Keistimewaan Jaring Laba-Laba Dalam Alquran dan Sains

Laba-laba

PERCIKANIMAN.ID – – Laba-laba diabadikan dalam Alquran yakni dalam surat Al Ankabut (surat ke 29) yang berarti laba-laba. tentunya memiliki keistimewaan. Buku ‘Alquran vs Sains Modern menurut Dr. Zakir Naik’ menjelaskan jaring laba-laba yang menjadi inspirasi ilmuwan. Dalam buku ini, dijelaskan bahwa ilmuwan Jelinski dan koleganya dari Cornell University, Itacha, New York, telah melakukan penelitian di laboratorium dan mengungkap rahasia dari laba-laba.

Terungkap bahwa jaring laba-laba terbuat dari molekul-molekul berbentuk serat, yang tersusun dari residu asam amino glisin 42 persen, alanin 25 persen, dan 33 persen sisinya glutamin, serin dan triosin. Laba-laba memiliki struktur yang terorganisir rapi seperti kristal, memiliki ketahanan terhadap air dan kekuatan lima kali lebih besar ketimbang baja dengan ukuran yang sama. Jaring laba-laba juga dua kali lebih lentur dibandingkan serat nilon.

iklan donasi pustaka2

Oleh karena kuatnya serat pada jaring laba-laba, sehingga dikembangkan sebagai bahan tekstil tahan peluru, bodi mobil, penguat material komposit untuk peralatan elektronik dan bahan pesawat terbang. Laba-laba juga sebagai inspirasi bagi penciptaan material baru yang berasal dari makhluk hidup. Bahkan, laba-laba menginspirasi para arsitek dari Jerman dalam mengembangkan konstruksi yang sangat kuat dan tipis. Laba-laba disebutkan dalam sebuah ayat Alquran.

Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui,” (QS. Al-Ankabut : 41).

Meskipun disebutkan dalam Alquran bahwa rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba, namun dalam buku Alquran vs Sains Modern disebutkan bahwa laba-laba membuat jaring jebakan yang amat kuat untuk mencari mangsa yang terperangkap. Jaring laba-laba dan rumahnya yang rapuh juga penggambaran kehidupan.

Pertahanan rumah laba-laba bisa rusak bila terkena tiupan angin kencang, atau ada tangan-tangan manusia yang merusak serta mengusiknya. Allah memberikan perumpamaan, di mana kehidupan seseorang bisa rapuh apabila dibangun tanpa dasar iman dan Islam. Cepat atau lambat pertahanan itu akan rusak, seiring besarnya angin fitnah yang bertiup dan semakin jauh dari Allah. [ ]

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

(Visited 7 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment