Dosa Orang Yang Mengadu Domba, Ini Yang Diancam Allah dan Rasul-Nya

0
112
Dari adu domba bisa mengakibatkan adu mulut dan berakhir dengan adu jotos (berkelahi) ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Dalam perjalanan Isra dan Mi’raj, Malaikat Jibril memperlihatkan banyak peristiwa kepada Rasulullah Saw. Salah satunya, serombongan laki-laki dan perempuan yang sedang memotong-motong daging salah seorang di antara mereka.

Kemudian, mereka meletakkan potongan daging tersebut ke dalam mulut salah seorang yang lain dan berkata, “Makanlah seperti apa yang aku makan.” Rasulullah Saw. merasa heran. Beliau pun bertanya kepada Jibril,

iklan

 

Wahai Jibril, siapakah mereka itu?” Jibril menjawab, “Mereka inilah pengumpat, pencela, dan pengadu domba.

Mengadu domba dalam bahasa agama dikenal dengan istilah namimah. Menurut Kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Musyawarah, namimah berarti memindahkan atau menyampaikan berita kepada pihak lain untuk maksud dan tujuan yang tidak baik.

Sedangkan, menurut definisi Imam Nawawi, namimah adalah menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan di antara mereka.

Ulama bersepakat bahwa mengadu domba termasuk dosa besar. Perbuatan ini diharamkan berdasarkan Al-Quran, sunah, dan kesepakatan seluruh umat Islam. Allah Swt. berfirman,

(10). وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَهِينٍ

(11). هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ

(12). مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ

Jangan kamu patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina, suka mencela, suka menyebarkan fitnah ke sana kemari, yang merintangi segala yang baik, yang melampaui batas dan banyak dosa.” (Q.S. Al-Qalam [68]: 10-12)

Mengadu domba merupakan dosa besar karena perbuatan ini bisa mengakibatkan perkelahian dan perseteruan, dengan kata lain bisa merusak hubungan baik seseorang dengan orang lain.

Maka, Allah Swt. menjanjikan balasan azab yang pedih kepada para pengadu domba dalam ayat berikut ini.

(1). وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ

Sungguh celaka para pengumpat dan pencela.” (Q.S. Al- Humazah [104]: 1)

Maksud ayat tersebut adalah perbuatan mencaci dan menyebarkan fitnah untuk menghancurkan orang lain tergolong ke dalam perbuatan mengadu domba. Hukumannya adalah neraka. Rasulullah Saw. bersabda,

Tidak masuk surga orang yang suka mengadu domba” (HR. Muslim).

Semoga kita diajuhkan dari perbuatan dan sifat adu domba ini.Wallahu’alam bishshawab.[]

Sumber: disarikan dari buku “ Ketika Dosa Tidak Dirasa “  karya Dr. H. Aam Amiruddin, M.Si

5

Red: admin

Editor: iman

976