Ingin Taubat Nasuha Di Bulan Ramadhan, Begini Caranya

 

Assalamu’alaikum. Pak Aam, saya mempunyai kebiasaan dan masa lalu yang kelam. Saat Ramadhan ini saya berniat untuk taubat dan hijrah, bagaimana caranya? Mohon nasihatnya. ( AW via fb)

 

 

 

Wa’alaikumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Semua orang pastinya mempunyai masa lalu yang bisa jadi kelam atau suram sekecil apa pun itu. Baik dari kenalan biasa hingga yang luar biasa. Namun itu bukan berarti tidak mempunya masa depan.

 

 

Semua orang mempunyai harapan dan masa depan yang lebih baik selama ia mau berusaha atau ikhtiar kearah sana. Tentu niat Anda ini sangat bagus, ingin taubat dan hijrah kepada hal yang lebih baik. Apalagi di bulan Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan (maghfirah) dari Allah.

 

 

Ada beberapa hal yang harus kita atau Anda lakuakan agar taubat Anda benar-benar Allah kabulkan. Hal pertama yang harus disiapkan adalah niat yang kuat atau kemantapan hati dan tekad yang bulat. Jadikan niat Anda taubat yang sungguh-sungguh atau taubatan nasuha. Seperti yang dipertintah Allah,

 

 

“Hai, orang-orang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang sungguh-sungguh. Mudah-mudahan Tuhan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, yaitu pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang beriman yang bersama dengannya; cahaya mereka memancar di hadapan dan di kanan mereka. Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah cahaya untuk kami dan ampunilah kami. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” ( QS. At Tahrim: 8)

 

 

Bertaubatlah dengan niat yang kuat dan berjanji atau berusaha untuk tidak mengulangi lagi Karena banyak orang yang gagal hijrah, sudah hijrah balik lagi, karena tekadnya tidak kuat.

 

Kedua adalah banyak-banyaklah berdoa dan yakinlah bahwa Allah menerima taubat Anda. Hal ini seperti yang diperintahkan Allah dalam Alquran,

 

 

Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau men-zalimi diri sendiri, mereka segera mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa mereka. Siapa yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu dengan penuh kesadaran”. ( QS.Ali Imran: 135)

 

 

Ketiga bersihkan diri dari hadats besar dan kecil kemudian lakukan shalat taubat sebagai salah satu bukti bahwa Anda benar-benar ingin taubat dan meninggalkan masa lalu kemudian siap mengerjakan amal shalih. Dalam haditsnya Rasulullah Saw bersabda,

 

 

Apabila ada orang yang melakukan suatu perbuatan dosa, kemudian dia berwudhu dengan sempurna, lalu dia mendirikan shalat dua rakaat, dan selanjutnya dia beristigfar memohon ampun kepada Allah, maka Allah pasti mengampuninya.” (HR Abu Dawud, Ahmad, dan Tirmidzi)

 

 

Dalam mengerjakan shalat taubat 2 rakaat ini waktunya boleh malam atau siang hari. Intinya begitu Anda sudah bersih dari hadats besar dan hadats kecil segera ambil wudhu dan kerjakan shalat.

 

 

Keempat diwujudkan taubat Anda dalam bentuk sikap yang istiqomah. Istiqomah bukanlah satu perkara yang mudah, oleh karena itu ganjarannya pun besar.

 

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Tuhan kami adalah Allah kemudian ia istiqomah, maka malaikat akan mengatakan, “Jangan takut, jangan khawatir, sesungguhnya Allah telah siapkan surga untukmu.”” QS. Al-Ahkaf: 13

 

Kelima  adalah kita senantiasa men-charge energi iman kita dengan cara belajar, mendengarkan kajian, dan datang ke majelis-majelis ta’lim atau membaca buku. Rasulullah Saw bersabda:

 

Barangsiapa keluar rumah dengan niat mencari ilmu, maka Allah akan bukakan pintu-pintu surga.” (HR. Bukhari)

 

 

BACA JUGA: Amalan Bulan Ramadhan

 

 

Keenam cari sahabat-sahabat yang satu tujuan dengan kita karena merekalah lingkungan kita. Bahkan ada sebuah pepatah, persahabatan itu bisa mencuri tabi’at. Kalau kita tidak mau bergosip, maka jangan gaul dengan orang-orang yang suka bergosip.

 

Carilah teman-teman yang bisa selalu mengajak kita kepada kebaikan. Dalam sebuah hadits Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang peran dan dampak seorang teman dalam sabda beliau :

 

Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari  dan Muslim )

 

Berkumpul atau bergaul dengan orang-orang shalih tentu mereka senantiasa mengingatkan atau mengajak Anda kepada kebaikan atau amal shalih. Demikian sebaliknya jika Anda masih bergaul dengan teman-teman lama Anda yang belum berhijrah, mereka akan mengajak Anda kepada kebiasaan buruk masa lalu. Mumpung masih dalam suasana Ramadhan, silakan memperbanyak amal shalih dan berdoa agar dikuatkan.

 

Secara pribadi, saya mengucapkan selamat kepada Anda yang ingin berhijrah dan bertaubat. Selamat meraih ampunan Allah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Semoga Anda kembali menjadi manusia yang fitrah atau bersih dari dosa-dosa. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

890

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

(Visited 905 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment