Musibah Itu Ujian atau Adzab? Begini Cara Memaknainya

Assalamu’alaykum. Pak Aam, ketika kita terkena musibah bagaimana cara membedakan antara ujian dengan hukuman atau azab?. Dan bagaimana agar terhindar dari azab Allah? Mohon penjelasannya dan terima kasih. ( Shanty via fb )

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Bagaimana memaknai musibah itu sebagai ujian atau azab dari Allah? Pertama saya perlu jelaskan dulu, kalau Anda lihat surat Al-Hadid ayat 22:

 

 

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.”

 

 

Ini yang Allah firmankan bahwa yang namanya musibah yang diturunkan Allah adalah kehendak-Nya dan sudah tertulis akan kejadiannya di Lauhul Mahfuzh sebelum manusia dilahirkan. Tapi ada juga di surat Ar-Rum ayat 41:

 

 

 

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

 

 

Dari dua ayat tersebut dapat kita pahami bahwa ada musiah yang terjadi karena sudah ada ketentuan Allah namun ada juga musibah yang disebabkan oleh ulah tangan manusia itu sendiri. Kenapa musibah itu Allah turunkan? Karena kelalaian dan  karena perbuatan atau ulah manusia itu sendiri. Misalnya musibah banjir dan tanah longsor itu karena hutannya dibabat habis sehingga tanahnya labil kemudian air hujan tidak terserap.

 

 

Jadi kalau hidup kita ini penuh maksiat, penuh dosa lalu turun musibah kepada kita, boleh jadi ini ada kaitannya dengan “bimaa kasabat aydii nnnaasi” karena perbuatan kita sendiri. Lalu Allah turunkan musibah itu supaya kita merasakan perbuatan buruk kita. Lalu setelah itu Allah ingin kita kembali kepada jalan yang benar. agar kita bertaubat dan selalu ingat kepada Allah Swt.

 

 

Dalam Alquran banyak kisah atau cerita tentang ummat yang mendapat azab dari Allah disebab karena perbuatan maksiat. Seperti yang sering kita dengan dan baca yakni kisah kaum Nabi Luth as yang melakukan perbuatan homo atau istilahnya sekarang dengan LGBT. Kemudian Allah Swt mengazabnya. Coba simak dalam Alquran,

 

 

Apakah kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu?. Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan: ‘Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar’.”  (QS.Al Ankabut:29)

 

 

Setelah mendapat peringatan dari Nabi Luth dan kaumnya tidak mau bertaubat justru menantang agar didatangkan azab maka Allah pun mengazabnya dengan gempa yang besar. Inilah satu satu contoh bahwa musibah itu disebabkan karena ulah manusia itu sendiri.

 

 

BACA JUGA: Anak Sebagai Ujian, Begini Cara Menyikapinya

 

Jadi kalau ada musibah itu boleh jadi adalah peringatan bagi kita unutk bertaubat kepada Allah. Tetapi boleh jadi hidup kita ini dijalani dengan kebaikan, dipenuhi amalan-amalan sholeh, dosa dan maksiat kita berusaha untuk menjauhinya tapi ternyat kita juga terkena musibah. Ini yang dikatakan bahwa ini adalah ujian bagi kamu. Coba simak dalam surat Al-Baqarah ayat 155-157:

 

 

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. “ Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

 

 

Nah mereka adalah orang-orang yang berserah diri ketika dijumpai musibah, mereka menganggap bahwa musibah adalah keberkahan dari Allah SWT. maka mereka akan di beri ptunjuk. Apa yang dimaksud dengan diberi petunjuk? Jadi, musibah telah membawanya lebih dekat kepad Allah SWT. bukan malah menjauh dari Allah Swt

 

 

Jadi apakah musibah yang menimpa kita itu azab atau ujian? Tergantung kitanya, kalau kitanya memang ahli maksiat bisa jadi yang datang itu merupakan adzab bagi kita. tapi kalau kita ini ahli ibadah, itu adalah ujian. Ketika kita ditimpa musibah lalu kita bisa bersabar dan mendekat kepada Allah maka itulah cara Allah untuk memuliakan kita.

 

 

Apabila Allah akan mengangkat derajat seseorang di sisi-Nya. Dan tidak bisa diangkat lagi dari ibadahnya, maka Allah akan memberikan ujian kepadanya, pada keluarganya, atau pada hartanya untuk mengangkat martabat dia di hadapan Allah Swt.

 

BACA JUGA: Tips Menghadapi Musibah Jadi Ibadah

 

Dengan demikian kalau orang sholeh dapat musibah itu ujian untuk mengangkat martabat dan kedudukan yang mulia di sisi Allah. Tapi kalau ahli maksiat, itu adzab supaya mereka merasakan perbuatan mereka sendiri. Tapi masih ada harapan, “la’allahum yarji’uuna” semoga dengan diberikannya musibah dia kembali kepada jalan Allah Swt.

 

 

Lalu bagaimana caranya agar terhindar dari musibah?. Jalannya adalah dengan bertaubat, meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta beberbuat amal shalih yang terus menerus. Saat musibah datang hadapi dengan sabar, ikhlas dan senantiasa memohon kepada Allah agar diberikan ketabahan dan Allah mengganti musibah dengan kabar gembira. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: inspirasimuslimah

890

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 502 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment