Beranda blog Halaman 27

Suami Yang Tidak Mau Pindah Dari Rumah Orangtua Termasuk Dzalim Pada Istri ? Ini Penjelasannya

0
Seorang istri sedang marah pada suaminya ( ilustrasi foto: freepik )

PERCIKANIMAN.iD – – Memiliki rumah dan tinggal di rumah pribadi setelah menikah tentu menjadi impian bagi setiap pasangan. Apalagi setelah mempunyai anak.  Sebab, rumah pribadi merupakan salah satu target awal yang dapat dilakukan sebelum memulai hidup mandiri bersama keluarga.

 

Ada banyak keuntungan dengan memiliki dan tinggal di rumah sendiri bersama keluarga, salah satunya tidak ada lagi intervensi orangtua secara langsung dan dapat mengatur rumah sendiri. Demikian juga dapat menjaga dan terjaga rahasia suami istri jika ada cek cok ringan atau terkait misalnya makanan.

 

Namun banyak orang tidak memikirkan rumah sebelum menikah. Pasalnya, mereka merasa nyaman-nyaman saja tinggal bersama orangtua, sekalipun harus seatap dengan mertua pun tidak apa, karena beliau sama baiknya.

 

Apa yang kita harapkan tidak melulu sejalan, bukan? Adakalanya kita tidak nyaman tinggal bersama mertua, atau suami tidak nyaman tinggal dengan orangtua kita. Ini bukan aib. Ini adalah hal wajar yang tidak hanya terjadi kepada satu dua pasangan.

 

Ketidaknyamanan bisa membuat seseorang tidak dapat menikmati hidup. Alih-alih menikmati hidupnya, seseorang justru bisa terbebani setiap hari demi hari. Padahal, merasa bahagia dan nyaman dalam hidup itu perlu.

Lalu, apa hukumnya jika tetap tinggal bersama orangtua atau mertua padahal sudah punya anak besar-besar? Apakah suami yang tidak mau pindah dari rumah orangtua termasuk dzalim pada istri ? Bagaimana caranya membujuk suami agar mau pindah rumah dan pisah dengan orangtua?

Untuk mendapatkan penjelasannya bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa simak jawaban dari guru kita ustadz Aam Amiruddin dalam video berikut ini. Silakan simak:

 

 

Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

Video: tim official

987

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Khutbah Jumat : Memelihara Qalbu Agar Tetap Tenang

0
Ilustrasi foto: freepik

Oleh: KH.Drs. Abdurahman Rasna,MA*

 

Khutbah Pertama:

 

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي شَرَحَ صُدُوْرَ الْمُوَفَّقِيْنَ بِأَلْطَافِ بِرِّهِ وَآلَائِهِ، وَنُوْرِ بَصَائِرِهِمْ بِمُشَاهَدَةِ حُكْمِ شَرْعِهِ وَبَدِيْعِ صَنْعِهِ وَمُحْكَمِ آيَاتِهِ، وَأَلْهَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوَى، وَكَانُوا أَحَقَّ بِهَا وَأَهْلَهَا، فَسُبْحَانَهُ مَنْ إِلَهٌ عَظِيْمٌ، وَتَبَارَكَ مَنْ رَبٌ وَاسِعٌ كَرِيْمٌ، وَأَشْهَدُ أَن لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، فِي أَسْمَائِهِ، وَصِفَاتِهِ، وَأَفْعَالِهِ، وَخَيْرَاتِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَشْرَفُ رُسُلِهِ وَخَيْرِ بَرِيَاتِهِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ فِي غَدَوَاتِ الدَّهْرِ وَرُوحَاتِهِ

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَهُوَ أَصْدَقُ الْقَائِلِيْنَ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ، أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

Kesempatan yang baik ini yahg hanya dapat kita jumpai sekali dalam seminggu, kita gunakan untuk  memperbanyak syukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, Tuhan semesta alam yang memberikan kenikmatan berupa sehat, ketenangan, dan ketenteraman dalam menjalani kehidupan ini. Sehat adalah nikmat yang sangat besar. Apalagi bila kesehatan ini digunakan untuk beribadah kepada Allah dan dimanfaatkan untuk segala hal yang positif kepada sesama, kita akan merasakan hidup ini lebih bermakna.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Besar Muhammad Shalallahu alaihi wasallam. Kepada keluarganya juga semoga terlimpah kepada para sahabatnya, para tabiin, para tabi’ tabiin. Dan semoga kelak di akhirat kita mendapatkan syafaatnya. Amin ya rabbal alamin.

معاشر المسلمين رحمكم الله

Pada kesempatan yang mulia ini, sebagai khatib mengajak kepada jamaah Jumat dan tentu juga kepada diri  sendiri untuk meningkatkan takwa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala Takwa bermakna melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Karena  Takwa adalah   juga menjadi bekal terbaik dalam menghadapi kehidupan kelak di akhirat.

معاشر المسلمين رحمكم الله

Satu harapan kita dalam menjalani kehidupan di dunia ini adalah ketenangan dan kebyamanan jiwa, lebih-lebih hati sebagai komponen paling penting pada diri manusia. Hidup kadang misteri. Kita tidak mesti tahu apa yang akan terjadi besok, lusa, dan seterusnya. Begitu juga dengan ujian yang akan menimpa kepada kita. Di sini kita dituntut untuk memastikan hati kita tetap lapang, tenang dalam menjalani suasana  kehidupan ini. Mesti kadang tidak mudah, tapi melatih adalah sikap yang paling bijaksana.

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Ada beberapa cara agar hati kita diberikan kelapangan atau ketenangan dalam mengarungi hidup di dunia ini. Harapannya adalah agar ridha Allah Subhanahu wa ta’ala selalu berpihak, baik di dunia, lebih-lebih kelak di hari akhir.

 

Di antara cara untuk menumbuhkan ketenangan hati yaitu menghiasi jiwa dan hati kita dengan dzikir kepada Allah swt. Dzikir adalah mengingat kekuasaan dan ke-Maha Besaran Allah swt atas apa yang Dia kehendaki.

Dengan dzikir, hidup ini juga bisa selalu terkontrol. Tetap berada di jalan yang dibenarkan oleh syariat. Kalaupun ada kehendak untuk melakukan maksiat kepada Allah, maka kehendak itu dapat dikalahkan dengan dzikir. Ingat bahwa dalam maksiat ada konsekuensi besar yang harus diterima, berupa balasan atau siksaan dari Allah swt.

Dzikir atau mengingat Allah dapat dilakukan dengan berbagai macam. Mulai dari menggunakan lisan, hati, maupun dengan keduanya. Baik secara jahar atau suara keras maupun secara sirr atau suara pelan. Hendaknya kita juga berdzikir dalam situasi apapun dan di mana pun.

 

Allah swt telah menegaskan dalam firman-Nya, bahwa dzikir akan memberikan ketenangan untuk hati seseorang.

 

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

 

Artinya, “Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram,” (QS Ar-Ra’du: 28).

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Selanjutnya, hati kita senantiasa akan diberikan ketenangan sebab ketaatan kita kepada Allah Subhanahu wa ta’ala

Hamba yang taat akan dicintai Allah Subhanahu wa ta’ala. Dan taat ini adalah salah satu sifat orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah. Sebagai bentuk kecintaan Allah Subhanahu wa ta’ala  terhadap hambanya yang taat, Allah akan memberikan ketentraman dalam hatinya. Masalah-masalah yang dihadapi akan cepat terurai. Bahkan ia akan dilimpahi rezeki dari jalan yang tak disangka-sangka. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta’ala dalam Al-Qur’an:

 

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

 

Artinya, “Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga,” (QS Ath-Thalaq: 2-3).

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Hal lain yang bisa memberikan ketenangan pada hati kita adalah ikhtiar untuk selalu memperdalam ilmu Allah swt. Terbersit oleh kita, bahwa kadang hati kita kian lapang dan lebih tenang saat mendapatkan pencerahan dari kiai atau ulama yang memiliki ilmu begitu luas atas masalah-masalah yang kita hadapi.

 

Pada saat yang sama, kita menyadari bahwa betapa pentingnya ilmu. Ilmu akan membuka tabir kegelapan, mencerahkan hati yang tertutupi oleh kebodohan.

 

Karena itu, indah jika kita bersama-sama senantiasa memanfaatkan sisa usia dan kesempatan ini untuk mendalami ilmu-ilmu Allah Subhanahu wa ta’ala. Karena.  Ilmu adalah cahaya yang selalu menerangi pemiliknya sekaligus menuntunnya ke jalan keselamatan.

 

العلم نور والجهل ظلمات

 

“Ilmu adalah cahaya penerang kehidupan, sedangkan bodoh menggelapkan jalan hidup”.

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Cara lain yang juga dapat menenangkan hati yaitu selalu memberikan pertolongan kepada sesama. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa orang yang selalu menolong kesulitan orang lain, maka akan ditolong oleh Allah swt. Siapa saja yang membukakan kesulitan sesama Muslim, maka Allah akan menghilangkan kesulitannya pada hari kiamat.

 

Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda :

 

وَمَنْ كَانَ فِى حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِى حَاجَتِهِ

 

“Siapa yang biasa membantu hajat saudaranya, maka Allah akan senantiasa menolongnya dalam hajatnya”. (HR. Bukhari No. 6951 dan Muslim No. 2580

 

Pada umumnya, seseorang akan merasa senang hatinya bila dapat membantu orang lain yang sedang kesulitan. Apalagi ada janji Allah bahwa Allah akan memberikan pertolongan juga terhadap orang-orang yang suka menolong. Pun demikian Allah juga akan selalu memberikan jalan keluar atas berbagai problem di hari akhir kelak.

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Terakhir, yang dapat kita lakukan untuk menjadikan hati ini selalu tenang adalah bertobat dan berserah diri kepada Allah. Setiap manusia pasti punya dosa dan kesalahan. Satu cara yang untuk menghilangkan dosa itu adalah dengan tobat. Tobat yang dimaksud tentu taubatan nashuhah atau tobat yang sebenar-benarnya. Hal ini harus disegerakan.

 

Di samping bertobat, berserah diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala juga perlu ditanamkan dalam diri kita. Apa pun yang datang dari-Nya, kita terima dengan keikhlasan. Berprasang kabaiklah kepada Allah. Sebab, di balik sesuatu yang kurang kita senangi, ada rahasia besar dan kebaikan yang hendak Allah berikan.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta’ala dalam Al-Qur’an:

 

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ

 

Artinya, “Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya.” (QS Ath-Thalaq: 2-3).

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Inilah  khutbah Jumat yang dapat saya sampaikan, semoga kita semua selalu diberikan ketenangan dan ketentraman oleh Allah swt dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

امين يا رب العالمين

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

 

 

Khutbah Kedua:

 

الحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَرَّمَ الصِّياَمَ أَيّاَمَ الأَعْياَدِ ضِيَافَةً لِعِباَدِهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الجَّنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّـدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنَ. أَمَّا بَعْدُ .فَيَآأَيُّهَاالمُؤْمِنُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَاتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ . قَالَ اللهُ تَعَالَى:  يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

 

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ.

إِِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً   اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اللهم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. انك سميع قريب مجيب الدعوات ويا قاضي الحاجات ويا رافع الدرجات ويا شفي الأمراض. اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

اللهماجعل عبادتنا عبادة مقبولا واجعلهم حجا مبرورا وسعيا مشكورا وذنبا مغفورا وتجارة لن تبورا يا عالم ما في الصدور أخرجنا وإخراجهم من الظلمات إلى النور.

ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما.

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.

عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

 

*penulis adalah anggota Komisi Dakwah MUI Pusat dan anggota Bidang Dakwah PB MA

5

Red: admin

Editor: iman

987

Jamaah Haji Diimbau tak Lupa Minum Obat Pribadi Selama di Tanah Suci

0
ilustrasi foto; pixabay

PERCIKANIMAN.iD – – Kementerian Kesehatan memberikan tips kesehatan bagi jamaah haji selama beribadah di Arab Saudi yang cuacanya panas. Tips paling penting yaitu rutin meminum obat secara teratur.

 

Dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Rabu (22/5/2024), Kepala Puskes Haji Kemenkes Liliek Marhaendro Susilo menyebutkan bahwa secara rutin pihaknya memonitor kesehatan para calon jamaah haji yang memiliki riwayat penyakit (komorbid) seperti hipertensi, diabetes, dan jantung. Dalam monitoring kesehatan ini, ujar Liliek, petugas kesehatan akan melakukan pengecekan tensi darah. Mereka juga harus minum obat secara teratur.

 

Dia sudah mengimbau jamaah agar minum obat dan membawa obat rutin pribadi ke Tanah Suci sejak jamaah masih berada di Indonesia.

 

“Jadi, kami anjurkan sejak saat menjelang berangkat. Kami sudah sampaikan semua ke petugas kesehatan, pokoknya jangan lupa jamaah yang sudah rutin minum obat untuk membawa obat rutinnya selama kebutuhan 40 hari di Tanah Suci,” kata Liliek dilansir dari antara.

 

Menurut Liliek, minum obat teratur diharapkan dapat mengendalikan penyakit-penyakit komorbid tersebut. Dalam kondisi darurat, calon haji yang lupa dan tidak membawa obat pribadinya, Kemenkes menyediakan obat dan perbekalan kesehatan lainnya.

 

Rinciannya, sebanyak 2.872 koli untuk obat, sedangkan perbekalan kesehatan alat kesehatan habis pakai sebanyak 1.826 koli. Totalnya, 4.710 koli atau seberat 62,3 ton dibawa dari Indonesia.

 

Namun demikian, obat-obatan tersebut belum tentu cocok untuk jamaah, sehingga dianjurkan membawa yang sesuai dengan kebutuhan sendiri. Liliek juga mengingatkan kepada seluruh calon  haji agar makan dan minum teratur.

 

Menurut dia, jamaah haji bisa saja melakukan banyak aktivitas ibadah haji di Tanah Suci sehingga mereka lupa untuk makan dan minum. Selain itu, dia mengatakan, istirahat yang cukup juga penting guna kelangsungan ibadah itu.

 

Dia menambahkan, aktivitas di luar ruangan dengan durasi panjang ini perlu diperhatikan oleh jamaah haji, terutama bagi mereka yang tidak sempat membawa bekal makan dan minum. Apabila disepelekan, bahkan sampai lupa makan dan minum, mereka bisa jatuh sakit.

 

“Kalau aktivitas berkepanjangan di luar, makanan itu tersedia di hotel, bukan di luar. Ada katering di hotel. Nah, orang yang sudah pernah atau sering ke sana pasti banyak membawa bekal, bawa kurma. Misalnya, mau sholat Dzuhur sampai Ashar di masjid, dia sudah siap bawa bekal,” katanya.

 

Dia mengatakan, selama menjalankan ibadah haji, jamaah perlu menyesuaikan diri dalam menghadapi cuaca panas di Arab Saudi. Menurut dia, cuaca di Arab Saudi berbeda dengan cuaca di Indonesia. Di Indonesia, suhu paling panas sekitar 36 derajat Celsius, sedangkan suhu di Arab Saudi berkisar 41 derajat Celsius.

 

“Paling panas di sana sekitar jam 3 dan 4 siang. Cuaca paling dingin itu jam 6 pagi. Sekarang 26 derajat Celsius kalau pagi di sana. Nanti musim haji, semakin lama semakin panas. Tahun lalu di masa Arafah, cuacanya sampai 50 derajat Celsius, rata-rata biasanya 47 derajat Celsius,” katanya.

 

Jika jamaah harus keluar, Liliek berpesan agar memakai alat pelindung diri. Selain itu, jangan lupa untuk minum air putih sebanyak 250 mililiter atau satu gelas setiap satu jam. “Pakai payung, pakai topi besar kalau ibu-ibu, pakai kacamata hitam, pakai masker, bawa semprotan air. Kalau terasa kering, disemprot supaya tidak kena heatstroke dan minum air,” katanya.

 

“Tapi kalau dia minum sekaligus biasanya sering buang air kecil, cari toiletnya jauh, susah. Makanya, kami ingatkan setiap 10 menit atau 15 menit, minumlah seteguk air. Supaya tenggorokan, kerongkongan tidak kering,” katanya.

 

Selain cuaca panas, ujarnya, kelembapan udara di Arab Saudi terbilang rendah. Karena itu, jamaah haji diingatkan untuk minum air putih sebelum haus, jadi mereka sebaiknya menghindari menunggu haus untuk minum air putih.

 

Demi menjaga cairan tubuh stabil, minum air putih dicampur oralit dapat menjadi pilihan yang bagus. Terlebih, batuk dan pilek sering dialami jamaah lantaran perubahan suhu dan cuaca. [ ]

 

5

Red: admin

Editor: iman

905

Sebanyak 63.823 Jamaah Haji Indonesia Tiba di Arab Saudi

0
Jamaah haji Indonesia ( ilustrasi foto: kemenag)

PERCIKANIMAN.iD – –  Kementerian Agama (Kemenag) RI melaporkan sebanyak 63.823 orang calon jamaah haji Indonesia telah berada di Arab Saudi pada hari kesepuluh operasional haji Indonesia, Selasa.

 

“Berdasarkan laporan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji -PPIH- Arab Saudi pada Senin, 20 Mei 2024 pukul 21.00 Waktu Arab Saudi atau Selasa, 21 Mei 2024 pukul 01.00 WIB, jamaah yang sudah tiba di Tanah Suci berjumlah 63.823 orang,” kata Petugas Media Center Haji (MCH) Widi Dwinanda dalam konferensi pers penyelenggaraan ibadah haji, yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa sore waktu Arab Saudi,(21/5/2024).

 

Widi menjelaskan, seluruh jamaah haji yang sudah tiba di Arab Saudi merupakan gabungan dari jamaah yang terbagi ke dalam 162 kelompok terbang (kloter).

 

Selain itu, sambungnya, seluruh jamaah haji yang telah tiba mendarat melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah.

 

Seluruh calon haji yang telah tiba, kata Widi, merupakan bagian dari sebanyak 554 kloter jamaah calon haji Indonesia tahun 1445 Hijriah/2024 Masehi ini.

 

“Tahun ini, Indonesia mendapatkan 241 ribu kuota haji, yang terdiri atas 213.320 reguler dan 27.680 calon haji khusus,” katanya seperti dilansir dari ihram.

 

Secara keseluruhan, Widi mengungkapkan keberangkatan jamaah haji pada tahun ini ke Arab Saudi dibagi ke dalam dua gelombang, yaitu gelombang pertama pada 11-23 Mei 2024 dan gelombang kedua pada 24 Mei-10 Juni 2024.

 

Ia juga mengumumkan pada hari ini terdapat sebanyak 9.012 orang jamaah yang tergabung dalam 23 kloter, yang bergerak dari Madinah ke Makkah guna melaksanakan umrah wajib.

 

Ia juga mengumumkan bahwa hingga kini terdapat sebanyak tujuh orang jamaah haji Indonesia yang dinyatakan meninggal dunia.

 

Diketahui, Kemenag menyatakan seluruh calon jamaah haji yang meninggal dunia setelah masuk embarkasi dan sebelum keluar dari debarkasi akan mendapatkan asuransi dan akan dibadalhajikan.

 

Kemenag juga menyampaikan kepada seluruh calon jamaah haji untuk tidak ragu dan segan dalam meminta bantuan kepada para petugas, baik sebelum keberangkatan, saat berada di pesawat, maupun setelah tiba di Arab Saudi jika memiliki kesulitan dalam melaksanakan ibadah haji.

 

Selain itu, Kemenag juga mengimbau kepada seluruh calon jamaah haji untuk mengunduh aplikasi Pusaka Superapp yang diterbitkan oleh Kemenag RI, untuk dapat mengakses buku panduan ibadah haji, buku panduan ibadah haji lansia, serta video praktik manasik haji guna memudahkan proses ibadah haji. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

983

Benarkah Jin Qorin dan Malaikat Yang Menyertai Manusia Tidak Meninggal? Begini Penjelasannya

0
Setiap orang ingin meninggal dalam keadaan baik (husnul khatimah) ( ilustrasi foto: tribunnews)

PERCIKANIMAN.iD – – Dalam ajaran Islam, bahwa setiap individu selalu diikuti oleh makhluk ghaib yang disebut dengan jin qorin.  Jin qorin memiliki tanggung jawab untuk membimbing manusia menuju kebaikan atau keburukan. Meskipun dapat menjadi sahabat setia yang mendukung perbuatan baik, jin qorin juga bisa menjadi pemicu seseorang terjerumus dalam dosa dan perilaku buruk.

 

Menurut beberapa ulama keberadaan jin qorin ini dengan merujuk pada firman Allah Subhanahu wa ta’ala yakni dalam surat Al-Baqarah ayat 268 yang berbunyi:

 

اَلشَّيْطٰنُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاۤءِ ۚ وَاللّٰهُ يَعِدُكُمْ مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ۖ

 

Artinya, “Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah: 268).

 

Sebagian ulama tafsir memaknai “Setan” dalam ayat tersebut sebagai jin qorin dalam diri manusia. Oleh karena itu, peran jin qorin memiliki relevansi signifikan dalam keseharian manusia. Sejalan dengan kebebasan manusia dalam menentukan pilihannya, jin qorin akan berperan sesuai dengan arah yang dipilih oleh individu tersebut. Penting untuk dicatat bahwa jin qorin dapat tergolong dalam dua jenis jin yang umumnya diakui oleh para ulama, yaitu jin Islam atau jin kafir.

 

Jin Islam tunduk dan patuh pada perintah Allah Ta’ala., sehingga jin qorin yang termasuk dalam kategori ini akan membimbing manusia ke jalan yang benar dan baik. Di sisi lain, jin kafir mengikuti iblis dan cenderung membimbing manusia ke arah yang salah dan merugikan. Dengan demikian, penentuan apakah jin qorin masuk dalam jin Islam atau jin kafir bergantung pada sejauh mana jin tersebut patuh dan tunduk pada kehendak Allah Ta’ala. Seiring dengan perjalanan hidup manusia, interaksi dengan jin qorin menjadi bagian dari ujian dan pilihan moral yang dihadapi oleh setiap individu.

 

Lalu, benarkah jin qorin dan malaikat yang menyertai manusia tidak meninggal? Jika demikian kemana perginya jin qorin jika manusia yang diikuti sudah tidak ada? Apakah ada doa khusus agar jin qorin tersebut selalu membimbing pada kebaikan?

 

Untuk mendapatkan penjelasannya bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa simak jawaban dari guru kita ustadz Aam Amiruddin dalam video berikut ini. Silakan simak:

 

Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

Video: tim official

987

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

Tingkatkan Kualitas Publikasi Hasil Penelitian dan Jejaring Internasional, Dosen PGMI UNINUS Ikuti Konferensi Internasional di Jepang

0
Eliva Sukma Cipta, M.Pd., seorang dosen dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Islam Nusantara (UNINUS) saat presentasi di Jepang ( foto: dok.uninus )

PERCIKANIMAN.iD – – – Dalam rangka meningkatkan kualitas publikasi hasil penelitian dan jejaring internasional, Eliva Sukma Cipta, M.Pd., seorang dosen dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Islam Nusantara (UNINUS) yang sedang menempuh studi lanjut di Universitas Pendidikan Indonesia, telah berkunjung ke Negeri Sakura Jepang.

 

Kunjungannya tersebut bertujuan untuk mengikuti International Conference on Intelligent Information Management (AIIM/IP-IM) 2024 yang diselenggarakan di Universitas Aizu, Aizuwakamatsu, Fukushima, Jepang, pada tanggal 14-21 Mei 2024. Konferensi ini dihadiri oleh peserta dari berbagai negara, antara lain Jepang, Indonesia, Jerman, Amerika Serikat, Hong Kong, Filipina, China, India, dan negara-negara lainnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Eliva Sukma Cipta, M.Pd. mempresentasikan artikel mengenai pemanfaatan teknologi dalam berpikir statistis. Ketika ditanya mengenai kesan selama mengikuti konferensi tersebut, Eliva menyampaikan bahwa ia memperoleh banyak ilmu yang dapat dipelajari. Selain itu, ia juga dapat mempelajari tentang budaya orang Jepang yang terkenal dengan disiplin dan kerja keras.

 

Selama berada di Jepang, ia juga berhasil menjalin jejaring, bertukar ide, dan gagasan tentang keilmuan dengan para akademisi dari berbagai negara yang turut serta dalam konferensi tersebut. Selain itu, partisipasi dalam konferensi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dosen PGMI UNINUS dan tentunya memberikan kesempatan untuk menikmati keindahan tempat-tempat ikonik di Jepang.

Eliva Sukma Cipta, M.Pd., ( foto: dok.uninus)

Dalam pertemuan terpisah, Dekan Fakultas Agama Islam UNINUS, Dr. H. Hoerul Umam, M.M., menyampaikan apresiasi atas prestasi yang telah diraih oleh Eliva Sukma Cipta, M.Pd., dalam konferensi internasional tersebut. Ia berharap bahwa pencapaian ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas dosen-dosen PGMI Fakultas Agama Islam UNINUS yang unggul. Hal ini diharapkan dapat terus mendorong minat masyarakat untuk mendaftarkan putra-putri mereka dalam menempuh pendidikan di PGMI Fakultas Agama Islam UNINUS.

 

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Nusantara (UNINUS), Prof. Dr. Endang Komara, M.Si., juga turut menyampaikan apresiasi atas pencapaian Eliva Sukma Cipta, M.Pd. Ia percaya bahwa prestasi ini dapat menjadi landasan bagi UNINUS untuk terus berkembang dan unggul.

 

Rektor berharap bahwa prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi dosen-dosen dan mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berprestasi di tingkat internasional. Dengan demikian, diharapkan semakin banyak penelitian dan riset yang dilakukan oleh perguruan tinggi Indonesia dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan dan kemajuan bangsa. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

906

Jamaah Kloter 1 Mulai Dipindah dari Madinah ke Mekkah, Lansia Dapat Layanan Khusus

0
haji dan jamaah
Jamaah Haji lansia ( ilustrasi foto: kemenag)

PERCIKANIMAN.iD  — Mulai Senin pagi waktu Saudi (20/5/2024), jamaah haji dari Kloter 1 yang sudah 8 hari berada di Kota Madinah mulai dipindah ke Mekkah. Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, Ali Machzumi menjelaskan, jamaah lansia akan mendapatkan pelayanan dan perhatian khusus pada perpindahan tersebut.

 

Ali menjelaskan, untuk jamaah lansia, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan ditempatkan di kursi-kursi depan bus sehingga memudahkan evakuasi ketika tiba di Mekkah. Karena itu, saat mengambil miqat di Bir Ali, jamaah lansia yang sudah memakai ihram dari hotel di Madinah tidak perlu turun dari bus dan melakukan sholat sunnah di dalam bus.

 

“Kita waktunya kemungkinan sekitar 40 menit yang dialokasikan dari Arab Saudi sehingga nanti bisa mempercepat dan melancarkan perjalanan ke Kota Makkah,” kata dia di Madinah, dilansir dari ihram Selasa (21/5/2024).

 

Ada delapan kloter yang akan diberangkatkan pada Ahad pagi dari Madinah ke Mekkah. “Insya Allah rencananya tanggal 20 Mei mulai kita berangkatkan jamaah haji kita menuju ke Makkah. Insya Allah sekitar delapan kloter yang akan kita berangkatkan dari Madinah ini ke Kota Makkah,” ujar Ali.

 

Jamaah haji Gelombang Pertama Kloter 1 akan melaksanakan umroh wajib dan menanti puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) mulai 9 Dzulhijjah. Ali mengungnkapkan, jamaah akan diberangkatkan secara bertahap mulai pukul 06.00 Waktu Arab Saudi (WAS) hingga ba’da sholat Ashar.

 

“Insya Allah dengan delapan kloter yang awal ini kita berdoa dan berharap bisa lancar semuanya,” kata dia.

 

Semua jamaah haji yang berada di Kota Madinah secara bertahap akan dipindahkan ke Kota Mekkah hingga 31 Mei 2024. PPIH juga menyiapkan sejumlah skema pemberangkatan agar memastikan jamaah dapat terlayani dengan baik dan nyaman selama di perjalanan.

 

“Sudah kita kumpulkan semuanya kepala sektor dan Insya Allah kita sudah mitigasi kira-kira apa yang harus disiapkan, seperti visa, bus, hingga persiapan untuk memberikan makan,” kata dia. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

904

Prodi Doktor Ilmu Hukum Unisba Gelar Seminar Nasional: Politik Hukum Indonesia dalam Menjamin Layanan Kesehatan Masyarakat

0
Universitas Islam Bandung menggelar seminar nasional seputar hukum ( foto: dok.unisba)

PERCIKANIMAN.iD  – –  Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Islam Bandung (Unisba), menggelar Seminar Nasional bertajuk “Politik Hukum Indonesia Dalam Menjamin Layanan Kesehatan Masyarakat,” yang diselenggarakan di Auditorium Gedung Dekanat Unisba, pada Sabtu (18/5/2024).

 

Pada sambutannya sebagai ketua panitia, Asep Ramdan Hidayat, Drs., M.Si., mengungkapkan bahwa tujuan dari seminar ini adalah agar kajian akademik tentang hukum kesehatan di Indonesia terselenggara, strategi teknis pelayanan kesehatan terumuskan, dan penelitian serta karya ilmiah oleh akademisi terdorong, juga memperkaya kajian dan pengembangan keilmuan.

 

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Unisba, Prof. Dr Efik Yusdiansyah, S.H., M.Hum., berharap bahwa hasil seminar nasional ini dapat merumuskan peraturan pelaksana dari undang-undang tersebut.

 

“Saya sangat berharap program doktor ilmu hukum dapat menyampaikan rancangan dari peraturan pelaksana ini kepada pemerintah,” ungkapnya.

 

Seminar Nasional ini dihadiri oleh Rektor Universitas Islam Bandung, Prof. Dr. Edi Setiadi, S.H., M.H., sebagai pembicara kunci (Keynote Speaker). Di dalam pemaparannya, Prof Edi Setiadi mengemukakan berbagai problematika mengenai Aspek Hukum Pidana di dalam Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023.

 

Seminar Nasional ini juga dihadiri oleh empat pembicara, yakni Dr. H. M. Faiz Mufidi, S.H., M.H. (Dosen Fakultas Hukum UNISBA), dr. Eka Mulyana SpOT(K) FICS, M.Kes, SH, MH.Kes. (Ketua IDI Wilayah Jawa Barat), dr. Tammy Sjarief , SH. MH.Kes. (Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Cabang Bandung Raya), dan dr. Hj. Siti Maria Listiawaty, M.M. (Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon).

 

Dr. H.M. Faiz Mufidi menjelaskan berbagai konsekuensi hukum mengenai penyelesaian sengketa medis secara litigasi dan non litigasi antara rumah sakit dan pasien Pasca Lahirnya UU Kesehatan. Sementara itu, dr. Eka Mulyana menjelaskan mengenai bagaimana peran organisasi profesi: peluang dan tantangan organisasi profesi dalam pengawasan layanan kesehatan pasca lahirnya undang-undang kesehatan.

 

Di dalam kesempatan ini, Dr. Tammy Sjarief dan dr. Siti Maria masing-masing menjelaskan mengenai bagaimana Undang-Undang Kesehatan No. 17 Tahun 2023 memiliki signifikansi terhadap peningkatan akses, kualitas dan keadilan pelayanan kesehatan.

 

Kehadiran Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 diharapkan menjadi jawaban akan pentingnya mengembangkan dan memperkuat sistem layanan kesehatan yang inklusif, terjangkau, dan berkualitas, serta mampu untuk meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan di Indonesia. Hingga saat ini, masih terdapat kesenjangan yang signifikan dalam akses ke layanan kesehatan, terutama di daerah pedesaan dan wilayah terpencil.

 

Hal ini disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk distribusi yang tidak merata dari fasilitas kesehatan dan kurangnya sumber daya manusia yang terlatih. Tidak terkecuali dalam hal biaya layanan kesehatan yang tinggi dapat menjadi hambatan utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Meskipun program-program seperti BPJS Kesehatan telah diperkenalkan untuk meningkatkan aksesibilitas finansial terhadap layanan kesehatan, masih ada kekurangan dalam cakupan dan keberlanjutannya.

 

Oleh karena itu, setiap pembicara di dalam Seminar Nasional ini berharap bahwa Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 tahun 2023 yang baru saja diterbitkan memiliki politik hukum yang baik guna mendorong peningkatan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta berisi penguatan sistem kesehatan secara integratif dan holistik. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

903

 

Ulama Saudi Fatwakan Wajib Izin Haji Bagi yang Hendak Haji

0
Fasilitas fast track bagi calon jamaah haji ( ilustrasi foto: kemenag)

PERCIKANIMAN.iD – – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) kembali menegaskan bahwa hanya visa haji yang dapat digunakan untuk melaksanakan ibadah haji.  Ketentuan ini sesuai yang diatur dalam undang-undang no. 8 tahun 2019 tentang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah (pihu).

 

Dalam hal ini visa umroh tidak bisa digunakan dalam penyelenggaraan ibadah haji. Sehingga jamaah yang sedang umroh dan tidak atau belum memiliki visa haji tidak bisa menunaikan ibadah haji.

 

Penegasan ini juga senada dan sejalan dengan Fatwa Haiah Kibaril Ulama Saudia yang mewajibkan adanya izin haji bagi siapa pun yang ingin menunaikan ibadah haji. Seperti dilansir dari arabnews, para ulama juga menegaskan yang berhaji namun tidak memiliki visa haji sama dengan illegal dan bisa tidak sah ibadah hajinya.

 

 

Karenanya, bagi jamaah tidak boleh berangkat haji tanpa mendapat izin, dan berdosa bagi yang melakukannya karena melanggar perintah pemerintah yang dikeluarkan. Hal ini seiring denga nada “promosi” atau tawaran yang beredar di media sosial bahwa ada “peluang” bisa haji tanpa harus memiliki visa haji. Dengan ini diharapkan para jamaah waspada dan berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan termasuk dalam hal ibadah haji.  [ ]

 

5

Red: admin

Editor: iman

903

Dimanapun Jamaah Haji Wajib Kenakan ID Card Agar Mudah Dikenali Jika Tersesat

0
Jamaah haji sedang di tanah suci ( ilustrasi foto: kemenag)

PERCIKANIMAN.iD – – Jamaah calon haji Indonesia harus selalu mengenakan ID Card atau identitas pengenal, baik yang masih berada di embarkasi maupun saat meninggalkan area penginapan di Madinah, sehingga akan memudahkan petugas jika tersesat.

 

“Kami mengimbau jamaah haji, jangan pernah melepas atau selalu membawa kalung jamaah yang selama ini menempel ke jamaah haji. Karena kalung itu berisi identitas jamaah yang diperlukan mereka ketika ada permasalahan di lapangan,” ujar Sekretaris Daerah Kerja (Daker) Bandara, Asep Rohadian, di Madinah, seperti dilansir dari ihram, Sabtu (18/5/2024).

 

Dalam barcode ID Card ini berisi informasi mengenai pemondokan, baik saat di Madinah maupun di Makkah. Selain itu, terdapat informasi mengenai ketua kloter, ketua rombongan, serta nomor telepon mereka.

 

Dengan informasi tersebut, maka akan memudahkan petugas melacak keberadaan lokasi penginapan saat jamaah tersesat.

 

Berdasarkan catatan Tim Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Bandara, hingga hari ketujuh kedatangan jamaah di Madinah, masih banyak kartu identitas yang tercecer saat jamaah mendarat di bandara.

 

“Ini tentu akan menyulitkan jamaah mencari lokasi penginapan jika tersesat selama di Madinah,” kata Asep.

 

Selain kartu Identitas, jamaah juga diingatkan agar hanya membawa barang yang penting ke tanah suci. Kemudian jangan membungkus barang bawaan dengan isolasi lakban (perekat) yang justru bisa mencurigakan petugas bandara.

 

“Kami juga mengimbau kepada jamaah haji untuk tidak terlalu membawa banyak barang bawaan termasuk melakban barang bawaan untuk memudahkan petugas saat bongkar muat di bandara,” kata Asep. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

908