Puasa Penuh Di Bulan Rajab, Adakah Contohnya ?

Assalamu’alaykum, Pak Aam. Saudara saya pernah menasihati agar saya melaksanakan puasa sunnah penuh (full) di bulan Rajab, karena pahalanya sangat besar dan sebagai penebus dosa. Bagaimana hukumnya puasa full selama bulan Rajab ini? Apakah ada contohnya dari Rasul? Mohon penjelasannya. ( Iip via fb )

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Perlu diketahui dan dipahami bahwa segala bentuk ibadah khususnya shalat dan puasa itu harus sesuai dengan contoh Rasul. Dari mana kita tahu?. Tentu dari hadits atau ada dalilnya bahwa melakukan ibadah ini dan itu atau shalat/puasa ini dan itu.

 

Setahu saya, tidak ada dalil atau hadits atau riwayat yang menyebutkan bahwa Rasul melakukan puasa penuh di bulan Rajab. Jadi saya tegaskan, tidak ada puasa full atau sebulan penuh selama bulan Rajab.  Kita tidak boleh membuat aturan ibadah yang tidak dicontohkan oleh Rasul. Simak hadits Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam yang diriwayatkan dari jalur Ummul Mu’minin Aisyah rodhiyallahu ‘anha , 

 

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Rasulullah itu melakukan shaum full selama satu bulan itu saat bulan Ramadhan. Ada suatu riwayat menyatakan, Pada saat itu Rasulullah bertemu dengan seorang sahabat yang menjalankan shaum setiap hari Rasulullah mengatakan, “Aku orang yang paling taqwa diantara kamu, aku tidak pernah berpuasa setiap hari kecuali saat Ramadhan.”

 

 

BACA JUGA: Menyemprotkan Oksigen Saat Puasa, Apakah Batal ?

 

Diluar Ramadhan tidak perlu puasa setiap hari. Kalau mau, lakukanlah puasa Daud. Bagaimana puasa Daud?

“sum yauman waftir yauman” “sehari shaum, sehari berbuka”

 

Jadi syarat amal ibadah itu pertama dikerjakan atau diniatkan dengan ikhlas hanya mengharap ridho Allah dan yang kedua adalah ada dalil atau contoh dari Rasul. Ibadah termasuk puasa sunnah itu harus ada contoh dari Rasul. Syarat ikhlas itu seperti yang dijelaskan dalam Al Quran,

 

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

 

Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”. ( QS.Al Kahfi: 110 )

 

 

Dalam penjelasannya Ibnu Katsir seorang pakar tafsir yang tidak diragukan lagi keilmuannya mengatakan, ““Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh”, maksudnya adalah mencocoki syariat Allah (mengikuti petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen). Dan “janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”, maksudnya selalu mengharap wajah Allah semata dan tidak berbuat syirik pada-Nya.” Kemudian beliau mengatakan, “Inilah dua rukun diterimanya ibadah, yaitu harus ikhlas karena Allah dan mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

 

Kesimpulannya berdasarkan pada analisa itu. Satu, tidak ada dalil yang shahih mengenai puasa setiap hari selama bulan Rajab. Dan janganlah mengerjakan hal itu, karena tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Perlu diingat bahwa Rasulullah maksimal menganjurkan adalah puasa Daud. Yaitu puasa sehari, berbuka sehari.

 

Untuk itu saya mengingatkan atau mengajak kalau belajar agama itu dengan ahlinya, ulama yang diakui dan betul-betul paham hukum dan ilmu keagamaannya, bukan sekedar belajar dari internet atau orang yang pandai ceramah. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawaab. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: norman

890

 

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 279 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment