Beranda blog Halaman 25

Bertahan Dari Suami Pelit Selama 20 Tahun, Ini Yang Harus Dilakukan Istri

0
ilustrasi foto: freepik

PERCIKANIMAN.iD – – Salah satu kewajiban suami adalah memberi nafkah kepada istri dan anak-anaknya. Secara tegas hal ini langsung diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala, dimana dalam Al Quran Allah berfirman tentang nafkah dalam Al-Baqarah ayat 233:

 

“…وَعَلَى الْمَوْلُوْدِ لَهٗ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِۗ”

 

Artinya: “…Dan kewajiban ayah (suami)  menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut…”

 

Namun tidak sedikit seorang suami yang berakhlak buruk itu contohnya, suami yang gampang marah dan mencaci maki, suka memukul, suka berbohong, dan lainnya termasuk pelit dalam hal memberi nafkah kepada istri dan anak-anak.

 

Sementara untuk hobby saja kadang suami sangat royal, misalnya hobby memelihara buru, hobby mancing, hobby motor , hobby olah raga dan sebagainya. Untuk memenuhi hobby nya tersebut terkadang suami bisa menghabiskan uang jutaan.

 

Namun untuk nafkah kepada istri saja pelitnya minta ampun dan banyak alas an.  Akhlak yang buruk secara umum merupakan hal yang tercela. Maka dari itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa menganjurkan kepada kita untuk menjunjung tinggi akhlak mulia. Akhlak mulia merupakan kunci kebahagiaan di dalam rumah tangga. Tanpa akhlak yang mulia, akan sangat susah untuk membentuk rumah tangga yang sakinah.

 

Lalu, bagaimana cara menghadapi dan menasihati suami yang pelit? Bagaimana cara bertahan dari suami pelit selama 20 tahun tapi tidak perubahan? Apakah berdosa jika istri mengajukan cerai ?

 

Untuk mendapatkan penjelasannya bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa simak jawaban dari guru kita ustadz Aam Amiruddin dalam video berikut ini. Silakan simak:

 

 

Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

Video: tim official

987

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

Pemerintah Diminta Sanksi Tegas Travel yang Berangkatkan Jamaah Visa non Haji

0
Umroh
ilustrasi foto: freepik

PERCIKANIMAN.iD – – Pada musim haji tahun ini, masih banyak rombongan jamaah yang tidak menggunakan visa haji. Konsulat Jenderal RI di Jeddah mencatat, sudah ada 80 jamaah pemegang visa non haji yang ditangkap aparat keamanan Arab Saudi. Setelah mendapatkan pendampingan dari KJRI Jeddah, mereka pun dipulangkan ke Tanah Air. Sementara itu, koordinatornya harus menjalani proses hukum di Saudi.

 

Untuk mencegah kasus seperti itu tidak terulang pada masa mendatang, Ketua Harian Chairman Executive, Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji Umrah (SATHU), Artha Hanif meminta kepada pemerintah Indonesia agar tegas memberikan sanksi kepada travel haji dan umrah yang memberangkatkan jamaah tanpa visa haji.

 

“Sekarang pemerintah tahu ada aturan, aturan ada yang sengaja dilanggar, terus pemerintah diam saja, ya sudah. Tindak lanjut itu, orang yang melanggar kemudian diberikan sanksi. Jadi jangan tunggu ada pelaporan,” ujar Artha dilansir dari ihram, Kamis (5/6/2024).

 

Selain itu, dia meminta kepada Kementerian Agama (Kemenag) untuk terus melakukan penyadaran kepada masyarakat Indonesia agar tidak melanggar aturan yang telah ditetapkan pemerintah Arab Saudi.”Yang paling penting itu kesadaran dari warga negara kita, WNI yang mau berangkat haji. Karena kalau niatnya dari awal mau melanggar ya berbagai cara itu akan ada aja jalannya. Jadi yang harus dibangun adalah kesadaran itu,” ucap Artha.

 

Menurut dia, Kemenag sebenarnya juga sudah berkoordinasi dengan Kerajaan Arab Saudi untuk mencegah datangnya jamaah yang tidak memiliki visa resmi ke Tanah Suci. Pihak kerajaan juga telah mengumumkan fatwa ulama Saudi yang menyatakan bahwa naik haji dengan cara ilegal itu berdosa.

 

Jika ingin naik haji bukan dengan haji reguler, Artha mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk selalu memastikan bisa mendapatkan visa haji atau visa mujamalah/furoda. Jika tidak memilliki visa, jamaah tidak akan bisa masuk ke Arafah pada puncak haji.”Sekarang jika mau berangkat haji tidak mesti juga menggunakan visa haji dari kuota, tapi bisa juga dengan visa mujamalah atau furoda,” kata Artha.

 

“Jadi semua proses yang dilakukan untuk orang bisa melaksanakan haji dengan baik, dengan khusu’ tenang, itu ikuti aturan mainnya. Supaya tenang, nyaman, tidak dikejar-kejar, tidak merasa salah, tidak merasa berdosa pula,” jelas dia.[ ]

5

Red: admin

Editor: iman

903

Arab Saudi Luncurkan Dompet Digital untuk Haji dan Umroh

0
foto: www.nusuk.sa

PERCIKANIMAN.iD – – Kementerian Haji dan Umrah (MoHU) Arab Saudi bekerja sama dengan Bank Nasional Saudi (SNB AlAhli) meluncurkan dompet digital internasional pertama di dunia bernama Dompet Nusuk untuk melayani jamaah umroh dan haji.

 

“Ini adalah dompet digital dan kartu bank internasional pertama di dunia, yang memungkinkan jamaah haji dan umroh mengelola uang mereka selama tinggal untuk menunaikan ibadah,” kata Direktur Pengalaman Digital MoHU, Ahmed bin Sulaiman Al-Maiman seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (4/6/2024).

 

Mengikuti langkah tersebut, katanya, Arab Saudi semakin dekat untuk mencapai tujuan dalam mengembangkan super-app yang sukses dan memenuhi kebutuhan jamaah.

 

Dompet digital Nusuk memungkinkan pengelolaan uang dan pengeluaran para tamu Allah yang didukung oleh infrastruktur perbankan dari SNB AlAhli yang menggunakan teknologi dan teknik enkripsi terkini untuk memastikan standar keamanan tertinggi bagi pengguna transaksi keuangan.

 

“Inovasi ini merupakan lompatan kualitatif di bidang layanan teknis, karena dompet ini menggabungkan teknologi modern dengan kebutuhan pengguna dan mengintegrasikan teknologi terbaru seperti AI, enkripsi, dan verifikasi identitas biometrik, selain teknologi canggih seperti API dan SDK yang terintegrasi,” ucap Ahmed seperti dilansir dari antara.

 

MoHU menegaskan kesiapan penuhnya bekerja sama dengan semua pihak terkait dalam rangka mengerjakan inisiatif yang bertujuan memperkaya pengalaman para tamu Allah dan menyambut ide-ide dan beragam solusi baru dengan mengundang entitas sektor swasta guna menyampaikan proposal tersebut.

 

Dompet Nusuk juga disebutnya sebagai dompet digital open loop pertama yang tertanam dalam sebuah aplikasi di dunia. Dompet tersebut dirancang untuk memungkinkan jamaah haji dan umroh mengelola uang.

 

CEO Usaha dan Pembayaran Digital SNB AlAhli, Saleh bin Ibrahim Al-Furaih membenarkan Dompet Nusuk kompatibel dengan instruksi Bank Sentral Saudi (SAMA) yang menjamin standar keamanan finansial tertinggi dan kepatuhan terhadap peraturan. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

904

Menolong dan Merawat Kucing Jalanan Lebih Baik Dari Menyantuni Anak Yatim? Begini Penjelasannya

0
Mengasih makan kucing ( ilustrasi foto: freepik)

PERCIKANIMAN.iD – – Dalam ajaran Islam kaum muslimin diperintahkan untuk berbuat baik kepada makhkuk hidup yang bukan hanya manusia saja melainkan juga kepada binatang khusunya yang biasa dipelihara atau Binatang peliharaan, misalnya kucing.

 

Kalangan umat Islam ada salah satu sahabat Nabi shalallahu alaihi wasallam yang bernama Abdul  Syams memiliki kecintaan pada kucing, sehingga ia mmendapat julikan Abu Hurairah, yang merupakan bentuk kecil (tashghir) dalam gramatika Arab dari kata hirrun atau berarti bapaknya kucing kecil.

 

Semula, namanya diganti oleh Nabi menjadi Abdurrahman bin Sakhr. Namun suatu hari, ia tampak sedang merawat dan bermain-main bersama kucing kecil yang pernah ia pungut. Kemudian, Nabi memberinya julukan “Abu Hurairah” yang berarti “ayah kucing kecil”.

 

Kecintaan Abu Hurairah pada kucing ini menjadi dalil diperbolehkannya merawat dan menyayangi binatang piaraan, khususnya kucing. Bahkan Imam Ibnu Hajar al-Haitami berkata:

 

وَيُسْتَحَبُّ إكْرَامُهُ وَيَجِبُ عَلَى مَالِكِهِ إطْعَامُهُ إنْ لَمْ يَسْتَغْنِ بِخَشَاشِ الْأَرْضِ

 

Artinya: Dianjurkan memuliakan  (merawat dengan sungguh) kucing. Dan wajib bagi pemiliknya memberikan makan kepadanya jikalau kucing itu tidak bisa mencari makan sendiri (Ibnu Hajar al-Haitami, Al-Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubra, [Al-Maktabah al-Islamiyah], juz 4, hlm. 240)

 

Maka atas dasar ini dan juga kecintaan terhadap Binatang banyak kaum muslimin yang memelihara kucing di rumahnya. Salah satu manfaat memelihara kucing adalah untuk mengusir tikus di rumah dan juga hewan jahat di rumah lainnya.

 

Lalu, benarkah mengurus kucing jalanan lebih baik dari menyantuni anak yatim? Selain kucing, Binatang apa lagi yang boleh dipelihara? Jika hewan atau Binatang tersebut mati karena kelalaian yang memelihara,misalnya mati atau tertabrak kendaraan, apa ia juga berdosa?

 

Untuk mendapatkan penjelasannya bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa simak jawaban dari guru kita ustadz Aam Amiruddin dalam video berikut ini. Silakan simak:

 

 

Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

Video: tim official

987

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

Beda PBNU dengan Muhammadiyah Sikapi Ormas Keagamaan Peroleh Konsesi Tambang

0
ilustrasi foto: kaltim post

PERCIKANIMAN.iD – – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU segera mendapatkan izin usaha pertambangan (IUP) pengelolaan batu bara. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadilia menyatakan, hal tersebut untuk mengoptimalkan peran organisasi keagamaan.

 

“Atas arahan dan pertimbangan dari beberapa menteri, bahkan telah disetujui oleh Bapak Presiden Jokowi, kita akan memberikan konsesi batu bara yang cadangannya cukup besar kepada PBNU untuk dikelola dalam rangka mengoptimalkan organisasi,” ujar Bahlil dalam keterangannya di Youtube Kementerian Investasi dikutip dari republika, Senin (3/6/2024).

 

Lebih lanjut, dia mengatakan, proses pembuatan izin konsesi tersebut kini sudah memasuki tahap penyelesaian, sehingga dalam waktu dekat izin itu akan segera diteken.

 

“Karena itu tidak lama lagi saya akan teken IUP untuk kasih PBNU, karena prosesnya sudah hampir selesai, Itu janji saya,” kata dia.

 

Ia beralasan pemberian izin usaha kepada PBNU dikarenakan dirinya bangga terhadap organisasi islam terbesar di dunia asal Indonesia tersebut karena sudah banyak berkontribusi bagi pembangunan negara.

 

“Saya merasa bangga terhadap NU, karena saya lahir dari kandungan seorang ibu yang kader NU,” kata dia.

 

Presiden Joko Widodo pada Kamis (30/5) telah meneken Peraturan Pemerintah (PP) 25/2024 tentang perubahan atas PP 96/2021 soal pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batu bara (minerba). Dalam pasal 83A PP 25/2024 menyebutkan bahwa regulasi baru itu mengizinkan organisasi masyarakat (ormas) keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah bisa mengelola wilayah izin pertambangan khusus (WIUPK).

 

Sebelumnya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengatakan pengelolaan tambang oleh organisasi kemasyarakatan (ormas) akan tetap dilakukan secara profesional melalui sayap ormas yang mengurusi bisnis. Menurut dia, pemberian hak kepada organisasi kemasyarakatan untuk mengelola pertambangan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Dasar, yang menyebutkan hak asasi manusia untuk menjadi produktif.

 

Gayung pun bersambut. Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengatakan pemberian izin tambang untuk ormas merupakan langkah berani dari Presiden Joko Widodo untuk memperluas pemanfaatan sumber daya alam bagi kemaslahatan rakyat.

 

“Kebijakan ini merupakan langkah berani yang menjadi terobosan penting untuk memperluas pemanfaatan sumber daya-sumber daya alam yang dikuasai negara untuk kemaslahatan rakyat secara lebih langsung,” kata Gus Yahya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin.

 

Oleh karena itu, PBNU menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi atas langkah perluasan pemberian izin tambang ke ormas.“PBNU berterima kasih dengan apresiasi yang tinggi kepada Presiden Joko Widodo atas kebijakan afirmasinya untuk memberikan konsesi dan izin usaha pertambangan kepada ormas-ormas keagamaan, termasuk Nahdlatul Ulama,” kata Gus Yahya.

 

Bagi Nahdlatul Ulama, kata Gus Yahya, ini adalah tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya agar sungguh-sungguh tercapai tujuan mulia dari kebijakan afirmasi itu. Dia menegaskan, Nahdlatul Ulama telah siap dengan sumber daya-sumber daya manusia yang mumpuni, perangkat organisasional yang lengkap dan jaringan bisnis yang cukup kuat untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab tersebut.

 

Sementara itu, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menegaskan, pengelolaan tambang harus memenuhi persyaratan. Artinya, pihak ormas tidak langsung seketika memiliki hak pengelolaan atas tambang.

 

Menurut Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Abdul Mu’ti, hal itu merupakan sepenuhnya wewenang pemerintah.“Kemungkinan ormas keagamaan mengelola tambang tidak otomatis karena harus memenuhi persyaratan,” jelas Abdul Mu’ti dikutip dari republika, Ahad (2/6/2024).

 

Ia juga menegaskan, hingga saat ini tidak ada pembicaraan antara pemerintah dan Muhammadiyah terkait dengan kemungkinan pengelolaan usaha pertambangan batu bara manapun. Bila nanti ada tawaran kepada Persyarikatan, maka hal itu akan didiskusikan terlebih dahulu di internal organisasi keislaman tersebut. Sebab, lanjut Abdul Mu’ti, pihaknya perlu menimbang-nimbang berbagai faktor terlebih dahulu.

 

“Kalau ada penawaran resmi pemerintah kepada Muhammadiyah (terkait kemungkinan mengelola usaha pertambangan –Red), itu akan dibahas dengan saksama,” jelas dia.

 

Yang jelas, sambung Abdul Mu’ti, Muhammadiyah tidak akan tergesa-gesa. Persyarikatan akan mengukur kemampuan diri Persyarikatan sehingga pengelolaan suatu usaha pertambangan, bila terjadi, tidak akan menimbulkan masalah, baik bagi organisasi, masyarakat, bangsa, maupun negara. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

904

 

Gunakan Identitas dan Gelang Haji Palsu, 37 Jamaah WNI Ditangkap

0
Jamaah haji ( ilustrasi foto: arabnews)

PERCIKANIMAN.iD – – Kemarin, Sabtu (1/6/2024), aparat keamanan Arab Saudi kembali menangkap  37 orang jamaah asal Indonesia di Madinah. Sebab, mereka kedapatan menggunakan tanda identitas (ID card) dan gelang haji palsu.

 

Konsul Jenderal (Konjen) Republik Indonesia di Jeddah, Yusron B Ambarie, mengimbau seluruh warga negara Indonesia yang sedang di Arab Saudi agar selalu taat pada aturan negara setempat. Dalam pelaksanaan ibadah haji pun, mereka diharapkan menggunakan visa haji yang resmi.

 

Menurut Yusron, pemerintah Arab Saudi saat ini sedang gencar sekali melakukan razia dan pemeriksaan di berbagai titik checkpoint. Hal itu dilakukan guna menjaring jamaah haji yang tanpa surat izin (tasreh).

 

“Karena itu, marilah kita sama-sama pandai dan bijak dalam menyikapi perintah Allah untuk berhaji. Jangan sampai uang hilang, haji melayang,” ujar Yusron di Kantor Daker Makkah, Sabtu (1/6/2024) waktu Arab Saudi dilansir dari ihram.

 

Tasreh merupakan surat keterangan izin untuk masuk ke Raudhah. Surat tersebut bisa didapatkan oleh jamaah haji usai petugas bimbingan ibadah memprosesnya ke kantor Daerah Kerja (Daker) Madinah.

 

Yusron menuturkan, sebanyak 37 warga negara Indonesia tertangkap baru-baru ini tidak dapat menunjukkan tasreh. Mereka diketahui berasal dari Makassar.

 

“Dari 37 orang itu di antaranya adalah 16 perempuan dan 21 orang laki-laki yang diperkirakan dalam pengakuan mereka berasal dari Makassar,” ucap dia.

 

Menurut dia, hingga berita ini ditulis 37 jamaah itu masih didampingi oleh tim KJRI. Dalam pemeriksaan, mereka semua kedapatan menggunakan visa ziarah untuk mengunjungi Arab Saudi.

 

“Mereka diketahui menggunakan ID Card Haji palsu dan juga menggunakan gelang haji palsu dan ada juga yang menggunakan paspor haji palsu,” kata Yusron.

 

Seorang koordinator dengan inisial SJ yang mengatur perjalanan ini juga ditangkap oleh pihak aparat keamanan Arab Saudi. Selain itu, seorang supir warga negara asing juga ikut ditangkap.

 

“Hasil sementara mereka (37 WNI) dinyatakan bersalah dan prosesnya akan segera dilanjutkan untuk proses hukum selanjutnya. Tentu KJRI akan terus mendampingi untuk memastikan hak-hak hukum mereka terpenuhi,” jelas dia. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

983

All Eyes On Rafah, Tragedi Kemanusiaan Abad Milenial

0
foto: istimewa

PERCIKANIMAN.iD – – Sejak kemarin hingga hari ini, Rabu, 29 Mei 2024, hashtags All Eyes On Rafah masih menjadi tranding di beberapa platform media sosial seperti Instagram, TikTok hingga X. Postingan All Eyes On Rafah gencar dibagikan dalam berbagai bentuk, baik tagar maupun gambar.

 

Di Istagram, postingan story All Eyes On Rafah sudah menyentuh angka 40 juta kali dibagikan. Seruan ini bukan sekedar rangkain kalimat tanpa makna dan pesan. Di dalamnya ada berjuta pasang mata yang menangis hingga darah yang mengalir. Berjuta tubuh yang ringkih kehilangan rumah sehingga harus bertahan di tenda pengungsian.

 

Seruan All Eyes On Rafah ini hadir setelah tragedi 26 Mei 2024 atas serangan udara yang dilakukan Israel di Rafah. Yang mana Rafah sendiri merupakan kawasan pengungusian bagi warga Palestina. Pasca serangan tersebut 37 orang tewas dalam serangan yang berlangsung pada Senin malam (27/5/2024) hingga Selasa pagi (28/5/2024).

 

Tujuh korban di antaranya sedang berada di tenda-tenda yang letaknya di sebelah tenda Perserikatan Bangsa-Bangsa atau sekitar 200 meter dari lokasi kebakaran yang terjadi pada Minggu (26/5/2024).

 

Di tengah-tengah kekacauan Timur Tengah yang sering kali diwarnai konflik yang ditunggangi kepentingan Barat dan Israel, terdapat sebuah sorotan harapan dan doa kepada Rafah. Terletak di perbatasan antara Mesir dan Jalur Gaza, Rafah muncul sebagai simbol kekuatan dan solidaritas warga dunia dalam menghadapi tantangan, menawan perhatian dunia dengan semangatnya yang tak tergoyahkan.

 

Di masa lalu, persimpangan rute perdagangan kuno dan geopolitik modern, Rafah mewakili rajutan budaya dan sejarah yang kaya. Jalanan Rafah bergema dengan langkah para pedagang, peziarah, dan pengungsi, masing-masing meninggalkan jejak tak terhapuskan pada identitas kolektif kota ini.

 

Mulai dari pasar ramai yang dipenuhi aroma rempah hingga masjid-masjid yang tenang yang bergema dengan panggilan adzan, Rafah berdenyut dengan kehidupan, menantang narasi putus asa yang sering menghalangi keberadaannya.

 

Namun, di tengah keramaian, terdapat kenyataan yang mencolok: Rafah bukanlah asing bagi kesulitan. Blokade yang diberlakukan di Jalur Gaza telah melemparkan bayangan isolasi dan ketidakstabilan ekonomi atas wilayah tersebut, memperburuk tantangan yang dihadapi penduduknya. Namun, di tengah-tengah tantangan tersebut, masyarakat Rafah telah menunjukkan ketahanan yang luar biasa, membentuk ikatan solidaritas yang melampaui batas-batas.

 

All Eyes On Rafah “Semua Tatapan Terpaku pada Rafah” tidak hanya sekadar pandangan biasa; itu mencerminkan pengakuan bersama terhadap semangat dan keteguhan warga Gaza menghadapi bentuk kebiadaban. Ini adalah bukti dari ketahanan masyarakatnya, yang menolak untuk didefinisikan oleh kesulitan yang mereka alami. Sebaliknya, mereka memilih untuk merangkul harapan, membentuk masa depan yang penuh dengan janji dan kemungkinan.

 

Di Rafah, di tengah puing-puing konflik dan ketidakpastian hari esok, terdapat sinar harapan—sebuah harapan yang melampaui politik dan pembagian, menyatukan orang dalam visi bersama akan perdamaian dan kemakmuran di seluruh dunia. Inilah harapan yang menarik perhatian dunia pada Rafah, mengingatkan kita semua akan kekuatan ketahanan di tengah-tengah kesulitan.

 

Saat kita memandang ke arah Rafah, mari kita tidak hanya menjadi saksi atas perjuangannya, tetapi juga merayakan kemenangannya. Mari kita berdiri bersama dengan penduduknya, menawarkan dukungan dan semangat saat mereka menghadapi tantangan yang akan datang. Karena di Rafah, kita tidak hanya menemukan sebuah kota, tetapi sebuah simbol—simbol harapan, ketahanan, dan semangat manusia yang abadi atas penindasan Israel. All Eyes On Rafah adalah bentuk kemarahan warga dunia terhadap genoside yang dilakukan Israel kepada sebagian dari warga dunia.

 

Sumber: suaramuhammadiyah.id

5

Red: admin

Editor: iman

983

IJTIMA Ulama Fatwa MUI: Salam Lintas Agama Bukan Bagian Toleransi Yang Dibenarkan

0
ilustrasi foto: freepik

PERCIKANIMAN.iD – – Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VII di Bangka Belitung, menetapkan ketentuan bahwa ucapan salam yang berdimensi doa khusus agama lain oleh umat Islam hukumnya haram.

 

“Pengucapan salam yang berdimensi doa khusus agama lain oleh umat Islam hukumnya haram,” ungkap Ketua MUI Bidang Fatwa Prof Asrorun Niam Sholeh, dilansir ANTARA, Kamis (30/5/2024).

 

Niam menekankan pengucapan salam dengan cara menyertakan salam berbagai agama bukan merupakan implementasi dari toleransi dan/atau moderasi beragama yang dibenarkan.

 

Hal tersebut, jelas dia, dikarenakan pengucapan salam dalam Islam merupakan doa yang bersifat ubudiyah (bersifat peribadatan).

 

Niam juga menuturkan penggabungan ajaran berbagai agama, termasuk pengucapan salam, dengan menyertakan salam berbagai agama dengan alasan toleransi dan/atau moderasi beragama bukanlah makna toleransi yang dibenarkan.

 

Sebagai solusinya, ungkap dia, dalam forum yang terdiri atas umat Islam dan umat beragama lain, umat Islam dibolehkan mengucapkan salam dengan Assalamu’alaikum, salam nasional, atau salam lainnya, yang tidak mencampuradukkan dengan salam doa agama lain, seperti selamat pagi.

 

Niam menjelaskan beberapa hal yang berkenaan dengan akidah di antaranya seperti mengucapkan selamat hari raya agama lain, menggunakan atribut hari raya agama lain, memaksakan untuk mengucapkan, melakukan perayaan agama lain, serta tindakan yang tidak bisa diterima oleh umat beragama secara umum.

“Pengucapan salam dengan cara menyertakan salam berbagai agama bukan merupakan implementasi dari toleransi dan/atau moderasi beragama yang dibenarkan,” bunyi salah satu poin keputusan MUI tersebut.

MUI menilai pengucapan salam merupakan doa yang bersifat ‘ubudiah atau mengabdikan diri kepada Allah SWT. Karenanya, harus mengikuti ketentuan syariat Islam dan tidak boleh dicampuradukkan dengan ucapan salam dari agama lain.

“Pengucapan salam yang berdimensi doa khusus agama lain oleh umat Islam hukumnya haram,” bunyi keputusan tersebut.

MUI meminta umat Islam mengucapkan salam dengan ‘Assalamu’alaikum’ dan atau salam nasional atau salam lainnya yang tidak mencampuradukkan dengan salam doa agama lain ketika hadir dalam forum lintas agama.

Hormati pemeluk agama lain
Tak hanya itu, forum Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI juga meminta seluruh umat Islam menghormati pemeluk agama lain dan menjamin kebebasan umat beragama dalam menjalankan ajaran agama.

Terkait masalah muamalah, MUI menganggap perbedaan agama tidak menjadi halangan untuk terus menjalin kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara harmonis, rukun dan damai.

“Umat Islam tidak boleh mengolok-olok, mencela dan/atau merendahkan ajaran agama lain,” bunyi keputusan tersebut

Menurut Niam, Islam menghormati pemeluk agama lain dan menjamin kebebasan umat beragama dalam menjalankan ajaran agama, sesuai dengan keyakinannya dengan prinsip toleransi dan tuntunan Al-Quran pada ayat “lakum dinukum wa liyadin” (untukmu agamamu dan untukku agamaku), tanpa mencampuradukkan ajaran agama atau sinkretisme. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

904

Penguatan Kemitraan Internasional, FIKes Unisa Bandung dan UiTM Malaysia Jalin Kerjasama Berkelanjutan

0
foto: dok.unisa

PERCIKANIMAN.iD – – Berbagai kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi,  tampak mewarnai kunjungan delegasi Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia ke Kota Bandung. Aktivitas yang melibatkan enam orang dosen UiTM itu merupakan realisasi kerjasama antara UiTM dengan Universitas Aisyiyah (Unisa) Bandung.

 

Adapun kegiatannya antara lain  Sharing Penyusunan Roadmap Penelitian, Pengabdian Masyarakat Bersama di Desa Binaan Unisa Bandung, serta Visiting Lecture oleh dosen UiTM yang memberikan perkuliahan kepada mahasiswa Keperawatan dan juga Kebidanan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di 2 tempat yakni di Desa Campaka Mulya, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, dan juga Kampus 2 Universitas ‘Aisyiyah Bandung pada Kamis, (30/05/2024) sampai dengan Jumat, (31/05/2024).

 

Penyusunan Roadmap Penelitian

 

Adapun rangkaian kegiatannya, diawali dengan Sharing Roadmap Penelitian yang dilaksanakan di Kampus 2 yang diikuti oleh seluruh dosen dilingkungan Universitas ‘Aisyiyah Bandung.

 

Ketua Pelaksana Implementasi Kerjasama Unisa Bandung dan UiTM Malaysia, Nur Rohmah, A.M.K., S.Pd., M.Sc mengungkapkan, dengan implementasi kerjamsama ini dapat meningkatkan dan menguatkan komitmen Tri Dharma Perguruan Tinggi antar kedua institusi.

 

“Tentu ini dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat yang tentunya berstandar Internasional,” katanya.

 

 

Pengabdian Masyarakat

 

Sementara itu,  kegiatan Pengabdian Masyarakat diselenggarakan di Desa Cempaka Mulya, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Aktivitas ini memperoleh sambutan hangat dari warga dan tokoh setempat. Pada kegiatan tersebut, Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Bandung menurunkan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Kesehatan untuk memberikan layanan cek kesehatan gratis kepada masyarakat.

 

Tidak hanya itu, terdapat juga pemaparan materi untuk masyarakat seputar demam berdarah dan cara pencegahannya yang diberikan oleh Dr. Zul-‘Izzat Ikhwan B. Zaini dan Dr. Evana Kamarudin dari UiTM Malaysia, dan juga Popy Siti Aisyah, S.Kep., Ners., M,Kep dari Universitas ‘Aisyiyah Bandung.

 

Dalam kesempatan itu, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Popy Siti Aisyah, S.Kep., Ners., M,Kep mengatakan, dipilihnya Desa Cempaka Mulya karena kasus demam berdarah di desa tersebut terhitung tinggi.

 

“Nah diharapkan dengan adanya pengabdian masyarakat disini, masyarakat bisa tersadarkan dan angka kasus demam berdarah disini bisa menurun,” ujarnya.

 

foto: dok.unisa

Visiting Lecture

 

Rangkaian Kegiatan Unisa Bandung bersama dengan UiTM Malaysia ditutup dengan kegiatan Visiting Lecture yang dilakukan di Kampus 2 Universitas ‘Aisyiyah Bandung pada Jumat, (31/05/2024).

 

Seluruh rombongan dosen dari UiTM Malaysia memberikan materi perkuliahan kepada mahasiswa Keperawatan dan juga Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Bandung sesuai dengan kepakarannya.

 

Ketua Pelaksana kegiatan, Nur Rohmah, A.M.K., S.Pd., M.Sc mengatakan, kegiatan Visiting Lecture ini menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa Fikes Unisa Bandung karena dapat mengambil ilmu serta pengalaman lebih luas.

 

“Ini menjadi upaya peningkatan kualitas, dimana mahasiswa dapat lebih dalam dan lebih luas menggali keilmuan dari para pakar yang merupakan para dosen UiTM Malaysia,” tuturnya.[ ]

 

5

Red: admin

Editor: iman

904

Khutbah Jumat: Mapag ‘Iedul Adha 1445 H Dengan Menyiapkan Hati Agar Lebih Tulus

0
Ilustrasi foto: freepik

Oleh:KH.Drs.Abdurahman Rasna,MA*

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي شَرَحَ صُدُوْرَ الْمُوَفَّقِيْنَ بِأَلْطَافِ بِرِّهِ وَآلَائِهِ، وَنُوْرِ بَصَائِرِهِمْ بِمُشَاهَدَةِ حُكْمِ شَرْعِهِ وَبَدِيْعِ صَنْعِهِ وَمُحْكَمِ آيَاتِهِ، وَأَلْهَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوَى، وَكَانُوا أَحَقَّ بِهَا وَأَهْلَهَا، فَسُبْحَانَهُ مَنْ إِلَهٌ عَظِيْمٌ، وَتَبَارَكَ مَنْ رَبٌ وَاسِعٌ كَرِيْمٌ،
واشهد أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى : لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ

معاشر المسلمين رحمكم الله

Segala puji milik Allah swt, Tuhan yang yang telah menciptakan alam dan seisinya. Syukur kita sudah sepantasnya selalu terucap, karena banyak anugerah termasuk nikmat tak terhingga telah Allah swt berikan kepada kita semuanya. Terutama nikmat iman, Islam, juga nikmat sehat dan sempat untuk beribadah kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama.

Shalawat dan salam marilah kita senantiasa haturkan kepada Rasulullah Muhammad saw. Dan semoga juga mengalir kepada keluarganya, sahabatnya, tabiin, dan kepada kita semuanya. Kelak di hari akhir kita tentu berharap menjadi umat yang memperoleh syafaat Nabi Muhammad saw. Amin.

Sebagai khatib, Tidak lupa saya mengajak kepada hadirin semua, tak terkecuali kepada diri saya sendiri untuk selalu meningkatkan takwa kepada Allah swt. Ajakan ini bermakna bahwa kita harus terus berupaya sekuat tenaga untuk mendekatkan diri kepada Allah swt dengan cara memacu semangat kita dalam beribadah. Taat atas perintah-perintah-Nya dan tunduk atas segala hal yang telah dilarang Allah swt. Dengan begitu, arti takwa benar-benar bermakna untuk kita, memiliki efek positif, berubah menjadi hamba lebih baik lagi.

معاشر المسلمين رحمكم الله

Hari Raya Idul Adha yang sebentar lagi akan tiba tentunya menjadi momentum yang membahagiakan. Ya, 10 Dzulhijjah 1445 H merupakan Idul Adha, Lebaran Kurban, Lebaran Haji. Saudara-saidara kita yang saat ini berhaji, tengah melaksanakan fase dari rangkaian ibadah haji. Semoga diberikan kelancaran dan nantinya mendapatkan haji mabrur.
Hari Raya Idul Adha memberi semangat kepada kita untuk berkurban dan dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah.
Banyak masyarakat muslim yang antusias dan peduli dengan sesama dengan berpartisipasi menyembelih hewan kurban serta membagikannya di lingkungan sekitarnya. Sehingga keadaan yang sulit serta kondisi yang pahit dapat dihilangkan untuk sementara waktu.
Hampir semua masyarakat pada hari kurban dapat merasakan kegembiraan, kenikmatan, kebersamaan, kerukunan, serta ukhuwah di antara kita.

معاشر المسلمين رحمكم الله

Istilah adha diambil dari Bahasa Arab yang berarti menyembelih. Adapun menyembelih di sini memiliki arti menyembelih hewan ternak yang wajib dizakati seperti unta, sapi, kerbau, dan kambing pada 10 hingga 13 Dzulhijjah dengan diikuti niat berkurban yang tulus dan ikhlas.
Namun yang perlu diperhatikan dengan seksama bahwa yang menjadi skala prioritas dalam pelaksanaan ibadah kurban bukan terletak kepada hewan kurbannya, bukan tetesan darah atau tumpukan daging semata, akan tetapi nilai keteguhan, keimanan dan pengorbanan yang didasari keikhlasan dan kesabaran. Sebagaimana firman Allah :

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ ..

’’Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.’’
QS. Albayyinah : 5

Momentum Idul Adha mengajarkan kepada kita tentang betapa urgensi atau pentingnya menata niat di dalam setiap ibadah. Niat menjadi penentu arah ibadah yang kita lakukan. Niat juga menjadi pembeda antara ibadah yang wajib dan ibadah yang sunnah.

Ketika niat ibadah itu benar dan terjaga di dalam hati dengan tidak terkontaminasi oleh berbagai macam kepentingan duniawi dan virus nafsu syahwat, maka ibadah kita akan mudah diterima oleh Allah, segala kesalahan dan kekhilafan akan diampuni, keberkahan akan diberikan, rahmat akan disebarkan, kebahagiaan akan disematkan di hati kita, keluarga kita, tetangga kita dan seterusnya.

Di sisi yang lain, beribadah itu pasti membutuhkan tujuan. Dan tujuan kita beribadah hendaknya dipresentasikan dan didedikasikan kepada Dzat Yang Maha Kuasa yaitu Allahu Rabbul ‘Alamin karena segala yang kita miliki hanya milik Allah SWT dan kembali kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Setiap amal saleh yang kita lakukan sejatinya sebuah investasi untuk diri kita yang kita titipkan kepada saudara-saudara kita lillah karena Allah. Investasi itu akan dikembalikan oleh Allah SWT kepada kita baik saat di dunia maupun kelak di akhirat.

Di alam dunia, investasi itu kembali di saat kita membutuhkan bantuan yang sangat mendesak kemudian Allah SWT memberikan solusi atau rezeki yang tidak terduga. Itulah hakekatnya investasi kita yang pernah kita tanamkan pada beberapa waktu yang lalu melalui sedekah, zakat termasuk ibadah kurban pada Hari Raya Idul Adha nanti. Adakalanya investasi tersebut diberikan ketika di akhirat sebagai imbalan pahala yang sangat bermanfaat untuk bekal kita kelak. Atau boleh jadi kedua- duanya yaitu saat di dunia dan akhirat secara bersama-sama.

معاشر المسلمين رحمكم الله

Ketulusan dan keikhlasan niat ini pernah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim ketika melaksanakan perintah Allah, terutama dalam persitiwa penyembelihan anak kesayangannya yaitu Nabi Ismail. Kisah ini diawali dengan bersyukurnya Nabi Ibrahim as atas karunia Allah SWT yang begitu melimpah terhadap dirinya. Salah satu karakter Nabi Ibrahim as adalah seorang dermawan yang berjiwa sosial. Nabi Ibrahim as tidak akan makan kecuali bersama dengan tamu atau temannya atau tetangganya.
Tidak jarang Nabi Ibrahim as harus menunda makan karena harus menunggu teman jamuannya. Seringkali juga Nabi Ibrahim as menyembelih puluhan ternaknya hanya karena ingin menjamu dan membahagiakan tamu-tamunya untuk sekali makan.

Suatu hari salah satu tamunya bertanya mengapa engkau gemar berkorban menyebelih hewan ternak? Nabi Ibrahim as menjawab, inilah salah satu bentuk rasa bersyukur kepada Allah SWT. Jangankan hewan ternak, jika perlu anak pun siap untuk dikorbankan jika memang Allah SWT yang perintahkan. Ucapan ini pun dihukumi oleh Allah ‘Azza wa Jalla sebagai bentuk nadzar Nabi Ibrahim as kepada Allah.
Sehingga suatu waktu Allah menagihnya sebagaimana dikisahkan di dalam Surat Ash Shafat Ayat 102 :

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعۡىَ قَالَ يٰبُنَىَّ اِنِّىۡۤ اَرٰى فِى الۡمَنَامِ اَنِّىۡۤ اَذۡبَحُكَ فَانْظُرۡ مَاذَا تَرٰى‌ؕ قَالَ يٰۤاَبَتِ افۡعَلۡ مَا تُؤۡمَرُ‌ سَتَجِدُنِىۡۤ اِنۡ شَآءَ اللّٰهُ مِنَ
’Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insyaallah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Nabi Ismail as yang masih belia pun menerima atas keputusan Allah SWT tersebut untuk dikorbankan sebagai bentuk kuatnya keyakinan dan teguhnya pendirian dalam rangka melaksanakan perintah Allah yang Maha Besar. Meskipun ketika itu tipu daya syetan terus bergulir dalam rangka menghalangi niat dan semangat ibadah Nabi Ibrahim as dan puteranya (Nabi Ismail as). Ketika itu keduanya mengusir iblis yang bertalbis menyerupakan manusia dengan 3 kali lemparan yang masing-masing lemparan menggunakan 7 buah batu. Dan kesabaran serta keikhlasan ini membuahkan hasil sebagaimana dikisahkan pada ayat Surat Al Shaffat Ayat 107 yaitu :

وَفَدَيۡنٰهُ بِذِبۡحٍ عَظِيۡمٍ

’’Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.’’

Diceritakan di dalam Tafsir Ibnu Katsir bahwa kambing tersebut berbadan gemuk, berbulu putih, dan bertanduk. Ibnu Abi Hatim Radhiyallahu ‘anh menambahkan bahwa kambing yang dikirim kepada Nabi Ibrahim as merupakan kambing milik Habil bin Adam yang pernah dikurbankan. Kambing tersebut dipelihara di surgaNya Allah dan dikembalikan ke alam dunia pada peristiwa kurban pada saat Nabi Ibrahim as akan melaksanakan perintah Allah SWT untuk mengorbankan puteranya (Nabi Ismail as).
Atas kejadian itu, Nabi Ibrahim as bersyukur kepada Allah SWT dengan melakukan penyembelihan hewan ternaknya sebanyak 1000 ekor kambing, 300 lembu, dan 100 unta.

معاشر المسلمين رحمكم الله

Di antara hikmah yang dapat kita renungkan adalah kita memiliki kesadaran untuk semakin meningkatkan nilai keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT . Ketika ujian Allah mendera seharusnya kita tidak semakin menjauh dari Allah, tetapi justru semakin mendekatkan diri kepada Allah. Berbagai macam bentuk amal saleh, ibadah dan dzikir kita tingkatkan, seraya bertawakkal dengan meningkatkan kewaspadaan. Agar segala bentuk ujian segera kembali kepada Allah dan sirna dari permukaan bumi.

معاشر المسلمين رحمكم الله

Banyak cara yang dapat orang Islam lakukan dalam menghadapi bala dan musibah. Terutama taqarub ilallah. Misalnya meningkatkan itikaf di masjid, membaca Al-Qur’an, bershalawat, melaksanakan shalat berjamaah, merapatkan shaf, termasuk melaksanakan ibadah kurban pada hari Adha yang mulia dan lainnya. Mumpung kita masih berada di alam dunia dan memiliki banyak kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Mudah-mudahan kita termasuk golongan orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah serta selalu tulus dalam setiap aktifitas ibadah kita kepada Allah SWT.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ وَجَمِيْعِ الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتْ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَ نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

 

*penulis adalah anggota Komisi Dakwah MUI Pusat dan anggota Bidang Dakwah PB MA

5

Red: admin

Editor: iman

904