Beranda blog Halaman 14

Dua Mahasiswa Unisa Bandung Asal Palestina Tiba di Indonesia

0
Palestina
Tiga Mahasiswa asal Palestina yang sedang kuliah di Unisa Bandung ( foto: dok.unisa bandung)

PERCIKANIMAN.iD – – Universitas ‘Aisyiyah Bandung (UNISA Bandung) memberikan beasiswa pendidikan kepada dua mahasiswi asal Palestina untuk menempuh pendidikan di Program Studi Sarjana Keperawatan Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Bandung.

Sehubungan dengan akan segera dimulainya perkuliahan tahun akademik 2024/2025, saat ini dua mahasiswi asal Palestina penerima beasiswa tersebut yakni Basmala N. S. Abudalal dan Hala I. S. Lubbad sudah tiba di Indonesia.

Keduanya dijemput langsung oleh Kepala Bagian Kerjasama dan Kantor Urusan Internasional Universitas ‘Aisyiyah Bandung di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa, (3/9/2024).

Saat ini, kedua mahasiswi tersebut sedang mengikuti program BIPA atau program pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI Bandung).

Kepala Bagian Kerjasama dan Kantor Urusan Internasional Universitas ‘Aisyiyah Bandung, Resi Roswulan PN., M.I.Kom mengungkapkan kondisi  kedua mahasiswi dalam keadaan sehat.

“Alhamdulillah, keduanya sehat saat tiba di Indonesia. Mereka sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti pelatihan BIPA”.

Dengan pemberian beasiswa kepada dua mahasiswi asal Palestina ini, menjadi bukti komitmen Universitas ‘Aisyiyah Bandung dalam membela kemanusiaan dan mendukung kemerdekaan Palestina serta ikut membantu pengembangan SDM rakyat palestina dengan mencetak tenaga kesehatan perawat yang dapat berguna bagi rakyat Palestina.

Diharapkan kedua mahasiswi itu dapat  menyelesaikan pelatihan Bahasa Indonesia dan  segera mengikuti pembelajaran di Program Studi Sarjana Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas ‘Aisyiyah Bandung.

“Mereka kuliah dan berada di Indonesia hingga selesai kuliah dan wisuda atas dukungan dana dari kampus serta umat Islam yang dikelola oleh Lazis-Mu dan yayasan Amanah Kemanusiaan Global (AMAL),” kata Resi.[ ]

5

Red: admin

Editor: iman

908

Kolaborasi Inovatif DKV Unisa Bandung dan UiTM Malaysia, Sukses Ciptakan Ekosistem Kreatif Baru

0
Unisa Bandung
foto: dok.unisa bandung

PERCIKANIMAN.iD – – Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Sains dan Teknologi Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Bandung berkolaborasi dengan Universiti Teknologi Mara (UiTM) Shah Alam, Malaysia, serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat (Jabar) sukses menggelar kegiatan “Design Collaboration And Partnership” (DECOPART) pada 31 Agustus – 1 September 2024. Acara ini bertempat di Ruang Publik Senin Kreatif, Kantor Disparbud Jabar.

Rektor Universitas ‘Aisyiyah Bandung, Tia Setiawati, M.Kep., Ns., Sp.Kep.An., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan DECOPART merupakan wujud nyata dari kolaborasi antara Unisa Bandung, khususnya Program Studi DKV, dengan Kolej Pengajian Seni Kreatif UiTM Shah Alam, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat.

“Kolaborasi ini tidak hanya mencakup diskusi intelektual melalui seminar, tetapi juga perayaan kreativitas dan inovasi melalui pameran karya seni yang luar biasa,” ujar Tia.

Beliau menambahkan, dengan adanya kegiatan DECOPART ini semua orang bisa mendapatkan kesempatan untuk belajar, mendapatkan inspirasi, dan mengapresiasi karya-karya yang memperkaya wawasan serta meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan seni di Unisa Bandung dan UiTM Shah Alam Malaysia.”

Tia juga berharap bahwa seminar dan pameran ini akan membawa manfaat besar bagi semua pihak, serta menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat dan berkelanjutan di masa mendatang.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam acara ini, baik dari Unisa Bandung, UiTM Shah Alam Malaysia, maupun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat. Semoga sinergi ini terus terjalin dan berkembang, serta membawa dampak positif bagi kemajuan kita bersama,” tutupnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Drs. Benny Bachtiar, M.Si., dalam sambutannya berharap kegiatan ini dapat menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang menguntungkan bagi Indonesia dan Malaysia. Sementara itu, Ts. Dr. Verly Veto Vermol, Wakil Delegasi Kolej Pengajian Seni Kreatif (KPSK) UiTM, meyakini bahwa DECOPART akan mempererat hubungan kedua negara.

Acara yang mencakup pameran karya kreatif, talkshow, dan workshop ini mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemprov Jabar juga berharap kegiatan tersebut mampu membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, khususnya di kalangan anak muda.[ ]

5

Red: admin

Editor: iman

908

Indonesia Pemimpin Keuangan Syariah Global,

0
Boubyan Bank Group telah meluncurkan Nomo, bank digital syariah Inggris yang berlisensi penuh. Nomo menawarkan rekening bank Inggris yang sesuai dengan hukum syariah untuk nasabah di Kuwait dan Timur Tengah. ( foto: findtech )

PERCIKANIMAN.iD — Narasi Indonesia sebagai negara pemimpin keuangan syariah global barangkali bukan isapan jempol semata. Indonesia memang membuktikan digdayanya dalam pengembangan sektor keuangan syariah, dibuktikan dengan jumlah aset yang besar dan perkembangannya yang signifikan, di tengah kondisi ketidakpastian global.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, per Juni 2024, aset keuangan syariah Indonesia mencapai hingga Rp 2.756,45 triliun. Perinciannya, pada sektor perbankan syariah, jumlah aset tercatat sebanyak Rp 897 triliun, sektor keuangan non bank (NBFI) sebanyak Rp 170 triliun, dan sektor pasar modal syariah mencapai Rp 1.689 triliun.

Berdasarkan laporan global dalam Islamic Finance Development Report 2023, Indonesia menduduki peringkat ketiga dalam indikator pengembangan keuangan syariah. Skor Islamic Finance Development Indicator (IFDI) Indonesia adalah 58, berada di bawah Saudi Arabia dengan skor 70 dan Malaysia yang menempati posisi unggul dengan skor 103.

Indikator penentuan ranking tersebut diantaranya mengenai performa keuangan, tata kelola atau kerangka regulasi, keberlanjutan, dan penelitian pendidikan keuangan syariah, serta kesadaran atau awareness.

“Indonesia memiliki kinerja unggul pada sub indikator pendidikan dan penelitian. Namun, masih perlu memperbaiki dalam aspek kesadaran atau awareness,” kata Kepala Departemen Pengawasan Bank Pemerintah dan Syariah OJK Defri Andri dalam diskusi Indef bertajuk ‘Sharia Economy and Finace: Policies for The Prabowo Government’ yang digelar di kawasan Jakarta Pusat, dilansir dari republika online, Selasa (3/9/2024).

Defri menuturkan, dengan segala potensi jumlah populasi muslim yang besar, Indonesia terus melakukan perbaikan dan evaluasi. Diantaranya dengan dikeluarkannya regulasi untuk memperkuat tata kelola institusi keuangan syariah melalui roadmap pengembangan dan penguatan perbankan syariah Indonesia 2023-2027, buah dari lahirnya Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Setidaknya ada lima poin dalam implementasinya, yakni penguatan struktur dan ketahanan industri perbankan syariah, akselerasi digitalisasi perbankan syariah, dan penguatan karakteristik perbankan syariah. Lalu, peningkatan kontribusi perbankan syariah dalam perekonomian nasional serta penguatan pengaturan, perizinan, dan pengawasan perbankan syariah.

Defri memaparkan mengenai gambaran umum perbankan syariah Indonesia yang kian berkembang, di tengah kondisi global yang tidak menentu. Keuangan syariah Indonesia memiliki 14 bank umum syariah (BUS), 19 bank umum konvensional yang memiliki unit usaha syariah (UUS), dan 173 bank perkreditan rakyat syariah (BPRS).

“Total aset perbankan syariah di Indonesia telah mencapai Rp897,11 triliun, atau naik 9,07 persen (yoy). Selain itu, keuangan dan deposit berkembang dengan peningkatan masing-masing 13,58 persen dan 10,41 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kapitalisasi bank umum syariah juga menunjukkan perkembangan yang kuat dengan capital adequacy ratio (CAR) 25 persen dalam periode yang sama,” terangnya.

“Ini menunjukkan posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam keuangan Islam global, sementara memperkuat kontribusinya untuk pengembangan ekonomi negara yang inklusif dan keberlanjutan pengembangan sosial ekonomi,” ungkapnya. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

896

MUI Kecam Dugaan Larangan Hijab di Medistra: RS yang Fobi Jilbab Sebaiknya Tutup Saja!

0
Ketua MUI
Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Muhammad Cholil Nafis di Kantor MUI Pusat, Kamis (15/8/2024). foto: Fuji E Permana / Republika

Ketua MUI bidang Ukhuwah dan Dakwah, KH Muhammad Cholil Nafis mengungkapkan rasa geram melalui media sosial X @cholilnafis dilansir dari hidayatullah.com,Senin (2/9/2024)

Menurut Wakil Rois Syuriah PBNU ini mengatakan Indonesia yang sudah merdeka 79 tahun harusnya sudah ada jaminan kebebasan beragama.

“Tdk boleh terjadi di negeri kita yg sdh merdeka dan dijamin utk kebebasan menjalankan ajaran agamanya. Yg begini harus diusut krn sdh melanggar kebebasan beragama, “ tulis di akun X @cholilnafis, Ahad (1/9/2024).

Alumni Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan Jawa Timur ini bahkan mengusulkan institusi dan rumah sakit yang masih melakukan tindakan islamofobia sebaiknya ditutup.

“Rumah sakit yang masih phobia hijab begini baiknya tak usah buka di Indonesia krn kita sdh merdeka dan dijamin kebebasan utk menjalankan ajaran agamanya masing2. Tlg pihak berwenang agar kasus di RS itu diusut ya agar tak menjadi preseden buruk,” ‘kutip Cholil Nafis.

Dugaan pelarangan penggunaan hijab itu, diungkap seorang dokter atas nama Diani Kartini. Tertanggal 29 Agustus 2024, Diani Kartini melayangkan surat protes kepada manajemen RS Medistra terkait hal itu.
Dikutip dari surat yang beredar di media sosial, Diani Kartini mempertanyakan apakah ada standar ganda cara perpakaian untuk perawat, Dokter umum, Dokter Spesialis dan Subspesialis di RS Medistra.

Pertanyaan itu, dilontarkan Diani Kartika pasca asisten dan kerabat nya yang kebetulan mengenakan hijab mendaftar sebagai dokter umum di RS Medistra.

“Saya ingin menanyakan terkait pesyaratan cara berpakaian di RS Medistra. Beberapa waktu lalu, asisten saya dan juga kemarin kerabat saya mendaftar sebagai Dokter umum di RS Medistra. Kebetulan keduanya menggunakan hijab.”

Kepada Republika Online, Diani membenarkan surat tersebut memang dia tulis dan telah serahkan salinan halusnya (soft copy) kepada RS Medistra. “Memang benar itu tulisan keberatan saya ke manajemen Medistra,” kata dia, Ahad (1/9/2024).

Surat tersebut, ditulis dengan harapan pihak rumah sakit tersebut lebih membuka terkait dengan persoalan hijab untuk perawat dan dokter. Menyikapi kasus ini, dr Diani bersikap keras dan langsung memutuskan keluar sambil menyerahkan surat protesnya ke pihak Direksi Medistra.

“Dan saya juga langsung keluar tidak bekerja di Medistra lagi setelah peristiwa itu, tepatnya kemarin, Sabtu 31 Agustus 2024,” ujar dia.[ ]

5

Red: admin

Editor: iman

907

Kuatkan Nilai Islami, Baitul Arqam Purna Studi Unisa Bandung Siapkan Calon Alumni Berkarakter

0
Alumni
Kegiatan Baitul Arqam Purna Studi Unisa Bandung ( foto: dok.unisa)

PERCIKANIMAN.iD – – Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Bandung baru saja menggelar kegiatan Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) sebagai bagian dari upaya pengkaderan dan pembekalan bagi para calon wisudawan, yang dilaksanakan di aula Masjid Mujahidin pada hari Selasa-Rabu, 27-28 Agustus 2024.

Ketua Pelaksana Baitul Arqam Purnastudi, Susi Indriana, S.Pd., M.Ikom, mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkuat integrasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di kalangan mahasiswa yang telah menyelesaikan studi.

“Kegiatan Baitul Arqam Purna Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang telah berlangsung, serta memberikan bekal kepada para calon wisudawan dalam menghadapi dunia kerja dan tantangan kehidupan sosial,” ungkap Susi, Senin(2/9/2024)

Susi mengatakan bahwa dengan tema ‘Membangun Calon Alumni yang Mempunyai Wawasan Peradaban Islam Global’ ia berharap para peserta dapat mengimplementasikan nilai-nilai Islam dan kemuhammadiyahan dalam kehidupan sehari-hari serta memiliki semangat dan optimisme tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“Kegiatan Baitul Arqam Purna Studi ini merupakan salah satu bentuk komitmen Universitas ‘Aisyiyah Bandung dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepribadian Islami dan siap berkontribusi dalam masyarakat sesuai dengan nilai-nilai Muhammadiyah,”pungkasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 333 peserta dari berbagai program studi, termasuk D3, PPN Karyawan, PPN Reguler, PPB Karyawan, PPB Reguler, Pariwisata, Perdagin, dan DKV. Metode yang digunakan meliputi ceramah, penugasan, diskusi, dan Focus Group Discussion (FGD).

5

Red: admin

Editor: iman

908

Pansus Pertanyakan Penyebab Adanya Keberangkatan Haji yang Dimundurkan

0
Jamaah haji Indonesia sebelum pandemi ( ilustrasi foto: kemenag)
PERCIKANIMAN.iD — Anggota Panitia Khusus (Pansus) Angket Penyelenggaraan Haji DPR RI Iskan Qolba Lubis mempertanyakan kepada Kementerian Agama (Kemenag) mengenai penyebab adanya jamaah haji yang jadwal keberangkatannya dimundurkan.

“(Antrean keberangkatan haji) Itu namanya urut kacang, apa artinya urut kacang? Kalau ada orang lain yang meninggal, yang mengundurkan diri, itu otomatis naik ke atas. Jadi mereka seharusnya dipercepat kok, ini makin lambat,” kata Iskan dalam Rapat Dengar Pendapat Pansus Angket Haji bersama Kasubdit Pendaftaran dan Pembatalan Haji Reguler Direktorat Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Amir Hamzah di Kompleks Parlemen, Jakarta, dilansir dari republika online, Kamis (30/8/2024)

Sebelumnya, Iskan menyampaikan bahwa ia mengetahui bahwa terdapat salah satu jamaah haji yang gagal diberangkatkan ke Tanah Suci pada tahun 2019 karena pandemi COVID-19 membuat kuota haji dikurangi.

Buku Riadush Shalihin
Buku Riadush Shalihin

Setelah itu, ucap dia melanjutkan, jamaah tersebut mendapatkan informasi bahwa ia diperkirakan berangkat pada tahun 2023. Akan tetapi, pada saat 2023, keberangkatan jamaah tersebut ditunda kembali selama dua tahun.

“Ada satu jamaah haji, waktu COVID-19 dia tidak jadi berangkat karena ada pengurangan kuota. Selesai COVID-19, dia liat dikabarkan berangkat 2023, eh tapi diundur lagi. Tiba-tiba digeser dua tahun lagi,” ujarnya.

Menurut Iskan, masalah tersebut patut dicurigai terjadi karena adanya pihak yang mengatur keberangkatan jamaah haji tidak sesuai urutan.

“Berarti ada polisi lalu lintas yang melarang orang lain maju ke yang lain, itu yang Bapak harus jawab,” kata dia.

Iskan menambahkan persoalan seperti itu menimbulkan rasa ketidakadilan bagi para calon jamaah haji yang jadwal keberangkatannya dimundurkan.

Menanggapi itu, Amir menyampaikan bahwa ia perlu mengecek lebih lanjut mengenai data jamaah yang dimaksud oleh Iskan. Ia menyampaikan pula bahwa pada tahun 2022, kuota haji bagi Indonesia mengalami penurunan sebanyak 50 persen. Amir pun mengatakan jamaah tersebut perlu menjelaskan di mana ia melihat jadwal estimasi keberangkatan.

“Ketika jamaah menyatakan berangkat tahun 2023, dia melihat di mana? Kalau di Aplikasi Haji Pintar atau Pusaka itu sifatnya estimasi keberangkatan. Jamaah yang sudah masuk alokasi kuota biasanya kita akan rilis secara resmi di website kita, haji.kemenag.co.id,” ucap Amir. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

980

Sunscreen Menghalangi Sahnya Berwudhu? Begini Penjelasannya

0
Sunscreen
ilustrasi foto: freepik

PERCIKANIMAN.iD  – – Setiap wanita ingin tampil cantik dengan cara merias wajah dengan berbagai polesan kosmetik. Agar kosmetik yang digunakan bisa menempel sempurna dan merata pada permukaan wajah, biasanya digunakan pula tabir surya (sunscreen) sebagai alas bedak (foundation) sekaligus untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

Seperti diketahui, di pasaran banyak beredar berbagai jenis tabir surya yang menawarkan kelebihan masing-masing. Ada sunscreen yang kedap air (waterproof), ada pula yang tidak kedap air (non-waterproof). Sunscreen kedap air tidak luntur saat terkena air atau keringat. Tabir surya yang tahan air cocok digunakan untuk aktivitas di luar ruangan atau berkegiatan di air, seperti berenang, berolahraga, atau berkegiatan di pantai.

Sedangkan tabir surya yang tidak tahan air akan mudah luntur saat terkena air atau keringat. Oleh karena itu, tabir surya jenis ini kerap digunakan di dalam ruangan yang tidak terlalu panas dan mengandung bahan yang mudah larut dengan air.

Buku Riadush Shalihin
Buku Riadush Shalihin

Terkait dengan hal tersebut, mohon penjelasannya terkait dengan penggunaan tabir surya tersebut di atas. Untuk memudahkan kita dalam berwudhu, tabir surya yang bagaimana yang bisa kita gunakan? Benarkah penggunaan tabir surya dapat memengaruhi sahnya berwudhu?

Bagi umat Islam, status halal pada produk yang dikonsumsi atau digunakan menjadi hal yang sangat penting, termasuk penggunaan tabir surya atau sunscreen.

Hingga saat ini, memang belum semua produk dan jenis sunscreen yang beredar di Indonesia mengantongi sertifikat halal. Oleh karena itu, kehati-hatian dan kecermatan dalam memilih produk tabir surya yang telah terjamin halal perlu menjadi perhatian.

Seperti kita ketahui, paparan sinar matahari yang mengandung ultraviolet dapat menyebabkan berbagai masalah pada kulit. Misalnya, kulit menjadi kemerahan, kasar, penuaan dini, hingga menyebabkan kulit kusam. Untuk mengurangi efek paparan sinar matahari, sering kali kita menggunakan tabir surya yang mampu melindungi dan menjaga kulit dari efek negatif paparan sinar matahari.

Halal atau haramnya tabir surya ditentukan dari bahan-bahan yang digunakan. Produk harus bebas dari Najis, baik dari baha sampai dengan fasilitas produksi. Untuk memastikannya, cara paling mudah dengan memeriksa logo halal pada kemasan. Cek produk halal juga dapat dilakukan melalui website www.halalmui.org, aplikasi Halal MUI yang dapat diunduh di Playstore, serta website Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Poin lain yang juga sangat penting berkaitan dengan tembus air karena dapat memengaruhi syarat sahnya berwudhu. Para ulama sepakat bahwa salah satu syarat sah berwudhu adalah air harus menyentuh seluruh bagian kulit yang wajib terbasuh air wudhu. Artinya, jika wajah kita tertutup oleh kosmetik dan tabir surya, maka kosmetik tersebut harus dibersihkan terlebih dahulu agar air wudhu dapat membasuh permukaan kulit.

Pembersihan kosmetik tersebut biasanya dilakukan dengan menggunakan berbagai cairan pembersih wajah (cleanser) yang cukup merepotkan. Mengapa? Karena lapisan sunscreen yang cukup tebal dan tidak mudah larut air. Lapisan yang masih tertinggal di kulit akhirnya menghalangi air masuk ke kulit. Inilah yang membuat wudhu kita menjadi tidak sah.

Alhamdulillah, teknologi industri kosmetik telah menghasilkan produk tabir surya yang tembus air. Sunscreen jenis ini lapisannya mudah larut oleh air, atau bisa juga tembus air. Meski begitu, tidak semua tabir surya yang mudah larut atau tembus air bisa disebut wudhu friendly. Sebab bisa saja bahan-bahan sunscreen tersebut menghandung usur hewani atau bahan haram lainnya. Maka, untuk memastikan kehalalannya, pastikan bahwa produk tersebut telah bersertifikat halal.

Laboratorium LPPOM MUI selama ini telah beberapa kali melakukan pengujian terhadap kosmetik tembus air, sejalan dengan syarat sah wudhu. Pengujian laboratorium diperlukan untuk memastikan tidak adanya penghalang pada kulit sehingga air tetap dapat membasuh anggota tubuh yang wajib terkena air wudhu pada seseorang yang menggunakan kosmetik.

Dari pengujian tersebut, kini telah banyak tabir surya yang halal dan wudhu friendly yang beredar di pasaran. Sekali lagi, agar tidak salah pilih, pastikan bahwa kosmetik yang hendak kita gunakan telah bersertifikat halal. [ sumber: halalmui.or.id]

5

Red: admin

Editor: iman

986

Khutbah Jumat: Selalu Ingat Mati Agar Hidup tidak Terlalu Berambisi

0
ilustrasi foto: istimewa

Oleh: KH.Drs.Abdurahman Rasna,MA*

Khutbah Pertama:

 

الحمد لله الذي خلق الموت والحيوة ليبلوكم أيكم احسن عملا وهو العزيز الغفور.

اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له الملك الشكور.

واشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله االمبعوث بمكارم الاخلاق لأمته إلى يوم المشهور.

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم البعث والنشور.

اما بعد : فياعِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ . قَالَ اللهُ تَعَالَى في القرآن الكريم، اعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمن الرحيم :

 

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Puji dan syukur kita  ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang insya Allah tidak pernah henti kita lakukan karena kita merasa  telah diberi berjuta kenikmatan, sehingga masih bisa melaksanakan ibadah  Jumat hari ini  di masjid yang mulia ini.

 

Shalawat serta salam, semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Shalallahu alaihi wasallam yang telah membimbing kita menuju dunia yang terang dan jelas, yaitu addinul Islam.

Semoga kita selalu mencintainya dan bershalawat kepadanya sehingga kita diakui sebagai umatnya yang pantas mendapatkan syafaatnya di hari akhir nanti, aamiin.

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Selaku khatib  mengajak kepada hadirin sekalian dan diri saya secara  pribadi, marilah kita selalu berusaha meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Ta’ala dengan terus berusaha menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.

Semoga Allah selalu memberikan bimbingan dan kekuatan kepada kita sehingga kita selau dalam keimanan dan ketakwaan kepada-Nya Amin.

 

معاشر  المسلمين رحمكم الله

 

Manusia adalah sosok mahluk Allah yang terbaik dan dimuliakan sehingga mahluk lain diperintahkan untuk tunduk dan merunduk kepada-Nya.

Iblis dan malaikat diperintahkan untuk tunduk kepada manusia atau Nabi Adam AS sebagai bentuk kemuliaan manusia di depan makhuk yang lain. Akan tetapi manusia diciptakan Allah ke dunia ini untuk menyembah dan bersujud kepadaNya.

Dan manusia yang terbaik, termulia di sisi Allah adalah manusia yang paling tunduk kepada Allah, paling baik ibadahnya, atau takwanya.

Semakin baik takwanya, maka dia akan semakin baik nilainya, posisinya di sisi Allah. Setiap manusia pasti akan mati. Tiada yang bisa memajukan atau memundurkan jadwal kematian yang sudah ditentukan Allah. Allah berfirman:

 

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

 

Artinya: “Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (QS al-A’raf Ayat 34).

 

معاشر  المسلمين رحمكم الله

 

Sebelum kematian itu datang, maka kita harus berusaha untuk sering-sering mengingat kematian. Mengapa? karena ketika kita lupa dengan kematian akan sangat merugi lantaran tidak mempersiapkan bekal kematiannya, sehingga yang ada penyesalan dan penyesalan di akhirat nanti.

Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam menganjurkan umat Islam untuk sering mengingat kematian:

 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ » يَعْنِى الْمَوْتَ.

 

Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan”, yaitu kematian.” (HR Tirmidzi dan dishahihkan di dalam Kitab Shahih Tirmidzi).

Buku Riadush Shalihin

Ada beberapa  cara mengingat kematian yang bisa kita lakukan :

 

Pertama, menjenguk orang sakit. Karena Semua orang yang sakit memerlukan bantuan dan pertolongan orang lain baik dokter atau lainnya. Terkadang bantuan bukan hanya berupa obat, uang atau ambulans, akan tetapi boleh jadi hanya butuh teman untuk bisa curhat, perhatian dan nasihat.

Bagi kita yang memiliki uang boleh membantu dengan keuangannya, atau yang memiliki ambulans atau mobil membantu dengan mobilnya. Bagi yang tidak memiliki uang dan mobil, boleh juga membantu dengan mendo’akan  orang yang sakit atau menemaninya. Karena

Menjenguk orang sakit dapat mengobati atau paling tidak meringankan sakitnya dan menggembirakan hati orang yang sakit. Nabi bersabda:

 

حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ. قِيْلَ: مَا هُنَّ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: إِذَا لَقِيْتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ، وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ ’

 

“Hak Muslim terhadap Muslim ada 6 hal. Sahabat bertanya: Apa saja, wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Bila engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, bila ia mengundangmu maka hadirilah, bila ia meminta nasihat maka nasihatilah, bila ia bersin dan memuji Allah (mengucap: alhamdulillah) maka jawablah (dengan mengucapkan: yarhamukallah), bila ia sakit maka jenguklah, dan bila ia meninggal dunia maka antarkanlah (jenazahnya hingga makam).” (HR Muslim, No 2162).

 

Kedua, melihat kematian Setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Agar kita lebih mengetahui dan memahami bahkan boleh jadi merasakan bagaimana kematian, maka menjadi penting melihat dan mendekat kepada seseorang yang sedang mengalami sakaratul maut.

Kematian seseorang biasanya tidak jauh dari kebiasaan seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu sudah selayaknya kita di dalam kehidupan sehari-hari berusaha untuk berada dalam kegiatan atau aktivitas yang selalu berbuat baik, sehingga jika meninggal, akan ada dalam kondisi atau lingkungan dan suasana yang baik.

 

Allah berfirman:

 

وَجَاۤءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ۗذٰلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيْدُ

“Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang dahulu hendak kamu hindari.” (QS Qaaf: 19).

 

معاشر  المسلمين رحمكم الله

 

Ketiga, melayat atau takziyah Sebagai seorang Muslim memiliki empat kewajiban terhadap orang yang meninggal. Empat kewajiban itu adalah memandikan, mengafani, menyalatkan, dan terakhir mengkuburkan.

Jika tidak ada yang maumelaksanakan ke empat hal tersebut walau satu orang, maka satu kampung atau daerah tersebut itu mendapatkan dosa.

Melawat atau bertakziyah merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan ini. Ini bisa menjadi pengingat sekaligus pelajaran bagi yang masih hidup agar bisa melakukan hal yang lebih baik lagi.

 

Rasulullah bersabda:

 

كَفَى بِالْمَوْتِ وَاعِظًا وَكَفَى بِالْيَقِيْنِ غِنًى وَكَفَى بِالْعِبَادَةِ شُغلاً

 

’’Cukuplah kematian sebagai nasihat, cukuplah keyakinan sebagai kekayaan, dan cukuplah ibadah sebagai suatu kesibukan.” (HR Al-Qudho’iy).

 

Keempat, membiasakan ziarah kubur. Nabi Muhammad Ketika masih umur sekitar 6 tahun diajak ibunya menziarahi makam almarhum ayahnya Abdullah bin Abdul Muthalib. Dalam berziarah kubur paling tidak ada 2 hal yang penting.

 

Pertama, mendoakan orang yang ada di dalam kubur dan

kedua, mengingatkan kesadaran kita sebagai orang yang berziarah bahwa kita pun akan bernasib sama seperti para almarhumun yang sudah berada  di dalam kubur, hanya waktu dan tenpat yang membedakan.

 

Rasulullah bersabda:

 

فَمَنْ أرَادَ أنْ يَزُورَ القبور فليزر فإنها تذكرنا بالآخرة

 

“Barangsiapa ingin berziarah kubur, hendaklah ia berziarah karena ziarah kubur itu mengingatkan akan kematian.” (HR Muslim)

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

 

Demikian khutbah yang singkat ini, semoga Allah selalu memberi kekuatan agar bisa selalu maksimal dan bisa lebih baik dalam melakukan kebaikan. Amin.

 

بَارَكَ اللَّهُ لِىْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِيْ وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَاِيَّاكُمْ تِلاَ وَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ.

 

Khutbah Kedua:

 

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ لَا مَانِعَ لِمَا وَهَبَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا سَلَبَ، طَاعَتُهُ لِلْعَامِلِيْنَ أَفْضَلُ مُكْتَسَبٍ، وَتَقْوَاهُ لِلْمُتَّقِيْنَ أَعْلَى نَسَبٍ

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ هَزَمَ اْلأحْزَابَ وَغَلَبَ

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ اصْطَفَاهُ وَانْتَخَبَ،

صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَ اصَحِابِهِ الْفَائِقِ فِيِ اْلفَضَائِلِ وَالرُّتَبِ، وَفَرَّ الشَّيْطَانُ مِنْهُ وَهَرَبَ، وَ ذِيْ النُّوُرَيْنِ التَّقِيِّ النَّقِّيْ الْحَسَبِ،

وَعَلَى بَقِيَّةِ أَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ اكْتَسَوْا فِيْ الدِّيْنِ أعْلَى فَخْرٍ وَمُكْتَسَبٍ، وَعَلَى التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ مَا أَشْرَقَ النَّجْمُ وَغَرَبَ،

أما بعد :

فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ المُسلِمُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَاعلَمُوْا إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَواْ وَّٱلَّذِينَ هُم مُّحْسِنُونَ. قَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ خَاصَّةً بِلَادِ فَلِسْطِيْن.

ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ

عِبَادَاللهِ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

 

 

*penulis adalah anggota Komisi Dakwah MUI Pusat dan anggota Bidang Dakwah PB MA serta pengasuh pesantren di Banten

Pansus Haji Ungkap Sejumlah PIHK Semena-mena pada Jamaah, Ada yang Menipu

0
Rapat DPR RI ( ilustrasi foto: set,dpr)

PERCIKANIMAN.iD – –  Anggota Panitia Khusus (Pansus) Angket Penyelenggaraan Haji 2024 atau Pansus Haji DPR RI Selly Andriany Gantina mengungkap adanya Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang bertindak semena-mena pada jamaah.

“Tidak semua PIHK itu memberikan pelayanan yang maksimal kepada para jamaahnya. Ada PIHK yang memang bagus dan ada juga PIHK yang semena-mena pada jamaahnya. Bahkan mohon maaf, boleh dibilang menipu para jamaahnya,” kata Selly pada Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) lanjutan Pansus Angket Haji bersama Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Jaja Jaelani di Kompleks Parlemen, Jakarta dilansir dari republika.co.id, Rabu (28/7/2024).

Sejalan dengan persoalan itu, menurut Selly, Kemenag RI seharusnya menerbitkan dan memastikan PIHK benar-benar menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Standar Pelayanan Minimum (SPM) bagi para jamaah haji khusus asal Indonesia. Ia selanjutnya meminta penjelasan Jaja mengenai SOP dan SPM bagi PIHK di Tanah Air.

Menanggapi permintaan tersebut, Jaja menyampaikan akan segera meminta SOP dan SPM kepada stafnya.”Kami kan baru dilantik tanggal 28 Desember (2023). Saat ini saya baru sekali (menjadi Direktur pada masa haji). Berkaitan dengan pertanyaan Ibu, nanti akan kami tanyakan pada staf kami,” ujar Jaja.

 

Buku Riadush Shalihin
Buku Riadush Shalihin

Selly pun menyayangkan tanggapan tersebut. Ia menegaskan SOP dan SPM itu seharusnya sudah ada guna memastikan jamaah haji khusus asal Indonesia mendapatkan pelayanan yang baik.”Ditjen ini (Ditjen Bina Haji Khusus dan Umrah) sudah berdiri dari beberapa tahun sebelumnya, harusnya SOP sudah ada dari dulu, sanksi pun sudah harus berjalan,” kata Selly.

Persoalan mengenai PIHK telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Pasal 57 Undang-Undang 8/2019 itu mengatur bahwa penyelenggaraan ibadah haji khusus dilaksanakan oleh PIHK.

Sejumlah kewajiban PIHK pun diatur dalam Pasal 63 UU 8/2019. Disebutkan, PIHK memiliki sejumlah kewajiban, seperti memfasilitasi pengurusan dokumen perjalanan ibadah haji khusus, memberikan bimbingan dan pembinaan ibadah haji khusus, memberikan pelayanan kesehatan, transportasi akomodasi, konsumsi, dan pelindungan bagi jamaah, serta memberangkatkan, melayani, dan memulangkan jamaah haji khusus sesuai dengan perjanjian.

Skema lelang pengadaan di Arab Saudi menjadi salah satu topik yang dipertanyakan anggota Pansus. Luluk dari Fraksi PKB mempertanyakan kenapa lelang layanan haji dilakukan di Arab Saudi, bukan di Indonesia.

“Sejak kapan itu di Arab Saudi? Kenapa tidak di Indonesia, Pak, lazimnya? Itu kan uangnya besar banget,” ujar Luluk kepada Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid dalam sidang Pansus Angket Haji di Senayan, Jakarta, Senin (26/8/2024).

Pertanyaan ini disampaikan Luluk menyusul penjelasan Subhan Cholid terkait mekanisme pengadaan layanan di Arab Saudi. Subhan waktu itu menjelaskan bahwa mekanismenya melalui open biding atau lelang terbuka. Layanan yang disiapkan antara lain akomodasi (hotel), transportasi, dan katering.

Subhan menjelaskan bahwa proses pengadaan itu dilaksanakan oleh tim independen, yang dibentuk Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Tim ini antara lain beranggotakan PNS pada Ditjen PHU, wakil Perguruan Tinggi Pariwisata, dan ada juga dari Kementerian Perhubungan.

Tim ini bekerja berdasarkan pedoman yang telah ditetapkan. Tahapan pengadaannya mulai dari pengumuman, pendaftaran, verifikasi dokumen, verifikasi lapangan, dan seterusnya. Semua itu dilakukan oleh tim untuk mendapatkan hasil terkait layanan akomodasi, transportasi, dan konsumsi.

Terhadap pertanyaan Luluk soal kenapa lelang dilalukan di Saudi, Subhan menegaskan bahwa itu sesuai ketentuan.”Jadi memang ketentuan dari Arab Saudi, penyedia layanan itu harus perusahaan Arab Saudi karena kan tempat layanannya ada di Arab Saudi. Itu ketentuan dari pemerintah setempat lah,” ujar Subhan.

Merespons hal itu, Ketua Pansus Nusron Wahid membenarkan jawaban Subhan. Menurut dia, lelang pengadaan sudah semestinya mengikuti ketentuan Arab Saudi.”Ya betul, kalau itu betul” kata Nusron.[ ]

5

Red: admin

Editor: iman

900

Kemenag Tegaskan Lelang Mitra Kerja Haji Dilakukan di Arab Saudi

0
Jamaah haji ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.iD – – Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan mekanisme lelang mitra kerja dalam pengadaan layanan seperti akomodasi, transportasi, dan konsumsi, harus dilakukan di Arab Saudi sesuai ketentuan otoritas setempat.

“Jadi memang ketentuan dari Arab Saudi, penyedia layanan itu harus perusahaan Arab Saudi karena kan tempat layanannya ada di Arab Saudi. Itu ketentuan dari pemerintah setempat lah,” ujar Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Subhan Cholid di Jakarta dilansir dari ihram, Rabu (28/8/2024)

Pernyataan Cholid tersebut menjawab pertanyaan dari Anggota Pansus Hak Angket Haji dalam sidang lanjutan di Senayan, Jakarta.

Skema lelang pengadaan di Arab Saudi menjadi salah satu topik yang dipertanyakan anggota Pansus. Anggota DPR RI Luluk Nur Hamidah dari Fraksi PKB mempertanyakan kenapa lelang layanan haji dilakukan di Arab Saudi, bukan di Indonesia.

“Sejak kapan itu di Arab Saudi? Kenapa tidak di Indonesia, Pak, lazimnya? Itu kan uangnya besar banget,” tanya Luluk.

Subhan menjelaskan bahwa mekanisme pengadaan layanan melalui open biding atau lelang terbuka. Layanan yang disiapkan antara lain akomodasi (hotel), transportasi, dan katering.

Ia menjelaskan bahwa proses pengadaan itu dilaksanakan oleh tim independen, yang dibentuk Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Tim ini antara lain beranggotakan PNS pada Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), wakil perguruan tinggi pariwisata, dan ada juga dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Tim ini bekerja berdasarkan pedoman yang telah ditetapkan. Tahapan pengadaannya mulai dari pengumuman, pendaftaran, verifikasi dokumen, verifikasi lapangan, dan seterusnya.

“Semua itu dilakukan oleh tim untuk mendapatkan hasil terkait layanan akomodasi, transportasi, dan konsumsi,” kata dia.

Jawaban Subhan diamini oleh Ketua Pansus Nusron Wahid. Menurutnya lelang pengadaan sudah semestinya mengikuti ketentuan Arab Saudi.

“Ya betul, kalau itu betul” kata Nusron.

Sebelumnya, dalam Sidang Pansus Haji DPR-RI sejumlah pertanyaan dilontarkan oleh anggota Pansus, seperti distribusi kuota tambahan hingga berbagai layanan haji. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

983