Beranda blog Halaman 22

Jamaah Haji Lansia dan Resiko Tinggi Dapat Ajukan Kepulangan Lebih Cepat

0
ilustrasi foto: kemenag

PERCIKANIMAN.iD – – Jamaah haji Indonesia bisa mengajukan tanazul atau pulang lebih cepat dari jadwal yang seharusnya. Dalam program tanazul ini, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memberikan prioritas kepada jamaah lansia dan risiko tinggi (Risti).

 

Kasie Lansia, Disabilitas dan Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji (PKP3JH) PPIH Daker Makkah, Agus Pribowo mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan fase tanazul untuk kepulangan jamaah lansia dan risti.

 

“Kami sedang menyiapkan fase tanazul atau memulangkan terlebih dahulu lansia dan jamaah risti (risiko tinggi),” ujar Agus di Makkah,dilansir dari republika.co.id,  Senin (24/6/2024).

 

Ada dua cara pengajuan program Tanazul ini. Pertama, PPIH kloter atau PPIH Arab Saudi bisa menyampaikan beberapa nama jamaah haji yang akan ditanazulkan. Hal ini berdasarkan informasi dari tenaga kesehatan bahwa jemaah dimaksud harus dipulangkan sesegera mungkin oleh karena kondisi kesehatan yang butuh penanganan intensif di Tanah Air.

 

Kedua, jamaah haji bisa mengajukan secara tertulis kepada bagian pemulangan di PPIH Daker Makkah maupuh Madinah dengan mencantumkan alasan tanazulnya. Selanjutnya, PPIH akan memverifikasi alasan yang diajukan, apakah cukup dijadikan sebagai dasar jemaah dimaksud dapat ditanazulkan atau tidak.

 

“Jadi lansia yang tercatat pada gelombang dua ini tidak dikirim ke Madinah tapi (langsung) dipulangkan ke Tanah air, karena melihat kondisi fisik dan penyakit lansia,” ucap Agus.

Pada Senin (24/6/2024), terdapat 21 kelompok terbang (kloter) yang pulang ke Tanah Air, dengan jumlah jamaah haji sebanyak 8.297 orang. Mereka telah dan akan diterbangkan ke Tanah Air.

 

Berikut rincian debarkasi dan kloternya:

 

  1. Debarkasi Solo (SOC) sebanyak 1.080 jamaah/3 kloter;
  2. Debarkasi Makassar (UPG) sebanyak 450 jamaah/1 kloter;
  3. Debarkasi Banjarmasin (BDJ) sebanyak 320 jamaah/1 kloter;
  4. Debarkasi Batam (BTH) sebanyak 450 jemaah/1 kloter;
  5. Debarkasi Jakarta bekasi (JKS) sebanyak 1.320 jemaah/3 kloter;
  6. Debarkasi Padang (PDG) sebanyak 393 jamaah/1 kloter;
  7. Debarkasi Medan (KNO) sebanyak 360 jemaah/1 kloter;
  8. Debarkasi Surabaya (SUB) sebanyak 1.484 jamaah/4 kloter;
  9. Debarkasi Balikpapan (BPN) sebanyak 324 jamaah/1 kloter;
  10. Debarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) sebanyak 786 jemaah/2 kloter;
  11. Debarkasi Palembang (PLM) sebanyak 450 jemaah/1 kloter; dan;
  12. Debarkasi Kertajati (KJT) sebanyak 880 jamaah/2 kloter.

 

5

Red: admin

Editor: iman

983

Apakah Ibadah Harus Mengikuti Satu Madzhab Saja? Begini Penjelasannya

0
Selesai ibadah di masjid ( ilustrasi foto: freepik )

PERCIKANIMAN.iD – – Dalam khazanah keislaman kita mengenal adanya mazhab. Mazhab adalah penggolongan suatu hukum atau aturan dalam melaksanakan ibadah dalam agama Islam. Kata mazhab sendiri berasal dari bahasa Arab yang memiliki makna jalan yang dilalui atau dilewati. Sedangkan menurut para ulama dan ahli agama Islam, mazhab adalah metode yang dibentuk melalui proses pemikiran dan penelitian, yang kemudian dijalankan hingga dijadikan pedoman yang ada batasnya.

 

Di dalam Islam, terdapat empat mazhab terbesar yang banyak dianut oleh umat Muslim di seluruh dunia. Empat mazhab tersebut digagas oleh empat ulama besar yang berpengaruh pada masanya yakni Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i dan Imam Hambali. Mereka dikenal dengan mazhabnya yaitu Mazhab Hanafi, Mazhab Maliki, Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hambali.

 

Bermadzhab sendiri merupakan metode untuk mengetahui hukum suatu peristiwa yang dihadapi dengan merujuknya pada fikih madzhab tertentu yang dianut atau upaya penyimpulannya dilakukan berdasarkan ushul al-madzhab yang diyakininya.

 

Pentingya umat Islam untuk bermadzhab bagi orang beragama agar pemahaman dan praktik agamanya ibadahnya baik dan benar seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sebagaimana yang diajarkan kepada para sahabat dan ulama.

 

Sebab kita harus menyadari bahwa kita hidup bukan di zaman Rasul dimana kita langsung mendapat bimbingan beliau dalam praktik ibadah. Kita bisa menikmati manisnya Islam dan iman melalui washilah (perantara) para sahabat, tabi’in sampai dengan ulama dan guru-guru kita.

 

Lalu, apa hukum bermazhab itu sendiri ? apakah dalam ibadah kita harus mengikuti satu madzhab saja atau boleh campur dengan mazhab yang lain? Bolehkah kita tidak bermazhab kepada empat ulama tersebut? Bolehkah kita beribadah sesuai ilmu yang kita pahami ?

 

Untuk mendapatkan penjelasannya bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa simak jawaban dari guru kita ustadz Aam Amiruddin dalam video berikut ini. Silakan simak:

 

 

Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

Video: tim official

987

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 087722319792 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Ketua Panja BPIH Sebut Kemenag Langgar Aturan Pembagian Kuota Haji

0
Fasilitas fast track bagi calon jamaah haji ( ilustrasi foto: kemenag)

PERCIKANIMAN.iD – – Ketua Panitia Kerja (Panja) Komisi VIII DPR RI mengenai Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1445 H/2024 Abdul Wachid, menegaskan Kementerian Agama (Kemenag) melanggar kesepakatan dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, dan juga Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6 Tahun 2024.

 

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Ahad (23/6/2024), ia menjelaskan bahwa mulanya kuota haji Indonesia pada 2024 dari Arab Saudi adalah 221.000 jemaah.

 

Namun, lanjut dia, pada Oktober 2023, Indonesia mendapatkan alokasi kuota tambahan sebanyak 20.000 jemaah yang didapatkan setelah Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral bersama Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed Bin Salman. Sehingga, total alokasi kuota haji Indonesia bertambah menjadi 241.000 ribu jemaah.

 

“Raker Komisi VIII dengan Menag tanggal 27 November 2023 itu disepakati bahwa kuota haji kita tahun 2024 sebanyak 241.000 jemaah, yang terdiri dari 221.720 jamaah haji regular dan 19.280 jemaah haji khusus,” ujar Wachid yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI itu seperti dilansir dari republika.co.id

 

Menurut dia, pembagian kuota haji tersebut mengacu Pasal 64 ayat (2) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Pasal tersebut menyebutkan bahwa kuota haji khusus ditetapkan sebesar delapan persen.

 

Dengan demikian, kata dia, kuota haji reguler ditetapkan sebesar 92 persen atau 221.720 jemaah, dan kuota haji khusus delapan persen atau 19.280 jemaah, sebagaimana kesimpulan rapat kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menag RI pada 27 November 2023.

 

Akan tetapi, lanjut dia, pada rapat kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menag RI pada 13 Maret 2024, Menag RI mengubah komposisi pembagian kuota haji dengan tidak menyertakan kuota tambahan yang didapatkan dari pertemuan Jokowi dengan PM Arab Saudi di Oktober 2023 tersebut.

 

Ia menjelaskan bahwa dalam rapat itu alokasi kuota haji berjumlah 221.000 jemaah haji yang dibagi menjadi 92 persen atau 213.320 untuk jemaah haji reguler, dan delapan persen sisanya atau 27.680 untuk jemaah haji khusus.

 

Lebih lanjut, kuota haji tambahan sebanyak 20.000 jemaah tersebut dibagi dua, yakni dengan komposisi 50 persen haji reguler dan 50 persen haji khusus.

 

Adapun berdasarkan kesimpulan rapat bersama Kemenag per Maret itu, usulan perubahan komposisi haji dari Kemenag tersebut hanya akan dibahas lebih lanjut. Artinya, kata dia, kesepakatan komposisi kuota haji tetap mengacu pada rapat kerja Komisi VIII RI dengan Kemenag pada November 2023, bukan Maret 2024.

 

“Ini jelas menyalahi kesepakatan dalam rapat kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menag RI tanggal 27 November 2023, dan juga Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2024 tentang BPIH Tahun 1445H/2024 yang menyebutkan besaran anggaran haji sebagaimana diamanatkan dalam Raker dimaksud,” katanya yang juga tergabung dalam Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI.

 

Ia menekankan bahwa pembagian kuota dengan komposisi 92 persen dan delapan persen menjadi sangat penting sebab antrean jamaah haji regular jauh lebih tinggi dibanding jamaah haji khusus. Oleh karena itu, ia meminta Menag untuk mematuhi pembagian kuota tambahan dengan komposisi 92 persen dan delapan persen, dan tidak seenaknya saja menggantinya dengan komposisi 50-50 persen.

 

“Antrean jamaah haji regular itu sudah sangat panjang, bahkan ada satu kabupaten di Sulawesi Selatan antreannya mencapai 45 tahun. Itu bagaimana mungkin bisa kita segera selesaikan kalau perintah undang-undang, amanat Keppres, dan kesepakatan dalam rapat kerja Komisi VIII DPR RI saja malah dilanggar,” ujarnya.

 

Oleh sebab itu, ia menegaskan untuk mendukung pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Haji yang akan menyingkap berbagai penyimpangan yang telah merugikan para jemaah haji. Dia ingin Pansus segera dibentuk dan dapat bekerja untuk menyelidiki, menghimpun informasi, dan menelusuri bukti-bukti dalam rangka merumuskan solusi untuk membenahi penyelenggaraan ibadah haji ke depan.

 

“Penyelenggaraan ibadah haji dari tahun ke tahun itu seperti ini saja, tidak ada perbaikan yang signifikan. Makanya diperlukan pembentukan Pansus agar pembenahan bisa dilakukan secara menyeluruh, terpadu, dan juga sistematis karena melibatkan semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji,” jelasnya.[ ]

5

Red: admin

Editor: iman

982

Disparbud Jabar Gelar Workshop Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif 2024

0
Kegiatan workshop ( foto: Rizki Aulia Rachman)

PERCIKANIMAN.iD – – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat melalui tugas pembantuan Anggaran Pendapatan Belanja Negara, menggelar Workshop Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif Tahun 2024. Kegiatan dilaksanakan di Green Forest Resort, Kabupaten Bandung Barat, 19-20 Juni 2024 dan melibatkan pelaku ekonomi kreatif, pengusaha retail, UMKM, dan beberapa perwakilan perguruan tinggi.

 

Kegiatan ini menjadi sarana untuk melahirkan gagasan dalam memaksimalkan potensi ekonomi kreatif di seluruh kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat. Selain itu mencari sebuah solusi terhadap masalah pembiayaan dan pemasaran produk ekonomi kreatif, sehingga para pelaku di dalamnya dapat semakin berkembang serta berperan aktif meningkatkan perekonomian masyarakat.

 

“Pemprov Jabar terus berkomitmen mengembangkan ekraf melalui penyusunan regulasi dan fasilitasi program. Sebagai salah satu bentuk fasilitasi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Disparbud Jabar melaksanakan tugas pembantuan yaitu Workshop Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif Tahun 2024,” kata Kadisparbud Jabar Benny Bachtiar.

 

“Kegiatan ini sangat menarik, terlebih adanya kolaborasi dengan berbagai unsur seperti Kemenparekraf RI, Komunitas Ekraf, perguruan tinggi, media, Otoritas Jasa Keuangan, dan lain-lain. Masing-masing akan membahas perannya dalam mendukung perkembangan ekraf di Jawa Barat,” lanjutnya.

 

Sebagai narasumber, hadir Yanuar Arief selaku Kepala Adyatama Parekraf Ahli Pertama sekaligus Ketua Pokja Tugas Pembantuan Direktorat Kuliner, Kriya, Desain, dan Fesyen Kemenparekraf RI. Selain itu narasumber turut melibatkan Kepala Bidang Industri Pariwisata Rispiaga, Pimpinan Redaksi Sokoguru Rosmery Cristina Sihombing, Perwakilan Universitas Aisyiyah Bandung Imam Budi Sumarna, Kemenparekraf Yanuar Arief, Co Founder League Yoel Tristan, serta M. Yusuf selaku perwakilan Educom Telkom. [ ]

5

Rep: Rizki Aulia Rachman

Editor: admin

906

Ratusan Advokat dan Ribuan Masyarakat Bandung Kembali Gelar Aksi Bela Palestina  

0
Ratusan advokat dan ribua massa gelak aksi bela Palestina di Bandung, Ahad (23/6/2024) foto: istimewa

PERCIKANIMAN.iD – – Ratusan advokat dan ribuan masyarakat Bandung menggelar aksi bela Palestina, Ahad (23/6/2024). Aksi ini dimulai dari depan Kantor Hukum Mohamad Ali Nurdin di Jalan Braga Kota Bandung. Ditempat ini sejumlah tokoh melakukan orasi yang mengutuk dan mengecam tindakan biadab zionis Israel terhadap warga Palestina.

 

Massa aksi kemudian melanjutkan longmarch menuju Jalan Asia Afrika tepatnya di depan Gedung Asia Afrika yang sangat bersejarah. Ditempat ini sejumlah tokoh kembali melanjutkan orasinya, salah satunya adalah ustadz Muhammad Roinul Balad selaku Ketua Dewan Da’wah Provinsi Jawa Barat.

 

Menurut ustadz Roin dalam orasinya menyampaikan bahwa setidaknya ada tiga hal prinsip mengapa aksi ini digelar.

 

Pertama atas nama kemanusiaan, dimana saat ini puluhan ribu bahkan ratusaan ribu rakyat Palestina disiksa bahkan dibunuh dengan keji juga diusir dari negerinya sendiri oleh zionis Israel.

 

“Israel dengan terangnya melakukan pembantaian yang biadab terhadap warga sipil Palestina,”ungkapnya.

 

Ia menambahkan bahwa atas tindakan keji dan biadab diluar rasa kemanusiaan tersebut maka sesunguhnya Israel bisa dikategorikan sebagai penjahat kemanusian dan pelaku pelanggaran berat HAM.

 

(Selengkapnya orasi ustadz Roin dapat disimak dalam tayangan video berikut ini)

 

Yang kedua menurut ustadz Roin hadirnya kita ditempat ini adalah atas nama persaudaraan, dimana persaudaraan manusia lintas agama tidak dibatasi oleh agama melainkan atas dasar persaudaraan kemanusiaan.

 

“Tidak ada satu pun ajaran agama yang membolehkan atau mengajarkan membunuh manusia atas dasar keserakahan. Kecuali zionis Israel yang menganggap dirinya paling mulia dan menganggap lainnya sebagai hewan,” ujarnya.

 

Sementara yang ketiga berkumpulnya massa bela Palestina ini adalah kemerdekaan merupakan hak semua bangsa termasuk bangsa Palestina. Maka tidak ada alasan bagi PBB untuk tidak mengakui kemerdekaan bangsa dan rakyat Palestina.

 

Untuk itu menurut ustadz Roin ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh Masyarakat khususnya kaum muslimin dimanapun berada yang rangka membela dan mendukung perjuangan rakyat Palestina.

 

“Yang pertama adalah senantiasa berdoa khususnya bagi saudara muslim di Palestina agar Allah senantiasa memberikan kesabaran dan kemenangan dalam perjuangan mempertahankan dan membela tanah airnya,”terangnya.

 

Dan jangan lupa, sambungnya, doakan pihak-pihak dan orang-orang yang mendukung Israel biar Allah memberikan laknat dan kehancuran.

 

Selanjutnya, sambung ustadz Roin, bentuk dukungan kepada Palestina adalah dengan memberikan donasi dan dukungan materi lainnya.

 

“Jangan sepelekan uang seribu rupiah donasi yang bapak ibu berikan untuk saudara-saudara di Palestina bisa jadi itu yang akan menjadi penghalang dari siksa api neraka,”ungkap ustadz Roin.

foto: istimewa

Selain Ustadz Roin beberapa tokoh yang memberikan orasinya lain Prof.Dr.Anton Minardi (advokat dan akademisi), H.Edwin Senjaya ( Wakil Ketua DPRD Kota Bandung), Amin Nurjamin (advokat), Mohamad Ali Nurdin, (koordinator advokat Bandung),HM.Rizal Fadilah SH serta Syeikh Bakr Sulaiman ( ulama kelahiran Gaza).

Dalam orasinya Prof Dr Anton Minardi, SH, HM Rizal Fadillah mengajak elemen bangsa agar berkontribusi nyata dalam membantu perjuangan bangsa Palestina untuk merdeka, memandang Zionis Israel sebagai binatang buas yang tak memiliki nilai moral, serta mengingatkan bahwa penjajahan di atas dunia harus hapus. Hapuskan Israel dari peta dunia. Syekh Bakr Sulaeman dari Palestina yang turut hadir menggambarkan kondisi Gaza  kini. Kekejian Israel yang luar biasa.

Pembicara lain Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Dr. Edwin Senjaya mendorong agar warga Bandung terus menyuarakan perjuangan kemerdekaan Palestina. Torkis Parlaungan dan Haris Faisal mengingatkan bahwa perjuangan bangsa Palestina adalah perjuangan bersama semua agama. Kezaliman Zionis Israel harus dilawan. Do’a Ustad Cecep Muttaqien pun menggelorakan semangat perjuangan dengan senantiasa memohon pertolongan Allah agar Palestina segera  merdeka dan Israel dihancurkan.

Berikut ini pernyataan sikap yang dibacakan oleh oleh Mohamad Ali Nurdin selaku koordinator advokat Bandung yang selengkapnya sebagai berikut :

PERNYATAAN SIKAP ADVOKAT BANDUNG BERSAMA MASYARAKAT JAWA BARAT TERKAIT MASA DEPAN PALESTINA

Bahwa tragedi penjajahan dan pembunuhan oleh zionis Yahudi Israel terhadap warga Palestina telah dimulai semenjak tahun 1947, dimana sebelumnya tidak pernah terjadi. Penjajahan ini dilegitimasi dengan adanya Resolusi PBB nomor 191 pada 29 November 1947 yang telah membagi wilayah Palestina menjadi wilayah Yahudi dan wilayah Arab.

Semenjak itu lebih dari 700.000 penduduk Palestina terusir, lebih dari 500 pemukiman hancur, puluhan ribu dibunuh paling tidak semenjak 7 Oktober 2023 sekitar 40.000 jiwa termasuk lebih dari 73% korban adalah anak-anak dan wanita sipil, lebih dari 100 jurnalis dibunuh, juga dokter dan para medis, lebih dari 72.000 orang terluka, jutaan manusia kelaparan, lebih dari 290.000 tempat tinggal warga Palestina hancur. Lebih parah lagi adalah 745.000 orang yahudi bahkan lebih telah menempati 151 pemukiman yahudi didirikan di wilayah Palestina secara paksa terutama di West Bank dan Yerussalem.

pembacaan sikap ( foto: dok.istimewa)

Bahwa Palestina (sebelum dideklarasikannya Israel) merupakan suatu negara yang merdeka dan berdaulat. Namun setelah berdirinya zionis Yahudi Israel menjajah, justru seolah Palestina yang sedang berjuang memperoleh tanah tempat tinggal dan menjadi negara yang merdeka dan berkonflik dengan zionis Yahudi Israel. Ini adalah penjajahan Israel atas Palestina bukan konflik antara Palestina dengan Israel apalagi sengketa tanah. Mengingat jatuhnya korban jiwa dan pelanggaran hak asasi manusia yang sudah terjadi dan agar jangan lagi terjadi, maka kami Advokat Bandung bersama masyarakat Jawa Barat menyatakan sikap sebagai berikut :

  1. Meminta Perserikan Bangsa-Bangsa (PBB) segera menetapkan kedaulatan Palestina dengan diakuinya Palestina sebagai negara anggota PBB secara resmi;
  2. Meminta Dewan Keamanan PBB mengirimkan pasukan perdamaian ke wilayah Palestina untuk mengembalikan perdamaian dan mencegah terjadinya pelanggaran hak asasi manusia lebih parah lagi dan menangkap penjahat perang zionis Israel teroris;
  3. Menyatakan bahwa Zionist Israel teroris telah melakukan kejahatan kemanusiaan, kejahatan perang, agresi dan genoside, untuk itu agar segera diadili oleh Mahkamah Keadilan Internasional;
  4. Meminta agar Benjamin Netanyahu sebagai pemimpin zionis Israel teroris bertanggungjawab atas kejahatannya dan segera diadili oleh Lembaga Kejahatan Internasional;
  5. Mendukung Mahkamah Keadilan Internasional untuk menjatuhkan hukuman atas penjahat zionis Israel teroris;
  6. Mendukung Lembaga Kejahatan Internasional untuk menjatuhkan hukuman atas Benjamin Netanyahu atas kejahatan yang telah dilakukannya;
  7. Menyerukan kepada PBB, Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Lembaga Internasional, negara-negara Muslim, negara-negara lainnya dan seluruh masyarakat dunia untuk membantu me-recovery Pembangunan Palestina di semua bidang.

Barangsiapa yang membunuh seorang manusia bukan karena orang itu (membunuh) orang lain atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya” (QS. Al Maidah: 32).

Gedung Asia Afrika Bandung, 23 Juni 2024

Kordinator Advokat Bandung,

Dr. (C). Mohamad Ali Nurdin, S.H., M.H., M.Kn.

Tak lupa dalam kesempatan tersebut Amin Nurjamin,S.H.,M.H. selaku ketua panita pelaksana aksi dan Dr. (C) Mohamad Ali Nurdin, S.H, M.H, M.Kn. selaku penanggung jawab aksi menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan turut mendukung kelancaran aksi bela Palestina tersebut.

 

“Kami selaku Panitia Free Palestina Advokat Bandung Raya  dengan Tema  All Eyes On Rafah, yang di selenggarakan pada hari Minggu, 23 Juni 2024, pukul 07.30 – 12.00 wib. Dengan ini menyampaikan ucapan Terima kasih yg sebesar- besarnya atas terselenggaranya acara tersebut dengan lancar dan sukses, semoga menjadi ladang amal bagi bapak/ibu/rekan/saudara sekaliàn, dan mohon maaf atas segala  kekurangan,” ungkapnya.[ ]

Rep: iman

Editor: admin

ABIM Serukan Masyarakat Malaysia Tingkatkan Dukungan Untuk Palestina  

0
foto: dok.mabim

PERCIKANIMAN.iD – – Alhamdulillah, dengan kehadiran hampir 100 orang hadirin, ABIM Johor telah mengadakan Seminar Peduli Palestin bertempat di UTM Technovation Park, Skudai, Johor Bahru.

 

Tujuan seminar dijalankan ialah untuk memperkukuh solidariti dan sokongan kepada rakyat Palestin yang ditindas oleh rejim Zionis Israel.

 

Seminar telah diisi oleh 2 orang panel iaitu Zairudin Hashim (Naib Presiden ABIM Pusat) serta Prof Mohd Nazari bin Ismail, Pengerusi BDS Malaysia serta Ustaz Ari Kurniawan selaku moderator.

 

Zairudin mengupas bahawa perjuangan kemanusiaan ABIM telah digerakkan sejak tahun 70-an lagi, dalam memberi pencerahan tentang konflik ini serta sentiasa menganjurkan aktiviti seperti kempen dan forum kesedaran, kenyataan media, demonstrasi serta bantuan kemanusiaan terus ke Palestin.

 

Seminar ini juga sepakat meningkatkan keprihatinan masyarakat dalam mendukung perjuangan Palestin dengan berhikmah dan berstrategi.

 

Hal ini adalah selari dengan pendirian Kerajaan Perpaduan yang menyokong pelaksanaan gencatan senjata kekal dan menghentikan dana serta bantuan kepada rejim Israel, termasuk kerjasama ekonomi yang menyumbang kepada ketenteraan, termasuk penetapan haram rejim Israel.

 

Hadir sama, Ustaz Farhan Ashari (Yang Dipertua ABIM Johor) dan Encik Hashim Mohd Nor, wakil rasmi Ahli Parlimen Kulai.

 

Semoga program seperti ini diadakan lagi untuk menunjukkan kelantangan rakyat Malaysia memperjuangkan hak rakyat Palestin dan memberi tekanan kepada kekejaman rejim Zionis Israel. Insya-Allah, Palestin akan merdeka. [ ]

5

Red: admin

896

Jamaah Haji Kloter 1 Medan Kembali ke Indonesia pada Senin Ini

0
ilustrasi foto: kemenag

PERCIKANIMAN.iD – – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan menyatakan, sebanyak 360 orang jamaah haji dari Kabupaten Asahan, Sumatra Utara, akan kembali ke Indonesia pada Senin, 24 Juni 2024. Mereka berasal dari Kelompok Terbang (Kloter) 1 Asahan.

 

“Jamaah ini akan tiba di Bandara Internasional Kualanamu pada Senin (24/6) pukul 1.55 WIB,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Humas PPIH Embarkasi Medan, Imam Mukhair, dilansir dari antara Rabu (19/6/2024).

 

Sejak Ahad (23/6/2024) nanti, jamaah haji Kloter 1 Asahan itu akan diterbangkan via Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi. Mereka berangkat pada hari itu pukul 12.45 waktu Arab Saudi (WAS).

 

Menurut Imam Mukhair, jamaah Kloter 1 Asahan ini begitu sampai di Bandara Kualanamu dan turun dari pesawat Garuda Indonesia memerlukan waktu sekitar dua jam. Untuk selanjutnya, mereka akan bertolak ke Asrama Haji Medan.

 

“Kalau kepulangan, baik di Kualanamu maupun asrama haji tidak ada penyambutan kepala daerah asal. Paling kita (PPIH Debarkasi Medan –Red) yang menyambut mereka,” tuturnya.

 

Imam memperkirakan, usai pelaksanaan shalat subuh di Asrama Haji Medan, sebanyak 360 orang haji itu akan diberangkatkan ke Kabupaten Asahan. Dari sana, mereka dapat berjumpa dengan sanak famili masing-masing.

 

Data PPIH Embarkasi Medan menyebutkan, sebanyak 8.618 orang jamaah asal Sumatra Utara tergabung dalam 25 kloter. Mereka telah diterbangkan ke Arab Saudi dengan menggunakan pesawat maskapai Garuda Indonesia.

 

Tercatat hingga hari Rabu (19/6/2024), ada sembilan orang jamaah haji dari tujuh kabupaten/kota Sumatra Utara yang wafat di Tanah Suci pada musim haji 1445 H/2024 M. Imam berharap, seluruh jamaah meraih predikat mabrur dan hajinya diridhai Allah SWT.

 

“Kepulangan jamaah haji dari 33 kabupaten/kota di Sumatra Utara akan dilakukan bertahap hingga Selasa, 23 Juli 2024, pukul 19.23 WIB,” jelas Imam. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

905

Khutbah Jumat: Menakar Ketulusan Hati Berhaji

0
ilustrasi foto: kemenag.go.id

 Oleh: KH.Drs.Abdurahman Rasna,MA*

 

Khutbah Pertama:

 

الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ فرض علينا الحج لمن استطاع إليه سبيلا.

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ.

أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ. وقال أيضًا: إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ، فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Puji dan syukur marilah kita panjatkan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Dzat yang maha mengatur dan memberi nikmat kepada kita semua. Terutama nikmat panjang umur, nikmat sehat, dan iman-islam, sehingga pada kesempatan ini kita bisa bersama-sama menunaikan shalat Jumat berjamaah. Semoga setiap langkah kaki menuju tempat ini dan setiap amaliah yang kita tunaikan pada kesempatan ini senantiasa mendapat rida Allah Subhanahu wa ta’ala.

 

Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Baginda Alam, Nabi Besar Muhammad Shalallahu alaihi wasallam. Nabi pembawa rahmat ke seluruh alam, sekaligus Nabi pembawa cahaya ketauhidan di tengah gelapnya kesyirikan. Shalawat dan salam juga semoga tercurah kepada keluarganya, para sahabatnya, tabiin dan tabiaatnya, hingga kepada kita selaku umatnya yang senantiasa berharap syafaatnya kelak di hari Kiamah.

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita sama-sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Takwa dalam arti imtisalul awamir wajtinabun nawaahi atau menunaikan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Sebab, tidak ada bekal paling baik menghadapi perjalanan hidup ini selain ketakwaan kepada Allah swt. Tidak ada hamba paling mulia di sisi-Nya selain hamba yang bertakwa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.  .

 

Berangkat haji adalah impian setiap muslim. Menunaikan ibadah haji adalah rukun Islam kelima atau penyempurna. Di luar menunaikan ibadah haji, ada berbagai godaan atau terbersit keinginan lain kenapa orang berhaji. Umat Islam mesti membersihkan hati saat berniat haji.

 

Di antara lima rukun Islam, haji merupakan ibadah yang tergolong “mewah dan berat”. Bukan hanya karena membutuhkan ongkos yang mahal bagi kebanyakan orang, tapi juga pelaksanaannya memakan waktu dan energi yang cukup banyak. Kesadaran akan keterpanggilan pun sangat menentukan. Betapa banyak orang kaya raya yang tak berangkat haji.

 

Sebaliknya, betapa sering kita mendengar orang dengan ekonomi pas-pasan mampu menunaikan haji. Karena itu, tak heran bila haji adalah rukun yang paling jarang dipenuhi dibanding empat rukun lainnya, entah karena sengaja atau karena ada uzur syar’i.

 

Keramaian tentang ibadah haji biasanya sudah mulai kita dengar pada bulan Syawal dan Dzulqa’dah berlanjut kemudian Dzulhijjah yang memang menjadi momentum utama pelaksanaan ibadah  haji. Dzulhijjah secara bahasa berarti bulan haji.

 

Memasuki bulan ke-10 atau ke-11 orang-orang sudah disibukkan dengan tradisi walimatus safar atau syukuran menjelang keberangkatan haji. Media-media pun telah ramai memberitakan berbagai persiapan dan aktivitas di Tanah Suci.

 

Karena itu, kita doakan seluruh dhuyuufurrahman, saudara-saudara kita yang baru selesai melaksanakan rangkaian perjalanan mulia ini, semoga senantiasa mendapat bimbingan dari Allah dan menjadikan  hajji  dan Hajjah yang mabrur maupun mabruuroh.

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Di tengah hiruk pikuk orang  pelaksanaan ibadah  haji itulah, orang-orang yang belum mendapat anugerah berangkat haji terpacu lagi gairahnya untuk bisa menunaikan rukun Islam kelima tersebut. Semangat mereka seolah dipompa kembali, angan-angan agar bisa mengenakan pakaian ihram dan thowaf Ka’bah hidup lagi. Sebuah mimpi dan kehendak yang amat wajar.

Karena Kewajiban haji salah satunya tertuang dalam ayat:

 

وَلِلهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا

 

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah,” (QS Ali Imran: 97).

 

Ayat ini kerap kita jumpai dan kita dengar dalam konteks penjelasan tentang kewajiban berhaji bagi yang mampu. Dijelaskanlah tolok ukur mampu mulai dari segi ekonomi, kesehatan fisik, transportasi, keamanan, dan lainnya. Keterangan tersebut mengacu pada frasa dalam ayat: man-istathâ‘a ilaihi sabîlâ. Yang kerap tertinggal dari penjelasan tersebut justru frasa di awal: lillâh (untuk Allah).

 

Lillâh dalam ayat tersebut amat krusial karena merupakan ruh dari kewajiban haji.  Semampu apa pun seseorang berhaji ia mesti memancangkan niatnya secara serius untuk semata karena dan kepada Allah Ta’âlâ.

Jika kata “haji” secara bahasa berarti menyengaja, maka inti dari kesengajaan itu sepenuhnya tertuju pada maksud tulus menggapai ridha Allah Subhanahu wa ta’ala..

 

Pertanyaannya: bila keinginan kita ke Tanah Suci kembali meledak-ledak di musim haji ini, untuk siapa atau untuk apakah keinginan itu? Adakah yang terbesit selain beribadah kepada Allah di balik keinginan tersebut?

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Di luar keperluan ibadah haji tak dipungkiri memang mengandung kepentingan-kepentingan lain yang bersifat duniawi.

 

-> Pertama, secara sosial, haji bisa membuat seseorang merasa “naik kelas” karena faktor budaya yang berkembang di masyarakat kita. Biaya haji yang tidak sedikit memberi kesan bahwa orang haji adalah orang mampu, mapan, dan kaya. Gelar “haji” yang diperoleh sepulang nanti juga kian menambah citra kesalehan dan kehormatan diri.

 

Dengan demikian status sosial pun meningkat dari “biasa-biasa” saja menjadi “luar biasa”. Penyakit hati yang mengiringi kondisi ini biasanya adalah sombong, ujub, dan merasa “lebih” daripada orang lain.

Godaan jenis ini adalah yang paling sering menjangkiti jamaah haji atau siapa pun yang berkeinginan berangkat haji. Keuntungan duniawi yang diraup setelah pulang haji nanti tak jarang melenakan tujuan hakiki haji, yakni menunaikan pilar kelima dalam Islam tulus karena Allah Subhanahu wa ta’ala.  Gejala ini biasanya tampak ketika sepulang haji seseorang banyak berubah pada tataran penampilan ketimbang perilaku.

 

-> Kedua, haji sebagai wahana jalan-jalan dan bersenang-senang. Bagi orang yang belum ke Makkah dan Madinah—apalagi belum pernah ke luar negeri mana pun—haji bisa jadi merupakan kemewahan tersendiri.

 

Gambaran suasana Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Ka’bah, padang Arafah, atau bukit-bukit di tanah Arab yang biasanya hanya terpampang dalam foto dan media elektronik, akhirnya dialami secara nyata.

 

Dalam suasana psikologis demikian, tak jarang haji adalah sekaligus momentum berbelanja, selfie (swafoto), dan berkunjung ke tempat-tempat menarik. Penyakit haji yang biasanya menyertai adalah pamer, boros (mubazir), dan semacamnya.

 

Imam al-Ghazali dalam al-Adab fid Dîn berpesan bahwa saat seseorang sampai di kota Makkah seyogianya menerapkan  etika-etika yang patut, semisal memasuki Masjidil Haram dengan penuh rasa takzim, menyaksikan Ka’bah sembari takbir dan tahlil, dan lain sebagainya. Intinya, adab yang penting ditonjolkan adalah sikap rendah hati, sopan, tulus, dan penuh dengan gerak-gerik yang mengagungkan Allah.

 

Di luar ada kedua motif status sosial dan jalan-jalan, dorongan lain seseorang datang ke Tanah Suci bisa jadi adalah meraup keuntungan ekonomi. Motif ini lazimnya melekat pada diri para pelaku bisnis yang mendapatkan berkah dari musim haji. Membludaknya jamaah adalah potensi pasar yang nyata. Momentum yang tepat adalah surga bagi komoditas untuk laris di pasaran.

 

 

قال رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم: ‏يأتي على الناس زمان يحج أغنياء أمتي للنزهة وأوسطهم للتجارة وقراؤهم للرياء والسمعة وفقراؤهم للمسألة, رواه الخطيب والديلمي

 

“Baginda Rasul Shalallahu alaihi wasallam bersabda; akan datang kepada umatku suatu zaman, berhajinya orang-orang kaya karena gengsi, LomasyarakatI,menengah berhaji ada niatan bisnis, pejabat dan birokrat beribadah hajinya karena riya’ dan sum’ah, dan masyarakat faqir ibadah hajinya menimbulkan masalah.” (HR, Al Khotib dan Addailami.)

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Sesuai dengan namanya, haji adalah persoalan menata niat, sebelum hal-hal lain menyangkut ongkos, transportasi, dan aktivitas manasik. Keliru menata niat akan berakibat pada kerugian yang besar, mengingat pengorbanan yang dicurahkan untuk ibadah haji juga besar. Bukankah sia-sia belaka membangun istana megah di atas fondasi yang rusak?

 

Secara fiqih ibadah haji mungkin sah, tapi secara hakiki bisa jadi keropos baik sejak sebelum berangkat haji, saat berhaji, bahkan setelah berhaji. Ini adalah tantangan yang amat sulit karena memang berurusan dengan persoalan hati. Apa yang terbesit di benak dan hati seseorang ketika dirinya berkeinginan naik haji? Sudah tuluskah karena ingin menghamba dan mencapai ridha Allah? Atau masih tercampur dengan noda-noda duniawi yang dapat merusak kualitas haji?

Bagi yang baru pada level ingin berangkat haji, ikhtiar mesti dimulai dari perjuangan menata niat, sembari mempersiapkan kebutuhan-kebutuhan lain yang senantiasa dilambari dengan do’a kepada-Nya.

 

Semoga kita termasuk orang-orang yang diberi kesempatan berkunjung ke Baitullah dan berziarah ke makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

 

Bagi saudara-saudara kita yang sedang bersiap menunaikan ibadah haji, semoga diberi kelancaran dan menggapai tujuan hakiki haji, yakni ridha Allah subhanahu wata’ala. Wallahu a’lam bish shawab.

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ اْلكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

 

Khutbah Kedua:

 

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.

اللهم اجعلهم حجا مبرورا وسعيا مشكورا وذنبا مغفورا وتجارة لن تبورا ياعالم ما في الصدور أخرجنا واخرجهم من الظلمات إلى النور.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

 

*penulis adalah anggota Komisi Dakwah MUI Pusat dan anggota Bidang Dakwah PB MA serta pendidik di beberapa pesantren.

5

Red: admin

Editor: iman

983

Anak Kecanduan Narkoba? Ini Yang Harus Dilakukan Orangtua

0
Narkoba musuh bersama ( ilustrasi foto: freepik)

PERCIKANIMAN.iD – – Tingkat penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja Indonesia terus mengalami peningkatan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun 2023 saja, setidaknya ada 2,2 juta remaja dari 13 provinsi di Indonesia yang menggunakan narkoba. Ini tentu sebuah kabar buruk dan sangat miris, sebab remaja atau anak muda adalah generasi keluarga dan bangsa.

 

Dampak buruk narkoba tidak perlu diragukan lagi. Namun, kasus penyalahgunaan narkoba pada remaja justru semakin meningkat tiap tahunnya. Hal ini sangat disayangkan karena narkoba tak hanya mengganggu prestasi akademik, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan.

 

Ada banyak faktor tertentu yang dapat memengaruhi kemungkinan penyalahgunaan atau kecanduan narkoba pada remaja salah satunya adalah karena faktor lingkungan.

 

Faktor lingkungan dari teman sebaya merupakan faktor risiko tertinggi penyalahgunaan narkoba pada remaja. “Ikut teman” atau “agar diterima di pergaulan” dapat memicu remaja untuk mulai mencoba narkoba hingga menjadi kecanduan.

 

Selain teman, anggota keluarga juga bisa menjadi faktor lingkungan yang membuat remaja kecanduan narkoba, terutama jika kondisi rumah tidak kondusif, misalnya karena tidak bisa menghadapi toxic parents atau kurang mendapatkan perhatian dari orang tua dan saudaranya.

 

Lalu, adakah tanda atau ciri anak telah menjadi pengguna atau terpapar narkoba? Bagaimana cara mengatasi dan bersikap pada anak yang sudah kecanduan narkoba? Apakah anak atau remaja yang kecanduan narkoba ibadahnya tidak diterima, karena mengkonsumsi atau barang haram?

 

Untuk mendapatkan penjelasannya bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa simak jawaban dari guru kita ustadz Aam Amiruddin dalam video berikut ini. Silakan simak:

 

 

Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

Video: tim official

987

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

Temuan Otoritas Saudi Sebagian Besar Korban Meninggal di Musim Haji 2024 tak Berizin

0
Makam Baqi di Mina ( ilustrasi foto: arabnews)

PERCIKANIMAN.iD – – Otoritas Arab Saudi menyatakan, sebagian besar individu yang dilaporkan meninggal dunia dalam musim haji tahun ini bukanlah bagian dari jamaah haji dengan izin resmi. Kementerian Media Arab Saudi menjelaskan, individu-individu tersebut masuk ke Arab Saudi beberapa bulan sebelum musim haji hanya dengan visa kunjungan atau wisata biasa.

 

“Individu tersebut menetap di Makkah hingga musim haji tiba dan melaksanakan ibadah haji tanpa izin yang tepat. Banyak jamaah haji datang dengan visa kunjungan, wisata, atau umrah,” ucap Kementerian Media Arab Saudi,dilansir dari republika.co.id Kamis (20/6/2024).

 

Otoritas Saudi menyatakan, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Tunisia mengonfirmasi sebagian besar warganya yang meninggal saat menjalani haji tiba di Arab Saudi bukan dengan visa haji. Mereka datang dengan visa kunjungan, wisata, atau umrah.

 

Senada, Kemenlu Yordania turut melaporkan, semua warga Yordania yang meninggal atau hilang ketika berhaji bukan bagian dari jamaah haji resmi negaranya. Otoritas Saudi mengakui bahwa musim haji tahun ini, diiringi dengan kenaikan suhu yang signifikan di Makkah hingga 45 derajat celsius.

 

Namun, karena tidak termasuk dalam rombongan haji resmi, jamaah tersebut tidak mendapat layanan akomodasi, makanan, atau transportasi yang dapat membantu mereka dalam berhaji. Pun mencegah dampak bahaya akibat cuaca panas.

 

“Mereka pun rentan terhadap risiko kelelahan akibat panas, paparan sinar matahari, dan berjalan jauh di jalan kasar dan tidak beraspal yang memang bukan untuk digunakan pejalan kaki,” menurut pernyataan tersebut.

 

Setidaknya 550 orang dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan haji di Arab Saudi karena terdampak cuaca panas, demikian dilaporkan AFP sebagaimana dilansir dari Sputnik. Dari jumlah tersebut, 323 di antaranya merupakan warga negara Mesir. Selain itu, sekurangnya 40 individu dari Yordania dan 35 dari Tunisia juga dilaporkan meninggal dalam musim haji tahun ini.

 

Sementara itu, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah pada Senin (17/6) melaporkan setidaknya 138 calon haji asal Indonesia wafat saat menunaikan prosesi ibadah haji. Namun, sebagian besarnya meninggal dunia karena penyakit bawaan. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

908