Beranda blog Halaman 401

Bolehkah Shalat Tahajud Dikerjakan Sebelum Tidur?

0

Assalamu’alaikum. Pak Aam mau tanya, bolehkan tahajud dilakukan sebelum tidur dan bagaimana hukumnya jika dilakukan sebelum tidur? Terima kasih ( Marlina by bbm)

 

Wa’alaikumsalam. Masalah shalat tahajud sebenarnya sudah sering ditanyakan dan sering kita bahas. Namun tidak ada salahnya agar semakin paham kita akan bahas secara singkat mudah-mudahan dapat menjawab bagi Anda yang masih belum paham. Sebagian ulama mengambil dalil tentang tahajud atau shalat malam (qiyamul lail) ini pada beberapa ayat Al Quran dan kebiasaan Rasulullah Saw. Dalam Al Quran seperti yang dijelaskan:

Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS. Hud : 114)

Dan pada sebahagian malam hari dirikanlah shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Isra: 79)

Kembali ke pertanyaan Anda, bolehkah tahajud dikerjakan sebelum tidur maka jawabnya boleh saja, namun namanya bukan tahajud, tapi qiyamul lail.  Dinamakan shalat tahajud itu karena diselingi tidur terlebih dahulu. Rakaat dalam tahajud bisa dilakukan sebanyak 11 rakaat dengan dua cara, pertama dilakukan 4 rakaat  2 kali, diakhiri 3 rakaat, tanpa tahiyatul awal. Kedua bisa dilakukan dengan 2 rakaat salam sebanyak 4 kali dan diakhiri dengan 3 rakaat witir.

Namun, yang sering dilakkukan Nabi merujuk pada hadits Aisyah ra dari  shahih Bukhari,  Rasulullah Saw sering melakukan shalat tahajud dengan 4 rakaat 2 kali dan diakhiri 3 rakaat. Keutamaannya sama saja antara qiyamul lail dan tahajud, bedanya qiyamul lail dilakukan sebelum tidur, kalau tahajud didahului tidur dahulu.

Kalau di bulan Ramadhan yang 11 rakaat itu dinamakan tarawih, maka tidak perlu lagi shalat tahajud. Seshalih-shalihnya Rasul belum ada riwayat yang menjelaskan Rasul mengerjakan tawarih kemudian dilanjutkan shalat tahajud. Tentang keutamaan shalat tahajud atau qiyamul lail dan shalat sunnah lainnya bisa dibaca dalam buku saya yang berjudul “Melangkah ke Surga dengan Shalat Sunat”. Wallahu’alam. [ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/
buku shalat sunat tarawih

Besi Berasal dari Bumi atau Matahari ? Ini Penjelasan Ilmiahnya

0

 

Oleh: Ir. H. Bambang Pranggono, MBA*

 

 

PERCIKANIMAN.ID – – Keberadaan besi sebagai salah satu logam untuk kebutuhan manusia sudah dikenal sejak lama. Ribuan abad yang lamu manusia sudah mampu memanfaatkan besi untuk senjata maupun alat memudahkan dalam membuka hutan. Namun darimana besi berasal?. Ada yang berpendapat dari bumi (tanah) namun ada juga teori dari matahari.

 

“…Dan Kami turunkan besi, didalamnya kekuatan dan manfaat bagi manusia…” (Q.S. Al-Hadiid [57]: 25)

 

Logam besi diperoleh dari tambang di dalam tanah. Maka, ayat di atas yang menyebutkan bahwa Allah “menurunkan” besi terasa menggelitik. Dr. Zahlul an-Najjar, ahli geologi terkemuka di Amerika dan Eropa, menjelaskan bahwa besi memang tidak terbentuk di bumi dan pasti berasal dari angkasa luar. Bahkan, matahari pun tidak bisa membentuk besi karena panas permukaannya “hanya” 6000 ºK (derajat Kelvin) dan panas di dalam intinya “hanya” 15.000 ºK. Untuk terbentuknya besi, dibutuhkan suhu ratusan juta derajat Kelvin dan itu hanya ada didapur bintang-bintang besar nun jauh di angkasa luar.

 

Diduga, besi berasal dari batu-batu meteorit dengan kandungan 90% besi yang terus turun menghujani bumi. Harun Yahya juga memperkuat pandangan ini. Namun demikian, belakangan ini ada teori baru yang dikemukakan oleh Dr.Oliver Manuel, ahli kimia nuklir dari University of Missouri. Ia mengajukan teori bahwa tata surya berasal dari ledakan sebuah bintang supernova lima milyar tahun yang lalu. Planet-planet luar (termasuk Jupiter) berasal dari lapisan luar supernova. Karenanya, planet-planet tersebut tersusun dari elemen ringan seperti hidrogen dan helium. Sementara itu, planet-planet sebelah dalam (termasuk Bumi) tersusun dari elemen berat yang berasal dari bagian dalam supernova tadi.

 

Adapun matahari berasal dari inti supernova sehingga ia tersusun dari besi, xenon, dan elemen berat lainnya dan inti matahari ini terus menerus memancarkan energi ledakan supernova tadi. Ini membantah teori populer bahwa matahari tersusun dari gas hidrogen. Fusi hidrogen memang menghasilkan panas tinggi ketika dia muncul ke permukaan matahari. Tetapi, sebagian besar panas matahari berasal dari intinya yang terbuat dari besi. Analisis meteorit yang jatuh di Bumi menunjukkan adanya jejak helium primordial dan campuran xenon normal maupun asing. Demikian juga data dari satelit NASA Galileo tahun 1996 menunjukkan adanya gas xenon di atmosfir Jupiter yang padat helium.

 

Teori bahwa matahari adalah besi memang menentang pendapat lama. Tetapi, hal tersebut tidak mengubah tafsir ayat ke-25 surat Al-Hadid tersebut di atas yang menyatakan bahwa besi memang diturunkan dari atas, bisa dari angkasa luar yang jauh atau pun dari matahari besi. Wallahu a’lam.

 

 

*Penulis adalah seorang pendidik, pegiat dakwah dan penulis buku.

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: [email protected] atau: [email protected]  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

 

Muslimah Tetap Eksis di Medsos, Perhatikan Yang Ini

0

PERCIKANIMAN.ID – – Jumlah pengguna media sosial semakin meningkat setiap tahun. Kategori penggunanya juga melibatkan perempuan muslim. Lantas, bagaimana cara wanita muslim bermedia sosial yang baik? Tak dapat dipungkiri wanita kerap menjadi objek di segala lini, terlebih di media sosial. Tentunya, khusus bagi wanita muslim mereka perlu menempatkan batas-batas berselancar di media sosial. Maka, seperti inilah cara bermedia sosial yang baik bagi wanita muslim seperti dilansir Soundvision, Senin,(6/1/2017).

  • Update tweet tentang info Islam

Twitter adalah jaringan media sosial yang paling cepat berkembang. Maka manfaatkan jasa Tweeter untuk berbagi inspirasi Islami. Seperti, “Khadijah: Perempuan Muslim yang luar biasa – pengusaha, terpercaya, dan tingkat keimanannya sangat tinggi.

  • Menulis konten tentang kehidupan sebagai perempuan Muslim

Buatlah tulisan yang menginspirasi tentang wanita muslim. Kemudian share ke halaman Facebook atau akun Twitter. Tulisan inspirasiratif ini tidak harus kisah atau tulisan sendiri. Kaum muslimah bisa share kisah inspiratif dari teman muslimah lainnya.

  • Sebarkan dakwah Islam

Siarkan jadwal kajian dan dakwah Islam yang diselenggarakan di masjid-masjid setempat yang diselenggarakan organisasi mahasiswa atau asosiasi Islam. Keuntungan jamaah Islam untuk menghadiri tausiah lewat media social dan beragam info keislaman lainnya.

Namun demikian bagi kaum muslimah yang aktif di medsos ada baiknya menghindari atau tidak melakukan beberapa hal saat berselancar di dunia maya. Seperti dikutip dari muslimcare berikut beberapa aktivitas yang perlu dihindari kaum muslimah di medso:

  • Tidak upload foto yang membuka aurat

Pergaulan muslimah di dunia maya jelas disyaratkan untuk menutup auratnya secara penuh. Hal ini sebagaimana perintah Allah Ta’ala dalam QS Al Ahzab: 59. Namun sebagian ulama juga tetap mengharamkan muslimah memajang fotonya di medsos dengan alasan lebih banyak mudharatnya dan berpotensi timbulnya fitnah serta mengundang kaum lelaki bukan mukhrimnya untuk memandangnya. Lihat QS. An-Nur: 30 – 31.

 

  • Tidak mengunggah video atau suara dengan mendayu-dayu

Pada sebagian fasilitas medsos tersedia aplikasi yang dengan mudah penggunanya mengunggah video sehingga dapat dilihat temannya yang sedang online. Suara atau video tersebut bisa saja bermuatan dakwah namun jika suaranya mendayu-dayu maka akan berakibat sebaliknya. Ingat, tidak semua teman di medsos adalah kaum wanita. Hal tersebut akan menjadi kebalikannya jika suara yang dimunculkan oleh muslimah tersebut penuh nada merayu nan mendayu-dayu. Oleh karena itu sebagian ulama menyatakan bahwa nyanyian perempuan yang mendesah dan mendayu-dayu serta memancingan rangsangan syahwat haram hukumnya. Hal ini sejalan dengan larangan Allah Ta’ala yang tertuang dalam QS. Al-Ahzab: 32.

Maka jelaslah jika suara seorang muslimah yang dengan sengaja dibuat untuk menarik perhatian lawan jenisnya itu dilarang. Seharusnya pula perbuatan tersebut dihindari.

 

  • Jangan menyebarkan aib orang lain

Aib atau keburukan tersebut bisa berupa gambar atau foto atau juga tulisan dari orang lain yang mencerikan tentang keburukan orang lain. Untuk itu sebaiknya jangan ikut menshare atau berkomentar yang turut mendukung aib tersebut. Hal ini sebagaimana yang diperintah Rasulullah Saw:

Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup (aibnya) di dunia dan akhirat” (HR. Tirmidzi).

Meski ini terkait dengan aktivitas muslimah dimedsos namun sebaiknya kaum muslim juga memperhatikan hal-hal tersebut. Kaum pria muslim pun tetap harus berlaku terpuji meski hanya di medsos sekalipun sehingga aktivitas di dunia maya tetap bernilai ibadah dan dakwah. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: norman

Dibalik Pedasnya Cabai Ternyata Bisa Bunuh Sel Kanker

0

PERCIKANIMAN.ID – – Naiknya harga cabai akhir-akhir bagi sebagaian orang dianggap tak berbengaruh apa-apa namun tidak demikian bagi mereka yang berselera makan pedas. Makan pedas dengan bumbu cabe yang dominan ternyata akan berdampak pada kesehatan. Selain dapat menambah selera makan, ternyata rasa pedas cabai juga dapat membantu memerangi sel kanker.

Belum lama ini pakar dari Universitas Ruhr di Bochum, Jerman mengatakan komponen pedas dalam cabai bisa menjadi pertahanan spesial di membran sel di sekeliling tumbuhnya kanker. Rasa cabe yang pedas yang mempunyai rasa yang “khas” dapat  menyebabkan sel merusak dirinya sendiri.

Dr Lea Weber yang memimpin penelitian menjelaskan hasil penelitian di jurnal Kanker Payudara-Target dan Terapi mengatakan,

“Capsaicin mampu menyebabkan kematian sel dan menghambat pertumbuhan sel kanker di banyak jenis kanker contohnya, kanker tulang osteosarcoma, kanker usus, dan kanker pankreas sementara sel normal tak akan tersakiti,” katanya seperti dilansir daily mail akhir pekan ini.

Capsaicin secara spesifik akan memicu sel reseptor yang disebut TRPV 1, yang mengontrol zat pertumbuhan kanker yang memperoleh makanan.

Sementara capsaicin bertarung melawan sel kanker, sel tersebut akhirnya akan tumbuh dengan merusak dirinya sendiri. Seiring dengan semakin banyaknya sel kanker yang mati, tumor akan berhenti membesar.

Namun, bahan kunci itu tak akan efektif kalau cuma dikonsumsi biasa saja. Zat itu harus diformulasikan dalam tablet dan dikombinasikan dengan obat-obatan lain yang menyasar sel kanker. Dengan demikian dapat dipahami bahwa dibalik pedasnya cabai ternyata bermanfaat bagi upaya membunuh sel kanker. Namun tentu saja terlalu banyak mengkonsumsi banyak cabai juga dapat berpotensi sakit perut atau diare.[ ]

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Tips Agar Muslimah Aman Bersepeda Motor

0

PERCIKANIMAN.ID – Seiring mobilitas zaman sekarang yang semakin tinggi, pemakaian sepeda motor rupanya tidak hanya didominasi oleh kaum pria. Kaum wanita pun kini acap kali menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi. Tidak hanya karena alasan kepraktisan, tapi untuk mengefisienkan waktu perjalanan serta lebih hemat ongkos.

Rupanya, ada juga kelompok muslimah yang mengendarai motor sebagai gaya hidup. Ya, benar! Mengendarai sepeda motor memang banyak manfaatnya. Akan tetapi, ada beberapa hal yang patut diperhatikan saat mengendarai sepeda motor, khusunya bagi kaum muslimah. Jika Anda pengendara sepeda motor, ada baiknya menyimak beberapa tips berikut ini.

Gunakan Helm SNI
Tips yang satu ini jelas tidak boleh disepelekan. Fungsi helm yang sangat penting untuk melindungi kepala Anda dari benturan dan pengaruh cuaca harus diperhatikan dengan baik. Oleh karena itu, jangan pilih helm yang terlalu besar dari ukuran kepala Anda. Selain karena tidak nyaman, dikhawatirkan helm akan terlepas jika terjadi benturan atau kecelakaan yang tidak diharapkan, sehingga kepala tidak terlindungi. Jangan pula pilih helm yang kekecilan. Hal itu akan membuat kepala sakit dan mempengaruhi konsentrasi. Maka, pilihlah helm yang telah memiliki bukti Standar Nasional Indonesia (SNI) yang ukurannya pas dengan kepala Anda. Untuk perlindungan ganda, sertakan pula masker yang akan melindungi Anda dari asap knalpot dan buruknya polusi di jalan raya.

Gunakan Jilbab yang Simpel
Selain agar lebih nyaman dan menghindari rasa mengganjal saat menggunakan helm, jilbab yang sederhana membuat Anda lebih berkonsentrasi di jalan. Jika Anda penyuka variasi hiasan bandana jilbab berbentuk bunga-bunga, bros ronce panjang, atau jepit belakang jilbab, lebih baik digunakan setelah berkendara saja. Pilihlah warna jilbab yang tidak berwarna gelap agar tidak menyerap panas matahari terlalu banyak dan menimbulkan rasa gerah. Hindari juga penggunaan ciput yang terlalu mancung agar tidak mengganggu pandangan serta menghindari kerusakan ciput itu sendiri.

Gunakan Jaket yang Sesuai
Saat akan mengendarai motor, jangan lupakan jaket yang mampu melindungi tubuh Anda dari pengaruh cuaca dan dinginnya angin. Hindari penggunaan sweater atau jaket berbahan kain wol dan sejenisnya yang sangat mudah menyerap air saat hujan. Lebih baik gunakan jaket tahan air dan tidak tembus angin yang memang difungsikan untuk mengendarai motor, misalnya jaket kulit. Anda pun bisa memilih jaket dengan tambahan protector siku. Kemudian, jangan lupakan pula penggunaan sarung tangan untuk mengurangi lecet karena pengereman yang terus-menerus.

Perhatikan Sepatu Anda
Banyak kasus pengendara motor yang kakinya terlindas motor, mobil, hingga truk di jalan raya. Sehingga, untuk proteksi kaki Anda, gunakanlah sepatu. Meskipun tampak merepotkan, sepatu jelas akan melindungi kaki Anda. Hindarilah penggunaan sepatu berhak tinggi saat Anda berkendara. Selain karena akan sulit mengoper gigi motor, penggunaan sepatu berhak tinggi pun cukup menganggu saat Anda harus gesit berkendara. Jadi, pilihlah sepatu yang beralas datar atau tidak berhak. Jika memang Anda harus menggunakan sepatu hak tinggi, tentu bisa Anda gunakan setelah sampai di lokasi, bukan?

Jangan Lupakan Celana Panjang
Meski Anda menggunakan rok panjang atau gamis, tetap jangan lupa untuk men-double pakaian Anda dengan celana panjang. Celana panjang sangat bermanfaat untuk mengurangi gesekan dengan aspal jika Anda terjatuh. Gunakan celana panjang berbahan tebal atau jeans yang memang mampu melindungi kulit Anda. Jika perlu, pakailah protector knee atau pelindung lutut. Meski terkesan merepotkan, protector knee mampu melindungi lutut Anda dari luka saat Anda benar-benar terjatuh.

Hindari Pemakaian Perhiasan Berlebihan
Anda harus membiasakan diri untuk tidak menggunakan perhiasan berlebihan. Jelas hal ini agar Anda terhindari dari penjambretan atau perampokan yang kasusnya kini kian menjamur di mana-mana. Selain itu, Anda pun harus pandai memilih tas saat berkendara sepeda motor. Usahakan menggunakan tas ransel yang memiliki klop pengaman di arah depan saat berkendara motor. Jika memang terpaksa Anda harus menggunakan tas bahu, simpan tas bahu Anda di depan motor Anda agar tidak mencolok perhatian penjahat.

Gunakan Hands-free
Anda termasuk muslimah sibuk yang sering menerima telepon saat berkendara? Jika ya, alangkah baiknya Anda gunakan hands-free yang akan membuat Anda lebih konsentrasi saat berkendara. Taatilah peraturan lalu lintas yang ada. Jangan biasakan menjawab telpon atau mengirim SMS sambil berkendara. Tentu Anda mengetahui resikonya, bukan?(Eika)

Peran Ulama dan Krisis Kebangsaan

0

 

 Oleh: Ahmad Kholili Hasib*

 

 

PERCIKANIMAN.ID – – Menjelang pergantian tahun 2016 kemarin  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bukittinggi menyiapkan kegiatan spesial. Bukan untuk berpesta menyambut tahun baru, tetapi turun lapangan untuk mengantisipasi terjadinya perbuatan maksiat yang dilakukan muda-mudi di malam tahun baru.

Sekitar 150 relawan dari berbagai ormas Islam di bawah payung MUI menemui pasangan muda-mudi di tempat-tempat tertentu yang sedang marayakan tahun baru masehi. Para ulama beserta aktivis ormas Islam itu mengajak mereka bicara, berdialog serta mengajak untuk meninggalkan perbuatan maksiat.

MUI di beberapa daerah seperti MUI Lampung, MUI Aceh, MUI Padang dan MUI provinsi lainnya juga melakukan langkah antisipasi masing-masing.

Langkah nyata para ulama tersebut patut digugu lan ditiru (dicontoh dan ditiru). Betapa tidak, para ulama langsung turun ke jalan. Dakwah konkrit dan praktis. Mereka tidak hanya menyeru di mimbar khutbah, tetapi langsung jalan memperbaiki akhlak bangsa.

Pesta hura-hura tahun baru tidak membawa manfaat apapun. Justru kerusakan demi kerusakan terjadi. Di mana suara keprihatinan aparatur? Alih-alih prihatin, malah memberi jalan. Para ulama pantas marah atas krisis ini. Tetapi kemarahan ulama disulap dalam bentuk aksi yang luar biasa. Memang harusnya membuat laporan kepada aparatur negara. Namun apa daya, nampak masih banyak menganggap enteng atas apa yang terjadi pada bangsa ini.

Siapa yang tidak tahu bahwa pesta tahun baru biasa menjadi ajang maksiat dan perzinahan. Tiap tahun media-media besar memberitakan. Di Makassar, sebagai salah satu contoh, menjelang pergantian tahun penjualan kondom meningkat 40-100 %. Menurut salah satu penjual, tingkat permintaan kondom mencapai 40 % di kalangan pelajar dan tak sungkan para pelajar yang mengenakan seragam sekolah juga hendak membeli kondom tersebut.

Siapa yang mencegah para muda-mudi tersebut untuk tidak berbuat zina? Orangtua mereka kemungkinan tidak tahu. Polisi hanya mengamankan situasi agar tidak terjadi tawuran atau semacamnya. Bisakah polisi mencegah mereka tidak berzina? Di mana satpol PP?

Ketika para aparat absen, ulama datang. Ulama membantu pemerintah mencegah terjadinya kejahatan seksual. Tingkat perzinahan atau seks di luar nikah anak-anak muda penulis kira semua banyak yang mengetahui. Dari hasil riset sampai penulusuran jurnalis yang telah banyak di muat di media.

Ini negeri yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Tapi kejahatan zina masih saja marak. Di mana bangsa ini meletakkan sila ke-1 Pancasila itu? Lagi-lagi ulama mengawal Pancasila. ‘Memeluk’ rakyat bawah untuk tunduk kepada Tuhan. Di sinilah, kita bersyukur ada program MUI yang responsif terhadap kerusakan bangsa ini. Kita untung ada ulama yang rela turun ke jalan menemui mereka, menasihati dan mengajak pulang ke rumah masing-masing.

Peran-peran tersebut di negara ini sebetulnya tidak hanya tugas ulama (MUI). Satpol PP, atau kepolisian harusnya bisa mencegah kemaksiatan itu. Tetapi, di negeri ini yang sudah banyak kasus-kasus kejahatan, maka MUI terpanggil hati. Bahwa, tugas ini pun bisa dicover oleh ulama.

Para ulama ini pun tidak melakukan gelar protes, gelar spanduk kecaman, ataupun orasi di depan sorot kamera TV. Tetapi kita lihat, mereka langsung beraksi di jalanan, tanpa spanduk tanpa media yang meliput.

Tidak banyak media yang meliput blusukan para ulama ini. Tetapi, memang ulama tidak butuh popularitas media.  Yang mereka butuhkan cuma satu; akhlak bangsa ini baik. Sudah menjadi kewajiban ulama, khususnya yang duduk di MUI, untuk mengajak kepada kebaikan dan mencegah kejahatan. Apapun bentuknya.

Masalah kebangsaan bertubi-tubi kita tanggung bersama. Kerusakan demi kerusakan akhlak kita saksikan bersama di negeri ini. Di saat itulah ulama berperan. Karena itu, pada bulan Juli 2013, MUI membentuk lembaga baru bernama Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa. Melalui pembentukan lembaga ini, maka kegiatan dakwah untuk perbaikan akhlak bangsa dapat lebih fokus, efektif dan tepat sasaran.

Penulis pernah mendapati cerita, seorang ulama alim di sebuah kota pergi secara rutin pergi pasar. Ternyata dia tidak hanya belanja kebutuhan dapur, tetapi setiap penjual yang ia temui dia ajak untuk menjaga shalat dan menyampaikan pesan melalui obrolan ringan. Sebelum pergi, ia menitipkan uang untuk diberikan kepada anak si penjual tadi. Dakwah sekaligus sedekah.

Kita jadi ingit kebiasaan sayidina Ali Zainal Abidin, seorang ulama keturunan sayidina Ali bin Abi Thalib ra. Menurut cerita, sayidina Ali Zainal Abidin tiap malam memikul gandum untuk dibagi-bagikan kepada fakir miskin. Tak seorang pun mengetahuinya, karena ia melakukannya secara sembunyi-sembunyi.

Amal yang baik, khususnya sedekah, adalah dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Ulama tadi di pasar tidak pamer. Mungkin yang tahu hanya penjual. Sayidina Ali Zainal Abidin juga tak seorang pun tahu kecuali setelah ia wafat. Ulama yang alim memang khumul (tidak suka popularitas). Tujuan perbuatannya semata adalah Allah Swt, bukan manusia. Karena itu,khumul merupakan karakter atau akhlak ulama yang alim. Tipologi inilah yang harus menjadi contoh bangsa ini.

Inilah sisi-sisi humanis para ulama kita. Edukasi yang diberikan tidak hanya di mimbar jum’ah, majelis pengajian, tetapi langsung turun ke area rakyat kecil. Yang diseru tidak hanya kaum pejabat, tetapi rakyat kecil didakwahi. Memang sudah menjadi tugas ulama untuk menjaga negara ini dari segala kemungkaran. Karena itu, bangsa ini butuh pada ulama. Di saat-saat krisis biasanya para ulama tampil mengambil peran positif. Mereka memang tidak suka unjuk diri, tetapi di saat dibutuhkan pasti hadir.

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

Arab Saudi Pulihkan Kuota Haji Tahun Ini, Kuota Haji Indonesia Akan Normal Lagi

0

PERCIKANIMAN.ID – – Pemerintah Arab Saudi telah memutuskan mengembalikan kembali kuota jamaah haji untuk tahun ini. Sebelumnya, pengurangan kuota jamaah haji telah diberlakukan selama lima tahun belakangan.

Dilansir dari alarabiya , Ahad (8/1/2017), Wakil Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri Arab Saudi, yang juga Ketua Komite Haji, Putra Mahkota Muhammad Bin Naif, sepakat untuk mengembalikan kuota haji yang ada sebelum pemotongan. Dia pun berterima kasih kepada Raja Salman yang kembali menaikkan kuota baik bagi calon jamaah baik dari dalam maupun luar negeri.

Dia mengatakan, bahwa pihak yang berwenang telah melakukan persiapan untuk menerima jumlah tambahan calon jamaah untuk musim haji yang akan datang. Sebelumnya, otoritas yang berwenang memberlakukan pemotongan kuota 20 persen untuk calon jamaah dari luar negeri. Angka tersebut berlaku bagi masing-masing negara.

Sementara jumlah orang yang diizinkan untuk melakukan haji dalam Kerajaan Arab Saudi berkurang 50 persen. Pengurangan kuota tersebut untuk menjamin keamanan dan kenyamanan selama renovasi di sekitar Kabah dan beberapa proyek besar di tempat suci.

Muhammad bin Naif meminta, semua kementerian terkait bersiap-siap menerima sejumlah besar jamaah untuk haji mendatang. Dia memerintahkan, agar pemulihan kuota dilakukan secara bertahap.

Jumlah calon jamaah yang datang dari masing-masing negara akan ditentukan oleh Kementerian Haji dan Umrah. Namun, dia meyakinkan bahwa kuota setiap negara akan tetap utuh. Berdasarkan sistem kuota yang mulai berlaku pada dekade lalu, setiap negara diperbolehkan mengirimkan 1.000 warganya setiap musim haji.

Sejumlah perwakilan negara di Jeddah ikut mengapresiasi adanya pemulihan kuota haji. Salah satunya Konsul Jenderal India Mohammed Noor Rahman Sheikh. Menurut dia, itu adalah langkah besar.

“Komite Haji India bisa mengakomodasi hanya seperempat dari pelamar setelah dipotong kuota. Kuota dikurangi untuk calon jamaah di bawah Komite Haji adalah 100.020 orang, tetapi jumlah pelamar melebihi 400 ribu orang tahun lalu,” ujarnya seperti dikutip Kashmir Reader, Ahad (8/1/2017)

Sebanyak 136.020 jamaah India melakukan haji selama lima tahun terakhir setelah pengenaan pemotongan kuota pada 2012. Sebanyak 100.020 orang di bawah Komite Haji dan 36 orang lainnya datang melalui operator tur pribadi. Kuota India untuk haji 2012 adalah 170 ribu, tetapi kemudian pemerintah mengurangi kuota sebesar 20 persen.

Sementara itu Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin menyebutkan kuota haji untuk Indonesia kembali normal seperti sebelum Masjidil Haram direnovasi. Selama lima tahun terakhir kuota haji Indonesia dibatasi hanya 168.800 jemaah. Maka seiring dengan selesainya renovasi Masjidil Haram, kuota haji Indonesia akan kembali normal yakni sebanyak 211.000 jemaah atau bertambah sekitar 50.000 jemaah.

“Kuota jamaah haji Indonesia akan kembali normal pada tahun2017, yaitu 211.000 orang. 2013, Pemerintah Arab Saudi hanya memberikan kuota sebanyak 168.800 calon jamaah haji dari Indonesia dengan rincian 155.200 jamaah reguler dan 13.600 jamaah haji khusus,” kata Lukman seperti dikutip kemenag.go.id beberapa waktu lalu. [ ]

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: kemenag

 

Mengapa Keislaman Orang Yang Sejak Lahir Berbeda dengan Mualaf ?

0

Ustadz saya mau bertanya, kenapa sebagian orang Islam yang didapat sejak lahir, keislamannya berbeda dengan mualaf ?Apakah ada pengaruh syahadat ? (Ilham by fb)

 

 

Begini, dalam Islam kita yakini bahwa semua manusia yang lahir itu sudah muslim (fitrah). Walaupun dia lahir dari rahim orangtua Kristen, Hindu ataupun Budha bahkan yang mengaku atheis sekalipun, maka bayinya itu tetap muslim (Islam atau bertauhid). Sejak alam manusia masih berada di alam ruh maka ia sudah mengikat janji setia tentang tauhidullah atau bertauhid kepada Allah  Swt. Hal ini dapat kita baca dalam Quran surat Al-‘Araf  (7) ayat 172:

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengata-kan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”

 

Dari ayat ini maka dapat kita pahami bahwa pada dasarnya, awalnya semua manusia itu bertauhid atau berislam. Dalam sebuah hadits juga  Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam juga bersabda,

Setiap anak yang lahir, dilahirkan atas fitroh, maka kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nashroni, atau Majusi” (HR.Al-Bukhari)

 

Namun seiring berjalannya waktu, keislamannya bisa terkontaminasi dengan ritual-ritual orangtuanya yang tidak lagi menjadi seorang muslim. Itu sebabnya nanti kalau dia mau balik lagi ke Islam dia akan melakukan syahadat kembali. Syahadat itu artinya yakin, meyakini Allah sebagai tuhan dan Nabi Muhammad sebagai Utusan-Nya.  Makanya orang Islam tidak perlu bersyahadat lagi kalau dia sudah yakin dengan ajaran Islam. Bagi orang yang sudah keluar dari Islam, dia harus melakukan syahadat kembali.

Lalu mengapa terkesan orang yang Islamnya sejak lahir berbeda dengan mualaf secara kualitas?. Ini sebenarnya tidak bisa dianggap semua demikian dan bisa jadi hal ini hanya penilaian subyektif Anda saja. Kalau kita perhatikan banyak juga orang yang sejak lahir muslim kemudian sampai akhir hayatnya juga tetap muslim dengan memiliki keimanan dan ketakwaan yang kokoh, misalnya para sahabat, ulama dan sebagainya. Demikian juga ada seorang mualaf yang “biasa” saja bahkan ada yang kembali menjadi murtad.

Dengan demikian tidak ada hubungannya keimanan atau ketakwaan seseorang tergantung dari sejak lahir (bawaan) atau menjadi mualaf. Semua tergantung kitanya, apakah mau memupuknya dengan belajar atau hanya berdiam diri. Wallahu’alam.[ ]

 

Editor: iman

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam

Bahaya Riya dan Cara Mengatasinya

0

Assalamu’alaikum wr.wb. Ustadz mohon dijelaskan apa saja bahaya sifat riya (sombong) dan  bagaimana cara mengatasi agar kita jauh dari riya ? Terima kasih ( Mita by email)

 

Wa’alaikumsalam wr.wb.  Riya merupakan salah satu penyakit hati yang sangat tipis atau halus sifatnya karena terkadang ini tipis sekali dengan ikhlas. Namun demikian, sifat riya ini harus dihindari dan berusaha untuk senantiasa ikhlas hanya untuk mengharap ridho Allah Swt.

Jika  seseorang mempunyai bersifat riya maka ia akan cenderung ingin menampakkan kebaikan-kebaikan di depan orang lain dengan maksud ingin mendapat pujian dan sanjungan dari orang lain. Dengan demikian orang yang  memiliki rasa riya saat beribadah, bukan ridho dan berkah Allah yang  diharapkan, melainkan pujian dari orang lainlah yang ingin didapatkan.

Bahaya sifat riya memang sangat fatal karena semua ibadah kita akan ditolak oleh Allah Swt dan tidak akan bernilai apa-apa selain yang diharapkan dari manusia. Beberapa bahaya riya antara lain:

  • Hilangnya pahala. Sifat riya membuat pahala sedekah terkikis dan membuat amalan-amalan baik yang telah kita lakukan tidak bernilai di hadapan Allah atau hanya mendapat pujian manusia saja.
  • Celaka di akhirat. Sifat riya membuat seseorang merasa telah berbuat kebaikan dan mendapatkan banyak pahala, namun akan mendapat azab yang dahsyat di akhirat kelak.
  • Termasuk sifat syirik tersembunyi. Sifat riya termasuk perbuatan syirik khafi (tersembunyi) yang bisa merusak ibadah tanpa terasa atau tanpa disadari.
  • Ditinggalkan Allah. Sifat riya merupakan sifat yang sangat dibenci Allah Swt sehingga barang siapa yang memelihara sifat tersebut akan ditinggalkan oleh Allah dan jauh dari pertolongan-Nya.

Mengingat sifat riya dapat kecelakaan atau kerugiannya dunia hingga akhirat maka itu, selain kita melakukan cara menghilangkan sifat angkuh, kita perlu mengetahui cara menghindari sifat riya’ yang secara tersembunyi dan diam-diam ada di hati kita. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk terhindar dari sifat riya ini:

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

Pemblokiran Situs Islam Paranoid Yang Berlebihan

0

Oleh: Roni Tabroni*

 

 

 

PERCIKANIMAN.ID – – Yang ketiga kalinya pemerintah memblokir media Islam. Langkah kontraproduktif dengan semangat demokrasi ini benar-benar terjadi di depan mata. Tidak ada argumentasi yang dibangun, tidak ada peringatan dan pembinaan. Vonis itu seolah-olah menegaskan kepanikan pemerintah yang tidak beralasan.

Hingga kini, pembicaraan mengenai pemblokiran itu belum tuntas dibahas dalam kajian-kajian akademis, diskusi di kalangan masyarakat, hingga obrolan santai di ruang-ruang publik. Sayangnya, diskusi tentang pemblokiran situs Islam ini seringkali tidak menarik, sebab hampir tidak ada yang pro terhadap langkah yang diambil pemerintah. Rata-rata masyarakat mengkritik cara instant yang dilakukan karena dianggap menyalahi semangat zaman.

Setidaknya Pemerintah dalam hal ini telah menentang dua arus penting yang saat ini menjadi bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Pertama, langkah penutupan situs tersebut bertentangan dengan UUD 45 terkait dengan kebebasan berbicara. Di abad global, pembicaraan banyak dilakukan manusia di ranah maya, itu artinya suara dalam konteks ini diwujudkan dalam bentuk teks dan kalimat yang hanya dapat diakses di dunia virtual. Ketika situs itu ditutup, sama artinya dengan menyumpal mulut seseorang yang sedang berbicara.

Kedua, penutupan situs Islam tersebut sama dengan menentang semangat reformasi. Mungkin ini baru terjadi sepanjang sejarah reformasi di Indonesia. Di mana penguasa menghentikan bentuk pembicara masyarakat yang mencoba memberikan informasi dengan pendapat dan perspektif yang diyakininya. Reformasi memang pada dinding-dinding tertentu perlu jeli melihatnya, karena masih ada bolong-bolong yang harus ditambal. Namun dalam konteks kebebasan berbicara dan berpendapat, semua sepakat dan bulat bahwa itu harus dilindungi.

Argumentasi pemerintah bahwa situs yang diblokir itu tidak masuk kategori lembaga pers karena tidak tercantum di dewan pers, tentu masuk akal, jika yang dimaksud adalah wacana pembredelan lembaga pers. Namun dalam ranah publik, pembredelan atau apapun itu, tidak menjadi perting ketika wacananya kini beralih pada pembungkaman. Itu artinya, membredel lembaga pers dengan menutup blog individu (sekalipun) sebenarnya saat ini sama konyolnya. Publik tidak pernah mempersoalkan apakah media online itu terdaftar di dewan pers atau tidak, selam memberikan informasi dan pencerahan, lebih dari cukup untuk membantu kebuntuan informasi yang selama ini hanya sepihak.

Cara pemberangusan situs online – yang katanya bukan lembaga pers – yang semena-mena ini juga dapat dilihat kasat mata ketika tanpa dibarengi catatan dari sebuah tuduhan yang sangat kontroversial. Pilihan kata yang berbahaya seperti “radikal” (yang diasosiasikan dengan tindakah kekerasan dan berbahaya bagi Negara) dan disematkan kepada media-media yang diberangus itu sulit diterima akal sehat orang awam sekalipun. Hingga kini tidak ada penjelasan resmi apa yang dimaksud radikal dalam situs-situs tersebut. Kemudian konten mana yang dianggap radikal dan berbahaya tersebut.

Ketika publik sangat jijik dengan kesewenang-wenangan rezim Orde Baru yang selalu menjadi hantu media dengan pencabutan SIUPP, mereka masih memberikan argumentasi yang jelas. Ketika menuduh sebuah media dianggap menghasut, pemerintah Orde Baru waktu itu masih sempat memberikan contoh dari konten yang dianggap berbahaya dan mengganggu stabilitas pembangunan. kemudian diberikan tafsiran terhadap teks yang dimaksud. Jika ada kesempatan, pihak media sebenarnya bisa memberikan argumentasi dari setiap teks yang dianggap berbahaya. Namun, jika pun tidak, para awak media dapat melakukan introspeksi dari berita yang dibuatnya.

Hal ini tidak terjadi pada pemerintahan saat ini, sehingga membiarkan masyarakat bingung, termasuk crew situs online itu bertanya tanpa jawab yang pasti. Artinya Negara membiarkan ketidak pastian menjadi bagian dari kehidupan bernegara kita – di tengah kondisi ekonomi dan politik yang semakin carut marut.

Ketika penutupan situs Islam yang pertama kali misalnya, keheranan semakin menjadi ketika modus pemblokiran adalah merespon rekomendasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Agak sulit diterima kondisi ini sebab bagaimana bisa Negara yang memiliki otoritas tinggi ini bisa diintervensi dan diperintah oleh BNPT. Kemudian langkah pemblokiran diambil dengan tanpa peringatan dan pembinaan. Padahal argumentasi dan pembinaan lebih manusiawi dan beradab.

Karena langkah menutup situs Islam oleh pemerintah itu belum tentu yang terakhir, maka Kominfo sebaiknya tidak memposisikan diri sebagai “hantu” bagi memdia-media alternatif yang tumbuh di kalangan masyarakat, tetapi menjadi regulator dan motivator agar lahirnya media-media berkualitas. Pihak Legislatif juga dalam konteks ini harus jeli melihat persoalan publik, tidak hanya duduk manis dan menutup mata. Persoalan media adalah persoalan kebangsaan kita yang harus dirawat oleh berbagai pihak. [ ]

 

*Penulis adalah Dosen Jurnalistik Universitas Sangga Buana YPKP Bandung, Anggota Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, dan Pemerhati Media Massa Islam.

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: [email protected] atau: [email protected]  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan