Apakah Sabar Itu Ada Batasnya?

muslimah menangis

 

 

 

Assalamu’alaykum Wr.Wb

Saya merasa mendapat banyak ujian tentang kesabaran baik yang menimpa diri sendiri maupun keluarga? Saya sendiri telah berusaha untuk bersabar dalam menerima dan menghadapi fitnah tersebut sebagai sebuah ujian keimanan dan kesabaran. Apakah bersabar itu ada batas waktunya dan berapa lama seseorang bisa bertahan dalam kesabaran? Mohon penjelasannya pak Aam. Terima kasih ( Dedi by email)

 

 

 

Wa’alaykumsalam Wr.Wb

Iya pak Dedi dan pembaca sekalian jika pahami secara mendalam maka hakikatnya hidup ini adalah ujian yang dituntut kesabaran. Orang hidup tidak selama merasa bahagia, kadang ada sedihnya. Orang tidak selamanya merasa sehat, kadang dalam kondisi sakit. Demikian juga orang tidak selama merasa dalam kelapangan, terkadang dalam kesempitan dan sebagainya.

 

Orang yang sehat, bahagia, lapang dan segala kenikmatan dunia lainnya sebenarnya dalam kondisi diuji oleh Allah Swt. Bagaimana mana menggunakan sehatnya, lapangnya tersebut. Jadi yang dituntut untuk berlaku sabar itu bukan hanya yang sedang sakit, susah, dalam kesempitannya hidup lainnya.

donasi perpustakaan masjid

 

Pegertian sabar menurut para ulama artinya jiwa yang istiqamah dalam jalan kebenaran, tidak larut pada ajakan nafsu, tidak mengenal putus asa, tidak mengeluh kecuali kepada Allah, tidak menyerah pada kesulitan, dan memiliki semangat untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik.

 

Dari makna sabar tersebut sebenarnya dapat kita pahami bahwa sabar itu tidak ada batasnya sampai Allah mengubah keadaan menjadi lebih baik kemudian dilanjutkan dengan rasa syukur. Orang yang sakit tentu kesabarannya sampai Allah memberikan kesembuhan. Orang yang miskin kesabarannya sampai Allah memberikan kelapangan rezeki dan kecukupan. Coba kalau orang sakit sabarnya kan tidak bisa diukur sehari, sebulan bahkan setahun. Kalau dalam waktu tersebut dia belum sembuh, terus mau apa? Marah? Pada siapa?. Orang yang dalam kesempitan atau kemiskinan tentu kesabarannya sampai Allah mencukupkan. Kalau dalam waktu tertentu belum cukup, apakah harus mencuri atau korupsi ?. Jika demikian maka ia tidak bersabar atau berputus asa.

 

Dalam meneladani sikap kesabaran dalam menghadapi ragam ujian dari Allah ini tentu kita bisa mencontoh para Nabi dan Rasul serta orang-orang shalih lainnya. Meneladani Orang-orang shabar (Q.S. 11 : 120) Misalnya:

  • Meneladani kesabaran Rasulullah saw, dituduh gila, difitnah, disakiti dan hampir terbunuh,
  • Nabi Ayub yang di uji dengan sakit,
  • Kesabaran Nabi Nuh ketika menghadapi anak dan istrinya yang tidak saleh
  • Nabi Sulaiman yang diuji dengan kekuasaan, Nabi Musa yang diuji dengan ilmu, Asiah yang diuji oleh Fir’aun sebagi suami yang otoriter,
  • Dan sebagainya.

 

Namun harus kita yakini bahwa Allah tidak mungkin menguji kita diluar kesanggupan kita menghadapinya. Jadi apa yang Allah cobakan kepada hamba-Nya sesuai dengan kesanggupan dan kemampuan nya. Allah Maha Tahu dan Maha Adil sehingga Tahu batas ujian yang diberikan kepada hamba-Nya. Tentu dibutuhkan kondisi keimanan dan keyakinan yang harus dipersiapkan.

 

Sesuai dengan tuntunan dan syariat yang Allah berikan dan telah Rasul ajarkan, ada beberapa tips atau trik supaya bisa sabar:

 

  • Yakin bahwa kondisi dunia ini selalu berubah .(QS. Ali Imran 3 : 140)
  • Yakin bahwa Allah Yang Maha Memiliki. (Q.S. Al Baqarah 2 : 156 dan  286)
  • Yakin bahwa cobaan itu merupakan ekspresi cinta Allah pada hamba-Nya. Rasulullah SAW bersabda, Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi orang yang baik maka ia diberi-Nya cobaan. (H.R. Bukhari).
  • Yakin bahwa setelah kesulitan akan ada kemudahan. (Q.S. Al-Insyirah 94 : : 5-6).
  • Selalu optimis bahwa kita bisa menyelesaikan setiap ujian yang Allah Swt berikan. (QS. Al Baqarah 2 : 286).
  • Kerahkan segala ikhtiar untuk menyelesaikan ujian dan bingkai usaha itu dengan do’a. (Q.S. Al-Insyirah 94 : 7-8, QS Al Mu’min 40 : 60, Al Baqarah 2 : 45-46)
  • Berpikir positif bahwa dibalik ujian selalu ada hikmah. “Sungguh menakjubkan sikap seorang mukmin, segala yang menimpanya dianggap baik .  Apabila mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu sangat  baik baginya, dan apabila ditimpa penderitaan, ia bersabar, maka itu sangat  baik baginya. (H.R. Muslim).
  • Yakin bahwa makin besar ujian, maka makin besar juga pahala Allah. “Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung pada besarnya cobaan. Sesungguhnya apabila Allah  itu mencintai suatu kaum maka ia mengujinya, apabila ia ridha, maka ia mendapat keridoan Allah, dan barangsiapa yang murka, maka iapun mendapat murka Allah” (H.R. Tirmidzi).
  • Yakin bahwa ujian itu pelebur dosa-dosa. “Seorang muslim yang tertimpa penderitaan, kegundahan, kesedihan, kesakitan, gangguan dan kerisauan, bahkan hanya terkena duri sekalipun, semuanya itu merupakan pelebur dosa-dosanya”. (H.R. Bukhari dan Muslim).
  • Jangan bosan atau putus asa untuk senantiasa berdoa agar Allah mengubah keadaan menjadi lebih baik. Ada baik juga bisa meminta didoakan oleh orang-orang shalih, saudara, teman atau orangtua.

 

Terkait dengan doa ini, saya sudah menulisanya dalam sebuah buku yang berjudul “ Doa Orang-orang Sukses”. Dalam buku tersebut juga dibahas tentang doa yang ada dalam Al Quran dan diajarkan Rasulullah Saw. Mudah-mudahan Allah SWT memberi kekuatan  sabar dalam menghadapi ujian kehidupan kepada kita semua. Wallahu’alam. [ ]

 

buku doa

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

 

 

(Visited 21 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment