Tidak Lebaran Di Rumah Orangtua,  Apakah Termasuk Durhaka ?

makan bersama keluarga

  Assalamu’alaykum. Pak Aam, saya sudah 5 tahun menikah. Suami saya asal luar pulau. Selama ini kalau lebaran Idul Fitri atau mudik selalu di rumah orangtua suami ( mertua). Alasannya karena jarang ketemu dan hanya setahun sekali. Saya sendiri selama menikah belum pernah Idul Fitri bersama orangtua dan saudara-saudara. Tahun ini saudara minta Idul Fitri dirumah orangtua. Kalay tidak mereka menganggap saya sudah tidak berbakti lagi ke orangtua hanya karena tidak pernah merayakan Idul Fitri. Padahal sebulan sekali saya mengunjunginya. Sementara suami selalu mengajak mudik ke orangtuanya. Bagaimana solusinya? Mohon…

Selanjutnya

Tidak Ziarah Kubur Orangtua, Apakah Termasuk Durhaka ?

kuburan

  Assalamu’alaykum. Pak ustadz, apa saya termasuk anak yang durhaka karena sewaktu almarhumah ibu masih ada beliau berpesan ingin di ziarahi oleh saya. Tapi saya hanya ziarah sesekali saja. Demikian juga kalau saya pulang menengok saudara saya hanya lewat saja tidak ziarah? Bagaimana agar saya tidak dibilang durhaka walau beliau sudah meninggal? Mohon penjelasannya dan terima kasih. ( Reni via fb )     Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Dalam pertanyaan Anda ini ada dua hal yang berbeda. Pertama soal ziarah kubu dan kedua soal…

Selanjutnya

Sibuk Kerja, Begini Cara Tetap Bisa Berbakti Pada Orangtua

orang tua

    Assalamu’alaykum. Pak Aam, saya mempunyai pekerjaan yang lumayan menyita waktu bahkan waktu untuk keluarga juga sangat minim. Saya juga masih mempunyai orangtua yakni ibu yang beda rumah dan lokasi sementara ayah sudah meningga. Saya merasa belum berbuat baik kepada mereka. Bagaimana cara terbaik berbakti kepada oarang tua yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dengan kondisi saya yang sibuk sekarang ini ?. Apakah mencukupi kebutuhannya dan doa sudah cukup? Mohon nasihatnya dan terima kasih ( Robby via fb )     Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang…

Selanjutnya

Keluar Kerja Dari Bank dan Berbohong Pada Orangtua, Bagaimana Hukumnya?

   Assalamu’alaikum. Pak Aam, saya kerja di salah satu bank swasta, saya ingin keluar karena saya ragu soal penghasilan dan kerja ditempat yang bergelut dengan riba.  Namun ayah saya tidak mengizinkan dengan berbagai alasan. Bolehkah saya berdusta kepada ayah saya, saya keluar tanpa sepengetahuannya seolah-olah saya berbohong kepada ayah? Mohon nasihatnya. ( Ver via email)     Wa’alaikumsalam ww.  Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Begini, kalau Anda sudah merasa dewasa dan mempunyai tanggung jawab sendiri sebenarnya orangtua tidak perlu mengatur terkait pekerjaan Anda.   Kalau Anda yakin…

Selanjutnya

Cara Berbakti Pada Orang Tua Yang Sudah Meninggal Dunia, Lakukan Yang Ini

  Assalamulaikum. Pak Ustadz, saya baru saja ditinggal ayah untuk selamanya secara mendadak. Sungguh saya sedih mendalam. Saya menyesal karena belum sempat membahagiakan almarhum ayah saya. Saya mau nanya, dapatkah kita sebagai anak mengangkat martabat orang tua yang sudah wafat? Apakah bisa seorang anak membantu orang tua yang sudah meninggal agar bisa masuk surga? Apa yang harus dilakukan oleh anak untuk berbakti kepada orangtua yang telah meninggal? Mohon nasihatnya ( Sari via email)     Waalaikumsalam ww. Secara pribadi saya turut berduka cita, semoga ayah Anda diampuni dosanya. Bapak ibu…

Selanjutnya

Keutamaan Berbakti Pada Orangtua, Sudahkah Kita Lakukan?

  PERCIKANIMAN.ID – – Kalau setiap anak mengetahui dan memahami keutamaan berbakti kepada orangtua, tentu tidak akan ada anak yang berani mendurhakai orangtuanya. Secara pribadi, saya sangat tidak menyukai kata durhaka ini, terlebih jika kata tersebut dirangkaikan dengan kata orangtua. Betapa tidak? Tidak seharusnya orang yang melahirkan, membesarkan, mendidik, serta melindungi kita dengan segenap jiwa raga diperlakukan durhaka. Sedikit pun, mereka tidak berhak menerimanya. Kembali pada keutamaan berbakti kepada orangtua, berikut empat poin yang harus dicamkan oleh setiap anak. Derajatnya sama dengan shalat dan jihad.   Aku bertanya kepada Rasulullah…

Selanjutnya

Manakah yang Lebih Utama, Nasihat Ibu atau Ayah?

PERCIKANIMAN.ID – – Jika ayah dan ibu memberikan opini kepada anak dan opini mereka saling bertentangan, maka opini siapa yang diambil? Dijawab Syaikh Musthofa Al ‘Adawi: “Yang diambil opininya adalah yang lebih sesuai dengan kebenaran dan lebih dekat kepada ketaqwaan dan ihsan”. Adapun jika tidak bisa dibedakan mana opini yang lebih shahih, maka jika perkaranya terkait dengan sikap atau perlakuan baik, maka ibu didahulukan. Adapun jika perkaranya terkait dengan hal umum yang memang bidangnya para lelaki maka opini ayah didahulukan. Wallahu a’lam”. Lalu jika ayah dan ibu saling berselisih, apa yang semestinya dilakukan anak?…

Selanjutnya