Pengobatan Jarak Jauh Menurut Islam, Boleh atau Terlarang ?

0
531

Assalamu’alaykum. Pak Aam, sudah beberapa bulan ini suami sakit dan secara medis sudah berobat ke dokter dan rumah sakit namun belum ada hasil. Oleh saudara disarankan untuk berobat jarak jauh (paranormal) caranya mendengarkan suaranya lewat telepon atau video dan energinya akan ditransfer jarak jauh. Bagaimana hukum pengobatan jarak jauh ini? Apakah ada contohnya dari Rasul? Mohon penjelasannya dan terima kasih ( Lilis via fb )

 

iklan

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Kita ini diperintahkan bahkan hukumnya wajib berobat kalau sakit, atau mencari atau ikhtiar mencari kesembuhan jika sakit karena Allah Swt. tidak menurunkan suatu penyakit kecuali Allah pun menyediakan obatnya.

 

 

 

Jadi kita sakit maka tidak boleh pasrah atau tawakal sebelum sebelum ada ikhtiar pengobatan atau berusaha mencari kesembuhan. Allah menurunkan sakit namun obat atau cara penyembuhannya harus diikhtiarkan. Tidak boleh langsung pasrah atau menyerah dan menunggu kesembuhan tanpa usaha.

 

 

 

Namun yang harus kita waspadai adalah cara pengobatannya yakni tidak boleh menggunakan atau memakai cara yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya. Tetap dalam mencari atau berikhtiar kesembuhan atau berobat harus sesuai dengan syariat Allah.  Dalam hadits dari Ibnu Mas’ud r.a. berkata, telah bersabda Rasulullah Saw.,

 

 

Sesungguhnya Allah Swt. tidaklah menurunkan suatu penyakit melainkan juga menurunkan obatnya. Karena itu, berobatlah kamu.” (H.R. Nasa’i, Ibnu Majah, dan Hakim).

 

 

Kemudian hadits yang lain dari Jabir r.a. berkata, Rasulullah Saw. bersabda, “Setiap penyakit ada obatnya, jika sakitnya telah diobati ia akan sembuh dengan izin Allah Swt.” (H.R. Muslim).

 

Berobat bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari cara yang tradisional hingga modern. Boleh dan tidaknya pengobatan lewat telepon bergantung pada pelaksanaannya. Kalau telepon hanya sekadar alat komunikasi antara pasien dengan orang yang ahli dalam bidang pengobatan untuk mendiagnosa penyakit pasiennya, lantas ahli pengobatan tersebut memberikan saran berupa obat-obatan yang alamiah, masuk akal, dan ilmiah, tentu diperbolehkan.

 

 

 

Namun kalau ahli pengobatan tersebut memberikan pengobatan yang berbau mistik dan klenik, cara seperti ini diharamkan karena melibatkan kekuatan jin.

 

 

Rasulullah Saw. sebagai teladan umat memberi contoh kepada kita dengan berobat secara alamiah dan ilmiah, bukan dengan cara klenik dan mistik. Perhatikan keterangan berikut.
dari Ibnu Abbas r.a. berkata,

 

 

Nabi Saw. pernah berbekam (diambil darah kotornya) dan memberi upah kepada tukang bekam, dan beliau pernah pula memakai obat tetes hidung.” (H.R. Muslim).

 

 

Kesimpulannya, hindari cara pengobatan yang melibatkan unsur-unsur mistik atau klenik. Berobatlah secara alamiah dan ilmiah. Telepon bisa digunakan sebagai media komunikasi atau konsultasi antara pasien dengan ahli pengobatan, selama cara pengobatannya tidak berbau mistik.

 

 

Intinya kita tidak boleh mendatangi dukun atau peramal dan sejenisnya yang menggunakan metode atau cara pengobatannya mengandung unsur mistik, syirik seperti jampi-jampi atau bahkan yang disebut dengan supranatural atau kekuatan ghaib dan sebagainya. Dalam hadits shahih  bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

 

Barangsiapa mendatangi peramal lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari.” (HR.Muslim )

 

BACA JUGA: Hukum Menikah Dengan Paranormal, Boleh atau Tidak ?

 

Jadi sekali lagi berobat dengan cara medis atau alternatif diboleh sepanjang sesuai dengan syariat Islam dan tidak melanggar ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

 

Nah,terkait dengan pembahasan tentang dunia jin, cara jin menggoda manusia termasuk dalam pengobatan, Anda, bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul ” MENELANJANGI STRATEGI JIN “. Ada pembahasan lebih dalam dan lengkap dengan dalil dari Alquran dan hadits shahih. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

670

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman