yang memberi masukan ke Mendagri soal logika hukum seperti itu.
UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Pasal 83 ayat 1 berbunyi ‘Kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah diberhentikan sementara tanpa melalui usulan DPRD karena didakwa melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun, tindak pidana korupsi, tindak pidana terorisme, makar, tindak pidana terhadap keamanan negara, dan/atau perbuatan lain yang dapat memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia’.
Pada ayat 2, Kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah yang menjadi terdakwa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberhentikan sementara berdasarkan register perkara di pengadilan. [ ]
PERCIKANIMAN.ID – – Uni Eropa dan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan kecaman terhadap langkah Israel untuk mengesahkan pemukiman ribuan rumah di tanah Palestina yang diduduki Israel di Tepi Barat. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini mengatakan, undang-undang soal pengesahan pemukiman itu, jika diterapkan, berbahaya dan melewati batas.
“Pembangunan permukiman seperti itu akan menghambat perdamaian dan mengancam masa depan penyelesaian dua-negara,” katanya seperti dilaporkan reuters dan dikutip dari antaranews, Rabu (8/2/2017),
Mogherini menggarisbawahi bahwa Uni Eropa menganggap pemukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki Israel sebagai tindakan ilegal. Dua pekan setelah Donald Trump dilantik sebagai presiden Amerika Serikat, parlemen Israel mengesahkan undang-undang perizinan perumahan tersebut.
Trump telah menunjukkan pendekatan lebih lunak terhadap masalah pembangunan permukiman Israel dibandingkan pemerintahan sebelumnya. Israel telah memberikan izin bagi pembangunan 4.000 rumah di tanah milih Palestina.
Sementara itu Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengatakan, tindakan Israel tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan akan menyebabkan konsekuensi hukum bagi Israel.
“Sekretaris Jenderal menekankan agar (Israel) menghindari tindakan-tindakan yang bisa mengacaukan penyelesaian dua-negara (pada konflik Israel-Palestina),” kata juru bicara Guterres, Stephane Dujarric dalam pernyataan.
Presiden Prancis Francois Hollande juga menyatakan kecaman. Ia mengatakan, pemberian izin pemukiman itu akan membuka jalan bagi tindakan pencaplokan terhadap wilayah-wilayah Palestina yang diduduki Israel.
“Seharusnya Israel dan pemerintahannya bisa mengubah undang-undang ini,” kata Hollande dalam acara jumpa pers setelah ia melakukan pertemuan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Abbas menyebut undang-undang perizinan itu sebagai serangan terhadap rakyat Palestina. Para pemimpin Palestina lainnya menganggap pengesahan pemukiman sebagai pukulan terhadap keinginan untuk mendirikan negara.
Sebagian besar negara menganggap pemukiman, yang dibangun di atas tanah yang dicaplok Israel saat Perang Timur Tengah 1967, sebagai tindakan ilegal. Tindakan itu juga dilihat sebagai penghalang bagi perdamaian dan langkah yang membuyarkan harapan Palestina untuk mendirikan negara di wilayah Tepi Barat, Jerusalem, dan Jalur Gaza. [ ]
PERCIKANIMAN.ID – – Membuat anak mau mendengarkan orangtuanya bukan perkara mudah. Apalagi ketika orang tua harus memberi tahu kalau tindakannya salah atau tidak sesuai.
Apa sebenarnya penyebab anak sulit mendengarkan orang tuanya? Mungkinkah cara penyampaian yang tidak tepat, yang membuat anak jadi tidakmau mendengarkan kata-kata orangtuanya. Seperti dikutip dari Popsugar, Rabu (7/2/2017), ada beberapa cara yang bisa membantu orangtua agar anak mau mendengarkannya.
Berikan waktu anak Anda untuk beralih fokus
Ketika seseorang yang sangat fokus dan berkonsentrasi pada apa yang mereka lakukan, baik itu bermain, menangis, merengek, memperbaiki mobil, membaca, atau membuat makan malam, mereka tidak dapat segera mendengarkan Anda. Apakah orang lain melihat apa yang sedang dikerjakan sebelum berbicara. Dewasa dan anak-anak butuh waktu untuk berpindah dari satu atau dua sisi otak yang lain sehingga mereka bisa memberikan perhatian penuh mereka.
Menunggu beberapa saat sebelum berbicara juga mengajarkan anak Anda bagaimana Anda akan seperti mereka ketika ingin mengganggu Anda.
Bagaimana jika ada keadaan darurat dan membutuhkan perhatian penuh dari anak. Coba tirukan suara menggelegar atau bunyikan alarm untuk membuat mereka memperhatikan.
Jangan berbicara ketika anak menangis
Berbicara ketika anak menangis dan bersikeras agar mereka berhenti menangis tidak hanya sia-sia, itu juga mengirimkan pesan yang tidak terdengar. Ketika itu orang tua mengirimkan pesan, “apa yang saya katakan adalah lebih penting dari perasaan anak.”
Berusahalah sambil menunggu dengan tenang sampai menangis perlahan berkurang sebelum Anda berbicara.
Beri apresiasi saat tenang
Saat anak sudah merasa tenang maka waktu yang tepat untuk memulai pembicaraan. Berikan apresiasi terlebih dahulu sebelum melanjutkan kata-kata. Apresiasi yang meresap dihatinya akan membuat anak menjadi lebih stabil menjaga emosinya. Dengan apresiasi yang wajar akan membuat anak merasa diperlakukan adil.
PERCIKANIMAN.ID – – Sepertikan diberitakan dan banyak beredar di media sosial bahwa Ummat Islam akan menggelar aksi besar-besaran di Jakarta pada Sabtu (11/2/2017) nanti. Kegiata yang disebut Aksi 112 tersebut diinisiasi oleh GNPF MUI ini diperkiraan akan diikuti ratusan ribu massa dari berbagai daerah.
Menanggapi rencana tersebut Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, tidak akan menginstruksikan kadernya ikut dalam aksi 11 Februari 2017. Dahnil justru berharap Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI selaku inisiator aksi mempertimbangkan kembali rencana tersebut.
“Agaknya GNPF harus mempertimbangkan dengan matang,” ujar Dahnil seperti dilaporkan republika.co.id, Rabu (7/2/2017).
Menurut Dahnil, jangan sampai perjuangan yang ikhlas dan murni untuk muruah umat dicederai dan kontradiktif oleh pihak yang tidak senang dan berusaha menyudutkan umat Islam. Terlebih, kata Dahnil, tanggal 11 Februari berdekatan dengan agenda pilkada serentak yang rawan dimanfaatkan oleh berbagai pihak.
Seperti diberitakan, GNPF MUI berencana menggelar aksi pada 11 Februari 2017 atau 112 mendatang. Mereka berencana akan berkumpul di Masjid Istiqlal kemudian menuju Monas dan berjalan ke HI, kemudian kembali lagi ke Monas untuk membubarkan diri.
Namun, Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Iriawan menegaskan, akan membubarkan masyarakat yang memaksakan diri ikut aksi 112. Polisi akan membubarkan aksi tersebut sesuai dengan perundang-undangan Nomor 9 Tahun 1998.
Beberapa organisasi Islam seperti NU dan Muhammadiyah juga tak akan menginstruksikan warganya untuk ikut aksi. Seperti yang dinyatakan oleh PCNU Solo dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surakarta. [ ]
Assalamu’alaykum wr.wb, Pak Aam saudara beberap bulan lalu mendapat musibah kecelakaan hingga mengakibatkan keduanya meninggal dunia (suami istri). Sementara keduanya mempunyai dua anak yang masih kecil. Setelah musyawarah dengan keluarga besar dan kedekatan anak-anaknya dengan keluarga saya maka sepakat untuk pengasuhan dan pemeliharaan anak-anak (keponakan) di serahkan pada kami, termasuk saya dan suami berhak mengelola uang pensiun orangtuanya. Disatu sisi kami merasa bahagia bisa mengasuh mereka namun disisi lain merasa berat dengan amanah ini. Bagaimana agar dapat terus menjaga amanah?. Mohon nasihatnya pak ustadz. Terima kasih ( Amalia by email)
Sebelumnya atas nama pribadi ijin saya turut berduka cita atas musibah yang menimpa saudara Anda sekaligus simpati atas apa yang Anda dan keluarga lakukan menerima amanah tersebut. Menjaga dan memelihara amanah adalah salah satu pekerjaan yang sangat berat sebab pertanggungjawabannya bukan hanya di dunia melainkan sampai di akhirat kelak. Salah satu ciri orang yang beriman adalah mampu menjaga dan menjalankan amanah, lawannya amanah adalah khianat. Dalam Al Quran sendiri orang yang amanah adalah satu satu ciri para penghuni surga.
“Sungguh beruntung orang-orang beriman.. yaitu orang-orang yang memelihara amanah-amanah yang dipikulnya dan memenuhi janjinya.” (QS. Al-Mukminuun 23 : 1 dan 8)
Demikian besar tanggung jawab menjaga amanah maka wajar jika Allah Swt mengapresiasi dengan imbalan surga dan sebaliknya orang yang tidak mampu menjaga sekaligus memelihara amanah yang dititipkan kepada kita. Sikap terbaik adalah berusaha sekuat tenaga dengan daya dan upaya agar amanah tersebut tetap terjaga khusus untuk Anda tentunya sampai anak-anak tersebut dewasa sehingga mampu meneruskan perjuangan kedua orangtuanya. Untuk itu Allah Swt sangat menekankan kepada kita untuk senantiasa menjaga amanah dan larangan untuk mengkhinatinya:
“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan jangan kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS. Al-Anfaal 8 : 27)
Terkait dengan amanah yang Anda dan keluarga terima terasa sangat berat karena bukan hanya menyangkut dengan amanah harta (pensiun) saja yang harus Anda jaga melainkan juga terhadap pengasuhan dan mendidik anak-anak tersebut. Maka perlakukan mereka seperti Anda memperlakukan terhadap anak-anak Anda sendiri. Boleh jadi terkait dengan akhlak, sifat dan karakter anak-anak tersebut Anda yang membentuknya sehingga jika kelak setelah dewasa maka ada sifat kurang baik darinya maka Anda pun akan mendapat sorotan atau cibiran dari orang lain termasuk mungkin keluarga besar Anda.
Namun jika kelak mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak yang shalih shalihah, berakhlak mulia serta menjadi generasi muslim yang cerdas dan bertakwa maka Anda dan keluarga juga patut mendapat apresiasi. Selain itu insya Allah apa yang Anda lakukan juga akan tercacat sebagai amal shalih yang tetap mengalir hingga akhirat nanti.
Untuk tetap dapat menjaga dan menjalankan amanah tersebut sesuai dengan harapan tentu yang utama adalah Anda harus mempunyai niat yang lurus. Kemudian senantiasa berdoa dan memohon kepada Allah Swt agar diberi kemampuan, kesanggupan serta kekuatan hingga waktunya nanti amanah tersebut Anda kembalikan. Ini adalah kuncinya, sebab yang namanya godaan dan cobaan pasti akan datang sebagai sebuah ujian dari Allah Swt. Namun jika Anda senantiasa mendapat kepada Allah karena hakikat pemberi amanah adalah Allah Swt lewat saudara-saudara Anda maka Insya Allah anda akan senantiasa dalam bimbingan-Nya.
Terkait dengan amanah ini sebenarnya banyak sekali yang harus kita jaga, termasuk segala apa yang kita terima baik langsung atau tidak, sadar atau tidak, kita minta atau tidak maka amanah tersebut dititipkan kepada kita. Kita harus yakin bahwa amanah tersebut akan Allah minta pertanggungjawabannya. Macam-macam amanah yang ada pada kita itu antara lain:
Kesehatan
Umur
Harta
Ilmu
Anak
Pasangan hidup
Hutang piutang
Jabatan
Janji
Kewajiban
Untuk itu jangan merasa bahwa kita bebas dari amanah sebab semua apa yang kita terima atau kita gunakan akan ada hisabnya dihadapan Allah Swt. Agar amanah tersebut dapat terjaga dengan baik tentu harus digunakan sesuai dengan perintah Allah maka mendekat dan selalu memohon bimbingan dari Allah adalah cara paling karena pada hakikatkan yang memberi amanah adalah Allah berikut yang mengawasi-Nya. Wallahu’alam. [ ]
PERCIKANIMAN.ID – – Penasehat Hukum (PH) bersama terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menolak dihadirkannya saksi ahli, Dr. Ramdan Rasyid. PH bersama Ahok lebih memilih tidak bertanya dan menutup sidang.
“Kami menolak saudara Ramdan Rasyid sebagai saksi ahli, karena kami mempertanyakan independensinya,” kata PH Ahok di sidang kesembilan di Auditorium Kementan, Ragunan, Jakarta, Selasa (7/2/2017) lansir IslamicNewsAgency.
Menanggapi itu, Dr. Ramdan Rasyid menegaskan, pada kesaksiannya hari ini, ia independen dan adil. Fokus untuk memberikan keterangan tafsir Alquran dan hadits.
“Saya pasti independen. Saya sebagai muslim takut kepada Allah. Tidak mungkin saya berbuat zolim kepada siapapun,” tegasnya.
Ia mengatakan, tuduhan tidak netral PH kepada dirinya dengan menyebut kesamaan jawaban beberapa BAP merupakan tidak benar. Sebab, justru dengan kesamaan jawaban KH Ma’ruf Amin dengannya bukti kesamaan sumber jawaban, kitab suci Alquran.
“Ya ga masalah sumbernya sama, malah lucu kalau berbeda. Karena quranya sama hatinya sama. Sumbernya sama kenapa harus beda?,” Pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, sejak pertama kali KH Ramdan Rasyid duduk dalam ruang sidang, PH menyatakan keberatannya. Meski begitu, Majelis Hakim dengan tegas untuk melanjutkan sidang dan akan berlaku adil sesuai keterangan saksi.
Walau begitu, ketika sidang dilanjutkan dan tiba saatnya PH untuk bertanya. PH memilih menyatakan sikap penolakan dan persidangan akhirnya ditutup. [M.Fajar/INA]
PERCIKANIMAN.ID – – Kanker dapat dicegah dengan menjalani gaya hidup sehat, kata pakar hematologi onkologi medik Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Mardiah Suci Hardianti.
“Lebih dari sepertiga jenis kanker dapat dicegah dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat,” katanya pada peringatan Hari Kanker Sedunia di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, seperti dilansir antaranews, Selasa (5/2/2017).
Untuk itu, menurut dia, informasi tentang pentingnya hidup sehat dan menghindari faktor risiko penyebab kanker perlu disampaikan kepada masyarakat. Membekali individu dan masyarakat dengan pengetahuan terbaru tentang hubungan gaya hidup dengan kanker menjadi sangat penting.
“Dengan upaya itu diharapkan bisa memacu masyarakat untuk mengambil pilihan gaya hidup sehat, seperti tidak merokok, gizi seimbang, beraktivitas fisik, dan tidak mengkonsumsi alkohol,” kata dosen Departemen Penyakit Dalam FK UGM itu.
Selain menjalani hidup sehat, pencegahan kanker juga dapat dilakukan dengan menghindari faktor risikonya, antara lain menghindari paparan asap rokok, polusi, sinar UV, konsumsi alkohol, dan diet rendah serat.
Selain itu, mempertahankan untuk tetap aktif secara fisik juga penting dalam upaya mencegah kanker serta melakukan vaksinasi untuk mencegah risiko kanker yang diakibatkan infeksi virus.
“Setiap orang dapat melakukan langkah-langkah untuk mengurangi risiko kanker,” katanya.
Ia mengatakan kanker telah menjadi isu besar dunia, bukan hanya menjadi persoalan bagi penderita dan tenaga kesehatan saja. Dengan demikian diharapkan semua orang, baik individu maupun komunitas dapat berperan dalam upaya mengurangi kematian akibat kanker.
Secara individu, selain menjalani pola hidup sehat diharapkan juga dapat mengenali tanda dan gejala kanker sejak dini. Dengan demikian kanker bisa segera ditangani dan mendapatkan perawatan disaat yang tepat dapat membantu meningkatkan angka keberhasilan pengobatan.
Menurut dia, gejala kanker bervariasi tergantung lokasi ditemukannya kanker. Meskipun demikian terdapat beberapa kunci tanda dan gejalanya.
“Salah satu gejalanya adalah muncul benjolan kadang tidak terasa nyeri dan ukurannya bisa membesar seiring pertumbuhan kanker. Batuk terus-menerus atau sesak juga menjadi gejala awal adanya kanker paru,” katanya. [ ]
PERCIKANIMAN.ID – – Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap detik dalam kehidupannya, manusia bergulat dalam mengatasi problematika hidup. Hanya dua kemungkinan yang akan dihasilkan, keberhasilan atau keterpurukan. Balasannya sangat jelas, berhasil akan meraih surga dan terpuruk akan berbuah neraka. Keadaan terpuruk ialah ketika manusia tak mampu menangkap esensi hidup, tujuan hidup di dunia. Ia hanya bisa menyalahkan keadaan, menyalahkan orang lain, dan yang paling parah menyalahkan Allah swt. Naudzu billahi min dzalik!
Rasulullah saw. menerangkan, “Pada hari kiamat dihadirkan orang yang paling senang sewaktu di dunia. Ia termasuk calon penghuni neraka. Kemudian ia dimasukkan sebentar ke dalam neraka dan ditanya, “Wahai anak Adam, apakah kamu merasakan kesenangan, dan apakah kamu pernah merasakan kenikmatan?” Ia menjawab, “Demi Allah tidak ada, wahai Tuhanku.” Lalu didatangkan juga orang yang paling menderita sewaktu hidup di dunia. Ia termasuk calon penghuni surga, kemudian ia dimasukkan sebentar ke dalam surga dan ditanya, “Wahai anak Adam, apakah kamu merasakan adanya kesedihan, dan apakah kamu pernah merasakan penderitaan?” Ia menjawab, “Demi Allah, saya tidak merasakan adanya penderitaan sedikit pun, juga tidak merasakan adanya kesedihan.” (H.R. Muslim).
Dua kutub yang berlawanan, antara kenikmatan duniawi dan kenikmatan surgawi. Kenikmatan surgawi mampu memupus kepedihan dunia. Bila berfoya-foya di dunia dengan amal ahli neraka, ingatlah ketika kembali kehadirat-Nya, kenikmatan tadi hilang sekejap dengan derita neraka. Oleh karena itu, dunia tidak kejam, melainkan kekejaman perilaku manusia, putus asa dari dunia-Nya.
Hakikat Dunia Menurut Hadis
Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya dunia ini indah dan mempesonakan dan sesungguhnya Allah Ta’ala menyerahkannya kepada kalian. Kemudian Allah akan melihat bagaimana kalian berbuat atas dunia ini. Maka berhati-hatilah dalam urusan dunia dan berhati-hatilah juga terhadap wanita.” (H.R. Muslim). Nabi saw. bersabda, “Ya Allah, sebenarnya tidak ada kehidupan yang sesungguhnya kecuali kehidupan akhirat.” (H.R. Bukhari dan Muslim). Rasulullah saw. bersabda, “Ada tiga hal yang mengikuti kepergian jenazah, yaitu keluarga, harta, dan amalnya. Dua di antaranya akan kembali, hanya satu yang tetap menyertainya. Keluarga dan hartanya akan kembali, sedangkan yang tetap menyertai adalah amalnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Ketiga hadis di atas mengajak manusia selamat dengan dunianya apabila memaknai kehidupan dunia dengan benar, memenej kesalehan diri, pria tidak tergoda dan menggoda wanita untuk berzina, meningkatkan diri menjadi anak saleh, dan mencintai dunia sebagai ladang kebahagiaan akhirat.
Hakikat Dunia Menurut Al Quran
“Sesungguhnya perumpamaan kehidupan dunia itu seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu bercampur (diserap) tumbuh-tumbuhan bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi menumbuhkan kesemarakan (tumbuh-tumbuhan) itu, dan menghiasi (dengan warna-warna), lalu pemiliknya mengira bahwa mereka menguasainya. (Tiba-tiba) datanglah kepadanya ketentuan Kami di waktu malam atau siang, maka Kami menjadikannya sudah tersabit seakan-akan tidak ada kemarin. Demikianlah Kami jelaskan tanda-tanda (kebesaran)Kami bagi kaum yang berpikir.” (Q.S. Yunus 10: 24). “Dan Allah menyeru (mereka) kepada negeri yang damai (surga) dan Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus.” (Q.S. Yunus 10: 25).
Tafsir Ibnu Katsir menerangkan, Allah memberikan perumpamaan bahwa kehidupan dunia sangat cepat sirna seperti tanaman yang dikeluarkan Allah dari bumi dan disirami air dari langit. Apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, orang yang menanamnya mengira pasti bisa segera memanennya, tiba-tiba mereka dikejutkan petir, angin topan, sehingga daun-daunnya menjadi kering dan buahnya rusak. Selanjutnya datanglah kepada mereka azab di waktu malam atau siang. Lalu Allah menjadikan tanahnya seolah-olah telah dipanen, yaitu menjadi kering setelah sebelumnya segar, seakan-akan belum pernah tumbuh sebelumnya.
Qatadah menafsirkan, seolah-olah belum pernah menyenangkan dan belum pernah ada. Hal ini hanya dipahami oleh kaum yang berpikir saja, mengambil pelajaran dari perumpamaan itu. Pelajaran berupa lenyapnya kehidupan dunia dari pemiliknya dengan cepat, ketertipuan mereka olehnya, terbujuk janji-janji gemerlap dunia, lari dari kenyataan dunia. Kemudian pada ayat berikutnya, Allah swt. memotivasi manusia dengan menyeru ke Darussalam, yaitu surga, tempat yang terbebas dari berbagai bencana, kekurangan dan petaka bagi orang yang menempuh jalan shirathimmustaqiim (jalan yang lurus).
Bekal Hidup di Dunia
Jauhkan diri dari sifat tergesa-gesa. Memang manusia diciptakan dengan tabiat tergesa-gesa, “Manusia telah dijadikan bertabiat tergesa-gesa.” (Q.S. Al Anbiya 21: 37). Manusia umumnya tidak sabar menjalani proses ujian, tidak sabar ingin segera mendapat hasil dari yang diharapkannya, padahal segala sesuatu ada saatnya. Perintah Al Quran, “Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka.” (Q.S. Al Ahqaf 46: 35).
“Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah, sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah, dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa…” (Q.S. Al A’raf 7: 128-129).
Jangan berputus asa. Manusia jangan menyerah, ulet dengan usaha, doa, harapan positif, optimis, berjuang terus diiringi ketaatan pada amal yang disukai-Nya, mampu sabar menahan derita ujian dunia dan godaan hawa nafsu keburukan. Wallahu a’lam bishawwab. [ ]
*Penulis adalah ibu rumah tangga, pegiat dakwah dan penulis buku.
Penulis
Editor: iman
Ilustrasi foto: pixabay
Bagi pembaca yang punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya ke email: [email protected] atau: [email protected] . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.
PERCIKANIMAN.ID – – Kasubbid Komputer Forensik Puslabfor Mabes Polri AKPB Muhammad Nuh al-Azhar yang dihadirkan sebagai ahli dalam lanjutan sidang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, video pidato Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 dapat dipertanggungjawabkan keasliannya.
“Tidak ditemukan penambahan atau pembuangan frame. Artinya momen yang ada di sana benar adanya,” kata Nuh saat memberikan keterangan dalam sidang kesembilan Ahok di auditorium Kementerian Pertanian seperti dilansir dari antara Jakarta, Selasa (7/2/2017).
Nuh menyatakan, terdapat empat video Ahok yang dianalisis oleh tim Puslabfor Mabes Polri. Pertama, dari Dinas Kominfo DKI Jakarta, kedua dari saksi pelapor Novel Chaidir Hasan, ketiga dari saksi pelapor Muhammad Burhanuddin, dan keempat juga dari saksi pelapor Habib Muchsin Alatas. Hasil analisis video itu kemudian dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) baik untuk Puslabfor Mabes Polri maupun penyidikan.
“Artinya hasil analisa itu tidak hanya secara ilmiah, tetapi juga dengan pertanggungjawaban secara hukum,” kata Nuh.
Ahok dikenakan dakwaan alternatif yakni pasal 156a dengan ancaman lima tahun penjara dan pasal 156 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara.
Sementara itu dalam persidangan ini juga di hadirkan dua saksi nelayan yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang kesembilan kasus dugaan penodaan agama oleh Basuki Tjahja Purnama atau Ahok, mengaku kecewa dengan pernyataan Ahok yang menyinggung surah al-Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja sosialisasi budidaya ikan kerapu di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, pada 27 September, lalu. Meskipun, kedua saksi fakta yakni Jaenudin (39 tahun) dan Sahbudin (46 tahun), mengaku tidak terlalu memahami surah al-Maidah ayat 51.
“Kecewa saja Pak. Tapi ya setelah itu biasa saja tanggapan saudara dan teman yang lain,” kata Sahbudin kepada majelis hakim dalam persidangan di auditorium Kementerian Pertanian, Jalan Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, seperti dikutip dari republika.co.id, Selasa (7/2/2017).
JPU pun mempertanyakan alasan Sahbudin kecewa. Pasalnya, sebelumnya saat menghadiri sosialisasi, Sahbudin mengaku tak terlalu memerhatikan pidato Ahok. “Saya kan Islam, Pak Ahok kan orang Kristen. Katanya kan kalau orang Cina Kristen Pak. Yang matanya sipit juga Cina. Karena kata orang-orang bilang al-Maidah, itu surah dalam Alquran,” katanya. [ ]
Assalamu’alaykum. Pak Aam bagaimana mempercayai seseorang itu jujur atau tidak? Kadang perkataannya manis dan seperti orang yang dapat dipercaya namun jika dilihat dari akhlaknya seperti jauh. Mohon penjelasannya. Terima kasih ( Indah by email)
Wa’alaykumsalam wr.wb. Ibu Indah dan pembaca sekalian, sebagaimana kita ketahui salah satu inti dari ajaran Islam ada tentang kejujuran. Islam sangat menekankan kejujuran baik lisannya maupun perbuatannya demikian juga hatinya. Salah satu sifat Rasul adalah sidik yang berarti benar, artinya yang disampaikan oleh Rasulullah adalah kebenarannya bukan dusta atau bohong. Buah dari kejujuran adalah amanah artinya benar-benar dapat dipercaya.
Terkait kejujuran ini adalah sifat mulia yang disukai semua orang dan diharapkan orang lain. Munculnya ragam tindak pidana saat ini salah satunya adalah karena telah hilangnya rasa dan sifat kejujuran. Untuk itu ada pepatah menyatakan bahwa kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana. Begitu tingginya Islam mengajarkan dan mengapresiasi kejujuran hingga menempatkan ia sebagai salah satu sifat ahli atau penghuni surga, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Saw:
“Amalkanlah oleh kamu enam perkara, aku jamin kamu masuk surga. Jujur, tepati janji, tunaikan amanah, jaga kehormatan, tundukkan pandangan, dan dermakan sebagian hartamu”. (HR. Ahmad)
Lalu bagaimana menilai orang tersebut jujur atau berbohong?. Sekali lagi jujurnya ada tiga hal yang saling berkaitan yakni hati, lisan dan perbuatannya. Dalam dunia kepolisian atau psikologi ada alat yang mananya “lie detector” yakni sebuah alat untuk melacak dan mendeteksi kejujuran seseorang. Namun itu tentu masih dibohongi atau diakali karena buatan manusia yang dikaitkan dengan teknologi. Ada beberapa hal atau macam-macam kejujuran yang bisa kita kenali:
Shidqul Qalbi (Jujur dalam berniat). Rasulullah saw bersabda, ”Setiap amal bergantung niat.. ” (H.R. Bukhari).
Shidqul Hadits (Jujur dalam berucap). “Hai orang-orang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu..” (Q.S. Al-Ahzab 33 : 70-71)
Shidqul ‘Amal (Jujur dalam perbuatan). “Hai orang-orang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kemurkaan Allah bila kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (Q.S. Ash-Shaff 61 : 2 – 3).
Shidqul Wa’d (Jujur bila berjanji). “Tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.” (Q.S. An-Nahl 16 : 91).
Shidqul Haal (Jujur dalam kenyataan). Orang mukmin hidupnya selalu berada diatas kenyataan atau apa adanya. Jangan menampilkan diri diluar kemampuannya.
Dari beberapa bentuk kejujuran tersebut maka setidaknya kita bisa menilai atau melihat orang tersebut jujur atau berdusta. Namun tentu kita tidak diperkenan menghakimi seseorang yang kita anggap tidak jujur secara terbuka tanpa ada bukti yang mendukung. Setidaknya kita bisa bertanya pada hati nurani, apakah dia jujur atau tidak. Wallahu’alam. [ ]