Beranda blog Halaman 28

Sukses Gelar Wisuda ke-5: Lulusan Unisa Bandung Diharapkan Menjadi Penggerak Perubahan

0
Acara Wisuda Unisa Bandung 2024 ( foto: dok.unisa)

PERCIKANIMAN.iD – –  Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Bandung sukses menggelar acara wisuda ke-5 yang diikuti oleh 99 wisudawan yang terdiri dari program profesi Ners dan profesi Bidan diwisuda, bertempat di Hotel Hariss Festival Citilynk, Bandung. Kamis (16/5/2024)

 

Acara wisuda ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting di lingkungan Unisa Bandung. Di antaranya adalah Ketua Majelis Dikti Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah (PPA), perwakilan dari LLDIKTI Wilayah IV, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat, Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA), serta beberapa tokoh penting lainnya.

 

Dalam laporannya, Plh Rektor Unisa Bandung, Dr. Sitti Syabariyah, S.Kp.,MS.Biomed menyampaikan capaian capaian yang telah diraih oleh Unisa Bandung selama tahun akademik 2023/2024. Diakhir, ia mengucapkan selamat dan berpesan bahwa wisuda tersebut bukan akhir dari perjuangan melainkan awal perjuangan.

 

“Mari bersama sama menciptakan masa depan yang lebih baik. Bersama sama kita bisa mengubah dunia. Jadilah penggerak perubahan dalam profesi anda,” ucap Dr.Sitti dalam keterangan tertulis.

 

Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Barat, Dra. Ia Kurniati, dalam sambutannya berharap agar para wisudawan menjadi lulusan yang dapat mencerahkan serta menjadi insan yang cerdas, profesional dan memiliki peran sosial yang luas.

 

Diakhir, selain mengucapkan selamat kepada para wisudawan Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para sivitas yang telah memanjangkan dakwah ‘Aisyiyah.

Acara Wisuda Unisa Bandung 2024 ( foto: dok.unisa)

Sementara itu, Sekretaris PWM Jawa Barat, Dr. Iu Rusliana, M.Si menitipkan pesan kepada para lulusan agar dapat menjaga alamamter serta pribadi yang bermanfaat dan menindaklanjuti ikrar alumni untuk diterapkan dalam kehidupan sehari hari.

 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten  yang diwakili oleh Hedi Naufal, S.Si., M.A.P, selaku Pokja Akademik, Riset dan Kemahasiswaan dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan serta berpesan agar capaian telah yang diraih dapat memotivasi untuk terus memperbaiki diri sekaligus menjadi agen perubahan dimasa depan.

 

Ketua Majelis Dikti PP ‘Aisyiyah, Dr. Sulistyaningsih, menyampaikan beberapa pesan kepada para wisudawan agar memiliki beberapa karakter berikut diantaranya lulusan diharapkan mampu berpikir yang bersifat dinamis sesuai zaman , mampu mengembangkan ilmu pengetahuan yang dilandasi iman, memiliki pola pikir moderat yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan nilai agama, beramal soleh, memiliki sikap inklusif yaitu terbuka dalam relasi sosial yang majemuk.

 

“Dengan karakter tersebut hendaknya para lulusan (bidan dan ners) ‘Aisyiyah ini dengan berbekal ilmu pengetahuan dan teknologi akan mampu untuk menjalankan peran strategis sebagai tenaga kesehatan yang ada didalam sistem kesehatan nasional”. Ungkapnya.

Senada dengan, Sekretaris PWM Jawa Barat, Dr Sulistyaningsih juga berpesan agar para lulusan dapat terus menjaga nama baik almamater. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

904

Khutbah Jumat: Meraih Nilai Ibadah  Yang Pahalanya Setara  Dengan Pahala Ibadah Haji 

0
ilustrasi foto: kemenag.go.id

Oleh: KH.Drs.Abdurahman Rasna,MA*

Khutbah Pertama:

اَلْحَمْدُ لِلهِ وَاسِعِ الْفَضْلِ وَالْاِحْسَانِ، وَمُضَاعِفِ الْحَسَنَاتِ لِذَوِي الْاِيْمَانِ وَالْاِحْسَانِ، اَلْغَنِيِّ الَّذِيْ لَمِ تَزَلْ سَحَائِبُ جُوْدِهِ تَسِحُّ الْخَيْرَاتِ كُلَّ وَقْتٍ وَأَوَانٍ، العَلِيْمِ الَّذِيْ لَايَخْفَى عَلَيْهِ خَوَاطِرُ الْجَنَانِ، اَلْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ لَاتَغِيْضُ نَفَقَاتُهُ بِمَرِّ الدُّهُوْرِ وَالْأَزْمَانِ، اَلْكَرِيْمِ الَّذِيْ تَأَذَّنَ بِالْمَزِيْدِ لِذَوِي الشُّكْرَانِ. أَحْمَدُهُ حُمْدًا يَفُوْقُ الْعَدَّ وَالْحُسْبَانِ، وَأَشْكُرُهُ شُكْرًا نَنَالُ بِهِ مِنْهُ مَوَاهِبَ الرِّضْوَانِ

أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ دَائِمُ الْمُلْكِ وَالسُّلْطَانِ، وَمُبْرِزُ كُلِّ مَنْ سِوَاهُ مِنَ الْعَدَمِ اِلَى الْوِجْدَانِ، عَالِمُ الظَّاهِرِ وَمَا انْطَوَى عَلَيْهِ الْجَنَانِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخِيْرَتُهُ مِنْ نَوْعِ الْاِنْسَانِ، نَبِيٌّ رَفَعَ اللهُ بِهِ الْحَقَّ حَتَّى اتَّضَحَ وَاسْتَبَانَ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْاِحْسَانِ.

أَمَّا بَعْدُ، أَيُّهَا الْاِخْوَانُ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:

قُلْ بِفَضْلِ اللّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُواْ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ, وقال تعالى في إياته  الاخرى

وَللَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ الله غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Puji syukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala yang terus menerus memberikan kita semua nikmat, hidayah, dan inayah untuk terus istiqamah dalam menjalankan ibadah, kewajiban dan menunaikan tanggungjawab. Semoga semua ketaatan ini menjadi ibadah yang diterima oleh-Nya, dan menjadi bukti bahwa kita semua termasuk orang-orang yang taat.

Shalawat dan salam mari kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam, allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alih wa sahbih, yang telah sukses menjalankan visi misi dakwahnya dalam menyebarkan ajaran Islam yang penuh dengan kedamaian dan kasih sayang dalam bingkai rahmatan lil ‘alamin, beserta para sahabat, keluarga, dan semua pengikutnya yang senantiasa berusaha untuk mengikuti seluruh jejak langkahnya.

Melalui mimbar yang mulia, dan hari yang juga mulia ini,  selaku khatib mengajak kepada diri sendiri, keluarga, dan semua jamaah yang turut hadir pada pelaksanaan shalat Jumat ini, untuk terus berusaha dan berupaya dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt, karena hanya dengan modal iman dan takwa, kita semua bisa menjadi hamba yang selamat di dunia dan akhirat.

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Salah satu pilar penting yang diwajibkan kepada kita semua adalah menunaikan ibadah haji ketika sudah mampu dan memiliki bekal yang cukup, terhitung dari berangkat hingga pulangnya. Karena itu, kewajiban haji hanya satu kali selama seumur hidup bagi semua umat Islam. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

 

وَللَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ الله غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

 

Artinya, “Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.” (QS Ali ‘Imran [3]: 97).

 

Kewajiban ibadah haji sebagaimana ayat di atas memiliki pahala yang sangat besar di sisi Allah. Selain menjadi penyempurna iman bagi orang yang menunaikannya, juga akan mendapatkan jaminan surga. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam dalam salah satu haditsnya, yaitu:

 

الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

 

Artinya, “Haji yang mabrur, tidak ada balasan baginya kecuali surga.” (HR Muslim).

Itulah balasan yang akan didapatkan oleh jamaah haji yang berhasil meraih haji mabrur, yaitu haji yang bisa menjadikan dirinya sebagai peribadi yang lebih baik dari sebelumnya, serta tidak mengulangi perbuatan maksiat dan dosa. Orang yang bisa meraih haji mabrur ini akan mendapatkan jaminan surga dari Allah yang penuh dengan nikmat.

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Bagaimana dengan orang-orang yang tidak mampu untuk menunaikan ibadah haji, bisakah meraih pahala sebagaimana yang didapatkan oleh jamaah haji?

 

Perlu diketahui bahwa orang-orang yang tidak mampu untuk menunaikan ibadah haji karena tidak memiliki bekal yang cukup masih memiliki kemungkinan untuk meraih pahala yang setara dengan ibadah haji, yaitu dengan cara menunaikan ibadah shalat Jumat. Artinya, jika kita semua yang hadir pada pelaksanaan shalat Jumat ini merupakan golongan orang-orang yang tidak mampu untuk berhaji, maka shalat Jumat adalah haji bagi kita semua.

 

Sebagaimana disebutkan dalam salah satu hadits nabi Shalallahu alaihi wasallam, yaitu:

 

اَلْجُمعَةُ حَجُّ الْفُقَرَاءِ. وَفِي رِوَايَةٍ: اَلْجُمْعَةُ حَجُّ الْمَسَاكِيْنِ

 

Artinya, “Shalat Jumat adalah haji bagi orang-orang fakir. Dalam riwayat yang lain: Shalat Jumat adalah haji bagi orang miskin.” (HR Ibnu Abbas).

 

Syekh Abdurrauf al-Munawi dalam kitab Faidhul Qadir Syarh Jami’is Shaghir mengatakan bahwa hadits di atas menjadi kabar gembira bagi orang-orang yang tidak mampu untuk menunaikan ibadah haji disebabkan tidak memiliki bekal atau karena faktor lainnya, bahwa mereka akan mendapatkan pahala yang setara dengan ibadah haji dengan cara menunaikan ibadah shalat Jumat.

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Selain dengan shalat Jumat, banyak ibadah-ibadah lain yang nilai pahalanya setara dengan ibadah haji yang bisa kita lakukan semuanya, di antaranya adalah dengan cara istiqamah melakukan shalat wajib dengan cara berjamaah.

 

Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda :

 

مَنْ مَشَى إِلىَ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ فِي الْجَمَاعَةِ فَهِيَ كَحَجَّةٍ وَمَنْ مَشَى إِلَى صَلاَةِ تَطَوُّعٍ فَهِيَ كَعُمْرَةٍ تَامَةٍ

 

Artinya, “Siapa saja yang berjalan menuju shalat wajib berjamaah, maka ia seperti berhaji. Dan siapa saja yang berjalan menuju shalat sunnah, maka ia seperti melakukan umrah yang sunnah.” (HR at-Thabrani).

 

Dalam riwayat yang lain juga disebutkan bahwa pergi menuju masjid untuk belajar agama atau untuk melakukan ibadah dan kebaikan, maka hal itu akan bernilai pahala sebagaimana pahala ibadah haji. Dalam salah satu haditsnya, nabi bersabda:

 

مَنْ غَدَا إِلىَ الْمَسْجِدِ لَا يُرِيْدُ إِلاَّ أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْراً أَوْ يُعَلِّمَهُ كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍ تَاماً حَجَّتُهُ

 

Artinya, “Siapa saja yang berangkat ke masjid, yang ia inginkan hanyalah untuk belajar kebaikan atau mengajarkan kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala haji yang sempurna hajinya.” (HR at-Thabrani).

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Itulah beberapa amalan yang bisa kita lakukan untuk meraih pahala yang setara dengan pahala ibadah haji dan umrah, yaitu dengan istiqamah  Shalat Jumat, istiqamah shalat wajib dengan berjamaah, dan istiqamah pergi menuju masjid untuk melakukan kebaikan atau mengajarkannya, merupakan tiga amalan yang setara dengan ibadah haji menurut hadits nabi.

 

Oleh karena itu, jika kita termasuk golongan orang-orang yang tidak mampu untuk menunaikan ibadah haji ke Baitullah al-Haram, kita masih berkesempatan melakukan ibadah-ibadah yang istiqamah kita kerjakan salah satu dari yang tiga, atau bahkan kita istiqamahkan untuk terus melakukan ketiga-tiganya, sebagai ajang untuk meraih pahala yang setara dengan pahala ibadah haji.

 

Demikian khutbah Jumat perihal shalat Jumat sebagai momentum untuk meraih pahala yang setara dengan pahala ibadah haji. Semoga bisa membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua, dan digolongkan sebagai hamba yang istiqamah dalam menjalankan semua perintah dan menjauhi larangan-Nya. Amin ya rabbal alamin.

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ وَجَمِيْعِ الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

Khutbah Kedua:

 

اَلْحَمْدُ لِلهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمِ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ.

إِِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً   اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اللهم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. انك سميع قريب مجيب الدعوات ويا قاضي الحاجات ويا رافع الدرجات ويا شفي الأمراض. اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

اللهماجعل عبادتنا عبادة مقبولا واجعلهم حجا مبرورا وسعيا مشكورا وذنبا مغفورا وتجارة لن تبورا يا عالم ما في الصدور أخرجنا وإخراجهم من الظلمات إلى النور.

ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما.

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.

عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

 

*penulis adalah anggota Komisi Dakwah MUI Pusat dan anggota Bidang Dakwah PB MA

5

Red: admin

Editor: iman

907

Arab Saudi Mendesak Vaksinasi Pra-Haji melalui Sehhaty

0
Seorang calon jamaah umroh melakukan vaksin ( ilustrasi foto: kemenag)

PERCIKANIMAN.iD – –  Kementerian Kesehatan mendesak tiap-tiap calon jamaah Haji di Arab Saudi yang hendak melakukan ibadah haji tahun ini agar melakukan suntikan vaksinasi sebelumnya. Kementerian Kesehatan menyarankan calon jamaah agar mendaftar vaksinasi melalui aplikasi Sehhaty.

 

Vaksinasi yang diperlukan termasuk dosis vaksin Covid-19 dan salah satu vaksin influenza yang diambil tahun ini, bersama dengan dosis vaksin meningitis yang diambil dalam lima tahun terakhir. Vaksin ini sangat penting untuk kesejahteraan para peziarah selama melakukan ritual haji.

 

Kementerian mengatakan bahwa vaksinasi untuk peziarah domestik tersedia di pusat perawatan kesehatan primer. Mereka yang berniat untuk melakukan haji tahun ini harus menjadwalkan janji temu melalui aplikasi Sehhaty

 

“Jamaah diharuskan sudah melakukan vaksinasi sebelum ibadah haji, karena berkumpulnya banyak orang dari seluruh dunia yang melakukan ritual ibadah di satu tempat. Ini memungkinkan penyebaran penyakit dan infeksi lebih cepat dengan berbagai penyakit menular yang lazim di negara-negara tertentu,” kata kementerian dilansir dari Arab News, Kamis (16/5/2024).

 

Mengikuti pedoman kesehatan sebelum tiba di tempat suci akan melindungi para jamaah dan pekerja layanan, membantu melindungi dari penyakit yang dapat mengganggu ritual haji. Hal ini juga menjamin keselamatan individu yang datang dari luar negeri ke Kerajaan.

 

Jamaah haji dari luar Kerajaan harus mendapatkan vaksinasi khusus sebelum haji, termasuk untuk penyakit meningokokus, demam kuning dan polio

 

Kementerian menekankan perlunya hanya menggunakan vaksin yang disetujui di Kerajaan, termasuk vaksin yang melawan Covid-19 dan influenza musiman, serta memperbarui vaksinasi terhadap difteri, tetanus, pertusis, polio, campak, gondok, rubella, dan cacar air.[ ]

5

Red: admin

Editor: iman

896

Ingat ! Jangan Coba-Coba Bentangkan Spanduk di Masjid Nabawi, Ini Sanksinya

0
Masjid Nabawi ( foto: freepik)

PERCIKANIMAN.iD – – Kadang ada saja tingkah yang ditunjukan sebagian jamaah haji asal Indonesia, misalnya suka membentangkan spanduk saat haji atau umroh khususnya saat di Masjid Nabawi.

 

Untuk itu hal ini hendaknya tidak dilakukan, sebab tindak tersebut masuk kategori pelanggaran yang bisa dapat sanksi hukum. Berbagai pelanggaran kerap dilakukan jamaah umroh atau jamaah haji selama di Kota Mekkah atau Madinah. Salah satu larangan yang tak boleh dilanggar adalah membentangkan spanduk suatu organisasi atau atribut partai di kawasan Masjid Nabawi.

 

Menurut Kepala Seksi Perlindungan Jamaah (Kasi Linjam) Daerah Kerja Madinah, Ahmad Hanafi, kegiatan membentangkan spanduk tersebut bisa memicu penindakan dari otoritas keamanan Arab Saudi.

 

“Kembali saya ingatkan jamaah untuk tidak melakukan hal ini,” ujarnya saat apel pagi bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di kantor Daker Madinah, dilansir dari ihram, Rabu (15/5/2024).

 

Untuk itu Hanafi mengingatkan sekaligus meminta agar jamaah tidak membentangkan spanduk organisasi apalagi partai.

 

Hanafi menjelaskan, Seksi Linjam terus memantau pergerakan jamaah atau petugas haji di Madinah. Tujuannya untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran selama di Tanah Suci.

 

Kepada petugas haji, Hanafi berpesan jika nanti ada permasalahan hukum antarjamaah, sebaiknya diselesaikan oleh PPIH dan tidak dilaporkan kepada kepolisian Arab Saudi.

 

“Cukup kita bertanggung jawab untuk menyelesaikannya. Jika kita melaporkan kepada kepolisian Arab Saudi, masalahnya akan panjang. Selaku PPIH, kita duduk bersama-sama. Masalah tersebut selesai cukup di PPIH,” kata dia. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

904

Punya Pasangan Toxic? Ini Yang Harus Dilakukan Suami/Istri

0
ilustrasi foto: freepik

PERCIKANIMAN.iD – – Dalam jurnal Psikologi Klinis di ungkapkan bahwa dampak memiliki teman yang beracun (toxic) akan sangat menguras energi dari sisi emosional. Dalam beberapa kasus juga bisa berdampak buruknya akan memberikan perasaan depresi atau kecemasan.

 

Selain itu dalam sebuah studi menemukan bahwa dampak lain memiliki teman toxic dapat diliputi rasa pesimis terus-terusan. Kondisi ini akan membuat seseorang menjadi tidak produktif dan kehilangan semangat serta gairah untuk melakukan sesuatu yang positif. Padahal, produktivitas penting agar keseimbangan emosi juga senantiasa terjaga.

 

Demikian juga pada pertemanan yang toxic, sebuah kabar baik dan positif bisa diputarbalikkan menjadi sesuatu yang buruk dan negatif sehingga perasaan tidak pantas dirasakan.

 

Seseorang akan kehilangan rasa optimis jika memiliki teman yang selalu saja memberikan pandangan buruk pada rencana hidup. Itulah beberapa dampak buruk memiliki teman yang toxic.

 

Lalu, bagaimana halnya jika memiliki pasangan (suami /istri ) yang sifatnya dan perilakunya toxic? Bagaimana cara mengatasi atau menghadapinya? Apakah jika terpaksa meninggalkan pasangan karena toxic itu berdosa?

 

Untuk mendapatkan penjelasannya bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa simak jawaban dari guru kita ustadz Aam Amiruddin dalam video berikut ini. Silakan simak:

Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

Video: tim official

987

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Satu Jamaah Haji Asal Garut Wafat di Madinah, Dikebumikan di Pemakaman Baqi

0
Makam Baqi di Mina ( ilustrasi foto: arabnews)

PERCIKANIMAN.iD – – Satu jamaah haji Indonesia meninggal dunia di Kota Madinah Al-Munawwarah, Upan Supan Anas (71 tahun). Jamaah asal Garut, Jawa Barat, ini meninggal dunia pada Senin (13/5/2024) pukul 17.27 Waktu Arab Saudi (WAS).

 

Almarhum tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 2 Embarkasi Jakarta – Bekasi (JKS-02). “Almarhum Upan Supan Anas meninggal pada hari Senin. Almarhum akan dibadalhajikan,” kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Ali Machzumi, di Madinah, Arab Saudi, dilansir dari ihram, Selasa (14/5/2024).

 

Ali menjelaskan, sebelum dinyatakan wafat, almarhum pingsan saat berada di Pintu 4 Masjid Nabawi saat hendak melaksanakan Shalat Ashar. Almarhum sempat ditangani tim medis dan dievakuasi ke klinik yang ada di dekat Masjid Nabawi hingga dinyatakan wafat.

 

Menurut keterangan dokter, kata Ali, almarhum mengalami cardiovascular disease atau gangguan jantung. “Mari kita doakan semoga almarhum wafat dalam keadaan husnul khatimah dan ibadahnya diterima Allah Swt. Almarhum akan dimakamkan di Pemakaman Baqi yang berada di sisi kiri Masjid Nabawi,” ucap Ali.

Kasi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Firdaus menambahkan, pihaknya hanya akan merilis data jamaah yang wafat setelah keluar sertifikat kematian atau certificate of death (CoD) dari pihak berwenang di Arab Saudi. “Ini sudah kita informasikan. Artinya CoD nya sudah terbit,” kata dia.

 

Kepala Sektor 2 Madinah Affan Rangkuti menambahkan, pihaknya telah memproses izin pengurusan jenazah. Jenazah almarhum rencananya akan dimandikan di RS Miqot, lalu dijemput untuk dimakamkan di Pemakaman Baqi yang terletak di sisi tenggara Masjid Nabawi pada pukul 13.00 WAS.[ ]

5

Red: admin

Editor: iman

906

Subhanallah ! Masjid di Sumbar Tetap Kokoh Berdiri Walau Dihantam Banjir Bandang

0
foto: istimewa

PERCIKANIMAN.iD – – Bencana banjir apalagi banjir bandang selalu menyisakan duka dan korban, baik bangungan maupun manusianya. Namun banjir yang terjadi Sumatera Barat (Sumbar) akhir pekan lalu (Sabtu, 11/5/2024) ada fenomena yang unik sebagai salah satu bukti kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dimana saat terlihat bangunan porak poranda oleh sapuan banjir besar tersebut, ada bangunan yakni masjid yang tetap kokoh berdiri seoalah tak tersentuh banjir.

 

Bukan itu saja, disekitaran masjid tersebut juga tampak batu-batu besar yang berserakkan di depan masjid dan seperti “tidak ingin” merusak bangunan masjid. Hal ini juga terlihat dalam sebuah video menampilkan bangunan masjid tetap kokoh berdiri pasca dihantam banjir bandang lahar dingin di Agam, Sumatera Barat. Video ini pun viral di media sosial dan menjadi sorotan netizen.

 

“Kuasa ALLAH Masjid selamat dari galodo (banjir) sabtu malam 11 mei 2024.. #PrayForSumbar,” tulis narasi dalam video unggahan akun media sosial X, harimauminang, Minggu 12 Mei 2024 kemarin.

 

Video berdurasi 24 detik tersebut memperlihatkan bangunan masjid tetap kokoh berdiri. Padahal di sekitarnya tampak hancur imbas banjir bandang lahar dingin yang melewati daerah tersebut.

 

Seorang netizen mengungkapkan, masjid tersebut merupakan Surau Kasiak An Nur yang berada di Simpang Bukik, Bukik Batabuah, Kabupaten Agam Sumatera Barat.

 

Selengkapnya terkait fenomena batu-batu besar yang “tidak ingin” merusak masjid bisa disimak dalam tayangan video berikut ini:

 

 

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan Nagari (desa) Bukik Batabuah, Kabupaten Agam merupakan wilayah yang terdampak paling parah dibandingkan daerah lainnya akibat banjir lahar dingin.

 

Selain Nagari Bukik Batabuah, empat nagari di Kabupaten Tanah Datar juga terdampak cukup parah. Namun, BPBD belum bisa melaporkan secara detail bentuk kerusakan hingga jumlah pasti korban meninggal dunia maupun hilang.

 

Video masjid yang tetap berdiri kokoh di tengah bencana ini pun menarik perhatian netizen. Beberapa netizen menyebutkan, fenomena ini bisa menjadi pertanda atas berbagai hal.

 

“Lekaslah bertaubat saudaraku semua. gunakan akal sehat, logika, serta hatimu untuk berbuat baik terhadap sesama. mugkin ini adalah peringatan tuhan agar kita lebih memakmurkan mesjid,” tulis seorang netizen.

 

“Peringatan. Karna sudah banyak yang melalaikan sholat,” timpal yang lainnya. “Ini mengingatkan yang di aceh 2004 bangunan yg masih kokoh setelah bemcana hanya masjid,” tambah netizen lain.

 

“Mungkin ini sebagai pengingat bagi kita semua agar lebih mendekatkan diri pada Allah karna kita sering lalai dalam ibadah,” pungkas yang lainnya.

 

Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) melaporkan, total korban meninggal dunia akibat banjir lahar di Sumatera Barat sebanyak 50 orang.

 

Kepala BNBP Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyampaikan, jumlah tersebut bertambah 6 jiwa dari data pada Senin (13/5/2024), setelah tim pencarian kembali menemukan sejumlah jenazah korban.

 

“Korban jiwa yang meninggal dunia akibat bencana tersebut tercatat menjadi 50 orang,” ujar Suharyanto dalam keterangan resminya, Selasa (14/5/2024).

 

Selain itu, kata Suhartoyo, BNBP mendapatkan data terbaru soal jumlah korban hilang dan pengungsi akibat bencana di 5 Kabupaten/Kota Sumbar.

 

“Kemudian untuk orang hilang 27 orang, 37 orang luka-luka, serta 3.396 jiwa mengungsi. Datanya akan berkembang terus,” ucap Suharyanto.

 

Banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah Sumatera Barat pada Sabtu (11/5/2024) dan Minggu (12/5/2024).

 

Bencana ini dipicu oleh hujan lebat dan meluapnya aliran sungai yang sebagian besar berhulu di Gunung Marapi.

 

Banjir yang terjadi diperparah dengan terbawanya material vulkanik dari Gunung Marapi melalui sungai karena hujan lebat di sekitar puncak.

 

“Hujan yang tinggi di sekitar puncak membawa turun material vulkanis dan menjadi lahar dingin,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

 

Berdasarkan data terbaru BNPB, terdapat 20 orang meninggal dunia di Kabupaten Agam, dan 19 korban jiwa di Kabupaten Tanah Datar.

 

Selain itu, terdapat 8 korban meninggal di Kabupaten Padang Pariaman, 2 korban meninggal di Kota Padang Panjang dan satu korban meninggal di Kota Padang. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

904

Sering Menangis Karena Istri Meninggal Bisa Menjadi Beban Bagi Istri Di Akhirat? Begini Penjelasannya

0
Dosa harus disesali ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.iD – -Kehilangan pasangan hidup -baik khususnya suami yang ditinggal istri- pasti menjadi kenyataan yang sangat berat bagi semua orang. Baik kematian tersebut terjadi karena peristiwa tiba-tiba, maupun karena sakit yang telah dialami dalam waktu panjang.

 

Kesedihan itu bisa berlangsung dalam beberapa hari bahkan bulan hingga tahun. Sebagian suami bahkan rela tidak menikah lagi ketika ditinggal istrinya untuk selamanya, misalnya kisah Presiden RI ke-2 HM.Soehato yang ditinggal Ibu Tien Soeharto atau kisah Presiden ke-3 yakni BJ.Habibie dan Ainun. Ketika Ainun lebih dulu dipanggil Allah maka Habibie tidak menikah lagi hingga akhir hayatnya.

 

Barangkali ini lah salah satu yang disebut dengan semboyan sehidup semati. Ada  satu di antara hadits yakni Hadits Riyawat. Tirmidzi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

 

عن  أم سلمة -رضي الله عنها قالت: قال رسول الله ﷺ:أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتِ الْجَنَّةَ

 

Artinya: “Wanita mana saja yang meninggal dunia lantas suaminya ridha padanya, maka ia akan masuk surga.” (HR. Tirmidzi no. 1161 dan Ibnu Majah no. 1854).

 

Namun hal yang wajar jika kesedihan suami itu berlangsung dalam beberapa waktu lamanya. Demikian juga dengan kesedihan anak-anak yang tentu sangat merasa kehilangan.

 

Lalu, ketika seorang suami sering menangis karena istri meninggal bisa menjadi beban bagi istri di akhirat? Apakah suami yang sedih sambil menangis sebagai tanda suami tidak ridho istri meninggal? Apakah jika suami menikah lagi sebagai tanda suami tidak setia?

 

Untuk mendapatkan penjelasannya bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa simak jawaban dari guru kita ustadz Aam Amiruddin dalam video berikut ini. Silakan simak:

 

 

Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

Video: tim official

987

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

Pemerintah Arab Saudi Imbau Masyarakat tak Tertipu Iklan Haji di Medsos

0
ilustrasi foto: freepik

PERCIKANIMAN.iD – – Direktorat Keamanan Umum Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi mengimbau publik untuk tidak tertipu atau merespons iklan di media sosial tentang pelaksanaan ibadah haji dari orang atau lembaga palsu untuk tujuan penipuan.

 

Berdasarkan laporan Kantor Berita Arab Saudi SPA, Senin (13/5/2024) disebutkan bahwa pemerintah Saudi akan menerapkan sanksi terhadap pelaku yang membuat iklan palsu tentang ibadah haji untuk orang lain, penyediaan hewan kurban bagi para jemaah, penjualan gelang khusus haji, penyediaan sarana transportasi, dan iklan lain yang menyesatkan.

 

Direktorat tersebut menjelaskan bahwa Proyek Kerajaan Arab Saudi untuk Pemanfaatan Hewan Kurban dan Kurban adalah lembaga resmi yang bertanggung jawab atas penjualan dan pemasaran surat-surat kurban, hewan kurban, denda, dan sedekah atas nama para jamaah Baitullah Al-Haram. Surat-surat tersebut dapat dibeli atau dipantau pelaksanaannya melalui situs resmi proyek adahi.org, atau platform elektronik resmi seperti platform Ihsan.

 

Selain itu, surat-surat tersebut juga dapat dibeli di tempat-tempat penjualan yang resmi, dan nomor khusus 920020193 telah dialokasikan untuk menerima pertanyaan dan memantau permintaan. Direktorat tersebut memohon kepada masyarakat untuk tetap mematuhi peraturan dan petunjuk haji.

 

Selain itu masyarakat juga diminta untuk melaporkan dugaan pelanggaran tersebut dengan menghubungi nomor darurat (911) di daerah Mekah, Riyadh, dan daerah Timur, dan (999) di wilayah lainnya di Kerajaan Arab Saudi. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

905

393 Jamaah Haji Indonesia Kloter 1 Tiba di Madinah

0
Petugas menyambut Kelompok penerbangan (kloter) pertama Jamaah Haji Indonesia 2024 yang baru tiba di Kota Madinah, Ahad (12/5/2024). Ada tiga kloter yang tiba di Hotel ABRAJ TABAH di Kota Madinah. Kloter pertama dari JKG 01 membawa 393 jamaah. Di kloter ini, jamaah paling muda berusia 19 tahun dan jamaah paling tua berusia 93 tahun bernama bapak Ardi Kinan Kini. Total lansia berusia di atas 65 tahun di kloter pertama ini berjumlah 79 orang. Hotel ABRAJ TABAH yang berada di wilayah Syimaliya pada hari ini menerima tiga kloter. Kloter pertama berjumlah 393 jamaah, kloter kedua berjumlah 440 jamaah, dan kloter ketiga berjumlah 440 jamaah. Foto: Karta/Republika

PERCIKANIMAN.iD – – Kelompok terbang (kloter) pertama jamaah haji Indonesia mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, (12/5/2024), pukul 07.57 Waktu Arab Saudi (WAS). Sebanyak 393 jamaah dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG-01) mendarat tiba Madinah dengan Garuda Indonesia, nomor penerbangan GA 7301.

 

Tiba di Bandara AMAA Madinah, jamaah disambut dengan fasilitas fast track sehingga tidak perlu lagi melewati proses pemeriksaaan imigrasi maupun bea cukai. Kedatangan perdana jemaah haji Indonesia ini disambut Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad. Hadir juga, Konjen RI Jeddah Yusron Bahauddin Ambary, Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam, dan Kepala Daker Bandara Abdillah.

 

“Banyak di antara jamaah dengan usia di atas 70 tahun, saya kira dengan cara fast track seperti ini sangat terbantu karena mereka tidak perlu lama-lama antre di airport,” ujar Dubes RI di Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad usai menyambut kedatangan jamaah asal Jakarta di Bandara AMMA Madinah, dilansir dari ihram, Ahad (12/5/2024).

 

Layanan fast track merupakan salah satu wujud kerja sama yang baik antara Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi. “Kami berterima kasih atas kerja sama ini. Kami berharap ini diteruskan. Ini merupakan program yang sangat baik yang bisa membantu jemaah,” imbuhnya.

 

Dikatakan Dubes Abdul Aziz Ahmad, jemaah telah melalui perjalanan yang cukup pajang. Adanya fast track dapat memberikan jemaah kesempatan untuk istirahat.

 

Abdul Aziz juga mengapresiasi kesigapan petugas haji dalam melayani jemaah. “Layanan petugas untuk jemaah sudah bagus. Sudah teratur, langsung siap menyambut jemaah di bawah pintu. Saya kira ini inisiatif yang sangat baik,” ungkapnya.

Penyelenggaraan haji tahun 1445 H/2024 M masih mengusung tagline haji ramah lansia. Ada sekitar 45.678 jemaah dengan usia 65 tahun ke atas (21,41 persen). Kemenag berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi seluruh jemaah, hal ini mewujud dari layanan yang diberikan kepada jamaah saat mendarat di Madinah.

 

Sejumlah petugas tampak sigap membantu mendorong kursi roda jemaah lansia. Dari 393 jemaah JKG-01, terdapat 79 jemaah lansia dengan 12 di antaranya membutuhkan layanan kursi roda. Suasana haru dan gembira tak terbendung dari wajah para dhuyufurrahman ketika menginjakkan kakinya ke kota Nabawi.

 

Setibanya di Terminal Fast Track Bandara, jemaah langsung diberangkatkan ke Taba Towers Hotel di Madinah. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

907