Beranda blog Halaman 4

AWG Gelar Tabligh Akbar Ajak Kesatuan Umat demi Terwujudnya Pembebasan Masjid Al-Aqsha

0
Peduli Palestina
foto: dok.awg

PERCIKANIMAN.iD – – Seribuan massa menghadiri kegiatan  Tabligh Akbar yang bertema “Menjalin Ikatan Ukhuwah dalam Upaya Membangun Kesatuan Umat demi Terwujudnya Pembebasan Masjid Al-Aqsha” di PUSDAI Jawa Barat, Kota Bandung, Ahad (22 Juni 2025)

Acara yang diselenggarakan lembaga kemanusiaan Aqsa Working Group (AWG) ini merupakan salah satu bentuk dalam memberikan semangat ukhuwah dan kepedulian terhadap Masjid Al-Aqsha dan Palestina.

Sejumlah tokoh penting dan ulama nasional turut hadir serta menjadi pembicara dalam kesempatan ini, di antaranya:

🔹 KH. M. Roinul Balad, S.Sos.I – Ketua DDII Jawa Barat

🔹 KH. Drs. Yakhsyallah Mansur, M.A. – Pembina AWG

🔹 Ahmad Abdullah, S.T., M.Sc. – Ketua AWG Wilayah Jawa Barat

🔹 Ust. Muhammad Munawwar Zayin, S.Pd. – Pengasuh Ponpes Al Fatah Nurul Falah, Cikajang, Garut.

Pihak panitia juga mengundang  kehadiran  M. Anis Matta, Lc., Wakil Menteri Luar Negeri (masih dalam proses konfirmasi), serta Keynote Speaker Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, S.H., M.M.dalam kegiatan ini.

Melalui momentum ini, AWG mengajak seluruh umat Islam untuk menyadari pentingnya ukhuwah dan kesatuan umat dalam menghadapi tantangan global, khususnya yang berkaitan dengan pembebasan Masjid suci Al-Aqsha dari cengkeraman penjajahan. Kesadaran dan solidaritas umat menjadi pilar utama dalam memperjuangkan kehormatan dan kebebasan tanah suci umat Islam di Palestina.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Panitia Mugiono menegaskan, bahwa acara ini bukan sekadar tabligh akbar biasa, tetapi seruan kebangkitan umat.

“Kita ingin membangun kekuatan dari bawah—dari ikatan hati umat Islam—untuk bersatu dalam satu barisan, menolak perpecahan, dan peduli terhadap saudara kita di Palestina,” ungkapnya melalui keterangan tertulis.

Sementara itu KH.Muhammad Roinul Balad selaku Ketua Dewan Dakwah Jawa Barat (DDII) yang turut menjadi pembicara dengan mengambil tema Pentingnya Peran Umat Islam dalam Mendukung dan Mengawal Pembebasan Masjid Al-Aqsa dan Kemerdekaan Palestina.

“Salah satu kewajiban kita kaum muslimin saat ini adalah menjaga dan melindungi kesucian masjid Al-Aqsa dari tangan-tangan kaum Yahudi laknatullah. Kemudian  membela hak rakyat Palestina yang hingga saat ini masih dijajah Zionis Israel dan juga mengembalikan izzah Umat Islam,” tegasnya.

Dari kegiatan tabligh akbar ini diharapkan bentuk dukungan dan kepedulian kaum muslimin khususnya di Indonesia terhadap Palestina dan Masjid Al Aqsa semakin kuat dan nyata. Selain itu dukungan dan kepedulian juga tidak hanya momentum saja melainkan dilakukan hingga Palestina Merdeka. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

893

Unisa Bandung Raih Penghargaan Internasional

0
Unisa Bandung
Annisa Ridlayanti, S.Keb.,Bd.,M.Keb.,CESQ dari Unisa Bandung raih penghargaan pada kegiatan 5th International Islamic Healthcare Conference and Expo (IHEX) August 25th-27th 2023 ( foto: dok.unisa)

PERCIKANIMAN.iD – – Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Bandung terus meningkatkan prestasinya di ranah internasional melalui kegiatan International Islamic Halthcare Conference and Expo (5th IHEX) 2023, pada 25–27 Agustus 2025. Dengan mengambil kategori Hospital Social Responsibility Project Dan Inovasi Kurikulum Syariah Dalam Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan, tim dosen mata kuliah Asuhan Kebidanan Holistik Islami berhasil mendapat penghargaan pada Mukisi Innovation tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan kesehatan khususnya ibu dan anak. Ketua tim pengembang inovasi yakni Annisa Ridlayanti, S.Keb.,Bd.,M.Keb.,CESQ  mempresentasikan hasil model inovasinya di depan peserta yang hadir pada kegiatan tersebut.

Dalam pelaksanaannya, Ibu Annisa menyampaikan “Inovasi Model Asuhan Kebidanan Holistik Islami Sebagai Solusi Peningkatan Mutu Layanan Kebidanan Bagi Kesehatan Ibu dan Anak pada seluruh peserta yang hadir pada kegiatan tesrebut.

Inovasi Model Asuhan Kebidanan Holistik Islami

Konsep Asuhan Kebidanan Holistik Islami merupakan pelayanan kebidanan yang diberikan dan berpusat pada wanita dan berkesinambungan. Keempat aspek dalam asuhan kebidanan holistik islami harus senantiasa diperhatikan yakni biologis, psikologis/emotional, sosiologis/kultural, dan spiritualitas.

Secara fundamental konsep asuhan kebidanan holistik islami berkesinambungan merupakan dasar dalam menjalankan praktik kebidanan. Prinsip dasar asuhan ini memastikan fokus pada kehamilan dan kelahiran sebagai awal kehidupan keluarga, tidak hanya sebagai tahap kehidupan yang harus dilindungi, namun memperhitungkan makna dan nilai setiap wanita secara lengkap.

Dalam teori holistik, seluruh organisme hidup saling berinteraksi. Adanya gangguan pada satu bagian akan mempengaruhi bagian yang lain. Perempuan sebagai mahluk holistik merupakan makhluk yang utuh yang terdiri dari unsur biologis, psikologis, sosial, dan spiritual atau sering disebut juga sebagai makhluk biopsikososiospiritual. Dari keempat unsur tersebut tidak dapat dipisahkan.

“Pendekatan holistik merupakan pendekatan yang paling komprehensif dalam pelayanan kesehatan, termasuk kebidanan. Dalam pendekatan ini, seorang individu merupakan sebuah kesatuan yang terdiri dari dimensi fisik, mental, emosional, sosio kultural dan spiritual, dan setiap bagiannya memiliki hubungan dan ketergantungan satu sama lain. Untuk mempertahankan seorang individu sebagai satu kesatuan, pemenuhan kebutuhan spiritual merupakan salah satu aspek yang harus diperhatikan disamping pemenuhan terhadap kebutuhan lain”, ujar Annisa.

“Sebagai seorang profesi bidan muslimah harus mampu menunjukan pelayanan asuhan kebidanan holistik islami pada masa antenatal, masa intranatal, masa postnatal, masa neonatal-perinatal, balita, anak prasekolah, emergency maternal & neonatal care, asuhan kebidanan komunitas, dan kesehatan reproduksi berdasarkan nilai-nilai islami. Dasar inilah yang menjadi keunggulan dan ciri khas dari profesi bidan Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas ‘Aisyiyah Bandung”, tambahnya.

UNISA Bandung Mendapatkan Penghargaan Pada Kategori Hospital Social Responsibility Project Dan Inovasi Kurikulum Syariah Dalam Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan (5th IHEX).

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari misi UNISA Bandung dalam memperkuat kontribusi akademisi Indonesia dalam penelitian dan pengabdian masyararakat secara berkelanjutan dengan tetap menunjukan nilai-nilai Islami.

“Kami percaya bahwa dengan melihat manusia sebagai probadi yang holistik serta mengembalikan manusia pada fitrahnya akan menjadi solusi bagi berbagai permasalahan di dunia ini khususnya kesehatan ibu dan anak” ujar Annisa.

Penghargaan yang didapat UNISA Bandung pada kegiatan 5th IHEX ini akan menjadi spirit untuk terus berinovasi melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. UNISA Bandung berharap, langkah kecil ini menjadi awal dari pengembangan model inovasi ke depan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

“Inovasi model asuhan kebidanan holistik Islami ini dapat menjadi solusi peningkatan mutu layanan kebidanan bagi kesehatan ibu dan anak bagi setiap waktu. Kami berupaya agar pengembangan model inovasi ini dapat terus dikembangkan dan dipublikasikan pada Masyarakat agar terwujudnya derajat kesehatan ibu dan anak yang dicita-citakan selama ini,”pungkas Annisa Ridlayanti, S.Keb.,Bd.,M.Keb.,CESQ.[ ]

5

Red: admin

Editor: iman

980

Annisa Ridlayanti, S.Keb.,Bd.,M.Keb.,CESQ dari Unisa Bandung raih penghargaan pada kegiatan 5th International Islamic Healthcare Conference and Expo (IHEX) August 25th-27th 2023 ( foto: dok.unisa)

Iran Serang Tel Aviv, Begini Nubuat Kronologi Hancurnya Israel Menurut Al Quran dan Hadits

0
Tel Aviv
Sebuah bangunan di Kota Tel Aviv Israel terkena serangan rudal Iran ( foto: aljazeera)

PERCIKANIMAN.iD – – Saat ini Israel sedang digempur habis-habisan oleh Iran. Sejak seminggu terakhir ini ratusan rudal telah menghantam sejumlah bangunan di Ibu Kota Israel, Tel Aviv. Dikabarkan ratusan bangunan hancur dan puluhan korban jiwa. Akankah Israel segera hancur dan Palestina Merdeka?

Nabi Muhammad SAW telah mengabarkan bahwa umat Islam akan berperang melawan bangsa Yahudi sebelum hari Kiamat. Dalam peperangan itu, bangsa Yahudi ketakutan hingga bersembunyi di balik batu.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Kalian benar-benar akan membunuhi kaum Yahudi, sampai-sampai mereka bersembunyi di balik batu, maka batu itupun berkata: Wahai hamba Allah, ini ada Yahudi di belakangku, bunuhlah dia.”

“Tidak akan tiba hari kiamat sehingga kaum Muslimin berperang melawan Yahudi. Sampai-sampai apabila orang Yahudi bersembunyi di balik pepohonan atau bebatuan, maka pohon dan batu itu akan berseru, ‘Wahai Muslim, wahai hamba Allah, ini orang Yahudi ada bersembunyi di balikku, kemarilah dan bunuhlah ia.’ Kecuali pohon Ghorqod, karena ia adalah pohon Yahudi.” (Muttafaq ‘alaihi dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu).

Hadits di atas mengisyaratkan bahwa sebelum hari Kiamat, umat Islam akan berperang melawan bangsa Yahudi. Bangsa Yahudi akan dibantai oleh umat Islam di bumi Palestina. Pada saat itu seluruh pohon dan bebatuan yang dijadikan tempat bersembunyi oleh orang Yahudi akan menyeru memanggil Muslim untuk membunuh orang Yahudi, kecuali pohon Ghorqod.

Melihat hadis tersebut ada isyarat bahwa kemenangan berada di tangan umat Islam dan kehinaan akan meliputi bangsa Yahudi yang terlaknat dan terkutuk.

Ayat-ayat Alquran di bawah ini juga mengisyaratkan bangsa Yahudi yang telah mengubah isi kitab Taurat dan berbuat keji serta kejam akan mendapat azab di dunia dan akhirat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَقَضَيْنَآ اِلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ فِى الْكِتٰبِ لَتُفْسِدُنَّ فِى الْاَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيْرًا

“Kami wahyukan kepada Bani Israil di dalam Kitab (Taurat) itu, “Kamu benar-benar akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan benar-benar akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.” (QS Al-Isra Ayat 4)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ اُوْلٰىهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَّنَآ اُولِيْ بَأْسٍ شَدِيْدٍ فَجَاسُوْا خِلٰلَ الدِّيَارِۗ وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُوْلًا

“Apabila datang saat (kerusakan) yang pertama dari keduanya, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Itulah janji yang pasti terlaksana.” (QS Al-Isra Ayat 5)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَاَمْدَدْنٰكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَجَعَلْنٰكُمْ اَكْثَرَ نَفِيْرًا

“Kemudian, Kami memberikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak, dan menjadikanmu kelompok yang lebih besar.” (QS Al-Isra Ayat 6)

Dijelaskan bahwa Allah telah mewahyukan kepada Nabi Musa Alaihissalam sebagaimana termaktub dalam Kitab Taurat, bahwa Bani Israil akan membuat keonaran dua kali di bumi Palestina. Sehingga Allah menggerakkan musuh-musuh mereka untuk membunuh, merampas, dan menghancurkan negeri mereka. Sesudah bertobat, mereka dilepaskan Allah dari kesengsaraan ini, kerajaan mereka dikembalikan, dan dianugerahi kekayaan dan kekuatan, baik dalam bidang harta benda, maupun kekuatan dalam bidang keturunan dan pertahanan negara.

Akan tetapi, bangsa Yahudi kembali membuat keonaran, maka Allah mengerahkan kembali musuh-musuh mereka untuk menghancurkannya. Ini sebagai azab di dunia, dan di akhirat kelak mereka akan mendapat azab neraka Jahanam.

Di antara pembangkangan orang Yahudi, pertama, tidak mengindahkan perintah Allah dan mengubah isi kitab Taurat. Kedua, kekejian mereka membunuh Nabi Zakaria dan Nabi Yahya serta usaha mereka untuk membunuh Nabi Isa.

Mereka melakukan pembangkangan itu dengan menyombongkan diri dan menampakkan keangkuhan. Ini menunjukkan bahwa kejahatan-kejahatan yang bangsa Yahudi lakukan itu telah melampaui batas peri kemanusiaan. Allah lalu menjelaskan akibat yang akan menimpa mereka, karena pembangkangan yang pertama, yaitu mereka akan mengalami kehancuran pada saat hukuman yang telah dijanjikan Allah tiba sebagai balasan yang setimpal atas kejahatan-kejahatan mereka. (Dikutip dari tafsir Kementerian Agama)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ ۗوَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ لِيَسٗۤـُٔوْا وُجُوْهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوْهُ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّلِيُتَبِّرُوْا مَا عَلَوْا تَتْبِيْرًا

“Jika berbuat baik, (berarti) kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat jahat, (kerugian dari kejahatan) itu kembali kepada dirimu sendiri. Apabila datang saat (kerusakan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu, untuk memasuki masjid (Baitulmaqdis) sebagaimana memasukinya ketika pertama kali, dan untuk membinasakan apa saja yang mereka kuasai.” (QS Al-Isra Ayat 7)

Allah menegaskan bahwa apabila Bani Israil berbuat baik, maka hasil kebaikan itu untuk mereka sendiri. Apabila mereka berbuat jahat dengan melakukan perbuatan yang bertentangan dengan wahyu dan fitrah kejadian mereka sendiri, seperti menentang kebenaran dan norma-norma dalam tata kehidupan mereka sendiri, maka akibat dari perbuatan mereka itu adalah kemurkaan Allah kepada mereka.

Dengan demikian, mereka akan menjadi bangsa yang bercerai-berai karena diperbudak hawa nafsu, sehingga kelompok yang satu berusaha menundukkan kelompok yang lain. Itulah sebabnya mereka tidak dapat mempertahankan kelangsungan hidup dan diri mereka dari kehancuran. Sedang keburukan yang mereka rasakan di akhirat ialah azab api neraka sebagai siksaan yang paling pedih.

Lalu Allah mengungkapkan kembali hukuman sebagai akibat kejahatan yang dilakukan Bani Israil untuk kedua kalinya. Pada saat itu, Allah membiarkan mereka dalam keadaan kacau-balau ketika musuh-musuh datang untuk menaklukkan mereka. Kekalahan kedua ini benar-benar mereka rasakan sebagai penderitaan yang tiada tara dan mempermalukan mereka.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يَّرْحَمَكُمْۚ وَاِنْ عُدْتُّمْ عُدْنَاۘ وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكٰفِرِيْنَ حَصِيْرًا

“Mudah-mudahan Tuhanmu melimpahkan rahmat kepadamu. Akan tetapi, jika kamu kembali (melakukan kejahatan), niscaya Kami kembali (mengazabmu). Kami jadikan (neraka) Jahanam sebagai penjara bagi orang-orang kafir.” (QS Al-Isra Ayat 8)

Allah SWT memerintahkan agar orang Yahudi benar-benar sadar, bertobat, dan berpegang pada ajaran Taurat serta menjauhi perbuatan maksiat. Dengan demikian, Allah akan melimpahkan rahmat-Nya kepada mereka. Janji Allah seperti ini tentu akan terlaksana dan pasti mereka rasakan.

Allah SWT tetap mengingatkan bahwa apabila mereka kembali mengulangi kedurhakaan mereka, seperti yang pernah dilakukan oleh nenek moyang mereka, niscaya Allah SWT akan menurunkan azab-Nya kembali dengan yang lebih pedih. Di samping itu, Allah menyediakan azab api neraka Jahanam sebagai penjara yang abadi bagi mereka di akhirat, karena hukuman itulah yang pantas dijatuhkan terhadap orang-orang yang tidak mau beriman. (Dikutip dari tafsir Kementerian Agama)

Sumber: republika.co.id

5

Red: admin

Editor: iman

908

UNISA Bandung Bekali Siswa di Thailand Menjadi Pendamping Sebaya untuk Kesehatan Mental

0
Unisa Bandung
foto: dok.unisa bandung

PERCIKANIMAN.iD – –  Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Bandung terus memperluas kiprahnya di ranah internasional melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di Eakkapap Sasanawich Islamic School, Krabi, Thailand, pada 20–23 Mei 2025. Mengangkat tema “Mental Health Awareness for Students: Building Peer Support and Empathy”, para siswa diperkenalkan pada pentingnya kesehatan mental dan peran teman sebaya sebagai pendamping yang suportif.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian internasional yang dirancang oleh tim dosen UNISA Bandung: yaitu Dr. Ami Kamila, S.ST.,M.Kes., Anita Yuliani, S.ST.,M.KM.,Bdn., dan Rahmania Almira Fitri, S.Ds.,M.Ds. Dalam pelaksanaannya, Dr. Ami hadir secara langsung ke lokasi untuk menyampaikan materi edukasi.

“Siswa punya peran penting di lingkungannya. Kami ingin mereka jadi teman yang bisa mendengar dan mendampingi, bukan sekadar tahu teori,” ujar Dr. Ami, Senin (16/6/2025).

Belajar Mendampingi Teman, Bukan Menghakimi

Meski singkat, sesi edukasi berlangsung dalam suasana yang interaktif dan hangat. Para peserta dikenalkan pada berbagai tanda awal gangguan mental seperti stres, kecemasan, dan perasaan tertekan. Mereka juga berdiskusi tentang bagaimana menjadi pendengar aktif tanpa menghakimi.

Visualisasi melalui gambar dan media presentasi menjadi alat bantu utama dalam menjelaskan konsep-konsep abstrak kepada peserta yang sebagian besar tidak bisa berbahasa indonesia maupun inggris.

“Karena keterbatasan bahasa, kami banyak mengandalkan ilustrasi dan ekspresi. Tapi justru karena hal itu muncul kedekatan dan interaksi yang hangat,” ujar Dr. Ami.

Untungnya, pemberian edukasi ini mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah, termasuk seorang guru lokal yang secara sukarela menjadi penerjemah. Bantuan ini sangat membantu kelancaran kegiatan dan menjadi jembatan komunikasi antara fasilitator dan peserta, memastikan pesan tersampaikan dengan baik.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka dalam diskusi dan respons terhadap materi. Beberapa siswa bahkan secara bergantian menjawab pertanyaan dan memberikan pendapat selama sesi edukasi berlangsung.

“Topik mental health sering dianggap tabu, apalagi di lingkungan sekolah. Tapi para siswa membuktikan bahwa mereka terbuka dan siap belajar,” tambahnya.

 

UNISA Bandung Dorong Siswa Menjadi Agen yang Empati pada Sesama

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari misi UNISA Bandung dalam memperkuat kontribusi akademisi Indonesia dalam pengabdian lintas negara yang berbasis nilai kemanusiaan secara holistik dan berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa membangun kapasitas remaja lintas negara dalam hal kesehatan mental adalah investasi jangka panjang untuk dunia yang lebih sehat dan inklusif,” ujar Dr. Ami.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap kesehatan mental dapat dimulai dari hal-hal kecil, seperti menjadi pendengar yang baik. UNISA Bandung berharap, langkah kecil ini menjadi awal dari gerakan yang lebih luas dalam membangun generasi remaja yang peduli, empati, dan siap menjadi agen kebaikan di komunitasnya.

“Dari ruang kelas sederhana di Krabi, meski melalui sesi edukasi yang singkat, kami melihat mata-mata yang terbuka dan keinginan untuk saling peduli. Itu cukup membuktikan bahwa edukasi, sekecil apa pun, bisa menggerakkan hati,” tambahnya. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

905

MUI Nilai Pelaksanaan Haji 2025 Berjalan Baik dan Lancar

0
Jamaah haji Indonesia sebelum pandemi ( ilustrasi foto: kemenag)

PERCIKANIMAN.iD – – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji 1446 Hijriah/2025 Masehi MUI telah berjalan dengan baik dan lancar, kendati ada sejumlah kekurangan yang bisa jadi evaluasi untuk tahun mendatang.

“Kami dari MUI memberikan penghargaan dan apresiasi kepada pemerintah, secara khusus Kementerian Agama sebagai penyelenggara. Apresiasi juga kami sampaikan kepada para pihak terkait yang terlibat,” ujar Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Zainut Tauhid Sa’adi di Jakarta, dikutip dariantara, Senin (16/6/2025).

Zainut memandang kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tidak terlepas dari peran sejumlah pihak, mulai dari DPR, Kementerian Kesehatan, BPKH, BPK, BP Haji, dan lainnya.

Menurutnya, kekurangan yang terjadi pada tahun ini menjadi ruang bagi perbaikan penyelenggaraan haji di masa mendatang. Kekurangan yang ada juga tidak lepas dari transformasi penyelenggaraan yang sedang berlangsung di Arab Saudi, baik dari aspek manajemen maupun digitalisasi.

“Ke depan, perlu dilakukan penyesuaian yang lebih sistematis guna menyingkronkan seluruh tahapan persiapan penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia dan Arab Saudi. Ini mencakup skema pelunasan, pembentukan kloter, hingga rencana penempatan jamaah di Arab Saudi,” kata dia.

Dari semua rangkaian yang telah berlangsung, MUI merasa Kementerian Agama telah melaksanakan tugasnya dengan baik di tengah dinamika penyelenggaraan haji di Arab Saudi.

“Kemenag telah memberi pondasi yang kuat dan pelajaran berharga bagi BP Haji yang akan meneruskan estafet penyelenggaraan ibadah haji di masa mendatang. Semoga revisi UU dan penyiapan regulasinya bisa segera difinalisasi,” kata dia.

Secara khusus, ia menyampaikan apresiasi kepada para petugas haji Indonesia yang terus bekerja keras hingga saat ini dalam rangka melayani jamaah di tengah cuaca yang sangat ekstrem tanpa mengenal lelah.

“Tanah Suci saat ini dalam cuaca yang sangat panas. Dalam beberapa hari ini, suhu bahkan di atas 45 derajat,” kata dia.

Di tengah cuaca yang panas tersebut, MUI mengimbau jamaah terus menjaga kesehatan sembari menunggu kepulangan ke Tanah Air atau keberangkatan menuju Madinah.

“Sesuaikan aktivitas dengan kondisi kesehatan, serta jangan terlalu memaksakan diri dalam menjalani ibadah sunah,” kata dia. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

980

AMAL Salurkan Bantuan Idul Adha untuk Warga Gaza

0
Bantuan Palestina
Tim relawan AMAL ( foto: dok.aman)

PERCIKANIMAN.iD – – Dalam kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk akibat serangan bertubi-tubi, tim relawan Yayasan Amanah Kemanusiaan Global (AMAL) tetap berhasil menyalurkan bantuan pada momen Idul Adha. Melalui program Eid Adha Food & Clothes, AMAL menghadirkan secercah harapan bagi ribuan warga Gaza.

Distribusi dilakukan di Sekolah Asma dan kawasan pantai utara Jalur Gaza, daerah yang kini menjadi tempat pengungsian mendesak. Sebanyak 338 paket makanan siap santap dan 130 set pakaian anak-anak telah disalurkan kepada 1.130 penerima manfaat.

“Distribusi ini dilakukan di tengah kondisi evakuasi besar-besaran. Tapi kami tak bisa menunggu. Anak-anak tetap butuh makan, tetap butuh merasa dicintai,” ungkap Ayman Khaled, relawan lokal AMAL.

Warga Gaza kini terkonsentrasi di bagian barat kota, setelah otoritas pendudukan memerintahkan relokasi paksa. Kondisi ini memperburuk akses air bersih, makanan, dan sanitasi.

Bantuan dari masyarakat Indonesia menjadi nafas tambahan bagi para pengungsi. “Kami ingin dunia tahu bahwa rakyat Indonesia hadir untuk Gaza, bahkan ketika yang lain menjauh,” tambah Ayman.

AMAL mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memperkuat dukungan—bukan hanya sekali, tetapi secara berkelanjutan hingga krisis ini usai. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

906

KB PII Jabar Gelar Silaturahmi Akbar Lintas Generasi

0
KB PII
H.Nono Sambas menyampaikan sambutan ( foto: iman)

PERCIKANIMAN.iD – – Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Wilayah Jabar mengggelar acara silaturahmi akbar yang diikutin lintas generasi. Acara yang cukup hangat dan meriah ini diikuti ratusan orang yang berlangsung di RM Riung Panyaungan Banjaran Kab.Bandung, Senin (9/6/2025)

Dalam kesempatan tersebut hadir sejumlah tokoh senior PII Jabar seperti H.Nono Sambas, H.Udin Koswara,Prof.Ganjar Kurnia,Prof.Sanusi Uwes, Prof. Samuh,Prof.Suganda, H.Empep dan sejumlah tokoh senior lainnya.

Salam sambutannya H.Nono Sambas selaku tuan rumah menyampaikan rasa syukur dimana pada kesempatan tersebut menjadi momen untuk berkumpul dan silaturahmi kader PII lintas generasi yang ada di Jawa Barat.

“Meski tidak semua yang kita undang dapat hadir namun ini bisa menjadi momen bersejarah sekaligus merumuskan dan merencanakan agenda yang lebih besar kedepannya,” imbuh pemilik RM Riung Panyaungan tersebut.

Dirinya berharap kedepannya acara demikian bisa diagendakan rutin dan bukan sekedar untuk bernostalgia tetap membuat kegiatan dan mengaktifkan kembali kader PII khususnya yang ada di Jawa Barat.

Sementara itu H.Udin Koswara, SH, MM selaku tokoh senior PII Jabar menyampaikan keprihatinan dimana terasa kepengurusan KB PII Jabar seperti vakum bahkan bisa dibilang tidak ada.

“Ini sebagai bentuk auto kritik untuk kita semua dan setelah acara ini saya berharap pengurus KB PII harus segera di bentuk dan aktif, bukan hanya terbentuk lalu pasif,” harapnya.

H.Udin sendiri berharap nantinya kepengurusan KB PII Jabar hendaknya bisa diisi oleh kalangan muda yang masih memiliki mobilitas tingga dan energik.

“Beberapa bulan lalu juga sudah kita bentuk koperasi yang diketuai saudara Dwi Anto Hari Prabowo. Maka keberadaannya harus kita dukung bersama untuk maju dan berkembang. Untuk itu setelah acara ini selesai silakan semua yang hadir segera daftar jadi anggota dengan membayar iuran pokok dan wajib,” ajaknya.

H.Udin juga menginformasikan bahwa saat ini sedang ditulis buku tentang sejarah PII Jawa Barat. Menurutnya ini menjadi langkah penting untuk Menyusun kembali sejarah dan perjuangan PII khususnya di Jawa Barat.

“Buku sejarah ini penting agar tidak lupa dan generasi muda tidak buta sejarah PII di Jawa Barat. Mohon dukungannya termasuk dananya agar buku ini segera selesai,” ungkapnya.

Selain itu menurut H.Udin sejarah PII yang cinta pendidikan harus juga dilanjutkan dan dilestarikan semangatnya. Ada banyak kader PII, sambungnya, yang berhasil dan sukses mengelola Lembaga Pendidikan.

Sementara dalam paparannya Prof Dr Ganjar Kurnia Ph.D menyampaikan bahwa ada hal yang membuat acara ini terlaksana dimana lintas generasi PII Jawa Barat bisa betemu dan disatukan.

“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi ditulisnya buku sejerah PII Jawa Barat yang tadi disampaikan Haji Udin. Menurut saya penting pendidikan sejarah khususnya bagi generasi muda,” ungkap Prof.Ganjar yang juga mantan Rektor Unpad ini.

Prof. Ganjar juga menyampaikan rasa keprihatinannya akan kiprah dan eksistensi PII yang saat ini seperti antara ada dan tiada. Menurut Prof. Ganjar salah satu kemunduran dan penurunan kader PII adalah dibubarkan atau ditiadakannya PII ditingkat ranting.

“Padahal ranting merupakan posisi terdepan dan strategis untuk pengkaderan. Untuk itu saya usul untuk kembali menghidupkan ranting. Ini sebuah langkah penting,”harapnya.

Dirinya pun berharap agar pengurus PII juga menggarap siswa sekolah sebagai target pengkaderan. Sementara untuk metodenya, menurut Prof. Ganjar bisa menganut dengan membuat pola terstruktur, sistematis, dan massif (TSM).

“Juga harus disampaikan kepada para siswa bahwa menjadi anggota PII banyak manfaatnya baik dari sisi spiritualitasnya maupun intelektualitasnya. Apalagi  kalau semangat mars PII itu diimplementasikan, luar biasa,” ungkapnya.

Prof.Ganjar juga memberikan contoh dengan membuat kegiatan untuk pelajar misalnya dengan bimbingan belajar (bimbel) dimana saat ini setidaknya sudah ada 162 pelajar yang masuk PTN.

“Menjadi anggota PII itu harus menjadi kebanggaan. Untuk itu sebisa mungkin kita harus mengkongkritkan setiap diskusi menjadi karya nyata meski hanya kecil-kecilan atau hanya sedikit. Jangan berhenti hanya sampai didiskusi saja,” pungkasnya.[ ]

5

Red: admin

Editor: iman

908

 

Mahasiswa Pariwisata Unisa Bandung Sabet Prestasi Nasional dan Internasional Lewat Inovasi Bisnis Sosial dan Lingkungan

0
Mahasiswa Juara
Mahasiswa Unisa Bandung. ( foto; dok.unisa bandung)

PERCIKANIMAN.iD – – Mahasiswa Program Studi Pariwisata Universitas ‘Aisyiyah Bandung kembali menunjukkan kiprah gemilang di tingkat nasional maupun internasional. Dalam Business Pitching English Competition 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dua tim mahasiswa berhasil menorehkan prestasi membanggakan sebagai Grand Finalis tingkat nasional dan Juara 2 di tingkat internasional. Mereka berhasil mengangkat isu sosial dan keberlanjutan lingkungan melalui ide bisnis yang inovatif dan relevan.

Tim pertama yang beranggotakan Tsaaqfia Qathya Shalihah, Rindyani, dan Shaqilah Fathurrohmah memperkenalkan konsep Soulcard  sebuah kartu reflektif yang membantu generasi muda mengenali dan mengelola emosi secara ringan dan menyenangkan. Dengan afirmasi positif, pertanyaan refleksi, dan aktivitas sederhana, Soulcard hadir sebagai jembatan antara hiburan dan kesehatan mental.

“Kami menyadari banyak anak muda, termasuk kami sendiri, kerap merasa cemas dan bingung dengan diri sendiri. Tidak semua orang merasa nyaman langsung berkonsultasi dengan psikolog, maka kami ingin menyediakan media yang mudah diakses dan menyenangkan untuk mulai mengenal diri” ujar Tsaaqfia, Selasa (10/06/2025).

Tsaaqfia mengaku bahwa tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah menyelaraskan visi tim dan membagi waktu antara kuliah serta persiapan lomba.

Sementara itu, tim kedua yang terdiri dari Amalia Silvi R., Reisa Nur Hasanah, dan Revina Nurul Aini meraih Juara 2 tingkat internasional melalui proyek Trash Cash platform digital yang menghubungkan masyarakat dengan pengepul dan pengelola sampah secara efisien.

Reisa mengatakan bahwa inovasi ini lahir dari keprihatinan mereka terhadap pengelolaan sampah yang masih belum optimal, khususnya di kawasan perkotaan.

“Kami memilih tema ini karena masalah sampah sangat relevan, terutama di Kota Bandung. Trash Cash hadir sebagai solusi konkret untuk mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan efektif,”ujar Reisa,

Reisa juga mengataka bahwa pengalaman berkompetisi di tingkat internasional dan bertemu peserta dari berbagai negara menjadi pelajaran berharga bagi ia dan teman temannya.

Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis dan Ilmu Sosial yang juga merupakan dosen pembimbing tim, yaitu Rivaldi Arissaputra, S.E., M.S.M.

“Alhamdulillāhi Rabbil ‘Ālamīn, segala puji bagi Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga mahasiswa kami berhasil meraih prestasi di ajang bergengsi ini. Saya bangga dengan kerja keras dan semangat juang mereka. Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi.” ujarnya.

Muhammad Syakib Asqalani Rifai, M.Par., Dosen Prodi S1 Pariwisata yang juga mendampingi kedua tim, menambahkan bahwa ini merupakan sesuatu yang membanggakan karena dapat membimbing mahasiswa prodi pariwisata mengikuti kompetisi hingga level internasional.

“Prestasi ini memperlihatkan kualitas dan kreativitas mahasiswa kami yang siap bersaing di panggung global. Semoga capaian ini memacu semangat seluruh mahasiswa untuk terus berkembang dan membawa nama baik Prodi Pariwisata Universitas ‘Aisyiyah Bandung ke jenjang lebih tinggi.”Ujarnya,

Tsaaqfia berharap Soulcard bisa dikembangkan menjadi bisnis nyata ke depannya.

“Saya ingin menyampaikan kepada teman-teman mahasiswa untuk berani mulai dari ide sederhana dan jangan ragu ikut kompetisi seperti ini. Selain menambah pengalaman, banyak peluang terbuka untuk berkembang,”pungkasnya. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

903

Siswa Thailand Dapat Materi Pertolongan Pertama dari Dosen Unisa Bandung

0
Foto: dok.unisa bandung

PERCIKANIMAN.iD – –  Semangat kepahlawanan tak mengenal batas usia, profesi, ataupun negara. Inilah pesan kuat yang dibawa oleh Prof. Dr. Sitti Syabariyah, S.Kp., MS.Biomed., dosen Program Studi Keperawatan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Bandung, dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internasional yang digelar di salah satu sekolah menengah  Ekkapap di Krabi, Thailand, pada 20-23 Mei 2025.

Dengan mengusung tema “Be a Young Hero: Learn How to Save Lives with First Aid”, Prof. Sitti memperkenalkan keterampilan dasar pertolongan pertama pada luka kepada para siswa, sebagai bentuk nyata penanaman nilai kemanusiaan dan tanggung jawab sosial sejak usia dini.

“Anak-anak sekolah menengah adalah generasi penerus. Mereka perlu dibekali tidak hanya ilmu akademik, tetapi juga kepekaan terhadap sesama. Belajar menyelamatkan nyawa adalah pelajaran kehidupan,” ujar Prof. Sitti dalam keterangannya, Senin (2/6/2025).

Literasi Kesehatan untuk Karakter Peduli

Program ini dirancang untuk memberikan literasi kesehatan dasar melalui pendekatan yang praktis, interaktif, dan menyenangkan. Para siswa diajak mengenali berbagai jenis luka, mencuci luka dengan air bersih, membalut dengan kassa, hingga menggunakan plester. Tak hanya itu, mereka juga melakukan simulasi langsung dan permainan peran (role-play) sebagai penolong pertama dalam situasi darurat.

“Metode visual dan praktik langsung terbukti sangat efektif, apalagi dalam lingkungan lintas budaya. Bahasa mungkin berbeda, tapi empati dan semangat menolong itu universal,” tambahnya.

Antusiasme peserta pun sangat tinggi. Banyak siswa yang tertarik karena merasa kegiatan ini sangat bermanfaat dan menyenangkan. Meskipun tantangan seperti perbedaan bahasa dan istilah medis muncul, hal ini dapat diatasi melalui bantuan visualisasi dan penerjemah lokal.

 UNISA Bandung dalam Diplomasi Pendidikan Global

Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, tetapi juga bagian dari upaya UNISA Bandung untuk memperkuat peran akademik Indonesia dalam panggung internasional. Prof. Sitti menegaskan bahwa universitas saat ini harus tampil sebagai agen perubahan, tak hanya di dalam negeri, tapi juga pada level global.

“Pengabdian masyarakat seperti ini adalah wujud konkret diplomasi pendidikan dan soft power Indonesia. Kita harus menunjukkan bahwa Indonesia bisa hadir dengan solusi kemanusiaan yang bermakna,” ungkapnya.

Ia berharap bahwa program ini menjadi langkah awal kerja sama internasional yang lebih luas, serta memotivasi dosen dan mahasiswa UNISA Bandung untuk aktif berkontribusi dalam pengabdian baik di dalam maupun luar negeri.

Pesan untuk Generasi Muda

Menutup kegiatan ini, Prof. Sitti menyampaikan pesan yang penuh makna:

“Jadilah pahlawan sejak muda. Belajar menyelamatkan nyawa bukan hanya untuk menjadi tenaga medis, tetapi untuk menjadi manusia yang peduli. Dunia butuh lebih banyak orang yang berani menolong.” pungkasnya. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

989

MA Al Quran Hidayatullah Bandung Sukses Gelar Ujian Tahfizh Terbuka

0
Ujian Al Quran
Para santri peserta Munaqosah Tahfizh Terbuka MA Al Quran Hidayatullah Bandung 2025

PERCIKANIMAN.iD – – Madrasah Aliyah (MA) Al Quran Hidayatullah Bandung berhasil menyelenggarakan evaluasi pembelajaran tahfizh melalui munaqosah atau ujian terbuka yang berlangsung di Rumah Quran Simaryam, Kota Bandung. Kegiatan yang diselenggarakan pada Kamis kemarin ini melibatkan sembilan santri dengan berbagai tingkat capaian hafalan Al Quran dan disaksikan langsung oleh para wali santri.

Pelaksanaan ujian tahfizh ini merupakan bagian integral dari proses evaluasi akhir pembelajaran yang dirancang untuk mengukur pencapaian target hafalan Al Quran para santri, khususnya mereka yang berada di tingkat akhir pendidikan. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai penilaian akademis, tetapi juga sebagai momentum penting dalam perjalanan spiritual para calon lulusan.

Ustadz Andi Ahmad Suhendar, yang menjabat sebagai Penanggung Jawab Rumah Quran Simaryam sekaligus Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Barat, menyampaikan sambutan yang memberikan konteks penting tentang makna kegiatan ini. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa ujian ini merupakan culimasi dari proses pembelajaran yang telah dijalani para santri selama masa pendidikan mereka.

“Ini merupakan rangkaian dari pembelajaran di pesantren khususnya bagi santri kelas 12 yang sebentar lagi akan selesai dan melanjutkan Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkap Ustadz Andi di hadapan para santri dan wali santri yang hadir menyaksikan.

Pernyataan ini mencerminkan posisi strategis ujian tahfizh sebagai jembatan transisi antara fase pendidikan di pesantren dengan persiapan menghadapi tantangan pendidikan tinggi serta kehidupan bermasyarakat yang akan mereka hadapi selanjutnya.

Dalam pesannya yang penuh makna, Ustadz Andi menekankan bahwa ujian tahfizh bukanlah titik akhir dari perjalanan menghafal Al Quran, melainkan milestone yang harus dimaknai sebagai awal dari komitmen jangka panjang. Beliau secara khusus memberikan arahan yang berbeda sesuai dengan capaian masing-masing santri.

“Bagi santri yang belum 30 juz silakan lanjutkan dan bagi yang sudah hafal 30 juz terus dipertahankan dan utamanya diamalkan,” pesannya dengan penuh harapan.

Pesan ini mengandung dimensi pedagogis yang mendalam, di mana proses menghafal Al Quran tidak dipandang sebagai target yang harus dicapai dalam waktu tertentu, tetapi sebagai komitmen berkelanjutan yang harus dipelihara seumur hidup. Bagi santri yang belum mencapai target 30 juz, mereka didorong untuk melanjutkan proses hafalan bahkan setelah menyelesaikan pendidikan formal di pesantren.

Pesantren Mahasiswa

Aspek yang tidak kalah penting dalam arahan Ustadz Andi adalah penekanan pada implementasi praktis dari hafalan Al Quran dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menekankan pentingnya menjaga dan mengamalkan akhlak Al Quran, tidak hanya selama masa pendidikan di pesantren, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat setelah lulus.

“Selain itu, sambung ustadz Andi, para santri tetap harus menjaga dan mengamalkan akhlak Al Quran baik selama di pondok dan nanti setelah selesai di pesantren atau terjun di masyarakat,” tegasnya.

 

Pesan ini kemudian diperkuat dengan harapan yang lebih komprehensif tentang peran para lulusan sebagai representasi dari nilai-nilai Al Quran di tengah masyarakat. “Meskin anti setelah lulus tidak lagi menjadi santri akan tetapi harus menunjukkan diri dengan akhlak yang mulia sebagai generasi qurani,” tandas Ustadz Andi.

 

Terminologi “generasi qurani” yang digunakan mencerminkan visi pendidikan pesantren yang tidak hanya fokus pada aspek kognitif hafalan, tetapi juga pembentukan karakter yang mencerminkan nilai-nilai Al Quran dalam seluruh aspek kehidupan.

 

Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Andi menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung proses pendidikan para santri. Ucapan terima kasih ini disampaikan baik secara personal maupun kelembagaan, mencerminkan semangat kolaboratif dalam penyelenggaraan pendidikan pesantren.

 

“Secara pribadi maupun kelembagaan ijin kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak para guru dan ustadz, santri , orangtua, para donatur khususnya pak Haji Sirajuddin Mahmud atas supportnya hingga kegiatan belajar di Rumah Quran Simaryam ini dapat berjalan dengan lancar, semoga kerja sama ini terus berkelanjutan dan berharap keberkahan dari Allah Ta’ala,” pungkasnya.

 

Apresiasi khusus disampaikan kepada Haji Sirajuddin Mahmud menunjukkan peran penting para donatur dalam mendukung keberlanjutan pendidikan tahfizh Al Quran, yang memerlukan dukungan finansial yang konsisten untuk memfasilitasi proses pembelajaran yang optimal.

 

Pelaksanaan ujian tahfizh diselenggarakan dengan sistem terbuka yang memungkinkan transparansi dalam proses penilaian. Dewan penguji dipimpin oleh Ustadz Hasan Abdullah Alhafizh, yang memiliki kredibilitas dalam bidang tahfizh Al Quran. Sembilan santri yang mengikuti ujian menunjukkan variasi capaian hafalan yang cukup beragam, mencerminkan individualitas dalam proses pembelajaran.

Data capaian hafalan para santri menunjukkan spektrum yang luas: Abdul Rohim asal Pesawaran Lampung dengan 15 juz, Ali Fasya Izzuddin asal Cibiru Bandung yang telah mencapai 30 juz , Azka Muthahhari Al Akid asal Pacet Bandung dengan 5 juz, Doni Andrean asal Lampung Tengah dengan 5 juz, Febri Abdi Setia asal Soreang Bandung yang juga telah menyelesaikan 30 juz, Fahri Rahman Kota Dumai Riau dengan 5 juz, Fairuz Mubarok Rojabi asal Rancaekek Bandung dengan 15 juz, Muhammad Luthfi Ramadhan asal Cimenyan Bandung 7 juz, dan Ridwan Maulana asal Mukomuko Bengkulu dengan 2 juz.

Keberagaman capaian ini mencerminkan pendekatan pendidikan yang mengakomodasi kemampuan individual setiap santri, di mana pencapaian tidak diukur secara uniform tetapi disesuaikan dengan kapasitas dan progres masing-masing siswa.

Komponen ujian tahfizh dirancang secara komprehensif untuk menguji berbagai aspek penguasaan Al Quran. Materi ujian meliputi tes sambung ayat yang menguji kemampuan kontinuitas hafalan, kemampuan menjawab nama surat yang menguji penguasaan struktur Al Quran, tes menjawab ayat spesifik, identifikasi juz, penentuan posisi ayat dalam struktur surat, hingga kemampuan menjawab halaman tertentu.

Variasi materi ujian ini menunjukkan pendekatan holistik dalam penilaian, di mana tidak hanya aspek hafalan yang diuji, tetapi juga pemahaman struktural dan navigasi dalam Al Quran. Hal ini penting untuk memastikan bahwa hafalan yang dimiliki santri tidak hanya bersifat mekanis, tetapi juga disertai dengan pemahaman yang mendalam tentang Al Quran.

Hasil ujian menunjukkan pencapaian yang membanggakan, di mana seluruh santri yang mengikuti ujian berhasil menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh dewan penguji dan dinyatakan lulus. Pencapaian ini mencerminkan kualitas pembelajaran dan bimbingan yang telah diberikan selama proses pendidikan di MA Al Quran Hidayatullah Bandung.

Keberhasilan ini juga menunjukkan komitmen dan dedikasi para santri dalam menjalankan proses pembelajaran tahfizh Al Quran yang memerlukan disiplin tinggi dan konsistensi dalam jangka waktu yang panjang.[ ]