Beranda blog Halaman 3

Bersaing di Tingkat Nasional, Satgas UNISA Bandung Boyong Dua Penghargaan

0
Unisa Bandung
Foto: Dok.Unisa Bandung

PERCIKANIMAN.iD – – Mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah Bandung kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Tim UKM Satgas Kesehatan berhasil meraih Juara I dan III dalam ajang Lomba Bantuan Hidup Dasar (BHD) tingkat nasional yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya pada tahun 2025.

Ketua tim Satgas dalam lomba tersebut, Maswiyah, serta para anggota menunjukkan kekompakan dan dedikasi tinggi selama masa persiapan hingga pelaksanaan lomba.

“Motivasi utama kita ikutan lomba tentunya ingin membuktikan bahwa ilmu BHD yang kita pelajari di UKM Satgas Kesehatan UNISA sangat bermanfaat dan bisa bersaing dengan peserta lainnya. Apalagi lombanya di Universitas Tasikmalaya, jadi makin semangat buat nunjukkin kalau anak UNISA juga bisa unggul di bidang BHD. Selain itu, kami ingin menyebarkan kesadaran bahwa BHD itu penting untuk semua orang,”ungkap Maswiyah, Kamis (10/07/2025).

Masywiyah beserta timnya mengaku bahwa proses latihan yang dijalani berlangsung intensif. Selama dua minggu, tim berlatih setiap hari selepas kuliah, mempersiapkan diri dengan simulasi skenario perlombaan, serta pendalaman materi BHD terkini.

“Latihannya benar-benar maksimal. Kami latihan setiap hari dari pukul 16.00 sampai malam. Kalau tidak ada kajian di Pesma, kami lanjut sampai pukul 21.00. Latihan juga dilakukan di bawah tekanan waktu agar kami terbiasa dengan situasi lomba. Pembimbing (Kang Nanda) dan dosen (Pa Iyep) banyak membantu lewat materi dan evaluasi rutin. Kuncinya adalah disiplin, latihan konsisten, dan kerja tim yang solid”. Ungkapnya.

Tantangan utama yang dirasakan peserta adalah menjaga ketenangan dan fokus di tengah tekanan waktu serta suasana kompetisi.

“Yang paling menantang adalah tetap tenang dan fokus. Saat berada di ruang lomba, atmosfernya cukup tegang, apalagi saat juri mengamati langsung dan waktu sangat terbatas. Tapi karena kami sudah terbiasa latihan dalam situasi serupa, kami bisa tetap fokus menjalankan prosedur.” Lanjutnya.

Momen kemenangan menjadi pengalaman yang sangat membahagiakan dan membanggakan bagi tim.

“Perasaannya campur aduk—senang, bangga, dan terharu. Usaha kami benar-benar terbayar. Kemenangan ini bukan hanya untuk kami, tetapi juga untuk UKM Satgas dan seluruh civitas UNISA. Ini bukti bahwa kerja keras, semangat, dan latihan tidak pernah sia-sia”.

Maswiyah juga membagikan tips untuk mahasiswa UNISA yang ingin mengikuti lomba serupa:

“Niatkan dari awal bahwa lomba adalah sarana untuk belajar dan berkembang, bukan sekadar mengejar juara. Pahami materi BHD secara menyeluruh, rutin latihan, jalin komunikasi yang baik dalam tim, dan jaga kesehatan. Jalani prosesnya dengan semangat dan rasa ingin tahu”

Diakhir Ia berharap UKM Satgas UNISA Bandung terus berkembang dan menjadi wadah yang inspiratif bagi mahasiswa yang ingin mengasah keterampilan di bidang kesehatan.

“Harapannya, UKM Satgas UNISA semakin dikenal dan menjadi tempat belajar yang menyenangkan bagi mahasiswa, terutama tingkat awal. Semoga ke depan kita bisa terus mencetak prestasi dan mendorong lebih banyak mahasiswa untuk terlibat dan berkembang,” pungkasnya. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

903

Mengedepankan Ihsan

0
Al Ihsan
ilustrasi foto: istimewa

 

Oleh: Prof. Dr. Miftah Faridl*

*Penulis adalah Ketua Umum MUI Kota Bandung

PERCIKANIMAN.iD – – Istilah “Ihsan” menghangat pada beberapa hari terakhir ini. Bukan karena baru, tapi karena digunakan untuk menamai salah satu fasilitas publik, dan diganti dengan bahasa lokal untuk kepentingan tetentu. Menghangat, karena pergantian itu memicu kontroversi orang banyak. Menjadi semakin menghangat ketika istilah itu dikaitkaitkan dengan dimensi agama yang dipeluk mayoritas penduduk di tempat fasilitas itu berdiri. Orang pun banyak yang berusaha mencari asal muasal istilah itu, dan mencari tahu apa hubungannya dengan egama keyakinan seseorang.

 

Sekurang-kurangnya sebelas kali Allah menggunakan kata “ihsan” dalam AlQur’an untuk menyebut perbuatan yang baik. Dua di antaranya memakai “alif-lam”, al-ihsan, yaitu pada surah al-Rahman ayat ke-60 dan surah al-Nahl ayat ke-90. Bila diterjemahkan, keduanya berarti kebaikan atau kebajikan. Yang pertama Allah menjelaskan: “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” Sedang yang kedua, penjelasan itu berbunyi: ”Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan (ihsan), memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemunkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”

 

Demikian pula dalam sembilan ayat lainnya, kata “ihsan” diterjemahkan menjadi suatu kebaikan dan perbuatan baik. Bahkan ayat ke-83 dari surah al-Baqarah, “ihsan” digunakan sebagai pengganti kata berbuat baik kepada kedua orang tua, sebagaimana dalam firman-Nya: “Janganlah kamu menyembah sesuatu selain Allah, dan berbuat baiklah (ihsan) kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.”

 

Pada ayat tersebut, Allah menyebut “ihsan” sejajar dengan larangan berbuat syirik, perintah berbuat baik kepada orang tua dan kaum kerabat, berbuat baik kepada fakir miskin dan anak-anak yatim, mengucapkan kata-kata yang baik kepada sesama manusia, serta mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Secara sederhana dapat dipahami bahwa konsep “ihsan” adalah sama dan sebangun dengan konsep akhlak, baik akhlak kepada Sang Pencipta, maupun akhlak kepada sesama manusia.

 

Kata “ihsan” kemudian menjadi kontroversi ketika digunakan untuk melabeli sesuatu karya manusia. Terlepas dari kontroversi seperti itu, ihsan tetap bermakna luhur sebagai derajat penyempurna amal seorang pemeluk Islam. Suatu ketika Jibril bertanya kepada Rasulullah tentang iman, Islam, dah ihsan. Setelah Nabi menjelaskan tentang iman dan Islam, Jibril pun bertanya, ”Apakah ihsan itu?” Lalu Nabi menjelaskannya, ”Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat Dia, dan apabila engkau tidak dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”

 

Makna inilah yang selanjutnya menjadi definisi “ihsan” yang kemudian sangat populer digunakan, baik dalam kehidupan maupun hanya sebatas sumber referensi.Secara implisit makna tersebut mengisyaratkan pentingnya ikhlas sebagai faktor utama dalam beramal, seperti terungkap pada kalimat “seakan-akan engkau melihat Dia, dan apabila engkau tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.”

 

Kunci Ketulusan dalam Berbuat

Pendeknya, dapat pula diartikan bahwa faktor “ihsan” harus selalu hadir menyertai setiap motif dan seluruh perilaku manusiawi. Ihsan sejatinya menjadi napas dan inspirasi dari keseluruhan amal manusia, bersenyawa dengan jenis pekerjaan dan profesi apapun. Karena itu, ihsan adalah juga pengendali motif-motif insani yang mendasari keseluruhan tindakan aktivitas yang dilaluinya setiap saat.

 

Itulah sebabnya, ketika berdialog dengan Rasulullah, Jibril menempatkan pertanyaan tentang ihsan ini pada urutan terakhir setelah iman dan islam. Ihsan dalam hal ini menjadi dimensi penggenap amal setelah seseorang menyatakan keimanan dan melaksanakan serangkaian ajaran seperti disyariatkan Islam. Ihsan merupakan kekuatan moral yang menyempurnakan setiap tindakan.

 

Dalam kehidupan sosial, politik, ekonomi serta budaya masyarakat saat ini, kita perlu menghidupkan kembali spirit ihsan yang mungkin telah mati, sehingga tidak ada lagi kebijakan, program, dan tindakan yang hanya berorientasi pada kepentingan pribadi ataupun kelompok. Semuanya merupakan implementasi pengabdian hanya kepada-Nya untuk mewujudkan kebaikan.

Kita tidak cukup hanya menjadi seorang pemeluk agama. Beragama saja tidak cukup. Beragama (Islam) itu harus pula diikuti oleh sikap ihsan. Demikianlah, Allah menjelaskan bahwa: ”(Tidak demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri (ber-Islam) kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan (ber-ihsan), maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (QS, 2: 112).

 

Dalam kerangka inilah, kerja-kerja kemanusiaan, termasuk usaha mencari nafkah seperti petani berladang di sawah, pedagang pergi ke pasar, karyawan bekerja di kantor, guru mengajar di sekolah, atau pemerintah melayani rakyatnya, dapat dinilai sebagai perbuatan ibadah. Ibadah menjadi demikian luas maknanya dan demikian banyak bentuknya. Karena itu, bukan sesuatu yang menyulitkan bila tugas manusia memang hanya untuk beribadah, yaitu ibadah dalam cakupan makna yang sangat luas seperti terungkap di atas.

 

Dengan demikian, ihsan merambah segala ikhtiar yang mencakup seluruh dimensi kehidupan, baik dimensi ritual maupun dimensi sosial. Ihsan harus hadir dalam setiap tindakan. Dalam shalat, misalnya, ihsan akan meluruskan motivasi dan kekhusukan; dalam zakat, ihsan akan menjadi identitas pengabdian terhadap sesame manusia untuk tulus menolong kaum yang lemah, menjalin ukhuwah, sekaligus membangun solidaritas dengan sesama. Demikian pula dalam menjalankan roda kekuasaan, ihsan sejatinya tetap hadir sebagai kekuatan moral yang dapat menggerakkan seluruh potensi spiritual manusia untuk berbuat hanya karena Allah, bukan karena alasan popularitas, ataupun alasan pragmatisme lainnya.

 

Demikian pula sebaliknya, dimensi sosial selalu menyertai ihsan karena pada gilirannya ia akan melibatkan proses hubungan antar sesama manusia sebagai makhluk sosial yang satu sama lain saling membutuhkan. Jadi, dalam hubungan seperti itulah, ihsan akan terlibat bersama-sama dengan iman dan Islam yang telah menjadi keyakinan para pelakunya. Di sinilah ihsan menjadi potret sempurnanya akhlak. Yaitu Kebajikan yang telah mentradisi dalam setiap perilaku, memberikan nuansa moral dalam setiap amal, dan menjadi alat kontrol dalam setiap pengambilan keputusan.

 

Tidak ada ruang sedikitpun dalam beramal untuk memanjakan apapun selain Tuhan. Dalam proses kekuasaan, rakyat hanyalah jembatan yang menghubungkan penguasa dengan Tuhannya. Kekuasaan yang sifatnya sangat sementara juga tidak lebih dari sekedar fasilitas pengabdian hanya kepada-Nya, bukan untuk mendapatkan penghargaan ataupun pujian dari rakyatnya, dan bukan pula untuk kepentingan pencitraan di hadapan masyarakatnya.

 

Ihsan akan membimbing kita untuk memperoleh kesempurnaan citra dihadapan Tuhan. Karena itu, berbuatlah dengan tulus, hindari motif-motif pragmatism yang hanya akan mengorbankan kepentingan orang banyak. Berihsanlah dalam segala bentuk perbuatan, termasuk dalam menjalankan roda kekuasaan. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

980

Bikin Bangga, Mahasiswa Unisa Bandung Sabet Juara di Berbagai Kategori Lomba ASLAMA PTMA 2025

0
Juara Lomba
Foto: dok.unisa bandung

PERCIKANIMAN.iD – – Mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah Bandung kembali menorehkan prestasi membanggakan Lomba Kreatifitas Mahasiswa Asrama PTMA Tingkat Nasional  Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pengelola Asrama Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah dari tanggal 26 Mei – 15 Juni 2025.

Mudir Pesma Unisa Bandung, Dr. Mohammad Anwar Syi’aruddin, S.Hum., M.A., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta dan pemenang Lomba. Ia menekankan bahwa capaian ini merupakan bukti bahwa semangat untuk terus berkarya dan berkompetisi dalam kebaikan terus tumbuh di kalangan mahasiswa Unisa.

“Bagi yang belum meraih juara, jangan berkecil hati, ini adalah pengalaman berharga. Untuk para pemenang, kami harap prestasi ini menjadi pendorong semangat untuk terus meningkatkan prestasi dengan rendah hati,” ungkapnya, Minggu (29/06/2025)

Ia juga berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan menebar manfaat, baik di dalam maupun luar kampus.

Salah satu mahasiswa yang meraih juara pertama dalam lomba pidato Bahasa Arab/Inggris adalah Hala Lubadd. Ia mengangkat tema tentang pentingnya akhlak sebagai fondasi utama dalam kehidupan.

“Alhamdulillah, saya merasa sangat bahagia ketika mengetahui bahwa saya meraih juara pertama. Hal pertama yang saya lakukan adalah mengirim pesan kepada ibu saya untuk membagikan kebahagiaan ini dan membuatnya senang” ujarnya, Senin (30/06/2025)

Prestasi lain datang dari Delis Safaatin yang berhasil meraih juara pertama lomba Komik Islami dan juara harapan tiga dalam lomba Kultum Bahasa Indonesia. Delis mengangkat tema tentang sedekah, yang menurutnya perlu disampaikan dengan cara sederhana agar menyentuh kesadaran pembaca.

“Saya nggak menyangka bisa menang dua kategori sekaligus. Semoga bisa menginspirasi dan membuka hati pembaca untuk lebih peduli terhadap sesama,” ujarnya, Selasa (01/7/2025)

Dalam kategori video kesehatan dan kebersihan asrama, Layla Mumtaza Marsya Hani dan Sopi Nur Solihah sukses meraih juara pertama. Karya mereka mengajak mahasiswa asrama untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

“Senang sekali bisa ikut berpartisipasi. Ini jadi pengalaman berharga dan motivasi untuk terus mencoba hal-hal baru,” kata keduanya.

Shofia Asri Nuarini, yang meraih juara ketiga lomba pidato Bahasa Arab/Inggris, mengaku sempat merasa tidak percaya diri.

“Awalnya saya cuma ingin belajar dan nambah pengalaman, nggak berekspektasi apa-apa. Tapi ternyata kalau kita berani mencoba dan menikmati proses, Allah bisa beri hasil yang tidak disangka,” ungkapnya.

Dari kategori Komik Islami, Nasywa Muthmainnah turut meraih juara harapan tiga. Ia menyampaikan rasa syukur dan menilai bahwa berkarya juga bisa menjadi bentuk dakwah.

“Belajar dari ide, gagasan, dan layar digital yang bicara iman—rasanya seru. Tapi lebih dari itu, aku bersyukur,” katanya.

Sedangkan dalam lomba Tartil Al-Qur’an, M. Azizan Hakim berhasil meraih juara harapan dua. Ia menyebut bahwa lomba ini menjadi sarana untuk memperbaiki kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus meningkatkan kesabaran.

“Bersyukur bisa ikut dan menang, ini memotivasi saya untuk terus belajar lebih baik lagi,” ujarnya.[ ]

5

Red: admin

Editor: iman

907

Kemenag-BAZNAS Kerja Sama Pemberdayaan Umat Berbasis Masjid

0
Kemenag
Penandatanganan kerja sama antara Kemenag dan Baznas ( foto: dok.kemenag)

PERCIKANIMAN.iD – – Kementerian Agama (Kemenag) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam dua program strategis, yaitu Masjid Berdaya Berdampak (MADADA) dan BAZNAS Microfinance Masjid (BMM). Kolaborasi ini bertujuan memperkuat peran masjid dalam pemberdayaan ekonomi umat secara berkelanjutan.

Penandatanganan PKS tersebut dilakukan Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, dengan Deputi II BAZNAS Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, M. Imdadun Rahmat dalam rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendamping BMM–MADADA yang digelar di Jakarta, Selasa (1/7/2025). Kegiatan tersebut diikuti 33 pendamping program se-Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, Arsad menjelaskan, konsep MADADA berangkat dari dua kata kunci utama, yaitu “berdaya” dan “berdampak”.

Menurutnya, masjid yang berdaya adalah masjid yang memiliki sumber daya untuk bertindak, sedangkan masjid yang berdampak adalah yang mampu membawa perubahan nyata bagi lingkungan sosial sekitarnya. Untuk itu, ia mendorong agar para takmir dapat mentransformasikan fungsi-fungsi masjid menjadi multifungsi.

Arsad menyebut, transformasi fungsi masjid sejatinya telah dimulai sejak masa Nabi Muhammad saw. dan dilanjutkan oleh para sahabat serta ulama terdahulu. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, melainkan juga pusat kegiatan pendidikan, sosial, dan ekonomi umat. Salah satu contohnya adalah Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir, yang pada mulanya merupakan masjid tempat belajar.

“Jangan dibayangkan Al-Azhar saat itu sudah berupa kampus besar dengan gedung dan kursi seperti sekarang. Saat itu, proses pembelajaran masih berlangsung di dalam masjid, dengan para mahasiswa duduk bersila mengikuti pengajian. Ini menunjukkan bahwa masjid sejak dulu sudah menjalankan fungsi pendidikan,” jelas Arsad.

Ia juga mengungkapkan pentingnya meneladani sistem Baitul Mal pada masa sahabat sebagai bentuk pengelolaan sosial-ekonomi berbasis masjid yang relevan untuk diterapkan di era modern. Namun, menurut Arsad, prasyarat utama dari semua inisiatif pemberdayaan ini adalah kejelasan status hukum masjid, terutama terkait tanah wakaf.

“Kita harus pastikan status masjid jelas. Bila belum diwakafkan, segera diurus. Kemenag melalui KUA siap membantu penerbitan Akta Ikrar Wakaf,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi II BAZNAS Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, M. Imdadun Rahmat, menilai kolaborasi ini sangat strategis. Menurutnya, pemakmuran masjid harus dilakukan melalui kerja sama yang terintegrasi. Masjid, kata dia, perlu difungsikan sebagai sentrum pembangunan umat, baik dalam aspek ibadah maupun ekonomi dan kemanusiaan.

“Nama MADADA ini sangat tepat. Masjidnya diperkuat, dikelola secara profesional, dan akhirnya memberdayakan masyarakat,” ujar Imdad.

Ia juga memastikan bahwa BAZNAS siap mengalokasikan anggaran untuk memperluas program ini secara nasional.

Kasubdit Kemasjidan, Akmal Salim Ruhana, menambahkan, program MADADA mendukung visi nasional, terutama Asta Cita Presiden terkait percepatan pengentasan kemiskinan, serta Asta Protas Menteri Agama yang menekankan pentingnya “beragama yang berdampak”.

Menurutnya, peran masjid belum dioptimalkan secara maksimal dalam agenda pemberdayaan umat. Ia berharap, program MADADA menjadi tonggak lahirnya masjid-masjid percontohan yang berdaya dan berdampak di seluruh Indonesia.

“Konsep MADADA ini sudah melalui tiga kali diskusi dan pematangan. Hari ini kita mulai bergerak. Melalui sinergi ini, masjid tidak hanya menjadi simbol religius, tetapi benar-benar menjadi pusat perubahan sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” pungkas Akmal.[ ]

5

Red: admin

Editor: iman

908

Wujudkan Visi Universitas Islami di Tingkat Internasional, Unisa Bandung Kerja Sama dengan 5 Kampus Filipina

0
Unisa Bandung
Unisa Bandung kerjasama dengan 5 perguruan tinggi dari Filipina ( foto: dok.unisa bandung)

PERCIKANIMAN.iD – – Dalam upaya mendukung tercapainya Visi Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Bandung untuk “Menjadi Universitas Islami dan Terkemuka di Bidang IPTEKS tingkat internasional tahun 2045,” Unisa Bandung terus memperluas jejaring intenasional.

Kali ini, Unisa Bandung melakukan penandatanganan MoU dengan lima perguruan tinggi dari Filipina dalam kegiatan Indonesia–Philippine Networking Forum bertempat di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Kamis (26/06/2025).

Rektor Unisa Bandung, Tia Setiawati, M.Kep., Ners., Sp.Kep.An., yang hadir secara langsung dalam penandatanganan tersebut menuturkan bahwa kerja sama ini merupakan salah satu strategi nyata untuk mewujudkan visi institusi.

“Penandatanganan MoU ini merupakan salah satu strategi nyata kami dalam mewujudkan visi Unisa Bandung menjadi universitas Islami dan terkemuka di tingkat internasional. Melalui jejaring global, kami membuka lebih banyak ruang kolaborasi yang mendukung internasionalisasi pendidikan, riset, dan pengabdian,” ungkapnya, Kamis (26/6/2025)

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah awal dalam membangun relasi akademik internasional yang lebih kuat dan berkelanjutan dengan berbagai institusi pendidikan tinggi di Filipina.

“Kerja sama ini adalah langkah awal dalam membangun relasi akademik internasional yang berkelanjutan. Kami ingin Unisa Bandung hadir secara aktif di panggung global serta dapat memberikan dampak tingkat internasional” tambahnya.

Di akhir, Tia juga menegaskan bahwa kerja sama ini bukan hanya seremoni semata, melainkan wujud komitmen Unisa Bandung untuk berkontribusi aktif di ranah global dengan cakupan negara yang semakin luas.

Sementara itu, Kepala Bagian Kerjasama dan Kantor Urusan Internasional (KUI) Unisa Bandung, Resi Roswulan, S.Kep., Ners., M.I.Kom., menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut, Unisa Bandung meresmikan kerja sama dengan lima perguruan tinggi dari Filipina, yaitu Holy Angel University, Angeles University Foundation, Bataan Peninsula State University, Columban College, dan Consolacion University.

“MoU ini secara khusus dirancang untuk mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di tingkat internasional,” ungkap Resi.[ ]

5

Red: admin

Editor: iman

903

Lebih 50 Persen Jamaah dan Petugas Haji Sudah Kembali ke Tanah Air

0
Para Petugas Haji bersiap melaksanakan tugas. ( ilustrasi foto: kemenagri)

PERCIKANIMAN.iD — Sebanyak 379 jamaah dan petugas haji yang berasal dari embarkasi Surabaya (SUB 50) dan 360 jamaah asal embarkasi Solo (SOC) bertolak ke Jeddah untuk selanjutnya kembali ke Tanah Air.

Kepulangan jamaah SUB 50 dan SOC 49 tersebut menandai berakhirnya operasional pemulangan jamaah gelombang pertama ke Tanah Air.

“Siang ini saya didampingi oleh Konsul Haji di Jeddah dan juga Kadaker Makkah melepas keberangkatan dua kloter SOC 49 di sektor 4 dan SOB 50 di sektor 8 yang akan bertolak menuju Jeddah selanjutnya kembali ke Tanah Air. Dua kloter ini adalah yang terakhir dari gelombang pertama yang akan kembali ke tanah air,” ujar Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Muchlis M. Hanafi di Makkah, dilansir dari republika, Rabu (25/6/2025).

Dengan demikian, kata Muchlis, sudah hampir lebih dari 50 persen jamaah dan petugas haji Indonesia yang sudah kembali ke Tanah Air.

“Kami masih menyisakan beberapa kloter jamaah dan petugas haji gelombang II untuk kita berangkatkan ke Madinah,” kata Muchlis.

Ia bersyukur seluruh jamaah haji telah menyelesaikan seluruh proses atau rangkaian proses ibadah hajinya.

“Kami mendoakan semoga mereka kembali ke Tanah Air dalam keadaan selamat, membawa haji yang mabrur,” ucapnya.

Muchlis berharap selama kurang lebih 40 hari jamaah di Tanah Suci ini bukan hanya menempa diri secara spiritual untuk kepentingan individu, tetapi ia berharap kesalehan mereka akan berdampak kepada lingkungannya.

“Kita berharap, mereka tidak hanya saleh secara individu tapi juga secara sosial setelah kembali ke Tanah Air dengan haji yang mabrur. Mereka akan memberikan manfaat yang lebih banyak lagi kepada masyarakat, itu harapan kita,” ujar Muchlis.

Hadir mendampingi Muchlis M. Hanafi, Konsul Haji pada KJRI di Jeddah Nasrullah Jasam, Kepala Daerah Kerja Makkah Ali Machzumi, dan Kepala Sektor 8 Eddy.[ ]

5

Red: admin

Editor: iman

908

Saat Iran Kirim Rudal ke Tel Aviv, 870 Warga Gaza Dibunuh Tentara Israel

0
Korban sipil warga Palestina oleh tentara zionis israel ( foto: aljazeera)

PERCIKANIMAN.iD – – Ketika perhatian dunia terfokus pada pertukaran serangan antara Israel dan Iran, kekejaman Israel di Gaza terus berlanjut selama konflik 12 hari tersebut. Menurut otoritas kesehatan setempat, setidaknya 870 warga Palestina dibunuh oleh pasukan Israel selama konflik Israel dengan Iran.

Jumlah korban jiwa warga Palestina secara keseluruhan kini mencapai 56.077 jiwa, belum termasuk ribuan orang yang terperangkap di bawah reruntuhan dan diperkirakan tewas.

Sepanjang Selasa, hari diumumkannya gencatan senjata Iran-Israel, pasukan penjajah dan pesawat tak berawak telah menewaskan sedikitnya 86 warga Palestina sejak fajar. Jumlah ini termasuk 56 orang di dekat pusat distribusi bantuan, dalam serangan terbaru terhadap orang-orang yang putus asa mencari bantuan di Jalur Gaza yang terkepung. Di Rafah, di selatan wilayah tersebut, 27 pencari bantuan ditembak mati oleh militer Israel pada Selasa, (24/6/2025)

Pembunuhan tersebut adalah yang terbaru dalam gelombang pembantaian harian di dekat titik distribusi bantuan yang didirikan akhir bulan lalu oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) yang kontroversial, yang didukung oleh Israel dan Amerika Serikat. Skema itu oleh Kepala Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNWRA) disebut sebagai “perangkap maut”.

Sumber medis melaporkan bahwa sedikitnya 25 orang syahid dalam insiden di Jalan Salah al-Din di selatan Wadi Gaza di Gaza tengah, menurut kantor berita the Associated Press. Lebih dari 140 orang lainnya terluka, 62 di antaranya kritis.

Rekaman yang diposting di situs media sosial Instagram, dan diverifikasi Aljazirah, menunjukkan jenazah dibawa ke Rumah Sakit al-Awda di dekat kamp pengungsi Nuseirat.

Pemandangan serupa juga dilaporkan terjadi di Kompleks Medis Nasser di selatan Khan Younis, menyusul laporan yang belum diverifikasi bahwa tentara Israel menargetkan orang-orang yang menunggu bantuan di Jalan al-Tina.

Orang-orang yang mendekati titik bantuan di Kota Gaza juga terbunuh. “Korban dibawa ke berbagai fasilitas kesehatan, termasuk Rumah Sakit al-Shifa [di Kota Gaza],” kata koresponden Aljazirah. “Ruang gawat darurat di sana berubah menjadi pertumpahan darah, dan banyak yang meninggal saat menunggu perawatan medis.”

Saksi mata mengatakan kepada AP bahwa pasukan Israel melepaskan tembakan ketika orang-orang mendekati truk bantuan. “Ini adalah pembantaian,” kata Ahmed Halawa, melaporkan bahwa tank dan drone telah menembak “bahkan saat kami melarikan diri”.

Militer Israel mengatakan pihaknya sedang meninjau laporan korban jiwa akibat tembakan pasukannya setelah sekelompok orang mendekati tentara di daerah dekat Koridor Netzarim yang dimiliterisasi.

Sumber rumah sakit Gaza melaporkan bahwa 21 warga Palestina syahid dalam serangan udara Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza sejak fajar pada Rabu, termasuk enam pekerja bantuan. Di lingkungan Shuja’iyya sebelah timur Kota Gaza, TV Al-Aqsa melaporkan bahwa pesawat Israel menyerang tenda pengungsi di stasiun Shawa, mengakibatkan sejumlah kematian dan cedera.

Sebuah sumber di Rumah Sakit Baptist mengkonfirmasi kematian tiga warga Palestina dan cederanya yang lain dalam serangan udara Israel di Jalan Mansoura di lingkungan Shuja’iyya.

Serangan udara Israel menargetkan sebuah rumah di daerah Mufti di utara kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza tengah, menyebabkan sejumlah orang terluka, menurut sumber ambulans dan layanan darurat yang berbicara kepada Aljazirah.

Juga di Jalur Gaza tengah, lima warga Palestina, termasuk anak-anak, syahid dan lainnya terluka ketika pesawat Israel mengebom sebuah rumah di dekat Masjid Al-Salam di Deir al-Balah.

Media Palestina melaporkan lima warga syahid dan lainnya terluka ketika pasukan pendudukan menembaki orang-orang yang menunggu bantuan di Jalan Salah al-Din, selatan kawasan Wadi Gaza di Jalur Gaza tengah.

Media lokal melaporkan bahwa tentara pendudukan Israel mengeksekusi puluhan pemuda yang menunggu bantuan di penyeberangan Netzarim di Gaza tengah, membuang tubuh mereka ke dalam sumur dan mencegah jenazah mereka diambil. [ ]

Sumber: ihram

5

Red: admin

Editor: iman

907

Dari Bangku Kuliah ke Podium Juara: Mahasiswi Unisa Bandung Ukir Prestasi Gemilang di Karate Jabar 2025

0
foto: dok.unisa bandung

PERCIKANIMAN.iD – – Dedikasi dan ketekunan seorang mahasiswi Universitas ‘Aisyiyah Bandung membuahkan hasil membanggakan. Yasmin Nurfaza, yang menempuh pendidikan di Program Studi S1 Keperawatan, berhasil meraih medali emas dalam kompetisi Lomba Karate BKC Jabar Series I 2025. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa dapat menorehkan prestasi gemilang sambil tetap menjalankan kewajiban akademiknya.

Kemenangan Yasmin dalam ajang bergengsi tingkat Jawa Barat ini tidak datang dengan mudah. Ia harus melalui latihan intensif dan pengorbanan waktu yang tidak sedikit, sembari tetap mempertahankan kualitas studinya di bidang keperawatan.

“Senang dan bangga banget waktu dapat medali emas. Ini hasil kerja keras aku, juga doa dan dukungan dari orang-orang terdekat. Alhamdulillah bisa juara 1,” ujar Yasmin dengan penuh kegembiraan pada Selasa (24/6/2025).

Tantangan Mengatur Waktu Antara Akademik dan Olahraga

Sebagai mahasiswi aktif yang juga atlet karate berprestasi, Yasmin menghadapi tantangan besar dalam mengelola waktu. Ia harus pandai-pandai membagi fokus antara tuntutan perkuliahan yang padat dengan rutinitas latihan karate yang intensif.

Yasmin mengakui bahwa tidak jarang ia merasakan kelelahan fisik dan mental akibat padatnya aktivitas. Namun, dengan menerapkan manajemen waktu yang terstruktur dan disiplin tinggi, ia mampu menjaga keseimbangan antara kedua komitmennya tersebut.

“Kalau lagi banyak tugas kuliah, aku biasanya fokus kuliah dulu. Latihan dilakukan setelahnya,” tambahnya, menjelaskan strategi prioritas yang diterapkannya.

Pendekatan ini menunjukkan kedewasaan Yasmin dalam mengambil keputusan dan menetapkan prioritas, sebuah keterampilan yang sangat berharga tidak hanya dalam dunia olahraga tetapi juga dalam kehidupan profesional nantinya.

Perjalanan Karate Dimulai Sejak Remaja

Keterlibatan Yasmin dalam dunia karate bukanlah hal yang instan. Perjalanannya dimulai sejak masa sekolah menengah kejuruan (SMK), meskipun ketertarikan awalnya terhadap seni bela diri sudah muncul sejak duduk di bangku SMP.

Bagi Yasmin, karate bukan sekadar olahraga fisik semata. Ia menemukan bahwa seni bela diri tradisional Jepang ini memberikan manfaat yang jauh lebih luas, mencakup pengembangan karakter dan mental yang kuat.

“Di karate, aku belajar percaya diri, kepemimpinan, dan bisa lebih mawas diri terhadap lingkungan. Rasanya punya pertahanan diri itu penting, apalagi buat perempuan,” tuturnya dengan penuh kesadaran.

Filosofi karate yang menekankan pada pengembangan diri secara holistik ternyata sangat sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam program studi keperawatan yang digelutinya. Kedua bidang ini sama-sama menekankan pentingnya kepedulian, ketangguhan mental, dan kemampuan untuk melayani orang lain.

Dukungan Sistem yang Kuat

Keberhasilan Yasmin tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang membentuk sistem pendukung yang solid. Keluarga, pelatih, dan teman-teman di kampus menjadi pilar kekuatan yang memberikan motivasi dan semangat tanpa henti.

Dukungan keluarga menjadi fondasi utama yang memberikan Yasmin ketenangan untuk mengejar passion-nya. Sementara itu, bimbingan pelatih yang berpengalaman membantu mengasah teknik dan strategi bertanding. Tidak kalah penting, solidaritas teman-teman kampus yang selalu memberikan dukungan moral dalam setiap kompetisi yang diikuti.

Yasmin menyadari betul bahwa prestasi individual yang diraihnya adalah hasil kolaborasi dan dukungan kolektif dari lingkungan terdekatnya. Pengakuan ini menunjukkan karakter rendah hati dan rasa syukur yang tinggi.

Visi ke Depan dan Komitmen Berkelanjutan

Meraih medali emas dalam BKC Jabar Series I 2025 bukanlah titik akhir perjalanan Yasmin. Ia memandang pencapaian ini sebagai batu loncatan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.

Yasmin bertekad untuk terus mengasah kemampuannya dan mengikuti kompetisi-kompetisi berikutnya. Ambisinya tidak terbatas pada level regional, tetapi berharap dapat bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

Rencana jangka panjangnya mencakup peningkatan intensitas latihan, mempelajari teknik-teknik baru, dan memperkuat kondisi fisik serta mental. Ia juga berencana untuk terus belajar dari atlet-atlet senior dan pelatih berpengalaman guna memperluas wawasan dalam dunia karate.

Inspirasi untuk Mahasiswa Lainnya

Sebagai mahasiswi yang berhasil membuktikan bahwa prestasi akademik dan non-akademik dapat berjalan beriringan, Yasmin ingin berbagi pengalaman dan motivasi kepada rekan-rekan mahasiswa lainnya.

Melalui kisah perjalanannya, Yasmin ingin menunjukkan bahwa batasan-batasan yang sering kali kita bayangkan sebenarnya dapat diatasi dengan tekad yang kuat dan strategi yang tepat. Ia yakin bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi untuk berprestasi di bidang yang diminatinya, asalkan mau berusaha dan tidak mudah menyerah.

“Tetap semangat, atur waktu dengan baik, dan jangan gampang menyerah. Kerja keras itu pasti ada hasilnya,” pesan Yasmin kepada teman-teman mahasiswa Unisa Bandung dan mahasiswa lainnya.

Kontribusi bagi Almamater

Prestasi Yasmin tidak hanya mengharumkan namanya sendiri, tetapi juga mengangkat reputasi Universitas ‘Aisyiyah Bandung di kancah olahraga regional. Pencapaian ini membuktikan bahwa mahasiswa Unisa tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu bersaing di arena olahraga.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler dan mengembangkan bakat serta minat di luar bidang studi utama. Universitas pun dapat memanfaatkan momentum ini untuk lebih mendorong pengembangan talenta mahasiswa di berbagai bidang.

Yasmin Nurfaza telah membuktikan bahwa dengan manajemen waktu yang baik, dukungan sistem yang kuat, dan tekad yang bulat, seorang mahasiswa dapat meraih prestasi gemilang tanpa mengorbankan kualitas akademiknya. Kisahnya menjadi inspirasi bahwa mimpi besar dapat diwujudkan melalui kerja keras dan konsistensi. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

983

Dewan Da’wah Jabar dan Baitul Maqdis Institute Gelar Baitul Maqdis Camp 2025

0
Baitul Maqdis
foto: dok.ddii jabar

PERCIKANIMAN.iD – – Dewan Da’wah Prov.Jabar, Laznas Dewan Da’wah Jabar dan  Baitul Maqdis Institute menggelar kegiatan Baitul Maqdis Camp 2025 di Lembah Ciater Subang, Selasa – Rabu ( 24-25 Juni 2025).

Kegiatan yang mengusung tema “Menelusuri Jejak Baitul Maqdis dari Zaman ke Zaman” ini diikuti seratusan peserta dari pengurus Dewan Da’wah Kota/Kabupaten di Jawa Barat, perwakilan sejumlah DKM Masjid, perwakilan harokah dan komunitas dakwah serta pesantren.

Dalam sambutannya Ketua Umum Dewan Da’wah Provinsi Jawa Barat, KH.Muhammad Roinul Balad menyampaikan bahwa salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memahami sejarah dan membangun kesadaran kembali akan kepedulian terhadap Baitul Maqdis khususnya dan Palestina pada umumnya.

“Selama dua hari ini insya Allah kita mendalami pengetahuan akan sejarah Baitul Maqdis dan perjuangan kaum muslimin di Palestina serta upaya kita membebaskannya dari penjajah Israel,” terangnya.

Untuk itu,sambung KH Roin, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada antusias para peserta dan narasumber yang telah berbagi informasi dan pengetahuan terkait dengan Baitul Maqdis dan Palestina.

“Tak lupa kami juga mengucapkan terima kasih, jazakumullahu khairan katsiran kepada semua pihak yang turut serta mensuksesnya kegiatan. Acara ini terselenggara juga atas dukungan dana dan moril dari para muhsinin. Maka kami ucapkan terima kasih kepada para donatur, semoga menjadi amal sholeh dan amal jariah,” imbuhnya.

Selama dua hari para peserta akan mendapat materi dan informasi terkait Baitul Maqdis dan Palestina antara lain:

  1. KH.Fahmi Salim,Lc. MA (Presiden Direktur Baitul Maqdis Institute)

(tema:Keutamaan Baitul Maqdis dan Masjid Al-Aqsha dalam Al-Qur’an dan Tafsir Ulama)

  1. Adian Husaini,M.Si, Ph.D ( Ketua Umum Dewan Da’wah Pusat)

(tema:Kiat Melawan Yahudi: Jangan Jadi Yahudi)

  1. Pizaro Ghozali Idrus (Direktur Eksekutif Baitul Maqdis Institute/Pengamat Politik) (tema:Baitul Maqdis & Masjid Al-Aqsha Pasca Perang 1967 dan Intifada 1, Intifada 2, dan Badai Aqsha 2023)
  2. Achmal Junmiadi,SE,MBA

(tema:Baitul Maqdis Dan Masjid Al-Aqsha di Era Kekaisaran Ottoman dan Perang Dunia 1 dan 2)

  1. Syaikh Ahmed Taufiq Al-Hajj ( ulama Palestina)

(tema:Palestina Terkini)

  1. Roni Abdul Fattah,Lc, MA ( sejarawan / Mudir Ponpes Darul Iman )

(tema:Strategi Nabi Dalam Membebaskan Baitul Maqdis dan Masjid al-Aqsha (sebuah telaah ilmiah atas Kajian Shirah Nabawi)

  1. Nur Fajri Romadhon,Lc, MA ( )

(tema:Telaah Fatwa Ulama Dunia dan MUI Pasca Badai Aqsha 2023 dan Respon Aksi Umat Islam dan Sipil Dunia       Ust. Nur Fajri Romadhon, Lc. Ma.

Bagi bapak/ Ibu / Ikhwan dan akhwat para muhsisnin kami harapkan dukungan dari semuanya baik moril / do’a dan materi. Titipan / amanah donasi zakat infaq dan shodaqoh dari bapak / Ibu / Ikhwan dan Akhwat untuk Palestina bisa di salurkan melaui:

 

Rekening Infaq:

Bank Syariah Indonesia (BSI)

7244487348

(Dewan Da’wah Jawa Barat)

Bank Muamalat Indonesia

105.00123.82

a.n Dewan Da’wah Jawa Barat

Informasi & Konfirmasi

Wa.me/6282126926551 (Fadhli) / Wa.me/6281931332455

[ ]

Perpustakaan UNISA Bandung Kolaborasi dengan BPS Kota Bandung Perkuat Literasi Statistik

0
Perpustakaan Universitas ‘Aisyiyah Bandung bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung menyelenggarakan program literasi bertajuk Broadcast SPSS ( foto: dok.unisa bandung)

PERCIKANIMAN.iD – –  Perpustakaan Universitas ‘Aisyiyah Bandung bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung menyelenggarakan program literasi bertajuk Broadcast SPSS. Program ini akan berlangsung dari Juni hingga September 2025 secara daring melalui Zoom dan Live YouTube. Kegiatan perdana ini mengangkat tema “Statistik dalam Kehidupan Sehari-hari” yang digelar pada Jumat (20/6/2025)

Ketua pelaksana kegiatan yang juga Kepala Divisi IT dan Kerja Sama Perpustakaan UNISA Bandung, Nurul Aziza, S.S.I  mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari kerja sama yang telah terjalin sejak tahun 2024 dengan BPS Kota Bandung.

“Broadcast SPSS ini adalah bentuk penguatan kolaborasi yang lebih berkelanjutan dan berdampak luas. Tahun lalu program masih terbatas, tahun ini kami ingin menjangkau lebih banyak pemustaka,” ujarnya, Senin (23/06/2025)

Aziza menjelaskan bahwa perencanaan program dimulai sejak bulan Mei 2025 melalui survei kebutuhan literasi kepada para pemustaka. Hasil survei tersebut kemudian diturunkan dalam bentuk Term of Reference (ToR), yang menjadi dasar penyusunan format, tema, dan jadwal kegiatan.

“Melalui survei itu, kami memetakan apa yang benar-benar dibutuhkan pemustaka. Kami tidak ingin program ini hanya bersifat seremonial, tapi benar-benar menjawab kebutuhan mereka,” tambahnya.

Acara perdana menghadirkan Samiran, S.S.I., M.T., Kepala BPS Kota Bandung, sebagai narasumber, dan dipandu oleh Sajodin, S.Kep., M.Kes., AIFO, Dosen UNISA Bandung sekaligus Duta Literasi, sebagai moderator. Sebanyak 100 peserta terdaftar dalam sesi perdana, terdiri atas mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga masyarakat umum dari luar kampus.

Masih menurut Aziza, Broadcast SPSS ini dirancang dengan pendekatan yang fleksibel dan interaktif agar peserta dapat memahami materi dengan lebih mudah sekaligus merasa terlibat secara aktif.

“SPSS dan statistik sering dianggap rumit dan membosankan. Maka, kami kemas program ini agar lebih ringan, aplikatif, dan menyenangkan. Harapannya, literasi statistik bisa tumbuh di kalangan pemustaka dari berbagai latar belakang,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala UPT Perpustakaan UNISA Bandung, Rizal Zaenal, S.S.I., menyampaikan harapannya agar kegiatan ini benar-benar memberikan dampak langsung bagi mahasiswa, khususnya dalam mendukung proses akademik.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap mahasiswa tingkat akhir dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penyusunan karya ilmiah yang sistematis serta pemanfaatan data statistik secara tepat dan bertanggung jawab. Semoga kegiatan ini mendukung kelancaran penyusunan skripsi maupun tugas akhir serta meningkatkan kualitas penelitian para mahasiswa,” ujarnya.[ ]

5

Red: admin

Editor: iman

902