Cara Berlaku Adil Kepada Orang Tua Dan Mertua, Siapa Yang Harus Diprioritaskan ?

0
309

PERCIKANIMAN.ID – – Setiap orang pastinya mempunyai orangtua yang telah melahirkan, mengasuh, membesarkan dan mendidiknya hingga dewasa. Maka sudah sepatutnya jika seorang anak berkewajiban berbakti dan berbuat baik kepada keduanya.

 

Dalam Al Quran maupun hadits Nabi Saw juga banyak disebut dan diungkap tentang kewajiban seorang anak kepada oragtuanya baik ketika masih hidup maupun sudah meninggalkan dunia. Tentang kewajiban berbuat baik kepada orang tua seperti yang Allah Swt firmankan dalam Al Quran,

 

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

 

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu.” (Q.S. Luqman: 14)

 

Istilah birrul walidain adalah istilah yang dipakai Rasulullah SAW (sebagai yang disebutkan oleh sahabat Abdullah bin Mas’ud) ketika seorang bertanya kepada Rasulullah Saw tentang amalan apa yang paling disukai oleh Allah SWT.

 

Diriwayatkan dari Abu Abdurrahman Abdullah ibnu Mas’ud r.a :

 

عَنْ أَبِي عَمْرٍو الشَّيْبَانِيِّ – وَاسْمُهُ سَعْدُ بْنُ إيَاسٍ – قَالَ : حَدَّثَنِي صَاحِبُ هَذِهِ الدَّارِ – وَأَشَارَ بِيَدِهِ إلَى دَارِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – قَالَ : سَأَلْتُ النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إلَى اللَّهِ ؟ قَالَ : الصَّلاةُ عَلَى وَقْتِهَا . قُلْتُ : ثُمَّ أَيُّ ؟ قَالَ : بِرُّ الْوَالِدَيْنِ , قُلْتُ : ثُمَّ أَيُّ ؟ قَالَ : الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ , قَالَ : حَدَّثَنِي بِهِنَّ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – وَلَوْ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِي

 

Artinya : Aku bertanya kepada Nabi SAW, “apa amalan yang paling disukai oleh Allah SWT ?” Beliau menjawab, “shalat tepat pada waktunya”, Aku bertanya lagi, “kemudian apa ?” Beliau menjawab, “birrul walidain”. Kemudian aku bertanya lagi, “seterusnya apa ?” Beliau menjawab, “jihad fi sabilillah”.

 

Lalu bagaimana jika anak-anak tersebut sudah menikah apakah masih mempunyai kewajiban berbakti kepada orangtua? Siapa yang perlu mendapat prioritas, orangtua sendiri atau mertua suami atau istri? Seberapa besar perhatian kepada orangtua dan mertua ?

 

Untuk mendapat penjelasannya bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa simak jawaban dari guru kita ustadz Aam Amiruddin dalam video berikut ini. Silakan simak:

 

Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishsawab. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

Video: tim official

935

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .