Beranda blog Halaman 18

MUI Pertanyakan Perdagangan Indonesia Israel, Ini Datanya

0
ilustrasi foto: freepik

PERCIKANIMAN.iD – – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mempertanyakan keseriusan Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendukung kemerdekaan Palestina. Sebab, data menunjukan bahwa Indonesia masih melakukan impor dari Israel.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan, sejujurnya agak kesal dengan Kemendag terkait adanya produk-produk impor dari Israel. Padahal, MUI sudah mengeluarkan fatwa tentang haramnya produk Israel atau yang terafiliasi dan mendukung Israel.

“Kemudian soal impor (dari Israel ke Indonesia) kenapa kok pemerintah tidak mengecek, harusnya melalui undang-undang perlindungan konsumen itu sudah kewajiban menteri untuk melindungi kita semua dari produk-produk Israel,” kata Prof Sudarnoto dilansir dari republika online, Rabu (17/7/2024).

Prof Sudarnoto juga menyesalkan kenapa tidak ada pernyataan dari Kemendag terkait impor barang dari Israel. MUI benar-benar meminta dengan serius kepada menteri perdagangan agar impor dari Israel harus ditindaklanjuti secara serius.

Menurutnya, pemerintah dalam hal ini Kemendag juga harus serius mewaspadai impor barang-barang atau produk-produk dari Israel juga dari perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan Israel.

“Menteri Luar Negeri serius (membela Palestina), masyarakat serius (mendukung kemerdekaan Palestina) banyak orang yang serius, pemerintah sendiri dalam hal ini kementerian tertentu (Kemendag) enggak serius, itu gimana itu,” ujar Prof Sudarnoto.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), urutan pertama produk impor Israel ke Indonesia pada periode Januari-April 2024 adalah alat permesinan dan mekanik (HS 84). Nilai impornya mencapai 24,52 juta Dolar AS. Angka ini melonjak drastis dari periode yang sama tahun lalu, yaitu 1,87 juta Dolar AS.

Tiga produk lain yang diimpor dari Israel dengan nilai terbesar adalah mesin dan peralatan elektronik (HS 85) senilai 1,24 juta Dolar AS (naik dari 942 ribu Dolar AS pada periode yang sama tahun lalu). Perkakas dari logam tak mulia (HS 82) senilai 1,22 juta Dolar AS (turun dari 1,78 juta dolar AS pada periode yang sama tahun lalu). Terakhir amunisi, senjata dan yang terkait dengannya (HS 93) senilai 8.047 dolar AS.

BPS mencatatkan ada lonjakan tajam impor dari negara Zionis Israel pada tahun ini. Jika periode Januari-April tahun 2024 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, terlihat ada peningkatan hampir 340 persen.

Laporan BPS per Juni 2024 mencatat masih ada aktivitas impor barang dari Israel ke Indonesia. Namun, angkanya mengalami penurunan 54 persen pada Juni 2024 dibandingkan bulan sebelumnya.

“Impor asal Israel kecil sekali dibandingkan dengan total impor, turun sekitar 54 persen dibandingkan bulan lalu,” kata Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, Senin (15/7/2024).

Tercatat, impor barang dari Israel mencapai 2,76 juta dolar AS, atau sekitar Rp 44,62 miliar (kurs Rp 16.170 per dolar AS) pada Juni 2024. Angka tersebut mengalami penurunan 53,7 persen secara bulanan dari angka 5,97 juta dolar AS pada Mei 2024.

Sementara itu, secara tahunan, nilai tersebut tercatat melonjak 82,7 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu di angka 1,51 juta dolar AS. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

976

Khutbah Jumat: Menjadi Haji Mabrur

0
Khatib sedang menyampaikan materi khutbah Jumat ( ilustrasi foto: iman )

Oleh: KH.Drs.Abdurahman Rasna, MA*

 

Khutbah Pertama:

 

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ تَفَرَّدَ بِجَلَالِ مَلَكُوْتِهِ، وَتَوَحَّدَ بِجَمَالِ جَبَرُوْتِهِ وَتَعَزَّزَ بِعُلُوِّ أَحَدِيَّتِهِ، وَتَقَدَّسَ بِسُمُوِّ صَمَدِيَّتِهِ، وَتَكَبَّرَ فِي ذَاتِهِ عَنْ مُضَارَعَةِ كُلِّ نَظِيْرٍ، وَتَنَزَّهَ فِي صِفَائِهِ عَنْ كُلِّ تَنَاهٍ وَقُصُوْرٍ، لَهُ الصِّفَاتُ الْمُخْتَصَّةِ بِحَقِّهِ، وَالآيَاتُ النَّاطِقَةُ بِأَنَّهّ غَيْرَ مُشَبَّهٍ بِخَلْقِهِ.

وَأَشْهَدُ أَن لَا إِلَهَ إِلَّا اللهّ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مُوْقِنٍ بِتَوْحِيْدِهِ، مُسْتَجِيْرٍ بِحَسَنِ تَأْيِيْدِهِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدِنَا مُحَمَّداً عَبْدُهُ الْمُصْطَفَى، وَأَمِيْنُهُ الْمُجْتَبَي وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ إِلَى كَافَةِ الْوَرَى صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ مَصَابِيْحُ الدُّجَى، وَعَلَى أَصْحَابِهِ مَفَاتِيْحُ الْهُدَى، وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْراً.

أَمَّا بَعْدُ: فيا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ وَاعْبُدُوْهُ، فَإِنَّ اللهَ خَلَقَكُمْ لِذَلِكَ قَالَ تَعَالَى: ﴿ وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ﴾ وَقَالَ: ﴿ وَمَا لَكُمْ لَا تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالرَّسُولُ يَدْعُوكُمْ لِتُؤْمِنُوا بِرَبِّكُمْ وَقَدْ أَخَذَ مِيثَاقَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ ﴾ صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمِ وَصَدَقَ رَسُوْلُهُ الْحَبِيْبُ الْكَرِيْمُ وَنَحْنُ عَلَى ذَلِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ وَالشّاكِرِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Pada kesempatan yang baik ini yang mungkin  kita jumpai hanya seminggu sekali ini, marilah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah menganugerahkan ni’mat dan karunia-Nya yang tak terhingga kepada kita, sehingga dengan syukur kita Allah berikan keberkahan lebih banyak lagi kepada kita.

 

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita, Nabi Agung yaitu Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam, beserta seluruh keluarga, para sahabat serta seluruh ummatnya yang senantiasa istiqamah mengikuti Sunnah nya hingga akhir zaman.

 

Selanjutnya, melalui mimbar yang mulia, dan hari yang juga mulia ini,  selaku khatib mengajak kepada diri sendiri, keluarga, dan semua jamaah yang turut hadir pada pelaksanaan shalat Jumat ini, untuk terus berusaha dan berupaya dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Ta’ala, karena hanya dengan modal iman dan takwa, kita semua bisa menjadi hamba yang selamat di dunia dan akhirat.

 

معاشر  المسلمين رحمكم الله

 

Salah satu cara untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Ta’ala adalah melakukan introspeksi dan merenungi semua capaian ibadah yang kita lakukan selama ini. Apakah ibadah yang kita lakukan sudah benar sesuai dengan tuntunan syariat? apakah ibadah yang kita lakukan sudah bisa memberikan efek manfaat kepada diri kita sendiri atau tidak?

 

Berkaitan dengan hal ini, Allah Subhanahu wa ta’ala mengingatkan kepada kita semua untuk senantiasa melakukan introspeksi dan mengevaluasi segala capaian ibadah yang kita lakukan, untuk kemudian pahala yang dihasilkan darinya bisa kita bawa menuju akhirat. Dalam  Al-Qur’an Allah swt berfirman:

 

يأايها الذين آمنوا اتقوا الله ولننظر نفس ما قدمت لغد واتقوا الله أن الله خبر بما تعملون

 

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Hasyr: 18).

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Salah satu ibadah yang penting untuk kita renungi bersama-sama adalah ibadah haji. Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang diwajibkan kepada semua umat Islam yang sudah memiliki bekal yang cukup mulai dari berangkat hingga pulangnya. Pahala yang Allah janjikan kepada orang yang beribadah haji dengan benar adalah surga dari Allah. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah dalam salah satu hadisnya, yaitu:

 

الحج المبرور ليس له جزاء الا الجنة

 

Artinya: “Haji yang mabrur, tidak ada balasan baginya kecuali surga.” (HR. Muslim).

 

Dengan berdasarkan hadis ini, maka tentu tidak semua ibadah haji bisa mendapatkan balasan surga dari Allah Ta’ala, bahkan banyak yang tidak mendapatkan nilai apa-apa selain menghilangkan kewajiban dan menghabiskan uang saja. Allah hanya menjanjikan balasan surga bagi orang-orang yang berhaji dan berhasil meraih status mabrur.

 

Maksud dari haji mabrur itu sendiri sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam as-Suyuthi dalam kitab Syarhu as-Suyuthi li Sunan an-Nasa’i adalah haji yang diterima oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Sedangkan tanda-tanda diterimanya ibadah haji adalah ketika orang yang berhaji kembali menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya, lebih taat dan lebih istiqamah dari sebelumnya, serta tidak mengulangi kemaksiatan-kemaksiatan yang pernah dilakukan sebelum haji.

 

Dengan demikian, orang-orang yang kembali menjadi lebih baik dari sebelum menunaikan ibadah haji menjadi salah satu tanda bahwa hajinya merupakan haji mabrur, yaitu haji yang diterima oleh Allah swt. Dan, jika tidak kembali menjadi lebih baik atau bahkan lebih buruk dari sebelumnya, menunjukkan bahwa ibadah tersebut sia-sia dan hampa.

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Jika salah satu dari kita semua merupakan bagian dari orang-orang yang pernah menunaikan ibadah haji, baik di tahun ini atau tahun-tahun sebelumnya, dan ingin tahu apakah ibadah haji yang kita lakukan menjadi haji yang mabrur atau tidak, maka lihatlah bagaimana keadaan kita. Jika lebih baik, berarti mabrur, dan jika lebih buruk berarti sia-sia.

 

Salah satu penyebab haji menjadi ibadah yang tidak diterima oleh Allah adalah karena tujuan dan niat yang tidak baik. Menunaikan haji hanya untuk dipanggil pak haji, berhaji hanya untuk melakukan rekreasi, dan lain sebagainya.

 

Ada yang harus kita perhatikan bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda :

 

فقد روى الإمام السيوطي في الجامع الكبير وخرج الخطيب البغدادي والديلمي حديثًا مرفوعًا عن أن بن مالك رضي الله عنه، أن رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم قال: “يأتي على الناس زمان يحج أغنياء أمتي للنزهة، وأوساطهم للتجارة، وقراؤهم للرياء والسمعة، وفقراؤهم للمسألة”.

 

“Akan tiba  masanya orang-orang kaya dari ummatku yang menunaikan haji untuk kesenangan, kelompok yang menengah di antara mereka berniat  untuk bisnis, para pejabat/birokrat di antara mereka berniat haji karena riya’  dan sum’ah, dan kelompok orang miskin ibadah hajinya karena masalah.”

 

Hadits yang tersebut diriwayatkan oleh Imam Suyuthi (dalam Jami’ Al Kabir),  Al-Khatib Al Baghdadi dan Imam Al-Dailami, dan menggolongkan hadits tersebut kepada Hadits Marfu’.

 

Oleh karena itu, Allah Ta’ala mengingatkan kepada kita semua untuk menunaikan ibadah rukun Islam yang kelima ini hanya karena Allah semata, bukan karena lainnya. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, yaitu:

 

واتموا الحج والعمرة لله

 

Artinya: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.” (QS. Al-Baqarah: 196)

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Itulah renungan penting yang harus kita jadikan bahan introspeksi dari ibadah haji yang kita lakukan khususnya, dan semua ibadah-ibadah lain pada umumnya. Bahwa salah satu tanda yang paling tepat untuk melihat diterima atau tidaknya suatu ibadah adalah dengan cara menjadikan kita semua sebagai hamba yang lebih baik dan lebih istiqamah.

 

Demikian khutbah jumat perihal renungan atas ibadah haji yang sudah dilakukan. Semoga bisa membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua, dan digolongkan sebagai hamba yang istiqamah dalam menjalankan semua perintah dan menjauhi larangan-Nya. Amin ya rabbal alamin.

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ وَجَمِيْعِ الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

Khutbah Kedua:

 

اَلْحَمْدُ لِلهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمِ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً.

اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللهم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

 

*penulis adalah anggota Komisi Dakwah MUI Pusat dan anggota Bidang Dakwah PB MA serta Pembina pesantren di Banten

5

Red: admin

Editor: iman

908

BKM dan BWI Sinergi Gencarkan Gerakan Wakaf Uang Berbasis Masjid

0
Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI) menandatangani MoU Gerakan Wakaf Uang Berbasis Masjid ( foto: dok.kemenag)

PERCIKANIMAN.iD – – Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI) menandatangani MoU Gerakan Wakaf Uang Berbasis Masjid. Dirjen Bimas Islam, Kemenag, Kamaruddin Amin mengatakan, MoU tersebut bertujuan meningkatkan kerja sama antara BKM dan BWI dalam optimalisasi wakaf uang berbasis masjid dan pemanfaatannya untuk masjid.

Penandatanganan dilakukan Ketua Harian BKM Pusat, Adib dan Sekretaris BWI, Anas Nasikhin dalam rangkaian kegiatan Sarasehan Kemasjidan dan Lokakarya Nasional BKM bertajuk “Menata Regulasi Kemasjidan untuk Masjid Profesional, Moderat, Berdaya” di Jakarta, Rabu (17/7/2024).

“Para pihak terkait akan bekerja sama dalam bidang peningkatan edukasi masyarakat, khususnya takmir dan jamaah masjid, terkait potensi, manfaat, dan operasionalisasi wakaf uang. Selain itu, juga bidang pengumpulan dan optimalisasi wakaf uang,” ujar Kamaruddin dilansir dari laman kemenag.

Kerja sama juga dilakukan pada bidang pemanfaatan dan pengembangan nilai manfaat wakaf uang bagi kesejahteraan masjid di Indonesia, serta bidang pengelolaan program wakaf melalui uang dengan masjid-masjid di lingkungan BKM. Sebagai tindak lanjut MoU, imbuh Dirjen, mekanismenya akan dioperasionalkan melalui jaringan BKM yang telah eksis di 25.898 titik di Indonesia.

“Ini demi mengikhtiarkan adanya dana abadi masjid, di mana mauquf alaih-nya juga kembali ke masjid. Jika semua masjid di Indonesia dilengkapi QRIS sebagai wadah yang disediakan untuk berwakaf, maka dana yang terkumpul sangat fantastis untuk dimanfaatkan,” kata dia.

Dikatakan Dirjen, Gerakan Indonesia Berwakaf akan mengajak berbagai elemen masyarakat, termasuk ASN, politisi, aktris, calon pengantin, para penyuluh, hingga penghulu untuk berwakaf. Sebagai langkah awal, imbuhnya, di akhir acara pihaknya mengajak peserta berwakaf, mulai dari nominal sepuluh hingga ratusan ribu rupiah.

“Ini demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar dia.

Sarasehan dan Lokakarya dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Agama, Saiful Rahmat Dasuki, berlangsung Rabu-Jumat, (17-19/7/2024). Kegiatan itu diikuti 400 peserta yang terdiri dari perwakilan BKM Pusat, BKM provinsi, dan BKM kabupaten/kota, serta mitra kemasjidan termasuk Ormas, BWI, Unicef, BSI, dan lainnya. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

908

AMAL Berkunjungan ke MER-C, Menimba Ilmu sekaligus Serahkan Donasi untuk Palestina

0
Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad (depan kanan) menerima dan berbincang dengan tim AMAL ( foto: dok.amal)

PERCIKANIMAN.iD – – Amanah Kemansiaan Global (dulu bernama Aman Palestin-Indonesia) berkunjung ke kantor Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) di Jl. Kramat Lontar, Jakarta Pusat pada Selasa (16/07). Ust. Ridwan Kamal (Ketua Yayasan AMAL), Muslik Nawita (General Manager AMAL), Ayu Lestari (Manager HR AMAL), dan Walid Nabil Hakim (Manager Marketing Online) diterima dengan baik oleh Ibu Tina selaku Manajer Sekretariat MER-C Indonesia. Sebagai NGO (Non-Governmental Organization) baru, AMAL banyak sekali menimba ilmu dari MER-C yang sudah berdiri sejak 1999 itu.

Ini adalah kunjungan kedua yang dilakukan AMAL ke kantor MER-C. Sebelumnya pada tanggal 3 Juli 2024, AMAL telah berkunjung dan diterima langsung oleh Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad. Dalam kesempatan itu, dr. Sarbini berpesan agar AMAL memperbanyak silaturahmi dan merangkul berbagai pihak untuk diajak kerjasama membantu Palestina.

Sarbini meyakini betul bahwa perjuangan membela dan membantu Palestina membutuhkan lebih dari satu NGO atau pun Ormas. Lebih banyak NGO dan Ormas yang turun tangan membantu Palestina, maka akan semakin banyak rakyat Palestina yang terbantu.

Pada kunjungan lanjutan ke MER-C, personal AMAL mendapatkan ilmu betapa pentingnya menggandeng lembaga internasional dalam memuluskan misi membantu Palestina. Sebagaimana MER-C yang selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan WHO (World Health Organization) saat mengimplementasikan bantuan medis kepada warga Palestina di Jalur Gaza. Untuk diketahui, pada Agustus nanti, MER-C akan mengirimkan relawan medis sebanyak 4 orang yang terdiri dari para dokter spesialis di bidangnya.

Selama kurang lebih 2 bulan mereka akan ditempatkan di RS An Nasr. Mereka akan masuk melalui pintu perbatasan Kerem Shalom. Saat ini, sudah ada seorang relawan MER-C yang berprofesi sebagai dokter sedang dalam perjalanan dari Yerusalem menuju pintu perbatasan Kerem Shalom untuk memasuki Gaza.

Di akhir kunjungan, AMAL menitipkan bantuan dari donatur setianya kepada MER-C sebesar Rp50.000.000,-. Bantuan tersebut rencananya akan dipakai untuk merenovasi Rumah Sakit Indonesia di Bait Lahiya, di utara Jalur Gaza yang turut hancur akibat pengeboman yang dilakukan oleh militer Israel.

“Mari kita doakan agar perang dan penjajahan di Palestina segera berakhir agar rakyat Palestina dapat menghirup kemerdekaan selayaknya bangsa-bangsa di seluruh dunia.” ajaknya. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

980

Apakah Micin Pasti Halal Dikonsumsi? Ini Penjelasan LPPOM MUI

0
Micin atau MSG ( ilustrasi foto: freepik )

PERCIKANIMAN.iD – – Belakangan beredar kabar tentang produk bumbu masakan micin atau monosodium glutamate (MSG) yang mengandung babi. Informasi tersebut merupakan broadcast pesan lama yang kembali disebarluaskan oleh pengguna media sosial dan viral di media sosial.

 

Namun, benarkah micin yang selama ini bereda mengandung babi? Micin atau yang memiliki nama kimia monosodium glutamat (MSG) merupakan garam natrium dari asam glutamat yang merupakan salah satu bahan tambahan pangan yang memiliki peran penting dalam proses memasak. Senyawa ini juga kadang disebut dengan nama, Mononatrium Glutamat (MNG). Micin memiliki fungsi sebagai penguat atau penyedap rasa pada makanan.

 

Micin mengandung senyawa asam glutamat yang merupakan asam amino yang berfungsi sebagai neurotransmitter yang berperan penting dalam mengirim sinyal antar sel saraf (neuron) dalam otak dan sistem saraf. Asam amino ini juga berperan penting dalam menyusun protein dalam tubuh. Tubuh menggunakannya untuk membangun berbagai protein yang diperlukan untuk fungsi dan struktur sel.

 

Micin juga mengandung natrium yang merupakan bahan mineral. Natrium dalam tubuh memiliki fungsi dalam mengatur tekanan darah dengan mengikat air dan mengatur fungsi saraf. Komponen ini juga berperan mengatur tekanan osmotik sel terkait keluar masuknya cairan sel dalam tubuh.

 

Bagaimana Hukum Mengonsumsi Micin?

 

Sebagai umat muslim tentunya kita perlu teliti terhadap status kehalalan micin yang kita gunakan untuk masak sehari-hari. Menurut Halal Post Audit Management LPPOM, Umi Noer Afifah, S.T., dalam proses produksi micin dihasilkan dari proses fermentasi tetes tebu atau pati jagung dengan bantuan mikroba Corynebacterium glutamicum. Agar mikroba tersebut dapat bertahan hidup diperlukan media sebagai penghasil sumber nitrogen untuk nutrien pertumbuhan mikrobanya.

 

Media tersebut akan digunakan juga pada tahapan proses fermentasi yang terdiri dari glukosa, senyawa kimia (seperti urea, ammonium sulfat), vitamin, dan sumber nitrogen seperti pepton. Selama fermentasi, mikroba akan mengubah gula menjadi asam glutamat. Asam glutamat selanjutnya akan direaksikan dengan natrium hidroksida sehingga menghasilkan monosodium glutamat (MSG).

“Produksi MSG menjadi kritis karena terdapat penggunaan bahan media yang dapat bersumber dari babi, seperti pepton yang dapat bersumber dari bahan nabati atau bisa juga bersumber dari bahan hewani termasuk babi, selain itu dalam pembuatan pepton harus dipastikan enzim yang digunakan bebas dari bahan babi dan najis. Mikroba juga harus dipastikan sumbernya berasal dari Genetically Modified Organism (GMO) atau tidak. Jika berasal dari GMO, maka harus dipastikan bukan berasal dari genetika manusia atau babi,” jelas Umi dilansir dari laman lppom mui belum lama ini.

Fasilitas produksi yang digunakan untuk memproduksi MSG haruslah bebas dari bahan haram dan Najis. Untuk itu, penting sekali memastikan apakah produsen MSG menggunakan fasilitas bersama dengan produk lainnya yang tidak disertifikasi halal. Jika ada pengggunaan fasilitas bersama maka harus dipastikan bahan-bahan yang digunakan untuk memproduksi produk yang tidak disertifikasi adalah bahan yang bebas babi.

Isu micin yang saat ini berkembang adalah isu yang pernah ada pada tahun 1988 yang menyatakan bahwa produk makanan dan minuman yang beredar di Indonesia mengandung bahan babi. Hal ini menyebabkan penjualan produk pangan yang mengandung babi mengalami penurunan yang drastis yang berpengaruh pada stabilitas ekonomi dan politik di Indonesia.

Pemerintah meminta MUI untuk mengatasi hal tersebut sehingga pada 6 Januari 1989 MUI mendirikan LPPOM untuk melakukan pemeriksaan atau sertifikasi halal untuk menjami kehalalan produk yang beredar di Indonesia yang masih berlangsung sampai dengan saat ini.

Produk-produk micin yang beredar di Indonesia hampir semuanya sudah disertifkasi halal BPJPH. Hal ini sebagai pemenuhan dari pelaku usaha terhadap regulasi yang diterbitkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mengenai batas akhir wajib halal untuk produk pangan sampai Oktober 2024.

Meski demikian, ada saja produk yang belum disertifikasi sehingga perlu memeriksa deretan produk micin yang sudah bersertifikat halal melalui website www.halalmui.org, aplikasi Halal MUI yang dapat diunduh di Playstore, serta website BPJPH. Perusahaan juga dapat mengirimkan email ke BPJPH di [email protected], [email protected], dan [email protected].

Pelaku usaha yang memiliki produk pangan dan belum didaftarkan sertifikasi, segara daftarkan dan menggunakan LPH LPPOM untuk melakukan pemeriksaan halal untuk memenuhi regulasi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

908

 

Ngeteh Bareng AMAL, Dubes Palestina: 1 Rupiah Untuk Palestina bermakna 1 Dolar

0
Muslik Nawita ( baju merah kedua dari kanan) bersama tim AMAL bertemu dengan Dubes Palestina ( ketiga dari kanan) . Foto: dok.amal

PERCIKANIMAN.iD – –  Amanah Kemanusiaan Global (dulu bernama Aman Palestin-Indonesia) berkunjung ke kantor Duta Besar Palestina di Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (16/7/2024). Dalam kesempatan itu, AMAL yang diwakili oleh Ust. Ridwan Kamaludin, S.Hum selaku Ketua Yayasan dan Muslik Nawita selaku General Manager yang diterima langsung oleh Dr. Zuhair S.M. Alshun selaku Duta Besar Palestina untuk Indonesia.

Zuhair menyampaikan banyak hal dalam pertemuan tersebut, salah satu yang beliau utarakan adalah rasa senang mendapat kunjungan dari AMAL Memasuki perang hari ke-284, Zuhair menyampaikan kondisi Palestina semakin memburuk.

Bantuan dari muslim di seluruh dunia sangat dibutuhkan, terutama muslim di Indonesia. Zuhair sadar betul bahwa kondisi rakyat Indonesia saat ini sedang dihadapkan pada kondisi ekonomi yang tidak mudah. Namun demikian, Zuhair melihat animo rakyat Indonesia dalam membantu Palestina tidak pernah luntur. Satu rupiah yang didonasikan oleh rakyat Indonesia kepada Palestina, dimaknai 100 Dollar oleh Zuhair.

Dalam momentum bincang santai ditemani secangkir teh hangat itu, Ust. Ridwan selaku Ketua Yayasan AMAL menyampaikan rasa terima kasihnya karena telah diterima dengan baik oleh Dubes. Ust. Ridwan juga menegaskan komitmen AMAL untuk terus membantu rakyat Palestina.

Bentuk nyata komitmen tersebut adalah kesuksesan AMAL menyelenggarakan program “Kurban di Bumi Para Nabi” pada momentum Idul Adha beberapa waktu yang lalu, ada sekitar 46,770 Penerima Manfaat di Palestina, Yaman, Suriah, maupun Indonesia.

Tidak lupa, Ust. Ridwan menyampaikan salam serta doa bagi seluruh rakya Palestina, utamanya yang berada di Gaza, agar mereka tetap tabah dan tidak putus harapan dalam menghadapi perang saat ini. Rakyat Indonesia akan selalu mendukung perjuangan Palestina.

Di akhir perbincangan, Ust. Ridwan menyampaikan titipan donasi dari donatur setia AMAL kepada Kedubes sebesar Rp25.000.000,- yang diterima dengan penuh ucapan terima kasih oleh Zuhair. Sebagai penutup, Zuhair menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, Kedubes akan mengundang Kementerian Kesehatan Palestina untuk datang ke Indonesia untuk membicarakan sejumlah proyek bantuan fasilitas kesehatan dan AMAL akan menjadi salah satu NGO yang akan diundang untuk menghadiri meeting tersebut.

Tentu hal ini disambut baik oleh AMAL. Ust. Ridwan meyakini bahwa proyek-proyek bantuan kepada Palestina akan senantiasa didukung oleh oleh seluruh rakyat Indonesia dapat sedikit meringankan beban saudara seimannya di Palestina. Oleh karena itu, himbauan berdonasi untuk Palestina harus senantiasa digaungkan mengingat kondisi perang saat ini yang masih jauh dari kata mereda. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

987

Amalan Wanita Dijamin Masuk Surga, Yuk Lakukan 4 Hal Sederhana Ini

0
ilustrasi foto: freepik

PERCIKANIMAN.ID – –  Meski ada hadits yang menyebutkan bahwa mayoritas pengguni neraka adalah kaum wanita namun ini bukan berarti tidak ada peluang kaum wanita masuk surga. Rasulullah Saw juga memberikan informasi bahwa ada amalan yang mudah dilakukan khusus bagi kaum wanita agar masuk surga.

Ini tentu menjadi kabar gembira bila seorang muslimah mampu istikamah mengamalkan empat hal,maka Allah Swt akan membebaskannya untuk masuk surga dari pintu mana saja yang ia sukai.

 

Apabila seorang wanita (istri) itu telah melakukan shalat lima waktu , puasa bulan Ramadhan, menjaga harga dirinya dan mentaati perintah suaminya, maka ia diundang di akhirat supaya masuk surga berdasarkan pintunya mana yang ia suka (sesuai pilihannya).”  (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Thabrani)

 

Empat hal ini bila menjadi kebiasaan seorang muslimah ternyata akan membangun karakter yang begitu indah, akhlaq mulia akan menjadi hiasan dirinya, tertatanya kehidupan dan manajemen waktu yang rapi mendampingi seluruh aktivitasnya serta kesehatan yang selalu prima menjadikan dirinya selalu energik dan semua itu terbungkus rapi berselimut ketaatan kepada Rabb-nya. Tak terbayangkan bagaimana wujud dhahir bila muslimah benar-menar menjaga empat amalan tersebut dalam kehidupannya.

 

Pertama, Salat Lima Waktu

 

Shalat menjadi syarat pertama sebagai gerbang demi mendapatkan kemudahan yang mulia ini. Kita telah memahami salat merupakan tiang agama. Namun ummat ini jarang mengkaji sebenarnya apa sih efek positif yang menjadi target utama atas ibadah yang menduduki peringkat pertama dalam hisab akhirat ini?

 

Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar… (QS Al Ankabut:45)

 

Ternyata salat sebenarnya erat hubungannya dengan emosi dan akhlak. Siapa yang tidak melirik bila ada seorang muslimah yang begitu stabil emosinya dan tertata akhlaknya. Apapun yang keluar dari lisannya merupakan untaian kalimat yang indah dan penuh makna dan ilmu. Apapun yang menjadi gerak langkahnya menimbulkan kebaikan dan tergambar jelas akan tujuan kebaikan. Itulah menjadi dampak positif akan salat yang dilaksanakan dengan sepenuh hati. Itupun menjadi karakter yang selalu tercermin disaat sendirian maupun ada orang. Saat di dalam rumah maupun di luar rumah.

 

Seharusnya kita memaknai salat lima waktu ini bukan sebatas melaksanakan rutinitas ubudiyah semata, namun seharusnya kita jadikan salat sebagai penuntun bagi kita untuk menjaga agenda harian kita supaya tetap tertata dan kita jadikan salat sebagai waktu refresing dan rihlah untuk hati kita supaya hati ini tetap menjadi peka dan terasah bashirahnya.

 

Kedua, Puasa di bulan Ramadhan

 

Tidak ada yang meragukan akan kemuliaan bulan Ramadhan, pun demikian tidak ada pula yang meragukan akan kemuliaan bagi siapa yang mampu berpuasa dengan penuh di bulan Ramadhan. Banyak yang menyebut bulan Ramadhan adalah bulan tarbiyah. Bulan dimana semua kebaikan dilipat gandakan, bulan dimana membaca Al Qur’an tanpa ada batasnya dan bulan dimana syaitan dibelenggu.

 

Namun pada kenyataannya sesungguhnya di bulan Ramadhan memang bulan ujian yang penuh godaan bagi kaum hawa. Seandainya sahabat muslimah tidak memiliki tujuan dan target yang kuat dalam menggapai kemuliaan di bulan Ramadhan.Bagaimana tidak bermaknanya bulan yang penuh barokah itu. Hanya muslimah pilihan dan yang kuat azamnya saja yang mampu memanfaatkan dan mengoptimalkan ibadah di bulan yang penuh barokah.

 

Sesungguhnya puasa Ramadhan bagi sahabat muslimah bagaikan maket sebagai alat ukur untuk mengetahui keteguhan hati atas godaan hidup dan sebagai ukuran bagaimana kemampuan bagi sahabat muslimah untuk memilih sesuatu yang terpenting bagi dirinya demi kedekatannya kepada Ilahi Rabbi.

 

Meski bagi sebagian wanita tentu tidak bisa menjalankan ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh karena datang bulan (haid) namun hal ini tidak menghalangi untuk meraih pahala Ramadhan. Bagi yang batal puasa karena adanya siklus menstruasi yang tidak  bisa ditolak, tetap ada amalan-amalan lain yang bisa dikerjakan.

 

Ketiga, Menjaga Dirinya

 

Wanita memang makhluk yang teramat sangat unik. Wanita memang makhluk penghias dunia. Kita lihat saja. Dari wujud dhahir dan segala sesuatu yang memenuhi hajad wanita memenuhi dunia ini. Dari wujud dhahir dan segala pernik tentang wanita bila kita nilai dengan ukuran syari’at bisa kebayang, banyakkah yang akan menuju surga?

 

Apapun tentang wanita akan selalu menarik untuk dibahas. Dari pakaian, rambut, sepatu bahkan kancing baju saja menjadi menarik untuk dibahas bila di sangkutkan dengan wanita. Inilah yang menjadikan sahabat muslimah mendapatkan kedudukan sangat mulia dihadapan Allah bila apa pun yang ada pada dirinya menjadi menarik untuk diperhatikan secara syar’i.

 

Sesungguhnya muslimah yang pandai menjaga diri bukanlah muslimah yang polos dan apa adanya. Namun sesungguhnya muslimah yang pandai menjaga diri adalah muslimah yang selalu asik untuk memperhatikan segala pernik yang berhubungan dengan dirinya menggunakan kaca mata syari’at.

 

Segala polah tingkah akan selalu diperhatikan. Dari tutur sapa, cara berjalan, bagaimana menggerakkan bahunya, bahkan kapan dirinya akan melirik kan matapun tidak luput dari perhatian. Apalagi masalah pakaian, bau badan dan kecantikan, tidak perlu dipertanyakan lagi. Bukan hanya itu bagaimana seorang muslimah berhubungan dengan orang lainpun akan sangat selektif sekali. Dirinya tidak akan berbicara dengan sembarang orang, tidak akan keluar rumah tanpa ada pendampingnya.

 

Begitu mulianya akhlak seorang muslimah yang pandai menjaga diri.Bagaimana wujud dhahir muslimah yang pandai menjaga diri. Sang suami ataupun walinya tidak akan ada rasa was-was maupun khawatir disaat meninggalkannya. Karena kepandaian dirinya akan menjaga kehormatan diri dan kemuliaan imannya tidak diragukan lagi.

 

Keempat, Mentaati Perintah Suaminya

 

Kita harus sadar sesadar sadarnya bahwa Allah telah menciptakan kita dari tulang rusuk yang bengkok. Kita pun harus sadar sesadar sadarnya bahwa kita membutuhkan Imam untuk membimbing kita. Kita juga harus sadar sesadar sadarnya bahwa wanita membutuhkan waktu lebih lama untuk merasukkan ke hati saat mendapatkan nasehat.

 

Sering kita bahas bagaimana dosanya seorang anak yang mengatakan ah kepada orang tuanya. Namun tidakkah kita pernah berfikir sesungguhnya ketaatan seorang wanita disaat sudah menikah adalah kepada suaminya. Tidakkah kita berfikir bagaimanakah hukumnya disaat ada istri mengatakan ah kepada suaminya?

 

Sering kita mengajak suami untuk memahami bagaimana perasaan orang tuanya, namun seringkah kita menjaga perasaan suami kita saat bertutur sapa maupun saat berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan ada sebagian pasangan suami istri yang menganggap bahwa suami istri itu haruslah mampu menghilangkan rasa malu dan sungkan diantara mereka.

 

Cinta dan saling terbuka bukan berarti menyibak aib, bukan pula menampakkan kekurangan dan bukan pula menganggap wajar keburukan akhlaq. Namun harusnya hadirnya cinta dan saling keterbukaan adalah sebagai gerbang untuk saling mengasihi dan saling memahami. Sebagai gerbang untuk saling menjaga dan melengkapi.

 

Maka seharusnya seorang istri haruslah mampu menjadi kaca spion bagi suaminya. Dia ikut ke manapun suaminya melangkah, dia setia menemani suaminya dengan selalu waspada dengan sudut pandang yang berbeda. Namun arah pandangan dan pola cerna tetap akan mengikuti sang Imam yang akan membawanya mengarungi bahtera rumah tangga.

 

Sehingga tidaklah mungkin muncul suatu kejadian maupun suatu akhlaq yang tercela keluar dari seorang istri sholihah. Saking indahnya akhlaq sahabat muslimah tergambar jelas sebagaimana yang disabdakan nabi Muhammad Saw.

 

Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?” Mereka menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullaah!” Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata: “Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.” (HR. Ath Thabarani)

 

Sahabat muslimah sangat memahami dan pandai betul memposisikan dirinya dalam rumah tangga. Dirinya bukanlah sebagai Imam, namun sebagai pendamping Imam yang akan selalu meberikan bisikan kepada imamnya dan banyak memberikan pertanyaan yang kritis bagaikan Aisyah saat mendengarkan penjelasan tentang telanjangnya orang saat dibangkitkan di mahsyar. Dirinya adalah sebagai pendamping Imam yang akan selalu menjadi penyejuk hati dan siap sedia memberikan kehangatan bak Khadijah memberikan pelukan hangat kepada baginda Rasul saat datangnya wahyu pertama. [ Berbagai sumber]

 

5

Red: admin

Editor: iman

895

Sukses di Ajang College Collaboration, Mahasiswa Unisa Bandung Raih Juara 1 TikTok Edukasi Nasional

0
Muhammad Akmal Mudhaffar, seorang mahasiswa Universitas Islam Bandung (Unisa Bandung), berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi TikTok Edukasi tingkat nasional. ( foto: dok.unisa)

PERCIKANIMAN.iD  – – Muhammad Akmal Mudhaffar, seorang mahasiswa Universitas Islam Bandung (Unisa Bandung), berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi TikTok Edukasi tingkat nasional. Kompetisi yang bertajuk “College Collaboration” ini melibatkan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Saat diwawancarai, Akmal berbagi pengalamannya mengenai kompetisi tersebut. Ia mengatakan bahwa kompetisi ini merupakan perlombaan antar mahasiswa dengan berbagai bidang lomba mulai dari speech contest, nyanyi lomba qiroat dan tentunya TikTok edukasi yang diikuti mahasiswa-mahasiswa dari berbagai daerah karena setingkat nasional.

Pada lomba tiktok edukasi tersebut Akmal memilih tema “Pentingnya Bercuci Tangan”.

“Tema ini selain mudah dipahami oleh khalayak umum, dampaknya juga sangat besar. Mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan tangan yang bisa menjadi sumber awal penyebaran bakteri”. Terangnya, Minggu (14/07/2024).

Akmal mengaku bahwa mengikuti kompetisi ini memberikan tantangan tersendiri baginya

“Sebetulnya sangat tertantang untuk bisa ikut kompetisi seperti ini, karena ada tuntutan bagaimana pesan yang disampaikan bisa menarik minat dari viewers dan juga pertama kalinya bisa berpartisipasi dalam bidang ini setingkat nasional. Namun, tentunya dalam pelaksanaan di-support oleh tim yang luar biasa sehingga bisa memunculkan banyak hal-hal kreatif di tengah-tengah pelaksanaan produksi video”. ungkapnya.

Saat dimintai pendapat mengenai pendapat mengenai pentingnya penggunaan media sosial dalam Bidang pendidikan, Akmal mengaku bahwa media saat ini memiliki peran penting dalam dunia pendidikan.

“Bisa dikatakan sosial media saat ini bisa menjadi peran paling penting dalam membantu pendidikan. Minat belajar dan minat baca yang rendah membuat sosmed sebagai media yang mudah untuk menarik minat juga menjadi panduan dalam hal edukasi. Kualitas edukasi yang kita share ke media bisa berpengaruh luar biasa bagi para penonton. Penting untuk bisa mengemasnya menjadi suatu yang sangat menarik dan memberi pembelajaran,” pungkasnya.

Kemenangan ini disyukuri oleh Akmal. “Tentunya bersyukur karena Allah izinkan bisa meraih kandidat sebagai pemenang juga bersyukur bisa mengenalkan nama institusi ke ranah yang jauh lebih luas dan juga membanggakan,” tuturnya dengan penuh rasa syukur.

Pada kesempatan ini Akmal juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Unisa Bandung yang telah mensupportnya dalam perlombaan tersebut hingga ia dapat menjadi juara 1.

“Tentunya ucapan terima kasih kepada tim, khususnya kepada Pak Fajar, Pak Mirza, Meryana, juga kepada kemahasiswaan yang support terdepan perihal perlombaan. Bukan saya yang hebat, tapi dukungan semua pihak yang bikin doanya melesat” Ujarnya dengan rendah hati. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

904

Pemulangan Jamaah Haji Indonesia akan Berakhir 22 Juli 2024 Ini

0
Jamaah haji Indonesia ( ilustrasi foto: kemenag)

PERCIKANIMAN.iD – – Saat ini jamaah haji Indonesia masih ada yang tinggal di Saudi arabia, untuk menuntaskan masa tinggal mereka. Dirjen Penyelenggraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag), Hilman Latief mengatakan, seluruh jamaah itu sekarang sudah berada di Madinah.

 

“Tanggal 13 (Juli) sudah bergeser dari Makkah ke Madinah. Delapan sampai sembilan hari mereka di Madinah untuk kemudian ke Tanah air. Lalu tanggal 21-22 jamaah diagendakan ke Tanah air keseluruhannya,” ujar Hilman di Jakarta, di lansir dari ihram, Senin (15/7/2024).

 

Sedangkan pemulangan petugas haji Indonesia ke Tanah Air akan berakhir pada 23 Juli 2024. Sampai saat ini, menurut dia, sudah ada 160 ribu-an jamaah haji Indonesia yang sudah tiba di Tanah Air.

 

“Petugas 23 Juli akan ke Tanah air secara utuh. 424 Kloter 160 ribu-an orang sudah tiba di Indonesia,” ujar Hilman.

 

Operasional pemulangan jamaah haji ke Tanah Air sampai saat ini masih terus berlangsung. Anggota Media Center Kementerian Agama, Widi Dwinanda menjelaskan lebih rinci terkait proses pemulangan jamaah haji Indonesia.

 

Hingga Ahad (14/7/2024) pukul 21.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau Senin (15/7/2024) pukul 01.00 WIB, menurut dia, jamaah haji dan petugas yang telah diterbangkan ke Tanah Air berjumlah 166.360 orang. Mereka tergabung dalam 424 kloter.

 

“Hari ini, Senin, 15 Juli 2024, jamaah haji yang akan dan telah diterbangkan ke Tanah Air berjumlah 7.604 orang. Mereka tergabung dalam 19 kloter,” ujar Widi dalam keterangan resmi Kemenag di Jakarta, Senin (15/7/2024).

 

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), tambah Widi, juga terus mengimbau kepada jamaah haji Indonesia yang masih berada di Madinah untuk tetap menjaga kesehatan dengan cara makan tepat waktu.

 

“Bagi yang sakit agar minum obat teratur sesuai anjuran dokter, menjaga hidrasi tubuh dengan minum yang cukup,” ucap Widi

 

“Manfaatkan momentum terbaik selama di Kota Nabi, khususnya di Masjid Nabawi dengan memperbanyak zikir, membaca Alquran, dan amalan-amalan ibadah lainnya,” kata Widi. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

908

Atasi Stunting Dengan Pegagan, Inovasi Dosen Unisa Bandung ini Dapatkan Pengakuan Paten

0
Annisa Ridlayanti, S.Keb.,Bd.,M.Keb ( dalam lingkaran) Dosen Prodi S1 Kebidanan dan Profesi Bidan Universitas 'Aisyiyah Bandung berhasil menerima bantuan biaya pendaftaran permohonan paten dan pemeriksaan substantif paten dari Kemendikbudristekdikti. ( foto: dok.unisa)

PERCIKANIMAN.iD – –  Berkat Inovasinya dalam mengatasi stunting, Annisa Ridlayanti, S.Keb.,Bd.,M.Keb Dosen Prodi S1 Kebidanan dan Profesi Bidan Universitas ‘Aisyiyah Bandung berhasil menerima bantuan biaya pendaftaran permohonan paten dan pemeriksaan substantif paten dari Kemendikbudristekdikti sebagaimana tertuang dalam surat No.Manual.118/E5/DT.05.00/2024. Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam upaya memanfaatkan pegagan (Centella asiatica) untuk mengatasi stunting pada balita.

 

Dalam wawancara eksklusif, Annisa berbagi cerita tentang perasaan, inovasi, serta tantangan yang dihadapinya selama proses pengajuan paten. Annisa mengaku sangat bersyukur pada saat menerima pengumuman bahwa dirinya lolos menerima bantuan biaya tersebut.

 

Annisa mengatakan bahwa penelitian yang menjadi dasar permohonan paten ini adalah invensi perdana tentang pemanfaatan atau khasiat pegagan (Centella asiatica) pada balita penderita stunting.

 

“Invensi ini didasarkan pada riset yang telah dilakukan sejak tahun 2016 dan terhubung pula dengan pengabdian masyarakat,penelitian ini mencakup pengembangan produk olahan daun pegagan sebagai Makanan Pokok Tambahan (MPT) untuk pencegahan stunting”. Terang Annisa, Jumat (12/07/2024)

 

Annisa juga mengungkapkan motivasinya untuk mengajukan paten ini adalah agar anak anak Indonesia sebagai generasi penerus bangsa sehat jasmani dan rohaninya sehingga bisa membangun bangsa ini lebih baik kedepannya.

 

Annisa mengikuti seleksi pelatihan penulisan deskripsi permohonan paten Batch-1 Tahun 2024 melalui info dari LPPM dan mengikuti prosedur di BIMA Kemendikbudristek. Ia mengaku tantangan terbesar yang dihadapi adalah pengaturan waktu selama pelatihan dan konsentrasi saat menuangkan ide ke dalam naskah.

 

Ia juga mengaku mendapatkan dukungan  penuh dari Universitas ‘Aisyiyah Bandung baik dalam bentuk materi, tenaga, dan biaya.

 

Dengan adanya paten ini, Annisa berharap hak kekayaan intelektual dari peneliti memiliki legalitas dan pengakuan yang sah, bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

foto: dok.unisa

“Semakin banyak invensi yang dihasilkan dari karya anak bangsa, akan semakin maju negara ini,” tambahnya.

 

Adapun langkah selanjutnya yang akan dilakukan Annisa setelah mendapatkan bantuan biaya pendaftaran adalah mengikuti arahan dari tim DRTPM dan memulai proses submit ke sistem DJKI.

 

“Semoga prosesnya lancar dan invensi ini mendapatkan pengakuan paten dari pemerintah, sehingga geliat ke depan untuk terus membuat terobosan khususnya dalam bidang kesehatan dan kebidanan menjadi lebih semangat dan bermanfaat. Aamiin,” Pungkasnya. [ ]

 

5

Red: admin

Editor: iman

986