Mari Berjalan Agar Hidup Seimbang

Oleh: Ir.H.Bambang Pranggono MBA*       “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.” (Q.S. Al-Furqaan [25]: 63)     Biasanya, ayat di atas dijadikan pedoman akhlak mulia dalam Islam. Namun demikian, penulis berkeyakinan bahwa mungkin saja ada hikmah lain tentang perbuatan berjalan yang disebutkan dalam ayat di atas.     Ketika seorang sahabat ingin pindah rumah ke lokasi yang lebih dekat dengan masjid, Rasulullah Saw. melarangnya dan bersabda,…

Selanjutnya

Partai Allah vs Partai Setan, Ini Penjelasan MUI

ulama-mui

  PERCIKANIMAN.ID – –  Pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menuai pro dan kontra terkait adanya dua partai, yaitu partai Allah (hizb Allah) dan partai setan (hizb syaithan) yang ada dalam Alquran. Hal ini pun mendapat tanggapan dari Wakil Ketua Umum MUI Pusat Zainut Tauhid.     Zainut menjelaskan di dalam Alquran surat Al-Mujadilah ayat 19-22 itu menerangkan adanya dua golongan manusia, yaitu golongan setan (hizb as-syaithan) dan golongan Allah (hizb Allah).   Menurut Zainut, golongan setan itu disebutkan sebagai golongan orang yang selalu berdusta, lupa…

Selanjutnya

Sang Guru Itu Bernama Kecoa

Oleh: Ir. H. Bambang Pranggono, MBA*     PERCIKANIMAN.ID – – Banyak binatang yang disebutkan dalam Al Quran yang bisa diambil pelajaran bagi manusia, satu diantaranya seperti yang disebutkan Allah Swt,   “Sesungguhnya Allah tidak malu memakai perumpamaan seperti nyamuk atau yang lebih kecil daripadanya.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 26)   Sebetulnya, tanpa harus mendalami sains dan teknologi, manusia sudah bisa merasakan ke-Maha Besar-Nya dengan memandang besarnya pegunungan atau luasnya langit.   Hal menarik terjadi ketika Allah menyebut binatang kecil dan hina dalam Al-Quran agar manusia menemukan kebesaran-Nya. Karenanya, kita pun…

Selanjutnya

Malas Istighfar ? Ini Kerugian Yang Akan Didapat

PERCIKANIMAN.ID – – Semua orang pernah berbuat salah atau dosa, baik disengaja atau tidak disengaja. Istighfar, dan lalu, mohon ampun atau maaf adalah sikap yang bijaksana. Istighfar, adalah bagian dari dzikir. Karena istighfar memiliki makna “menutupi atau memohon ampunan”. Atau lebih jelasnya, makna istighfar adalah   “Meminta kepada Allah agar kita ditutupi dari hal-hal yang menyakitkan atau ditutupi dari akibat dosa yang pernah kita lakukan”. Makna tersebut sesuai dengan ungkapan Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, “Istighfar adalah memohon kepada Allah agar kita dilindungi dari keburukan yang telah kita lakukan sebelumnya.” Allah Swt.…

Selanjutnya

Ciri Orang Yang Mendapat Hidayah  ( tafsir surat An Nur ayat 54)

Oleh: Dr.H.Aam Amiruddin, MSi*     PERCIKANIMAN.ID – – Sesungguhnya hidayah atau petunjuk itu sesuatu yang yang sangat mahal dan hanya Allah Swt yang memberikannya. Sementara manusia manusia termasuk pada Nabi dan Rasul hanyalah sebagai wasilah atau penyampai jalan semata. Dalam Al Quran Allah Swt. berfirman,   “Katakanlah, “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepada-Nya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak…

Selanjutnya

Allah Yang Memberi Pentunjuk, ( tafsir Surat Al Lail ayat 12 )

Oleh: Dr.Aam Amiruddin,M.Si   PERCIKANIMAN.ID – – Bagi seorang dai atau kaum muslimin tidak perlu berkecil hati atau merasa tidak berhasil dalam dakwah hanya karena orang yang diajak kepada Islam tidak mau atau biasa saja. Sebab, perlu diketahui bahwa Sang Pemberi Petunjuk atau Hidayah itu adalah mutlak Allah Swt, bukan dai atau ustadz. Hal ini seperti yang ditegaskan Allah Swt dalam Al Quran yang berfirman,   “Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk,” ( QS. Al Lail : 12)   Allah Swt. telah menetapkan pada diri-Nya Yang Maha Suci untuk memberikan petunjuk…

Selanjutnya

Ini Yang Akan Dirasakan Penghuni Surga (tafsir Surat Al Ghaasyiah)

pintu surga

    Bersama: Dr.H.Aam Amiruddin M.Si     PERCIKANIMAN.ID – – Secara umum kehidupan manusia kelak akhir berakhir yang sangat jauh berbeda yakni di surga ( beruntung) dan di neraka (celaka). Amal shalih, pahala dan dosa serta karena rahmat-Nya lah yang menyebabkan seorang manusia menjadi penghuninya. Sebelum memasuki kehidupan tersebut akan diawali dengan peristiwa hari khiamat kemudian hari berbangkit yang dilanjutkan dengan hari pembasalan yakni penghitungan pahala dan dosa. Kondisinya kelak seperti tergambar dalam Surat Al Ghaasyiah berikut ini tafsirnya: Sudah datangkah kepadamu berita hari pembalasan? Kalimat ini menggunakan gaya bertanya.…

Selanjutnya

Pangkal Kemajuan Islam (Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Anfaal [8]: 24)

burj-kalifa

Oleh: Dr. Aam Amiruddin,MSi   يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ “Hai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila ia menyerumu pada suatu yang memberi kehidupan kepadamu. Ketahuilah, sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan.” (Q.S. Al-Anfaal [8]: 24)   PERCIKANIMAN.ID – – Bila kita runut dengan ayat-ayat surat Al-Anfaal sebelumnya, seruan kepada orang yang beriman pada ayat ke-24 ini merupakan seruan ketiga. Seruan pertama terdapat dalam…

Selanjutnya

Akhirat, Kehidupan yang Sesungguhnya (Tafsir Surat Al-A’la Ayat 17-19)

surga

Dalam ayat ke-16 telah dijelaskan bahwa banyak manusia yang tertipu oleh  kehidupan dunia yang sebenarnya “hanya sesaat”. Allah Swt tidak melarang kita untuk menikmati dunia, selama kita mendapatkannya dengan cara yang halal dan benar menurut aturan-aturan Allah. Pada ayat berikutnya atau ayat ke-17, Allah swt. Menegaskan, walau bagaimanapun akhirat itu lebih kekal daripada dunia. وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Subhanallah, Maha Suci Allah. Allah terus mengingatkan kita pada kehidupan yang sesungguhnya, yakni kehidupan akhirat yang penuh dengan kenikmatan dan keabadian. Namun sayang, sangat…

Selanjutnya

Tiga Kelompok Manusia Menyikapi Petunjuk Allah (Tafsir Surat Al A’la Ayat 3)

Baca Quran

Berikut adalah kutipan ayat ketiga dari surat Al A’la  : وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَى dan yang menentukan kadar dan memberi petunjuk Allah swt. tidak sekadar menciptakan, tetapi juga menentukan kadar masing-masing serta memberikan petunjuk pada masing-masing makhluk, sehingga setiap makhluk mampu menjalankan perannya. Allah swt. telah menentukan kadar pada seluruh ciptaan-Nya. “… dan Allah telah menciptakan segala sesuatu, dan Allah menetapkan kadar (ukuran-ukurannya) dengan serapi-rapinya.” (Q.S. Al Furqan 25: 2)  “…Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan (kadar) bagi tiap-tiap sesuatu.” (Q.S. Ath-Thalaq 65: 3) Bumi mengitari matahari dengan konsisten di orbitnya pada…

Selanjutnya

Al-Quran, Firman Pemisah yang Benar dan Salah (Tafsir Surat Ath-Thariq 13)

alquran

Pada ayat-ayat 11 dan 12 dalam surat Ath-Thariq, Allah swt. memaparkan tentang tanda-tanda kebesarannya  seperti adanya hujan yang turun dari langit sebagai salah satu gejala alam.  Hujan turun ke bumi dan airnya menjadi sumber kehidupan di dunia ini.   Pada ayat berikutnya atau ayat ke-13,  Allah memaparkan tentang Al-Qur’an sebagai pemisah antara benar dan salah. Berikutnya adalah ayat ke-13 ; إِنَّهُ لَقَوْلٌ فَصْلٌ Sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang benar dan yang salah Sesudah Alah swt. menjelaskan  keagungan ciptaannya, Allah swt. menyuruh agar kita memperhatikan firman-firman-Nya…

Selanjutnya

Konsekuensi Kepemimpinan (Tafsir Surat Al-Baqarah ayat 166-167)

pemimpin

(yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti, “Seandainya Kami dapat kembali (ke dunia), pasti Kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka. (Q.S. Al-Baqarah [2]: 166-167)   ***   Seperti sudah menjadi “kelaziman” jika dalam sebuah pembahasan, baik melalui tulisan atau lisan, ketika…

Selanjutnya

Harmoni Ramadhan : Tafsir Al-Quran Surat Al-Baqarah 187

Oleh : Dr. Aam Amiruddin   “Dihalalkan bercampur dengan istrimu pada malam hari di bulan puasa. Mereka adalah pakaianmu dan kamu pakaian mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan nafsumu. Karenanya, Dia mengampuni dan memaafkanmu. Sekarang campuri mereka dan cari apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu perbedaan antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakan puasa sampai datang malam. Namun, janganlah kamu campuri mereka ketika kamu beritikaf dalam masjid. Itu ketentuan Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Demikian Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada…

Selanjutnya

Ramadhan Bulan Perubahan (Bedah Q.S Al-Baqarah (2): 185)

bulan baru

Oleh : Dr. Aam Amiruddin Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manu­sia dan penjelasan-penjelasan me­nge­nai petunjuk itu, serta sebagai pembeda antara yang benar dan yang batil. Siapa pun di antaramu berada di negeri tempat tinggalnya pada bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa. Jika tidak berpuasa karena sakit atau dalam perjalanan, kamu wajib menggantinya pada hari lain sebanyak hari yang di­ting­galkannya itu. Allah menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu men­cukupkan bilangannya dan meng­­a­gungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar ka­mu bersyukur.…

Selanjutnya

Rencana Orang Kafir Jauhkan Umat dari Ajaran Islam (Tafsir Surat Ath-Thariq Ayat 15,16,17)

pemimpin

Pada tiga ayat terakhir yaitu ayat 15,16 dan 17 surat Ath-Thariq, Allah menyatakan bahwa orang kafir yang memusuhi Islam  tidak akan tinggal diam.  Mereka akan melakukan  berbagai cara dan tipu daya  agar umat Islam menjauh dari ajaran yang telah disampaikan melalui Rasulullah saw. Berikut ayat 15 dan 16 surat Ath Thariq: إِنَّهُمْ يَكِيدُونَ كَيْدًا وَأَكِيدُ كَيْدًا Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Akupun membuat rencana  dengan sebenar-benarnya. Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang memusuhi Islam akan terus berjuang membuat berbagai tipu daya agar umat…

Selanjutnya

Waspadai Hati Yang Berkarat ( Tafsir Q.S. Al Muthaffifin ayat 14 -28) bag. 2

“Sekali-kali tidak! Sesungguhnya, catat­an orang-orang berbakti benar-benar tersimpan dalam ’Illiyyīn.     Tahukah kamu apakah ’Illiyyīn itu? Itulah Kitab berisi catatan amal, yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan kepada Allah “ (QS. Al Muthaffifin: 18 -21) Allah swt. menjelaskan bahwa catatan amal kebaikan orang-orang yang berbakti berada di ’Iliyyin. Tahukah kamu apakah ‘Illiyyin itu? Kitab yang bertulis, yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan. ’Iliyyin artinya tempat yang tinggi. Kata ’Iliyyin adalah kata jamak. Ini menunjukkan bahwa tempat tinggi tersebut bertingkat-tingkat, sesuai kadar bakti setiap orang yang juga bertingkat-tingkat. Catatan orang-orang yang banyak…

Selanjutnya

Waspadai Hati Yang Berkarat ( Tafsir Q.S. Al Muthaffifin ayat 14 -28) bag. 1

kokoh kuat

“Sekali-kali tidak, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka”. (QS. Al Muthaffifin: 14) Para pendurhaka akan diadzab dikarenakan mendustakan hari penghisaban di hari kiamat. Mengapa mereka mendustakannya? Karena mereka tidak meyakini kebenaran ayat-ayat Allah. Mereka menganggap ayat-ayat Allah hanyalah dongeng yang tidak bermakna.  Pada ayat ini Allah menjelaskan sesungguhnya penolakan mereka terhadap ayat-ayat Allah disebabkan karena hati mereka berkarat. Hati mereka tertutup dengan berbagai dosa dan maksiat yang pernah mereka perbuat. Sekali-kali tidak, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka. Perbuatan maksiat diumpamakan karat…

Selanjutnya

Shalatlah Agar Batinmu Bersih (Tafsir Surat Al A’la Ayat 15)

Shalat

Dalam tafsir surat Al A’la ayat ke 14 dijelaskan bahwa membersihkan diri dapat mengandung dua makna yaitu;  membersihkan kotoran lahiriah ataupun noda batiniah. Allah swt. menyukai orang-orang yang selalu berusaha membersihkan jasad dan rohaninya, Inna Llaha yuhibbu at-tawwabiina wa yuhibbu al-mutathahhiriin ”Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang suka menyucikan rohani dan orang-orang yang menyucikan badan”. Jadi, antara kesucian batin dan kebersihan lahir itu harus berimbang, alias dua-duanya harus bersih. Itulah orang-orang yang akan mendapat keberuntungan. Bagaimana cara membersihkan batin atau rohani? Dijelaskan pada ayat ke 15 ini وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى…

Selanjutnya

Azab Allah Bagi Orang yang Tak Mau Mengambil Pelajaran (Tafsir Surat Al A’la Ayat 12-14)

alquran

Allah swt berfirman dalam surat Al A’la Ayat 12 الَّذِي يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرَى orang yang akan memasuki api yang besar. Sanksi bagi para pembangkang adalah siksa yang dahsyat berupa api neraka. Mengapa Allah menyediakan siksa? Imbalan dan siksa alias surga dan neraka diadakan untuk menegakkan keadilan, bukan karena kebencian Allah kepada hamba-Nya. Ada orang yang berusaha mendapatkan harta dan kekuasaan dengan menjaga nilai-nilai kebenaran, berpegang teguh pada kemanusiaan, dan menjunjung hak-hak orang lain. Maka, untuk menegakkan prinsip keadilan, Allah berikan pada orang seperti ini imbalan berupa kenikmatan surgawi yang abadi.…

Selanjutnya

Ancaman Bagi Orang yang Melalaikan Agama (Tafsir Q.S. Al-Buruuj Ayat 12-13)

alquran, terjemah, almuasir

Sesudah Allah swt. menjelaskan imbalan bagi orang-orang beriman pada ayat ke-11, kemudian kita diberi gambaran juga apa yang akan didapatkan oleh orang-orang yang melalaikan ajaran-ajaran agama. إِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيدٌ Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras. Tingkatan dan jenis siksaan yang dirasakan oleh penghuni neraka berbeda-beda sesuai dengan tingkat kekufuran, kemunafikan, kemusyrikan, dan kemaksiatan mereka. Al Quran menggambarkan tentang neraka sebagai tempat yang sangat mengerikan dan menyengsarakan. “Yaitu api yang disediakan Allah, yang dinyalakan, yang membakar sampai ke hati.” (Q.S. Al Humazah 104: 6-7), “Ketika belenggu dan rantai dipasang di leher…

Selanjutnya

Tipe Manusia yang Tertipu oleh Dunia (Tafsir Surat Al A’la Ayat 16)

uang rupiah

PERCIKANIMAN.ID – Dalam tafsir Al Qur’an surat Al A’la ayat ke 15 diterangkan bahwa Allah swt. telah menjelaskan cara untuk menyucikan jiwa. Namun pada kenyataanya,  tak sedikit manusia yang berpaling dari ajaran-ajaran-Nya. Mengapa? Karena ada di antara manusia yang lebih mengutamakan kehidupan duniawi, sebagaimana dijelaskan pada ayat ke 16 ini. بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا Tetapi kamu memilih kehidupan duniawi.   Dalam bahasa Arab, Dunia diambil dari kata danaa artinya ”sesuatu yang dekat, sebentar atau sesaat”. Dikatakan demikian, karena memang kehidupan dunia itu sifatnya sebentar alias sesaat. Nikmat dunia itu hanya…

Selanjutnya