Beranda blog Halaman 21

Ini Pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah Saat Apel Akbar KOKAM di Bandung  

0
foto: dok.umb

PERCIKANIMAN.iD – – Muhammadiyah adalah organisasi keagamaan dan  kemasyarakatan yang besar dan dalam lintasan sejarah yang panjang telah terbukti kiprah-pengkhidmatannya dalam kehidupan kebangsaan untuk tegaknya perikehidupan berkemajuan di seluruh bidang kehidupan yang dilandasi nilai-nilai Islam untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.

 

Muhammadiyah yang berdiri tahun 1912 menyadari betul bangsa Indonesia saat itu hidup dalam cengkeraman penjajahan dengan kondisi kehidupan yang tertinggal di segala bidang.  Bangsa Indonesia niscaya bangkit memperbarui kesadaran, alam pikiran, sikap, dan tindakan agar memiliki martabat diri, kemandirian, keberdayaan, kedaulatan, dan kemajuan layaknya bangsa merdeka. Muhammadiyah melalui organisasi perempuannya ‘Aisyiyah memelopori gerakan emansipasi dan Kongres Perempuan Pertama tahun 1928 untuk Indonesia merdeka.

 

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menegaskan bahwa Muhammadiyah meyakini, menyadari, dan memahami  sepenuhnya bahwa Agama Islam adalah ajaran Tuhan yang mendorong umatnya untuk memiliki keimanan dan ketakwaan yang kokoh membangun keshalihan, berilmu pengetahuan dan berpikiran maju, bersatu dengan seluruh golongan masyarakat dalam spirit kemanusiaan universal, serta menjadi umat terbaik yang menjadi saksi bagi kehidupan sebagai hamba-hamba terkasih Allah SWT yang menjalankan kekhalifahan di muka bumi untuk menjadikan Indonesia sebagai Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur.

 

“Muhammadiyah sejalan misi dakwah dan tajdid yang menjadi inti dan usaha gerakannya telah berjuang panjang lebih satu abad sejak era kebangkitan nasional hingga Indonesia merdeka dalam melaksanakan pembaruan  keagamaan, pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, pemberdayaan masyarakat, peran perempuan, dan kesadaran berbangsa yang dilandasi nilai-nilai keislaman yang terintegrasi dengan wawasan kebangsaan dan kemanusiaan semesta yang rahmatan lil’alamin,” tegas Haedar dalam Apel Akbar KOKAM dalam rangka Milad ke-8 Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) Jl.Soekarno Hatta Kota Bandung, Ahad (30/6/2024).

 

Haedar juga menjelaskan bahwa Muhammadiyah bersama sejumlah komponen bangsa telah ikut mendirikan  negara dan bangsa Indonesia tahun 1945, sehingga telah membuktikan kiprah dan kontribusinya yang nyata untuk Indonesia jauh sebelum kehadiran partai politik, media massa, serta kekuatan-kekuatan nasional lain  yang kini menjadi bagian dan komponen integral Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

“Karenanya Muhammadiyah telah teruji kiprahnya di sejumlah bidang kehidupan dalam berkhidmat untuk Negara Indonesia yang tidak dapat dianggap kecil dan dimarjinalkan keberadaan serta peranannya di Republik ini,”tegas Haedar.

 

Selain itu, Muhammadiyah dalam momentum krusial telah memberikan kontribusinya yang signifikan seperti dalam lahirnya “Gentlemen Agreement” dari Piagam Jakarta untuk perumusan Sila pertama Pancasila yakni Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai solusi terbaik untuk menyelematkan keutuhan bangsa. Muhammadiyah dalam mempertahankan kedaulatan Negara Republik Indonesia dari agresi Belanda tahun 1947 membentuk Askar Perang Sabil (APS) yang membuktikan perjuangan fisik demi tegaknya Indonesia Merdeka. Demikian halnya dalam perjuanga fase-fase berikutnya hingga terlibat dan berdiri di garis depan dalam gerakan reformasi 1998 untuk Indonesia yang demokratis.

 

Dari rahim Muhammadiyah lahir para Pahlawan Nasional yaitu KH Ahmad Dahlan, Hj. Siti Walidah, Ir. Soekarno, Fatmawati, Jenderal Soedirman, dr. Soetomo (Penasihat Muhammadiyah bidang Kesehatan), Ir. Djoeanda,  KH. Fachrodin, KH. Mas Mansoer, Ki Bagus Hadikoesoemo, Mr. Kasman Singodimejo, Abdul Kahar Muzakkir, Agus Salim (Anggota istimewa Muhammadiyah di era KH Dahlan), Buya Hamka, A.R. Baswedan, Gatot Mangkupraja (Pembentuk Tentara PETA dan Laskar Hisbullah, pengurus Muhammadiyah), Otto Iskandardinata (guru HIS Muhammadiyah Jakarta), Adam Malik (Pandu Hizbul Wathan Muhammadiyah), Sukaptinah Soenarjo Mangoenpoespito (aktif di Siswapraja Wanita Muhammadiyah), Nani Wartabone (Tokoh pergerakan dan pengurus Muhammadiyah dari Gorontalo), Andi Sultan Daeng Raja (Tokoh Muhammadiyah dari Sulawesi Selatan),  Tengku Muhammad Hasan (Tokoh Muhammadiyah dari Aceh), Prof Lafran Pane (Tokoh Muhammadiyah di Yogyakarta),  dan tokoh-tokoh lainnya. Hal itu membuktikan peran kebangsaan Muhammadiyah melalui para tokohnya yang sepenuh jiwa-raga berjuang untuk Indonesia.

 

“Muhammadiyah dengan kemandiriannya telah dan terus berkiprah dalam mencerdaskan,  menyejahterakan, mencerahkan, mempersatukan, dan memajukan bangsa Indonesia hingga ke pelosok-pelosok terdepan, terjauh, dan tertinggal. Hatta dalam kondisi dan daerah tertentu pemerintah belum menjangkau kawasan-kawasan tersebut dalam menjalankan kewajiban konstitusionalnya khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat yang sangat memerlukan,”ungkap Haedar.

 

Dalam musibah Covid-19 yang berlangsung sekitar dua tahun lebih maupun dalam berbagai bencana nasional Muhammadiyah bahkan bergerak di garda depan dalam menjalankan peran dan kiprah kemanusiaannya sehingga memperoleh pengakuan dari berbagai pihak di tingkat nasional dan global. Muhammadiyah terus menggalang hubungan, kolaborasi, dan kerjasama dengan pemerintah serta berbagai komponen bangsa untuk mewujudkan cita-cita nasional yang diletakkan dan diperjuangkan para pendiri Indonesia.

 

Karenanya di tengah dinamika kehidupan kebangsaan maupun dinamika global yang kompleks saat ini, Haedar mengungkapkan bahwa Muhammadiyah menegaskan komitmen, pandangan, dan kiprah perjuangannya sebagai berikut:

 

  1. Muhammadiyah adalah organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang kehadirannya senantiasa mengedepankan Risalah Islam Berkemajuan dalam menghadapi kehidupan di berbagai bidang dengan mengutamakan sebesar-besarnya kemaslahatan dan tercegahnya kemudaratan bagi hajat hidup bangsa. Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam Berkemajuan terus bergerak demi tegaknya keadaban, perdamaian, kesejahteraan, persatuan, keadilan, kebaikan, dan kemajuan dalam kehidupan bangsa Indonesia maupun di ranah global yang rahmatan lil-‘alamin. Muhammadiyah senantisa prokehidupan dan tidak anti kehidupan dalam segala lapangan untuk terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur.

 

  1. Muhammadiyah sebagai organisasi kemasyarakatan yang besar dan terpercaya senantiasa terus bergerak dalam memajukan kehidupan bangsa di bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan aspek kehidupan lainnya sebagai wujud pengkhidmatannya yang tinggi bagi bangsa dan negara Indonesia. Muhammadiyah bukanlah organisasi kemasyarakatan atau ormas  “kemarin sore” dalam perjuangan dan kiprahnya di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

  1. Muhammadiyah sesuai Kepribadiannya senantiasa aktif dalam perkembangan masyarakat dengan maksud islah dan pembangunan; beramar-makruf nahi munkar disertai contoh teladan yang baik; serta bersifat adil dan korektif ke dalam dan keluar dengan bijaksana. Muhammadiyah senantiasa mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan, serta dasar dan falsafah negara yang sah dalam bingkai “Negara Pancasila Darul Ahdi Wasyahadah”.

 

  1. Muhammadiyah senantiasa membantu pemerintah serta bekerjasama dengan golongan lain dalam memelihara dan membangun negara untuk mencapai masyarakat yang adil-makmur yang diridhai Allah SWT. Muhammadiyah senantiasa memperbanyak kawan dan mengamalkan ukhuwah Islamiyah disertai sikap lapang dada dan luas pandangan dalam kehidupan keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan semesta.

 

  1. Muhammadiyah mengajak kepada seluruh pihak di tubuh pemerintahan, kekuatan politik nasional, dan lembaga-lambaga strategis lainnya agar mengedepankan aktualisasi nilai-nilai dasar Pancasila, konstitusi, dan etika luhur untuk tegaknya persatuan dan kemajuan bangsa Indonesia dalam kehidupan nyata disertai keteladanan utama para elitenya. Jauhi korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan perusakan segala aspek kehidupan demi kelangsungan hidup generasi bangsa dan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

  1. Muhammadiyah mengajak kepada seluruh pihak yang bergerak dalam dunia media massa baik cetak, elektronik/digital, dan media sosial untuk senantiasa menjunjungtinggi keadaban atau etika luhur, ilmu pengetahuan, pencerdasan, persatuan, perdamaian, keutuhan, dan kemajuan kehidupan bangsa. Jauhi publikasi yang cenderung menggoreng isu, mengadu-domba, hoaks atau kebohongan, mencari-cari kesalahan, dan membesar-besarkan masalah demi meraih rating, viral, dan popularitas yang mengorbankan kepentingan pihak lain serta memperbodoh dan meretakkan keutuhan bangsa.

 

  1. Muhammadiyah memahami Islam dan kehidupan dengan pandangan Islam yang mengedepankan pendekatan bayani (tekstual), burhani (rasional-kontekstual), dan irfani (ruhani-spiritual) secara interkoneksi disertai wawasan Wasathiyah yang memajukan dan mencerahkan kehidupan. Karenanya  bagi anggota, kader, dan pimpinan Muhammadiyah diharapkan memahami Risalah Islam Berkemajuan secara konsisten serta jauhi pandangan keislaman yang parsial, dangkal, sempit, dan ekstrem. Kepada seluruh Angkatan Muda Muhammadiyah  hendaknya senantiasa menjaga integritas diri, menjadi insan yang amanah, jujur, dan cerdas serta menjunjung tinggi marwah  dan kepentingan Persyarikatan Muhammadiyah.

 

  1. Seluruh anggota, kader, dan pimpinan Muhammadiyah di segenap tingkatan dan lini organisasi agar tetap bersikap cerdas, seksama, dan bijaksana dalam menghadapi dinamika dan masalah kebangsaan baik yang bersifat umum maupun terkait Persyarikatan dalam satu barisan yang kokoh. Junjungtinggi keutuhan, marwah, dan kepentingan Persyarikatan sejalan prinsip, kepribadian, khittah, koridor, dan segala ketentuan organisasi. Jauhi pandangan dan sikap mengambil langkah sendiri-sendiri yang merugikan kesatuan gerak, misi, dan sistem organisasi. Jaga seluruh aset dan kepentingan organisasi. Posisikan Persyarikatan di atas pandangan, persepsi, dan kepentingan sendiri demi tegaknya Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam yang terorganisasi rapi dalam menjalankan misi dakwah dan tajdid untuk mencerdaskan umat, memajukan bangsa, dan mencerahkan semesta.

 

“Semoga Allah SWT melimpahkah rahmat, berkah, ridha, dan karunia-Nya untuk bangsa Indonesia serta melapangkan perjuangan Muhammadiyah di Indonesia dan semesta raya,”tutup Haedar. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

906

 

Kemenag Kembali Buka Seleksi Imam Masjid ke Uni Emirat Arab, Ini Syaratnya

0
Shalat berjamaah ( ilustrasi foto: jawa pos)

PERCIKANIMAN.iD – –  Kementerian Agama (Kemenag) kembali membuka kesempatan bagi masyarakat Muslim di seluruh Indonesia untuk mengikuti Seleksi Calon Imam Masjid untuk ditempatkan di Uni Emirat Arab (UEA). Pendaftaran dibuka hingga 3 Juli 2024.

 

Dirjen Bimas Islam, Kemenag, Kamaruddin Amin mengatakan, program ini merupakan bagian dari kesepakatan kerja sama Indonesia dan UEA yang dilakukan sejak 2017. “Imam masjid asal Indonesia yang saat ini sudah berada di UEA sebanyak 111 imam. Tahun ini, kami targetkan terpenuhi hingga total 200 imam,” papar Kamaruddin di Jakarta, laman kemenag, Senin (1/7/2024).

 

Kamaruddin menyebut, selain memberi peluang bagi penghafal Al-Qur’an dan qari terbaik Indonesia untuk berkarier di kancah internasional, program pengiriman imam masjid ini juga menjadi upaya untuk menyebarkan paham beragama yang moderat.

 

“Harapan kami masih sama, semoga imam yang direkrut dan dikirim ke sana adalah orang-orang terbaik yang akan membawa nama baik Indonesia di UEA dengan pahamnya yang ahlus sunnah wal jamaah dan cara pikirnya wasathiyah (moderat),” imbuhnya.

 

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag Adib menambahkan, seleksi imam masjid 2024 merupakan angkatan ke-7 sejak kali pertamam digelar pada 2017.

 

Adib menjelaskan, calon imam yang akan dikirim ke UEA harus memenuhi syarat berikut:

  1. Hafal Al-Qur’an minimal 20 juz;
    2. ⁠Menguasai ilmu tajwid (teori & praktik);
    3. Memiliki suara yang fasih dan merdu;
    4. Bisa berkomunikasi dalam bahasa Arab;
    5. Memahami ilmu fikih;
    6. Memiliki keterampilan retorika dakwah dan berkhotbah;
    7. Berakhlak mulia;
    8. Berpaham ahlussunnah wal jamaah bi manhaj wasathiyyah;
    9. Sehat jasmani dan Rohani;
    10. Tidak bergabung dalam partai politik;
    11. Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah.

Pendaftaran seleksi calon imam masjid di UEA dibuka hingga 3 Juli 2024. Pengumuman seleksi administrasi 4 Juli 2024, seleksi online 5-6 Juli 2024, pengumuman seleksi online 8 Juli 2024, dan seleksi wawancara secara luring (offline) pada 10-11 Juli 2024.

 

Saat mendaftar, lampirkan: (a) KTP, (b) sertifikat/keterangan hafal 20 juz dari lembaga pendidikan/organisasi tahfidz, (c) surat rekomendasi dari Lembaga Pendidikan/Ormas Islam, dan (d) link video rekaman.

 

“Untuk info pendaftaran lengkapnya bisa melalui PUSAKA Kemenag Super Apps, download di Google Play atau App Store,” pungkas Adib. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

908

 

Melalui Baznas, Masyarakat Jabar Donasi 4,5 milyar Untuk Palestina

0
Baznas Jabar serahkan donasi untuk Palestina ( foto: dok.baznas)

PERCIKANIMAN.iD – – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Barat (Jabar) menyalurkan donasi kemanusiaan ke Palestina sebesar Rp4,5 miliar melalui Baznas Republik Indonesia. Donasi tersebut merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan untuk Palestina yang sedang mengalami krisis kemanusiaan.

 

Simbolis penyerahan donasi itu dilakukan langsung di Kantor Baznas RI pada 27 Juni 2024. Penyerahan dilakukan oleh Baznas Jabar yang diwakili oleh Wakil Ketua I Baznas Jabar, Rachmat Ari Kusumanto dan diterima langsung oleh Ketua BaznasRI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA.

 

“Kami merasa terpanggil untuk memberikan dukungan maksimal kepada saudara-saudara kita di Palestina yang sedang mengalami masa sulit,” ungkap Rachmat dilansir dari prfmnews.id, Jumat (28/6/2024)

 

“Donasi ini diharapkan dapat membantu meringankan beban mereka dan memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan dalam situasi yang sulit ini,” imbuhnya.

 

Rachmat menjelaskan, donasi sebesar Rp4,5 miliar ini tidak hanya mencakup bantuan langsung kepada warga Palestina. Bantuan dengan nilai Rp500 juta diberikan dalam bentuk program sedekah daging di Palestina yang didistribusikan ke Gaza dan Kompleks Masjid Al Aqsha Yerusalem. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

986

20 Lembaga Tandatangani Komitmen Kembangkan Wakaf Produktif dan Kota Wakaf

0
Penandatanganan komitmen bersama pengembangan Inkubasi Wakaf Produktif dan Kota Wakaf 2024 ( foto: dok.kemenag)

PERCIKANIMAN.iD – – Sebanyak 20 lembaga zakat, wakaf, dan nazir menandatangani pernyataan komitmen bersama dalam pengembangan program Inkubasi Wakaf Produktif dan Kota Wakaf tahun 2024. Penandatanganan tersebut berlangsung dalam kegiatan FGD Inkubasi Wakaf Produktif dan Program Kota Wakaf di Jakarta, dilansir dari laman kemenag, Rabu (25/6/2024).

 

Inkubasi Wakaf Produktif (IWP) merupakan program transformasi sumber daya nazir menjadi sumber daya manusia yang berjiwa usaha kreatif, inovatif, dan visioner, yang dilakukan dengan pengawasan, pembimbingan, dan pendayagunaan aset wakaf secara berkelanjutan untuk tujuan ekonomi dan sosial. Sedangkan Kota Wakaf merupakan program pemberdayaan, pengembangan, dan pengelolaan harta benda wakaf berbasis kewilayahan dengan mengikutsertakan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat yang bertujuan untuk kesejahteraan umum.

 

Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf, Kementerian Agama, Muhibuddin menyebut, pernyataan komitmen itu merupakan pedoman bagi sejumlah pihak yang terlibat dalam dalam pendistribusian dan pendayagunaan dana zakat, infak, dan dana sosial keagamaan lainnya.

 

“Penandatanganan pernyataan komitmen dari 20 lembaga zakat, wakaf, dan nazir ini merupakan wujud komitmen kerja sama antarstakeholder dalam mengoptimalkan kolaborasi dan sinergi. Ini juga bentuk komitmen dan partisipasi pengembangan harta benda wakaf dalam program-program maslahat umat,” jelasnya.

 

Muhibuddin mengatakan, penambahan jumlah lembaga yang terlibat dalam pengembangan program Inkubasi Wakaf Produktif dan Kota Wakaf masih dimungkinkan. Terdapat enam ruang lingkup yang diatur dalam pernyataan komitmen tersebut.

 

Pertama, Lembaga Amil Zakat (LAZ) atau nazir wakaf uang berkolaborasi dalam pendanaan lokasi tanah wakaf yang telah mengajukan ke Kementerian Agama. Kedua, LAZ atau nazir wakaf uang berkolaborasi dalam pendanaan dengan lokasi tanah wakaf yang mereka miliki. Ketiga, nazir wakaf uang mendapat bantuan bersumber APBN di lokasi tanah wakaf dalam program Inkubasi Wakaf Produktif dan ikut andil dalam program Kota Wakaf (pembangunan laboratorium wakaf).

 

“Keempat, penyediaan, pertukaran, serta pemanfaatan data dan/atau informasi. Kelima, sosialisasi serta edukasi kolaborasi zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya serta hasil pengelolaan wakaf dengan program Inkubasi Wakaf Produktif dan program Kota Wakaf. Keenam, bidang kerja sama lain yang disepakati stakeholder sesuai dengan kewenangan masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tambahnya.

 

Berikut 20 lembaga zakat, wakaf, dan nazir yang menandatangani komitmen bersama pengembangan program Inkubasi Wakaf Produktif dan Kota Wakaf tahun 2024:

 

  1. Badan Wakaf Indonesia (BWI)
  2. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI
  3. Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWP NU)
  4. Majelis Wakaf Muhammadiyah
  5. Lembaga Wakaf Persis
  6. Badan Wakaf Dewan Dakwah
  7. Yayasan Dompet Dhuafa Republika
  8. Rumah Wakaf
  9. Baitul Wakaf Hidayatullah
  10. Sinergi Foundation
  11. Yayasan Daarut Tauhiid

12 . Yayasan Salman ITB

  1. Wakaf BSI Maslahat
  2. Yayasan Mandiri Amal Insani
  3. Badan Pengelola Arrisalah
  4. Nazhir Wakaf Al Azhar
  5. LAZ Yakesma
  6. BAZNAS Bazis DKI Jakarta
  7. Bank BSI LKSPWU
  8. Bank Permata Syariah

 

5

Red: admin

Editor: iman

904

Tiba di Madinah, Jamaah Gelombang 2 Diminta Prioritaskan Ziarah ke Raudhah

0
Suasanan di Raudhah ( ilustrasi foto: republika )

PERCIKANIMAN.iD – – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jamaah gelombang 2 yang baru tiba di Madinah agar memprioritaskan ziarah Raudhah sebelum melakukan ziarah ke lokasi ziarah lainnya seperti ke Masjid Kuba, Jabal Uhud, dan sebagainya.

 

“Utamakan ziarah ke Raudhah, karena jadwalnya sesuai tasreh yang telah diberikan Kementerian Haji dan Umrah Saudi, sehingga tidak bisa diulang. Kalau sudah terlewat, jemaah tidak punya kesempatan lagi. Petugas telah mengurus tasreh yang akan digunakan jemaah sebagai tiket masuk Raudhah,” kata Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda dalam keterangan resmi Kemenag di Jakarta, dilansir dari ihram, Kamis (27/6/2024).

 

Selain itu, ia menjelaskan, kondisi hotel di Madinah berbeda dengan di Makkah. Kapasitas hotel di Madinah tidak sebanyak di Makkah. Satu hotel di Makkah bisa menampung hingga 20 ribu jamaah, sementara hotel-hotel di Madinah memiliki kapasitas tampung untuk 1.500 orang.

 

“Kondisi tesebut perlu dipahami para jemaah, karena berdampak terhadap penempatan jemaah dan ada potensi kloter yang terpisah penempatannya,” ujar dia.

 

Selain kapasitas hotel, lanjut Widi, hotel di Madinah memiliki lobi yang lebih kecil serta jumlah lift yang terbatas. Karenanya, jemaah diimbau agar mengatur waktu turun dan naik lift usai salat di Masjid Nabawi.

 

“Selain itu, mengingat cuaca di Kota Madinah lebih panas dari Kota Makkah, jemaah agar melengkapi diri dengan alat pelindung diri seperti topi, kaca mata hitam dan semprotan air selagi bepergian atau ziarah,” ucapnya.

 

Bila ingin beribadah di Masjid Nabawi, ia menambahkan, jemaah agar mencatat dan mengingat nama dan nomor hotel. Memberi tahu dan mencatat nomor kontak PPIH di hotel.

 

“Tetap mengenakan identitas pengenal, terutama gelang jemaah, membawa paspor, visa dan identitas diri lainnya,” tuturnya.

 

Fase pemulangan jamaah haji, hingga tanggal 26 Juni 2024 pukul 21.00 WAS. Jamaah dan petugas yang telah diterbangkan ke Tanah Air berjumlah 36.835 orang tergabung dalam 93 kelompok terbang. Jemaah haji Indonesia yang wafat berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) pukul 08.05 WIB berjumlah 301 orang. Hari ini, 7.713 jemaah haji gelombang II yang tergabung dalam 20 kelompok terbang diberangkatkan ke Madinah.

 

Pada Kamis, 27 Juni 2024 terdapat 17 kelompok terbang, dengan jumlah jemaah haji sebanyak 6.726 orang. Mereka telah dan akan diterbangkan ke Tanah Air, dengan rincian sebagai berikut:

 

1) Debarkasi Makassar (upg) sebanyak 450 jamaah/1 kloter;

2) Debarkasi Solo (SOC) sebanyak 1.440 jamaah/4 kloter;

3) Debarkasi Lombok (LOP) sebanyak 393 jamaah/1 kloter;

4) Debarkasi Surabaya (SUB) sebanyak 1.113 jamaah/3 kloter;

5) Debarkasi Jakarta pondok gede (JKG) sebanyak 1.226 jamaah/3 kloter;

6) Debarkasi Batam (BTH) sebanyak 900 jamaah/2 kloter;

7) Debarkasi Jakarta bekasi (JKS) sebanyak 880 jamaah/2 kloter;

8) Debarkasi Balikpapan (BPN) sebanyak 324 jamaah/1 kloter.

 

5

Red: admin

editor: iman

984

Tingkatkan Kesadaran Spiritual, Unisa Bandung Gelar Pelatihan Pemulasaraan Jenazah

0
Kegiatan pelatihan pemulasaraan jenazah di kampus Unisa Bandung ( foto: dok.unisa)

PERCIKANIMAN.iD – – Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai Islami kepada seluruh civitas akademika. Melalui Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Unisa Bandung mengadakan pelatihan pemulasaraan jenazah untuk para pegawai bertempat di Mushola Kampus 3 Unisa Bandung, Kamis (27/06/2024).

 

Kepala LPPI Unisa Bandung, Nur Rohmah, MSc, menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pembinaan dan kajian mengenai sakaratul maut serta tata cara pemulasaraan jenazah.

 

Peserta pelatihan ini terdiri dari dosen dan tenaga pendidikan di lingkungan Universitas ‘Aisyiyah Bandung.

 

Nurrohmah mengungkapkan bahwa inisiatif ini muncul dari keinginan beberapa karyawan yang ingin berkontribusi lebih dalam di masyarakat, khususnya dalam hal pengurusan jenazah keluarga.

 

“Ada beberapa karyawan yang ingin membantu pengurusan jenazah keluarga mereka, namun mereka merasa belum memiliki bekal ilmu dan praktik yang cukup. Oleh karena itu, mereka meminta diadakan pelatihan ini,” ujarnya, Jumat (28/06/2024)

 

Nurrohmah berharap kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan kecerdasan spiritual peserta dengan mengingatkan mereka tentang kematian dan mempersiapkan diri untuk menjadi orang yang cerdas, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah.

 

“Mudah mudahan para peserta meningkat kecerdasan spiritual nya karena orang yang paling cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian.

 

Nur mengatakan bahwa peserta terlihat sangat antusias mengikuti pelatihan ini, selain itu ia juga mengaku banyak karyawan yang belum mengikuti pelatihan tersebut berharap agar LPPI bisa menyelenggarakan kembali pelatihan pemulasaraan jenazah.

 

LPPI Unisa Bandung dalam kegiatan ini berkolaborasi dengan majelis tablig dan ketarjihan khususnya divisi mubaligot Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Barat. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

983

Khutbah Jumat: Menghindari Jebakan Istidraj

0
ilustrasi foto: kemenag.go.id

Oleh: KH.Drs.Abdurahman Rasna,MA*

 

Khutbah Pertama:

 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.

أَمَّا بَعْدُ :

فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لِأَنْفُسِهِمْ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Syukur dan puji  kita persembahkan kepada Allah swt, Tuhan yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Sehingga Hari ini, kita dapat berkumpul di majelis Jumat ini untuk bersama-sama beribadah dan merenungi nikmat serta anugerah yang telah dikaruniakan kepada kita.

Shalawat dan salam kita sanjungkan untuk Junjunan kita, Kanjeng Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam beserta keluarga, para sahabat dan sekalian ummatnya hingga akhir zaman.

 

Selaku khatib pada Jum’at hari ini berwasiat sekaligus mengajak kita sekalian untuk bersama-sama meningkatkan taqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala di sisa akhir hayat kita, sehingga jikapun kita meninggal, wafat dalam keadaan sebagai seseorang yang istiqamah dalam keislaman. امين

 

Sejenak, mari kita hentikan kesibukan kita untuk mengingat bahwa setiap napas yang kita hirup, setiap langkah yang kita ambil, dan setiap rezeki yang kita nikmati adalah rahmat-Nya yang tak terhingga. Mari kita ungkapkan dengan ucapan :

 

الحمد لله رب العالمين

 

(Segala puji hanya milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang mencipta, memelihara persada semesta).

 

Hal ini dilakukan dengan harapan agar kita tidak terjerumus dalam lembah istidraj.

Istidraj adalah pemanjaan agar lebih terjerumus kepada kehinaan, demikian penjelasan Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Majid Al-Nur.

 

Seseorang yang sedang diuji dengan istidraj akan mengira bahwa berbagai kenikmatan yang dimiliki adalah kemuliaan dari Allah, padahal Allah sedang menghinakan perlahan-lahan dan bahkan membinasakan. Dia selalu berbuat maksiat dan tidak beribadah namun Allah berikan kemewahan dunia. Allah memberikan harta yang berlimpah padahal dia tidak pernah bersedekah. Allah karuniakan rezeki berlipat-lipat padahal jarang shalat, tidak senang pada nasihat ulama, dan terus berbuat maksiat.

Hidupnya dikagumi, dihormati, padahal akhlaknya rusak, langkahnya diikuti, diteladani dan diidolakan, padahal bangga mengumbar dosa dan maksiat. Dia sangat jarang diuji dengan sakit padahal dosa-dosanya menggunung. Tidak pernah diberikan musibah padahal gaya hidupnya penuh jumawa, meremehkan sesama, dan angkuh.

Allah berikan keluarga yang sehat dan cerdas padahal dia memberi makan dari harta hasil yang haram. Hidup bahagia penuh canda tawa padahal banyak orang yang dia zalimi. Kariernya terus menanjak padahal banyak hak orang yang diinjak-injak. Semakin tua semakin makmur padahal berkubang dosa sepanjang umur.

 

Dalam Al-Qur’an Allah mengingatkan :

 

وَالَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُوْنَ، وَاُمْلِيْ لَهُمْۗ اِنَّ كَيْدِيْ مَتِيْنٌ

 

“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.Dan Aku akan memberikan tenggang waktu kepada mereka. Sungguh, rencana-Ku sangat teguh” (QS Al-‘Araf [7]: 182-183).

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Istidraj itu berasal dari إستدرج- يستدرج- إستدراجا (istadraja-yastadriju-istidrâjan) yang berakar kata dari درج (daraja) yang secara bahasa berarti tangga, meningkat, sedikit demi sedikit, tahap demi tahap, ataupun perlahan-lahan. Sedangkan secara istilah istidraj berarti kenikmatan materi yang diberikan kepada seseorang yang secara lahir semakin bertambah, tetapi kenikmatan yang bersifat batin semakin dikurangi atau dicabut, sementara ia tidak menyadarinya.

 

Secara lahiriah kemewahan duniawi Allah berikan, namun secara batiniah perintah ketakwaan (ittaqullah) ia abaikan. Uraian tersebut diperkuat oleh Rasulullah saw melalui hadits yang berbunyi :

 

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه و سلم قَالَ: إِذَا رَأَيْتَ اللّٰهَ يُعْطِى الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا عَلَى مَعَاصِيهِ مَا يُحِبُّ فَإِنَّمَا هُوَ اسْتِدْرَاجٌ. ثُمَّ تَلَا رَسُولُ اللّٰهِ صلى الله عليه وسلم (فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

 

“Dari Uqbah ibn Amir dari Nabi saw, beliau bersabda: ‘Jika kamu melihat Allah memberikan kemewahan dunia kepada hamba-Nya yang suka melanggar perintah-Nya, maka itulah yang disebut istidraj.” Kemudian beliau membaca firman Allah surat al-An`am ayat 44: “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.”

(HR. Ahmad).

 

Buya Hamka, dalam Tafsir Al-Azhar jilid 3, menjelaskan bahwa istidraj menurut QS Al-An’am ayat 44 bermakna dikeluarkan dari garis lurus kebenaran tanpa disadari. Allah swt memperlakukan apa yang dia kehendaki, dibukakan segala pintu kesenangan hingga orang tersebut lupa diri.

 

Bila dianalogikan, ibaratnya tidak ingat bahwa sesudah panas, pasti ada hujan; sesudah lautan tenang, gelombang pasti datang. Mereka dibiarkan berbuat maksiat dengan hawa nafsunya hingga tersesat jauh. Lalu, siksaan Allah datang sekonyong-konyong.

Allah melakukan pembiaran atas maksiat yang dia lakukan. Memberikan banyak kesenangan yang melalaikan hingga pada saatnya Allah akan mencabut semua kesenangan sampai dia termangu dalam penyesalan yang terlambat. Hal ini juga terjadi pada zaman dahulu, istidraj menimpa pada diri Fir’aun dan Qarun.

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Fir’aun diberikan kekuasaan tetapi tetap jumawa. Akhirnya Allah tenggelamkan ia karena kepongahannya. Ia menjadi manusia yang sombong dan menentang bahkan mengaku sebagai Tuhan. Akhirnya ia mati ditenggelamkan di dalam laut bersama pasukannya ketika mengejar Nabi Musa.

 

Qarun adalah salah satu orang yang hidup pada zaman Nabi Musa as. Awalnya ia adalah orang miskin yang tidak punya apa-apa. Kemudian diajarkan kepadanya oleh Nabi Musa tentang cara mengelola emas. Dalam waktu singkat, ia pun menjadi kaya raya dengan mempunyai banyak emas dan harta melimpah. Akan tetapi, lambat laun ia mulai lupa kepada Allah.

Qarun dengan kelalaiannya pun dibinasakan dengan ditelan bersama harta-hartanya. Makanya, kalau hari ini ada yang menemukan harta tertimbun dalam tanah, orang-orang akan menyebutnya sebagai harta karun, dengan dinisbatkan kepada harta Qarun yang ditelan bumi. Sebagaimana firman Allah SWT :

 

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لِأَنْفُسِهِمْ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

 

“Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan”.

(QS Ali-Imran: 178).

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Istidraj bisa terjadi kepada siapa saja, baik orang awam maupun ahli ibadah. Orang mukmin akan merasa takut dengan istidraj, yakni kenikmatan semu yang sejatinya murka Allah SWT. Namun sebaliknya, orang-orang yang tidak beriman akan beranggapan bahwa kesenangan yang mereka peroleh merupakan sesuatu yang layak didapatkan.

 

Biasanya, istidraj diberikan kepada orang-orang yang mati hatinya. Mereka adalah orang yang tidak merasa bersedih atas ketaatan yang ditinggalkan dan tidak menyesal atas kemaksiatan yang terus dilakukan.

 

Secara psikologis, orang yang tertimpa istidraj, perilakunya sangat terlena dengan semua yang ia punya, sehingga lupa bahwa semuanya hanyalah titipan sementara. Dia lupa bersyukur atas nikmat yang diberikan, begitu juga dia gemar melakukan kemaksiatan tanpa merasa berdosa.

 

Dan menganggap nikmat yang Allah Swt berikan merupakan sebuah anugerah dan kebaikan untuknya. Ketika hal ini terjadi, maka akan berakibat nantinya mendapatkan siksaan dari arah yang tidak disangka-sangka. Maka dari itu, kita perlu meminta pertolongan kepada Allah SWT dan juga mengasah keimanan agar terus meningkat sehingga menyadari hakikat nikmat dan siksaan.

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Cara termudah untuk membedakan kesenangan yang datangnya dari kemurahan Allah dengan istidraj adalah ketakwaan. Jika orang tersebut taat dalam beribadah, bisa jadi nikmat yang diterima adalah kemurahan Allah. Begitupun sebaliknya, apabila orang tersebut lalai dalam ibadah bisa jadi itu merupakan istidraj.

 

Bagi siapa saja yang saat ini sedang diliputi kebahagiaan, sedang merasakan rezeki yang lancar, kenaikan jabatan atau pun kebahagiaan lainnya, kiranya perlu mawas diri dan waspada karena bisa jadi saat ini dia sedang terindikasi mengalami istidraj.

 

Bagaimana cara mengenalinya? Berikut ini adalah ciri-ciri istidraj yakni :

(1) nikmat dunia yang semakin bertambah, namun keimanannya semakin menurun,

(2) mendapat kemudahan hidup meski terus menerus bermaksiat,

(3) rezeki selalu bertambah, meski terus lalai dalam ibadah,

(4) semakin kaya, namun semakin menjadi kikir, dan

(5) jarang sakit, namun kerap berlaku sombong.

Hal ini selaras dengan apa yang dikatakan oleh Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam al-Hikam, yakni :

 

خِفْ مِنْ وُجُوْدِ إِحْسَانِهِ إِلَيْكَ وَدَوَامِ إِسَاءَتِكَ مَعَهُ أَنْ يَكُوْنَ ذَلِكَ اسْتِدْرَاجاً سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ

 

“Takutlah pada perlakuan baik Allah kepadamu di tengah durhakamu yang terus-menerus terhadap-Nya. Karena, itu bisa jadi sebuah istidraj, seperti firman-Nya, ‘Kami meng-istidraj-kan mereka dari jalan yang mereka tak ketahui’.”

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Berdasarkan uraian tersebut di atas dapat disimpulkan, bahwa ketika seseorang mendapatkan kenikmatan, baik nikmat materi maupun non materi, hendaklah ia bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh zat pemberi nikmat, dan bukannya lupa kepada-Nya. Dan segera bersyukur kepada-Nya, baik secara lisan, perbuatan maupun keyakinan dalam hati. Realisasi syukur itu bisa berupa semakin rajin beribadah, bersedekah maupun perilaku-perilaku yang bermanfaat bagi orang lain.

 

Begitu bahayanya istidraj, sampai-sampai Umar bin Khattab pernah berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu menjadi mustadraj (orang yang ditarik dengan berangsur-angsur ke arah kebinasaan).”

 

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

 

Khutbah Kedua:

 

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الْخَيْرَاتُ وَالْبَرَكَاتُ، وَبِتَوْفِيْقِهِ تَتَحَقَّقُ الْمَقَاصِدُ وَالْغَايَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ الْمُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ،

: فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَتك اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

وصلى الله على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين.

والحمد لله رب العالمين.

 

*penulis adalah anggota Komisi Dakwah MUI Pusat dan anggota Bidang Dakwah PB MA serta penulis buku

5

Red: admin

Editor: iman

985

Buktikan Kualitas Pendidikan Unggul, Mahasiswa UNISA Bandung Raih Emas di Kompetisi Nasional  

0
foto: dok.unisa

PERCIKANIMAN.iD – –  Gissan Rafli Ikbari mahasiswa program studi sarjana keperawatan Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Bandung, berhasil meraih juara 1 dalam lomba matematika dan biologi di Kompetisi Akademik Nasional Hari Pancasila yang diselenggarakan oleh @olimpiadesiswa pada tanggal 22 dan 23 Juni 2024.

 

Prestasi gemilang ini menjadi kebanggaan bagi seluruh civitas akademika Universitas ‘Aisyiyah Bandung. Dalam wawancara eksklusif, Gissan mengungkapkan motivasi yang membuatnya mengikuti kompetisi tersebut karena ia memiliki ketertarikan pada bidang matematika dan biologi.

 

“Yang memotivasi saya untuk mengikuti lomba ini adalah adanya ketertarikan pada bidang lomba matematika dan biologi.”, ungkap Gissan, Kamis, 27/06/2024.

 

Ia mengaku persiapan yang dilakukan tidak hanya dari segi mental tetapi juga mempersiapkan dan memperlajari beberapa materi pada bidang lomba terkait. Selain itu, selama menghadapi lomba Gissan juga menghadapi berbagai tantangan.

 

“Untuk tantangannya, ada beberapa soal yang sedikit sulit dan mungkin sudah termasuk soal HOTS (High Order Thinking Skills),” jelasnya.

 

Meskipun demikian, Gissan mengaku tidak menyangka bisa meraih predikat medali emas. Ia juga membagikan strategi yang ia gunakan selama mengikuti kompetisi tersebut.

 

“Saya menggunakan strategi yang digunakan semenjak SMA, seperti latihan soal 1 sampai 15 soal secara konsisten,” paparnya.

 

Kemampuan Gissan dalam membagi waktu antara kompetisi dan kewajiban akademik juga menjadi faktor penting dalam keberhasilannya.

 

“Saya membagi waktu kompetisi dan kewajiban akademik dengan skala prioritas, seperti ‘hal apa yang harus diselesaikan dengan segera’,”tambahnya. [ ]

 

5

Red: admin

Editor: iman

984

Haji 2025, Indonesia Dapat Kuota 221 Ribu Jamaah

0
Menag Yaqut terima surat pemberitahuan kuota haji 2025 dari Wakil Kementerian Haji dan Umrah Saudi 'Ayed Al Ghuwainim ( foto: dok.kemenag)

PERCIKANIMAN.iD – – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa Indonesia kembali mendapat kuota 221.000 jemaah pada operasional haji 1446 H/2025 M mendatang. Kepastian kuota haji tahun depan diperoleh Menag usai menghadiri Tasyakuran Penutupan Penyelenggaraan Ibadah Haji 1445 H dan Pemberian Kuota 1446 H.

 

Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi di Makkah. Hadir para pimpinan delegasi haji dari berbagai negara.

 

Ikut mendampingi Menag, Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki, Sekjen Kemenag M Ali Ramdhani, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, Staf Khusus Menag Ishfah Abidal Aziz, Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid, dan Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam.

 

“Malam ini saya menghadiri Haflul Hajji Al-Khitamy semacam malam tasyakuran atas selesainya penyelenggaraan ibadah haji 1445 H. Saya mendapat informasi dari Wakil Kementerian Bidang Urusan Haji ‘Ayed Al Ghuwainim, dan sesuai surat yang saya terima, bahwa Indonesia mendapat 221.000 kuota haji 1446 H/2025 M,” terang Menag Yaqut, di kantor Kementerian Haji dan Umrah Saudi, Makkah, seperti dilansir dari laman kemenag belum lama ini.

 

“Kita mengapresiasi Kemenhaj Saudi yang kembali mengumumkan kuota lebih awal. Sehingga proses persiapan penyelenggaraan haji juga bisa dilakukan lebih cepat. Apresiasi juga atas ketegasan otoritas Saudi dalam menerapkan aturan terkait visa haji dan visa non haji ungkap Yaqut,” ucapnya.

 

Yaqut menilai, penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M berjalan dengan sukses. Ada sejumlah indikator. Pertama, pelayanan jemaah pada fase kedatangan berjalan lancar. Kuota jemaah haji reguler sebanyak 213.320 jemaah terserap optimal, hanya menyisakan 45 jemaah yang tidak bisa digantikan karena proses pemvisaan sudah ditutup. “Ini angka kuota tidak terserap yang terkecil dalam lebih 10 tahun penyelenggaraan ibadah haji,” sebut Menag.

 

Kedua, proses pelayanan jemaah pada fase kedatangan juga berjalan lancar, baik di Madinah maupun Makkah. Jemaah bisa mendapatkan layanan katering, transportasi, akomodasi, termasuk pelindungan jemaah, dan bimbingan ibadah.

 

“Padahal, Indonesia adalah pengirim jemaah haji terbesar di dunia. Ini jelas bukan tugas mudah,” ujar Menag.

 

“Layanan fast track untuk kali pertama di tiga embarkasi, Jakarta, Solo, dan Surabaya juga berjalan lancar,” lanjutnya.

 

“Layanan katering, bahkan bisa tetap diberikan hingga jelang puncak haji. Ini juga kali pertama dilakukan dalam kuota normal, setalah sebelumnya diterapkan pada 2022,” ucapnya lagi.

 

Indikator kesuksesan ketiga, lanjut Yaqut, proses puncak haji berjalan lancar. Ikhtiar mitigasi yang dilakukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bersama otoritas Saudi berhasil memperlancar proses pergerakan jemaah dari Arafah ke Muzdalifah dan Mina.

 

“Skema murur atau melintas di Muzdalifah banyak mendapat apresiasi. Jemaah bisa diberangkatkan lebih awal, jam 07.37 waktu Saudi sudah tidak ada di Muzdalifah. Ini patut disyukuri,” pungkasnya. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

904

Kurban 2024,  AMAL Salurkan untuk 46.770 Warga Palestina dan Sekitarnya

0
foto: dok.amal

PERCIKANIMAN.iD – – Yayasan Amanah Kemanusiaan Global (AMAL, dulu Yayasan Aman Palestin-Indonesia) dengan bangga mengumumkan keberhasilan program tahunan “Kurban di Bumi Para Nabi” yang telah berjalan dengan sukses pada tahun 2024 ini.

Program yang menelan total biaya sebesar Rp 727,200,000,- ini merupakan salah satu wujud nyata dari kepedulian dan komitmen kami untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang kurang mampu di berbagai negara, khususnya di Palestina, Suriah, Yaman, Libanon, dan Indonesia.  Total Penerima Manfaat program ini adalah 46,770 orang.

Secara terperinci, berikut adalah rincian distribusi kurban yang telah dilaksanakan:

  • Palestina (Gaza): 10 ekor sapi, disalurkan kepada 1000 penerima manfaat.
  • Palestina (Tepi Barat): 3 ekor sapi, disalurkan kepada 600 penerima manfaat di Hebron.
  • Libanon: 2 ekor sapi, disalurkan kepada 400 penerima manfaat di Desa Bekaa (kemah pengungsi Palestina).
  • Suriah: 2 ekor sapi, disalurkan kepada 400 penerima manfaat di Kota Arsal (kemah pengungsi Suriah).
  • Yaman: 79 ekor kambing, disalurkan kepada 2000 penerima manfaat di Hudaidah.
  • Indonesia (Jawa Barat dan Yogyakarta): 22 ekor kambing, disalurkan kepada 3.370 penerima manfaat di Bandung, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Cianjur, dan Yogyakarta.

“Kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur yang telah setia menitipkan kurban melalui AMAL. Tanpa dukungan dan kepercayaan Anda, program ini tidak akan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang begitu besar kepada mereka yang membutuhkan,” ungkap Muslik Nawita selaku General Manager Yayasan Amanah  Kemanusiaan Global (AMAL) dalam keterangan tertulisnya.

 

Muslik menambahkan secara khusus, pihaknya juga ingin menyampaikan pujian atas kedermawanan salah satu donatur loyal kami, Bapak Bapak Dr. (H.C.) H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D. yang tahun ini kembali berkurban satu ekor sapi di Palestina.

 

“Beliau telah menunjukkan kepedulian yang luar biasa dan menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk terus berkontribusi dalam upaya kemanusiaan ini. Terima kasih,, atas kepercayaan dan dukungannya yang tiada henti. Sebagai mantan Gubernur Jawa Barat, beliau tidak hanya berperan penting dalam pembangunan di dalam negeri, tetapi juga memberikan dampak yang besar bagi masyarakat internasional. Salah satu kontribusi beliau yang sangat berarti adalah membantu kami membangun Masjid Syekh Ajlin di Gaza, sebuah simbol solidaritas dan harapan bagi warga Palestina,”imbuhnya

 

Sebagaimana diketahui, sejak Oktober 2023, ujian yang dihadapi rakyat Palestina kiam berat karena perang yang terjadi hingga hari ini. Oleh karena itulah, AMAL mengalokasikan 70% donasi yang terkumpul untuk membantu rakyat Palestina yang kehilangan tempat tinggal dan mengalami kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok. Perang yang terjadi hingga hari ini telah merenggut 37.232 nyawa di Gaza, menambah urgensi bantuan kemanusiaan di wilayah tersebut.

 

World Food Programme (WFP) melaporkan bahwa sekitar 68% rumah tangga di Gaza mengalami ketidakamanan pangan. Bantuan makanan sangat diperlukan untuk memastikan bahwa keluarga-keluarga bisa bertahan hidup. Sementara itu, UNICEF melaporkan lebih dari separuh anak-anak di Gaza mengalami trauma psikologis akibat konflik yang berkepanjangan.

 

Selain itu, fasilitas kesehatan kekurangan listrik dan bahan bakar, yang menyebabkan penundaan operasi dan perawatan medis yang mendesak. UNRWA (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees) mencatat bahwa ribuan rumah, sekolah, dan fasilitas umum lainnya hancur akibat serangan, membuat ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal dan menghambat akses pendidikan.

 

“Tentu kita semua berharap agar perang cepat mereda dan perjanjian gencatan senjata segera terwujud. Sementara itu, AMAL akan terus menyokong perjuangan rakyat Palestina meraih kemerdekaannya dengan terus mengirimkan bantuan kemanusiaan. Memang, jumlah donasi yang dikirimkan oleh AMAL saat ini masih jauh dari cukup untuk menutupi berbagai kebutuhan emergensi di Gaza. Namun, bantuan yang rutin dikirimkan oleh AMAL setidaknya menjadi bukti nyata kepedulian rakyat Indonesia kepada saudara seimannya di Palestina,”terang Muslik.

Oleh karena itu, AMAL mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengirimkan bantuan untuk Palestina melalui program-program, seperti::

  • Bread for Love: Paket bantuan pangan untuk para korban perang di Yaman, Suriah, dan terutama di Palestina.
  • Santunan Yatim Palestina: Santunan yang rutin kami berikan setiap bulan untuk anak-anak yatim Palestina di Gaza dan Tepi Barat.
  • Wakaf Produktif: Program wakaf pertanian atau perkebunan yang sedang kami buat bekerja sama dengan para petani lokal.
  • Bantuan Darurat Dalam Negeri: Meliputi bantuan untuk yatim-yatim di panti asuhan, para lansia di panti jompo, bantuan infrastruktur masjid-masjid terpencil di Jawa Barat, serta program memberantas buta huruf Al-Quran di Yogyakarta.

“Kami akan senantiasa berkomitmen membantu fakir miskin dan dhuafa, baik di dalam maupun di luar negeri terutama Palestina. Dengan dukungan dan kepercayaan Anda, kami yakin dapat terus memberikan manfaat yang lebih besar bagi mereka yang membutuhkan. Setiap kontribusi Anda adalah langkah nyata dalam meringankan beban saudara-saudara kita dan memberikan harapan baru bagi mereka yang tengah berjuang di tengah kondisi sulit,”pungkasnya. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

904