Hukum Jual Beli Dengan Non Muslim, Bolehkah Menjual Buku Karangan Mereka ?

Assalamu’alaykum. Pak Aam, bagaimana hukum jual beli dengan non muslim?. Apakah itu sama dengan mendukung mereka? Bagaimana hukumnya menjual buku novel yang ditulis oleh non-muslim. Apakah ini haram?. Mohon penjelasannya ( Tris via fb )

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati. Pada prinsipnya hukum jual beli itu diperbolehkan atau halal dilalukan. Hal ini dapat kita baca dalam Alquran sesuai firman Allah,

 

 

Dan Allah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba”. (QS. Al Baqarah : 275)

 

 

Kemudian dalam ayat yang lain Allah Swt juga menjelaskan tentang bolehnya bertransaksi atau jual beli,

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu”. (QS.An Nisa : 29)

 

 

Lalu bagaimana jika jual beli atau perniagaan tersebut dilakukan dengan non muslim?. Tentu saja boleh, sebab dalam ayat tersebut tidak dijelaskan tentang larangan jual beli dengan non muslim. Hal ini dapat kita simak dalam penjelasan sebuah hadits,

 

 

Dari Abdurrahman bin Abu Bakar radhiallahu ‘anhu beliau bercerita ketika kami sedang bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Datanglah seorang laki-laki musyrik yang postur tinggi badannya di atas rata-rata sambil menggiring kambing-kambingnya. Lantas Rasul bertanya kepadanya, “Apakah kambing kambing ini mau dijual ataukah dihibahkan?“ . Dia menjawab, “Dijual”. Kemudian Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam membeli seekor kambing darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

 

Jadi sepanjang keduanya saling ridha, ada kejujuran, keadilan melekat dalam suatu proses mu’amalah dan jual beli, tanpa ada unsur kebatilan dan kezhaliman, bentuk transaksi itu diperbolehkan, artinya bukan barang haram yang dijualbelikan maka itu diperbolehkan.

 

 

Apakah ini sama dengan mendukung atau membantu mereka? Tentu ini harus dilihat secara luas atau lebih jauh lagi dampaknya. Misalnya tetangga kita jualan gorengan atau sayuran tentu saja kita boleh membeli atau ikut menjualkan. Keuntungannya juga tidak seberapa dan bisa jadi hanya cukup untuk membantu kehidupan ekonomi mereka sehari-hari.

 

 

 

Lain halnya, misalnya Anda seorang pengusaha besar yang memproduksi senjata kemudian non muslim tersebut membeli senjata dari Anda untuk digunakan memerangi saudara muslim lainnya maka ini tentu dilarang. Anda tidak boleh bertransaksi dengan mereka dengan tujuan membantu mereka memerangi orang muslim.

 

 

Namun kalau jual beli atau transaksi kecil-kecil yang dampaknya hanya sekedar membantu ekonomi keluarganya, cukup untuk kebutuhan sehari-hari maka tentu saja dibolehkan. Selama memenuhi prinsip jual beli yang dibolehkan dalam Islam.

 

 

Kemudian bagaimana hukum menjual novel atau cerita yang ditulis oleh non muslim? Boleh atau terlarang?

Sebenarnya, itu hak pribadi kita untuk membaca apapun yang kita mau. Apalagi yang dibaca itu novel. Selama kita tahu bahwa novel itu adalah kisah fiktif, cerita imajiner yang dibuat sesuai imajinasi si penulis. Mau itu penulisnya muslim atau non-muslim hukumnya boleh-boleh saja. Yang perlu Anda sadari adalah bagaimana nantinya Anda menanggapi isi buku tersebut dan dampak dari novel tersebut.

 

 

Seperti yang kita ketahui, ilmu itu kan seperti permata. Permata itu mau dimanapun, bahkan di tempat yang kotor sekalipun pasti kita ambil. Kalau kita hanya mau mengambil positifnya, maka itu boleh sekali.

 

 

Pada prinsipnya, orang beriman itu diperbolehkan untuk belajar dari mana pun dan dari siapa pun selama ada manfaatnya dan tidak bertentangan dengan aqidah.

 

 

Hukumnya sama kalau Anda menjual novel yang ditulis oleh non-muslim. Itu tidak apa-apa selama ada ilmu yang bisa diambil dari novel tersebut. Bermuamalah sosial dengan non-muslim pun tidak dilarang selama itu membawa manfaat bagi umat.

 

 

BACA JUGA: Hukum Jual Beli Mata Uang, Halal atau Haram ?

 

 

Namun sebaliknya jika isi novel tersebut,misalnya menyesatkan apalagi sampai mengganggu aqidah umat jika dibaca oleh orang Islam maka itu dilarang. Ini bisa dianggap Anda turut menyebarkan kesesatan kepada umat Islam meski pun itu bentuknya hanya novel atau cerita fiktif.  Apalagi jika novel tersebut berisi ajaran atau ritual ibadah mereka yang mengajak pembacanya untuk mengikuti maka itu juga sama dengan Anda turut membantu agama mereka. Itu tidak boleh.

 

 

Tetapi sebaliknya jika novel itu bacaan biasaan atau cerita biasa, ilmu pengetahuan, kisah perjalanan atau cerita rumah tangga, persahabatan yang secara umum tidak ada kaitannya dengan ajaran atau agama penulis yang non muslim tersebut maka itu dibolehkan. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

890

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

 

(Visited 103 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment