Beranda blog Halaman 390

Shalat Subuh Berjamaah Ternyata Membuat Remaja Muslim Lebih Bersemangat

0

PERCIKANIMAN.ID – – Semangat merupakan kunci menjadi pribadi yang lebih baik. Namun, kenyataannya remaja kini lebih suka bermalas-malasan. Sehingga, mereka banyak menunda mengerjakan tugas dan tanggung jawab. Sebagai orangtua perlu memahamkan kepada putra putrinya bahwa sifat malas dilarang oleh agama. Sebaliknya sebagai pemuda harus senantiasa bersemangat belajar dan membangun masa depan. Mengutip dari Soundvision, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membangun semangat remaja muslim.

  • Salat subuh

Tak dipungkiri ibadah shalat Subuh apalagi berjamaah di masjid adalah yang berat cobaan dan godaannya. Rata-rata pada waktu ini orang mengaku masih merasa mengantuk dan dingin sehingga malas untuk bangun pagi apalagi harus pergi ke masjid. Namun jika mengetahui keutamaannya serta hikmah dibalik rahasia shalat Subuh maka orang akan berlomba mendapatkan dibarisan terdepan. Bangun pagi dan shalat Subuh berjamaah di masjid adalah salah satu cara terbaik memulai aktivitas setiap hari. Kebiasaan bangun pagi membuat hidup lebih baik, segar dan bersemangat. Ajak kaum muda untuk bangun pagi lalu shalat Subuh dan berdoa memohon kelancaran aktivitas. Jika bisa dilakukan rutin maka lihat perubuhan postif dalam beberapa hari berikutnya.

  • Menjaga fisik dan emosional

Banyak anak muda lebih cenderung menyerah pada godaan ketika lelah, lapar, atau kesal. Sikap bijaksana para orangtua adalah menahan diri untuk tidak marah-marah dan menyalahkannya.  Lebih baik mencari tahu apa penyebab mereka cepat marah dan malas mengerjakan sesuatu. Melakukan olah raga adalah cara menjaga kondisi tubuh dan emosi agar tidak mudah tergoda dan menunda pekerjaan.

  • Tinggalkan gadget sejenak

Berapa kali anak mudah menghabiskan waktu dengan gadget setiap hari? Beberapa kasus menemukan remaja hanya berkirim pesan dan main game di gadget. Jelas itu tak ada manfaatnya. Maka, tinggalkan gadget beberapa jam, untuk membuat hidup lebih produktif. Ingatkan, gadget bisa membuat pekerjaan dan informasi didapat lebih cepat namun jika gadget digunakan hanya sebagai kesenangan dengan fasilitas games onlinenya hanya akan membuat hidup menjadi malas. Ajak mereka meninggalkan gadgetnya untuk membuat hidupnya lebih produktif. Yakinkan bahwa meninggalkan gadget tak akan membuat ia kehilangan informasi dan update aktivitas.

  • Mulai dari sekarang

Menunda atau menunggu momen yang tepat terkadang hanya mengulur waktu produktif mereka. Cara terbaik adalah memulai dengan sesegera mungkin dan jangan buang waktu dengan menunggu esok hari. Ini adalah cara paling akhir membangun semangat anak muda. Segera! Ya, bersegera mungkin melakukan pekerjaan. Segera membuat komitmen, segera melaksanakan shalat, puasa, dan bangun pagi. Yakinkan bahwa Allah Swt lebih suka kepada hamba-Nya yang bersegera menunaikan kewajibannya.  [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Kapan Harus Shalat Jika Masa “Haid” Hingga 20 Hari?

0

  

Assalamu’alaykum Wr. Wb. Pak Aam, dalam dua bulan terakhir ini saya mengalami datang bulan (haid) tidak seperti biasanya. Normalnya saya mengalami menstruasi sekitar 6 hingga 7 hari. Namun setelah menggunakan alat kontrasepsi berupa suntikan, haid saya bisa 20 hari. Apa  yang harus saya lakukan?. Apakah untuk mandi besar dan mengerjakan shalat harus menunggu setelah 20 hari atau setelah 7 hari?. Mohon penjelasannya. Terima kasih ( Ana by email)

 

 

 

Wa’alaykumsalam Wr.Wb.  Iya setiap perempuan mempunyai masa haid yang tidak sama antara 7 hingga 10 hari. Jika merujuk pada pendapat Imam Syafi’i yang berpendapat bahwa darah haid normalnya satu minggu dan maksimalnya dua minggu. Apabila lebih dari dua minggu masih keluar haid, dinilai sebagai Istihadhah, maksudnya darah tersebut tidak dinilai sebagai darah haid, tapi darah penyakit. Artinya, apabila dalam waktu lebih dari 15 hari ibu masih haid maka harus shalat. Ini bisa kita ambil waktu terlama yakni 2 minggu atau ambil 15 hari saja.

Pendapat Imam Syafi’i ini merujuk pada sebuah hadits dimana dalam sebuah riwayat Siti Aisyah r.a. berkata, Fathimah binti Hubaisyi datang kepada Rasulullah Saw. lalu bertanya   “Aku seorang wanita yang selalu istihadhah, apakah aku boleh meniggalkan shalat?” Nabi saw. menjawab, “Jangan tinggalkan shalat! Istihadhah  itu suatu penyakit, bukan haid! Kalau datang masa haidmu, boleh tinggalkan shalat selama masa haid itu dan bila sudah habis haidnya, hendaklah mandi dan shalat kembali.” (H.R. Muslim).

Keterangan ini menjelaskan bahwa wanita tidak boleh shalat kalau sedang haid, tapi kalau yang keluar itu istihadhah (darah penyakit) maka harus tetap melaksanakan shalat, shaum, dan lainnya. Kalau ingin lebih akurat, wanita yang mengalami haid melebihi waktu normal, sebaiknya konsultasi ke dokter spesialis supaya diketahui secara lebih akurat.

Namun kalau tidak memungkinkan, bisa diambil tolok ukur sederhana, yaitu apabila haid sudah lebih dari dua minggu maka itu dinilai bukan haid tapi istihadhah (darah penyakit). Berarti harus melaksanakan shalat seperti biasanya. Setiap akan shalat harus membersihkan darah tersebut dan menggunakan pembalut saat sedang shalat. Kita bisa merujuk pada keterangan hadits ini.

Rasulullah saw. ditanya mengenai seorang wanita yang selalu mengeluarkan darah. Maka Nabi saw menjawab, ”Hendaklah ia memperhatikan bilangan malam dan siang yang dilaluinya dalam haid. Begitupun letak hari-hari dari setiap bulan, lalu menghentikan shalat pada waktu-waktu tersebut. Kemudian hendaklah ia memakai pembalut, lalu shalat!”  (H.R. lmam yang lima kecuali Tirmidzi).

Bertolak dari keterangan ini bisa disimpulkan, kalau Anda haid lebih dari biasanya maka hari-hari di luar kebiasaan itu dinilai istihadhah (darah penyakit) alias bukan haid. Anda biasa haid 6-7 hari, kalau memang terjadi lebih dari itu, Anda harus shalat seperti biasa. Anda juga tidak perlu mandi besar atau mandi wajib setiap hendak mengerjakan shalat. Cukup sekali saat waktu terpanjang masa haid saja yakni pada hari ke 15 namun jangan lupa membersihkan darahnya, lalu pakai pembalut ketika hendak shalat.   Wallahu A’lam. [ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

UBN Ajak Muhammadiyah –NU dan Ummat Islam Jangan Mau Dipecah Belah

0

 

 

PERCIKANIMAN.ID – – Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ustdz Bachtiar Nasir Lc MM meminta umat Islam untuk tidak mau dipecah-belah atau dibenturkan dengan pihak lain.

“Umat Islam terutama Muhammadiyah jangan mudah dipecah oleh pihak manapun. Jangan mau dibenturkan dengan pihak manapun,” kata ulama yang akrab disapa UBN (Ustadz Bachtiar Nasir)  dalam Pengajian “Kajian Pencerah dan Grand Launching Maidah cake and Bakery” di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, seperti dilansir dari antara, Sabtu (28/1/2017).

Menurut dia, belakangan ini, ada upaya untuk membenturkan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) serta Umat Islam dengan salah satu partai politik, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

“NU dan Muhammadiyah ini hubungan historisnya sangat kuat. NU ini adalah saudara dekat Muhammadiyah di dunia dan Insya Allah akhirat, kami gak mau kita dibenturkan-benturkan dengan saudara dekat kami,” tegasnya.

Selain itu, dia menuturkan umat Islam tidak mempunyai masalah dengan PDIP. PDIP, kata Bachtiar, mempunyai peran yang besar memajukan bangsa terutama memajukan Kota Surabaya melalui Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang merupakan kader PDIP. Dukungan umat Islam, lanjut dia, juga merupakan dukungan Muhammadiyah. Umat Islam dan PDIP akan bahu-membahu membangun Kota Surabaya.

Menurutnya akan jadi berbahaya jika ada yang membenturkan PDIP dan umat Islam. “Saya tidak rela itu terjadi. Jangan sampai PDIP dan Umat Islam digosok dan dibenturkan karena yang akan rugi nantinya ya warga Surabaya, Umat Islam dan PDIP sendiri,” tegasnya.

Untuk itu, dirinya mengajak umat Islam untuk menjaga perdamaian dan kesatuan bersama aparat yang ada. “Jangan sampai ada kesalahpahaman kecil yang diletup-letupkan sehingga jadi besar,” imbaunya.

Bachtiar juga berharap umat Islam yang selama ini bagus dalam membangun Surabaya bisa mengkatkan hal tersebut sehingga dapat tercipta Kota Surabaya yang lebih baik lagi. “Indonesia adalah negara dengan kedaulatannya di tangan rakyat, bukan di tangan orang-orang tertentu, terutama yang ingin memecah belah kita semua,” ucapnya.

UBN pun mengajak umat Islam untuk kembali membeli barang dari toko-toko dan pasar-pasar tradisional demi kembali berdaulatnya ekonomi kerakyatan. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Foto; arrahmah

Kapan Waktu Terbaik Untuk Berdoa Agar Diijabah?

0

Assalamu’alaykum Wr.Wb. Pak Aam, punten saya sedang banyak masalah untuk segera diselesaikan. Saya sudah ikhtiar dan sebagian masalah terselesaikan namun ada beberapa masalah yang justru bertambah berat. Saya sudah berdoa termasuk menunaikan ibadah sunnah (sedekah dan tahajud). Kata teman dalam berdoa kita harus tahu waktu terkabulnya doa. Apakah ada ketentuan atau keafdalan dalam berdoa sehingga tercepat terkabul? Terima kasih ( Lena by email)

 

 

 

Wa’alaykumsalam. Wr Wb. Iya ibu Lena dan juga pembaca sekalian  yang dimuliakan Allah, pada intinya, berdoa itu bisa kita lakukan kapan dan di mana saja. Boleh dengan suara keras atau dengan hati maksudnya dalam hati saja.  Akan tetapi, dalam sejumlah riwayat disebutkan ada sejumlah waktu yang sangat baik untuk diisi dengan doa, yaitu:

  1. Sepertiga akhir malam.

Rasulullah Saw. bersabda, “Setiap malam, Tuhan kita turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam yang akhir. Maka Allah berfirman, ‘Barang siapa yang berdoa kepada-Ku, pasti akan Aku kabulkan, dan siapa yang memohon kepada-Ku, pasti akan Aku beri, dan siapa yang mohon ampun kepada-Ku, pasti akan Aku ampuni.’” (H.R. Bukhari, Muslim, Tirmidzi). Yang dimaksud sepertiga akhir malam, sekitar pukul tiga pagi.

  1. Tengah malam dan setelah salat fardu.

Rasulullah Saw. pernah ditanya, “Wahai Rasulullah, kapankah doa yang paling didengar Allah?” Rasulullah Saw. menjawab, “Doa di tengah malam dan doa setelah salat fardu (wajib).” (H.R. Tirmidzi). Yang dimaksud pertengahan malam pada riwayat ini sekitar pukul satu pagi. Sedangkan, yang dimaksud akhir salat wajib, yaitu setelah salam.

Setelah salat, kita berzikir seperti biasa: membaca istighfar 3 kali, subhanallah 33 kali, alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 33 kali, dan Laa ilaaha illallah 1 kali. Setelah membaca zikir-zikir tersebut, kita dianjurkan membaca doa apa saja yang kita mau karena akhir salat wajib merupakan salah satu waktu terbaik untuk berdoa.

  1. Pada saat lapang atau senang.

Biasanya, kita rajin berdoa kalau sedang menghadapi kesulitan, sedang kepepet, atau dalam keadaan terpuruk. Padahal, doa yang paling cepat dikabulkan adalah doa di saat kita sedang merasa senang dan dalam keadaan tenang.

Rasulullah Saw. bersabda, “Barang siapa yang ingin doanya dipenuhi Allah ketika sulit, hendaklah ia memperbanyak doa di waktu lapangnya.” (H.R. Tirmidzi dan Hakim)

  1. Ketika sujud.

Rasulullah Saw. bersabda, “Jarak yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya ialah ketika sujud. Maka, perbanyaklah doa ketika sujud.” (H.R. Muslim). Hadis sahih ini menganjurkan agar kita memperbanyak doa saat sujud. Caranya, selesai membaca doa Subhaana Rabbiyal A’la, kita bisa lanjutkan dengan doa apa saja yang kita kehendaki. Hadis ini juga tidak menjelaskan pada sujud ke berapa doa itu dibaca. Hal ini mengandung isyarat bahwa kita boleh berdoa pada sujud yang mana saja, tidak harus pada sujud yang terakhir.

  1. Pada hari Jumat.

Rasulullah Saw. bersabda, “Pada hari Jumat itu ada suatu saat yang apabila kebetulan seorang muslim berdiri salat sambil meminta sesuatu (berdoa) kepada Allah Swt. Maka, Allah akan memberi apa yang ia minta.” (Muttafaq ‘Alaih). Keterangan ini memberi arahan bahwa kalau sedang salat Jumat, kita dianjurkan untuk memperbanyak doa, sebab pada waktu tersebut ada sa’tul ijaabah (waktu terkabulnya doa).

  1. Antara azan dan iqamah.

Rasulullah Saw. bersabda, “Doa antara azan dan iqamah tidak akan ditolak.” (H.R. Tirmidzi). Selesai azan, kadang ada jeda waktu menunggu iqamah, dalam jeda itulah sebaiknya kita memperbanyak doa apa saja yang kita mau karena itu merupakan waktu yang baik untuk berdoa.

  1. Pada hari Arafah (9 Dzulhijjah). Tanggal 9 Dzulhijjah merupakan hari yang sangat penting bagi para jamaah haji karena waktu tersebut diharuskan wuquf di Arafah. Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Ahajju ‘Arafah.” Artinya, puncak ibadah haji itu wuquf di Arafah. Kalau kita berada di Arafah, perbanyaklah doa karena itu merupakan waktu dan tempat terbaik untuk berdoa. Sebagaimana dijelaskan dalam riwayat Imam Muslim, “Nabi Saw. mendatangi tempat wuquf di Arafah dan beliau menghadap kiblat, terus-menerus berdoa hingga matahari tenggelam.”

 

Demikian, semoga Anda lebih termotivasi dalam memanjatkan doa sebagai bentuk komunikasi dan penghambaan kita terhadap Allah Swt. Untuk lebih lengkapnya Anda bisa membaca dan mempelajari seputar pembahasan doa ini dalam buku Doa Orang-orang Sukes yang saya tulis. Wallahu a’lam bishawab. [ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: panjiislam

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

 

Sejumlah Tokoh Muslim Akan Ditemui Raja Salman Saat Berkunjung ke Indonesia

0

 

PERCIKANIMAN.ID – – Jika tidak aral melintang, Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz, direncanakan akan mengunjungi Indonesia pada 1-9 Maret 2017. Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin menyambut baik rencana kunjungan Raja Salman yang sangat diharapkan masyarakat muslim Indonesia tersebut.

“Ya, jadi ini kita bersyukur dan menyambut baik rencana kunjungan Raja Saudi, Raja Salman ke Indonesia,” ungkap Lukman seperti laman kemenag, Jumat (27/1/2017).

Terkait agenda Raja Salman di Indonesia, menurut Lukman ada beberapa agenda kegiatan yang akan dilakukan Raja Salman selama di Indonesia. Salah satunya, pertemuan kenegaraan dengan Presiden Joko Widodo dan sejumlah pihak lain serta tokoh muslim.

“Kunjungan Raja Salman ini adalah kunjungan dengan jumlah delegasi sangat besar, karena juga menyertai jumlah rombongan parlemen Kerajaan Arab Saudi. Ada juga sejumlah tokoh penting. Tidak hanya dalam pemerintahan, tapi juga dalam hal mengembangkan usaha kerja sama antarnegara ini,” imbuh Lukman.

Namun demikian, Lukman mengaku belum mengetahui adanya agenda pertemuan antara Raja Salman dengan pemimpin ormas Islam tersemasuk dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

“Untuk lebih jelasnya bisa langsung konfirmasi ke Kemenlu, karena Kemenlu yang punya otoritas mengatur semua agenda  kunjungan ini,” pungkas Lukman.

Seperti diberitakan sebelumnya Raja Kerajaan Saudi Arabiya Salman bin Abdul Aziz akan mengunjungi negeri muslim terbesar di dunia selama lebih dari sepekan. Kabarnya dalam kunjungan nantinya Raja Salman akan membawa  rombongan hingga 800 orang. Sementara di media social sudah ramai bahwa sejumlah tokoh muslim Indonesia termasuk Habib Rizieq akan ditemui Raja Salman. [ ]

Red: admin

Editor: iman

Foto: alrabiya

Gaji Habis Seperti Percuma ? Lakukan Cara Ini Agar Teratur

0

 

PERCIKANIMA.ID – – Sering bingung ke mana gaji Anda selama sebulan? Atau bahkan, sering merasa gaji ludes dalam waktu seketika? Mungkin cara Anda mengelola gaji yang salah, makanya gaji Anda seringkali habis tanpa Anda sadari.

Padahal mengelola gaji dengan baik bisa membuat Anda memiliki tabungan, lho. Bukan cuma itu, Anda juga bisa mendapatkan perincian pengeluaran dan pendapatan yang Anda dapat selama sebulan. Seperti dilansir dari liputan6.com, berikut tips agar gaji bisa jadi solusi dan tidak terbuang percuma!

  1. Atur Rasio Hutang

Kebiasaan mencicil terkadang membuat utang Anda menjadi menumpuk, padahal harusnya utang tidak lebih dari 35 persen dari pendapatan. Makanya, Anda harus bisa mengatur rasio utang yang Anda miliki. Jangan sampai, pendapatan Anda lebih kecil dari jumlah utang yang Anda harus bayarkan.

  1. Sisihkan Tabungan di Awal

Sebelum memakai gaji Anda untuk kebutuhan, ada baiknya untuk menabung dulu di awal. Sisihkan 10% – 30% gaji Anda terlebih dahulu untuk dimasukkan ke dalam rekening tabungan.

  1. Memiliki Investasi

Memiliki investasi merupakan hal yang penting untuk keuangan di masa depan. Kalau masih belum yakin untuk berinvestasi, Anda bisa mulai dengan tabungan deposito.

Sebagai tambahan, bagi seorang muslim tentu dalam hidup harus sesuai dengan ajaran dan tuntunan yang telah digariskan dalam Islam. Salah satunya adalah sikap hidup sederhana dan tidak berlaku boros. Hidup sederhana bukan berarti hidup dalam ‘kemiskinan’ namun lebih pada apa adanya sesuai dengan keuangan yang ada. Sementara hidup boros lebih pada tuntutan pada kebutuhan yang berlebihan pada sebenarnya ia bisa menghemat. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Pemkab Rejang Lebong Anggarkan Rp 900 Juta Untuk Umrah Gratis Warganya

0

 

PERCIKANIMAN.ID – – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menganggarkan dana sebesar Rp 900 juta untuk program umrah gratis pada 2017. Anggaran umroh gratis tersebut khusus itu untuk kalangan perangkat agama ditingkat desa dalam 15 kecamatan di Rejang Lebong.

Kepala Bagian Kesra Pemkab Rejang Lebong Jamaan Nur mengatakan, anggaran untuk program umrah gratis ini khusus untuk perangkat agama tingkat desa tersebar dalam 15 kecamatan. Kata dia, peserta umrh gratis yang akan diberangkatkan pada tahap pertama tahun ini sebanyak 30 orang.

Kalangan peserta umrah gratis yang akan diberangkatkan pada tahap pertama ini, kata dia, merupakan peserta baru yang dipilih pada tahun ini dengan jumlah sebanyak 30 orang. Selain itu Pemkab Rejang Lebong juga tambah dia, akan memberangkatkan peserta periode 2016 lalu yang gagal berangkat karena waktu pelaksanaannya yang singkat sehingga ditunda tahun selanjutnya dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang.

Anggaran sebesar Rp 900 juta tersebut, kata dia, untuk pemberangkatan umrah perangkat agama yang berasal dari 156 desa dan kelurahan tersebar dalam 15 kecamatan, dengan status tidak mampu dan belum pernah naik haji. Pelaksanaan umrah gratis ini selanjutnya akan dilakukan oleh pihak biro perjalanan resmi dan akan dilakukan tender terbuka sehingga siapa saja bisa mengikutinya.

“Program ini guna menyukseskan pembentukan Kabupaten Rejang Lebong sebagai kota pendidikan, kota wisata dan kota religius. Dimana orang yang akan diberangkatkan merupakan imam masjid, guru ngaji, juru dakwah,” lansir ihram.co.id yang mengutip antara, Jumat (27/1/2017)

Untuk itu dia berharap program umrah gratis ini nantinya dapat menjadi masyarakat untuk meningkatkan keimanannya serta ibadah keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: kemenag

Ketika Islam Hanya Menjadi Sebuah Identitas

0

PERCIKANIMAN.ID – Saat kejujuran menjadi barang langka, entah ke mana bekasnya. Manusia makin angkuh dalam gelimang harta di tengah perdaban. Moral makin terpinggirkan, akhlak dan adab hanya menjadi bahan omongan tanpa tindakan. Terlebih, bangsa Indonesia yang katanya jumlah muslimnya terbesar di dunia, tidak lebih baik moralnya dari negara muslim minoritas.

Ke mana perginya Islam dari diri kita? Banyak orang yang mengaku Islam ketika ada pendataan kependudukan, tapi dalam praktinya nol. Islam hanya menjadi omong kosong, sebuah identitas tanpa makna.

Betapa banyak muslim Indonesia yang melakukan praktIk penipuan, korupsi, perjudian, mabuk, zina, pencurian, hingga pembunuhan? Setiap hari kita disuguhi berita yang jauh dari akhlak dan adab islami. Segala macam bentuk kriminal menjadi santapan sehari-hari, dari bangun tidur hingga tidur lagi.

Para produsen film, musik, majalah, portal online, dan sebagainya semakin gencar untuk mempertontonkan sisi sensualitas wanita yang katanya adalah seni. Hanya beberapa produsen yang memang benar-benar menonjolkan seni yang benar.

Makin banyak saja pencuri dari kelas teri hingga kakap sekelas koruptor yang tertangkap dan kebanyakan dari mereka mengaku beragama Islam. Banyak bermunculan pula para dukun dan paranormal yang dalam identitas kependudukannya beragama Islam. Apakah benar mereka adalah penganut Islam? Apakah mereka setiap hari menyempatkan diri untuk membaca Al-Qur’an barang satu atau dua ayat? Apakah benar mereka malakukan zakat, puasa sunnah atau Ramadhan, bahkan haji atas dasar iman?

Saat ini, banyak orang Islam ketika disuruh untuk membaca Al-Qur’an justru tidak bisa atau disuruh membaca doa-doa dalam shalat malah tidak lancar. Padahal, bukankah akhlak Islam itu ada dalam Al-Qur’an?

Hisyam bin Amir pernah bertanya kepada Aisyah r.a. tentang akhlak Rasulullah Saw. Aisyah menjawab, “Akhlak Nabi Saw. adalah Al-Qur’an.” (H.R. Muslim). Sungguh, jawaban Aisyah ini singkat, namun sarat makna. Dia menyifati Rasulullah Saw. dengan satu sifat yang dapat mewakili seluruh sifat yang ada. Memang tepat, akhlak Nabi Saw. adalah Al-Qur’an.

Allah Swt. berfirman, “Sungguh, Al-Qur’an memberi petunjuk ke jalan yang paling lurus…” (Q.S. Al-Isrā’ [17]: 9)

Pada masa permulaan dakwah Islam, Nabi Muhammad Saw. tidak hanya membangun sisi tauhid, tetapi juga membangun sendi dan pilar akhlak mulia. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Sungguh, aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.” (H.R. Baihaqi dan Al-Hakim).

Jika melihat mentalitas dan sikap muslim saat ini yang jauh dari ajaran agama, bisa dikatakan penganut Islam di negeri ini kurang memahami dan perlu menelaah kembali sikap dan tingkah laku seorang muslim sejati. Maka, kutipan ayat berikut sangat tepat menggambarkan kondisi umat saat ini.

“Kemudian, datanglah setelah mereka pengganti yang mengabaikan salat dan mengikuti hawa nafsunya. Mereka kelak akan tersesat.” (Q.S. Maryam [19]: 59)

Bagaimana tidak benar, saat ini kita hanya diperbudak hawa nafsu. Kita semakin lupa akan kewajiban untuk shalat. Masjid semakin jarang jamaahnya. Ketika tiba waktu shalat, jamaahnya pergi entah kemana seolah lupa akan Tuhan yang telah menciptakan mereka. Bagaimana Tuhan akan bersama hamba-Nya jika sang hamban tidak mendekatkan diri kepada Sang Penciptanya?

Maka, sebagai seorang muslim, sudah seharusnya kita kembali menelaah dan mengkaji kembali agama yang telah kita anut agar tidak sekedar menjadi identitas di KTP. Bayangkan jika semua muslim mempraktikkan ajaran agamanya dengan benar, saya yakin tidak akan ada lagi berita-berita yang tidak sedap mengenai umat Islam di negeri ini. Wallahu’alam bishowab.

Penulis : Ahmad Faris Faisal, Alumni  Institut Studi Islam Darussalam

Anak TK Tidak Boleh Diajari Calistung, Ini Alasan

0

 

PERCIKANIMAN.ID – – BOCAH-bocah yang masih duduk di taman kanak-kanak dilarang diajarkan baca tulis dan berhitung. Sebab, hal tersebut dinilai tidak tepat bagi tumbuh kembang anak. Pernyataan itu seperti yang disampaikan Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Ella Yulaelawati seperti dilansir dari Radar Malang yang dikutip okezone

Ella meminta seluruh TK di Indonesia kembali pada jalurnya. Tugasnya sebagai lembaga pendidikan yang menyiapkan anak untuk mandiri dan mengembangkan aspek sosial, salah satunya tidak takut bertemu dengan orang baru.

Menurut Ella, pendidikan TK yang mengajarkan baca, tulis, dan hitung, ternyata dinilai tidak tepat. Ia menambahkan pendidikan TK lebih tepat untuk bermain sambil belajar. Sementara itu, baca, tulis, dan hitung, sebatas pengenalan saja.

Namun, beberapa TK di Malang Raya sudah menerapkan baca tulis. Alasannya, itu karena permintaan orangtua siswa. Para orangtua lebih memilih sekolah TK yang dapat mengajarkan anaknya baca tulis. Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Malang Handarijati pun membenarkan bahwa hal tersebut memang terjadi di beberapa TK. Kebutuhan belajar baca, tulis, dan hitung (calistung), itu permintaan orangtua murid.

”Orangtua murid maunya instan. Mereka ingin anaknya bisa baca tulis dan hitung di sekolah agar keterima masuk SD,” ujar dia.

Jika lembaga TK tidak memenuhi permintaan tersebut, dampaknya tidak memiliki murid. Jadi, hampir serbasalah kalau seperti ini. Namun, dia menyatakan, tetap mengimbau kepada 940 TK yang ada di Kabupaten Malang agar tidak memaksakan murid untuk baca, tulis, dan hitung. Sebaiknya, materi tersebut diberikan sesuai batasan pengenalan.

Sebagaiamana kurikulum TK yang berlaku. Sekretaris IGTKI Kota Batu Resti Mengari menyampaikan hal senada. Banyak TK di Kota Batu berlomba-lomba untuk dapat menarik simpati warga masyarakat. Salah satu caranya dengan menerapkan program intensif baca, tulis, hitung, dan lebih sedikit bermain.

”Kalau tidak memenuhi, bisa jadi tidak ada peminatnya. Sekolah kok main saja, biasanya ada celetukan begitu,” imbuh dia.

Menurut dia, sebetulnya yang diperbolehkan hanya mengenalkan angka saja. Jika sudah masuk pada penjumlahan, perkalian, dan pembagian, itu sudah berlebihan. Ketua IGTKI Kota Malang Lutfiyah menyatakan, adanya TK yang mengajarkan belajar tulis hitung tidak dapat dimungkiri. Semua itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, sesungguhnya hal tersebut tidak tepat. Justru, dampaknya pada psikologi anak.

”Mereka belum waktunya baca tulis hitung, seperti SD, tetapi sudah dipaksakan sejak kecil,” ujarnya.

Namun, dia menyatakan, selalu mengimbau beberapa guru TK di 358 TK yang ada di Kota Malang agar tidak fokus pada baca, tulis, dan hitung. Aspek bermain yang harus lebih ditekankan.

”Dengan banyak bermain, justru akan mengembangkan sel otak anak sejak kecil,” ujar sarjana psikologi itu.

Di Kota Malang, menurut dia, TK yang mengajarkan baca, tulis, dan hitung, tidak sedikit. Dia mengaku, sering menerima laporan.

”Sekolah TK di sana kok mengajarkan seperti ini dan itu,” terangnya.

Dia mengimbau kepada orangtua untuk selektif dalam memilih TK. Sebab, TK menentukan perkembangan psikologi anak. Bukan berarti baca, tulis, hitung, waktu kecil tidak penting, tetapi di TK sifatnya hanya pengenalan. Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Malang Atimah menyatakan, masuk SD tidak mensyaratkan anak bisa baca, tulis, dan hitung dengan mahir. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Ketika ‘Lonceng’ Berbunyi di Masjid

0

Ding Dong Dang…

Bunyi lonceng jam antik memecah kekhusyuan ceramah jumat. Saya tak habis pikir, kenapa di beberapa masjid jam antik model seperti selalu ada. Ciri-cirinya khas; terbuat dari kayu, tinggi, jarum jam berwarna emas, terdapat bandul mekanik, dan selalu berbunyi setiap jam dua belas. Biasanya diletakan di sebelah mimbar khatib, tak jarang ukurannya begitu besar. Jam antik dengan model desain abad pertengahan itu bak primadona dengan ukiran halus. Meski tak ada larangan menaruh jam seperti itu di masjid, tapi loncengnya membuat saya bertanya-tanya.

Bukankah bunyi lonceng merupakan identitas agama lain? Saya jadi teringat suatu kisah. Ketika umat Islam kebingungan dengan tanda saat shalat akan dimulai. Tepatnya tahun kedua Hijriah, saat komunitas Muslim mulai terbentuk di Madinah. Kala itu, pemeluk Islam sudah cukup banyak. Mereka tengah kesulitan memberitahu muslim lain jika waktu shalat sudah dimulai. Rasul memimpin musyawarah dan mengumpulkan para sahabat. Diskusi pun dimulai, beberapa saran dilayangkan.

Ada yang mengusulkan agar sebelum shalat dimulai ditiupkan terompet keras-keras agar terdengar ke penjuru kota. Tapi, Rasul menolaknya. Karena meniup terompet adalah kebiasaan dan budaya orang Yahudi. Berikutnya mengusulkan agar dinyalakan api agar orang-orang dapat melihat asapnya sebagai penanda waktu shalat. Rasul juga menolaknya, karena menyalakan api adalah budaya kaum Majusi. Lalu, seseorang mengajukan untuk membunyikan lonceng yang cukup besar. Lagi-lagi Rasul menolaknya. Karena lonceng dan membunyikannya adalah budaya Nasrani. Rasul tidak ingin bila seruan untuk shalat menyerupai budaya agama lain.

Umar bin Khatab, yang ketika itu mengikuti musyawarah memberi saran yang cukup bagus. Dia berpendapat agar ditunjuk seseorang untuk menyeru umat untuk shalat. Saran ini diterima oleh Rasul. Tapi, mereka belum menemukan kalimat yang pas dalam seruan itu. Musyawarah pun ditutup hari itu. Keesokan harinya, Abdullah bin Zaid mendatangi Rasul dan bercerita perihal mimpinya semalam. Ia mengatakan seseorang mengajariny cara mengumandangkan adzan. “Itu mimpi yang sebetulnya nyata. Berdirilah disamping Bilal dan ajarilah dia bagaimana mengucapkan kalimat itu,” jawab Rasul (dalam HR. Abu Daud). Sejak saat itu adzan dikumandangkan.

Dari kisah itu, kita bisa lihat betapa Rasul sangat berhati-hati memutuskan satu perkara. Sikap ‘mengekor’ atau cuma ikut-ikutan jelas bukan budaya Islam. “Berdiri di atas kaki sendiri” itulah ciri umat Islam. Lagipula, Rasul telah mengingatkan kepada kita bahwa mengikuti suatu kaum itu tidak dibenarkan. Rasul bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk darinya.” (HR. Abu Daud). Lonceng, api, dan terompet bukan berasal dari Islam, melainkan ciri khas umat lain. Meniru dan menggunakan simbol-simbol mereka jelas dilarang.

Larangan Tasyabbuh
Tasyabbuh dalam Islam dimaknai sebagai perbuatan meniru-niru. Adapun secara syariat, Tasyabbuh berarti menyerupai orang kafir dalam hal akidah, ibadah, adat-istiadat, atau cara hidup. Kegiatan meniru ini banyak macamnya. Mulai dari yang sekadar ikut-ikutan, hingga mereka yang secara sadar melakukannya. Misalkan, ikut merayakan atau mengucapkan hari raya agama lain. Menggunakan simbol-simbol/barang yang menjadi identitas agama lain. Sampai mengikuti pola hidup dan gaya umat lain, baik yang disadari maupun tidak.

Para ulama sepakat bahwa tasyabbuh perihal urusan akidah dan syariat adalah haram. Baik itu berupa perilaku, tindakan, atau hanya penggunaan simbol saja. Sedangkan tasyabbuh yang di luar itu sifatnya mubah. Misalkan, penggunaan handphone atau komputer. Kedua barang ini tidak merepresentaskan simbol keagamaan tertentu. Selain itu, perangkat teknologi bukanlah milik satu kaum sehingga tidak mencari ciri khas kaum tertentu.

Tetapi bila sudah lonceng dan terompet lain lagi ceritanya. Keduanya punya makna tersendiri, serta memiliki nilai historis dan religi bagi agama lain. Nah, bila sudah merujuk pada simbol-simbol keagamaan kita jelas-jelas dilarang untuk menyerupai. Bukankan setiap hari kita selalu berdoa kepada Allah, “Tunjukan kepada kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang murkai, dan bukan pula jalan mereka yang sesat,” (QS. Al Fatihah : 6-7).

Mau taruh ‘lonceng’ di masjid? Pikir dua kali deh.