Beranda blog Halaman 16

MUI Haramkan Penggunaan Hasil Investasi Setoran Awal Biaya Haji Untuk Membiayai Penyelenggaraan Haji Jamaah Lain.

0
ilustrasi foto: republika.co.id

PERCIKANIMAN.iD – – Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa Se-Indonesia VIII Nomor 09/Ijtima’Ulama/VIII/2024 menyampaikan keputusannya mengharamkan penggunaan hasil investasi setoran awal biaya haji (Bipih) untuk membiayai penyelenggaraan haji jamaah lain.

 

Merespons hal itu, anggota Badan Pelaksana BPKH Bidang Keuangan, Amri Yusuf menegaskan BPKH selama ini telah melaksanakan pengelolaan keuangan haji berdasarkan akad wakalah sebagai landasan syariah dari jamaah yang memercayakan pengelolaan keuangan hajinya kepada BPKH.

 

“BPKH akan tetap patuh terhadap peraturan perundangan yang menyatakan dana haji dikelola dengan prinsip syariah sesuai Pasal 2 UU No. 34 Tahun 2014,” ujar Amri dalam acara BPKH Connect di Jakarta, Kamis (1/8/2024).

 

“Kami mengajak semua pihak untuk mempelajari fatwa MUI tersebut dengan teliti agar memperoleh pemahaman yang menyeluruh untuk mencegah terjadinya multitafsir,” ucap Amri.

 

Implementasi Fatwa MUI tersebut akan dibahas bersama pemerintah dan DPR, untuk merumuskan skema Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang selaras dengan Fatwa MUI, sambil tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas serta tidak memberatkan jamaah yang akan berangkat pada tahun 2025 dan selanjutnya.

 

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 5 Tahun 2018, Pasal 37 Ayat 5,  pembagian proporsi penggunaan nilai manfaat atau hasil investasi setoran awal  harus mendapatkan persetujuan DPR.

 

“BPKH tengah merancang skema untuk mengurangi proporsi subsidi nilai manfaat dalam BPIH secara gradual, dan memberikan prosentase nilai manfaat yang lebih besar kepada jemaah tunggu agar tercapai skema self financing,” kata Amri Yusuf.

 

Sebelumnya, MUI menerbirkan fatwa haram terkait dana investasi haji. MUI mengharamkan hasil investasi setoran awal Bipih calon jamaah haji untuk membiayai penyelenggaraan haji jamaah lain.

 

Hal ini termaktub dalam Fatwa MUI nomor 09/Ijatima Ulama/VIII/2024 tentang Hukum Memanfaatkan Hasil Investasi Setoran Awal Bipih Calon Jamaah Haji untuk Membiayai Penyelenggaraan Haji Jamaah Lain.

 

“Hukum memanfaatkan hasil investasi setoran awal BIPIH calon jamaah haji untuk membiayai penyelenggaraan haji jemaah lain adalah haram,” dikutip dari buku ‘Konsensus Ulama Fatwa’ yang diterbitkan MUI. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

986

Imam Masjid Al Aqsa Ditangkap, MUI Minta Dunia Hukum dan Kucilkan Israel

0
Syekh Ekrima Sabri
Syekh Ekrima Sabri ( foto: aljazeera)

PERCIKANIMAN.iD – – Penangkapan Israel terhadap Imam Besar Masjid Al-Aqsa Syekh Ekrima Sabri pada Jumat (2/8/2024) kemarin benar-benar mencerminkan kesewenang-wenangan. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Anwar Abbas mengatakan, Israel benar-benar sudah tidak menghormati keyakinan umat Islam.

“Pemerintah Israel sudah tidak lagi menghormati ajaran agama dan keyakinan dari umat Islam serta sudah tidak lagi memperhatikan sama sekali nilai-nilai perikemanusiaan dan perikeadilan,” ujar Buya Anwar dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/8/2024)

Buya Anwar menjelaskan, Israel menangkap sang imam besar setelah memimpin sholat ghaib untuk Ismail Haniyeh, seorang tokoh Palestina dan pemimpin Hamas yang dibunuh sewaktu yang bersangkutan berkunjung ke Teheran dalam rangka pelantikan presiden baru Iran.

“Oleh karena itu kita berharap agar masyarakat dunia memberikan hukuman terhadap Israel dengan mengucilkan negara zionis itu dari pergaulan dunia dan menghentikan segala bentuk perdagangan dengan negara terorist tersebut  baik dalam bentuk ekspor maupun impor,” ucap dia.

Menurut Buya Anwar, sudah waktunya bagi masyarakat dunia untuk memberikan pelajaran kepada Israel agar negara tersebut menghentikan segala tindakan biadab yang dilakukannya dan mengembalikan tanah serta wilayah yang didudukinya kepada rakyat Palestina.

“Karena dengan cara seperti itulah perdamaian dan hidup berdampingan secara damai di kawasan tersebut akan dapat diwujudkan,” kata Buya Anwar.

Sebelumnya, tentara Israel menangkap khatib Masjid al-Aqsa, Ekrima Sabri, dari rumahnya setelah ia memuji pemimpin biro politik Hamas yang syahid, Ismail Haniyeh. Pasukan penjajah Israel menangkap Syeikh Ekrima Sabri di lingkungan Sawaneh, kota al-Tur, sebelah timur al-Quds yang terjajah.

Dilaporkan Almayadeen, Syeikh Sabri ditangkap karena ia memberikan penghormatan kepada martir kepala politbiro Hamas, Ismail Haniyeh, beberapa hari setelah ia dibunuh oleh pasukan penjajah Israel. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

906

FUUI Desak MUI dan Lembaga Islam Internasional Fatwa Mati atas Benyamin Netanyahu

0
Athian Ali FUUI
KH.Athian Ali selaku Ketua FUUI (tengah ) membacakan pernyataan sikap ( foto: dok.fuui )

PERCIKANIMAN.iD – – Pemimpin  sekaligus Kepala Brio Politik Hamas Ismail Haniyeh meninggal pada Rabu (31/7/2024) dinihari waktu setempat. Ia meninggal saat beristirahat di Teheran, Iran yang diduga dibunuh agen intel Israel.

 

Menanggapi hal tersebut Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI) menyatakan bahwa pembuhuhan keji Ketua Biro Politik HAMAS Syekh Ismail Haniyeh di Teheran saat menghadiri Pelantikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian sangat memprihatinkan dan telah  menimbulkan duka dunia.

 

Selain itu menurut FUUI serangan pengecut Zionis Israel ke tempat menginap Haniyeh di Kompleks Neshat  yang dioperasikan Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) adalah hasil penyusupan agen Mossad yang diduga bekerjasama dengan orang dalam Iran.

 

“Zionis Israel telah gagal melumpuhkan apalagi mengalahkan pasukan HAMAS di Gaza dan serangan membabi buta termasuk pembuhuhan Syekh Ismail Haniyeh adalah cermin dari sikap frustrasi Zionis atas kegagalan di medan pembantaian dan lobi Internasional Yahudi, ” ujar Ketua FUUI KH Athian Ali M Da’i, Lc MA di Masjid Al Fajr Kota Bandung, Sabtu (3/8/2024)

 

Kyai Athian menambahkan bahwa International Criminal Court (ICC) di Den Haag telah memerintahkan penangkapan atas PM Israel Benyamin Netanyahu yang didakwa  memimpin genosida di Gaza. Netanyahu adalah penjahat perang yang telah melakukan kejahatan kemanusiaan (crime against humanity).

 

“Dunia khususnya dunia Islam harus bersatu melawan kejahatan Zionis Israel pimpinan Benyamin Netanyahu dengan bantuan nyata maupun boikot produk Israel serta  memberi sanksi moral dan agama berupa fatwa mati atas Benyamin Netanyahu,”imbuhnya.

 

Atas dasar hal-hal tersebut, maka Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI) menyatakan sikap sebagai berikut :

 

Pertama, turut berduka cita dan mengutuk keras pembunuhan keji Zionis Israel atas Syekh Ismail Haniyeh yang sedang berada di Teheran Iran dan berdo’a agar Asy Syahid Syekh Ismail Haniyeh dimasukkan Allah ke dalam Surga Jannatun Naim.

 

Kedua, mendesak dunia Internasional khususnya Pemerintah Iran untuk menyelidiki seksama pembunuhan tersebut dengan tidak menutup kemungkinan keterlibatan orang dalam Iran yang bekerjasama dengan Mossad Israel.

 

Ketiga, mendukung Keputusan ICC yang memerintahkan penangkapan Benyamin Netanyahu dan menetapkan sebagai pelaku kejahatan atas kemanusiaan (crime against humanity).

 

“Keempat, meminta dan mendesak MUI dan lembaga Islam Internasional untuk mengeluarkan fatwa mati atas Benyamin Netanyahu. FUUI dengan bertawakal kepada Allah memfatwakan mati atas PM Israel Benyamin Netanyahu,”tegas Kyai Athian

 

Kelima, mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia khususnya umat Islam untuk menetapkan BDS atau boikot, divestasi dan sanksi atas produk Israel dan lembaga-lembaga yang terafiliasi dengan Zionis Israel. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

847

 

 

Langkah Nyata Dukung Palestina, Unisa Bandung Berikan Beasiswa Full untuk Generasi Muda Palestina  

0
Peduli Palestina
Acara webinar Unisa Bandung ( foto: dok.unisa)

PERCIKANIMAN.iD – –  Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Bandung telah mengambil langkah konkrit dalam mendukung perjuangan Palestina dengan memberikan beasiswa penuh kepada dua calon mahasiswa Palestina yang akan berkuliah di prodi S1 Keperawatan hingga Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Unisa Bandung.

 

Plh Rektor Unisa Bandung, Dr. Sitti Syabariyah, S.Kp., MS.Biomed, mengatakan bahwa langkah ini diambil guna memastikan sumber daya manusia di Palestina mendapatkan pendidikan yang berkualitas serta menghasilkan tenaga kesehatan yang profesional.

 

“Pemberian beasiswa ini kami berikan secara penuh kepada calon mahasiswa Palestina mulai dari pendidikan S1 Keperawatan hingga mereka lulus profesi Ners, calon mahasiswa ini akan kami didik menjadi ners yang profesional” terang Dr. Sitti, Selasa (30/07/2024).

 

Dr. Sitti mengatakan bahwa program pemberian beasiswa untuk rakyat Palestina ini bukan hanya bukti nyata dari komitmen Unisa Bandung terhadap pendidikan yang inklusif dan berkualitas tetapi juga sebagai bentuk dukungan solidaritas kepada Palestina.

 

“Dengan progam beasiswa ini, kami dari Unisa Bandung berharap dapat memberikan harapan baru dan kesempatan lebih baik bagi generasi muda Palestina untuk meraih masa depan yang lebih cerah.”

 

Selain itu, Dr. Sitti juga menegaskan bahwa dengan adanya program beasiswa ini Unisa Bandung sebagai instusi pendidikan tidak hanya berfokus pada prestasi akademik saja tetapi juga pada misi kemanusiaan dan solidaritas global.

 

Diakhir, Dr. Sitti menyampaikan pesan hangat kepada calon mahasiswa Palestina dan keluarganya.

 

“Selamat datang di Unisa Bandung, saudari. Salam kasih sayang dari kami sivitas akademika Unisa Bandung, untuk seluruh rakyat Palestina.”

 

Unisa Bandung telah melakukan penandatanganan MoU beasiswa untuk mahasiswa Palestina secara hybrid. Penandatanganan MoU ini dilakukan langsung oleh Plh Rektor serta calon mahasiswa asal Palestina yang didampingi oleh orang tua yang juga disaksikan oleh bagian akademik dan kemahasiswaan, bagian kerjasama dan kantor urusan internasional, Selasa (30/07/2024)

5

Red: admin

Editor: iman

980

MUI Usul Masa Tinggal Jamaah Haji Lansia dan Risti di Saudi Diperpendek

0
haji dan jamaah
Jamaah Haji lansia ( ilustrasi foto: kemenag)

PERCIKANIMAN.iD — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengusulkan agar masa tinggal jamaah haji lanjut usia (lansia) dan dengan risiko tinggi (risti) di tanah suci diperpendek guna mengurangi faktor kelelahan serta kematian.

“Dengan memperpendek masa tinggalnya, jamaah haji lansia dan risti akan terhindar dari faktor kelelahan,” ujar Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Zainut Tauhid Sa’adi di Jakarta, Senin (29/7/2024).

MUI, kata dia, bersyukur rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024 telah berakhir dan berjalan dengan lancar tanpa ada halangan yang berarti. Meskipun masih ada kekurangan, namun MUI menilai kekurangan tersebut masih dalam batas yang bisa ditoleransi.

“Untuk itu MUI memberikan apresiasi kepada Kemenag atas suksesnya penyelenggaraan rangkaian ibadah haji tahun ini,” kata Zainut.

Berdasarkan laporan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama ada 461 haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi pada operasional haji tahun ini. Mereka terdiri atas 441 haji reguler dan 20 haji khusus.

Mayoritas yang wafat berada pada rentang usia 71 tahun ke atas jumlahnya mencapai 207 orang. Pada urutan berikutnya, rentang usia 61 hingga 70 (149 orang), rentang usia 51-60 (85 orang), dan rentang usia 31-50 (20 orang).

“Kasus kematian ini masih didominasi jamaah haji lanjut usia (lansia). Hampir seluruh jamaah haji yang meninggal di tanah suci ini juga termasuk dalam kategori kesehatan risiko tinggi (risti). Tercatat hanya ada 34 orang yang tidak termasuk risti,” kata dia.

Menurutnya, meskipun tren kasus kematian jamaah haji Indonesia di tanah suci ini menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu, yakni pada tahun 2023 haji meninggal dunia di Tanah Suci berjumlah 775 orang. Sementara pada tahun 2024 berjumlah 461 orang.

Tetapi, MUI memandang angka tersebut masih tergolong tinggi dan harus terus ditekan pada penyelenggaraan berikutnya.

“Menurut hemat kami, angka kematian 461 orang haji masih terlalu tinggi dan kami berharap tahun depan masih bisa ditekan lebih kecil,” kata dia.

MUI mengusulkan agar jamaah lansia dan risti diberikan diskresi atau program khusus dengan memperpendek masa tinggal di Tanah Suci menjadi 10-15 hari saja, tidak seperti jamaah lainnya yang mencapai 40 hari.

“Disamping itu, akan lebih memudahkan melakukan kontrol kesehatan mereka sehingga dapat mengurangi risiko kematian,” kata Zainut. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

908

 

Khutbah Jumat: Mengenali 6 Penyebab Hati Yang Rusak

0

Oleh: KH.Drs.Abdurahman Rasna,MA*

Khutbah Pertama:

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي شَرَحَ صُدُوْرَ الْمُوَفَّقِيْنَ بِأَلْطَافِ بِرِّهِ وَآلَائِهِ، وَنُوْرِ بَصَائِرِهِمْ بِمُشَاهَدَةِ حُكْمِ شَرْعِهِ وَبَدِيْعِ صَنْعِهِ وَمُحْكَمِ آيَاتِهِ، وَأَلْهَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوَى، وَكَانُوا أَحَقَّ بِهَا وَأَهْلَهَا، فَسُبْحَانَهُ مَنْ إِلَهٌ عَظِيْمٌ، وَتَبَارَكَ مَنْ رَبٌ وَاسِعٌ كَرِيْمٌ، وَأَشْهَدُ أَن لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، فِي أَسْمَائِهِ، وَصِفَاتِهِ، وَأَفْعَالِهِ، وَخَيْرَاتِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَشْرَفُ رُسُلِهِ وَخَيْرِ بَرِيَاتِهِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ فِي غَدَوَاتِ الدَّهْرِ وَرُوحَاتِهِ   قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَهُوَ أَصْدَقُ الْقَائِلِيْنَ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ، أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ. وَقَالَ النَّبيُّ صَلَّى اللهِ علَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْهُ بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ وَصَدَقَ رَسُوْلُهُ الْحَبِيْبُ الْكَرِيْمُ وَنَحْنُ عَلَى ذَلِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ وَالشَّاكِرينَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ

Hadirin yang dirahmati Allah 

Pertama-tama marilah kita memanjatkan puja dan puji syukur kepada Allah swt. Dialah Dzat yang tidak pernah berhenti melimpahkan rahmat, nikmat dan karunia-Nya kepada kita semua. Terutama nikmat Islam dan iman, sehingga kita tetap beriman dengan akidah yang kuat.

Shalawat beserta salam biqauli Allahumma shalli ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad, tidak lupa kita selalu haturkan di manapun dan kapanpun, karena dengan membaca shalawat kepada Baginda Nabi Muhammad merupakan salah satu bukti kita mencintai-Nya.

Pada kesempatan yang mulia ini, khatib tidak akan pernah bosan untuk selalu mengingatkan kepada para jamaah shalat Jumat, untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah swt, yakni dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

 

Hadirin rahimakumullah

Manusia merupakan mahkluk yang istimewa dengan segala perangkat yang diberikan Allah swt, baik perangkat keras (jasad) maupun perangkat lunak (akal dan hati). Semua perangkat tersebut senantiasa memiliki tujuan dan kemanfaatan bagi tubuh manusia itu sendiri. Semua perangkat harus dijaga dan dilestarikan dengan baik, karena jika tidak, maka akan rusak dan tidak berfungsi sebagaimana semestinya.

Hati dalam Islam merupakan perangkat lunak yang mempengaruhi perangkat keras (jasad), sehingga apa yang terjadi pada hati maka akan berdampak pada jasad. Jika hati baik, maka baiklah anggota badan yang lain. Jika hati rusak, maka rusak pula yang lainnya. Dari An-Nu’man bin Basyir ra, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim bahwa Nabi saw bersabda:

 

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Artinya: Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung) “ (HR Bukhari nomor 52 dan Muslim nomor 1599).

Hati yang baik merupakan hati yang selalu takut kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, dan selalu mengharapkan rahmat-Nya. Jika hati manusia rusak, karena tidak ada rasa takut kepada Allah, dan tidak ada khawatir akan siksa-Nya, maka seluruh badan akan ikut rusak, yakni gampang melakukan kemaksiatan.

Oleh karena itu, kita sebagai umat muslim diperintahkan untuk selalu meminta kepada Allah agar dikaruniakan hati yang baik. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw ketika meminta kepada Allah swt dalam doanya agar memiliki hati yang baik dan terus dijaga dalam kebaikan. Beliau berdoa:

 

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alaa diinik

Artinya: Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.

Hadirin rahimakumullah

Sehebat-hebatnya dan sekuat-kuatnya hati untuk selalu istikamah, pasti ada rintangannya, karena kita sebagai umat Nabi Muhammad tidaklah maksum sebagainama para Nabi dan Rasul. Sehingga kita sepanjang hidupnya pasti banyak melakukan kemaksiatan, salah satu penyebabnya karena kelalaian hati kita terhadap Allah Subhanahu wa ta’ala.

Diriwayatkan dalam kitab Nashoihul Ibad karya Syekh Imam Nawawi al-Bantani (1813-1897) Syekh Hasan Al-Bashri berkata: Sesungguhnya rusaknya hati itu disebabkan 6 hal:

وعن الحسن البصري أنه قال: إن فسادالقلوب عن ستة أشياء ، أولها: يذنبون برجاء اتوبة، ويتعلمون العلم ولا يعملون، وإذا عملوا لا يخلصون، ويأكلون رزق الله ولا يشكرون، وما يرضون بقسمة الله، ويدفنون موتاهم ولا يعتبرون

Artinya: “Yakni sengaja berbuat dosa dengan harapan kelak taubatnya diterima, mempelajari ilmu namun tidak mau mengamalkannya, ketika beramal tidak Ikhlas, memakan rezeki Allah namun tidak mensyukurinya, tidak ridha (puas) dengan pemberian Allah, dan mengubur jenazah namun enggan mengambil pelajaran dari kematian mereka.

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Pertama, sengaja berbuat dosa dengan harapan kelak taubatnya diterima.

Pernyataan tersebut berarti sama saja meremehkan dosa, dan ketika kita meremehkan dosa, meskipun dosa yang ringan maka dosa tersebut menjadi besar di sisi Allah. Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

عَنْ أَنَسٍ – رضى الله عنه – قَالَ إِنَّكُمْ لَتَعْمَلُونَ أَعْمَالاً هِىَ أَدَقُّ فِى أَعْيُنِكُمْ مِنَ الشَّعَرِ ، إِنْ كُنَّا نَعُدُّهَا عَلَى عَهْدِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – الْمُوبِقَاتِ

Artinya: “Dari Anas ra, ia berkata, sesungguhnya kalian melakukan suatu amalan dan menyangka bahwa itu lebih tipis dari rambut. Namun kami menganggapnya di masa Nabi saw sebagai sesuatu yang membinasakan” (HR Bukhari nomor 6492).

Maka dari itu, apa yang kita anggap kecil bisa jadi besar di mata Allah, meski diperumpamakan dosa itu lebih tipis dari rambut. Karena dosa kecil juga diremehkan maka lama-lama juga menumpuk menjadi besar. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Batthol:

الْمُحَقَّرَاتُ إِذَا كَثُرَتْ صَارَتْ كِبَارًا مَعَ الْإِصْرَار

Artinya: Sesuatu dosa yang dianggap remeh bisa menjadi dosa besar, ditambah lagi jika terus menerus melakukan dosa.

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

Kedua,  mempelajari ilmu namun tidak mau mengamalkannya.

Mencari ilmu merupakan kewajiban bagi setiap mukmin laki-laki dan perempuan, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad saw yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari sahabat Anas bin Malik:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya: “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” (HR Ibnu Majah nomor 224).

Akan tetapi yang menjadi permasalahan adalah, banyak umat Muslim sudah menuntut ilmu namun tidak mau mengamalkannya. Sehingga ilmu tersebut hanya sekedar teori bukan praktek. Padahal ilmu yang tidak diamalkan, bagaikan pohon tidak berbuah, sebagaimana yang diucapkan oleh para pepatah Arab. Di dalam kitab Hiyatul Auliya, bahwa Malik bin Dinar berkata:

من طلب العلم للعمل وفقه الله ومن طلب العلم لغير العمل يزداد بالعلم فخرا

Artinya: Barangsiapa yang mencari ilmu (agama) untuk diamalkan, maka Allah akan terus memberi taufik padanya. Sedangkan barangsiapa yang mencari ilmu, bukan untuk diamalkan, maka ilmu itu hanya sebagai kebanggaan (kesombongan) (Hilyatul Auliya’, 2: 378).

Dalam perkataan lainnya, Malik bin Dinar juga berkata:

إذا تعلم العبد العلم ليعمل به كسره علمه وإذا تعلم العلم لغير العمل به زاده فخرا

Artinya: “Jika seorang hamba mempelajari suatu ilmu dengan tujuan untuk diamalkan, maka ilmu itu akan membuatnya semakin merunduk. Namun jika seseorang mempelajari ilmu bukan untuk diamalkan, maka itu hanya akan membuatnya semakin sombong (berbangga diri)” (Hilyatul Auliya’, 2: 372).

معاشر  المسلمين رحمكم الله

Ketiga, yakni ketika beramal tidak ikhlas.

Beramal merupakan perbuatan yang baik, karena akan memberikan kebaikan bagi dirinya dan sekelilingnya, tetapi kadang juga beramal menjadi tidak bermakna dan berpahala ketika tidak dilandasi dari rasa ikhlas. Atau bahasa sekarang hanya sekedar pencitraan dan pansos semata. Dan ketika seseorang tidak memiliki rasa ikhlas, maka hatinya akan bermasalah yakni mengidap penyakit hati bernama ria, ingin dipuji dan sombong. Andaikata tidak ada yang memujinya ia akan tersinggung dan malas beramal kembali.

 

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Umamah ra, beliau berkata: Datang seorang lelaki kepada Rasulullah saw dan bertanya, “Bagaimana menurut engkau (ya Rasulullah) jika ada seorang yang berperang untuk mengharapkan pahala dan sekaligus ingin disebut namanya (sebagai pahlawan), apa yang ia dapatkan? Rasulullah saw bersabda, “Ia tidak mendapatkan apa-apa”.Lelaki tadi mengulangi pertanyaannya hingga tiga kali. Rasulullah saw tetap bersabda, “Ia tidak mendapatkan apa-apa”. Lalu Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah swt tidak menerima amalan kecuali yang ikhlas mengharapkan wajah-Nya”.

 

 

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Umamah ra, beliau berkata: Datang seorang lelaki kepada Rasulullah saw dan bertanya, “Bagaimana menurut engkau (ya Rasulullah) jika ada seorang yang berperang untuk mengharapkan pahala dan sekaligus ingin disebut namanya (sebagai pahlawan), apa yang ia dapatkan? Rasulullah saw bersabda, “Ia tidak mendapatkan apa-apa”.Lelaki tadi mengulangi pertanyaannya hingga tiga kali. Rasulullah saw tetap bersabda, “Ia tidak mendapatkan apa-apa”. Lalu Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala tidak menerima amalan kecuali yang ikhlas mengharapkan wajah-Nya”.

 

Hadits di atas dan hadits-hadits lainnya menunjukkan bahwa seorang mukmin tidak akan diterima amalannya jika ia tidak karena mengharap ridha Allah Subhanahu wa ta’ala dari amalannya tersebut. Karena segala sesuatu yang disandarkan kepada Allah, maka akan membuahkan keikhlasan yang mendalam.

 

Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Nabi Abu Hurairah:

 

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص : اِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ اِلىَ اَجْسَامِكُمْ وَلاَ اِلىَ صُوَرِكُمْ وَ لٰكِنْ يَنْظُرُ اِلىَ قُلُوْبِكُمْ. مسلم

 

Artinya: “Dari Abu Hurairah ra, ia berkata Rasulullah saw pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat (menilai) keikhlasan hatimu” (HR Muslim).

 

Juga disebutkan dalam hadits yang lain bahwasanya:

 

وَ رَوَى اْلبُخَارِيُّ وَ مُسْلِمٌ: لَوْ اَنَّ اَحَدُكُمْ يَعْمَلُ فىِ صَخْرَةٍ صَمَّاءَ لَيْسَ لَهَا بَابٌ وَ لاَ كَوَّةٌ لَخَرَجَ عَمَلُهُ كَائِنًا مَا كَانَ. متفق عليه

 

Artinya: “Seandainya salah seorang di antara kamu melakukan suatu perbuatan di dalam gua yang tidak ada pintu dan lubangnya, maka amal itu tetap akan bisa keluar (tetap dicatat oleh Allah) menurut keadaannya “ (HR Bukhari dan Muslim).

 

معاشر  المسلمين رحمكم الله

 

Keempat,  yang bisa merusak hati adalah memakan rezeki Allah namun tidak mensyukurinya.

 

Rezeki merupakan karunia Allah Subhanahu wa ta’ala yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya, jadi sudah sepantasnya kita semua untuk selalu mensyukuri dari setiap apapun yang diberikan kepada kita. Rasulullah bersabda yang diriwayatkan oleh Ahmad dari An Nu’man bin Basyir:

مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ

 

Artinya: “Barang siapa tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak” (HR Ahmad, 4/278).

 

Hadits ini benar sekali. Bagaimana mungkin seseorang dapat mensyukuri rezeki yang banyak, jika rezeki yang sedikit saja tidak mampu disyukuri. Hal ini juga dikuatkan di dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 172:

 

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُلُوا۟ مِن طَيِّبَٰتِ مَا رَزَقْنَٰكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِلَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

 

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah” (QS Al-Baqarah: 172).

 

Akan tetapi, jika kita yang telah diberikan nikmat oleh Allah swt melupakan nikmat-Nya dan enggan bersyukur, maka Allah akan memberinya azab yang berat. Sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 7:

 

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

 

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat” (QS Ibrahim: 7).

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Yang kelima, selalu merasa tidak puas/tidak ridha dengan pemberian Allah.

 

Ridha dengan pemberian Allah merupakan sifat qanaah yang akan membuat hati seseorang merasa cukup dan merasa puas dengan rezeki yang dia miliki. Ia juga tidak akan menuntut lebih terhadap apa yang sudah ada di tangannya. Karena bagi mereka harta dan segala yang diberikan Allah merupakan titipan semata. Diriwayatkan oleh Thabrani bahwa Rasulullah saw bersabda:

 

الْقَنَاعَةُ كَنْزٌ لاَ يَفْنى

 

Artinya: Qanaah merupakan kekayaan yang tidak pernah musnah (dalam ath-Thabrani, al-mu’jam al-Ausath, 7/84).

 

Hadits di atas menunjukkan sifat qanaah menjadi salah satu modal untuk menggapai kehidupan yang lebih lapang, nyaman, dan tentram. Sebaliknya, sifat tamak menjadi ladang kerugian dan juga kehinaan bagi manusia. Sebagaimana yang tertulis dalam kitab an-Nihayah fi Gharib al-Hadits:

 

عَزَّ عَنْ قَنَعَ، وَذلَّ مَنْ طَمَعَ

 

Artinya: Sungguh mulia orang yang qanaah, dan sungguh hina orang yang tamak (dalam ibnu al-Atsir, an-Nihayah fi Gharib al-Hadits).

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

 Keenam, yakni mengubur jenazah namun enggan mengambil pelajaran dari kematian mereka.

 

Kematian adalah takdir seluruh makhluk, manusia ataupun jin, hewan ataupun makhluk-makhluk lain, baik lelaki atau perempuan, tua ataupun muda, baik orang sehat ataupun sakit. Seperti dalam firman Allah Ta’ala berikut ini (yang artinya): Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan (QS. Ali Imran: 185).

 

Sebaik-baik manusia merupakan yang dapat mengambil hikmah dari peristiwa kematian, karena kematian bukan hanya sekedar takdir melainkan hikmah dan nasihat dari Tuhan untuk yang masih hidup. Karena dengan kematian manusia tidak terlalu bernafsu untuk mengejar kenikmatan dunia. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits:

 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ ». يَعْنِى الْمَوْتَ.

 

Artinya: Abu Hurairah ra meriwayatkan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan, yaitu kematian” (HR Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Tirmidzi).

 

Dengan mengingat mati seorang hamba juga bisa menjadi menjadi mukmin yang cerdas berakal. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu majah:

 

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما أَنَّهُ قَالَ: كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ: «أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا» قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ: «أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ»

 

Artinya: Abdullah bin Umar ra bercerita, Aku pernah bersama Rasulullah saw, lalu datang seorang lelaki dari kaum Anshar mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad saw lalu bertanya: “Wahai Rasulullah, orang beriman manakah yang paling terbaik?”, Beliau menjawab: “Yang paling baik akhlaknya”. Orang ini bertanya lagi: “Lalu orang beriman manakah yang paling berakal (cerdas)?”, beliau menjawab: “Yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya setelah kematian, merekalah yang berakal” (HR Ibnu Majah dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Ibnu Majah).

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

​​​​​​​Demikanlah khutbah Jumat yang disampaikan, mudah-mudahan bisa menjadikan kita sebagai hamba yang selalu mengambil pelajaran dari setiap hal positif, sehingga hati kita akan selalu menjadi bersih dan suci, karena selalu ingat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Aamiin ya rabbal ’alamin.

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

 

Khutbah Kedua:

 

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ

اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ  إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا .. وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِوَالْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتْ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَ نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

*penulis adalah anggota Komisi Dakwah MUI Pusat dan anggota Bidang Dakwah PB MA serta penulis buku

5

Red: admin

Editor: iman

980

Tokoh dan Lembaga Internasional Kecam Pembunuhan Ismail Haniyeh

0
Ismail Haniya _ aljazeera

PERCIKANIMAN.iD – – Sejumlah tokoh serta lembaga di Iran dan dunia internasional mengecam pembunuhan Kepala Biro Politik gerakan perlawanan Palestina Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran.

Menanggapi pembunuhan Haniyeh, Kantor Politik Gerakan Ansarullah di Yaman dalam sebuah pernyataan mengumumkan pembunuhan tersebut merupakan kejahatan teroris.

Sementara, Wakil Sekretaris Jenderal Gerakan Jihad Islam Muhammad al-Hindi menggambarkan pembunuhan Haniyeh sebagai kehilangan besar bagi Negara Palestina.

Muhammad al-Hindi menambahkan, jika para musuh berasumsi mereka dapat mengalahkan gerakan perlawanan itu dengan membunuh para pemimpinnya, itu sepenuhnya salah.

Wali Kota Teheran Alireza Zakani dalam sebuah pesan menyatakan negara Iran mengutuk pembunuhan tamu mereka dan rezim Zionis yang kejam pasti akan menerima balasan keras atas tindakannya.

Presiden partai politik Pakistan Jamiat Ulema-e-Islam, Fazal-ur-Rehman, juga mengatakan kematian Martir Ismail Haniyeh akan memperkuat perlawanan dan perjuangan melawan musuh Zionis. Dia menekankan perjuangan rakyat Palestina melawan pendudukan Israel akan berlanjut.

Sedangkan Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga mengecam pembunuhan pemimpin Hamas tersebut dan menggambarkan aksi Israel sebagai tindakan yang pengecut dan berbahaya.

Sekretaris Jenderal Gerakan Inisiatif Nasional Palestina, Mustafa Al-Barghouthi, juga menekankan pembunuhan Martir Haniyeh adalah kejahatan yang akan memperkuat tekad rakyat Palestina untuk memperoleh hak-hak mereka.

Salah satu pemimpin Front Demokratik Pembebasan Palestina dalam sebuah pernyataan menekankan bahwa pembunuhan pengecut terhadap Ismail Haniyeh akan mendapat balasan dan bahwa semua Poros Perlawanan akan mengikuti jejak Haniyeh.

Haniyeh dan salah satu pengawalnya tewas di kediaman mereka di ibu kota Iran pada Rabu pagi. Mereka menjadi martir akibat serangan di kediaman Haniyeh di Teheran, kata kantor hubungan publik Korps Garda Revolusi Islam Iran dalam sebuah pernyataan.

Serangan itu tengah diselidiki dan rinciannya akan dirilis kemudian, demikian isi pernyataan tersebut.

Wakil Menteri Urusan Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov mengatakan insiden tersebut merupakan insiden pembunuhan politik yang sama sekali tidak dapat diterima dan akan menyebabkan eskalasi ketegangan lebih lanjut.

Pemimpin Gerakan Hikmah Nasional Irak, Ammar Hakim, dalam pesan belasungkawa kepada bangsa Palestina yang sabar dan tertindas, serta gerakan perlawanan mengatakan bahwa aksi kejahatan tersebut tidak dapat menghentikan bangsa Palestina untuk terus maju.

Dia mengutuk keras operasi kejahatan tersebut, dan mendesak masyarakat internasional untuk menghentikan rezim perampas kekuasaan Israel, melakukan tindak kejahatan.

Mantan perdana menteri Swedia Carl Bildt dalam sebuah pesan di X menanggapi pembunuhan Haniyeh dengan mengatakan, “Lupakan tentang gencatan senjata. Fokus kini berpindah pada pembalasan dan eskalasi. Saya kira kita perlu bersiap.”

Haniyeh berada di Teheran untuk menghadiri upacara pelantikan presiden baru Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa, 30 Juli 2024.

5

Red: admin

Editor: iman

Ini Pendapat MUI tentang Hukum Sedot Lemak yang Diduga Sebabkan Selebgram ENS Meninggal?

0
Proses sedot lemak ( ilustrasi foto: freepik)

PERCIKANIMAN.iD – – Hukum menyedot lemak turut menjadi perhatian dan respons dari Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Pasalnya, baru-baru ini viral seorang perempuan asal Medan, Ella Nanda Sari (30 tahun) meninggal dunia usai menjalani operasi sedot lemak di salah satu klinik kecantikan di Depok, Jawa Barat.

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Miftahul Huda mengatakan, secara khusus memang belum ada fatwa MUI terkait hukum sedot lemak. Meski demikian, menurut dia, fatwa senada telah ada seperti fatwa MUI tentang transplantasi dan fatwa tentang suntik botox.

 

“Di mana dapat disimpulkan bahwa operasi bedah terhadap anggota tubuh pada dasarnya dilarang karena itu menyakiti,” ujar Kiai Miftah dikutip dari Republika.co.id, Selasa (30/7/2024).

 

Kiai Miftah menambahkan, “Tetapi jika ada keadaan yang darurat atau kebutuhan mendesak maka itu diperbolehkan,” ucap dia.

 

Menurut Kiai Miftah, di antara keadaan darurat atau kebutuhan mendesak tersebut adalah untuk tujuan pengobatan atau mendapatkan keadaan tubuh seseorang lebih sehat.”Kebolehan tersebut tentu dengan syarat yang ketat seperti harus dilakukan oleh tenaga yang kompeten sehingga dapat dihindari efek yang membahayakan jiwa,” kata dia.

 

Dia pun mengungkapkan sejumlah dalil Alquran dan hadits yang bisa menjadi keharaman menyedot lemak dalam Islam. Di antaranya adalah sebagai berikut:

 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 

وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَنْفُسَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا

 

Artinya: “….Janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS An-Nisa’ [4]:29).

 

Dalam hadits, Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam juga bersabda:

 

“Barangsiapa menjatuhkan dirinya dari sebuah gunung sehingga membunuh dirinya, maka di dalam neraka jahannam dia (juga) menjatuhkan dirinya dari sebuah gunung. Dia akan tinggal di dalam neraka Jahannam selama-lamanya. Barangsiapa meminum racun sehingga membunuh dirinya, maka racunnya akan berada di tangannya. Dia akan meminumnya di dalam neraka Jahanam. Dia tinggal di dalam neraka Jahanam selama-selamanya. Barangsiapa membunuh dirinya dengan besi, maka besinya akan berada di tangannya. Di dalam neraka Jahanam ia akan menikam perutnya. Dia akan tinggal di dalam neraka Jahanam selama-lamanya”. (HR Bukhari dan Muslim).

 

Tidak hanya mengungkapkan dalil Al Quran, Kiai Miftah juga menyebutkan beberapa kaidah fikih, yaitu: “Kemudharatan harus dihilangkan”, “Kemudharatan tidak boleh dihilangkan dengan kemudharatan”, “Dalam keadaan dharurat diperbolehkan melakukan yang dilarang”, “Keperluan mendesak itu dapat menduduki posisi darurat baik secara umum maupun secara khusus.

 

Pecah pembuluh darah menjadi penyebab Ella Nanda Sari (30) meninggal dunia saat sedok lemak di klinik kecantikan di Depok. Nyawa selebgram asal Medan itu tak tertolong kendati sudah dilarikan ke Rumah Sakit Bunda, Margonda, Depok. Diketahui bahwa Ella menjalani operasi sedot lemak pada Senin, 22 Juli di WSJ Clinik di Jalan Ridwan Rais, Beji, Depok.

 

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Arya Perdana mengatakan, Ella menjalani sedot lemak di bagian kedua lengan. Saat itu Ella ditangani oleh seorang dokter yaitu A dan dua perawat yaitu K dan T.

 

“Dokternya mengatakan, sedot lemaknya di lengan kiri dan lengan kanan. Satu lengan berhasil dan satu lengan begitu diambil ternyata ada masalah di situ,” katanya, dikutip dari viva.co.id, Senin, 29 Juli 2024.

 

Dari keterangan dokter, diakui bahwa ada kesalahan saat penanganan. Namun polisi belum menjelaskan kesalahan yang dimaksud.

 

“Satu dokter dan dua orang perawat ini menyatakan bahwa memang ada miss di situ. Dimana pembuluh darahnya pecah sehingga mengakibatkan korban ini harus dirawat lebih intensif dan meninggal dunia pada akhirnya,” ujarnya.

 

Kendati demikian, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian Ella akibat adanya kelalaian atau unsur lain. Pihaknya masih menunggu keterangan pihak ahli.

“Tapi tetap sekali lagi saya sampaikan belum bisa menyatakan meninggalnya kenapa. Karena itu hanya dokter yang bisa menyebutkan itu karena apa. Apakah karena pembuluh darah pecah lalu meninggal dunia atau yang lain kita nggak tahu, karena itu hanya dokter yang tahu,” ungkapnya.

 

Kapolres menuturkan sudah meminta keterangan awal dari dokter yang menangani. Namun belum mengenai detil kronologi kejadian.

 

“Dokter yang menangani sampai saat ini belum, baru interogasi sedikit, intinya yang menangani saat itu ada satu dokter dan dua orang perawat,” katanya.

 

Saat ini dua orang sudah diminta keterangan. Yaitu dokter yang menangani Ella dan W selaku pemilik klinik.

 

“Dua orang yang kita interograsi. Dari dokter sama dari pemilik,” pungkasnya. [ ]

DPR Bentuk Pansus Haji, Ini Alasannya

0
Rapat DPR RI ( ilustrasi foto: set,dpr)

PERCIKANIMAN.iD – – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang mengatakan bahwa Panitia Khusus (Pansus) Angket Haji dibuat karena Kementerian Agama (Kemenag) tidak memberikan data dan keterangan yang cukup memadai terkait pelaksanaan haji.

“Dalam rapat antara Komisi VIII dan Kemenag terjadi kebuntuan. Komisi VII tidak mendapatkan data dan keterangan yang memadai,” kata Marwan dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Utara itu menilai bahwa ketertutupan Kemenag membuat Komisi VIII bersepakat membongkar data yang terkesan ditutup-tutupi itu.

“Terutama penggunaan visa hak jamaah haji reguler yang tidak diberikan kepada jamaah yang sudah antri berpuluh tahun,” kata dia.

Untuk itu, dia menegaskan bahwa Pansus Angket Haji murni urusan pekerjaan, karena umat Islam yang antre sudah terlalu lama untuk melaksanakan ibadah haji.

“Tidak ada urusannya dengan pribadi-pribadi. Sekali lagi saya tegaskan ini murni pekerjaan,” katanya.

Selain itu, dia menambahkan bahwa Pansus Angket Haji fokus pada masalah-masalah yang dipertanyakan masyarakat seperti dugaan penyelewengan penggunaan visa haji.

“Nggak ada urusannya dengan PKB atau PBNU. Jangan kebakaran jenggot. Ini murni urusan Kementerian Agama. Bukan urusan PKB atau PBNU,” katanya.

Sebelumnya, Rapat Paripurna DPR RI Ke-21 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2023-2024, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (9/7), menyetujui pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Angket Pengawasan Haji.

Pembentukan pansus itu beserta komposisi keanggotaannya sudah sesuai dengan tata tertib yang berlaku, yang mana Anggota Pansus terdiri dari Fraksi PDI Perjuangan (tujuh orang), Partai Golkar (4), Partai Gerindra (4), Partai Nasdem (3), Partai Demokrat (3), PKS (3), PAN (2), dan PPP (1). [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

986

BPKH Limited Kelola Dua Hotel di Makkah dan Madinah

0
Kabbah di Kota Makkah ( foto: istimewa)

PERCIKANIMAN.iD – – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui anak usahanya, BPKH Limited, menandatangani kontrak pengelolaan dua hotel di Arab Saudi. Hal ini terwujud melalui kolaborasi dengan anak usaha emiten service provider haji dan umroh dan syarikah Saudi.

“Alhamdulillah BPKH Limited sukses melakukan investasi yang menjadi impian kita bersama, dengan menyewa satu hotel penuh selama tiga tahun di Madinah untuk musim umroh, yaitu Anshar Golden Tulip Hotel,” ujar Direktur BPKH Limited Sidiq Haryono dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (28/7/2024).

Sidiq mengatakan Anshar Golden Tulip merupakan hotel bintang 3 yang memiliki 725 kamar dengan kapasitas 2.800 orang. Selain di Madinah, BPKH Limited mendapatkan allotment atau penjatahan kamar hotel di Makkah.

“Kita juga menandatangani kontrak untuk mendapatkan allotment 200 kamar di Hilton Convention Makkah, hotel bintang 5 yang berada sangat dekat dengan kawasan Masjidil Haram dengan daya tampung 600 hingga 700 orang,” kata Sidiq.

Kesepakatan ini, kata Sidiq, merupakan terobosan besar karena BPKH Limited mampu mendapatkan jumlah kamar yang signifikan. Dengan begitu, diharapkan mempermudah industri umroh dan haji di Indonesia untuk memperoleh akses kamar bintang 5 di kawasan Haramain.

Kontrak pengelolaan kedua hotel tersebut, berlaku mulai 1 Safar 1446 Hijriyah atau bertepatan dengan Senin, 5 Agustus 2024.

“Pemasaran kedua hotel sudah kita lakukan bersama ABT Limited, dan sejauh ini sudah mendapat banyak peminat,” kata Sidiq.

Ia optimistis investasi di Anshar Golden Tulip Madinah dan Hilton Convention Hotel Makkah akan memberi manfaat besar bagi pengelolaan dana haji.

“Kedua investasi ini kami yakini akan memberi profit yang jauh lebih tinggi dari instrumen investasi lain yang sudah dilakukan sebelumnya, dan seluruh keuntungan itu akan dikembalikan untuk memperbaiki layanan jamaah,” kata Sidiq. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

980