Ortu Kecanduan Gadget? Waspadai Ini Dampaknya Bagi Anak

Gadget Ortu

 

 

PERCIKANIMAN.ID – – Kecanduan pada gadget bukan hanya ternyata bukan hanya terjadi pada anak-anak saja akan tetapi bisa juga melanda para orangtua. Bedanya, jika anak kecanduan gadget maka dampat negatifnya hanya terjadi pada anak, sementara jika orangtua yang kecanduan gadget maka dampak akan terkadi pada dirinya, kelurga dan anak-anaknya.

 

Bahaya orangtua yang kecanduan gadget ini pernah disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Inggris, Tristram Hunt yang mengingatkan para orangtua agar tidak kecanduan smartphone. Menurutnya banyak orangtua muda yang  lebih tertarik memperbarui status di Instagram, Facebook atau Twitter, memeriksa pos-el atau belanja lewat internet dibandingkan dengan mengajari balitanya dengan berbicara dengan pola-pola ujaran berulang dan berirama agar ditiru anaknya.

 

“Anak-anak yang mulai sekolah tak mampu berbicara dengan benar akibat orang tua meraka terlalu sibuk dengan smartphone atau media sosial ketimbang ngobrol dengan anak mereka,” kritik Hunt seperti dilaporkan dailymail belum lama ini.

 

Hunt mengaitkan kritikannya dengan risiko dampak merokok dalam mobil yang berisi anak-anak. menurutnya adalah tanggung jawab orang tua terhadap perkembangan keluarganya,termasuk kesehatan anak-anaknya.

 

Munculnya smartphone, sebelumnya telah dikaitkan dengan kecelakaan anak-anak lebih banyak di taman bermain karena orang tua tidak mengawasi dengan benar. Tapi Hunt memperingatkan bahwa dampak jangka panjang bisa menjadi lebih signifikan, dengan anak-anak tak mampu berbicara karena mereka diabaikan di rumah. Hunt justru mengatakan masalahnya adalah sekarang sangat serius dimana orang tua bahkan telah berhenti berbicara dengan anak-anak mereka saat di rumah dan lebih nyaman berinteraksi dengan smartphone masing-masing.

 

BACA JUGA  Keuntungan Punya Anak Hafiz Quran dan Cara Melahirkannya

“Dampak dari orangtua tidak berbicara dengan anak-anak mereka, melainkan menggulir (scrolling) lewat pos-el, update status, memeriksa skor sepak bola, memesan di Amazon, dan asyik di Twitter – menyebabkan anak-anak sekolah tidak mampu berbicara dengan baik,” imbuh Hunt seperti dimuat dalam artikel untuk Telegraph.

 

Menurut Hunt selama ini sekolah sudah terlalu sering untuk diandalkan dalam mengatasi kesenjangan belajar khususnya masalah kemampuan bicara muridnya, akan tetapi orangtua yang buruk yang (sebenarnya) bersalah. Ini,sambungnya, bukan masalah materi semata. Namun hendaknya setiap orangtua mampu untuk berbicara dengan anak-anak mereka secara baik dan benar sejak dini.

 

Tapi ia menyalahkan masalah budaya pada orang tua yang buruk, yang sering merupakan korban keburukan menjadi orangtua itu sendiri. Mereka tidak mengerti dampak kumulatif dari bergulir atas bawah pada layar smartphone mereka daripada terlibat diskusi dengan buah hati hingga minimal usia 6 bulan.

 

“Kata-kata berirama dan dongeng pengantar tidur anak-anak mungkin kurang menarik bagi orangtua daripada Instagram, tapi sukses jangka panjang anak-anak sebenarnya dapat bergantung pada para orangtua dalam mengajarkan biacara,”tegasnya. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

(Visited 2 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment