Beranda blog Halaman 6

Satu Doa untuk Gaza: Kampus Unisa Bandung Wujudkan Keadilan Dunia dalam Safari Ramadan Bersama Imam Palestina

0
Safari Ramadhan
Foto: Dok..Unisa Bandung

PERCIKANIMAN.iD – –  Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Bandung untuk pertama kalinya menggelar Safari Ramadan Imam Palestina bekerja sama dengan Yayasan Amanah Kemanusiaan Global. Acara yang berlangsung di Aula Lantai 4 Kampus 2 Unisa Bandung ini menjadi momen penuh makna, tidak hanya bagi sivitas akademika, tetapi juga sebagai wujud solidaritas nyata bagi Palestina. Jumat, (21/03/2025)

Plt. Kepala Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Unisa Bandung, Susi Indriana, S.Pd., M.Ikom menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda Ramadan di kampus.

“Ini adalah kali pertama Unisa Bandung menghadirkan Safari Ramadan bersama Imam Palestina, sebagai bukti eratnya hubungan persaudaraan antara Unisa Bandung dan masyarakat Palestina”. Ungkap Susi saat memberikan sambutan, Jumat (21/03/2025)

Kehadiran Imam Palestina, Muhammad Nidal Al-Jalkh, membawa nuansa spiritual yang mendalam. Dalam sesi tausiyahnya, beliau mengajak jamaah untuk terus menguatkan doa dan dukungan bagi Gaza, mengingat kondisi saudara-saudara di sana yang masih berjuang dalam ketidakpastian.

Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Barat, Dra. Ia Kurniati, M.Pd., turut menyampaikan pesan mendalam dalam kesempatan tersebut.

Beliau mengingatkan bahwa Aisyiyah adalah bagian dari Muhammadiyah, sebuah persyarikatan yang telah berdiri selama 108 tahun sejak didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan. Salah satu karakter utama Aisyiyah adalah sikap berkeadilan yang inklusif.

“Membantu dan mendoakan Gaza adalah bagian dari keadilan inklusif yang kita perjuangkan,” ujarnya saat memberikan sambutan, Jumat (21/03/2025)

Ia juga menegaskan bahwa Muhammadiyah selalu hadir sebagai solusi di mana pun berada.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua PWA Jawa Barat, Badan Pembina Harian (BPH) Unisa Bandung, para pimpinan, pegawai, serta mahasiswa Unisa Bandung. Selain tausiyah dan doa bersama, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan perlombaan kaligrafi dan penampilan penyanyi islami, yang semakin menghidupkan suasana Ramadan di kampus.

Safari Ramadhan
Foto: Dok.Unisa Bandung

Kegiatan Safari Ramadhan Imam Palestina ini diakhiri dengan pemberian donasi dari Lazismu KL Unisa diserahkan langsung oleh Rektor Unisa Bandung sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap Palestina. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

980

Pemerintah Prediksi Idul Fitri 1446 H Jatuh pada Senin 31 Maret 2025

0
Idul Fitri
ilustrasi foto: freepik

PERCIKANIMAN.iD – – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Bimas Islam Kemenag) Abu Rokhmad memprediksi 1 Syawal atau lebaran tahun ini akan jatuh pada 31 Maret 2025.

“Menurut hitung-hitungan ahli hisab kemungkinan insyaallah kita akan lebaran di 31 Maret,” ucapnya pada usai Konferensi Pers di Gedung Kemenag, Jalan MH Thamrin pada Jumat (21/3/2025).

“Karena kita tidak bisa melihat hilal tanggal 29, maka Ramadhan digenapkan 30 hari jadi 1 Syawal jatuh pada 31 Maret 2025,” tambahnya.

Menurut Abu Rokhmad, hal itu didasari belum terpenuhinya kriteria imkanur rukyat berdasarkan MABIMS yang masih di bawah ufuk atau minus 3 derajat.

“Menurut hitungan hisab dan hitungan ahli rukyat posisi hilal itu masih di bawah ufuk antara minus 3 derajat sampai minus 1,” terangnya.

Namun ia mengungkapkan pihak pemerintah tetap melakukan pemantauan di 30 titik di seluruh wilayah Indonesia untuk memverifikasi atas perhitungan hisab.

Abu menuturkan tidak mungkin hilal dapat diamati pada saat rukyat namun pemerintah tetap lakukan rukyatul hilal karena merupakan ajaran  dan syiar islam.

“Artinya tidak mungkin hilal itu dapat diamati meskipun tidak dapat diamati rukyatul hilal tetap dilakukan karena merupakan ajaran islam dan syiar islam,” jelasnya.

Abu menjelaskan dalam rukyatul hilal terdapat 2 macam aspek ilmu pengetahuan yaitu ilmu fikih dan ilmu astronomi.

“Oleh karena itu di situ sebenarnya ada aspek ilmu pengetahuan, ada integrasi ilmu pengetahuan antara ilmu fikih di satu sisi dan ilmu astronomi di sisi yang lain,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan kegiatan rukyatuk hilal dilakukan karena pemerintah memfasilitasi perkembangan dan pengembangan ilmu pengetahuan astronomi untuk memastikan jikalau terdapat selisih angka antara prediksi dan pemantauan.

“Meskipun tidak mungkin kita bisa melihat hilal tapi rukyatul hilal kita lakukan karena kita memfasilitasi perkembangan pengembangan ilmu pengetahuan astronomi siapa tahu kemudian nanti dalam pengamatan teropong yang sangat canggih itu barangkali ada selisih angka antara yang diprediksi dengan yang dipantau, itu pentingnya,” ungkapnya.

Abu mengatakan Kementerian Agama akan melakukan sidang isbat pada 29 Maret 2025 di Gedung Kemenag Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

“Kami akan menggelar Sidang Isbat awal Syawal pada 29 Maret 2025. Sebagaimana biasanya, Sidang Isbat selalu digelar pada tanggal 29 Sya’ban untuk menetapkan awal Ramadhan,” pungkasnya.[ ]

5

Red: admin

Editor: iman

908

Libur Idul Fitri 2025 Untuk Anak Sekolah 20 Hari, Terhitung dari Tanggal Ini

0
Libur Idul Fitri
ilustrasi foto: kemenag

PERCIKANIMAN.iD — Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa libur Lebaran 1446 H/2025 M bagi sekolah akan berlangsung selama kurang lebih 20 hari. Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers usai Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kesiapan Pengamanan Idulfitri 1446 H/2025 M di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK – PTIK), Jakarta.

“Kami memang mengusulkan supaya memberi waktu lebih panjang masa liburan ini. Tadinya kita sepakati edaran pertama itu tanggal 24 Maret 2025, tapi karena madrasah liburnya lebih ada hari Jumat, di situ ada hari Jumat, Sabtu, ya makanya kita ubah itu menjadi tanggal 21 Maret 2025,” ujar Menag Nasaruddin, dikutip dari laman kemenag, Senin (10/3/2025).

Menag Nasaruddin menjelaskan bahwa perubahan libur ini bertujuan agar rentang perjalanan mudik lebih panjang sehingga dapat mengurai kemacetan. Libur Lebaran akan dimulai pada 21 Maret 2025.

“Dengan demikian rentang perjalanan mudik ini nanti akan lebih panjang, kurang lebih 20 hari jadi bisa lebih panjang untuk masyarakat, bisa dipakai untuk mengurai kemacetan yang bisa terjadi,” jelasnya.

Selain itu, Kementerian Agama juga berupaya membantu kelancaran mudik dengan mengoptimalkan peran masjid sebagai posko Lebaran di jalur-jalur yang dilalui pemudik.

“Masjid-masjid yang dilewati jalur pemudik itu diharapkan menyiapkan air minum gratis, karena di dalam hukum Islam itu, musafir itu adalah mujahid, musafir itu sangat berpahala kita kalau kita beri makan dan beri minum,” kata sosok yang juga merupakan Imam Besar Masjid Istiqlal ini.

Selain air minum gratis, Menag juga mengimbau pengurus masjid untuk menyediakan berbagai fasilitas bagi pemudik, seperti dapur kecil bagi ibu menyusui, tempat istirahat, kamar khusus perempuan, serta ruang untuk mengisi daya handphone atau motor listrik.

“Kami mencoba untuk berkoordinasi dengan para pengurus masjid agar diperbaiki toiletnya, karena kalau kita mengandalkan semuanya di rest area, di tol-tol tertentu, itu nanti akan terjadi penumpukan. Jadi nanti kita akan menciptakan satu kondisi di masjid itu juga sebagai tempat pemberhentian yang paling bagus,” pungkasnya.[ ]

5

Red: admin

Editor: iman

963

Unisa Bandung Semarakan Bulan Suci Ramadhan dengan Beragam Kegiatan Islami

0
Semarak Ramadhan
Semarak Ramadhan Unisa Bandung dengan ragam kegiatan ( foto: dok.unisa bandung)

PERCIKANIMAN.iD – – Universitas ‘Aisyiyah Bandung melalui Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) kembali menyelenggarakan Mentoring Pengajian Ramadan bagi karyawan pada 10-20 Ramadan / 10-20 Maret 2025. Program ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam memperkuat nilai keislaman serta membangun kebersamaan di lingkungan kerja.

Plt. Kepala LPPI Unisa Bandung, Susi Indriana, M.Ikom, menjelaskan bahwa kegiatan ini memberikan ruang bagi karyawan untuk meningkatkan pemahaman agama dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui mentoring ini, kami ingin membangun kesadaran akan pentingnya nilai-nilai Islam dalam bekerja dan berinteraksi di lingkungan kampus,” ujarnya saat ditemui di ruangannya pada Selasa (11/3/2025).

Salah satu peserta, Ofa Sofya, menyampaikan bahwa mentoring ini sangat bermanfaat sebagai sarana untuk memperdalam ilmu agama di sela-sela kesibukan kerja.

“Kegiatan ini membantu kami lebih fokus dalam menjalani Ramadan dan memperkuat kebersamaan di antara rekan kerja,” ungkapnya.

Beberapa peserta juga menilai bahwa program ini memberi kesempatan untuk bertukar pengalaman serta mendiskusikan tantangan yang dihadapi dalam mengamalkan ajaran Islam di kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Susi juga mengatakan bahwa selain sebagai ajang pembelajaran, mentoring ini juga menjadi momentum bagi karyawan untuk meningkatkan kebersamaan dan solidaritas antar sesama.

“Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk merenungkan kembali makna keimanan dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT, sekaligus membangun hubungan sosial yang lebih harmonis dengan rekan kerja,” ungkapnya.

Selain mentoring pengajian, Unisa Bandung juga menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka Gema Ramadan 1446 H, di antaranya:

  • Bimbingan Tahsin dan Tartil Al-Qur’an (10-20 Maret 2025) yang akan dilanjutkan dengan bimbingan berkala setelah Ramadan.
  • Olimpiade AIK Unisa (OlimpicAN) yang diadakan pada 21 Maret 2025.
  • Kunjungan Safari Ramadan oleh Imam Palestina pada 21 Maret 2025.
  • Perlombaan Ramadan (24 Maret 2025), meliputi Kaligrafi Kontemporer, Short Video bertema “Amar Ma’ruf Nahi Munkar,” dan Unisa Singer Islami.
  • Pengajian Ramadan dengan tema “Keluarga Sakinah dan Tantangan di Era Digital” sekaligus pengumuman pemenang lomba pada 26 Maret 2025.

Di akhir, Susi mengatakan bahwa dengan adanya program ini, diharapkan Unisa Bandung dapat terus membangun lingkungan akademik yang Islami dan penuh keberkahan, serta terus berupaya menghadirkan kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi seluruh sivitas akademika.

5

Red: admin

Editor: iman

908

Kemenag Buka Pendaftaran Sertifikasi Amil LAZ Kabupaten/Kota hingga Nasional, Ini Syaratnya

0

PERCIKANIMAN.iD — Kementerian Agama (Kemenag) membuka pendaftaran pelatihan dan sertifikasi amil Lembaga Amil Zakat (LAZ) tingkat nasional, provinsi, serta kabupaten/kota. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) amil agar pengelolaan zakat lebih transparan dan akuntabel, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

 

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghafur, mengatakan, profesionalisme amil sangat penting dalam optimalisasi pengelolaan dan distribusi zakat untuk mengurangi kemiskinan serta ketimpangan sosial. Program ini juga selaras dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 19 Tahun 2024 yang mewajibkan SDM amil memiliki sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

 

“Kami membuka program ini bagi seluruh amil atau individu yang memiliki pengalaman di lembaga zakat untuk meningkatkan kompetensinya dalam mengelola zakat,” kata Waryono, dikutip dari laman kemenag, Kamis (6/3/2025).

 

Untuk memastikan kualitas pelatihan dan sertifikasi, Kemenag akan bekerja sama dengan LSP BAZNAS, LSP BEKSYA, dan LSP KS (Sekolah Amil Indonesia). Program ini akan dibagi dalam tiga batch, masing-masing terdiri atas tiga angkatan dengan 30 peserta per angkatan.

 

Syarat dan Jadwal Pendaftaran

 

Calon peserta wajib memenuhi persyaratan berikut:

 

  1. Pendidikan minimal SMA.
  2. Pengalaman kerja di lembaga zakat minimal satu tahun.
  3. Surat tugas dari lembaga tempat bekerja.
  4. Fotokopi ijazah dan surat keterangan pengalaman kerja.
  5. Curriculum Vitae (CV) yang ditandatangani atasan serta bukti pendukungnya.
  6. Fotokopi KTP.
  7. Foto formal ukuran 3×4 (dua lembar) dengan latar belakang merah.

 

Pendaftaran dibuka pada 5-15 Maret 2025 melalui tautan https://bit.ly/lazamilskkni. Hasil seleksi akan diumumkan pada 27 Maret 2025 melalui akun media sosial resmi @bimasislam dan @literasizakatwakaf.

 

Pelatihan akan dimulai pada minggu ketiga April 2025 secara daring dan luring, sedangkan uji kompetensi dan sertifikasi akan dilaksanakan dalam tiga batch, yaitu, 20-21 April 2025 di Jakarta. 27-28 April 2025 di Jakarta, dan 6-7 Mei 2025 di Solo.

 

Waryono menjelaskan, peserta akan diseleksi secara administratif berdasarkan prioritas kebutuhan sertifikasi SKKNI. Ia berharap program ini dapat meningkatkan jumlah amil yang kompeten dan profesional, sehingga pengelolaan zakat di Indonesia semakin optimal dan berdampak positif bagi masyarakat.

Unisa Bandung dan MEK ‘Aisyiyah Jabar Perkuat UMK dengan Sertifikasi Halal dan Halal Branding

0
foto: dok.unisa bandung

PERCIKANIMAN.iD – – Universitas Aisyiyah (UNISA) Bandung Berkolabolari dengan Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) ‘Aisyiyah Jawa Barat Meluncurkan Program Kolaboratif untuk para UMK yang digelar pada tanggal 24/25 Februari 2025.

 

Maisa Azizah Asmara, S.E., M.M., Dosen Program Studi Perdagangan Internasional UNISA Bandung sekaligus ketua pelaksana program mengatakan bahwa program tersebut dirancang untuk memberdayakan mitra melalui strategi halal branding dan sertifikasi halal yang bertujuan memperkuat kepercayaan konsumen, meningkatkan daya saing produk, serta membuka akses ke pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

 

“Program ini bertujuan mendampingi UMK dalam proses memperoleh sertifikasi halal dan membangun strategi halal branding agar lebih dipercaya konsumen dan mampu bersaing di pasar global. Dengan meningkatnya permintaan produk halal, UMK dapat memperluas jangkauan pasar, baik lokal maupun internasional. Melalui program ini, diharapkan pelaku usaha dapat memanfaatkan peluang pasar dengan lebih baik, meningkatkan nilai produk, serta mendukung kesejahteraan mereka.,” ujar Maisa, Selasa, (25/2/2025).

 

Maisa menyebutkan bahwa dalam kegiatan yang berlangsung sebanyak 2 kali ini diikuti oleh 8 Womenpreneur dari sektor makanan mengikuti pelatihan secara intensif.

 

“Materi yang disampaikan tak hanya berfokus pada aspek produksi saja namun juga ada pada digital marketing serta menerapkan sertifikasi halal pada usaha mereka karena ini merupakan kunci keberlanjutan usaha. Para peserta di bekali keterampilan untuk memanfaatkan teknologi seperti aplikasi canva untuk memperkuat merek di pasar luas, serta para peserta didampingi untuk diharapkan memperoleh sertifikasi halal melalui Self Declare. Alhamdulillah hasil evaluasi menunjukan peningkatan pemahaman peserta hingga 90% terkait penerapan digitalisasi dalam bisnis” Lanjutnya.

 

Program ini didukung oleh Riset Muhammadiyah melalui Hibah Pengabdian kepada Masyarakat BATCH VIII Tahun 2024, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kontribusi UMK terhadap perekonomian nasional.

Maisa menambahkan, “Kami di UNISA Bandung mendukung Womenpreneur dalam memahami regulasi dan mengatasi tantangan produksi serta distribusi yang menghambat daya saing. Kurangnya pemahaman tentang sertifikasi halal dan halal branding membuat produk sulit menembus pasar global.

 

Ira Siti Nugrahawati, Ketua Divisi Kewirausahaan dan Ekonomi Digital Majelis Ekonomi & Ketenagakerjaan PWA Jawa Barat, Juga Mengapresiasi program ini. Menurutnya, pelatihan yang didukung UNISA Bandung sangat relevan dengan kebutuhan UMK di Kota Bandung khususnya yang ada di bawah binaan MEK PWA Jawa Barat saat ini.

 

“Kami berharap kolaborasi ini menjadi model inspiratif bagi pengembangan UMK di Kota Bandung, untuk mendorong inovasi, pertumbuhan, dan ekosistem bisnis yang berkelanjutan. Selain itu kami harap kolaborasi ini sering dilaksanakan.” ujarnya

 

Iis Racmawati, Pemilik dari Greenisa Snack Box, Merupakan salah satu womenpreneur yang terlibat dalam kegiatan ini, menyatakan sangat terbantu dengan adanya pendampingan dari Tim PKM dari Unisa Bandung ini.

 

“Kami sangat terbantu dengan pendampingan dari UNISA Bandung, yang membuka wawasan kami tentang pentingnya transformasi digital serta pentingnya . Sebelumnya, kami hanya fokus pada operasional harian, namun kini kami lebih siap menghadapi tantangan dan peluang di era digital, sehingga bisnis kami dapat berkembang lebih optimal.”

 

Program ini ditutup dengan penyerahan bantuan usaha yang diharapkan dapat membantu para womenpreneur dalam menjalankan bisnis mereka secara lebih profesional dan inovatif. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

908

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1446 H Jatuh pada 1 Maret 2025

0
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengumumkan ketetapan sidang isbat bahwa 1 Ramadan 1446 H bertepatan dengan 1 Maret 2025, pada Jumat (28/2/2025) / Foto: dok.kemenag

PERCIKANIMAN.iD – – Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1446 H/2025 M jatuh pada hari Sabtu, 1 Maret 2025. Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat (penetapan) 1 Ramadan 1446 H yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin Nomor 6, Jakarta, Jumat (28/2/2025).

“Sidang Isbat secara mufakat menetapkan 1 Ramadan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025,” ujar Menag dilansir dari laman kemenag, Jumat malam (28/2/2025)

Menurut Menag, sidang menyepakati keputusan tersebut karena dua hal. “Pertama, kita telah mendengar paparan Tim Hisab Rukyat Kemenag pada tanggal 28 Februari 2025 M,” ungkap Menag.

Menag menjelaskan, berdasarkan paparan, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia berada di atas ufuk berkisar antara 3° 5.91’ (tiga derajat lima koma sembilan puluh satu menit) hingga 4° 40.96’ (empat derajat empat puluh koma sembilan puluh enam menit). Sementara itu, sudut elongasi 4° 47.03’ (empat derajat empat puluh tujuh koma nol tiga menit) hingga 6° 24.14’ (enam derajat dua puluh empat koma empat belas menit).

Artinya, secara hisab posisi hilal di Indonesia saat sidang isbat awal Ramadan 1446 H, pada hari rukyat 29 Sya’ban 1446 H/28 Februari 2025 M posisi hilal di wilayah NKRI ada yang telah memenuhi kriteria tinggi hilal minimum 3° dan sudut elongasi minimum 6,4°. Ini sesuai dengan kriteria baru yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Diketahui, pada 2021 Menteri Agama anggota MABIMS menyepakati kriteria baru yaitu tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Menag mengungkapkan, terutama di wilayah Barat Laut di Provinsi Aceh NKRI termasuk di Sabang dan Banda Aceh telah memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS (3-6,4°). Oleh karenanya menjelang awal Ramadan 1446 H pada hari rukyat di daerah yang telah memenuhi imkan rukyat ini secara teoritis memungkinkan hilal awal Ramadan 1446 H dapat dirukyat.

Hal ini selanjutnya terkonfirmasi oleh pernyataan para perukyah yang diturunkan Kemenag. Pada tahun ini, rukyah dilaksanakan Kemenag di 125 titik di Indonesia. “Kita mendengar laporan dari sejumlah perukyah hilal yang bekerja di bawah sumpah, mulai dari Aceh hingga Papua.

Di 125 titik tersebut, tadi dilaporkan oleh Dirjen Bimas Islam, bahwa ada dua perukyah di Aceh yang melihat hilal. Keduanya juga telah disumpah atas pernyataannya tersebut,” ujar Menag yang didampingi Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i, Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang, Ketua MUI KH Abdullah Jaidi, dan Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad.

“Karena dua alasan tersebut, Sidang Isbat menyepakati 1 Ramadan 1446 H jatuh pada hari Sabtu, 1 Maret 2025,” tegas Menag.

“Dengan penetapan ini, kami berharap seluruh umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh kekhusyukan,” tutur Menag.

Menag berharap Ramadan kali ini dapat memberikan energi positif yang penuh kebaikan bagi perjalanan bangsa. “Ramadan bukan hanya sekedar hubungan vertikal. Tapi juga tentang kasih sayang kepada sesama. Sebab seorang muslim sejati tidak hanya bercermin kepada Tuhan. Tetapi juga kepada manusia dan lingkungan sekitarnya,” pesan Menag.

“Ramadan mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya pada apa yang kita genggam, tetapi pada apa yang kita lepaskan, seberapa tulus yang kita bagikan. Ramadan telah datang, mari kita sambut dengan cinta. Penuhi dengan ibadah dan jadikan setiap detik sebagai perjalanan menuju cahaya. Selamat menunaikan ibadah di bulan Ramadan, Marhaban ya Ramadan,” tutup Menag. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

896

Mahasiswa Unisa Bandung Juara Ring Fighter Reborn 2025

0
Arya Pramudya Adhitama, mahasiswa Unisa Bandung meraih juara 1 dalam ajang Fighter Reborn 2025 ( foto: dok.unisa bandung)

PERCIKANIMAN.iD – – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah Bandung. Arya Pramudya Adhitama, mahasiswa Program Studi S1 Pariwisata, Fakultas Ekonomi Bisnis dan Ilmu Sosial, berhasil meraih juara 1 dalam ajang Fighter Reborn: Soul of The Real Warriors, sebuah kejuaraan Stand Up Fight and Street Boxing yang berlangsung di Ujung Berung Town Square (Ubertos) pada 22-23 Februari 2025.

Saat dihubungi, Arya mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian prestasi tersebut

“Alhamdulillah, saya senang sekali dan bangga pada diri saya sendiri karena bisa meraih juara 1 di kejuaraan ini. Akhirnya saya bisa melihat hasil dari proses latihan yang telah saya jalani selama ini,” ujarnya, Rabu (26/02/2025)

Arya mengaku bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk keluarga, teman-teman, serta pelatihnya.

“Banyak orang yang berperan penting dalam mendukung saya, terutama kakak saya dan istrinya, coach saya, serta keluarga dan teman-teman yang selalu memberikan semangat,” tambah Arya.

Arya mengatakan bahwa meski mengalami persiapan yang padat dan sempat mengalami cedera di pergelangan tangan dan kaki, Arya tetap berusaha maksimal untuk tampil di pertandingan.

“Proses latihan sangat melelahkan, tetapi alhamdulillah saya bisa sembuh menjelang hari H dan memaksimalkan hasil dari latihan saya hingga bisa memenangkan kejuaraan ini,” jelasnya.

Tak berhenti di sini, Arya juga memiliki tekad besar untuk terus berkembang dan mencapai tingkat yang lebih tinggi.

“Saya ingin mengasah skill saya lebih jauh lagi, mencari lebih banyak pengalaman bertanding, dan berharap bisa dilirik oleh pelatih nasional agar dapat mengikuti kejuaraan tingkat nasional.” katanya.

Dengan prestasi ini, Arya berharap dapat terus mengharumkan nama Universitas ‘Aisyiyah Bandung dan membawa Indonesia ke panggung kejuaraan internasional. Semoga pencapaiannya menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berusaha dan berprestasi di bidangnya masing-masing. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

908

Menag Ajak Masyarakat Wujudkan Romadhon Menyenangkan dan Menenangkan

0
Ilustrasi foto: freepik

PERCIKANIMAN.iD – – Beberapa hari lagi, umat muslim di seluruh dunia akan memasuki bulan suci Romadhon, termasuk di Indonesia. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh elemen bangsa untuk dapat mewujudkan Romadhon yang menyenangkan dan menenangkan.

“Mari kita sambut Romadhon dengan hati lapang dan bahagia. Romadhon ini, adalah bulan mulia yang selalu dinantikan. Tugas kita bersama untuk menghidupkan hari-hari Romadhon ini. Kita sebarkan dan giatkan hal-hal positif, sehingga Romadhon kali ini menyenangkan dan menenangkan bagi seluruh bangsa,” ajak Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta, Kamis (27/2/2025).

Menag mengungkapkan, Romadhon adalah bulan Istimewa. Banyak peristiwa-peristiwa penting terjadi di bulan Romadhon. “Bahkan, kemerdekaan negara kita pun terjadi saat Romadhon. Energi positif Romadhon ini, sudah kita rasakan sejak hari diproklamasikan kemerdekaan Indonesia,” tuturnya.

“Saya harap, vibrasi positif ini menyebar di Romadhon tahun ini. Seluruh umat beragama dapat membangun energi positif. Mari bersama ciptakan hal-hal positif, dan tetapkan momentumnya saat Romadhon kali ini,” imbuh Menag.

Senada dengan Menag Nasaruddin, Sekretaris Jenderal Kemenag Komaruddin Amin juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam menyebarkan berkah Romadhon. “Kami di Kemenag juga sudah menyiapkan berbagai program yang kami kemas dalam Romadhon Menyenangkan dan Menenangkan. Kami berharap, seluruh elemen masyarakat dapat turut serta dalam program-program yang kami buat,” tutur Sekjen Kemenag Komaruddin Amin.

Sekjen Komaruddin Amin menuturkan, ada empat subtema yang diusung dalam mewujudkan Romadhon menyenangkan dan menenangkan, yaitu: Romadhon Mengaji, Romadhon Peduli Lingkungan, Romadhon Berbagi, dan Romadhon Inklusi.

“Romadhon mengaji berisi program-program yang sifatnya penguatan kajian keislaman. Mulai dari Sidang Isbat Awal Romadhon, Pengiriman DAI ke wilayah 3T, Pesan Romadhon Menteri Agama, dan Tausiyah / Hikmah Romadhon. Kanwil dan Kankemenag Kabupaten/Kota juga kami dorong untuk membuat kajian Romadhon di masjid kantornya masing-masing,” kata Komaruddin Amin.

“Kita juga bekerja sama dengan Majelis Hukama Muslimin untuk mengirim sejumlah dai dan qari dari Al-Azhar Al-Syarif untuk berbagi ilmu di sejumlah provinsi,” sambungnya.

Romadhon Peduli Lingkungan, lanjut Komaruddin, berisi program-program yang menyelaraskan ibadah dengan menjaga kelestarian lingkungan. Misalnya, bersih-bersih rumah ibadah dan penanaman pohon. “Romadhon menjadi momentum untuk berlatih dan menerapkan kepedulian kita kepada lingkungan. Mulai dari rumah ibadah terdekat, mari kita pastikan kebersihan dan keasriannya,” pesan Sekjen.

Sementara, Romadhon Berbagi berisi program yang bertujuan meningkatkan kesalehan sosial bagi umat beragama. Misalnya, buka puasa bersama, serta penyaluran zakat, wakaf, dan sedekah. “Kemenag sudah memulainya bahkan sebelum Romadhon, dengan menyalurkan kurma hadiah Raja Salman untuk berbuka puasa,” papar Komaruddin.

Romadhon Inklusi berupa sejumlah program yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Kementerian Agama membagikan takjil yang digawangi oleh seluruh unit Eselon I, termasuk Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Pusat bimbingan dan pendidikan Khonghucu pada Setjen Kemenag juga akan ikut terlibat dalam berbagi takjil Romadhon.

“Di Kemenag sendiri, kami punya program bersama MHM untuk menggelar buka puasa bersama lintas agama. Ada juga Sima’an Al-Qur’an bersama Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI),” tandas Komaruddin.[ ]

5

Red: admin

Editor: iman

908

Dosen Unisa Bandung Perkuat Upaya Pencegahan HIV di Kalangan Remaja Melalui Program Inovatif

0
Peduli AID
Dosen dari Unisa Bandung memberikan penyuluhan tentang bahaya AID pada remaja ( foto: dok.unisa bandung)

PERCIKANIMAN.iD – – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pencegahan HIV serta memperkuat keyakinan diri mereka dalam menghadapi ancaman HIV/AIDS, Universitas ‘Aisyiyah Bandung melalui tim dosen keperawatan meluncurkan program pengabdian masyarakat bertajuk “GenreMU Say No to HIV”. Program ini berlangsung di SMA Muhammadiyah 5 Rancaekek, Kabupaten Bandung. Jum’at (7/2/2025)

Program ini didukung oleh Hibah RisetMU, sebuah inisiatif pendanaan dari Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan Muhammadiyah, serta berkolaborasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas ‘Aisyiyah Bandung.

Dalam pelaksanaannya, tim dosen dan mahasiswa keperawatan Unisa Bandung memberikan edukasi komprehensif kepada siswa mengenai risiko perilaku yang dapat menyebabkan penularan HIV serta berbagai langkah pencegahan yang dapat dilakukan.

Dr. Angga Wilandika, S.Kep., Ners., M.Kep., selaku ketua pelaksana, menyoroti kondisi peningkatan kasus HIV di kalangan remaja di Jawa Barat yang semakin mengkhawatirkan.

“Saat ini, kelompok usia muda menjadi perhatian utama dalam upaya pencegahan HIV. Melalui program ini, kami ingin membangun kesadaran remaja agar mereka mampu menjadi agen perubahan dalam lingkungan masing-masing,” ungkap Dr. Angga, Jumat (7/2/2025).

Selain itu, program ini juga didukung oleh dosen lain, seperti Salami, S.Kp., M.Kep., serta mahasiswa keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Bandung yang berperan aktif dalam merancang strategi edukasi dan memberikan pendampingan langsung kepada siswa.

Dr. Angga mengatakan bahwa kolaborasi antara dosen dan mahasiswa ini menjadi langkah penting untuk memastikan keberlanjutan program dan efektivitas penyampaian pesan kepada para remaja.

“Salah satu inovasi yang dihadirkan dalam program ini adalah pembentukan kelompok siswa “GenreMU Say No to HIV”, yang berfungsi sebagai peer educator dalam menyebarluaskan informasi tentang HIV/AIDS kepada teman sebaya. Dengan pendekatan ini, pesan pencegahan HIV diharapkan dapat menjangkau lebih luas dan diterima dengan lebih baik di kalangan remaja” terangnya.

Dr. Angga menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program ini juga sejalan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

“Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman nyata dalam pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam menekan angka penyebaran HIV di kalangan remaja,” lanjutnya.

Diakhir, Dr. Angga juga berharap dengan strategi yang terstruktur dan berbasis edukasi, diharapkan banyak remaja yang memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya pencegahan HIV. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

907