Beranda blog Halaman 19

Orasi Bela Palestina, KH.Athian Ali: Yang Diperangi Israel Umat Islam, Bukan Hanya Palestina

0
Ketua FUUI,KH,Athian Ali saat memberikan orasi aksi Bela Palestina di depan Gedung Merdeka Kota Bandung, Sabtu (13/7/2024). foto; iman

PERCIKANIMAN.iD – – Ribuan massa menghadiri aksi dan longmarch bela Palestina Boikot Israel yang di selenggarakan elemen masyarakat yang tergabung dalam A B A B I L (Aliansi Bela Palestina Boikot Israel) di Bandung, Sabtu (13/7/2024).

 

Aksi dimulai dari depan Gedung Sate Jl.Diponegoro yang kemudian bergerak longmarch dengan menyusuri jalan-jalan utama Kota Bandung menuju kawasan BIP Jl.Merdeka dan berakhir di depan Gedung Merdeka yang berada di Jl.Asia Afrika. Didepan gedung bersejarah ini, sejumlah tokoh nasional menyampaikan orasinya.

 

Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) KH.Athian Ali yang menjadi salah satu orator menyampaikan sekaligus mengingatkan bahwa pada hakikatnya apa yang terjadi di Palestina bukan pembantaian rakyat Palestina oleh Israel semata tetapi tujuannya adalah seluruh umat Islam.

 

“Siapa sebenarnya yang diperangi Israel? Target Israel adalah memerangi dan ingin menghabisi keberadaan umat Islam dimana pun berada, termasuk kita di Indonesia. Jadi kita Indonesia jangan merasa aman dengan mendiamkan kebiadaban Israel terhadap rakyat Palestina,” ungkapnya.

 

KH.Athian lantas kembali mengingatkan bahwa sesungguhnya muslim itu bersudara tanpa sekat bangsa. Untuk itu penderitaan dan kondisi di Palestina harus menjadi perhatian semua kaum muslimin termasuk kita yang ada di Indonesia.

 

Lebih lanjut KH.Athian merasa heran jika masih ada masyarakat khususnya yang mengaku muslim Indonesia tetapi masih membela dan mendukung kebiadaban Israel dengan dalih membalas serangan Hamas.

 

“Orang-orang ‘Yahudi pesek’ ini buta sejarah dan tidak tahu persoalan, mereka seolah ingin membela kemanusiaan Israel yang dianggap korban serangan Hamas,”ungkapnya.

 

Ia pun menantang ‘para Yahudi pesek’ agar jangan hanya berkoar di sosial media tetapi berani menyuarakan di dunia nyata.

foto: haji harun

“Saya menantang kalian ‘para Yahudi pesek’ disini. Silakan tunjukkan pembelaan kalian pada kebiadaban Israel jika kalian betul-betul pro Israel,”tegasnya.

 

Untuk itu KH.Athian mengajak dan mengingatkan massa yang hadir maupun kaum muslimin agar tidak menanggapi ulah kaum ‘Yahudi pesek’ tersebut.

 

“Biarkan mereka mengonggong membela tuannya, biar tersadar atau hancur bersama kaum Yahudi di Israel sana,” ajaknya.

 

Dalam kesempatan tersebut KH.Athin kembali mengingatkan sekaligus mengajak untuk terus memboikot produk pro Israel. Sebab, sambungnya, dengan memboikot dan tidak mengkonsumsi produk pro Israel merupakan bentuk keimanan dan keberpihakan pada saudara muslim di Palestina.

 

Sejumlah tokoh turut menyampaikan orasinya antara lain :  K.H. Dr. Zaitun Rasmin, Lc., MA, K.H. Bachtiar Natsir, Lc., MM, K.H. Atian Ali Da’i, Lc., MA, K.H. Ahmad Sobri Lubis S.Pd.l, Munarman S.H., M.H., Prof. Dr. Anton Minardi, S.H., M.Ag, Ust. Rizal Fadhilah, S.H., Habib Zaky Bin Ali Alaydrus, Ust. Roni Abdul Fatah, Lc., MA., Ust. Iman Budiman, Ust. Agus Sobarna, Ust. Ilham Jaya R, Lc., M.HI., Kang Ray Syahreza, Ustd Muhsin Al Fikri, S.Sos.,M.Ikom, Ustadz Hidayatullah, SHI, M.Ag, Ustadz Ahmad Basyir Munawaar, Ustadz Rian Trinoto serta yang lainnya. [ ]

5

Rep: iman

Editor: admin

867

Orasi Bela Palestina, UBN Sampaikan Kehancuran Israel Sudah Didepan Mata

0
Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) memberikan orasi bela Palestina di Bandung, Sabtu (13/7/2024). foto: iman

PERCIKANIMAN.iD – – Ribuan massa menghadiri aksi dan longmarch bela Palestina Boikot Israel yang di selenggarakan elemen masyarakat yang tergabung dalam A B A B I L (Aliansi Bela Palestina Boikot Israel) di Bandung, Sabtu (13/7/2024).

 

Sejak pagi massa sudah memadati dan berkumpul di depan Gedung Sate Jl.Diponegoro untuk mengikuti pembukaan aksi. Massa kemudian bergerak longmarch dengan menyusuri jalan-jalan utama Kota Bandung. Disepanjang perjalanan masa meriakkan dukungan pada Palestina dan ajakan boikot segala bentuk produk pro Israel juga membentangkan berbagai macam spanduk dalam berbagai ragam tulisan.

 

Massa berhenti sejenak saat sampai di depan kawasan BIP Jl.Merdeka. Atas mobil terbuka sejumlah tokoh kemudian melakukan orasi. Semua orator sepakat bahwa menyampaikan pesan jika yang terjadi di Palestina saat ini sudah terbukti bentuk pembataian (genoside) terhadap warga sipil oleh penjajah Israel. Dalam kesempatan tersebut juga dipasang spanduk boikot di sejumlah gerai makanan cepat saji yang terindikasi pro Israel.

 

Massa aksi kemudian melanjutkan perjalanannya menuju Gedung Merdeka yang berada di Jl.Asia Afrika. Didepan gedung bersejarah ini, sejumlah tokoh nasional menyampaikan orasinya. Misalnya Ustadz Bachtiar Nasir yang menyampaikan ummat Islam agar tidak kendur dalam mendukung dan membela Palestina dalam bentuk apa pun baik doa dan harta termasuk hadir dalam setiap aksi.

 

“Tidak lama lagi Israel akan hancur, ekonominya akan bangkrut, kalah perang melawan pejuang Palestina dan negara Israel akan terhapus dari peta dunia,” ungkap UBN yang disambut teriakan takbir massa aksi.

 

Menurut UBN, demikian ia akrab di sapa menambahkan, tanda kehancuran bangsa Israel sudah nampak nyata didepan mata. Menurut UBN dalam Al Quran dijelaskan “kera-kera yang hina” (QS. Al Baqarah: 65 ) bagi bangsa Israel terlihat bagaimana sifat kera yang rakus dan tak punya malu.

 

“Rusaknya wajah Israel yang digambarkan seperi kera dan babi sudah tergambarkan dengan jelas. Saat ini dikabarkan lebih dari setengah juta orang Israel sudah keluar meninggalkan Palestina. Ini bukti bahwa warga Israel sudah tidak percaya pada pemerintah sendiri yang menuju kehancuran,”jelasnya.

 

Demikian juga dari sisi ekonomi, menurut UBN, salah satu wasilah adanya gerakan boikot produk pro Israel telah membantu membuat ekonomi Israel menuju kebangkrutan.

 

“Lanjutkan terus boikot Israel agar kehancuran itu semakin cepat. Mungkin kita belum bisa banyak menyumbang dana  untuk Palestina, mungkin kita tidak bisa berjuang secara fisik untuk Palestina. Tapi setidaknya kita tidak membeli dan mengkonsumsi produk pro Israel itu sudah turut menghancurkan Israel,” ajaknya.

Berikut ini video orasi UBN selengkapnya

 

Menurut UBN banyaknya pemimpin dunia yang mendukung kemerdekaan Palestina juga membuktikan bahwa keberadaan Israel sudah tidak dianggap penting.

 

“Kita tahu bukan hanya di Indonesia saja yang demo anti Israel tetapi banyak di negara-negara Eropa termasuk di Amerika yang Masyarakat pro Palestina dan menyerukan stop mendukung Israel. Ini bukti bahwa Masyarakat dunia mayoritas anti Israel dan pro Palestina,”imbuhnya.

 

Untuk UBN mengajak agar aksi dan dukungan untuk Palestina terus digelorakan. Demikian juga Gerakan boikot produk pro Israel agar terus digelorakan termasuk Masyarakat muslim yang ada di perdesaan.

 

Sejumlah tokoh turut menyampaikan orasinya antara lain :  K.H. Dr. Zaitun Rasmin, Lc., MA, K.H. Bachtiar Natsir, Lc., MM, K.H. Atian Ali Da’i, Lc., MA, K.H. Ahmad Sobri Lubis S.Pd.l, Munarman S.H., M.H., Prof. Dr. Anton Minardi, S.H., M.Ag, Ust. Rizal Fadhilah, S.H., Habib Zaky Bin Ali Alaydrus, Ust. Roni Abdul Fatah, Lc., MA., Ust. Iman Budiman, Ust. Agus Sobarna, Ust. Ilham Jaya R, Lc., M.HI., Kang Ray Syahreza, Ustd Muhsin Al Fikri, S.Sos.,M.Ikom, Ustadz Hidayatullah, SHI, M.Ag, Ustadz Ahmad Basyir Munawaar, Ustadz Rian Trinoto serta yang lainnya. [ ]

5

Rep: iman

Editor: admin

986

Serukan Boikot Produk Pro Israel, ABABIL Minta PPATK Rilis Data Transaksi Indonesia – Israel: Siapa Yang Berkhianat Terhadap Konstitusi

0
Dani M Ramdan selaku Ketua Presidium ABABIL membacakan pernyataan sikap ( foto: moh.budiman)

PERCIKANIMAN.iD – – Ribuan massa menghadiri aksi dan longmarch bela Palestina Boikot Israel yang di selenggarakan elemen masyarakat yang tergabung dalam A B A B I L (Aliansi Bela Palestina Boikot Israel) di Bandung, Sabtu (13/7/2024).

 

Sejak pagi massa sudah memadati dan berkumpul di depan Gedung Sate Jl.Diponegoro untuk mengikuti pembukaan aksi. Massa kemudian bergerak longmarch dengan menyusuri jalan-jalan utama Kota Bandung. Disepanjang perjalanan masa meriakkan dukungan pada Palestina dan ajakan boikot segala bentuk produk pro Israel juga membentangkan berbagai macam spanduk dalam berbagai ragam tulisan.

 

Massa berhenti sejenak saat sampai di depan kawasan BIP Jl.Merdeka. Atas mobil terbuka sejumlah tokoh kemudian melakukan orasi. Semua orator sepakat bahwa menyampaikan pesan jika yang terjadi di Palestina saat ini sudah terbukti bentuk pembataian (genoside) terhadap warga sipil oleh penjajah Israel.

 

Massa aksi kemudian melanjutkan perjalanannya menuju Gedung Merdeka yang berada di Jl.Asia Afrika. Didepan gedung bersejarah ini, sejumlah tokoh nasional menyampaikan orasinya. Misalnya Ustadz Bachtiar Nasir yang menyampaikan ummat Islam agar tidak kendur dalam mendukung dan membela Palestina dalam bentuk apa pun baik doa dan harta termasuk hadir dalam setiap aksi.

 

“Tidak lama lagi Israel akan hancur, ekonominya bangkrut, kalah perang melawan pejuang Palestina dan negara Israel akan terhapus dari peta dunia,” ungkap UBN yang disambut teriakan takbir massa aksi.

 

Sementara Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) KH.Athian Ali mengingatkan bahwa pada hakikatnya yang terjadi di Palestina bukan rakyat Palestina melawan Israel tetapi seluruh umat Islam.

 

“Target Israel adalah ingin menghabisi keberadaan umat Islam dimana pun berada, termasuk kita di Indonesia. Jadi kita Indonesia jangan merasa aman dan mendiamkan kebiadaban Israel terhadap rakyat Palestina,” ungkapnya.

 

Sementara itu orator Ustadz Zaitun Rasmin menyampaikan dan menagih janji Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang akan mengirimkan pasukan perdamaian ke Palestina.

 

“Salah satu upaya serius dalam membantu Palestina adalah Pemerintah Indonesia segera mengirimkan pasukan perdamaiannya seperti yang disampaikan pak Prabowo selaku Menhan beberapa waktu lalu,”terangnya.

 

Sementara itu Ketua Dewan Da’wah Jabar, Ustadz Roinul Balad menyampaikan bahwa dukungan dan kepedulian dalam membela Palestina insya Allah akan menjadi hujjah kelak dihadapan Allah Ta’ala di yaumil akhir.

 

“Jangan remehkan setiap amal yang kita lakukan. Kita yang saat ini berpanas-panasan disini insya Allah kelak menjadi bukti keberpihakan kita kepada saudara kita di Palestina dihadapan Allah Ta’ala. Apa yang telah kita korban untuk saudara di Palestina baik doa, harta bahkan sekedar hadir ditempat ini sebagai bentuk pedulinya kita maka mudah-mudahan Allah Ta’ala mencatat dan memasukkan kita pada golongan orang beriman yang mencintai saudaranya di Palestina,”terangnya.

Spanduk boikot produk pro Israel ( foto: roffi darwis)

Menjelang Dhuhur aksi damai ini ditutup dengan penyampaian pernyataan sikap yang dibacakan oleh Dani M Ramdan selaku Ketua Presidium ABABIL. Ada pun selengkapnya sebagai berikut :

 

 

P E R N Y A T A A N    S I K A P    A B A B I L

(Aliansi Bela Palestina Boikot Israel)

FREE PALESTINE !!! GO TO HELL ISRAEL !!!

 

بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ

‏﴿أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ﴾‏

“Diizinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka dizalimi. Dan sungguh,

Allah Mahakuasa menolong mereka itu.” (QS. Al-Hajj: 39)

 

Meski sudah keluar desakan dari internasional melalui DK PBB yang mengeluarkan resolusi pertamanya yang menyerukan untuk  melaksanakan “gencatan senjata segera” dan meminta pembebasan sandera, namun hal tersebut tidak menghentikan Israel untuk memborbardir Gaza, bahkan ICC sudah mengeluarkan surat penangkapan terhadap Benyamin Netanyahu atas kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan, tetapi begitulah bangsa kera Israel la’natulloh itu tidak mengenal bahasa manusia, dan tidak bergeming sama sekali untuk menghentikan pembantaian di Gaza Palestina dan menabrak seluruh aturan yang ada dengan angkuh dan arogansinya.

 

Pembantaian rakyat Palestina yang terjajah sudah masuk bulan ke 9 dan korban yang berjatuhan sudah hampir  mencapai 40.000 orang, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak, orang tua, kaum perempuan dan sipil sekitar 75%. Sungguh angka yang sangat fantastis dan diluar nalar kemanusiaan, Israel dan sekutunya sungguh BIADAB !!!

 

Kami bersyukur bahwa  MUI telah mengeluarkan Fatwa No.83 Thn 2023 secara garis besar mewajibkan dukungan terhadap rakyat Palestina, dan membantu serta membeli produk yang terafiliasi dengan Israel hukumnya haram.

 

Serta dalam rangka mendukung keteguhan dan kesabaran rakyat Palestina di Jalur Gaza khususnya serta mendukung perlawanan mereka yang gagah berani dan terhormat, dan sebagai bagian dari respon terhadap pembantaian yang dilakukan oleh zionis Israel, maka kami menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Mendukung sepenuhnya FATWA MUI No.83 Thn 2023
  2. Meminta kepada masyarakat jawa barat dan rakyat Indonesia untuk terus melaksanakan ikhtiar maksimal dalam mendukung Palestina dengan berdo’a disetiap waktu dan tempat yang utama untuk kemenangan dan kemerdekaan Palestina serta doa untuk kehancuran Israel beserta sekutunya.
  3. Meminta kepada seluruh rakyat Indonesia khusunya kaum Muslimin untuk memboikot atau tidak membeli, memakai dan mengkonsumsi produk-produk yang berafiliasi kepada penjajah Israel laknatulloh alayhim baik secara langsung maupun tidak langsung
  4. Meminta Pemerintah Indonesia untuk berperan aktif mendukung dan segera mendeklarasikan kemerdekaan Palestina.
  5. Mendesak kepada Pemerintah Indonesia untuk mencabut izin operasional perusahaan/gerai yang mendukung agresi Israel beserta para sekutunya.
  6. Meminta kepada PPATK untuk mengeluarkan data transaksi antara Indonesia dan Israel sehingga akan terbuka siapa yang berkhianat terhadap konstitusi dengan membela penjajah Israel la’natulloh alayhim ajmain

 

Demikian pernyataan sikap ini kami buat, semoga Allah Jalla wa A’la segera memenangkan para Mujahidin dan memerdekakan negeri Palestina dari penjajahan israel serta menghancurkan penjajah israel bersama para sekutunya ke lembah kehancuran yang paling rendah di dunia ini dan kelak menjadi penghuni neraka selama-lamanya… Aamiin yaa Rabbal ‘Aalamiin

 

Nasrun minallohi wa fathun qoriib, Barokallohu Fiikum wa Nafa’a bikumul Islam wal Muslimin.

Bandung, 13 Juli 2024

 

Ketua Presidium ABABIL : Dani MR

Presidium 1 : Roinul Balad, S.Sos.I

Presidium 2 : Mochammad Budiman, S.Pd.

Presidium 3: H.Ahmad Dicky, SH

 

Sejumlah tokoh turut menyampaikan orasinya antara lain :  K.H. Dr. Zaitun Rasmin, Lc., MA, K.H. Bachtiar Natsir, Lc., MM, K.H. Atian Ali Da’i, Lc., MA, K.H. Ahmad Sobri Lubis S.Pd.l, Munarman S.H., M.H., Prof. Dr. Anton Minardi, S.H., M.Ag, Ust. Rizal Fadhilah, S.H., Habib Zaky Bin Ali Alaydrus, Ust. Roni Abdul Fatah, Lc., MA., Ust. Iman Budiman, Ust. Agus Sobarna, Ust. Ilham Jaya R, Lc., M.HI., Kang Ray Syahreza, Ustd Muhsin Al Fikri, S.Sos.,M.Ikom, Ustadz Hidayatullah, SHI, M.Ag, Ustadz Ahmad Basyir Munawaar, Ustadz Rian Trinoto serta yang lainnya. [ ]

 

5

Red: admin

Editor: iman

987

Waktunya tak Bisa Diulang, Jamaah Haji Diminta Utamakan Ziarah Raudhah

0
Suasanan di Raudhah ( ilustrasi foto: republika )

PERCIKANIMAN.iD — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi meminta jamaah haji Indonesia mengutamakan ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW di Raudhah, Masjid Nabawi ketimbang ke tempat-tempat lainnya yang ada di Kota Madinah.

“Jadwal sesuai tasreh yang telah diberikan Kementerian Haji dan Umrah Saudi tidak bisa diulang waktunya. Kalau sudah terlewat, jamaah tidak punya kesempatan lagi,” ujar anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda dilansir dari republika.co.id, Rabu (10/7/2024).

Raudhah merupakan tempat yang berada di antara rumah Nabi (sekarang makam Nabi) dan mimbar. Luas dari arah timur ke barat sepanjang 22 meter dan dari utara ke selatan 15 meter.

Umat Islam meyakini Raudhah merupakan tempat mustajab untuk melangitkan doa-doa. Bahkan Nabi meriwayatkan Raudhah adalah Taman Surga.

Sebelum memasuki Raudhah, jamaah calon haji harus berkumpul di area tunggu pelataran Masjid Nabawi. Tepatnya antara pintu gerbang 360-362 di dekat area pemakaman Baqi.

Petugas telah mengatur pengelompokan kunjungan ke Raudhah berdasarkan generasi dan kloter. Jamaah haji Indonesia diperbolehkan memasuki Raudhah lewat tasreh atau izin khusus. Biasanya, jamaah harus mendaftar melalui aplikasi Nusuk.

“Dilaporkan, secara keseluruhan, pihak Saudi telah menerbitkan 191.582 tasreh masuk Raudhah bagi jamaah haji Indonesia,” kata dia.

Di sisi lain, saat ini operasional haji Indonesia tengah dalam fase pemulangan ke tanah air serta pergeseran dari Makkah ke Madinah.

Untuk menghadirkan rasa aman dan bagian dari perlindungan jamaah, PPIH secara reguler melakukan monitoring, pengawasan, dan pengamanan keberangkatan jamaah haji Gelombang II dari Makkah ke Madinah, visitasi ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan Rumah Sakit Arab Saudi untuk melihat kondisi jamaah yang masih dalam perawatan.

“Serta melakukan patroli keliling di sektor-sektor Daker Makkah serta mendata dan mengumumkan barang tercecer/tertinggal milik jamaah haji,” kata dia. [ ]

5

Red:admin

Editor: iman

900

Khutbah Jumat: 6 Ciri Hati Yang Rusak

0
Khatib sedang menyampaikan materi khutbah Jumat ( ilustrasi foto: iman )

Oleh: KH.Drs.Abdurahman Rasna,MA*

Khutbah Pertama:

 

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي شَرَحَ صُدُوْرَ الْمُوَفَّقِيْنَ بِأَلْطَافِ بِرِّهِ وَآلَائِهِ، وَنُوْرِ بَصَائِرِهِمْ بِمُشَاهَدَةِ حُكْمِ شَرْعِهِ وَبَدِيْعِ صَنْعِهِ وَمُحْكَمِ آيَاتِهِ، وَأَلْهَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوَى، وَكَانُوا أَحَقَّ بِهَا وَأَهْلَهَا، فَسُبْحَانَهُ مَنْ إِلَهٌ عَظِيْمٌ، وَتَبَارَكَ مَنْ رَبٌ وَاسِعٌ كَرِيْمٌ،

وَأَشْهَدُ أَن لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، فِي أَسْمَائِهِ، وَصِفَاتِهِ، وَأَفْعَالِهِ، وَخَيْرَاتِهِ،

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَشْرَفُ رُسُلِهِ وَخَيْرِ بَرِيَاتِهِ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ فِي غَدَوَاتِ الدَّهْرِ وَرُوحَاتِهِ   قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَهُوَ أَصْدَقُ الْقَائِلِيْنَ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ، أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ. وَقَالَ النَّبيُّ صَلَّى اللهِ علَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْهُ بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ وَصَدَقَ رَسُوْلُهُ الْحَبِيْبُ الْكَرِيْمُ وَنَحْنُ عَلَى ذَلِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ وَالشَّاكِرينَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Pertama-tama marilah kita memanjatkan puja dan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Dialah Dzat yang tidak pernah berhenti melimpahkan rahmat, nikmat dan karunia-Nya kepada kita semua. Terutama nikmat Islam dan iman, sehingga kita tetap beriman dengan akidah yang kuat.

 

Shalawat beserta salam biqauli Allahumma shalli ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad Shalallahu alaihi wasallam, tidak lupa kita selalu haturkan di manapun dan kapanpun, karena dengan membaca shalawat kepada Baginda Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam merupakan salah satu bukti kita mencintai-Nya.

 

Pada kesempatan yang mulia ini, khatib tidak akan pernah bosan untuk selalu mengingatkan kepada para jamaah shalat Jumat, untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Ta’ala, yakni dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Manusia merupakan mahkluk yang istimewa dengan segala perangkat yang diberikan Allah swt, baik perangkat keras (jasad) maupun perangkat lunak (akal dan hati). Semua perangkat tersebut senantiasa memiliki tujuan dan kemanfaatan bagi tubuh manusia itu sendiri. Semua perangkat harus dijaga dan dilestarikan dengan baik, karena jika tidak, maka akan rusak dan tidak berfungsi sebagaimana semestinya.

 

Hati merupakan komponen inti dari segala perilaku manusia, jika hatinya (batin) baik maka perilakunya (zahir) akan baik, begitu sebaliknya. Karena hati merupakan sumber dari kebaikan atau keburukan dari manusia. Sehingga hati bisa menjadi pengarah bagi indrawi yang dimiliki manusia. Manusia bisa menjadi jahat dan keji ketika memiliki hati yang buruk dan busuk. Manusia juga bisa menjadi terpuji dan mulia jika memiliki hati yang baik dan suci.

 

Hati dalam Islam merupakan perangkat lunak yang mempengaruhi perangkat keras (jasad), sehingga apa yang terjadi pada hati maka akan berdampak pada jasad. Jika hati baik, maka baiklah anggota badan yang lain. Jika hati rusak, maka rusak pula yang lainnya. Dari An-Nu’man bin Basyir ra, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim bahwa Nabi saw bersabda:

 

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

 

Artinya: “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung) “ (HR Bukhari nomor 52 dan Muslim nomor 1599).

 

Hati yang baik merupakan hati yang selalu takut kepada Allah swt, dan selalu mengharapkan rahmat-Nya. Jika hati manusia rusak, karena tidak ada rasa takut kepada Allah, dan tidak ada khawatir akan siksa-Nya, maka seluruh badan akan ikut rusak, yakni gampang melakukan kemaksiatan.

 

Oleh karena itu, kita sebagai umat muslim diperintahkan untuk selalu meminta kepada Allah agar dikaruniakan hati yang baik. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw ketika meminta kepada Allah swt dalam doanya agar memiliki hati yang baik dan terus dijaga dalam kebaikan. Beliau berdoa:

 

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

 

Artinya: “Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Sehebat-hebatnya dan sekuat-kuatnya hati untuk selalu istikamah, pasti ada rintangannya, karena kita sebagai umat Nabi Muhammad tidaklah maksum sebagainama para Nabi dan Rasul. Sehingga kita sepanjang hidupnya pasti banyak melakukan kemaksiatan, salah satu penyebabnya karena kelalaian hati kita terhadap Allah Subhanahu wa ta’ala.

 

Diriwayatkan dalam kitab Nashoihul Ibad karya Syekh Imam Nawawi al-Bantani (1813-1897) Syekh Hasan Al-Bashri berkata: Sesungguhnya rusaknya hati itu disebabkan 6 hal:

 

وعن الحسن البصري أنه قال: إن فسادالقلوب عن ستة أشياء ، أولها: يذنبون برجاء اتوبة، ويتعلمون العلم ولا يعملون، وإذا عملوا لا يخلصون، ويأكلون رزق الله ولا يشكرون، وما يرضون بقسمة الله، ويدفنون موتاهم ولا يعتبرون

 

Artinya: Yakni sengaja berbuat dosa dengan harapan kelak taubatnya diterima, mempelajari ilmu namun tidak mau mengamalkannya, ketika beramal tidak Ikhlas, memakan rezeki Allah namun tidak mensyukurinya, tidak ridha (puas) dengan pemberian Allah, dan mengubur jenazah namun enggan mengambil pelajaran dari kematian mereka.

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Pertama, sengaja berbuat dosa dengan harapan kelak taubatnya diterima.

 

Pernyataan tersebut berarti sama saja meremehkan dosa, dan ketika kita meremehkan dosa, meskipun dosa yang ringan maka dosa tersebut menjadi besar di sisi Allah. Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

 

عَنْ أَنَسٍ – رضى الله عنه – قَالَ إِنَّكُمْ لَتَعْمَلُونَ أَعْمَالاً هِىَ أَدَقُّ فِى أَعْيُنِكُمْ مِنَ الشَّعَرِ ، إِنْ كُنَّا نَعُدُّهَا عَلَى عَهْدِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – الْمُوبِقَاتِ

 

Artinya: “Dari Anas ra, ia berkata, sesungguhnya kalian melakukan suatu amalan dan menyangka bahwa itu lebih tipis dari rambut. Namun kami menganggapnya di masa Nabi saw sebagai sesuatu yang membinasakan” (HR Bukhari nomor 6492).

 

Maka dari itu, apa yang kita anggap kecil bisa jadi besar di mata Allah, meski diperumpamakan dosa itu lebih tipis dari rambut. Karena dosa kecil juga diremehkan maka lama-lama juga menumpuk menjadi besar. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Batthol:

 

الْمُحَقَّرَاتُ إِذَا كَثُرَتْ صَارَتْ كِبَارًا مَعَ الْإِصْرَار

 

Artinya: “Sesuatu dosa yang dianggap remeh bisa menjadi dosa besar, ditambah lagi jika terus menerus melakukan dosa.”

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Kedua, mempelajari ilmu namun tidak mau mengamalkannya.

 

Mencari ilmu merupakan kewajiban bagi setiap mukmin laki-laki dan perempuan, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad saw yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari sahabat Anas bin Malik:

 

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

 

Artinya: “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” (HR Ibnu Majah nomor 224).

 

Akan tetapi yang menjadi permasalahan adalah, banyak umat Muslim sudah menuntut ilmu namun tidak mau mengamalkannya. Sehingga ilmu tersebut hanya sekedar teori bukan praktek. Padahal ilmu yang tidak diamalkan, bagaikan pohon tidak berbuah, sebagaimana yang diucapkan oleh para pepatah Arab. Di dalam kitab Hiyatul Auliya, bahwa Malik bin Dinar berkata:

من طلب العلم للعمل وفقه الله ومن طلب العلم لغير العمل يزداد بالعلم فخرا

 

Artinya: “Barangsiapa yang mencari ilmu (agama) untuk diamalkan, maka Allah akan terus memberi taufik padanya. Sedangkan barangsiapa yang mencari ilmu, bukan untuk diamalkan, maka ilmu itu hanya sebagai kebanggaan (kesombongan) “ (Hilyatul Auliya’, 2: 378).

 

Dalam perkataan lainnya, Malik bin Dinar juga berkata:

 

إذا تعلم العبد العلم ليعمل به كسره علمه وإذا تعلم العلم لغير العمل به زاده فخرا

 

Artinya: “Jika seorang hamba mempelajari suatu ilmu dengan tujuan untuk diamalkan, maka ilmu itu akan membuatnya semakin merunduk. Namun jika seseorang mempelajari ilmu bukan untuk diamalkan, maka itu hanya akan membuatnya semakin sombong (berbangga diri)”  (Hilyatul Auliya’, 2: 372).

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Lanjut yang ketiga, yakni ketika beramal tidak ikhlas.

 

Beramal merupakan perbuatan yang baik, karena akan memberikan kebaikan bagi dirinya dan sekelilingnya, tetapi kadang juga beramal menjadi tidak bermakna dan berpahala ketika tidak dilandasi dari rasa ikhlas. Atau bahasa sekarang hanya sekedar pencitraan dan pansos semata. Dan ketika seseorang tidak memiliki rasa ikhlas, maka hatinya akan bermasalah yakni mengidap penyakit hati bernama ria, ingin dipuji dan sombong. Andaikata tidak ada yang memujinya ia akan tersinggung dan malas beramal kembali.

 

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Umamah ra, beliau berkata: Datang seorang lelaki kepada Rasulullah saw dan bertanya, “Bagaimana menurut engkau (ya Rasulullah) jika ada seorang yang berperang untuk mengharapkan pahala dan sekaligus ingin disebut namanya (sebagai pahlawan), apa yang ia dapatkan? Rasulullah saw bersabda, “Ia tidak mendapatkan apa-apa”.Lelaki tadi mengulangi pertanyaannya hingga tiga kali. Rasulullah saw tetap bersabda, “Ia tidak mendapatkan apa-apa”. Lalu Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala tidak menerima amalan kecuali yang ikhlas mengharapkan wajah-Nya”.

 

Hadits di atas dan hadits-hadits lainnya menunjukkan bahwa seorang mukmin tidak akan diterima amalannya jika ia tidak karena mengharap ridha Allah swt dari amalannya tersebut. Karena segala sesuatu yang disandarkan kepada Allah, maka akan membuahkan keikhlasan yang mendalam.

 

Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Nabi Abu Hurairah:

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص : اِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ اِلىَ اَجْسَامِكُمْ وَلاَ اِلىَ صُوَرِكُمْ وَ لٰكِنْ يَنْظُرُ اِلىَ قُلُوْبِكُمْ. مسلم

 

Artinya: “Dari Abu Hurairah ra, ia berkata Rasulullah saw pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat (menilai) keikhlasan hatimu “ (HR Muslim).

 

Juga disebutkan dalam hadits yang lain bahwasanya:

 

وَ رَوَى اْلبُخَارِيُّ وَ مُسْلِمٌ: لَوْ اَنَّ اَحَدُكُمْ يَعْمَلُ فىِ صَخْرَةٍ صَمَّاءَ لَيْسَ لَهَا بَابٌ وَ لاَ كَوَّةٌ لَخَرَجَ عَمَلُهُ كَائِنًا مَا كَانَ. متفق عليه

 

Artinya: “Seandainya salah seorang di antara kamu melakukan suatu perbuatan di dalam gua yang tidak ada pintu dan lubangnya, maka amal itu tetap akan bisa keluar (tetap dicatat oleh Allah) menurut keadaannya “ (HR Bukhari dan Muslim).

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Keempat, yang bisa merusak hati adalah memakan rezeki Allah namun tidak mensyukurinya.

 

Rezeki merupakan karunia Allah swt yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya, jadi sudah sepantasnya kita semua untuk selalu mensyukuri dari setiap apapun yang diberikan kepada kita. Rasulullah bersabda yang diriwayatkan oleh Ahmad dari An Nu’man bin Basyir:

مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ

 

Artinya: “Barang siapa tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak “ (HR Ahmad, 4/278).

 

Hadits ini benar sekali. Bagaimana mungkin seseorang dapat mensyukuri rezeki yang banyak, jika rezeki yang sedikit saja tidak mampu disyukuri. Hal ini juga dikuatkan di dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 172:

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُلُوا۟ مِن طَيِّبَٰتِ مَا رَزَقْنَٰكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِلَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

 

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah”  (QS Al-Baqarah: 172).

 

Akan tetapi, jika kita yang telah diberikan nikmat oleh Allah swt melupakan nikmat-Nya dan enggan bersyukur, maka Allah akan memberinya azab yang berat. Sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 7:

 

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

 

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat” (QS Ibrahim: 7).

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Yang kelima, tidak ridha (puas) dengan pemberian Allah Subhanahu wa ta’ala.

 

Ridha dengan pemberian Allah merupakan sifat qanaah yang akan membuat hati seseorang merasa cukup dan merasa puas dengan rezeki yang dia miliki. Ia juga tidak akan menuntut lebih terhadap apa yang sudah ada di tangannya. Karena bagi mereka harta dan segala yang diberikan Allah merupakan titipan semata. Diriwayatkan oleh Thabrani bahwa Rasulullah saw bersabda:

 

الْقَنَاعَةُ كَنْزٌ لاَ يَفْنى

 

Artinya: “Qanaah merupakan kekayaan yang tidak pernah musnah “ (dalam ath-Thabrani, al-mu’jam al-Ausath, 7/84).

 

Hadits di atas menunjukkan sifat qanaah menjadi salah satu modal untuk menggapai kehidupan yang lebih lapang, nyaman, dan tentram. Sebaliknya, sifat tamak menjadi ladang kerugian dan juga kehinaan bagi manusia. Sebagaimana yang tertulis dalam kitab an-Nihayah fi Gharib al-Hadits:

 

عَزَّ عَنْ قَنَعَ، وَذلَّ مَنْ طَمَعَ

 

Artinya: Sungguh mulia orang yang qanaah, dan sungguh hina orang yang tamak (dalam ibnu al-Atsir, an-Nihayah fi Gharib al-Hadits).

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Yang terakhir, keenam, yakni mengubur jenazah namun enggan mengambil pelajaran dari kematian mereka.

 

Kematian adalah takdir seluruh makhluk, manusia ataupun jin, hewan ataupun makhluk-makhluk lain, baik lelaki atau perempuan, tua ataupun muda, baik orang sehat ataupun sakit. Seperti dalam firman Allah Ta’ala berikut ini (yang artinya):

 

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan “ (QS. Ali Imran: 185).

 

Sebaik-baik manusia merupakan yang dapat mengambil hikmah dari peristiwa kematian, karena kematian bukan hanya sekedar takdir melainkan hikmah dan nasihat dari Tuhan untuk yang masih hidup. Karena dengan kematian manusia tidak terlalu bernafsu untuk mengejar kenikmatan dunia. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits:

 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ ». يَعْنِى الْمَوْتَ.

 

Artinya: “Abu Hurairah ra meriwayatkan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan, yaitu kematian” (HR Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Tirmidzi).

 

Dengan mengingat mati seorang hamba juga bisa menjadi menjadi mukmin yang cerdas berakal. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu majah:

 

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما أَنَّهُ قَالَ: كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ: «أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا» قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ: «أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ»

 

Artinya: “Abdullah bin Umar ra bercerita, Aku pernah bersama Rasulullah saw, lalu datang seorang lelaki dari kaum Anshar mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad saw lalu bertanya: “Wahai Rasulullah, orang beriman manakah yang paling terbaik?”, Beliau menjawab: “Yang paling baik akhlaknya”. Orang ini bertanya lagi: “Lalu orang beriman manakah yang paling berakal (cerdas)?”, beliau menjawab: “Yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya setelah kematian, merekalah yang berakal” (HR Ibnu Majah dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Ibnu Majah).

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

​​​​​​​Demikanlah khutbah Jumat yang disampaikan, mudah-mudahan bisa menjadikan kita sebagai hamba yang selalu mengambil pelajaran dari setiap hal positif, sehingga hati kita akan selalu menjadi bersih dan suci, karena selalu ingat kepada Allah swt. Aamiin ya rabbal ’alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

 

Khutbah Kedua:

 

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ

اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ  إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا .. وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِوَالْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتْ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَ نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

 

*penulis adalah anggota Komisi Dakwah MUI Pusat dan anggota Bidang Dakwah PB MA serta Pembina pesantren di Banten

5

Red: admin

Editor: iman

980

Catat ! Sabtu Ini ABABIL Bakal Gelar Aksi Bela Palestina dan Launching 1000 Spanduk Boikot Israel, Sejumlah Tokoh Nasional Akan Hadir

0
Dani Mohamad Ramdan selaku Ketua Pelaksana saat menggelar konferensi pers di Masjid Istiqomah, Kamis (11/7/2024). foto: dok.ababil

PERCIKANIMAN.iD – – Genosida yang dilakukan penjajah Israel terhadap rakyat Palestina masih terus terjadi hingga saat ini. Jumlah korban yang penduduk sipil Palestina setidaknya dalam 9 bulan terakhir ini sudah hampir  mencapai 40.000 orang, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak, orang tua, kaum perempuan dan sipil sekitar 75%.

 

Melanjutkan dukungan kepada rakyat Palestina tersebut, elemen Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Bela Palestina Boikot Israel (ABABIL) akan menggelar aksi sekaligus Launching 1000 Spanduk Boikot Israel pada Sabtu (13/7/2024) di Kota Bandung.

 

Hal ini disampaikan Dani Mohamad Ramdan selaku Ketua Pelaksana saat menggelar konferensi pers di Masjid Istiqomah, Kamis (11/7/2024). Dani menambahkan aksi akan dimulai pukul 07.00 wib dengan titik kumpul di depan Gedung Sate Jl. Diponegoro kemudian melanjutkan dengan longmarch melalui Jl.Merdeka (BIP) dan berakhir di depan Merdeka Jl.Asia Afrika.

 

“Di depan Merdeka tersebut akan ada orasi dari sejumlah tokoh nasional dan Jawa Barat,”terangnya.

 

Dani menambahkan bahwa salah satu tujuan dari aksi nantinya untuk ,emberikan kontribusi lebih khususnya kepada saudara di Palestina yang hingga saat ini semakin menderita dan bertambahnya jumlah korban khususnya anak-anak dan Perempuan.

 

“Ini merupakan kelanjutan dari aksi yang telah kami digelar sebelumnya di beberapa titik gerai-gerai khususnya makanan cepat saji yang terafiliasi pro Israel (McD, Starbucks, KFC dll) di Bandung Raya. Selain itu juga akan ada aksi pemasangan spanduk boikot produk pro Israel yang diharapkankan dapat memutuskan logistik pendukung Israel,”terangnya.

 

Lebih lanjut Dani menambahkan nanti akan digelar juga launching 1000 spanduk boikot produk pro Israel yang ditandai dengan pemasangan di beberapa gerai terafiliasi pro Israel di Kota Bandung. Ini diharapkan dapat memotivasi, menginsipirasi dan mengedukasi masyarakat khususnya kaum muslim di Jabar  dan Indonesia agar lebih peduli kepada kondisi Palestina, minimal dengan tidak mengkonsumsi produk pro Israel.

 

“Sebab kami lihat masih ada sebagian kaum muslimin yang mengkonsumsi produk pro Israel, tentu ini sangat disayangkan. Harapkan kita gerakan boikot ini dari Bandung dapat  meruntukkan ekonomi zionis.

 

Sementara ditarget massa 5 hingga 10 ribu akan hadir dari wilayah Bandung Raya dan kota-kota di Jawa Barat. 1000 spanduk sendiri nantinya akan di pasangan di wilayah Bandung Raya dan kedepannya di wilayah Jabar.

“Kami mengajak kepada semua elemen masyarakat Indonesia khususnya Jawa Barat untuk terus menggemakan dan melakukan BOIKOT ISRAEL dan seluruh produk yang terafiliasi dengannya, dan salah satu program yang akan kami laksanakan adalah membuat 1000 spanduk BOIKOT ISRAEL, yang nanti akan dipasang didepan gerai-gerai terapiliasi dengan Israel, dan akan kita sebar di seluruh wilayah Bandung Raya dan Jawa Barat. Sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat yang masih gagal faham tentang genosida yang terjadi di Palestina. Ayo kita pasti bisa. Kita buktikan bahwa kita  menjadi bagian dari kemerdekaan Palestina.  Kita ambil bagian dalam menghapus penjajahan diatas dunia sesuai amanat konstitusi negara kita,” ajaknyanya.

 

Dalam kesempatan tersebut Ustadz Muhammad Roinul Balad selaku penasihat Ababil menyampaikan bahwa salah satu tujuan dari aksi yang dimaksudkan untuk tetap menjaga spirit membela Palestina khususnya di Bandung Raya, Jawa Barat dan di Indonesia.

“Setidaknya ada tiga hal yang hendak kita sampaikan. Yang pertama edukasi boikot produk pro Israel yang tadi diketahui masih ada yang mengkonsumsi. Yang kedua ingin  mengedukasi pola pikir dan gaya hidup yang cenderung meniru seperti mereka . Hadits Nabi yang menyebutkan bahwa menyerupai suatu kaum sama dengan kaum itu sendiri termasuk pola piker, perilaku termasuk gaya hidup kita jangan sampai seperti kaum zionis,” terangnya.

Selanjutnya yang ketiga adalah ingin masyarakat menjadi tersadarkan pentingnya membela Palestina lalu meninggalkan dan menjauhi produk yang pro Israel.

Ustadz Roin menambahkan bahwa apa yang sedang terjadi di Palestina dimana Israel terus melakukan kebiadaban sebenarnya bukan sekedar perang teritorial tetapi lebih pada pertarungan peradaban yakni eksistensi kaum muslimin dan kaum kafir.

“Jika suatu tanah atau wilayah dikuasai kaum kafir maka pilihannya hanya ada dua yakni ikut kafir atau terbunuh karena melawan dengan melakukan peperangan. Ini terbukti seperti yang saat ini terjadi di Palestina,”terangnya.

Selain itu aksi bela ini juga dimaksudkan untuk menjaga spirit ukhuwah diantara kaumu muslimin dan harokah dalam membela Palestina.

“Kedepannya kita serukan juga untuk memboikot produk Amerika yang pro Israel karena kalau Amerika bangkrut maka insya Allah Israel pun lumpuh tak berdaya. Harapan kita tentunya  mendorong pemerintah Indonesia untuk lebih aktif lagi agar Palestina segera merdeka,” pungkasnya.

 

Sementara H. Dicky dari Barkin yang ditunjuk menjadi korlap keamaan menyampaikan nantinya akan ada 2 mobil komando dimana 1 utama yang 1 sebagai pendukung.

“Kita akan mulai pukul 07.00 wib dengan pembukaan aksi di depan Gedung Sate yang kemudian dilanjutkan melalui rute Jl merdeka ( BIP/ pasang spanduk) kemudian ke Jl Asia Afrika ( gedung Merdeka) yang diisi orasi para tokoh,”terangnya.

H.Dicky juga menyampaikan nanti akan ada stand produk-produk lokal yang berkualitas sebagai alternatif produk pro Israel yang di boikot sehingga diharapkan Masyarakat tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan produk pengganti.

 

Sebagaimana disampaikan berikut ini daftar orator aksi bela Palestina dan launching 1000 spanduk boikot produk pro Israel:

  1. K.H. Ahmad Sobri Lubis S.Pd.l
  2. K.H. Dr. Zaitun Rasmin, Lc., MA
  3. K.H. Dr. Ahmad Heryawan, Lc., M.Si.
  4. K.H. Bachtiar Natsir, Lc., MM
  5. Munarman S.H., M.H.
  6. K.H. Atian Ali Da’i, Lc., MA
  7. K.H. Kohar Al-Qodsy, Lc.
  8. Prof. Dr. Anton Minardi, S.H., M.Ag
  9. Ust. Rizal Fadhilah, S.H.
  10. Habib Zaky Bin Ali Alaydrus
  11. Dr. H. Edwin Senjaya, S.H.
  12. Ust. Roni Abdul Fatah, Lc., MA.
  13. Ust. Iman Budiman
  14. Ust. Roinul Balad, S.Sos.I
  15. Ust. Mohammad Budiman
  16. Ust. Dani MR
  17. Ust. Agus Sobarna
  18. Kg.H. Ahmad Dicky
  19. Ust. Ilham Jaya R, Lc., M.HI.
  20. Kang Ray Sahreza
  21. Ustad Muhsin Al Fikri, S.Sos.,M.Ikom
  22. Ustadz Hidayatullah, SHI, MAg
  23. Ustadz Ahmad Basyir Munawaar
  24. Rian Trinoto

Dll

 

5

Red: admin

Editor: iman

869

Grand Syekh Al Azhar Apresiasi Indonesia Aktif Bela Palestina

0
Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Ahmed Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb memberikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Selasa (8/7/2024). foto: dok.kemenag

PERCIKANIMAN.iD – – Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Ahmed Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb memberikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta. Grand Syekh yang juga Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM) mengapresiasi langkah Indonesia membela Palestina dan menyerukan kerukunan umat beragama.

 

Grand Syekh Al Azhar Ahmed Al Tayeb melakukan kunjungan kali ketiga ke Indonesia. Imam Akbar tiba sejak 8 Juli dan dijadwalkan akan berada di Indonesia hingga 11 Juli 2024.

 

Sebelum memberi kuliah umum di UIN, Grand Syekh diterima Presiden RI Joko Widodo. Keduanya juga mendiskusikan penyelesaian konflik di Gaza-Palestina. Grand Syekh mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia atas perjuangannya untuk membela saudara-saudara kita di Gaza Palestina dengan memperjuangkan gencatan senjata dan menyampaikan bantuan-bantuan kemanusiaan.

 

Grand Syekh dalam kuliah umumnya menyeru pentingnya persatuan dan tidak tertipu dengan propaganda yang ingin memecah belah umat Islam dengan berbagai cara. Grand Syekh mengingatkan umat Islam untuk tidak menjadi umat yang inferior. “Umat Islam adalah umat besar yang telah berkontribusi besar terhadap peradaban dunia,” papar Prof. Ath-Thayyeb di Ciputat, dilansir dari laman kemenag, Selasa (9/7/2024).

 

Tampak hadir mantan Menag Prof Dr M Quraish Shihab, MA, Sekjen Kemenag M Ali Ramdhani beserta pejabat Eselon I dan II Kemenag, serta Rektor UIN Jakarta, Prof Asep Saufuddin Jahar, Ph.D. Acara ini juga dihadiri ribuan pengunjung yang memadati Auditorium Harun Nasution UIN Jakarta. Selain jajaran pejabat Eselon I dan II Kemenag bersama civitas academica UIN Jakarta, hadir juga para Rektor PTKN, alumni Al Azhar, serta mahasiswa.

 

Menurut Grand Syekh, perpecahan itu sering lahir dari lisan dan pena para dai yang tidak memahami prioritas dan fiqih ikhtilaf (perbedaan). “Mereka yang sibuk dengan perkara-perkara khilafiyah tapi lupa dengan isu-isu keumatan yang utama seperti isu Palestina, isu kemiskinan, dekadensi moral dan lain sebagainya,” ungkap Prof. Ath-Thayyeb.

 

Grand Syekh menyatakan bahwa umat harus diingatkan agar terhindar dari orientasi baru yang menolak ajaran empat mazhab. “Di mana mereka membuat fiqih baru, di mana mereka mudah menyalahkan dan bahkan mengkafirkan yang tidak sependapat dengan mereka,” tutur Syekh.

 

Untuk menekankan hal ini, Grand Syekh, mengutip Hadis Nabi Muhammad SAW riwayat Al-Bukhari yang menjelaskan bahwa apabila seseorang memiliki tiga kriteria ini maka dia adalah muslim dan tidak boleh dikafirkan. “Yaitu, pertama yang salat sama seperti kita salat kita, kedua yang menghadap kiblat kita, dan ketiga yang makan sembelihan kita,” ungkap Prof. Ath-Thayyeb.

 

Grand Syekh menyeru umat Islam untuk menjaga kerukunan umat beragama, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat di mana mereka menghormati keyakinan agama lain. “Menghormati tidak sama dengan meyakini. Yang kita lakukan adalah menghormati meskipun tetap keyakinan itu masing-masing,” kata Prof. Ath-Thayyeb.

 

Grand Syekh menuturkan bahwa umat Islam saat ini harus bergerak untuk beramal, bukan hanya pintar berbicara tetapi mengamalkannya. “Seribu khutbah tidak akan menyelesaikan masalah tapi satu aksi bisa menyelesaikan seribu masalah,” turur Prof. Ath-Thayyeb.

 

Moderasi Beragama

 

Alumni Al-Azhar dan mantan Rektor UIN Jakarta Prof M Quraish Shihab berbicara tentang moderasi beragama. Menurutnya, manifestasi nilai moderasi beragama di Indonesia bisa dilihat dari bentuk negara Indonesia.

 

“Indonesia tidak berbentuk negara sekuler dan juga tidak berbentuk negara agama, tapi negara Pancasila yang sila pertamanya adalah tauhid,” papar Prof. Quraish.

 

Menurut Prof Quraish, manifestasi yang kedua adalah kelapangan dada para founding father yang Muslim dan para ulama ketika itu, saat penetapan sila-sila dari Pancasila di awal kemerdekaan. “Di mana mereka rela untuk menghapus kata kewajiban menerapkan syariat Islam demi menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia yang plural dan majemuk,” ujar Guru Besar Ilmu Tafsir tersebut.

 

Prof Quraish mengutarakan bahwa untuk bersikap moderat dibutuhkan ilmu. Menurutnya, ada tiga hal yang berbeda yang sering dianggap sama. Pertama agama, kedua ilmu agama, dan ketiga beragama.

 

“Agama sudah sempurna. Ilmu agama terus berkembang dan terjadi perbedaan antara ilmu yang diketahui oleh ulama satu ulama dengan ulama yang lainnya. Beragama butuh ilmu, agar cara kita beragama benar sesuai dengan ilmu, maka kiblat ilmu yang benar itu sudah ada yaitu Al-Azhar,” ungkapnya.

 

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, mengatakan bahwa UIN Jakarta memiliki hubungan yang erat dengan Al-Azhar As-Syarif. Ini ditandai dengan berdirinya Fakultas Dirasat Islamiyah, di mana di fakultas ini menggunakan kurikulum yang digunakan oleh Al-Azhar As-Syarif.

 

“Hampir seluruh dosennya adalah alumni Al-Azhar,” kata Rektor.

 

Menurut Rektor, hubungan erat inilah yang menguatkan nilai moderasi di UIN Jakarta. Sehingga, UIN Jakarta menjadi salah satu pusat pembelajaran Islam yang moderat di Indonesia. “Sebagaimana Al-Azhar menjadi pusat pembelajaran Islam yang moderat di dunia,” ungkap Prof Asep.

 

Rektor berharap UIN Jakarta terus belajar dari Al-Azhar untuk dapat mengembangkan ajaran Islam yang benar yang menjadi rahmat kasih sayang bagi alam semesta.

 

Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Yuli Yasin, mengatakan bahwa Kuliah Umum Grand Syekh Al-Azhar dihadiri seribu lima ratusan orang baik dari civitas akademika UIN Jakarta, 73 Rektor Perguruan Tinggi, Pimpinan Ormas, Tokoh Masyarakat, Tokoh Lintas Agama, Para Dubes, dan alumni Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. [ ]

5

 

Red: admin

Editor: iman

980

Hukum Mengucapkan Almarhum, Boleh atau Terlarang ?  

0
Setiap orang ingin meninggal dalam keadaan baik (husnul khatimah) ( ilustrasi foto: tribunnews)

PERCIKANIMAN.iD – – Assalamualaikum. Pak Aam, benarkah kita tidak boleh menyebut almarhum dan almarhumah kepada orang yang sudah wafat? Alasannya hal tersebut memastikan orang yang sudah meninggal telah diampuni oleh Allah. Mohon penjelasannya. (Zulva via email)

Waalaikumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Begini, ungkapan almarhum dan almarhumah kepada orang yang telah meninggal  dalam hal ini orang muslim itu bentuk doa, bukan vonis bahwa yang bersangkutan telah diampuni dosanya.

Jadi kita berdoa, beliau yang telah wafat itu diampuni atau dirahmati. Bukankah almarhum itu untuk laki-laki (dirahmati) dan almarhumah itu untuk perempuan (dirahmati).

Ada yang bilang dan berpendapat tidak boleh mengucapkan “Almarhum atau Almarhumah “ kepada orang yang sudah meninggal karena seakan-akan dia itu sudah diampuni atau dijamin dirahmati. Tentu pendapat demikian perlu kita hargai. Namun maksudnya bukan begitu, ungkapan itu hanya doa. Kalau kita katakan, “Almarhum Bapak Fulan,” artinya kita berdoa, semoga beliau itu dirahmati Allah Subhanahu wa ta’ala.

Jadi sekali lagi ungkapan tersebut bukan vonis atau klaim bahwa beliau yang sudah wafat itu pasti dirahmati atau diampuni oleh Allah.  Tetapi hanya ungkapan doa semoga beliau itu dirahmati. Dirahmati atau diampuni itu hak Allah bukan urusan manusia. Tentu semua orang ingin didoakan.

Namun pernah saya bahas juga bahwa kita tidak mengucapkan Almarhum dan Almarhumah kepada yang berbeda agama atau nonmuslim. Hal ini merujuk ke surat At Taubah ayat 113.

مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَىٰ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang beriman memohonkan ampunan kepada Allah bagi orang-orang musyrik, sekalipun mereka kaum kerabatnya, setelah jelas orang-orang musyrik itu penghuni Jahanam,” (QS.At Taubah: 113)

 

Jadi mendoakan orang kafir atau musyrik yang sudah meninggal itu justru dilarang. Namun kalau masih hidup boleh kita doakan, semoga mendapat atau diberi hidayah. Sedangkan kepada sesama muslim, kita justru dianjurkan untuk saling mendoakan baik ketika masih hidup maupun sudah meninggal. Salah satunya adalah dengan menggunakan Almarhum atau Almarhumah atau Rahimahullah. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

5

Red: admin

Editor: iman

986

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

70 Persen Jamaah Haji yang Meninggal di Tanah Suci karena Serangan Jantung

0
Makam Baqi di Mina ( ilustrasi foto: arabnews)

PERCIKANIMAN.iD – – Penyakit jantung, paru-paru, dan stroke menjadi musuh utama jamaah haji Indonesia. Karena itu, jamaah haji diminta untuk menerapkan hidup sehat selama berada di Kota Madinah agar tetap sehat sehingga bisa pulang ke Tanah Air sesuai jadwal.

 

Kabid Kesehatan, Dokter Indro di Kota Madinah, menyampaikan, penyakit jantung banyak diderita jamaah haji. Apabila tidak diantisipasi dari awal apa saja yang harus dilakukan dan diantisipasi, bisa menyebabkan jamaah sakit dan harus dirawat di rumah sakit, bahkan bisa menjadi fatal.

 

“Secara umum, jamaah banyak yang sakit jantung, hipertensi, dan gula. Hal itu menyebabkan kondisi kesehatan jantung menjadi lemah,” kata dia saat menghadiri “Ngobrol Gerakan Jantung Sehat Jemaah Haji” di Madinah, Senin (8/7/2024). Acara ini digelar oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) bekerja sama dengan Sektor 3 Madinah.

 

Dari banyak kasus yang paling banyak wafat adalah karena serangan penyakit jantung, secara persentase mencapai 70 persen, disusul sakit paru, stroke. Jamaah haji harus menjaga kesehatannya menjelang kepulangan. Mereka bisa pulang sesuai jadwalnya.

 

 

Ketika jadwal pulang ternyata jamaah sakit, menurut dokter Indro malah jadi harus dirawat dan tertunda kepulangannya. “Oleh karena itu agar jemaah haji menyesuaikan aktivitas sesuai dengan kondisi masing-masing,” imbuhnya dilansir dari republika.co.id, Rabu (9/7/2024)

 

Jamaah haji diminta juga menerapkan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan dan asupan yang dimakan. Menurut Dokter Kelly, SpPJ makanan yang harus dihindari adalah makanan tinggi lemak, hindari makanan tinggi garam, serta harus mengkonsumsi sayur dan buah-buahan.

 

“Jamaah haji juga harus rutin menjaga kebugaran,” kata dia.

 

Karena itu, menurut Dokter Kelly, salah satu hal yang harus dilakukan jamaah adalah senam haji atau sering berjalan. Idealnya dilakukan 3-5 kali dalam sepekan dengan durasi ideal selama 30 menit.

 

“Selain itu, jamaah haji juga harus melakukan pencegahan yang lain yaitu menghindari rokok,” kata dia.

 

Bagi jamaah haji yang memiliki tekanan darah tinggi harus rutin minum obat darah tinggi dengan target kurang dari 140/90. Jika jemaah haji memiliki kencing manis agar selalu kontrol supaya kadar gulanya tidak lebih dari 200 ml/desiliter dan yang paling penting adalah menghindari asap rokok.

 

Dari semua itu, upaya yang paling penting adalah jemaah haji bisa menilai diri sendiri. Jadi yang tahu tentang kondisi kesehatan jemaah haji adalah jemaah sendiri.

 

“Jika bapak ibu jemaah haji sudah merasakan capek atau kelelahan maka jangan dipaksakan, lakukan aktivitas sesuai dengan kapasitas kemampuan diri sendiri,” ujarnya. [ ]

5

Red: admin

Edit: iman

908

Tiba di Tanah Air, Jamaah Haji Diharuskan Lapor ke Puskesmas Setempat

0
Jamaah haji kembali tiba di tanah air ( foto: kemenag)

PERCIKANIMAN.iD – – Proses pemulangan jamaah haji dari Tanah Suci masih berlangsung dan sebagian jamaah sudah tiba di Tanah Air. Ketika sampai di Indonesia, jamaaah haji Indonesia pun diharuskan untuk melapor ke puskesmas terdekat.

 

Anggota Media Center Kementerian Agama (Kemenag), Widi Dwinanda mengatakan, setelah tiba di Indonesia jamaah haji harus memberitahukan petugas Puskesmas bahwa mereka baru saja kembali dari menunaikan ibadah haji.

 

“Jamaah haji yang telah kembali ke Indonesia akan dipantau kesehatannya selama 21 hari oleh dinas kesehatan setempat,” ujar Widi dalam keterangan resmi Kemenag di Jakarta, Senin (8/7/2024).

 

“Apabila selama pemantauan ada gangguan kesehatan, diharapkan agar segera melapor ke fasilitas kesehatan setempat,” ucap dia.

 

Hingga Ahad (7/7/2024) pukul 21.00 WAS, jamaah haji dan petugas yang telah diterbangkan ke Tanah Air berjumlah 115.181 orang dan tergabung dalam 293 kelompok terbang. Sementara itu, jamaah haji Gelombang II yang diberangkatkan dari Makkah ke Madinah berjumlah 8.661 orang, tergabung dalam 22 kloter.

 

Setelah sampai di kampung halaman dan selama proses pemantauan kesehatan, Widi pun mengimbau kepada jamaah haji Indonesia untuk tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS).

 

Menurut Widi, kondisi cuaca di Madinah saat ini paling rendah 28° celsius dan paling tinggi 43° celsius. Karena itu, jamaah yang masih di Tanah Suci juga diimbau untuk tetap menjaga kesehatan dengan makan, minum dan istirahat yang cukup, serta mengonsumsi obat yang dianjurkan dokter.

 

“Membatasi aktivitas di luar hotel dan city tour. Kalaupun harus bepergian, tetap mengenakan alat pelindung diri berupa payung, topi lebar dan kaca mata hitam, membawa air minum untuk mencegah dehidrasi,” kata Widi.

 

“Tetap berkelompok, jangan memisahkan diri agar tidak tersesat, membawa identitas diri berupa paspor, visa, dan gelang tangan,” jelas dia.

 

Pada Senin (8/7/2024) hari ini, jamaaj haji Indonesia yang telah dan akan diterbangkan ke Tanah Air terdapat sebanyak 6.116 orang. Mereka tergabung dalam 17 kelompok terbang. Berikut rinciannya:

 

  1. Debarkasi Banjarmasin (BDJ) sebanyak 320 jamaah/1 kloter.
  2. Debarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) sebanyak 393 jamaah/1 kloter.
  3. Debarkasi Jakarta Bekasi (JKS) sebanyak 1.320 jamaah/3 kloter.
  4. Debarkasi Jakarta Kertajati (KJT) sebanyak 880 jamaah/2 kloter.
  5. Debarkasi Medan (KNO) sebanyak 360 jamaah/1 kloter.
  6. Debarkasi Lombok (LOP) sebanyak 121 jamaah/1 kloter.
  7. Debarkasi Padang (PDG) sebanyak 393 jamaah/1 kloter.
  8. Debarkasi Palembang (PLM) sebanyak 450 jamaah/1 kloter.
  9. Debarkasi Solo (SOC); sebanyak 1.080 jamaah/3 kloter.
  10. Debarkasi Surabaya (SUB) sebanyak 742 jamaah/2 kloter.
  11. Debarkasi Makassar (UPG) sebanyak 450 jamaah/1 kloter.

 

5

Red: admin

Editor: iman

917