Beranda blog Halaman 16

Dianggap Biang Kerok 18 Paskibraka Lepas Jilbab, 55 Ormas Islam Minta Presiden Pecat Yudian Wahyudi Sebagai Kepala BPIP

0
Ketua MUI
Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Muhammad Cholil Nafis di Kantor MUI Pusat, Kamis (15/8/2024). foto: Fuji E Permana / Republika
PERCIKANIMAN.iD — Sebanyak 55 organisasi masyarakat (ormas) Islam bertemu di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat untuk membicarakan polemik larangan penggunaan jilbab bagi Paskibraka oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Semua ormas Islam yang hadir sepakat meminta presiden untuk memberhentikan Yudian Wahyudi sebagai Kepala BPIP.

“Kita meminta presiden untuk mengevaluasi kinerja BPIP, minta (presiden) segera dicabut mandatnya kepada kepala BPIP, diberhentikan dan diganti,” kata Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Muhammad Cholil Nafis dilansir dari republika.co.id, Kamis (15/8/2024)

Kiai Cholil mengatakan, ormas-ormas Islam meminta dan mendesak kepada presiden agar kinerja para pejabat BPIP dievaluasi. Kepala BPIP dan pejabat BPIP yang terlibat dalam penyalahgunaan aturan soal pemakaian hijab oleh Paskibraka dievaluasi.

Baca Juga : Pengurus PPI Protes 18 Anggota Paskibraka Nasional 2024 “Diminta” Lepas Hijab

Menurutnya, apa yang dilakukan Kepala BPIP adalah kesalahan fatal. Bagaimana bisa keputusan kepala BPIP bertentangan dengan peraturan BPIP sendiri dan tentu pasti bertentangan dengan peraturan presiden (perpres).

Ia menambahkan, keputusan kepala BPIP juga bertentangan dengan undang-undang dan konstitusi serta Pancasila.

“Maka minta kepala BPIP dan yang terlibat di dalamnya, yang bertanggung jawab, untuk diberhentikan dan diganti dengan orang yang mengerti Pancasila dan mengerti konstitusi,” ujar Kiai Cholil.

Kiai Cholil menyampaikan bahwa apa yang telah disepakati bersama ormas-ormas Islam, di antaranya meminta kepala BPIP yang sekarang diberhentikan dan diganti, akan dikirim kepada presiden. Kesepakatan bersama ormas-ormas Islam juga akan dikirim kepada stakeholder agar diketahui.

BPIP
Kepala BPIP,Yudian Wahyudi ( foto: dok.bpip)

“Sehingga adik-adik kita, anak-anak kita bisa melaksanakan upacara itu sesuai dengan keyakinannya masing-masing, dan bisa merayakan 17 Agustus dengan riang gembira, tidak ada distorsi dari hak asasi manusia,” jelasnya.

Untuk diketahui, dalam aturan kelengkapan dan atribut Paskibraka ada enam. Pertama, setangan leher merah putih. Kedua, sarung tangan warna putih. Ketiga, kaos kaki warna putih.

Keempat, ciput warna hitam (untuk putri berhijab). Kelima, sepatu pantofel warna hitam sebagaimana gambar di bawah. Keenam, tanda kecakapan/ kendit (dikenakan saat pengukuhan Paskibraka). Namun, poin keempat dihilangkan oleh BPIP. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

908

10 PTKN Segera Bertransformasi Menjadi Universitas dan Institut Islam

0
foto: dok.universitas ibnu chaldun

PERCIKANIMAN.iD – – Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) terus berbenah dan bertransformasi. Terbaru, ada 11 PTKN yang akan segera bertransformasi setelah dinyatakan memenuhi kriteria dan persyaratan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Kementerian Agama dalam beberapa tahun terakhir terus mendorong PTKN untuk melakukan proses alih status. Bahkan, transformasi PTKN menjadi salah satu program prioritas tahun ini sebagaimana dibahas dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama di Semarang pada Februari 2024.

Bersamaan itu, ada 11 PTKN yang melakukan proses transformasi, yakni sembilan Institut Agama Islam Negeri (IAIN), satu Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), dan satu Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAHN).

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta para pimpinan PTKN fokus dan serius dalam meningkatkan mutu pendidikan. Menag mengingatkan bahwa proses transformasi kelembagaan yang tengah berlangsung harus benar-benar diorientasikan pada upaya menjadikan PTKN semakin baik.

“Saya minta PTKN fokus pada perluasan akses dan peningkatan mutu. Transformasi harus memberi dampak pada semakin terbukanya akses bagi generasi muda bangsa mendapat pendidikan tinggi yang baik dan bermutu,” tegas Menag di Jakarta, Selasa (6/8/2024).

Menag bersyukur, proses transformasi 11 PTKN yang diuapayakan sejak 2023, telah menemukan titik terang. Menag Yaqut meminta, usaha memajukan PTKN, termasuk melalui proses transformasi ini, harus dijawab dengan kinerja bagi perluasan akses dan peningkatan kualitas.

“Kita bersyukur, hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan KemenPANRB sudah terbit dan 11 PTKN telah dinyatakan memenuhi kriteria dan persyaratan. Kini, MenPANRB telah menyampaikan Permohonan Izin Prakarsa Penyusunan Rancangan Peraturan Presiden 11 PTKN ini,” terang Menag.

“Kita berharap Peraturan Presiden ini segera terbit dan sekaligus menandai disahkannya proses transformasi 11 PTKN dari institut menjadi universitas dan dari sekolah tinggi menjadi institut,” lanjutnya.

Menurut Gus Men, sapaan akrab Menag, transformasi menjadi salah satu upaya Kementerian Agama dalam meningkatkan mutu sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi keagamaan bagi umat. Sejalan dengan itu, ada empat aspek penting yang harus selalu menjadi perhatian PTKN. Pertama, peningkatan sumber daya manusia (SDM), baik dosen, tenaga administrasi, maupun civitas academica lainnya.

Kedua, penataan aspek kelembagaan melalui penguatan mekanisme kerja dan penguatan unit usaha. Ketiga, peningkatan mutu akademik. Ini antara lain bisa ditandai dengan terus meningkatnya kualitas dan akreditasi jurnal ilmiah. “Peran PTKIN juga harus ditingkatkan dan jurnal sudah seharusnya berakreditasi unggul,” ujar Menag.

Aspek keempat yang tidak kalah penting untuk dibenahi adalah administrasi, baik yang berkaitan dengan penyempurnaan peta jabatan, analisis jabatan, maupun analisis beban kerja. “Untuk konteks saat ini, dukungan teknologi informasi juga menjadi keharusan. Tansformasi harus mampu mewujudkan akselerasi dalam menciptakan sumber daya manusia yang berdaya saing global, beriman, dan bertakwa,” tegasnya.

Berikut daftar 10 PTKN yang sedang diajukan izin prakarsa penyusunan Rancangan Perpres perubahan bentuk atau alih status:

1. Institut Agama Islam Negeri Ambon menjadi Universitas Islam Negeri Abdul Muthalib Sangadji Ambon;
2. Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya menjadi Universitas Islam Negeri Palangka Raya;
3. Institut Agama Islam Negeri Kudus menjadi Universitas Islam Negeri Sunan Kudus;
4. Institut Agama Islam Negeri Kediri menjadi Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri;
5. Institut Agama Islam Negeri Ponorogo menjadi Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari;
6. Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe menjadi Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah;
7. Institut Agama Islam Negeri Madura menjadi Universitas Islam Negeri Madura;
8. Institut Agama Islam Negeri Metro menjadi Universitas Islam Negeri Jurai Siwo;
9. Institut Agama Islam Negeri Palopo menjadi Universitas Islam Negeri Palopo;
10. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Bengkalis menjadi Institut Agama Islam Negeri Datuk Laksemana Bengkalis

Red: admin

Editor: iman

Pengurus PPI Protes 18 Anggota Paskibraka Nasional 2024 “Diminta” Lepas Hijab

0
Paskibraka
Presiden Jokowi mengukukuhkan anggota Paskibraka 2024 di IKN Kaltim ( foto: dok.setneg)

PERCIKANIMAN.iD – –  Pengurus Pusat Purna Paskibraka Indonesia (PP PPI) mengungkap ada sebanyak 18 anggota Paskibraka Nasional 2024 yang diminta melepaskan hijab saat pengukuhan di Istana Garuda Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Selasa (13/8/2024).

Wasekjen PPI Irwan Indra mengungkapkan, mereka merupakan utusan provinsi yang sejak awal berproses untuk menjadi anggota Paskibraka, sudah mengenakan hijab.

Saat datang ke pemusatan latihan, saat latihan, hingga gladi, ke-18 Paskibraka putri itu tetap mengenakan jilbab. Oleh karena itu, PPI menduga ke-18 Paskibraka putri itu baru diminta lepas hijab jelang dikukuhkan.

“Ada 18 dari utusan provinsi yang sejak awal mereka datang mengenakan jilban. Makanya teman-teman dari provinsi juga pada protes semua, dan hari ini kita menyatakan sikap,” kata Irwan Indra dilansir dari erakini.idRabu (14/8/2024).

Irwan mengungkapkan bahwa sejak 2022 pembinaan anggota Paskibraka berada di bawah kewenangan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Sebelumnya, pembinaan anggota Paskibraka berada di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan selama itu pula tidak ada larangan mengenakan hijab bagi anggota Paskibraka.

Irwan merupakan pembina Paskibraka pada 2016 hingga 2021. Selama itu, kata dia, pihak pembina tidak pernah memaksakan pelepasan hijab bagi para anggota Paskibraka putri.

“Kami tidak pernah memaksakan keyakinan adik-adik baik yang pakai jilbab maupun yang enggak pakai jilbab. Yang enggak pake jilbab juga enggak pernah kita paksakan suruh pake jilbab. Yang pakai enggak pernah kita paksakan suruh lepas,itu sampai 2021,” tuturnya.

“Kemudian 2022 pindah ke BPIP juga masih belum ada hal yang seperti ini. Baru kemarin kami kaget di 2024 ini pada saat pengukuhan baru kelihatan,” sambungnya.

PP PPI juga sudah mengeluarkan pernyataan sikap resmi yang mengecam pelarangan penggunaan jilbab terhadap anggota Paskibraka 2024. Dalam pernyataan sikap yang diteken Ketua Umum PPI Gousta Feriza dan Sekjen Suprapto, mereka menolak tegas aturan baru terhadap anggota Paskibraka 2024 untuk melepas hijab.

“Kami atas nama seluruh anggota Purna Paskibraka Indonesia di mana pun berada, prihatin dan menolak tegas ‘kebijakan’ atau mungkin ada ‘tekanan’ terhadap adik-adik kami anggota Paskibraka Tingkat Pusat (Nasional) Tahun 2024 Putri yang biasa menggunakan Hijab/Jilbab untuk melepaskan Hijab/Jilbab yang menjadi keyakinan Agama mereka,” ujar Gousta Feriza salam pernyataan sikap PPI itu.

PPI menyebut selama proses pelatihan, anggota Paskibraka masih diizinkan mengenakan hijab sesuai dengan keyakinan masing-masing. Namun, baru  pada saat pengukuhan mereka melepas hijab.

“Ini adalah sebuah inkonsistensi yang tidak dapat dibenarkan. Pertanyaannya, mengapa pada saat pelatihan diizinkan, namun pada saat pengukuhan justru dilarang,” ujarnya.

Untuk PP PPI mendesak BPIP selaku Pengelola dan Penanggung Jawab Program Paskibraka untuk mengevaluasi semua aturan dan keputusan yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila tersebut.

PPP menegaskan Paskibraka adalah simbol persatuan dan keberagaman Indonesia. Anggota Paskibraka berasal dari berbagai suku, budaya, dan agama. “Kami yakin bahwa Presiden Joko Widodo dan Presiden terpilih Prabowo Subianto tidak akan menyetujui kebijakan yang diskriminatif seperti ini,” tambah Gousta Feriza.

Kepala BPIP Yudian Wahyudi menjelaskan bahwa pelepasan hijab sejumlah anggota Paskibraka 2024 bertujuan untuk mengangkat nilai-nilai keseragaman dalam pengibaran bendera. Penyeragaman pakaian tersebut berangkat dari semangat Bhinneka Tunggal Ika yang dicetuskan oleh Bapak Pendiri Bangsa, yakni Ir Soekarno.

Yudian menegaskan bahwa pelepasan hijab tersebut dilakukan secara sukarela, berdasarkan tanda tangan yang mereka bubuhkan dalam surat pernyataan kesediaan mematuhi peraturan pembentukan dan pelaksanaan tugas Paskibraka Tahun 2024. Para anggota Paskibraka memberikan tanda tangan mereka di atas materai Rp10.000 yang menandakan pernyataan tersebut resmi dan mengikat di mata hukum. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

986

BPKH Limited Kelola 200 Kamar Hotel di Hilton Makkah Untuk Haji 2025

0
Suasana ibadah haji ( ilustrasi: arabnews)

Kerja sama ini difokuskan pada persiapan layanan haji 1446 Hijriyah.

PERCIKANIMAN.iD — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui anak usahanya, BPKH Limited, menandatangani kontrak kerja sama dengan Hilton Makkah Convention Center dalam pengelolaan 200 kamar hotel selama setahun ke depan.

“Dengan inisiatif ini, BPKH Limited mampu memberikan manfaat dalam pengembangan dana haji secara optimal, sekaligus meningkatkan kualitas layanan yang lebih baik kepada jamaah haji,” ujar Direktur BPKH Limited Sidiq Haryono dalam keterangannya di Jakarta, Senin (12/8/2024)

Sidiq mengatakan kemitraan dengan Hilton Makkah Convention Hotel bertujuan meningkatkan standar layanan perhotelan bagi jamaah haji dan umrah, khususnya dalam persiapan layanan haji 1446 Hijriah.

Melalui kesepakatan ini BPKH Limited mendapatkan allotment atau penjatahan 200 kamar hotel di Hilton Makkah Convention Center, yang terletak di sisi barat pelataran Masjidil Haram.

Ia optimistis investasi tersebut mampu menghasilkan return yang jauh di atas instrumen keuangan tradisional, yakni dalam mata uang riyal Saudi.

“BPKH Limited berharap dapat memanfaatkan potensi keuntungan yang lebih besar, sambil menyediakan efek hedging alami terhadap fluktuasi mata uang dan risiko finansial lainnya,” kata dia.

Selain keuntungan finansial, keberadaan Hilton Convention Hotel di bawah pengelolaan BPKH Limited juga diharapkan dapat memberi akses lebih baik terhadap kebutuhan fasilitas hotel bagi jamaah umroh dan haji Indonesia di masa depan.

“Langkah ini sejalan dengan visi BPKH Limited untuk terus meningkatkan pengalaman beribadah jamaah, dengan menyediakan layanan perhotelan kelas dunia,” kata Sidiq.

General Manager Hilton Makkah Convention Hotel Bassam Ammar mengatakan kerja sama ini difokuskan pada persiapan layanan haji 1446 Hijriyah.

“BPKH Limited dan Jabal Omar Group merumuskan rencana komprehensif untuk memastikan fasilitas hotel siap memenuhi kebutuhan jamaah, dengan penekanan pada kualitas layanan dan kenyamanan,” kata Ammar.[ ]

5

Red: admin

Editor: iman

986

KKN 2024 Resmi dibuka, Mahasiswa Unisa Bandung siap Bantu Wujudkan Desa Mandiri

0
KKN Mahasiswa
Pembukaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Unisa Bandung 2024 ( foto: dok.unisa)

PERCIKANIMAN.iD – – Mahasiswa Universitas Aisyiyah (Unisa) Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan  Pengabdian kepada Masyarakat melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2024 dengan mengusung tema “Inovasi Wisata, Digitalisasi UMKM & Desa Sehat Menuju Masyarakat Mandiri”

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unisa Bandung sekaligus Ketua Pelaksana KKN, Aef Herosandiana,S.T., M.Kom dalam sambutannya mengatakan bahwa tema yang diusung tersebut bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan desa melalui tiga fokus.

“Tiga fokus tersebut yaitu 1) Inovasi Wisata: mengembangkan potensi wisata lokal untuk meningkatkan daya tarik dan kunjungan wisatawan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa. 2) Digitalisasi UMKM : membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal dalam penerapan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi bisnis. 3) Desa Sehat: menerapkan program-program kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui edukasi kesehatan dan perbaikan sanitasi,”terangnya. Senin (12/08/2024)

Aef mengatakan bahwa kegiatan ini melibatkan para mahasiswa dalam berbagai kegiatan seperti : survei, pelatihan, dan implementasi program untuk mencapai tujuan tersebut.

“Kami berharap bahwa program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga menjadi langkah awal menuju kemandirian dan kemajuan desa-desa tempat mahasiswa kami melakukan KKN,”pungkasnya.

Wakil Rektor I Unisa Bandung, Dr. Sitti Syabariyah, S.Kp.,MS.Biomed dalam sambutannya mengatakan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyaraat adalah ini dari keberhasilan program KKN tersebut.

“Melalui program KKN ini mahasiswa akan belajar secara langsung di lapangan, diharapkan masyarakat bisa merasakan manfaat langsung dari kehadiran dan kontribusi mahasiswa kami. Program KKN ini juga merupakan kesempatan berharga untuk menjembatani teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik nyata di masyarakat,”ungkap Dr. Sitti, Senin (12/08/2024)

KKN Mahasiswa
Wakil Rektor I Unisa Bandung, Dr. Sitti Syabariyah, S.Kp.,MS.Biomed saat memberikan sambutan dalam pembukaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Unisa Bandung 2024 ( foto: dok.unisa)

Program KKN Unisa Bandung Tahun 2024 secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I, Dr. Sitti Syabariyah, S.Kp.,MS.Biomed serta dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk diantaranya Sekretaris Camat Cimaung, Bapak Ayi Ramlan Syarifudin, S.Sos., M.Si; Ketua LPPM Universitas ‘Aisyiyah Bandung, Aef Herosandiana, S.T., M.Kom, bertempat di Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Senin (12/08/2024).

Dengan semangat yang tinggi, mahasiswa Unisa Bandung siap mengimplementasikan ilmu yang telah didapatkan di bangku kuliah ke dalam program-program yang akan dilaksanakan di lima desa di Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung dari tanggal 12 – 31 Agustus 2024. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

983

Kerasukan Jin Itu Nyata atau Hanya Perasaan Histeris Saja ? Ini Penjelasannya

0
teriak
Seseorang yang teriak histeris ( ilustrasi foto: freepik )

Tanya:

Assalamu’alaykum, pak Aam saya mau tanya terkait dengan fenomena adanya kasus kesurupan bahkan terjadi secara massal. Apakah mungkin ada makhluk lain yang dapat masuk ke dalam tubuh manusia dan menguasai pikirannya? Atau hanya karena perasaan hysteria saja sehingga menghilangkan kesadarannya saja?. Mohon penjelasannya pak Aam. Terima kasih . (Mia via email)

Penjelasan:

Wa’alaykumsalam ww. Bapak Ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah, harus kita pahami bahwa  di dunia ini ada kehidupan yang terlihat (nyata) dan yang tak terlihat (ghaib). Makhluk-makhluk dzahir (hissiyyah) seperti manusia, flora dan fauna jelas terlihat wujud fisiknya.

Sementara makhluk ghaib (Ruhiyyah) seperti malaikat dan jin, tidak terlihat wujudnya namun ada. Dalam Al Quran Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menginformasikan akan kehidupan dua makhluk ini yang terlihat maupun tak terlihat.

(38) فَلَا أُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُونَ

(39) وَمَا لَا تُبْصِرُونَ

Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat. Dan dengan apa yang tidak kamu lihat.” (Q.S. Al Haaqqah:38-39).

Sebagai seorang muslim maka kedua kehidupan tersebut (nyata dan ghaib) tersebut harus kita yakini keberadaannya. Salah satu ciri orang bertakwa adalah wajib beriman kepada hal atau masalah yang ghaib termasuk jin atau orang biasa menyebutnya setan ini, seperti dalam Al Quran:

(1) الم

(2) ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

(3) الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

Alif Laam Miim. Kitab Al-Qur’an itu kandungannya tidak meragukan; ia petunjuk bagi orang-orang taqwa. Yaitu mereka yang beriman pada yang gaib, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugrahkan kepada mereka .. (QS. Al-Baqarah:1-3)

Dengan demikian beriman kepada yang ghaib ini harus ada dalam diri seorang muslim. Surga neraka, dosa pahala, alam kubur dan sebagainya bagi kita saat ini adalah sesuatu yang ghaib namun nanti akan menjadi kenyataan.

Terkait dengan makhluk Jin ini secara etimologis, kata Jin berasal dari kata Janna artinya “bersembunyi” sehingga dinamai Jin karena “tersembunyi dari pandangan manusia”. Manusia tidak bisa melihat kehidupan Jin tetapi sebaliknya para Jin bisa melihat kehidupan manusia. Secara terminologis, Jin adalah makhluk ghaib (ruhiyyah) yang diciptakan  Allah Ta’ala dari api dengan tugas untuk beribadah.

(27) وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُومِ

Kami telah menciptakan jin sebelum Adam dari api yang sangat panas” (QS. Al-Hijr: 27).

Kemudian dalam ayat yang lain Allah Ta’ala berfirman, “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”. QS. Adzariat:56). Namun dalam perjalanannya ada Jin yang ingkar dan menjadi kafir seperti manusia.

Terkait dengan fenomena kerasukan Jin itu, apakah nyata atau sugesti semata karena perasaan terlalu hysteria maka setidaknya kita bisa membaca kisah yang dialami para sahabat dan bertanya langsung kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam.

Usman bin Abi al-’Ash r.a. berkata, Ketika aku bekerja untuk Rasulullah saw. di Thaif, tiba-tiba aku melihat sesuatu dalam shalatku, sampai-sampai aku tidak tahu sedang shalat apa. Maka setelah kejadian itu aku menemui Rasulullah saw. Beliau bersabda,  “Ibnu Abi Al ’Ash?” Aku menjawab, “Benar, ya Rasulullah.” Rasul bertanya, “Apa yang membuatmu datang ke sini?” Aku menjawab, “Wahai Rasulullah, aku melihat sesuatu dalam shalatku sampai-sampai aku tidak tahu sedang shalat apa.” Rasulullah saw. bersabda, “Itu adalah setan (jin). Mendekatlah padaku!” Maka aku pun mendekat kepada Rasul, lalu aku duduk. Ibnu Abi al-’Ash berkata, “Lalu Rasul memukul dadaku dengan tangannya dan meniup mulutku sambil berkata, “Keluarlah musuh Allah!” Nabi melakukannya sebanyak tiga kali. Lalu Nabi berkata, “Teruskanlah pekerjaanmu…” (H.R. Ibnu Majah )

Ya’la bin Murrah berkata, Seorang perempuan datang kepada Rasulullah saw. seraya berkata, “Anakku terkena penyakit gila sejak tujuh tahun lalu dan sembuh dua kali sehari.” Rasulullah saw. berkata, “Dekatkanlah anakmu kepadaku!” Perempuan itu segera mendekatkan anaknya kepada Rasulullah saw. Lalu beliau menyembur dengan ludahnya seraya berkata, “Keluarlah wahai musuh Allah, aku adalah Rasulullah!” (H.R. Hakim)

Imam al-Bani mengomentari hadis-hadis di atas, “Dalam hadis-hadis tersebut ada dalil yang sangat jelas bahwa jin bisa masuk ke dalam tubuh manusia, sekalipun dia seorang muslim yang saleh.”

Jadi dengan berangkat dari setidaknya dua hadits tersebut maka tidak ada alasan untuk menolak adanya fenomena jin masuk pada tubuh manusia. Dalam Al Quran sendiri sampai Allah Subhanahu wa ta’ala menamakan salah satu surat-Nya dengan nama Al Jin. Hal ini tentu Allah mempunyai maksud dan tujuan agar manusia tidak tergelincir dalam jebak rayunya maupun godaannya.

Nah, untuk penjelasan lebih lengkap terkait kehidupan Jin, bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa baca buku saya yang berjudul “Menelanjangi Strategi Jin ” . Insya Allah dibahas secara ilmiah dan syariah.

Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

Video: tim official

987

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 / 0813-2007-1001 (Aam Amirudin Official) atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Universitas Al Ghifari bersama dengan MUI dan Dewan Da’wah Jabar Gelar Dialog dan Bedah Buku “Menjaga Akidah Ummat”

0
Acara MUI
Acara dialog dan bedah buku ( foto:iman)

PERCIKANIMAN.iD – – Universitas Al Ghifari (Unfari) bersama dengan MUI dan Dewan Da’wah Jabar menggelar kegiatan dialog dan bedah buku dengan tema “Menjaga Akidah Ummat Melalui Penguatan Islam Wasathiyah” di Aula Universitas Al Ghifari Jl.Cisaranten Bandung, Minggu (11/8/2024).

Dalam acara ini juga dibedah buku “Pembinaan LDII Menuju Paradigma Baru Berdasarkan Wasathiyatul Islam” yang ditulis tim MUI Pusat. Buku ini sebagai panduan untuk meluruskan 12 syubhat atau doktrin utama yang dianut oleh warga LDII.

Syubhat/doktrin tersebut meliputi: yaitu (1) Berjama’ah (al-Jamâ’ah), (2) Beramir (alImarah), (3) Berbaiat (al-Bai‘ah), (4) Taat (al-Thâ’ah), (5) Fathonah, Bithonah, Budi Luhur; (6) ‘Isyrun IR: Infaq Rezeki/Infaq Rutin (al-‘Usyr), (7) 5 Bab Ngaji, Ngamal, Bela, Sambung Jama’ah, Thoat, (8) Bid’ah, Khurafat, Syirik, Tahayyul, (9) Qur’an Hadis Jama’ah, (10) Manqul, Musnad, Muttashil, (11) Takfiri (al-Takfîr), dan (12) Surat Taubat dan Kafaroh Taubat.

Hadir sebagai narasumber antara lain 1. Drs.Kh Ahmad Zubaidi MA ( Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat), Prof.Dr.H. Didin Muhafidin , SIP,M.Si ( Dosen Fisip Unpad dan Rektor Univ.Al Ghifari), Prof.Drs Firdaus Syam, PhD ( Ketua KPPP MUI) dan Dr. KH Ali M Abdillah MA ( Sekretaris KPPP MUI) dan sejumlah mantan anggota LDII yang memberikan kesaksian.

Buku kesesatan LDII
Buku terbitan MUI yang dibedah ( foto: iman)

Dalam kesempatan tersebut sejumlah mantan anggota LDII yang sudah taubat memberikan kesaksian akan penyimpangan dan kesesatan amaliah LDII serta menginformasikan bahwa “Paradigma Baru LDII” hanya slogan belaka.

Atas pengakuan dan kesaksian tersebut sejumlah peserta termasuk perwakilan ormas Islam meminta MUI segera mengeluarkan fatwa sesat kepada ajaran dan ormas LDII.

Hal ini juga disampaikan dan didukung KH.Muhammad Roinul Balad selaku Ketua Panitia. Menurut KH.Roin, paradigma baru yang tidak dijalankan LDII merupakan upaya mengelabui kaum muslimin khususnya MUI.

“Kenyataannya dalam aktivitasnya ‘paradigma baru’ tersebut tidak ada. Ini membuktikan kalau LDII itu tidak ada perubahan dan tetap kepanjangan atau metamorphosis dari Islam Jamaah yang telah difatwa sesat oleh MUI,”ungkapnya KH.Roin yang juga Ketua Dewan Da’wah Jabar ini.

Untuk itu KH.Roin sepakat jika MUI segera mengeluarkan fatwa sesat kepada LDII sehingga mempunyai kejelasan posisinya ditengah umat Islam. Sebab, imbunya, jika terus dibiarkan dan tidak ada status hukum yang jelas akan semakin banyak menyesatkan umat.

“Saya rasa kesaksian dari paran mantan anggota LDII, data dan fakta lapangan serta hasil kajian MUI sudah cukup bukti bahwa LDII sesat dan menyesatkan,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut Drs.KH. Ahmad Zubaidi MA selaku Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat menyampaikan terkait fatwa sesat LDII hingga saat ini MUI masih mengkaji dan terus memantau aktivitas jemaat LDII khususnya dalam menjalankan ‘paradigma baru” tersebut.

“Kita perlu berhati-hati khususnya dalam mengeluarkan fatwa sesat terhadap suatu ajaran atau paham keagamaan termasuk LDII sehingga tidak ada salah fatwa dikemudian hari,” ungkapnya.

Menurutnya pihak MUI sendiri hingga saat ini masih mengkaji data dan pengakuan dari para mantan anggota LDII secara mendalam. Dirinya juga setuju jika nantinya dari hasil meneliti amaliah LDII jika masih menyimpang maka perlu ketegasan sikap MUI.

“Kita berharap para mantan yang sudah keluar ini bisa mendakwahi teman mereka yang masih aktif didalam (LDII),”ungkapnya.

Ahmad Zubaidi menegaskan buku yang telah diterbitkan MUI tersebut dapat dijadikan pegangan dan rujukan dalam membina LDII dilapangan.

“Ajakan dan dakwah kepada anggota LDII ini bisa dilakukan dengan dialog namun jangan dengan kekerasan .Debat boleh, tetapi harus dilakukan denga santun dan argument yang valid,”sarannya.

Bedah Buku
keterangan ( foto: iman)

Sementara itu Prof.Dr.H. Didin Muhafidin , SIP,MSi selaku cindekiawan muslim dan dosen Fisip Unpad menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut Didin kegiatan bedah buku dan dialog semacam ini dapat diteruskan dan dilakukan diberbagai kampus khususnya di Jawa Barat.

“Saya kira kegiatan Menjaga Akidah Ummat Melalui Penguatan Islam Wasathiyah sebagai forum dialog yang ilmiah karena berdasarkan kajian MUI sehingga umat mendapatkan pencerahan dan informasi yang akurat khususnya terkait isu-isu penyimpangan dan kesesatan yang dilakukan oleh kelompok Islam termasuk LDII,”ungkap Didin yang juga Rektor Univ. Al Ghifari.

Untuk itu dirinya sepakat dengan slogan MUI bahwa perbedaan di toleransi dan kesesatan harus diamputasi. Dirinya pun mendukung langkah MUI dalam mensosialisasikan buku terkait LDII tersebut khususnya di Jawa Barat.

Dalam acara tersebut seluruh peserta mendapat buku “Pembinaan LDII Menuju Paradigma Baru Berdasarkan Wasathiyatul Islam”. Sementara peserta sendiri merupakan perwakilan Ormas Islam, DKM Masjid, pengurus MUI, tokoh Masyarakat, Dai, pengasuh pesantren, mahasiswa dan para aktivis dakwah. [ ]

5

Rep: iman

Editor: admin

905

Indonesia dan Singapura Tandatangani MoU Jaminan Produk Halal

0
Delegasi JPH Indonesia dan Singapura ( foto: dok.kemenag)

PERCIKANIMAN.iD – – Indonesia dan Singapura baru saja melakukan perjanjian kerja sama atau MoU Jaminan Produk Halal (JPH). Sinergi ditandai dengan penandatanganan MoU on Cooperation in the Quality Assurance on Halal Product.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama Muhammad Aqil Irham, dan Chief Executive Majelis Ugama Islam Singapore (MUIS) Kadir Maideen, di Singapura.

Hadir dan menyaksikan penandatanganan MoU, Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo, dan Minister for Social and Family Development and Second Minister for Health and Minister-in-charge of Muslim Affairs, Masagos Zulkifli. Nampak hadir Presiden MUIS Mohd Saat, serta Kepala Pusat Kerja Sama dan Standardisasi Halal BPJPH Abd Syakur.

“Alhamdulillah BPJPH dan MUIS telah menandatangani MoU Jaminan Produk Halal,” ujar Kepala BPJPH, Muhammad Aqil Irham, di Singapura, dilansir dari laman kemenag, Kamis (8/9/2022).

Aqil mengatakan bahwa sinergi di antara otoritas halal kedua negara penting dilakukan mengingat antara Indonesia dan Singapura merupakan negara sahabat yang telah lama menjalin kerja sama dalam berbagai bidang. Termasuk, aktivitas perdagangan produk. Indonesia-Singapura juga tergabung dalam forum Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura atau MABIMS.

 

“MoU ini penting dilakukan untuk mendorong peningkatan volume ekspor impor kedua negara secara saling menguntungkan, khususnya volume perdagangan produk halal.” lanjut Aqil.

MoU tersebut, lanjutnya, dimaksudkan untuk memperkuat, memajukan, dan mengembangkan kerja sama mengenai jaminan kualitas produk halal yang melingkupi kerja sama di bidang sertifikasi halal dan logo halal antara kedua lembaga atas dasar kesetaraan dan keuntungan bersama sesuai dengan hukum, peraturan, regulasi, dan kebijakan nasional yang berlaku di negara masing-masing.

“Ini juga dalam rangka menyambut kewajiban sertifikasi halal tahap pertama yang akan kita mulai implementasinya pada Oktober 2024 mendatang bagi produk makanan, minuman, bahan baku, bahan tambahan pangan, bahan penolong bagi produk makanan dan minuman, serta produk berupa jasa dan hasil penyembelihan.” terang Aqil.

“Selain itu kita melihat bahwa potensi kerja sama produk halal kedua negara masih terbuka lebar untuk dikembangkan dan diambil kebermanfaatannya bagi kita semua.” imbuhnya.

Senada, Chief Executive MUIS Kadir Maideen mengatakan bahwa sinergi Jaminan Produk Halal BPJPH dan MUIS merupakan langkah penting dalam memperkuat kerja sama kedua lembaga.

“Kerjasama ini akan memastikan bahwa prdouk halal secara konsisten disertifikasi halal melalui standar yang tinggi, untuk memberikan keterjaminan kualitas kehalalan, yang sangat diperlukan dalam memastikan keterjaminan ketersediaan produk halal bagi konsumen.” terang Kadir.[ ]

5

Red: admin

Editor: iman

980

Menag Minta Skema Murur pada Haji 2025 Dipersiapkan Sejak Dini

0
Jamaah haji ( ilustrasi foto: arabnews)

PERCIKANIMAN.iD – – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meminta kepada jajarannya untuk mempersiapkan skema Murur pada penyelenggaraan haji 2025 sejak dini. Ini mengingat suksesnya pelaksanaan murur pada misi haji 2024.

“Terutama data jamaah yang akan mengikuti skema Murur sudah diketahui sebelum keberangkatan ke Tanah Suci,” ujar Menag Yaqut dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (8/8/2024).

Pernyataan Menag Yaqut tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1445 Hijriyah/2024 Masehi di Jakarta pada 7-10 Agustus 2024.

Skema Murur, yaitu mabit (bermalam) dengan cara melintas di Muzdalifah dari Arafah (tanpa turun dari bus). Ini merupakan terobosan Kemenag karena telah memberikan dampak positif bagi kesehatan jamaah

Pada penyelenggaraan tahun ini sebanyak 51 ribu lebih peserta haji diberangkatkan melalui skema Murur. Proses pergerakan di Muzdalifah ke Mina bisa selesai pada 07.30 Waktu Arab Saudi (WAS).

Dengan demikian jamaah lanjut usia (lansia) dan risiko tinggi (risti) memiliki waktu panjang untuk memulihkan energi di Mina. Di sisi lain, kata dia, Pemerintah Saudi juga sudah menetapkan kuota haji Indonesia sebesar 221 ribu orang pada 2025 sehingga penyelenggaraan ibadah haji berikutnya mesti disiapkan sejak dini.

Menag Yaqut juga meminta evaluasi terhadap kebijakan penerapan istitha’ah kesehatan. Pada tahun ini jumlah jamaah haji wafat ada 461 orang. Angka ini menurun dibanding tahun lalu dengan jumlah jamaah wafat mencapai 773 orang.

“Saya minta rakernas ini juga melakukan evaluasi terhadap kebijakan penerapan istitha’ah kesehatan dan membuat rekomendasi perbaikan untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025,” kata Menag Yaqut. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

908

Khutbah Jumat: Syukur, Sabar dan Optimis Dalam Menjalani Kehidupan

0
ilustrasi foto: freepik

Oleh: KH.Drs.Abdurahman Rasna,MA*

Khutbah Pertama:

 

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِىْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدىْ وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى خَاتَمِ اْلاَنْبِيَآءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ مُحَمَّدٍ وَّعَلى آلِهِ وَصَحْبِهِ أجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا. وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرً

 

أَمّا بَعْدُ :

فَيَا عِبَادَ الله، اُوْصِيْنِي نَفْسِي بِتَقْوَى الله، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. يَا أَيُّهَا الّذين آمنوا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Syukur dan puji  kita persembahkan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, Tuhan yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Sehingga Hari ini, kita dapat berkumpul di majelis Jumat ini untuk bersama-sama beribadah dan merenungi،  mensyukuri nikmat serta anugerah yang telah dikaruniakan-Nya kepada kita.

 

Shalawat dan salam kita sanjungkan untuk Junjunan kita, Kanjeng Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam beserta keluarga, para sahabat dan sekalian ummatnya hingga akhir zaman.

 

Selaku khatib berwasiat khusus kepada pribadi sendiri, juga kepada para hadirin sekalian, mari meningkatkan tingkatkan takwa kepada Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ dengan selalu menjalankan perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Di tengah krisis multidimensi yang menimpa bangsa kita ini, mulai dari krisis moral, krisis ideologi, krisis ekonomi, dan lain sebagainya, marilah renungkan firman Allah berikut ini:

 

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ، الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

 

Artinya: “Dan sungguh Kami uji kalian dengan sedikit rasa ketakutan, lapar, kekurangan harta benda, jiwa, buah-buahan. Dan berilah kabar gembira orang orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang ditimpa musibah, mereka mengatakan: Sesungguhnya kami milik Allah, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada-Nya. Mereka itulah orang yang akan mendapatkan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang mendapatkan hidayah. “  (QS Al-Baqarah: 155-157)

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Dari ayat tadi bisa kita telaah bahwa kehidupan manusia selalu berubah. Roda kehidupan selalu berputar, terkadang kita jumpai kemudahan dalam segala bidang, dan pada lain waktu, kita temukan kesulitan hidup. Di satu saat kita bisa bersedih, di saat lain kita bisa tiba-tiba menjadi gembira. Semua dinamika ini dinamakan sebagai ujian dari Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ agar iman bisa menjadi tebal, kedekatan kita kepada Allah akan selalu bertambah.

 

Dalam kitab matan Al-Kharidah al-Bahiyyah, Syekh Ahmad Dardir mendendangkan sebuah syair:

 

وَكُنْ عَلَى آلَائِهِ شَكُوْرًا، وَكُنْ عَلَى بَلاَئِهِ صَبُوْرًا

 

Artinya: Dan bersyukurlah atas nikmat-nikmat Allah, dan bersabarlah atas cobaan-cobaan-Nya.

 

Qasidah ini menjelaskan tentang tugas kita, agar pandai-pandai bersyukur atas karunia Allah. Anugerah yang diberikan tidak membuat kita lena tentang bagaimana cara menggunakan nikmat tersebut secara baik dan benar. Begitu pula sebaliknya. Pada waktu kita dikasih cobaan oleh Allah, tugas kita adalah bersabar.

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Macam-macam sikap sabar dalam Islam yang perlu kita ketahui :

– Sabar kepada kewajiban-kewajiban Allah, yaitu sabar dalam menjalankan setiap perintah dan kewajiban dari Allah SWT.

– Sabar dari larangan Allah, yaitu sabar dalam berusaha menghindari setiap hal yang dilarang oleh Allah SWT.

– Sabar terhadap musibah, yaitu sikap sabar dalam setiap menghadapi ujian hidup, terus semangat dan tidak mudah menyerah.

 

Imam Al Qusyairi dalam kitabnya menyebutkan bahwa sabar juga terbagi menjadi dua, yaitu sabar terhadap sesuatu yang sedang diupayakan dan sabar terhadap sesuatu yang ada tanpa diupayakan.

– Sabar terhadap sesuatu yang diupayakan, merujuk pada sabar dalam menjalankan syariat yang diperintahkan oleh Allah SWT dan menghindari berbagai larangannya. Sabar ini bisa berupa sabar dalam menjalankan kewajiban ibadah salat di awal waktu, sabar dalam menjalankan amalan sunah, seperti salat dhuna meskipun kondisi ekonomi belum juga membaik.

 

– Selain itu juga bisa berupa sabar dalam mendahulukan salat berjemaah, sabar dalam menghindari ajakan teman yang merujuk pada kesenangan semata, sabar dalam menghindari setiap perbuatan yang mengarah kepada kemaksiatan.

– Sabar terhadap apa yang tidak diupayakan yaitu sabar dalam menjaga diri tetap bugar dan berseri dalam menghadapi segala kondisi yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Di mana, terkadang beberapa kondisi yang tidak terpikirkan sebelumnya justru terjadi dan harus dihadapi. Dengan menerapkan sikap sabar, situasi seberat apapun akan lebih mudah dilewati.

 

Kita harus selalu ber-husnuzhan kepada Allah. Kita perlu yakin, Allah akan memberikan kemudahan, mungkin saja nanti atau di kemudian hari.

 

Allah berfirman:

 

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ، إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

 

Artinya: “Sesungguhnya bersama kesulitan, ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan, ada kemudahan.”  (QS As-Syarh: 5-6.)

 

Di ayat ini, Allah mengulangi tentang kebersamaan antara kesulitan pasti akan ada kemudahan, itu pasti. Bahkan Allah mengulangi sampai dua kali. Kita tidak boleh meragukan firman Allah ini. Dan dalam sebuah hadits qudsi, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas Radliyallâhu Anh, Allah berfirman:

 

خَلَقْتُ عُسْرًا وَاحِدًا وَخَلَقْتُ سَيْرَيْنِ

 

Artinya: Allah berfirman: Aku ciptakan kesulitan satu, tetapi di situ pula aku ciptakan dua kemudahan.

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Sekarang, di antara kita mungkin sedang bertani, namun gagal panen. Atau panen sukses tapi harganya tidak sesuai harapan. Yang menjadi pelajar, nilai yang diperoleh kurang sesuai harapan. Yang kerja kantor, ada masalah di tempat kerja. Yang berdagang ditipu orang. Hal tersebut bisa saja menimpa kita. Di saat-saat demikian, kita tetap harus menata hati untuk memosisikan Allah pada dugaan yang selalu baik. Dalam hadits qudsi, Allah menyebutkan:

 

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِيْ بِيْ

 

Artinya: “Aku itu berada pada posisi dugaan hamba kepada-Ku.”

 

Maksudnya, jika meyakini Allah tidak akan bisa menyelesaikan masalah kita, masalah pun tidak akan kelar. Apabila yakin bahwa Allah bisa menyelesaikan urusan kita yang menurut ukuran itu sangat rumit, Allah pun akan menyelesaikan problem tersebut dengan skenarionya yang indah.

 

Maka yang patut dipanjatkan kepada Allah bukan kalimat: “Ya Allah, masalahku sungguh besar.” Bukan. Namun, dengan kalimat: “Masalah! Allah-ku maha paling besar.” Seberapa besar masalah, Allah lebih agung daripada masalah kita.

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Perihal kesulitan, dari Ibnu Mas’ud menyebutkan:

 

وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَوْ كَانَ الْعُسْرُ فِيْ حُجْرٍ لَطَلَبَهُ الْيُسْرُ حَتَى يَدْخُلَ عَلَيْهِ وَلَنْ يَغْلِبَ عُسْرٌ يُسْرًا

 

Artinya: “Demi Allah, seandainya kesulitan, keterpurukan, kegagalan itu berada dalam suatu lubang, pasti kemudahan akan mencarinya hingga bisa merangsek masuk. Dan kesulitan tidak akan bisa mengalahkan kemudahan. Dalam arti, kemudahan pasti akan menang”.

 

Solusi terbaik menghadapi hidup adalah optimis. Hal tersebut sebagaimana keterangan berikut ini:

 

اَلْيَقِيْنُ اَلْعِلْمُ كُلُّهْ

 

Artinya: Optimisme merupakan sumber keilmuan apa saja.

 

Mari kita bangun optimisme, sembari sambil membenahi kekurangan-kekurangan yang ada pada diri, kita evaluasi sikap dan kinerja dengan tetap mengutamakan doa, munajat kepada Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ yang rajin, shalat malam, supaya masalah diselesaikan oleh Allah dengan cara-Nya yang indah, insyaallah akan diberikan jalan keluar dari aneka krisis tersebut.

 

Rasulullah Shallalâhu Alaihi Wasallam bersabda:

 

أَفْضَلُ الْعِبَادَةِ إِنْتِظَارُ الْفَرَجِ

 

Artinya: Sebaik-baik ibadah adalah menanti kegembiraan.

 

Yang dimaksud Rasulullah kira-kira adalah optimisme menyambut datangnya kebahagiaan itu merupakan ibadah yang agung. Bagaimana kalau tidak agung apabila semua umat muslim di muka bumi ini berputus asa, tidak ada yang mau berusaha. Padahal putus asa merupakan suatu hal yang harus dihindari. Lawan kata putus asa adalah optimisme dan keyakinan yang tangguh.

 

Pesan Nabi Ya’qub kepada anak-anaknya yang disebutkan dalam al-Quran bisa dijadikan sebagai pegangan:

 

وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

 

Artinya: “Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang kafir.”  (QS Yusuf: 87).

 

Dengan demikian, ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari khutbah kali ini: Pertama, semua orang akan dipenuhi rasa jika tidak sedang bahagia, maka sedang berduka. Jika bahagia, sikapnya harus bersyukur, jika berduka harus bersabar. Kedua, berdoa atau memohon kepada Allah dengan penuh optimisme karena hal tersebut sangat penting.

 

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

 

Artinya: “Jika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku sangat dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.”  (QS Al-Baqarah: 186.)

 

Dalam cerita Nabi Yunus saat dia ditelan oleh ikan, berkat doa yang dipanjatkan, Allah kemudian mengabulkan. Dzin Nun atau yang terkenal dengan nama Nabi Yunus pun akhirnya bisa keluar dari perut ikan. Hal ini juga sebagaimana sabda Rasulullah yang diriwayatkan Said bin Abi Waqash sebagai berikut:

 

دَعْوَةُ ذِي النُّوْنِ إِذَا دَعَا رَبَّهُ وَهُوَ فِيْ بَطْنِ الْحُوْتِ: لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَك َإِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ. لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِيْ شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتُجِيْبَ لَهُ

 

Artinya: Doa Nabi Yunus ketika berada di perut ikan yang besar adalah ‘Lâ ilâha illâ anta, subhânaka innî kuntu minazh zhoolimîn.’ Tidak ada seorang muslim satu pun yang berdoa memakai kalimat itu kecuali dikabulkan doanya.

 

Ketiga, pentingnya berhusnuzhan kepada Allah Ta’âlâ karena berprasangka baik merupakan kunci kebahagiaan. Keempat, bagi orang yang sedang dirundung duka, penuh cobaan hidup, hendaknya memperbanyak doa:

 

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَك َإِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ

 

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكريم

 

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيْمُ

 

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ رَبُّ العَرْشِ العَظِيْمُ

 

Atau

 

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ

 

Atau boleh juga:

 

الله الله رَبِّي لَا أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا

 

Semoga kita tergolong orang-orang yang diberikan anugerah bisa mensyukuri aneka macam nikmat Allah. Andai saja kita diberi cobaan, semoga kita dianugerahi sabar dan optimisme serta pribadi yang selalu dekat kepada Allah baik dalam keadaan suka maupun duka.

 

بارك الله لى ولكم فى القرأن العظيم، ونفعني واياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم وتقبل مني ومنكم تلاوته أنه هو السميع العليم. إنه هو البر التواب الرؤوف الرحيم.

وقل رب اغفر وارحم وأنت ارحم الراحمين

 

Khutbah Kedua:

 

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَناَ أَنْ نُصْلِحَ مَعِيْشَتَنَا لِنَيْلِ الرِّضَا وَالسَّعَادَةِ، وَنَقُوْمَ بِالْوَاجِبَاتِ فِيْ عِبَادَتِهِ وَتَقْوَاهْ

 

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الذي لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وبارك عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَاصَحْابِهِ ومن تبع هداه إلى يوم القيامة.

 

أَمَّا بَعْدُ : فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

 

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

 

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

 

*penulis adalah anggota Komisi Dakwah MUI Pusat dan anggota Bidang Dakwah PB MA serta Pembina pesantren di Banten

 

5

Red: admin

Editor: iman

896