Beranda blog Halaman 23

Timwas Haji DPR Nilai Kemenag Langgar Aturan Alihkan Kuota Haji Tambahan

0
Petugas menyambut Kelompok penerbangan (kloter) pertama Jamaah Haji Indonesia 2024 yang baru tiba di Kota Madinah, Ahad (12/5/2024). Ada tiga kloter yang tiba di Hotel ABRAJ TABAH di Kota Madinah. Kloter pertama dari JKG 01 membawa 393 jamaah. Di kloter ini, jamaah paling muda berusia 19 tahun dan jamaah paling tua berusia 93 tahun bernama bapak Ardi Kinan Kini. Total lansia berusia di atas 65 tahun di kloter pertama ini berjumlah 79 orang. Hotel ABRAJ TABAH yang berada di wilayah Syimaliya pada hari ini menerima tiga kloter. Kloter pertama berjumlah 393 jamaah, kloter kedua berjumlah 440 jamaah, dan kloter ketiga berjumlah 440 jamaah. Foto: Karta/Republika

PERCIKANIMAN.iD – – Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Selly Andriany Gantina menilai, kebijakan pengalihan setengah dari kuota tambahan 20 ribu untuk jamaah haji reguler menjadi haji plus (ONH Plus) tak sesuai aturan. Pengalihan tersebut juga tidak sesuai dengan kesepakatan yang dibuat oleh Komisi VIII DPR RI.

 

Dia mengaku, dewan bakal meminta pertanggungjawaban dari Kementerian Agama (Kemenag) atas kebijakan tersebut. Selama proses pembahasan, menurut Selly, Timwas Haji DPR tidak diberi informasi yang jelas mengenai aturan yang dibuat oleh Kemenag, termasuk sistem E-Hajj yang diterapkan.

 

“Bagaimana pun, dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Agama (Permenag) tentu akan menyalahi aturan karena keputusan presiden (keppres) yang dikeluarkan oleh Presiden (Jokowi) sudah ada aturannya. Permenag itu lebih lemah dibandingkan dengan Keppres,” kata Selly dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, dilansir dari republika online, Senin (17/6/2024).

 

Menurut politikus PDIP tersebut, keputusan untuk mengalihkan 10 ribu kuota tambahan haji reguler menjadi haji khusus (ONH Plus) seharusnya diimbangi dengan penambahan ruang untuk jamaah reguler. Namun kenyataannya, penambahan ruang tersebut tidak terjadi, sehingga menyebabkan penumpukan jamaah reguler di Mina dan Arafah.

 

“Terbukti bahwa 10 ribu tambahan untuk haji reguler ternyata tidak ada juga tambahan space untuk haji reguler,” kata Selly.

 

Selama pembahasan, anggota Komisi VIII DPR RI itu tidak mengetahui aturan baru yang dibuat oleh Kemenag. Selain itu, Selly mengaku, tidak mendapatkan informasi yang jelas mengenai E-Hajj yang dikeluarkan oleh Kemenag, dalam rapat panitia kerja.

 

Untuk itu, dia berharap evaluasi tersebut dapat memperbaiki penyelenggaraan ibadah haji pada masa mendatang. Selain itu, Selly mendorong agar Kemenag memastikan bahwa kebijakan yang diambil sesuai dengan aturan yang berlaku serta memenuhi kepentingan jamaah haji. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

903

Pergerakan Jamaah Haji 2024 dari Muzdalifah ke Mina Lancar Berkat Skema Murur

0
Jamaah haji ( ilustrasi foto: arabnews)

PERCIKANIMAN.iD – – Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan bahwa pergerakan jamaah haji Indonesia dari Muzdalifah ke Mina tahun ini berjalan sukses dan lancar. Seluruh jamaah haji Indonesia sudah berhasil diberangkatkan ke Mina hingga pukul 07.37 Waktu Arab Saudi, sebelum terik matahari.

 

“Alhamdulillah, pergerakan jamaah dari Muzdalifah ke Mina tahun ini berjalan lancar. Pada jam 07.37 WAS, seluruh jamaah sudah diberangkatkan dari Muzdalifah menuju Mina, pagi yang cerah dan belum terlalu panas. Ini patut kita syukuri karena jamaah tidak kepanasan di Muzdalifah, sepeti pada musim haji tahun lalu,” kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (Dirjen PHU) Kemenag, Hilman Latief di Makkah, Senin malam (17/6/2024).

 

Penyelenggaraan ibadah haji 1444 H/2023 M diwarnai dengan keterlambatan pergerakan jamaah dari Muzdalifah ke Mina. Saat itu, pemberangkatan jamaah dari Muzdalifah berlangsung hingga 13.30 WAS. Hal ini memberi pelajaran berharga tentang pentingnya ikhtiar dalam mempercepat proses pergerakan jemaah dari Muzdalifah ke Mina.

 

Hilman mengatakan, sukses pergerakan jamaah dari Arafah dan Muzdalifah ke Mina menjadi concern Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Sejak awal, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas juga sudah meminta PPIH untuk melakukan langkah antisipasi dini.

 

Menurutnya, setidaknya ada tiga ikhtiar yang dilakukan PPIH, yaitu penerapan skema murur, penguatan koordinasi lintas pihak, serta penyiapan kesiagaan petugas haji.

 

“Antisipasi keterlambatan pergerakan jamaah dari Arafah dan Muzdalifah ke Mina terus kita ikhtiar. Alhamdulillah, kemarin berjalan sukses dan berhasil,” ujar Hilman dilansir dari republika, Selasa (18/6/2024.

 

Hilman sampaikan terima kasih kepada seluruh petugas yang disiplin melakukan tugas di pos nya masing-masing dengan segala dinamika dan situasi yang dihadapi di lokasi. Namun, tugas PPIH belum selesai. Semua petugas harus memastikan layanan di Mina agar sesuai dengan yang direncanakan. Ini menuntut kedisiplinan dan koordinasi petugas.

 

Penerapan Murur

Mabit di Muzdalifah dengan cara murur adalah mabit (bermalam) yang dilakukan dengan cara melintas di Muzdalifah, setelah menjalani wukuf di Arafah. Jamaah saat melewati kawasan Muzdalifah tetap berada di atas bus (tidak turun dari kendaraan), lalu bus langsung membawa mereka menuju tenda Mina.

 

“Skema murur diterapkan sebagai ikhtiar menjaga keselamatan jiwa jamaah haji atas potensi kepadatan di tengah terbatasnya area Muzdalifah. Jamaah cukup melintas di Muzdalifah dan langsung ke Mina,” kata Hilman.

 

Dijelaskan Hilman, area yang diperuntukkan bagi jamaah haji Indonesia seluas 82.350 meter persegi (m2). Pada 2023, area ini ditempati sekitar 183.000 jamaah haji Indonesia yang terbagi dalam 61 maktab. Sementara ada sekitar 27.000 jamaah haji Indonesia (9 maktab) yang menempati area Mina Jadid. Sehingga, setiap jamaah saat itu hanya mendapatkan ruang atau tempat (space) sekitar 0,45 m2 di Muzdalifah.

 

Sementara tahun 2024, Mina Jadid tidak lagi ditempati jamaah haji Indonesia. Sehingga, 213.320 jamaah dan 2.747 petugas haji akan menempati seluruh area Muzdalifah. Padahal, tahun ini juga ada pembangunan toilet yang mengambil tempat (space) di Muzdalifah seluas 20.000 m2. Sehingga, ruang yang tersedia untuk setiap jamaah hanya 0,29 m2.

 

“Tempat atau space di Muzdalifah menjadi semakin sempit dan ini berpotensi kepadatan luar biasa yang jika dibiarkan akan dapat membahayakan jamaah. Sebab itulah kita terapkan skema murur saat mabit di Muzdalifah,” ujar Hilman.

 

Ada 53.863 jamaah yang mengikuti skema murur. Mereka diberangkatkan dari Arafah mulai jam 19.00 WAS. Setiap maktab siapkan 4 bus khusus untuk membawa jamaah dari Arafah melewati Muzdalifah lalu langsung ke Mina. Pergerakan ini selesai sampai 01.39 WAS.

 

“Alhamdulillah penerapan skema murur berhasil mengurangi kepadatan di Muzdalifah. Hal ini berdampak juga pada percepatan pergerakan jamaah dari Muzdalifah ke Mina,” ujarnya. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

908

Menteri Urusan Haji Arab Saudi Nilai Pelaksaan Haji 2024 Berlangsung Sukses

0
Kaum muslimin sedang melaksanakan ibadah haji ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.iD – – Menteri Haji dan Umroh Arab Saudi Tawfiq Al-Rabiah mengumumkan keberhasilan rencana fasilitasi pergerakan jamaah dari Makkah ke Mina dan Arafah.

 

Saat berbicara pada konferensi pers di Arafah, ia juga mengungkapkan keberhasilan rencana kesehatan di Arafah pada Sabtu. Dilansir di Saudi Gazette, Sabtu (16/6/2024), Al-Rabia mengatakan, total jamaah haji tahun ini mencapai lebih dari 1,8 juta orang.

 

Sementara itu, aparat keamanan haji meninjau kesiapannya dengan melakukan sejumlah latihan keamanan yang menunjukkan tingkat kemampuan dan keterampilan aparat. Tinjauan tersebut juga mencakup mekanisme yang paling menonjol, kendaraan lapis baja, kendaraan khusus, dan penerbangan keamanan.

 

Direktur Keamanan Umum dan Ketua Panitia Keamanan Haji Letjen Muhammad Al-Bassami mengatakan aparat keamanan mulai melaksanakan tugas yang diberikan untuk musim haji tahun ini sesuai dengan rencana keamanan dan preventif. Hal itu berdasarkan serangkaian pilar yang menjadikan kesiapan awal, dan mencerminkan keterampilan perencanaan dan ketepatan melaksanakan tugasnya.

Sambil melantunkan “Labbaik Allahumma Labbaik (Ya Allah, inilah aku menjawab panggilan-Mu)…,” jamaah haji pada Sabtu pagi berbondong-bondong ke Masjid Namira di Arafah, sekitar 20 km tenggara Masjidil Haram di Makkah.

 

Sebelumnya, jamaah menghabiskan malam di Kota Tenda Mina. Jamaah haji laki-laki dengan pakaian putih menyerupai lautan putih umat manusia dan jamaah perempuan dalam balutan abaya menghabiskan jam-jam paling penting dalam perjalanan spiritual seumur hidup mereka.

 

Imam dan khatib Masjidil Haram di Makkah Syekh Maher Al-Muaiqly menyampaikan khutbah Arafah di Masjid Agung Namira. Khutbah ini mirip dengan khutbah perpisahan Nabi Muhammad SAW yang terkenal ketika beliau menunaikan ibadah haji satu-satunya.

 

Dalam khutbahnya, Syekh Al-Muaiqly mengimbau seluruh umat Islam untuk menaati apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi larangan-Nya demi meraih kemenangan, keselamatan, dan kebahagiaan baik dunia maupun akhirat. “Haji merupakan wujud keikhlasan beribadah kepada Tuhan dan bukan wadah slogan-slogan politik,” ujarnya.

 

Menurut laporan yang diterbitkan oleh Badan Umum Statistik Arab Saudi pada Sabtu, sebanyak 1.833.164 jamaah menunaikan ibadah haji tahun ini. Mereka meliputi 1.611.310 jamaah asing dan 221.854 jamaah haji dalam negeri. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

889

Khutbah Idul Adha: Kecerdasan Spiritual, Millenial, Sosial dan Finansial Ibadah Kurban

0
Jamaah shalat Idul Adha (ilustrasi foto: istimewa)

Oleh: KH.Drs.Abdurahman Rasna,MA*

 

Khutbah Pertama:

 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 

الله اكبر.  الله اكبر.  الله اكبر

الله اكبر.  الله اكبر.  الله اكبر

الله اكبر.  الله اكبر.  الله اكبر

لا اله الا الله والله اكبر الله اكبر ولله الحمد

الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا، وسبحان الله بكرة واصيلا،  لا اله الا الله ولا نعبد إلا إياه، مخلصين له الدين ولو كره المشركون، ولو كره الكافرون، ولو كره المنافقون.

لا اله الا وحده، صدق وعده،  ونصر عبده، واعز جنده، وهزم الأحزاب وحده.

لأ اله الا الله والله اكبر الله، اكبر ولله الحمد

 

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِىْ جَعَلَ الْاِسْلَامَ طَرِيْقًا سَوِيًّا،

وَوَعَدَ لِلْمُتَمَسِّكِيْنَ بِهِ وَيَنْهَوْنَ الْفَسَادَ مَكَانًا عَلِيًّا.

 

أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مَّقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا.

وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا حَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُتَّصِفُ بِالْمَكَارِمِ كِبَارًا وَصَبِيًّا.

 

اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِيًّا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ يُحْسِنُوْنَ إِسْلاَمَهُمْ وَلَمْ يَفْعَلُوْا شَيْئًا فَرِيًّا،

 

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، اُوْصِيْكم  ونَفْسِىْ  بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

 

 

Puji dan syukur hanya milik Allah Yang Maha Ghafur yang telah menganugerahkan karunianya yang sangat tak terukur kepada kita, sehingga kita dapat menjalankan aktifitas ibadah kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

 

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Mulia, Nabi Agung, yakni Nabi Besar Muhammad Saw. Dan semoga sinugrah keberkahan untuk keluarga, para sahabat serta seluruh ummat setianya hingga akhir zaman.

Sebagai salah satu rukun khutbah, pada kesempatan ini  khatib mengajak kepada seluruh jamaah, marilah kita senantiasa meningkatkan dan menguatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Barometer dari ketakwaan adalah kemampuan kita untuk sekuat tenaga, memaksimalkan dalam  menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi segala yang dilarang oleh-Nya. Posisi kita berada di jalan yang telah digariskan oleh Allah swt, dengan istiqamah yang tidak berbelok ke kiri dan ke kanan akan menjadikan kita pada posisi tengah dan kuat (ajeg, teteg) sehingga mampu menghantarkan kita pada tujuan yang benar dan hakiki dalam kehidupan di dunia. Karena Ketakwaan ini juga sebagai bekal terbaik dan pakaian terbaik dalam menjalani kehidupan sebagaimana Allah swt   tegaskan dalam Al Qur’an.

 

Pada kesempatan yang Berkah di Hari  Idul Adha 1444 H/2023 M ini, mari kita memaknai  kembali hikmah dibalik  ibadah kurban.

 

Karena Berkuban maknanya tidak hanya mengandung ajaran ritual menyembelih hewan kurban saja.

Akan tetapi Lewat berkurban, Islam juga mengajarkan tentang Kecerdasan Millenial yang berdampak pada kehidupan generasi yang akan datang.

 

Kita dapat memetik pelajaran dari peristiwa kurban Agung yang dilakukan oleh Sang Kholilullaah Sayyidina Ibrahim as bersama putra terlaaihnya Sayyidina Ismail as. Sebagaimana peristiwanya diabadikan oleh Allah Yang Maha Agung yang titah perintah-Nya selalu kita  laksanakan dan larangan-Nya yang harus kita hindarkan. Peristiwa Kurban Agung itu diabadikan sampai akhir zaman.

Hal tersebut dapat kita temukan dalam kitab Suci Al Qur’anul Karim pada surat aah-Shaaffat (37) ayat 99-111 :

 

وَقَالَ اِنِّيْ ذَاهِبٌ اِلٰى رَبِّيْ سَيَهْدِيْنِ

 

“Dan dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku harus pergi (menghadap) kepada Tuhanku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.”

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ

 

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh.”

فَبَشَّرْنٰهُ بِغُلٰمٍ حَلِيْمٍ

 

“Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (Ismail).”

 

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ

 

“Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”

 

فَلَمَّآ اَسْلَمَا وَتَلَّهٗ لِلْجَبِيْنِۚ

 

“Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (untuk melaksanakan perintah Allah).”

 

وَنَادَيْنٰهُ اَنْ يّٰٓاِبْرٰهِيْمُ ۙ

 

“Lalu Kami panggil dia, “Wahai Ibrahim!”

 

قَدْ صَدَّقْتَ الرُّءْيَا ۚاِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ

 

“sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.” Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.”

 

اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْبَلٰۤؤُا الْمُبِيْنُ

 

“Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.”

 

وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ

 

“Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”

 

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ

 

“Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,”

سَلٰمٌ عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ

 

”Selamat sejahtera bagi Ibrahim.”

كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ

 

“Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.”

 

اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ

 

“Sungguh, dia termasuk

Ibadah Kurban juga mengandung tentang kecerdasan  sosial yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan umat manusia.”

 

Dari paparan ayat-ayat tersebut kita dapat mengambil ‘ibrah, bagaimana seorang khalilullah sekaligus seorang ayah yang usinya sudah tua berharap memiliki anak sementara isterinya (Siti Sarah) sudah tidak muda lagi. Dan menurut para medis tidak mungkin seorang Siti Sarah bisa hamil. Namun atas seizinnya, Nabi Ibrahim as menikahi seorang perawan an-Najjary bernama Siti Hajar. Dan dari pernikahannya dengan Siti Hajar tersebut Nabi Ibramih as dikaruniai seorang putra yang sempurna plus shalih, dialah Isma’il as.

 

Sesaat Siti Hajar an-Najjary melahirkan Isma’il as, suasana sekitar sedang dalam kekeringan dan posisi proses persalinannya berada di lembah bukit berbatuan. Dan Siti Hajar-pun berusaha mencari air agar bisa membersihkan badannya dari lumuran darah persalinan, sekaligus agar dapat menyegarkan tubuhnya dan sebagian diminum untuk menyuburkan ASI-nya sehingga Isma’il dapat menyusu kepada ibunya.

Siti Hajar, berusaha berlari kecil mencari air di lembah bukit antara Shafa dan Marwa sampai 7 kali putaran. Dan pada putaran ke 7, Siti Hajar mendapat isyarat dari burung gagak yang sedang mematuk-matukan paruhnya di sekitar tumit kaki Isma’il yang sedang menghentak-an tumitnya ke pasir, dan Siti Hajar-pun mengeruk pasir diantara tumit Isma’il dan bekas Patukan paruh burung gagak tersebut.

Tidak terlalu dalam dan tidak terlalu lama, maka memancarlah air yang lumayan deras, seraya Hajar an-Najjary pun berbicara setengah teriak “Zam Zam, Zam ZAM”.

Siti Hajar, membersihkan badannya dan meminum air ZAM ZAM tersebut. Badannya bersih segar, ASI-nya subur, dan Isma’il- pun menyusu kepada Ibunya.

 

الله اكبر ولله الحمد

 

Peristiwa tersebut dinamai sebagai Sa’i yang juga merupakan salah satu rangkaian ibadah haji yang tidak boleh dilewatkan olaeh jamaah yang sedang beribadah haji.

 

Setelah Isma’il berajak remaja, tiba-tiba Nabi Ibrahim as mendapat perintah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. melalui mimpinya, agar belaiu mengurbankan putera tunggal kesayangannya.

Nabi Ibrahim as yang haniif, tak menyergah menolak perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.  tersebut, beliau siap laksanakan tugas agung tersebut, namun sebelum proses mengurbankan anaknya (Isma’il as), Nabi Ibrahim as menceritakan isi mimpinya kepada isteri-isterinya tak terkecuali kepada putra terkasihnya (Isma’il as), yang pada saat menceritakan itu Nabi Ibrahim as ada sedikit keraguan keluarganya terutama Isma’il as akan menolaknya,

 

يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰى

 

tetapi justeru sebaliknya, Isma’il as spontan menjawab pernyataan sekaligus pertanyaan bapaknya (Ibrahim as) agar bapaknya segera melaksanakan perintah kurban agung tersebut, Isna’il sadar bahwa mimpi ayahandanya bukan sekedar mimpi tapi itu  adalah tugas dari Allah Yang Maha Agung.

 

ياءبت افعل ما تؤمر، ستجدني ان شاء الله من الصابرين.

 

Ketundukan seorang anak kepada orang tuanya apalagi menaati perintah orang tua yang taat kepada perintah Allah  inilah yang akan memartabatkan dan meninggikan derajat seorang anak. Ini yang sering orang sebut dengan kecerdasan Millenial atau MILLENIAL QUOSTION.

Karena seorang anak yang menginginkan Ridha Allah maka dia anak tersebut haruslah mendapat Ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Jika anak menolak atau melawan orang tua itu sama dengan anak tersebut sedang menunggu datangnya laknat Allah.

 

Namun perjalanan  peradaban kehidupan manusia sejak Nabi Adam as sampai akhir zaman sepertinya terus akan selalu ada godaan, tak terkecuali perjalanan spiritual kedua hamba Allah yang shaleh tersebut (Ibrahim as dan Ismail as) juga digoda oleh Iblis laknatullah, sampai akhirnya kedua Kekasih Allah tersebut melempari iblis yang menggoda keimanan Ibrahim as dan Ismail as.

Peristiwa ini, sampai saat ini dan seterusnya sampai akhir zaman akan terus terjadi terutama di setiap momen ibadah haji, yaitu Jamarot atau melrmpar jumroh sebagai simbol bentuk perlawanan dan pertentangan manusia kepada anak cucu iblis yaitu syetan laknatullooh.

 

Setelah iblis laknatullah tak sanggup lagi mengganggu Kesungguhan Ibrahim as dan Isma’il as, maka dilakukanlah prosesi pengyembelihan Ibrahim atas putranya Nabi  Ismail as, namun saat golok tajam yang  terhunus sudah menempel di leher Isma’il as, saat golok akan ditarik disembelih kan terdengar suara menyeru dari belakang Nabi Ibrahim as yang sudah sangat siap melaksanakan kurban agung.

 

فَلَمَّآ اَسْلَمَا وَتَلَّهٗ لِلْجَبِيْنِۚ,  وَنَادَيْنٰهُ اَنْ يّٰٓاِبْرٰهِيْمُ ۙ,

قَدْ صَدَّقْتَ الرُّءْيَا ۚاِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ،

اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْبَلٰۤؤُا الْمُبِيْنُ، وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ، سَلٰمٌ عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ

كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ، اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ

 

Dengan berkurban kita juga  kembali melihat kepekaan akan adanya kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin. Itulah gambaran sosial yang selama ini ada di bumi ini.

 

Karena melalui ibadah qurban  Islam juga mengajarkan kecerdasan sosial atau yang sering orang lain sebut dengan istilah SOCIAL QUOSTION yaitu  dengan perintah mengasah empati dan peduli serta saling membantu.

 

Orang kaya membantu orang miskin, orang mampu membantu orang lemah, orang yang kuat membantu orang yang tidak berdaya. Karena sejujurnya ada orang kaya dan mampu itu karena ada do’a dari orang-orang miskin yang dimanusia- kayakan  melalui empati dan peduli para aghniya.

 

Bukan sebaliknya, yang miskin menjadi semakin miskin, yang lemah dan tak berdaya ditindas, diinjak-injak atau dibiarkan hidup terlunta-lunta.

 

Melalui ibadah kurban inilah kita saling membatu, dan  kita kembali diingatkan tentang pentingnya menghadirkan sikap pengorbanan.

 

Sikap ini terwujud dalam bentuk saling peduli kepada sesama, berempati atas penderitaan mereka yang sakit, yang teraniaya, atau yang tengah memikul beban hidup yang teramat berat.

 

Islam mengajarkan kepada kita untuk merasakan senasib sepenanggungan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Seperti pepatah, ‘berat sama dipikul ringan sama dijinjing’. Artinya, kita bersama-sama dalam suka dan duka.

 

Dalam hati masing-masing seolah kita berkata kepada mereka, “Sakitmu adalah sakitku, deritamu adalah deritaku, kesedihanmu adalah kesedihanku. Apa yang kamu rasa dan tanggung juga menjadi rasa dan tanggunganku.”

 

 

Seperti inilah yang Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam sampaikan kepada kita :

 

تَرَى الْمُؤْمِنِينَ فِي تَرَاحُمِهِمْ وَتَوَادِّهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى عُضْوًا تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ جَسَدِهِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

 

“Kamu perhatikan kaum mukminin dalam berkasih sayang, mencintai, tenggang rasa, adalah seperti satu tubuh, jika ada bagian tubuh yang sakit maka seluruh tubuh lainnya merasakan panas dan tidak bisa tidur.” (HR: Bukhari-Muslim).

 

Melaui ibah kurban kita disadarkan bahwa di tengah-tengah kita masih banyak orang-orang yang hidup dalam kemiskinan.

 

Karenanya, kesempatan setiap menjelang dan Idul Adha kita manfaatkan sebagai support diri kita untuk lebih  memperhatikan sesama lewat ibadah kurban.

 

 

معاشر  المسلمين رحمكم الله

 

Ibadah kurban adalah ibadah yang mengandung hikmah ritual sekaligus sosial. Paling tidak, ada enam Hikmah ritual ibadah  kurban :

 

Pertama, setiap helai bulu hewan kurban akan dibalas satu kebaikan. Rasulullah SAW bersabda,

 

بكل شعرة حسنة قلنا يا رسول الله فالصوف ؟ قال : فكل شعرة من الصوف حسنة

 

“Setiap satu helai rambut hewan kurban adalah satu kebaikan.” Lalu, sahabat bertanya, “Kalau bulu-bulunya?” Beliau menjawab, “Setiap helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

 

Kedua, ibadah kurban ini merupakan ibadah yang paling dicintai oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda,

 

مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلاً أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْفَارِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

 

“Tidak ada amalan anak cucu Adam pada Hari Raya Idul Kurban yang lebih dicintai Allah melebihi dari mengucurkan darah (berkurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan itu akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu-bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah -sebagai kurban- di mana pun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi).

 

 

Ketiga, sebagai ciri keislaman seseorang. Rasulullah SAW bersabda,

 

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ، فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

 

“Siapa yang mendapati dirinya dalam kelapangan lalu ia tidak mau berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Id kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

 

Keempat, sebagai syiar Islam.

 

وَلِكُلِّ أُمَّةٖ جَعَلۡنَا مَنسَكٗا لِّيَذۡكُرُواْ ٱسۡمَ ٱللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلۡأَنۡعَٰمِۗ فَإِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞ فَلَهُۥٓ أَسۡلِمُواْۗ وَبَشِّرِ ٱلۡمُخۡبِتِينَ

 

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” (QS. al- Hajj : 34).

 

 

Kelima, mengenang ujian kecintaan Allah SWT kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang diabadikan dalam Surat ash- Shaffat ayat 102-107.

 

Dan keenam, sebagai misi kepedulian kepada sesama. Dalam hal ini, Rasulullah SAW bersabda,

 

أَيَّام التَّشْرِيق أَيَّام أكل وَشرب وَذكر الله تَعَالَى

 

“Hari Raya Kurban adalah hari untuk makan, minum, dan zikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.” (HR Muslim).

 

Selain keenam hikmah tersebut ada satu lagi hikmah ibadah kurban yaitu Kecerdasan Finansial (FINANCIAL QUOSTION).

 

Kecerdasan finansial dari ibadah kurban yaitu menggerakkan ekonomi melalui ketersediaan hewan kurban yang dilakukan para peternak bersekala kecil individual, berkelompok (kelompok peternak) sampai kepada peternakan skala besar dan modern dengan melibatkan para pegawai yang rata-rata berpendidikan rendah (masyarakat kelas bawah), yang sering disebut dengan memartabatkan masyarakat marginal sampai dengan yang berpendidikan tinggi, para dokter hewan, para insinyur peternakan dengan berkolaborasi antara aghniya, dhu’afa serta ulama di bidang peternakan, SMK Peternakan, Pesantren Skill khusus bidang Peternakan, JULEHA (JUru sembeLEh HAlal), Sarjana khusus Rumput untuk menyiapkan ketersediaan Pakan (Bank Rumput) dan lain-lain.

 

Terselenggaranya kolaborasi di bidang peternakan ini adalah sebagai elaborasi sense off belongingness dari peringatan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.  :

 

…….كي لا يكون دولة من الأغنياء منكم……

 

“….. Agar harta itu jangan hanya beredar diantara orang-orang kaya diantaramu saja……”. QS. Al Hasyr : 7

Demikian dengan jelas hikmah berkurban tersebut sangat mengandung nilai agama dan nilai sosial yang luar biasa.

 

Jika nilai-nilai ibadah kurban itu terus digali, diselami, dan diimplementasikan dalam kehidupan kita,  niscaya akan dapat mengantarkan kepada kehidupan yang lebih baik.

 

Inilah hikmah ibadah kurban yang dianjurkan dalam Islam.

 

Oleh karena itu, mari bagi yang mampu laksanakan kurban. Minimal kita menyiapkan untuk memBeli dan menyembelih hewan kurban lalu dagingnya kita bagikan kepada kaum papa, duafa, orang-orang miskin, dan setiap orang yang membutuhkan.

 

بارك الله لي ولكم من القراءن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم وتقبل مني ومنكم تلاوته أنه هو السميع العليم .

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

 

Khutbah Kedua:

 

الله اكبر   الله اكبر.   الله اكبر

الله اكبر.   الله اكبر.   الله اكبر

الله اكبر.

لا اله الا الله والله اكبر ، الله اكبر ولله الحمد ،

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. اَمَّا بَعْدُ :

فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ تَعَالىَ وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَاظَهَرَ وَمَا بَطَنْ، وَحَافِظُوْاعَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ.

 

وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا: اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ،

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ وَالجُنُونِ والجُذَامِ وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا, اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى والتُّقَى والعَفَافَ والغِنَى، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

 

*penulis adalah anggota Komisi Dakwah MUI Pusat dan anggota Bidang Dakwah PB MA

5

Red: admin

Editor: iman

906

Unisba Jadi PTIS Terbaik  di Jabar dan Banten

0
Kampus dan mahasiswa Unisba ( foto: dok.unisba)

PERCIKANIMAN.iD – – Perlahan namun pasti, Universitas Islam Bandung (Unisba) secara konsisten tetap mempertahankan nilai-nilai ke-Islaman sebagai penciri khas serta pedoman dan tujuan dari awal berdiri hingga saat ini menjadi Perguruan Tinggi Islam Swasta (PTIS) terkemuka dan berkualitas.

 

Terakreditasi Unggul dengan reputasi yang baik di bidang Tri Dharma perguruan tinggi dengan nilai-nilai ke-Islamannya mampu memposisikan Unisba sebagai PTIS terbaik di wilayah Jawa Barat dan Banten. Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya posisi ke 64 nasional versi UniRank tahun 2024 dan posisi ke 125 di Indonesia versi EduRank tahun 2024 yang mengungguli PTIS lainnya yang ada di Jawa Barat dan Banten.

 

Ke-Unggul-an ini juga tercermin dari berbagai aspek yang diperoleh hingga saat ini yang terus menunjukkan peningkatan performa yang signifikan mulai dari kemegahan akademik, akreditasi, performa dosen, kualitas sumber daya manusia (SDM), Kerjasama, kurikulum hingga prestasi mahasiswa baik ditingkat nasional maupun internasional, serta peran alumni melalui semangat 3M (mujahid, mujtahid dan mujaddid) dan ber-akhlakul karimah yang sudah tersebar luas di masyarakat dalam memberikan kontribusi nyata dalam kemaslahatan umat.

 

Menjadi rahmatan lil‘alamin  dalam setiap aktivitas merupakan harapan para pendiri yang dapat membawa rahmat bagi masyarakat, negara dan dunia, terus dipupuk pada seluruh sivitas akademika Unisba sehingga membentuk karakter Islami dan membawa kebaikan bagi lingkungan khususnya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, seiring dengan visi Unisba Menjadi Perguruan Tinggi Islam yang Mandiri, Maju, dan Terkemuka di Asia Pada Tahun 2033.

 

Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H., mengatakan bahwa nilai-nilai Islam secara konsisten masuk ke dalam setiap aspek kehidupan kampus yang sejalan dengan tradisi akademik yang merupakan tradisi Islam.

 

“Ini sesuai dengan Q.S. Al Alaq dimana perintah pertama iqra, yang artinya baca atau belajar. Jadi bagaimana dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam  yang secara formal diaplikasikan dalam kurikulum, seperti kita memiliki Pendidikan Agama Islam selama tujuh semester dan pesantren. Atau dalam aktifitas lainnya seperti diskusi, seminar dan kegiatan ilmiah lainnya yang merupakan perintah dari Al Quran untuk terus belajar,” ungkapnya.

 

Rektor menambahkan bahwa Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengajaran, peneliti dan pengabdian kepada masyarakat  dilingkungan kampus yang merupakan tradisi Islam juga telah banyak diterapkan. “Sehingga kenapa belajar itu tradisi akademik dan tradisi Qurani karena Allah SWT menjanjikan bahwa yang berilmu tinggi maka akan ditinggikan derajatnya, yang artinya klop dengan perintah belajar dalam Al Quran supaya orang berilmu dan supaya derajat kita semakin tinggi,” ucapnya.

 

Menurutnya, Allah SWT juga sudah menjuluki dan menisbahkan seorang muslim merupakan kuntum khaira ummatin, sebagai umat yang terbaik. “Maka umat terbaik itu harus digambarkan pertama dalam kompetensi kelimuan. Ilmu apa pun karena Islam tidak membatasi untuk belajar ilmu agama saja, walaupun sumber ilmu pengetahuan itu berasal dari Al Quran,” ujarnya.

 

Melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi kata Rektor, Unisba ingin mendidik ilmuwan-ilmuwan yang ulama, artinya mengerti agama karena Unisba merupakan PTIS yang intelektual. “Artinya bagaimana ulama dalam mengaplikaiskan pengetahuan agamanya dalam konteks perkembangan zaman yang semakin cepat sehingga kita mendorong mahasiswa lulusan Unisba mengerti agama yakni seorang faqih fiddin yang kompeten dibidang ilmunya, dan kalau sudah mengerti agama insya Allah akan ber-akhlakul  karimah,” kata Rektor.

 

Pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Unisba telah menerapkan nilai-nilai ke-Islaman sesuai dengan road map LPPM Unisba. “Walaupun road map mengikuti perkembangan yang diberikan Dikti atau Kemenag atau lembaga lain, akan tetapi nilai-nilai ke-Islaman itu tetap harus masuk dan menjadi landasan,” ucapnya.

 

“Jadi artinya bukan hanya akhlak tapi perkembangan ilmu pengetahuan juga itu wajib, misal saat menjadi inovator. Ciri seorang muslim juga  terus menghasilkan pembaharuan dan inovasi karena itu merupakan perintah agama. Oleh karena itu, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat itu harus sesuatu yang baru. Itulah fungsi bahwa Islam selalu mengejar kemajuan,” ujarnya.

 

Penerapan akhlakul karimah bagi para dosen di Unisba kata Rektor, dapat diaplikasikan melalui pergaulan maupun pembelajaran kepada mahasiswa. “Akhlak dosen tidak hanya budi pekerti yang baik atau tawadhu saja, tapi juga dalam konteks pembelajaran dengan kedisiplinan karena kuliah yang tertib, aman, dan nyaman itu juga merupakan akhlak,” katanya.

 

Pengupdatean kurikulum pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat paling lama dua tahun sekali juga menjadi suatu concern dalam inovasi pembelajaran dalam menghasilkan khairu ummah.

 

“Karena  bagi orang Islam tidak ada garis finish dalam belajar sehingga updating dan inovasi perlu dilakukan. Metode belajar, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat harus selalu di update karena tidak ada garis finish bagi muslim untuk belajar, belajar dan belajar.  Jadi konsep long life education  dan long life learning itu merupakan konsep Islam. Islam mengajarkan bahwa belajar itu dari mulai buaian sampai ke liang lahat artinya sepanjang hayat umat Islam itu  harus bisa menghasilkan karya yang mutakhir, bermanfaat bagi  masyarakat, dan karya yang tidak menghancurkan / merugikan masyarakat. Ini menjadi konsep kita (Unisba) yakni menghasilkan umat yang terbaik (khairu ummah),” pungkasnya.

 

Yuk bergabung dengan keluarga besar Unisba, perguruan tinggi Islam swasta terbaik di Jawa Barat dan Banten! Raih impian pendidikan tinggi di lingkungan akademik yang berkualitas dengan nilai-nilai Islam sebagai landasan melalui karakteristiknya 3M (mujahid, mujtahid dan mujaddid). Dengan berbagai program studi unggulan, tenaga pengajar yang kompeten, fasilitas lengkap, Unisba siap membantu mewujudkan potensi terbaikmu.

 

Segera mendaftar dan bergabunglah dengan Unisba untuk meniti langkah menuju masa depan yang gemilang! Informasi lebih lanjut mengenai prosedur pendaftaran dan program studi Unisba, kunjungi website www.unisba.ac.id. Jadilah bagian dari keunggulan pendidikan tinggi Islam di Jawa Barat dan Banten bersama Unisba. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

997

MUI Ingatkan Jamaah Haji Lansia dan Risti Lebih Baik Ikut Murur

0
haji dan jamaah
Jamaah Haji lansia ( ilustrasi foto: kemenag)

PERCIKANIMAN.iD – – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai, skema melintas (murur) dalam penyelenggaraan ibadah haji lebih menjamin keselamatan jamaah dari kelompok lanjut usia (lansia) dan berisiko tinggi (risti). Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum MUI Buya Anwar Abbas.

 

Menurut dia, perjalanan haji untuk jamaah lansia dan risti lebih baik dilakukan dari Arafah langsung lanjut ke Mina, serta mabit di Muzdalifah. Dengan perkataan lain, skema murur dapat menjadi opsi utama bagi mereka.

 

“Saya tahun 2008 (berangkat) haji, begitu juga tahun 2019. Tempat di sini (Muzdalifah –Red) masih luas sehingga kalau mobil (bus) parkir di sini, meskipun sempit-sempit, mampulah menampung. Namun, sekarang banyak bangunan. Di sini ada dibangun toilet,” kata Buya Anwar Abbas usai meninjau kesiapan sarana dan prasarana di Padang Arafah, Makkah, Arab Saudi, dilansir dari Republika, Rabu (12/6/2024).

 

Skema murur diambil sebagai antisipasi padatnya lokasi Muzdalifah lantaran dampak penambahan area toilet yang memakan lahan hingga lebih dari 20 ribu meter persegi. Di samping itu, ada pula pemindahan penempatan jamaah di area perluasan Mina (Mina Jadid) ke Mu’aisim. Buya Anwar meyakini, pemerintah Arab Saudi telah siap menyediakan berbagai hal untuk kelancaran pelaksanaan skema tersebut.

 

 

Ia memandang, pilihan mabit di Muzdalifah dengan murur patut menjadi pilihan bagi jamaah lansia dan risti. Di samping itu, MUI pun sudah membuat fatwa terkait hal tersebut.

 

“Dalam maqashid syariah ada hifdzunnafs ya. Ada pertimbangan keselamatan jamaah,” ujar Naib Amirul Hajj Indonesia untuk musim haji tahun 1445 H/2024 M itu.

 

Jamaah yang mengikuti murur beserta para pendampingnya akan mulai diberangkatkan dari Arafah langsung menuju Mina sejak pukul 19.00 malam waktu setempat. Menurut Buya Anwar, hal itu tidak mengurangi keabsahan ibadah haji karena pemberangkatan dimulai dari terbenamnya matahari.

 

“Memang, ada ulama mengatakan lewat jam 12 malam, tetapi situasi dan kondisinya tidak memungkinkan. Melihat space (luasan) sekarang ini, saya punya kesimpulan memang tidak mungkin,” ujar Buya Anwar.

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) telah menggulirkan rencana pola mabit di Muzdalifah dengan skema murur. Hal ini menjadi bagian dari mitigasi makin sempitnya kawasan Muzdalifah, khususnya setelah terbangunnya toilet yang memakan lahan seluas dua hektar.

 

Berdasarkan catatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), area Muzdalifah yang diperuntukkan bagi jamaah haji Indonesia seluas 82.350 meter persegi.  Pada 2023 lalu, area ini ditempati sekitar 183 ribu orang jamaah haji Indonesia yang terbagi dalam 61 maktab. Sementara itu, sekitar 27 ribu jamaah haji Indonesia (9 maktab) menempati area Mina Jadid. Alhasil, setiap orang pada saat itu hanya mendapatkan space sekitar 0,45 meter persegi di Muzdalifah.

 

Pada tahun ini, Mina Jadid tidak lagi ditempati jamaah haji Indonesia. Dengan demikian, 213.320 orang jamaah dan 2.747 petugas haji RI akan menempati seluruh area Muzdalifah. Padahal, pada musim haji 1445 H/2024 M ini juga ada pembangunan toilet yang mengambil tempat di Muzdalifah seluas 20 ribu meter persegi. Ruang yang tersedia untuk tiap jamaah pun, jika semuanya ditempatkan di Muzdalifah, kian menyempit, yakni menjadi 0,29 m persegi.

 

Karenanya, mabit Muzdalifah dengan skema murur menjadi ikhtiar pemerintah untuk dapat mengurangi kepadatan di Muzdalifah. Pemerintah menargetkan 55 ribu jamaah haji Indonesia akan melakukan skema murur.

 

Dengan skema ini, mabit (bermalam) yang dilakukan jamaah dengan cara melintas di Muzdalifah, setelah menjalani wukuf di Arafah. Mereka saat melewati kawasan Muzdalifah tetap berada di atas bus, tidak turun dari kendaraan. Kemudian, bus langsung membawa mereka menuju tenda Mina. [ ]

 

5

Red: admin

Editor: iman

907

 

 

 

Khutbah Jumat:  Ibadah Qurban  Sebagai Konsekwensi dan Kepatuhan  Kepada Allah

0
ilustrasi foto: freepik

Oleh: KH.Drs.Abdurahman Rasna,MA*

Khutbah Pertama:

 

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الْمُنْعِمِ عَلَى مَنْ أَطَاعَهُ وَاتَّبَعَ رِضَاهُ، الْمُنْتَقِمِ مِمَّنْ خَالَفَهُ وَعَصَاهُ، الَّذِى يَعْلَمُ مَا أَظْهَرَهُ الْعَبْدُ وَمَا أَخْفَاهُ، الْمُتَكَفِّلُ بِأَرْزَاقِ عِبَادِهِ فَلاَ يَتْرُكُ أَحَدًا مِنْهُمْ وَلاَيَنْسَاهُ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى مَاأَعْطَاهُ. أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةَ عَبْدٍ لَمْ يَخْشَ إِلاَّ اللهَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِي اخْتَارَهُ اللهُ وَاصْطَفَاهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ ، وَتَفَكَّرُوْا فِي نِعَمِ رَبِّكٌمْ وَاشْكُرُوْهُ، وَاذْكُرُوا آلَاءَ اللهِ وَتَحَدَّثُوا بِفَضْلِهِ وَلَا تَكْفُرُوْهُ، قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَهُوَ أَصْدَقُ الْقَائِلِيْنَ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ ﴿ إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ ، فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ، إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ﴾، صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمِ وَصَدَقَ رَسُوْلُهُ الْحَبِيْبُ الْكَرِيْمُ وَنَحْنُ عَلَى ذَلِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ وَالشّاكِرِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ،

أَمَّا بَعْد :

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Puji dan syukur marilah kita panjatkan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Dzat yang maha mengatur dan memberi nikmat kepada kita semua. Terutama nikmat panjang umur, nikmat sehat, dan iman-islam, sehingga pada kesempatan ini kita bisa bersama-sama menunaikan shalat Jumat berjamaah. Semoga setiap langkah kaki menuju tempat ini dan setiap amaliah yang kita tunaikan pada kesempatan ini senantiasa mendapat rida Allah Subhanahu wa ta’ala.

 

Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Baginda Alam, Nabi Besar Muhammad Shalallahu alaihi wasallam. Nabi pembawa rahmat ke seluruh alam, sekaligus Nabi pembawa cahaya ketauhidan di tengah gelapnya kesyirikan. Shalawat dan salam juga semoga tercurah kepada keluarganya, para sahabatnya, tabiin dan tabiaatnya, hingga kepada kita selaku umatnya yang senantiasa berharap syafaatnya kelak di hari Kiamah.

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita sama-sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Takwa dalam arti imtisalul awamir wajtinabun nawaahi atau menunaikan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Sebab, tidak ada bekal paling baik menghadapi perjalanan hidup ini selain ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Tidak ada hamba paling mulia di sisi-Nya selain hamba yang bertakwa kepada Allah.

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Cikal bakal pensyariatan ibadah kurban berawal dari peristiwa Nabi Ibrahim as yang hendak menyembelih putranya Ismail alaihissalam. Kala itu Nabi Ibrahim as ikhlas menyanggupi perintah Allah sebagai bentuk kepasrahan dan kepatuhan total kepada-Nya. Perintah itu diterima langsung melalui mimpinya, sebagaimana yang dilansir dalam Al-Quran.

 

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرى فِي الْمَنامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرى قالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

 

Artinya, “Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar,” (QS. ash-Shafat [37]:102).

 

Mendapat informasi demikian dari ayahnya, Nabi Ismail pun tak gentar sedikit pun. Ia justru meminta Sang Ayah untuk menyanggupinya. Hal itu jelas terlihat dalam bunyi ayat di atas, “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah, engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Mendapat kesanggupan itu, Nabi Ibrahim bergegas menajamkan pisau dan membaringkan putranya Ismail untuk disembelih. Namun, goresan pisau Ibrahim di leher Ismail ternyata tak membekas apa-apa. Sebab, begitu cepat Allah mengganti leher Ismail dengan leher kambing.

Rupanya, perintah Allah pada Ibrahim untuk menyembelih putranya hanyalah ujian. Intinya, Ibrahim telah membenarkan mimpinya. Ibrahim sudah terbukti hamba yang ikhlas menjalankan perintah Allah. Itu terbukti dari seruan Allah kepada mereka berdua, sebagaimana termaktub dalam surah ash-Shaffat :

 

وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ ، قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ ، إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ ، وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

 

Artinya: “Dan Kami panggillah dia, “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya demikian Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar,” (QS. ash-Shafat [37]: 104-107).

Peristiwa penyembelihan ini kemudian menjadi cikal bakal pensyariatan ibadah kurban yang dikukuhkan dalam syariat umat Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam dan selalu mereka peringati di setiap Hari Raya Idul Adha atau Idul Kurban.

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Berkurban sendiri merupakan konsekuensi dan kepatuhan kita sebagai hamba. Pada hakikatnya, apa pun yang Allah perintahkan, harus kita tunaikan, meskipun harus mengorbankan sesuatu yang paling berharga sekalipun, baik berupa jiwa, raga, waktu, harta dan sebagainya seperti halnya yang dicontohkan Nabi Ibrahim yang mengorbankan putra kesayangannya. Secara spesifik, ibadah kurban sendiri didasarkan pada firman Allah dalam Al-Qur’an sebagaimana berikut :

 

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَ، فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ، اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ

 

Artinya, “Sungguh, Kami telah memberimu, Muhammad, nikmat yang banyak, maka shalatlah untuk Tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang yang membencimu adalah orang yang terputus dari rahmat Allah,” (QS. Al-Kautsar [108]: 1-3).

 

Berdasar ayat tersebut, madzhab Syafi’i menetapkan hukum kurban sebagai sunnah muakkad, sementara madzhab yang lain ada yang menetapkan hukum wajib, terlebih bagi mereka yang berkecukupan, sesuai dengan bunyi hadis :

 

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ، فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

 

Artinya, “Barangsiapa yang berkelapangan (harta) namun tidak mau berkurban maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami,” (HR. Ibnu Majah).

 

Namun, ada pula di antara ulama madzhab Syafi’i yang menarik hukum sunah muakkad kepada sunnah kifayah. Ini artinya, jika ada beberapa orang dalam satu keluarga, maka cukup terwakili atau terpenuhi status sunahnya jika ada salah seorang dari mereka yang menunaikan. Ini menunjukkan, tidak lagi diorientasikan bagi yang mampu, tetapi dianggap sebagai ibadah kolektif yang berstatus sunah dalam setiap keluarga.

Bahkan, disampaikan Ibnu ‘Abbas, jika seseorang tidak mampu berkurban dengan domba atau kambing, maka hendaklah berkurban pada hari raya Idul Adha dengan hewan yang halal walaupun berupa ayam, itik, atau kelinci sebagai wujud iraqotud dam.

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Hukum sunah dan wajib di atas memberi pengertian dua hal.

-> Pertama, ibadah kurban merupakan ibadah penting. Bahkan, dalam hadis dijelaskan bahwa amalan yang paling bagus dilakukan pada saat hari raya Idul Adha adalah iraqutud dam atau menyembelih hewan kurban. Karena itu, jika kita mampu maka tunaikanlah ibadah kurban tersebut.

 

-> Kedua, ibadah kurban merupakan wujud kesadaran dan kepasrahan hamba yang tidak memiliki apa-apa dan tidak memiliki kekuasaan apa-apa. Ingatlah apa yang dipasrahkan Nabi Ibrahim as berupa anak tercinta, Ismail, walau kemudian diganti oleh Allah dengan domba.

 

Lantas secara spesifik kapan kita diperintah untuk menyembelih hewan kurban? Sebagaimana yang telah disinggung, pelaksanaan kurban adalah pada Hari Raya Idul Adha, yakni pada tanggal ke-10 Dzulhijjah ditambah tiga hari Tasyriq, yaitu tanggal ke-11, ke-12, dan ke-13.

 

Adapun ketentuan pembagian daging hewan kurban, para ulama fiqih telah memberi ketetapan. Jika kurbannya berupa nadzar, maka orang yang berkurban tidak boleh memakannya sedikit pun, termasuk keluarga yang wajib dinafkahinya. Sementara untuk kurban sunah, si pengurban masih boleh memakan sesuap atau dua suap bagian hatinya demi mencari keberkahan, bahkan mengambil hingga sepertiganya.

 

فكانوا منها واطعموا الباءس الفقير

 

Hal itu dilakukan demi ittiba’ur-rasul atau mengikuti Rasulullah saw. sekaligus tafa’ul atas para penduduk surga. Sebab, hidangan pertama yang diberikan kepada mereka adalah hati

Meski status kurbannya sunah dan si pengurban boleh mengambil hingga sepertiganya, tetapi menyedekahkan dan menghadiahkan seluruhnya tentu lebih baik. Tujuannya supaya lebih menunjukkan rasa ikhlas dan pengorbanan total dalam berkurban.

Namun, yang diniatkan dalam kurban adalah membersihkan sifat-sifat kehewanan yang ada dalam diri, menjauhkan sifat kikir, meraih kesucian jiwa, serta memperindahnya dengan sifat-sifat terpuji. Lagi pula yang sampai pada Allah dalam berkuran bukan dagingnya, melainkan ketakwaannya, sebagaimana firman-Nya :

 

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

 

Artinya, “Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu,” (Q.S. Al-Hajj [22]: 37).

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Semoga kita termasuk orang-orang yang pasrah dan berserah terhadap perintah Allah. Apa pun yang Allah perintahkan, termasuk perintah berkurban dengan harta kita, kita mampu menunaikannya. Mari bersiap menyambut perintah kurban pada waktunya. Sesungguhnya, dengan berkurban, kita tidak akan pernah rugi.

 

Dengan kurban, kita terlepas dari sifat kikir dan jauh dari sifat-sifat bahimouyah sifat kehewanan). Sesungguhnya Allah pasti sudah menyiapkan balasan dan keberkahan bagi siapa pun yang menjalankan perintah-Nya. Semoga kita termasuk di dalamnya.

 

امين يا رب العالمين

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

 

 

Khutbah Kedua:

 

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ.

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ.

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا .. وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِوَالْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتْ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَ نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

 

*penulis adalah anggota Komisi Dakwah MUI Pusat dan anggota Bidang Dakwah PB MA

5

Red: admin

Editor: iman

980

Bus Shalawat Berhenti Beroperasi, Jamaah Diimbau Istirahat Jelang Puncak Haji

0
Bus Shalawat ( ilustrasi foto: kemenag)

PERCIKANIMAN.iD – – Menjelang wukuf di Arafah, Sabtu, 15 Juni 2024, jamaah haji Indonesia diminta tidak memaksakan diri untuk ke Masjidil Haram dan lebih baik beristirahat guna mempersiapkan mental dan spiritual. Pasalnya, layanan Bus Shalawat dihentikan sementara waktu sejak hari ini, Selasa (11/6/2024) pukul 12.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

“Kami tidak menyarankan untuk memaksakan diri ke Masjidil Haram agar bisa siap untuk melaksanakan wukuf,” kata Kasie Layanan Transportasi Daker Makkah Syarif Rahman di Makkah, Senin (11/6/2024).

Dia menjelaskan, saat ini memasuki masa tenang persiapan puncak haji. “Layanan bus Shalawat menjelang wukuf di Arafah itu akan berhenti sementara, itu mulai besok tanggal 4 Zulhijah 1445 H atau 11 Juni 2024 jam 12 siang. Jadi setelah itu, istilahnya sudah memasuki masa tenang untuk persiapan wukuf di Arafah,” kata Syarif dilansir dari ihram.co.id

Bus Shalawat adalah bus yang disiapkan Kementerian Agama sebagai alat transportasi jamaah haji Indonesia dari hotel Masjidil Haram di Mekkah. Bus ini beroperasional selama 24 jam dan gratis.

Bus-bus sudah ditarik pihak pengelola untuk difokuskan pada pelayanan puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (armuzna). Syarif mengatakan, total bus yang beroperasi adalah 450 unit.

Syarif mengatakan, bukan hanya bus shalawat saja yang ditarik oleh pengelola, tetapi bus-bus yang digunakan jamaah dari negara lain juga ditarik untuk konsentrasi persiapan Armuzna. Bus Shalawat akan kembali beroperasi setelah kegiatan di Armuzna selesai.

“Kembali beroperasi  pada tanggal 15 Zulhijah atau 20 Juni 2024,” kata Syarif.

Syarif berkata, berhentinya layanan Bus Shalawat membuat jamaah lebih fokus menyiapkan diri. “Diharapkan dengan berhentinya layanan bus shalawat itu merupakan masa tenang. Jamaah fokus menyiapkan diri untuk pelaksanaan wukuf di Arafah. Lebih banyak istirahat, sholat di akomodasi dan masjid-masjid dekat akomodasi,” katanya.

Jamaah yang masih ingin ke Masjidil Haram masih tetap bisa menyewa taksi. Namun, ongkos taksi di puncak haji akan naik berkali-kali lipat dari hari biasa.

“Naik taksi, tapi lagi-lagi supaya diketahui bahwa ongkos naik taksi semakin ke sini semakin mahal,” ucap Syarif. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

903

UNISA Bandung Terima Kunjungan RS Izza Cikampek, Sinergi Tingkatkan Serapan Lulusan Berkualitas

0
Foto bersama Unisa Bandung dengan Wakil Direktur Rumah Sakit Izza Cikampek ( foto: dok.unisa bandung)

PERCIKANIMAN.iD  – – Universitas ‘Aisyiah (Unisa) Bandung baru saja mendapatkan kunjungan dari Rumah Sakit Izza Cikampek. Kunjungan tersebut tersebut diterima langsung oleh Plh Rektor, Jajaran Dekanat FIKes serta Kepala Biro Kerja Sama Unisa Bandung bertempat di Meeting Room Kampus 1, Rabu (12/06/2024)

 

Plh Rektor Unisa Bandung, Dr. Sitti Syabariyah, S.Kp.,MS.Biomed mengaku sangat terhormat dan bahagia atas kunjungan Rumah Sakit Izza Karawang tersebut.

 

“Kami merasa terhormat dan berbahagia bahwa stakeholder dan mitra dari luar memiliki komitmen untuk bekerjasama dengan Unisa Bandung. Setiap tahunnya kami mengalami perkembangan, dan ke depannya kami ingin meminta masukan, khususnya untuk serapan lulusan dari stakeholder,” ungkap Sitti.

 

Lebih lanjut, Dr. Sitti juga mengungkapkan bahwa saat ini Unisa Bandung sedang melakukan percepatan dalam penyerapan lulusan.

 

“Unisa Bandung terus berkomitmen untuk menghasilkan lulusan Fakultas Ilmu Kesehatan yang memiliki kualitas luar biasa. Patut dibanggakan bahwa tingkat kelulusan ujian kompetensi FIKes Unisa Bandung mencapai 97%”, terangnya.

 

Diakhir sambutan  disampaikan harapan agar kedepannya, terbentuk suatu kerja sama yang saling menguntungkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada umat dan masyarakat Indonesia.

 

Wakil Direktur Rumah Sakit Izza Cikampek, dr. Amelia Rahayu, MARS, juga menyampaikan harapannya dalam sambutannya.

 

“Kami sangat membutuhkan tenaga kesehatan yang kompeten dan memiliki kemampuan hospitality yang baik. Rumah Sakit Izza Karawang sangat menaruh harapan besar untuk bekerja sama dengan Unisa Bandung. Mudah-mudahan ikhtiar untuk memajukan kesehatan masyarakat bisa kita wujudkan melalui kerjasama ini. Visi rumah sakit kami adalah menjadi rumah sakit yang berdaya saing, islami, dan menjadi sarana umat,” ungkap Amelia.

Senada dengan Dr. Sitti, dr Amel juga berharap pertemuan ini dapat menjadi langkah awal yang baik dalam membangun kerjasama yang saling menguntungkan antara Rumah Sakit Izza Cikampek dan Unisa Bandung.

 

“Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan di Indonesia, serta memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri kesehatan,”pungkasnya. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

903

Doa Para Nabi, Ini 10 Doa Yang Layak Kita Panjatkan

0
Seorang muslim berdoa ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.iD – – Salah satu tugas utama manusia adalah beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Sementara itu doa adalah salah satu aktivitas beribadah. Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam. bersabda, “Addu’au Mukhkhul ‘Ibadah” artinya doa adalah intisari ibadah.

 

Untuk itu sebagai hamba atau makhluk yang lemah, yang senantiasa tanpa daya dan upaya tanpa pertolongan Allah, maka kita diminta untuk berdoa. Dalam Al Quran, Allah sendiri sangat senang jika hamba-Nya berdoa kepada-Nya,

(60) وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan doamu. Sesungguhnya, orang-orang sombong yang tidak mau menyembah-Ku akan masuk Jahanam dalam keadaan terhina.’” (Q.S. Gāfir [40]: 60).

 

Doa bukan hanya kebutuhan manusia biasa, bahkan para kekasih dan utusan Allah yakni para Nabi dan Rasul pun selalu berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah. Karena doa merupakan intisari ibadah, cukup logis apabila seluruh nabi pernah berdoa kepada Allah. Doa para nabi seluruhnya tercatat dalam Al-Qur’an. Beberapa di antaranya kita sebutkan di sini.

  1. Doa Nabi Nuh a.s.

(26) رَبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الْأَرْضِ مِنَ الْكَافِرِينَ دَيَّارًا….

(27) إِنَّكَ إِنْ تَذَرْهُمْ يُضِلُّوا عِبَادَكَ وَلَا يَلِدُوا إِلَّا فَاجِرًا كَفَّارً

“….Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sebab, jika Engkau biarkan tinggal, pasti mereka menyesatkan hamba-hamba-Mu dan hanya akan melahirkan anak-anak yang berbuat maksiat dan sangat kufur.” (Q.S. Nūĥ [71]: 26-27)

 

Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Nuh a.s. setelah beliau berdakwah sekitar 950 tahun, namun umatnya tidak menghiraukan dakwahnya. Perlu dicatat, meskipun doa ini pernah diucapkan oleh Nabi Nuh a.s., tapi umat Islam tidak perlu berdoa seperti ini karena Nabi Saw. mengajarkan pada kita untuk mendoakan orang-orang yang tidak mengikuti ajakan dakwah agar dibukakan hatinya dan diberi hidayah.

 

Analisis ini menggambarkan bahwa ada doa yang memang cocok dipanjatkan pada zaman nabi tertentu, tapi tidak cocok diucapkan oleh umat Nabi Muhammad Saw.

 

  1. Doa Nabi Luth a.s.

(169) رَبِّ نَجِّنِي وَأَهْلِي مِمَّا يَعْمَلُونَ

Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari akibat perbuatan mereka.” (Q.S. Asy-Syu‘arā’ [26]: 169).

 

Doa ini dipanjatkan ketika Allah Swt. akan menurunkan azab kepada kaum Nabi Luth a.s.

 

  1. Doa Nabi Yusuf a.s.

(33) رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُنْ مِنَ الْجَاهِلِينَ

Ya Tuhanku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika Engkau tidak menghindarkanku dari tipu daya mereka, niscaya aku memenuhi keinginan mereka dan tentu aku termasuk orang bodoh.” (Q.S. Yūsuf [12]: 33).

 

Doa ini dipanjatkan ketika Nabi Yusuf a.s. diancam dengan penjara karena tidak mau mengikuti rayuan Julaikha.

 

  1. Doa Nabi Ayyub a.s.

 

Ingatlah akan hamba Kami, Ayyub, ketika menyeru Tuhannya, ‘Sesungguhnya, aku diganggu setan dengan penderitaan dan bencana.’” (Q.S. Śād [38]: 41).

 

Doa ini menggambarkan bahwa saat Nabi Ayyub a.s. ditimpa berbagai penyakit, dia tidak menyalahkan Allah Swt., tapi ia meyakini penyakit itu datangnya dari setan.

 

  1. Doa Nabi Musa a.s.

 

Ya Tuhanku, lapangkanlah hatiku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.” (Q.S. Ţā Hā [20]: 25-28).

Doa ini dipanjatkan Nabi Musa a.s. ketika akan berdialog dengan Firaun.

 

  1. Doa Nabi Ibrahim a.s.

Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak ada tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan, yang demikian itu agar mereka melaksanakan salat. Ya Tuhan, jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada mereka. Mudah-mudahan mereka bersyukur.” (Q.S. Ibrāhīm [14]: 37).

 

Doa ini dipanjatkan ketika Nabi Ibrahim a.s. meninggalkan istri dan putranya yang masih bayi, Siti Hajar dan Ismail, di lembah yang tiada pepohonan, yang sekarang menjadi kota Mekah.

 

  1. Doa Nabi Zakaria a.s.

Ya, Tuhanku. Janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri tanpa keturunan. Engkaulah pemberi waris terbaik.” (Q.S. Al-Anbiyā’ [21]: 89).

 

Doa ini dipanjatkan ketika Nabi Zakaria a.s. minta diberi keturunan yang akan melanjutkan perjuangan dakwahnya. Allah mengabulkan doanya dengan memberinya Nabi Yahya a.s.

 

  1. Doa Nabi Sulaiman a.s.

Ya Tuhanku, anugerahkanlah kekuatan kepadaku untuk tetap mensyukuri nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku serta kepada kedua orangtuaku, dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhoi. Masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” (Q.S. An-Naml [27]: 19).

 

Doa ini dipanjatkan ketika sejumlah semut memberikan peringatan kepada kawan-kawannya untuk berpindah tempat atau berhati-hati karena takut terinjak-injak oleh rombongan Nabi Sulaiman a.s.

 

  1. Doa Nabi Syu’aib a.s.

Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan adil. Engkau-lah pemberi keputusan terbaik.” (Q.S. Al-A‘rāf [7]: 89).

 

Doa ini dipanjatkan ketika Nabi Syu’aib a.s. dan pengikutnya akan diusir oleh pemuka-pemuka kaumnya yang zalim

.

  1. Doa Nabi Isa a.s.

Ya Tuhan kami, turunkan kepada kami hidangan dari langit yang hari turunnya akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami dan yang datang setelah kami. Hidangan itu juga akan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau. Berilah kami rezeki dan Engkau-lah sebaik-baik pemberi rezeki.” (Q.S. Al-Mā’idah [5]: 114).

 

Doa ini dipanjatkan ketika kaum Nabi Isa a.s. minta kepadanya untuk menunjukkan bukti kenabian (mukjizat)-nya.

 

Itulah sejumlah contoh doa para nabi yang diutus sebelum Nabi Saw. Dipastikan bahwa semua nabi pernah berdoa pada Allah Swt. dan doanya terekam dengan sempurna dalam Al-Qur’an. Ini membuktikan bahwa doa merupakan intisari ibadah yang menggambarkan kedekatan dan kerinduan pada Allah Swt.

 

Dengan demikian, sudah sepantasnya kita rajin berdoa, selevel nabi saja rajin berdoa, masa level kita yang bukan nabi tidak pernah berdoa? Kalau kita tidak pernah berdoa atau jarang berdoa, ini menggambarkan bahwa kita jauh dengan Allah Swt. Nau’zubillah. [ ]

 

Disarikan dari buku “MUKJIZAT DOA & DZIKIR” karya Dr.H.Aam Amiruddin,M.Si

5

Red: admin

Editor: iman

890