Beranda blog Halaman 394

Ratusan Ulama Gelar Pertemuan di Mojokerto Bahas Persoalan Bangsa

0

PERCIKANIMAN.ID – – Ratusan kiai dan ulama seluruh Indonesia menggelar pertemuan di Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadlul Jannah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (21/1/2017).

Tampak hadir dalam pertemuan itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin, KH Sholahuddin Wahid, KH Ali Akbar Marbun dari Medan, KH M. Sodri dari Jakarta, KH Amin Hamid dari Magelang dan beberapa kiai sepuh lainnya.

Selain itu, dua tokoh nasional yakni mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh dan Mantan Ketua DPR RI Marzuki Ali hadir pula dalam pertemuan itu. Para kiai dan tokoh nasional ini membahas tentang pembangunan ekonomi di kalangan pesantren.

“Para kiai ini ingin memberikan peran terutama dalam pemberdayaan ekonomi bangsa. Bagaimana menjadikan umat ini tidak hanya menjadi beban negara, tapi menjadikan umat yang mandiri dan memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara,” kata KH Ma’ruf Amin, seperti dikutip dari okezone.com.

Selain itu, para kiai ini mengaku perihatin atas gejolak yang akhir-akhir ini selalu menimpa bangsa Indonesia. Maka itu, para kiai juga akan menelurkan berbagai usulan kepada pemerintah terkait dengan persoalan yang menimpa bangsa ini.

“Para kiai ini akan membuat usulan bagaimana bangsa ini utuh saling bersatu dan tidak ada terjadi kesalahpahaman antara kelompok satu dan lain,” tambahnya.

Namun, KH Ma’ruf Amin belum dapat memberikan gambaran secara rinci terkait dengan usulan tersebut. Menurutnya, usulan tersebut baru akan dibahas pasca acara tersebut selesai. Para ulama ini akan menggodok kajian-kajian guna kepentingan bangsa ini.

“Para kiai ini prihatin sehingga perlu ada upaya-upaya solusi kebangsaan. Supaya bangsa ini lebih bersatu. Usulannya masih akan dirumuskan. Saya nendukung upaya itu, karena itu positif,” pungkasnya. []

 

Red: admin

Editor: iman

Foto: okezone

 

 

Ribuan Orang Demo Anti Trump, Dari Washington Hingga Antartika

0

PERCIKANIMAN.ID – – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah dilantik dan mengucapkan pidato pertamanya pada Jum’at (20/1/2107) waktu setempat. Banyak kalangan menilai pidato perdana Trump setelah dilantik tersebut mencerminkan agenda 4 tahun kedepan masa kepemimpinannya. Sebagian kalangan mengkritik keras pidato yang didalamnya terselip ungkapan seorang bandit dalam film Batman tersebut sebagai sebuah ancaman.

 

Menjelang dan setelah pidato banyak orang melakukan demonstrasi anti Trump. Meski terpilih sebagai presiden secara demokratis, Trump sangatlah tak disukai, sampai-sampai para wanita di Antartika melawannya. Sehari setelah pelantikan Trump, ribuan orang melakukan aksi demo memprotes Trump. Ribuan orang melakukan aksi demo di Washington dan lebih dari 60 negara di dunia. Mereka mengkampanyekan pembelaan HAM, hak-hak wanita, dan melawan kebencian.

 

Di Paradise Bay yang terletak di pojok Antartika di mana banyak dihuni pinguin, anjing laut, dan paus, sebanyak 30 wanita dan sejumlah pria bergabung dalam aksi demo melawan Trump. Mereka berbaris dengan membawa spanduk yang berbunyi, ‘Pinguin untuk perdamaian’, Anjing Laut untuk Ilmu’, dan ‘Cinta dari Tujuh Benua’.

 

Aksi demo melawan Trump di Antartika diorganisi oleh Linda Zunas (42 tahun). Ia merupakan seorang analisis data dan riset pasar dari Oakland, California, AS. Ia memutuskan melakukan aksi demo melawan Trump karena presiden AS yang baru itu berencana mengubah kebijakan Obama mengenai lingkungan.

 

“Saya mengorganisasi aksi demo karena ingin bergabung dengan wanita melakukan aksi demo melawan Trump. Saya menghabiskan waktu selama sebulan setelah pemilu untuk bersedih karena memikirkan apa kerusakan yang akan dilakukan terhadap bumi. Saya merasa harus melakukan aksi sebagai bagian dari gerakan global,” kata Zunas seperti dilansir Independent, Sabtu, (21/1/2017).

 

Para peserta aksi demo, ujarnya, berusia 24 sampai 87 tahun berasal dari enam negara lebih. Ini semua dilakukan demi menjaga bumi. “Kami berharap dalam aksi ini ada penguin sebagai latar belakangnya. Dalam aksi demo ini kami tak membicarakan politik sama sekali,” kata Zunas.

 

Sementara di belahan lain di dunia, tepatnya di Kota London, Inggris ribuan orang melakukan aksi demo melawan Trump. Mereka berkumpul di alun-alun  Grosvenor berjalan kaki menuju alun-alun Trafalgar. Para aktris cantik yang melakukan aksi demo melawan Trump di London antara lain Emma Thompson dan Rebecca Hall.

 

Seperti dilansir BBC, aksi demo melawan Trump tak hanya dilakukan di London. Namun, juga di wilayah-wilayah lain seperti Belfast, Cardiff, Lancaster, Leeds, Liverpool, Manchester, Shipley, dan Edinburgh. Di Washington, ibu kota AS di mana Trump dilantik, ribuan wanita bergabung melakukan aksi demo melawan Trump dengan memakai topi merah jambu.

 

Sikap dan perkataan Trump selama ini membuat para wanita marah. Trump sering merendahkan wanita, orang Meksiko, dan Muslim. Perkataannya sering menyakiti hati. Ratusan ribu orang membanjiri US Capitol. Organisir aksi demo melawan Trump mengatakan, diperkirakan 200 ribu orang melakukan aksi demo melawan Trump. Namun berdasarkan pengamatan sepertinya lebih dari 200 ribu orang.

 

Aksi demo melawan Trump merupakan bentuk kemarahan warga AS terhadap Trump. Maka tak mengherankan jika Trump disebut sebagai Presiden AS yang terbelah, sebab memiliki pendukung namun juga punya banyak pembenci.

 

Dalam demo yang dilakukan di Washington, terdapat aktris cantik Scarlett Johansson. Ia terlihat menggunakan jaket berbulu saat melakukan aksi demo ‘Woman March’ melawan Trump. “Saya ingin mendukung Trump namun sebelum saya mendukungnya, ia harus mendukung saya dulu. Dukung saudara perempuan saya, dukung ibu saya, dukung para sahabat wanita saya, dukung para laki-laki dan wanita yang berada di sini untuk mendengar kebijakanmu yang akan berdampak pada hidup mereka,” kata Johansson.

 

Salah seorang peserta aksi demo, Bonnie Norton (35 tahun) melakukan aksi demo bersama suaminya dan bayinya. “Kami merasa terganggu dengan apapun yang ingin dilakukan oleh Trump,” katanya. Aksi demo melawan Trump tak hanya di Antartika, London, dan Washington. Namun, di berbagai jalan di belahan dunia lain seperti di Sydney, Tokyo, kota-kota di Eropa, dan Asia semua wanita berdemo melawan Trump. [ ]

 

 

Red: admin

Editor: iman

Foto: reuters

Jin Itu Nyata Atau Khayalan? Bagaimana Kehidupannya?

0

Assalamu’alaikum. Pak Aam,  saya pernah diskusi dengan teman tantang makhluk halus (jin). Menurut teman saya, makhluk Jin hanya imajinasi kita saja karena keberadaannya tidak bisa dibuktikan dengan panca indra dan tidak ada bukti ilmiah. Namun saya tetap meyakini karena itu bagian dari keimanan (percaya yang ghaib). Mohon pendapatnya pak ustadz. Terima kasih. ( Andy by email)

 

Wa’alaikumsalam.  Iya, pak Andy keyakinan dan percaya pada yang ghaib yang Anda sampaikan kepada teman Anda itu sudah benar bahwa salah satu tanda keimanan seorang itu yakni percaya pada yang ghaib termasuk pada Jin. Namun dalam masalah ini tidak dipungkuri bahwa umat Islam terbagi pada dua pemikiran ekstrem dalam memahami fenomena jin.

Ada yang sangat mempercayai keberadaan jin sehingga terjerumus pada kemusyrikan dengan menjadikannya sebagai pelindung, bahkan –na’udzubillah– sampai pada derajat pengabdian padanya. Tentu saja keyakinan seperti ini bertentangan dengan sistem keimanan Islam yang mengajarkan konsep ketauhidan pada Allah swt.

Ada juga sebagian umat Islam yang beranggapan bahwa jin itu khayalan alias ilusi belaka. Alasannya karena fenomena jin tidak rasional dan tidak bisa dibuktikan secara eksperimental. Sehingga secara mutlak menolak fenomena jin dan menganggap sesat pada orang-orang yang mempercayainya. Sesungguhnya, anggapan seperti ini juga tidak sejalan dengan sistem keimanan Islam, tidak senafas dengan firman-firman Allah dan sabda Rasulullah saw.

Apabila orang ateis tidak percaya akan eksistensi jin, tidak meyakini fenomena gaib, maka itu wajar karena mereka tidak percaya pada informasi yang termaktub dalam Al Quran dan sunah Rasul. Namun, kalau umat Islam tidak meyakininya dengan alasan tidak rasional dan tidak bisa dibuktikan secara eksperimental, maka perlu dievaluasi kualitas keimannnya terhadap masalah gaib, bukankah seorang mukmin wajib beriman pada masalah gaib?

Alif laam miin. Kitab (Al Quran) ini kandungannya tidak meragukan; ia petunjuk bagi orang-orang takwa, yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.” (Q.S. Al Baqarah 2: 1-3).

Ayat ini menegaskan bahwa di antara tanda-tanda orang bertakwa adalah orang yang beriman pada masalah gaib. Beriman pada masalah gaib ternyata disebutkan terlebih dahulu, setelah itu kemudian disebutkan shalat dan menafkahkan rezeki. Ini gambaran betapa pentingnya masalah tersebut.

Terkait dengan masalah Jin ini secara etimologis, kata Jin berasal dari kata Janna yang artinya bersembunyi atau tidak terlihat. Dinamai Jin karena tersembunyi dari pandangan manusia. Kata lain yang berasal dari Janna adalah janin artinya jabang bayi, dinamai demikian karena dia tersembunyi dalam rahim ibu.

Secara terminologis, jin adalah makhluk ruhiyyah (gaib) yang diciptakan Allah swt. dari api, sebagaimana firman-Nya, “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan kami telah menciptakan jin sebelum Adam dari api yang sangat panas.” (Q.S. Al Hijr 15: 26-27). Ayat ini menegaskan bahwa jin diciptakan dari api sedangkan manusia diciptakan dari tanah. [ ]

“Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat. Dan dengan apa yang tidak kamu lihat.” (Q.S. Al Haaqqah 69: 38 – 39). Ayat ini pun menegaskan adanya fenomena yang tidak bisa diakses dengan perangkat indrawi, alias fenomena gaib.

Gaib artinya realitas supranatural atau sesuatu yang eksis (ada) namun tidak bisa diakses atau dicapai dengan perangkat indrawi. Bakteri misalnya, dia tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, namun bisa terlihat dengan menggunakan mikroskop, maka bakteri bukan makhluk gaib karena bisa diakses dengan alat indra. Berbeda dengan malaikat, baik dengan mata telanjang ataupun menggunakan mikroskop ataupun teleskop sekalipun, tetap saja malaikat tidak bisa terlihat. Ini tak berbeda dengan jin. Maka malaikat dan jin disebut makhluk gaib. Jadi, gaib artinya sesuatu yang eksis atau yang wujud namun tidak terakses atau tercapai dengan perangkat indrawi.

Kalau kita cermati, jin yang oleh sebagian orang tidak dipercayai eksistensinya masuk dalam kategori makhluk gaib dan termasuk pada gaib absolut. Karena itu fenomena jin hanya bisa dijawab dengan merujuk pada ayat-ayat Al Quran dan sabda Rasulullah saw. dalam hadis-hadis yang sahih. Jadi, pembahasan tentang jin tidak bisa merujuk pada pendapat-pendapat yang tidak disertai dalil dari Al Quran dan hadis yang sahih.

Bertolak dari dasar pemikiaran ini, maka saya berusaha agar setiap pembahasan atau pernyataan-pernyataan penting selalu menyertakan rujukan dalil, baik dari Al Quran ataupun hadis sahih dan dikuatkan dengan pendapat para ulama yang tidak diragukan kapasitas keilmuan dan kesalehannya. Hal ini dilakukan karena persoalan gaib absolut atau mutlak hanya bisa dijawab dengan wahyu yang termaktub dalam Al Quran dan dijelaskan dalam sunah Rasulullah saw. dan bukan dengan rekayasa pikiran.

Untuk lebih jelas dan lebih lengkap tentang pembahasan masalah Jin ini Anda dan mungkin pembaca yang belum tahu bisa dibaca dibuku yang saya tulis yang berjudul ”Menelanjangi Strategi Jin”. Wallahu’alam. [ ]

Editor: iman

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

Ada di Semua Agama, Namun Hanya ‘Jihad Islam’ yang Ditakuti Barat, Mengapa ?

0

PERCIKANIMAN.ID – –  Guru Besar Filsafat Islam Universitas Paramadina Prof DR Abdul Hadi WM mengatakan sesungguhnya konsep yang dalam Islam disebut ‘jihad’ itu ada dalam agama dan kebudayaan apa pun di dunia. Namun khusus untuk pengertian ‘Jihad’ pandangan oran Barat punya pandangan yang khusus karena punya latar belakang yang berbada.

‘’Hanya pengertian dan coraknya saja berbeda-beda. Dalam budaya Jepang misalnya, kita kenal bushido. Perang antara Pandawa dan Kurawa di Padang Kuru dalam epik Mahabharata adalah paparan tentang perang yang disebut jihad besar,’’ kata Abdul Hadi, yang juga pelopor sastra sufi dan penyair terkemuka Indonesia, seperti dikutip dari republika.co.id, Sabtu (21/1/2017).

Menurut dia, meski konsep ’jihad’ ada di setiap agama dan kebudayaan, ada hal yang menjadi pertanyaan, mengapa yang ditakuti oleh ‘kuasa’ Barat/Eropa adalah jihad Islam?

Jawabnya, lanjut Abdul Hadi, jihad dalam Islam ditakuti terutama oleh karena rintangan paling berat dan sukar yang dihadapi kolonial Barat dalam memperluas wilayah kekuasaan mereka di Asia dan Afrika adalah kaum Muslimin. Sepanjang abad kaum Muslimin mereka terus berjuang dengan gigih menentang kehadiran bangsa Eropa sang penjajah.

“Barat memang bisa menaklukkan wilayah-wilayah kaum Muslimin (Darul Islam), mengendalikan kehidupan ekonomi dan politiknya. Tetapi mereka tidak mampu mengubah keyakinan agama mereka. Mereka juga tidka mampu menghancurkan sepenuhnya kebudayaan Islam,’’ tegasnya.

Selain itu, kehebatan ‘jihad Islam’ juga telah dibuktikan pada masa Perang Salib yang terjadi sebanyak 7 gelombang pada akhir abad ke 11 sampai akhir abad ke-13 M.

‘’Karena itu generasi muda Islam jangan mudah kecut dan takut menghadapi masa depan. Jihad tidak selalu berarti perang,’’ kata Abdul Hadi.

“Jihad memiliki arti luas yaitu ikhtiar sungguh-sungguh untuk mencapai sesuatu dan akhtiar itu bisa dilakukan secara fisik dan spiritual. Jangan pula sampai lupa bahwa umur penguasa boleh jadi hanya semusim dan umur umat berabad-abad,’’ tandas Abdul Hadi.

Dilihat dari kazanah Islam di Nusantara, lanjut Abdul Hadi, fatwa tentang jihad pertama kali dikemukakan oleh Syekh Abdul Samad Al Palembani pada akhir abad ke 18 M. Beliau adalah pengikut ajaran imam Al Ghazali dan pendiri Traiqat Sammaniyah di Nusantara.

Berdasarkan fatwa itulah Pangeran Diponegoro angkat senjata melawan Belanda, begitulah juga para ulama Aceh pada akhir abad ke 19. bahkan, saking takutnya atas pemakaian kata ‘jihad’ pemerintah Belanda pun melarang berbagai ‘kitab kunng’ yang mengkaji soal ini di pesantren-pesantren. Larangan itu diperkiarakan dilakukan pada akhir abad ke 20.

”Jadi jelas sejak dulu, menentang kolonialisme dan antek-anteknya itu haram bagi Islam. Tetapi memerangi dan menista Islam itu halal bagi penjajah dan agen-agennya,” tandas Abdul Hadi. [ ]

 

Red:admin

Editor: iman

Ilustrasi foto:

 

 

GIN Award Anugerahi KH Nonof Hanafi Dari Ciamis dan 9 Ayah Pejuang

0

 

PERCIKANIMAN.ID – – KH Nonof Hanafi, pemimpin aksi jalan kaki ribuan santri asal Ciamis, Jawa Barat, untuk ikut Aksi Super Damai 212 di Jakarta Desember lalu mendapat penghargaan dari Gerakan Ibu Negeri (GIN). GIN yang diinisiasi oleh Neno Warisman menggelar acara GIN Award, sebuah penghargaan terhadap yang disebut sebagai “Ayah Pejuang 2017”. Selain KH.Nonof Hanafi, GIN juga menganugerahi kepada 9 ayah lainnya termasuk Dr. Tauhid Nur Azhar dari Bandung.

GIN sendiri digelar di Griya Ardhya Garini, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Jumat (20/01/2017), seperti dikutip dari hidayatullah.com. Penghargaan tersebut diberikan kepada 9 orang yang dianugerahi sebagai Ayah Pejuang dari berbagai disiplin ilmu dan keteladanan.

Abdul Hamid, seorang kakek berusia 76 tahun berhasil meraih Ayah Pejuang Keteladanan. Meski lulusan Sekolah Rakyat (SR), kakek 10 anak ini berhasil menjadikan 2 anaknya bergelar sarjana.

“Saya ini sangat merasa bangga,” ungkap kakek yang kakinya diamputasi ini.

Untuk kategori Ayah Pejuang Keperwiraan, diraih seorang kakek 76 tahun, Kolonel Purnawirawan H Kadirin. Keikutsertaannya dalam menumpas Partai Komunis Indonesia (PKI) di masa lalu menjadi salah satu saksi sejarah kemerdekaan bangsa ini.

Teladan Pemimpin Aksi Jalan Kaki 212

Kategori Ayah Pejuang Bela Aqidah dan NKRI diberikan kepada KH Nonof Hanafi. Keteladanannya dilihat sebagai pemimpin aksi jalan kaki ribuan santri asal Ciamis, Jawa Barat, untuk ikut Aksi Super Damai 212 di Jakarta, pada Desember 2016 lalu.

“Saya hanya bisa berkata bahwa apa yang saya lakukan bukan karena saya sendiri. Karena Allah telah mengajarkan, ketika mendapat kemenangan, maka sesungguhnya yang harus kita lakukan adalah bersihkan hati kita bahwa itu karena Allah,” ungkapnya usai meraih penghargaan.

Sementara itu, dai asal Papua, Ustadz Fadlan Garamatan, berhasil meraih penghargaan Kategori Ayah Pejuang Ketangguhan Keimanan.

Dari Dokter sampai Mantan Aktor

Sedangkan seorang kristolog, Insan Mokoginta, didapuk sebagai Ayah Pejuang Tauhidullah.

Kemudian, kategori Ayah Pejuang Keilmuan, disematkan kepada seorang dokter, Tauhid Nur Azhar.

Lalu mantan aktor film, Teuku Wisnu, berhasil meraih penghargaan kategori Ayah Pejuang Kepemimpinan. Namun Wisnu berhalangan hadir dalam acara tersebut.

Di kategori Ayah Pejuang Keayahan, lelaki yang gemar mendirikan komunitas ayah di berbagai penjuru, Irwan Renaldi, berhasil meraihnya.

Terakhir, penghargaan kategori Ayah Pejuang Pembangun Peradabaan diraih oleh Jack Suryama, sosok lelaki yang berjuang mendidik anak miskin di Indonesia. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Foto: hidcom

Cara Menghitung Zakat Profesi Suami Istri, Nisabnya Masing-masing atau Disatukan?

0

Assalamu’alaikum, Pak Aam.  Saya dan istri sama-sama bekerja dan secara haul dan nisabnya sudah wajib zakat. Bagaimana cara menghitung zakat profesi? Kalau suami istri sama sama bekerja, nisabnya masing-masing atau di satukan ?. Terima kasih ( Syam by email )

 

 

Zakat ini salah satu bentuk syukur dan ibadah yang utama kepada Allah sebab salah satu rukun Islam adalah menunaikan kewajiban berzakat ini setelah memenuhi kadar (nisab) dan waktunya (haul). Kewajiban mengeluarkan zakat ini dapat kita simak dari perintah Allah Swt dalam Al Qur’an dimana adanya cukup banyak ayat yang menyebut atau membahas tentang zakat ini, seperti:

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Alloh maha mendengar lagi maha mengetahui“. (Q.S At-Taubah: 103)

Juga hadits riwayat muttafaqun alaihi yang artinya: “Islam didirikan diatas lima dasar: Mengikrarkan bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, menunaikan haji, dan berpuasa pada bulan Romadhan“. (H.R. Muttafaq ‘alaih)

Dari dalil-dalil diatas jelaslah bahwa zakat itu benar perintah Allah Swt. Oleh karena itu kita harus tunduk dan mengikuti perintah Allah yang satu ini, apalagi zakat adalah termasuk rukun Islam.

Terkait dengan zakat profesi yang Anda tanyakan maka zakat profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan yang sifatnya didapat secara rutin. Sementara penghasilan yang sifatnya bonus, intensif, dan lain-lain itu tidak termasuk yang harus dikeluarkan zakatnya, tapi bisa dikeluarkan shadaqahnya sesuai kadar kemampuan dan keikhlasan.

Dalam praktiknya misalkan bapak ibu masing – masing berpenghasilan  Rp. 4 juta dan Rp. 7 juta perbulan, maka keluarkan 2.5 persen dari masing-masing gaji tersebut. Mau digabungkan atau tidak, tidak jadi masalah, yang penting tetap dikeluarkan zakatnya. Jadi mengeluarkan zakat ini merupakan pembersihkan harta yang merupakan bentuk penyucian bagi diri dan rezeki kita sesuai ayat tersebut  , sekaligus bentuk rasa syukur kita kepapa Allah atas rezeki yang di peroleh dan dilimpahkan kepada kita.

Maka menurut Nabi agar kita bisa lebih bersyukur lihatlah orang yang di bawah kita yang ditempa kesulitan lebih dari kita. Semakin banyak bersyukur kepada Allah rezeki kita akan semakin berkah. Bentuk berkah itu bukan saja dalam bentuk materi saja, anak kita sehat, keluarga harmonis itu adalah rezeki juga dari Allah. Jadi jangan selalu menghubung-hubungkan zakat kita dengan sesuatu yang sifatnya materi / uang, bisa jadi Allah ganti keberkahan rezekinya lewat keluarga yang sakinah dan bahagia. Anak-anak yang shalih shalihah, orangtua yang sehat dan segala kenikmatan yang kita rasakan adalah salah satu bentuk keberkahan yang kita dapat. Wallahu’alam. [ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: istimewa

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam

 

 

 

Ajak OKI, Indonesia Usulkan Empat Langkah Untuk Muslim Rohingya

0

 

PERCIKANIMAN.ID – – Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengusulkan empat langkah kepada negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk berkontribusi terhadap perbaikan situasi kemanusiaan dan keamanan di negara bagian Rakhine, Myanmar.

Usul itu disampaikan Marsudi dalam Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa OKI, di Kuala Lumpur, Malaysia pada 19 Januari 2017, yang membahas masalah komunitas minoritas muslim Rohingya di Myanmar.

“Selain menyampaikan keprihatinan terhadap situasi di Rakhine State, langkah pertama yang dapat dilakukan negara-negara OKI adalah menawarkan bantuan guna mencegah situasi di Rakhine State menjadi semakin buruk,”ujar Retno seperti dilansir dari antaranews, Jum’at (20/1/2017).

Langkah kedua, negara anggota OKI diharapkan dapat merangkul pemerintah Myanmar secara konstruktif. Kemudian untuk langkah ketiga, pemerintah Indonesia mengusulkan agar negara anggota OKI dapat bekerjasama dengan organisasi kawasan, seperti ASEAN, dalam menangani berbagai aspek terkait isu Rakhine.

Retni tegaskan, terkait langkah kerja sama OKI dengan ASEAN, dia telah menyampaikan hasil dari Pertemuan Retreat Menlu ASEAN di Yangoon pada 19 Desember 2016.

Untuk langkah keempat, pemerintah Indonesia meminta agar negara anggota OKI dapat menjadi mitra pembangunan ekonomi muslim Myanmar, termasuk kemungkinan kerja sama dengan Islamic Development Bank.

Dalam pernyataannya, Marsudi kembali mengulang kesediaan Indonesia berperan sebagai jembatan bagi upaya untuk mencari solusi yang berkelanjutan, termasuk untuk membantu komunitas muslim di Rakhine.

“Hanya dengan mengambil langkah konstruktif dan inklusif, OKI dapat berkontribusi dalam membuat situasi di Rakhine State lebih baik,” ujar dia.

 

 

Red: admin

Editor: iman

Foto: istimewa

Jadi Istri Shalihah Itu Mudah, Lakukan Langkah Sederhana Ini

0

PERCIKANIMAN.ID – – Menjadi wanita shalihah khususnya bagi seorang istri adalah dambaan semua muslimah dan impian suami mempunyai pedamping hidup yang demikian. Bagi sebagian muslimah untuk menjadi shalihah adalah sesuatu yang sulit bahkan mustahil karena predikat wanita shalihah seolah hanya milik para istri nabi dan rasul serta sahabat yang hidup di zaman Rasulullah. Namun tentu Allah Maha Adil dan Maha Tahu dan anugerah shalihah itu semua orang yang beriman dan beramal shalih meski ia tidak hidup bersama Rasul. Hal ini seperti yang ditegaskan Allah Swt dalam Al Qur’an:

Wanita (istri) shalihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka.” (QS.An-Nisa: 34)

Dalam ayat yang mulia di atas disebutkan di antara sifat wanita shalihah adalah taat kepada Allah dan kepada suaminya dalam perkara yang ma‘ruf lagi memelihara dirinya ketika suaminya tidak berada di sampingnya. Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw  menyampaikan:

Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.” (HR. Ahmad)

Dari dalil-dalil yang telah disebutkan di atas, dapatlah kita simpulkan bahwa sifat istri yang shalihah adalah sebagai berikut:

  1. Mentauhidkan Allah Swt dengan mempersembahkan ibadah hanya kepada-Nya tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatupun.
  1. Tunduk kepada perintah Allah Swt, terus menerus dalam ketaatan kepada-Nya dengan banyak melakukan ibadah seperti shalat, puasa, bersedekah, dan selainnya. Membenarkan segala perintah dan larangan Allah Swt.
  1. Selalu kembali kepada Allah Swt dan bertaubat kepada-Nya sehingga lisannya senantiasa dipenuhi istighfar dan dzikir kepada-Nya. Sebaliknya ia jauh dari perkataan yang laghwi, tidak bermanfaat dan membawa dosa seperti dusta, ghibah, namimah, dan lainnya.
  1. Menaati suami dalam perkara kebaikan bukan dalam bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan melaksanakan hak-hak suami sebaik-baiknya.
  1. Menjaga dirinya ketika suami tidak berada di sisinya. Ia menjaga kehormatannya dari tangan yang hendak menyentuh, dari mata yang hendak melihat, atau dari telinga yang hendak mendengar. Demikian juga menjaga anak-anak, rumah, dan harta suaminya.
  1. Ketika suaminya sedang berada di rumah (tidak bepergian/ safar), ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang dapat menghalangi suaminya untuk istimta‘ (bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan. Rasulullah Swt bersabda:

Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

  1. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur.” Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata: “Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits lain Rasulullah Saw pernah mengingatkan dengan bersabda: “Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya.” (HR. An-Nasai)

Demikian beberapa langkah untuk menuju tingkatan istri shalihah yang diharapkan oleh Allah, Rasul dan suami. Predikat ini tentu bukan hal yang mudah karena pasti ada ujian dan tantangannya namun jika mengetahui bahwa pahalanya adalah surga dan kita bisa memilih pintu mana yang hendak kita buka maka ini tentua sebuah hadiah dari Allah Swt. Semoga kita menjadi bagian dari para penghuni surga itu. [ ]

 

Red: eilka dan dini

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Pengamat: Sesuai Koridor Hukum Eksistensi Fatwa MUI Diakui Negara

0

PERCIKANIMAN.ID – – Sikap keagamaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dinilai diakui oleh negara. Tidak tepat jika lantas begitu saja dikatakan fatwa MUI berdampak terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno mengatakan kalaupun akhirnya menimbulkan gejolak di masyarakat, hal itu karena secara kebetulan fatwa dikeluarkan menjelang Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, yang salah satu calonnya terjerat kasus dugaan penistaan agama.

Menurut dia, sikap keagamaan MUI telah diakui oleh negara. Dengan demikian dinilai kurang elok kemudian hubungan antara MUI dan pemerintah diperkeruh dengan pendapat-pendapat tidak perlu.

“MUI adalah lembaga negara yang diakui eksistensinya. Dia bekerja sesuai koridor hukum,” tuturnya seperti dilansir dari okezone, Jum’at (20/1/2017).

Adi mengakui ada fatwa MUI yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat seperti larangan penggunaan atribut Natal yang dikeluarkan dalam sistuasi menjelang pilkada dan Natalan.

Selebihnya, kata Adi, Fatwa yang dikeluarkan MUI cenderung adem ayem tanpa menimbulkan resistensi di masyarakat. Namun dia berharap jangan ada pihak yang menggeneralisasi seluruh fatwa MUI berpotensi menganggu kamtibmas.

Sebelumnya seperti beritakan, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menganggap MUI sebagai lembaga penting yang harus dihormati. Menurut dia, banyak fatwa MUI yang menjadi tuntutan umat Islam.Kendati demikian, Tito mengakui ada fatwa yang menimbulkan dampak hukum.

“Memang ada beberapa fatwa yang terakhir, dari sudut kepolisian membawa dampak sosial dan hukum,” kata Tito seperti diberitakan INewsTV, Rabu (18/1/2017).

Ia mencontohkan fatwa larangan menggunakan atribut Natal bagi karyawan muslim. Bagi Polri, kata dia, persoalan tersebut harus dipecahkan. Salah satu upayanya meminta masukan. Ia menolak anggapan dirinya tidak sejalan dengan MUI.

“Fatwa MUI harus dihormati, apalagi saya sebagai umat Islam,” tuntasnya. [ ]

 

 

Red: admin

Editor: iman

Foto: mui

Mencipta Predator untuk FPI

0

Oleh : Nasihin Masha

FPI, ormas yang kontroversial. Sikapnya jelas dan tegas. Jika diganggu melawan. Jika ada yang dinilai melanggar hukum tapi aparat membiarkan maka mereka yang akan bertindak. Mereka juga satu-satunya ormas yang paling galak terhadap komunisme.

Habib Rizieq Syihab adalah imam organisasi ini. Ceramahnya selalu pedas, dengan kata-kata yang hiperbolis, kasar, dan tanpa tedeng aling-aling. Ia memilih nahi munkar [saja] daripada amar ma’ruf atau amar ma’ruf nahi munkar.

Ia selalu menyatakan biarkan ulama lain yang menanam, dia yang mencabuti rumput dan membasmi hamanya. Saat beraksi, FPI selalu menggunakan uniform yang khas FPI: pakaian putih-putih, serban hijau, penutup kepala putih, bendera FPI, dan bahkan logo FPI di pakaiannya.

Di masa SBY, Rizieq dua kali masuk penjara. Munarman yang menjadi panglima FPI juga pernah masuk penjara. Orang-orang lapangan FPI adalah masyarakat kelas bawah, bahkan ada yang mantan preman. Markasnya pun di Petamburan, kawasan Tanah Abang.

Ini termasuk wilayah slum. Karena itu FPI sering dikonotasikan dengan dunia abu-abu. Seperti perumpamaan dirinya sebagai pembersih gulma dan pembasmi hama, sebagian orang juga menyebut FPI sebagai gulma dan hama itu sendiri.

Buya Syafii Maarif, mantan ketua umum PP Muhammadiyah, menyebutnya sebagai preman berjubah. Bisa jadi ini karena cara FPI membersihkan gulma dan hama itu sendiri. Atau bisa jadi karena ada ekses atau bahkan ada sesuatu yang tersembunyi, dunia di balik panggung.

Tentu ada orang-orang yang bisa bercerita karena pernah menjadi korban FPI. Ada pula yang mengaitkan FPI dengan sejumlah jenderal polisi dan tentara. Jadi semacam proksi saja dalam konfigurasi kepentingan percaturan elite nasional.

Namun FPI juga dikenal cepat dan militan saat membantu korban bencana alam. Tuntutan untuk membubarkan FPI nyaring terdengar. Namun hingga kini FPI tetap hadir. Ada orang-orang yang merasa terwakili oleh FPI.

Ini karena segala penyakit masyarakat yang jelas-jelas terlihat tak juga ditertibkan aparat karena ada kongkalikong. Tokoh-tokoh dan ormas-ormas mainstream juga mandul. Jika jalan utama mampet, maka jalan tikus akan muncul, bahkan jalan melawan arus.

Kini, tiba-tiba FPI dan Rizieq seolah menjadi pusat pergerakan Islam. Pemerintahan saat ini yang tak pandai menjaga keseimbangan telah melahirkan kekecewaan umat Islam. Partai-partai berbasis massa dan berideologi Islam sudah lama hanya menjadi pelengkap.

Ormas-ormas Islam //mainstream// terlalu asyik dengan gerbongnya sendiri dan menjadi buntut dalam pengambilan keputusan negara, termasuk untuk kasus Ahok. Akibatnya saluran-saluran formal menjadi mampet dan tak berdaya.

Satu-satunya jalan adalah aksi massa. Dalam langgam kekuasaan saat ini yang cenderung keras terhadap lawan-lawan politik, banyak orang yang jerih untuk bersuara. Maka gaya Rizieq dan FPI menjadi relevan untuk berada di pusat.

Pada sisi lain, yang memiliki massa terlatih dalam gerakan massa hanyalah FPI. Organisasi ini sudah memiliki prosedur baku dalam gerakan massa, bahkan memiliki mobil khusus untuk demonstrasi.Ada massa inti, ada keresahan umum. Klop.

Upaya memecah sudah dilakukan. Hal itu terjadi pada aksi 411. Upaya untuk menyisir juga sudah dilakukan, yaitu sebelum aksi 212. Tokoh-tokoh dan ormas-ormas mainstream sudah didekati. ‘Iklim takut’ sudah pula dibuat via produksi wacana makar dan ditunggang aktor politik.

Tapi massa yang sangat sebagian besar bukan massa FPI tetap hadir, bahkan lebih besar. Kini, pertarungan itu sudah masuk ke tahap berikutnya. Seperti singa mengincar mangsa: pisahkan dari kerumunan. Lalu kejar dan terkam. Itulah yang kini sedang terjadi pada Rizieq.

FPI dan Rizieq terus diupayakan dipisah dari massa. Bagi orang-orang yang tak suka, FPI adalah hama dan gulma. Hama harus dibasmi, gulma harus dibersihkan. Caranya? Semprot dengan racun pestisida. Jika ada dugaan pelanggaran hukum, maka sikat tanpa ampun.

Agar kerumunan yang lain diam, maka harus dibangun wacana bahwa FPI adalah hama dan gulma. Secara kebetulan, menjelang pemeriksaan Rizieq di Polda Jawa Barat, Tengku Zulkarnain diundang untuk berceramah di Sintang, Kalimantan Barat.

Rupanya massa berpakaian etnis tertentu sudah menunggu. Mereka membentangkan spanduk menolak kedatangannya. Mereka tak menyebut nama, tapi di situ tertulis jelas menolak FPI. Inilah prosekusi dan propaganda. FPI adalah hama dan gulma.

Padahal Tengku Zulkarnain bukan FPI. Dai berdarah Tionghoa ini adalah aktivis Jamaah Tablig. Organisasi ini nonpolitik.Di provinsi lain, ada pula ormas yang memburu FPI dan pengikutnya. Mereka melakukan sweeping dan menghajar mobil ataupun orang-orang yang diduga FPI.

Mereka berseragam dan tertulis jelas nama organisasinya. Organisasi ini memiliki pembina seorang jenderal polisi. Apa yang terjadi di dua provinsi ini menunjukkan pola baru. Tak cukup menyemprotkan racun, tapi juga ibarat melepas predator.

Situasi ini tentu mengerikan. Hama dilawan hama. Massa diadu massa. Saat ini muncul tuduhan bahwa pencipta predator itu adalah negara itu sendiri. Tak hanya mencipta tapi juga melepaskannya untuk memangsa. Tentu ini memerlukan pembuktian tersendiri, dan pasti tak mudah, walaupun indikasinya sangat kuat.

Pola ini menunjukkan keputusasaan, rendahnya moralitas bernegara, pendeknya akal, dan tentu saja melanggar hukum. Mestinya negara bertindak jika ada hama, bukan melepas predator untuk saling tikam. Namun dalam negara kekuasaan, semua itu kini sedang terjadi.

Padahal Indonesia adalah negara hukum. Lalu mengapa semua itu berlangsung lancar-lancar saja? Bahkan kaum cerdik pandai dan parlemen diam. Apakah Indonesia sudah menjadi negara kekuasaan? Kita hanya bisa menunggu babak selanjutnya.

Indonesia sedang memasuki periode peradaban terendah dalam sejarah bangsa ini. Tak ada wacana, tak ada moral. Semua hanya soal kekuasaan dan uang. Semua fokus pada jangka pendek. Mengelola negeri seperti bermain catur: makan memakan, mati mematikan.

Sumber : Republika