Nifas Dan Menyusui Di Bulan Ramadhan, Apakah Fidyahnya 2 Kali ?

 

Assalamu’alaikum. Pak Aam, bagaimana cara menunaikan fidyah bagi wanita yang melahirkan (nifas) dan menyusui? Apakah fidyahnya jadi dua kali  nifas dan menyusui atau hanya satu saja? Kapan waktu membayarnya? Mohon penjelasannya. Terima kasih ( Rita via fb)

 

 

Wa’alaikumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Sebagaimana yang kita ketahui dan pahami bahwa ada beberapa hal atau kondisi dimana seorang boleh tidak puasa di bulan Ramadhan salah satunya wanita yang nifas (melahirkan) dan sedang menyusui.

 

Sesuai dengan hukum atau fikih puasa Ramadhan maka baginya diberikan keringan untuk tidak berpuasa dan diwajibkan membayar fidyah atau memberi makan kepada fakir miskin sebanyak hari yang ditinggalkannya. Menurut para ulama wanita yang sedang menyusui atau nifas karena melahirkan maka wajib baginya membayar fidyah,

 

yaitu beberapa hari tertentu. Jika di antaramu ada yang tidak berpuasa karena sakit atau dalam perjalanan, wajib menggantinya pada hari-ha­ri yang lain sebanyak hari kamu tidak berpuasa. Bagi orang yang berat menjalankannya,wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin………. ( QS.Al Baqarah: 184)

 

Kemudian bagaimana jika seorang wanita atau ibu yang melahirkan (nifas) lalu menyusui? Apakah fidyahnya menjadi doble yakni nifas dan menyusui?

 

Tentu tidak demikian. Anda cukup membayar fidyah nifasnya saja, sebab Anda menyusui disebabkan melahirkan. Jadi ada yang nifas saja dan ada yang nifas dan dilanjutkan menyusui. Misalnya ada wanita yang nifas karena keguguran atau melahirkan tapi kemudian bayinya meninggal maka ia hanya nifas namun tidak menyusui. Maka fidyahnya adalah nifas saja.

 

Ada juga  ibu yang hanya menyusui saja  karena nifas atau melahirkannya sudah selesai misalnya melahirkan 2 atau 3 bulan lalu. Artinya ia nifasnya sudah selesai namun ia masih menyusui. Fidyahnya cukup  satu saja, yakni menyusui.

 

Jadi seperti yang Anda alami yakni selesai nifas langsung menyusi maka fidyahnya tetap dihitung satu saja dan tidak dua kali membayar fidyah.

 

BACA JUGA: Cara Bayar Fidyah, Uang atau Makanan ?

 

Kemudian waktu membayar fidyahnya kapan dan kepada siapa? Soal waktu secara spesifik tidak dijelaskan. Jadi boleh ketika masih Ramadhan atau setelah Ramadhan. Namun lebih utamanya membayar fidyah itu di bulan Ramadhan itu sendiri. Sekiranya Anda belum mampu atau belum ada rezeki maka boleh nanti setelah selesai Ramadhan.

 

Kepada siapa fidyah diberikan? Anda boleh memberikan kepada orang atau tetangga Anda yang masuk kategori fakir dan miskin. Jika tidak ada, karena Anda tinggal dilingkungan eksklusif misalnya maka Anda boleh menitipkannya atau membayarkan kepada lembaga sosial atau amil zakat.  Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

970

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

(Visited 824 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment