Beranda blog Halaman 11

Bolehkah Mantan Istri Menagih Mantan Suami Terkait Nafkah Anak?

0
Cerai
Cerai (ilustrasi foto: freepik)

 PERCIKANIMAN.iD – – Perceraian dalam Islam sebenarnya tidak dilarang, namun Allah Subhanahu Wa Ta’ala membenci Keputusan yang memilih jalan tersebut. Hal ini karena bercerai adalah pilihan terakhir yang bisa diambil jika memang tidak ada cara lain untuk menyelesaikan masalah dalam rumah tangga.

Sebagaimana diketahui, asal hukum bercerai adalah makruh karena merupakan perbuatan halal tetapi sangat dibenci oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Hal ini sebagaimana yang ditegaskan Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam yang bersabda:

”Perbuatan halal, tetapi paling dibenci oleh Allah adalah talak/cerai”. (HR. Abu Daud).

Dalil tentang perceraian juga bisa dibaca dalam Al-Quran surah  Al-Baqarah ayat 227, yang artinya:

“Dan jika mereka berketetapan hati hendak menceraikan, maka sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 227).

Namun yang perlu dipahami bagi setiap muslim, meski telah bercerai dan tidak lagi tinggal dalam satu rumah maka hubungan dengan anak tetap harus terjaga dan terpelihara dengan baik. Sebab ada mantan suami atau istri namun tidak ada mantan anak atau mantan orangtua.

Selain itu ada satu kewajiban khususnya bagi seorang ayah (mantan suami) untuk tetap memberikan nafkah kepada anak-anaknya. Baik itu anaknya ikut dirinya (mantan suami/ayah) atau pun ikut ibunya (mantan istri). Hal ini berlaku hingga anak dewasa atau mampu mencari nafkah sendiri. Dalam Al Quran dijelaskan,

Dan kewajiban ayah/suami memberi makan (nafkah) dan pakaian kepada para ibu dengan cara makruf” (QS. Al-Baqarah [2]: 233).

Imam Ibnu Katsir menjelaskan yakni diwajibkan atas orangtua (ayah) dari anak memberi nafkah dan sandang ibu anaknya dengan cara yang makruf, yakni menurut tradisi yang berlaku bagi semisal mereka di negeri yang bersangkutan tanpa berlebih-lebihan, juga tidak terlalu minim. Hal ini disesuaikan dengan kemampuan pihak suami dalam hal kemampuan ekonominya, karena ada yang kaya, ada yang pertengahan, ada pula yang miskin.

Lalu, bagaimana jika mantan suami tidak memberi nafkah pada anak-anaknya? Bolehkah mantan istri mengingatkan/ menagih akan kewajiban mantan suami kepada anak-anaknya? Apakah jika mantan istri sudah menikah lagi (punya suami baru) kewajiban mantan suami yang pertama menjadi gugur dalam memberikan nafkah kepada anak-anaknya?

Untuk mendapatkan penjelasannya bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa simak jawaban dari guru kita ustadz Aam Amiruddin dalam video berikut ini. Silakan simak:

Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

Video: tim official

987

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 / 0813-2007-1001 (Aam Amirudin Official) atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Mahasiswi Unisa Bandung Juara 1 Taekwondo di CNN National Championship 2024

0
Thourya El Sayed Aziz, mahasiswi Program Studi Sarjana Keperawatan Unisa Bandung, berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Taekwondo Indonesia CNN National Championship 2024 pada kategori Individual Poomsae Senior Putri. ( foto: dok.unisa)

PERCIKANIMAN.iD – – Prestasi gemilang kembali diraih oleh mahasiswi Universitas ‘Aisyiyah Bandung. Thourya El Sayed Aziz, mahasiswi Program Studi Sarjana Keperawatan, berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Taekwondo Indonesia CNN National Championship 2024 pada kategori Individual Poomsae Senior Putri.

Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Unisa Bandung mampu berprestasi tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di ranah olahraga.Dalam wawancaranya, Thourya mengungkapkan rasa bahagia dan bangganya atas pencapaian luar biasa ini.

“Tentunya merasa bahagia, bangga karena ini menjadi pencapaian yang luar biasa bagi saya,” ungkap Thourya. Selasa, 08/10/2024.

Meski berhasil meraih hasil yang gemilang, perjalanan Thourya menuju podium kemenangan bukanlah tanpa tantangan. Ia menjelaskan bahwa tantangan terbesar yang ia hadapi adalah mengatur waktu antara latihan dan akademik.

“Untuk mengikuti kejuaraan bergengsi ini, butuh fokus dan waktu yang lebih untuk mempersiapkan diri. Mengatur waktu antara latihan intensif dan tugas akademik itu tidak mudah,” ujarnya.

Thourya pun menjalani persiapan yang intensif, melibatkan latihan fisik dan mental yang disiplin.

“Latihan fisik intensif dan mengubah gaya hidup, terutama pola makan dan minum, menjadi bagian penting dari persiapan saya. Selain itu, persiapan mental juga sangat krusial untuk menghadapi tekanan kompetisi.”terangnya.

Dalam mengelola antara kuliah dan latihan taekwondo, Thourya mengaku sangat terbantu oleh dukungan tim dan coach yang memberikan jadwal latihan fleksibel.

“Dengan manajemen waktu yang baik, saya bisa tetap fokus pada kuliah di pagi hingga sore hari, dan berlatih di malam hari tanpa mengganggu akademik,” jelasnya.

Tak hanya itu, dukungan dari Universitas ‘Aisyiyah Bandung juga menjadi faktor penting dalam keberhasilannya.

“Kampus sangat mendukung saya selama persiapan hingga kompetisi. Dukungan ini sangat berarti,” tambah Thourya.

Thourya juga berbagi bahwa motivasi utamanya dalam meraih prestasi adalah orangtuanya yang selalu memberi dorongan, serta teman-temannya yang tak henti-hentinya memberikan dukungan.

“Orangtua saya adalah inspirasi utama saya. Mereka selalu memotivasi saya untuk berjuang lebih keras,” katanya.

Setelah menjuarai tingkat nasional, Thourya menargetkan untuk mengikuti kompetisi internasional. “Ini menjadi goals saya berikutnya. Insya Allah, saya ingin terus berprestasi di tingkat internasional,” tuturnya.

Thourya pun menyampaikan pesan penyemangat bagi rekan-rekan mahasiswa yang sedang berjuang meraih prestasi di bidangnya masing-masing.

“Semangat terus, jangan menyerah. Mungkin jalannya tidak mudah, tapi pasti akan ada jalannya. Mungkin tidak sekarang, tapi nanti,” pungkasnya. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

896

Muncul Wacana Ada Kementerian Haji dan Umroh, Seberapa Perlu?

0
Koper jamaah haji ( ilustrasi foto: kemenag ri)

PERCIKANIMAN.iD — Penyelenggaraan haji dan umrah yang kompleks dinilai memerlukan koordinasi dan pengelolaan yang lebih terfokus. Oleh karena itu, pemerintahan baru di bawah Prabowo Subianto didorong membentuk Kementerian Haji dan Umrah.

Hal itu dikatakan Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPP AMPHURI), A. Zaky Zakariya Anshary menyangkut wacana Kementerian Haji dan Umroh.

“Dengan adanya Kementerian Haji dan Umrah dapat mengurangi beban Kementerian Agama yang selama ini sangat berat di luar urusan haji dan umrah,” kata Zaky dilansir dari republika online, Jumat (4/10/2024).

Zaky menyebut kompleksitas penyelenggaraan haji dan umrah dibuktikan dengan banyaknya pihak yang terlibat, seperti pemerintah, swasta, dan lainnya. Di pihak pemerintah ada Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), dan Komisi VIII DPR RI

“Sedangkan di pihak swasta, ada perusahaan yang memiliki izin sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Belum lagi pihak lain yang juga terlibat seperti maskapai dan pemerintah Arab Saudi,” ujar Zaky.

Zaky juga menyoroti faktor lain yang sangat penting melatarbelakangi perlunya Kementerian Haji dan Umrah yaitu besarnya anggaran. Sebelumnya, pada akhir September lalu, Komisi VIII DPR RI menyetujui usulan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) terkait usulan dana kelolaan haji sebesar Rp 188,86 triliun untuk 2025.

“Perputaran dana haji dan umrah sangat besar. Ditambah terus meningkatnya jumlah umat Islam di Indonesia yang pergi haji dan umrah. Yang mendaftar juga semakin bertambah. Maka Kementerian Haji dan Umrah sangat dibutuhkan umat, agar penyelenggaraannya semakin baik,” ujar Zaky.

Sementara itu, Ketua Bidang Humas dan Media DPP AMPHURI H Abdullah Mufid Mubarok mengatakan penyelenggaraan haji dan umrah melibatkan Indonesia dan Arab Saudi.

“Di Arab Saudi, sudah lama ada Kementerian Haji dan Umrah. Maka seharusnya di Indonesia juga ada Kementerian Haji dan Umrah untuk meningkatkan koordinasi yang proporsional dan koheren,” ujar Mufid.

Mufid menyebut idealnya Kementerian Haji dan Umrah dipimpin profesional dan praktisi yang menggeluti penyelenggaraan haji dan umrah. Hal ini karena melibatkan kebijakan Indonesia dan Arab Saudi yang sewaktu-waktu bisa berubah dan saling bertolak belakang. Sehingga diperlukan keahlian lobi dan negoisasi.

“Harus yang menguasai Bahasa Arab, Bahasa Inggris, agar komunikasi dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi lancar dan akrab. Maka lebih pas jika menterinya dari kalangan profesional yang paham betul haji dan umrah dengan segala pernak-perniknya, dengan segala regulasi yang bisa berubah sewaktu-waktu,” kata Mufid. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

980

6 Kebijakan Arab Saudi Bagi yang Ingin Berkunjuang ke Al Ula

0

PERCIKANIMAN.iD – – Hegra atau Madain Saleh atau disebut pula Al Hijr adalah Situs Warisan Dunia UNESCO pertama yang ditorehkan di Arab Saudi. Kota ini diakui secara global sebagai tempat yang berharga, Dadan Jabal Ikmah dan Kota Tua Al Ula sama pentingnya.

Dilansir di Experience Alula Arab Saudi ingin situs warisan dan tempat keindahan alam di Al Ula dapat dikagumi selama ribuan tahun yang akan datang. Hal ini hanya akan mungkin terjadi jika setiap pengunjung menjadi bagian dari kisah konservasinya, dengan menikmati kunjungan, pengunjung diwajibkan untuk menghormati monumen bersejarah yang ada. Aturan yang harus ditaati pengunjung diantaranya:

1. Menghormati monumen

Monumen-monumen itu mungkin tampak megah, tapi karena usia sebenarnya telah rapuh. Anggaplah situs-situs ini sebagai harta berharga, di museum terbuka yang luar biasa, untuk dikagumi dan tidak dirusak. Pengunjung dilarang memanjat dan mencoret-coret monumen.

2. Menjaga kebersihan

Agar Madain Saleh tetap terlihat indah dan warisan ini terjaga utuh, pengunjung dimohon untuk membuang sampah pada tempatnya. Atau dibawa oleh pengunjung untuk sementara sampai menemukan tempat sampah.

Dilarang merokok di Madain Saleh atau situs warisan lainnya, kecuali di area khusus merokok. Jangan memindahkan atau mengambil apapun dari monumen ataupun tanah.

3. Lindungilah alam sekitar

Pengunjung dilarang menyalakan api dalam bentuk apapun termasuk api unggun. Selain itu juga dilarang untuk memindahkan pohon, tanaman dan batu di lokasi wisata. Jangan menghapus atau mengambil apa pun.

4. Parkirkan kendaraan di area parkir untuk kenyamanan pengunjung. Dilarang parkir dekat dengan monumen.

5. Berkendara dan berjalan di jalan yang telah ditentukan. Jangan berkendara di jalan setapak dan perhatikan batas kecepatan.

Karena banyak peninggalan bersejarah di bawah pasir. Pengunjung yang tidak mematuhi akan diminta meninggalkan lokasi.

6. Menjaga keamanan. Banyak bagian Al ula yang merupakan hamparan terbuka dan unsur-unsurnya.

Pengelola mendorong setiap pengunjung untuk bertanggung jawab atas kesehatan dan keselamatannya sendiri. Tetap terhidrasi dan dalam kasus darurat, panggil 911.

Arab Saudi baru-baru ini berusaha mengubah situs warisan peradaban kuno yang terletak tidak jauh dari kawasan Al Ula menjadi tujuan wisata global. Sebuah upaya untuk membuka diri terhadap dunia dan mendiversifikasi ekonomi Kerajaan dari ketergantungan minyak.

Dilansir dari The Islamic Information, tempat misterius kuno yang juga disebut Hegra atau Al-Hijr dipenuhi dengan gunung-gunung besar dan ukiran konstruksi yang luar biasa indah yang tidak tersentuh selama berabad-abad. Sekarang UNESCO mengakuinya sebagai salah satu warisan tertuanya.

Menurut para arkeolog, konstruksi di gunung seperti yang terlihat di tempat itu bukanlah pekerjaan orang biasa karena untuk saat ini saja, perlu menggunakan mesin yang kuat untuk melakukannya. Al Ula juga dikenal sebagai Madain Saleh (Rumah Tsamud).

Dalam Islam, tempat ini juga dikenal sebagai Madain Saleh, yaitu rumah bagi kaum Tsamud (bangsa Tsamud) atau kaum Nabi Saleh AS yang dikenal karena kekuatan dan keterampilan ajaibnya dalam membuat ukiran gunung dan konstruksi yang masih bisa kita lihat hari ini.

Konon daerah ini dulunya sangat subur dan hijau, yang memiliki padi-padian dan hasil panen yang cukup setiap tahunnya. Namun kekayaan alam yang melimpah ini membuat orang kaya di kalangan kaum Tsamud menjadi sombong dan kejam serta suka menyiksa dan membunuh orang miskin. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

908

Unisa Bandung Kembali Raih Peringkat 1 Kelulusan Ujikom Ners 2024 Tingkat Jabar

0
foto: dok.unisa bandung

PERCIKANIMAN.iD – Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Bandung kembali menegaskan konsistensinya sebagai perguruan tinggi yang mampu menjaga kualitas pendidikan dan mencetak lulusan berdaya saing tinggi.

Konsistensi ini dibuktikan dengan diraihnya kembali “Peringkat Pertama Kelulusan Terbaik Uji Kompetensi Profesi Ners Indonesia Periode 2 2024 tingkat Provinsi Jawa Barat”

Pengumuman ini disampaikan dalam Rapat Tahunan Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) yang berlangsung di Surabaya pada 01-03 Oktober 2024.

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Unisa Bandung, Popy Siti Aisyah, S.Kep.,Ners.,M.Kep menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut.

“Kami sangat bersyukur atas penghargaan yang telah diraih, hal ini merupakan hasil dedikasi para dosen, pembimbing klinik di lahan praktik dalam membantu mahasiswa serta para tendik yg senantiasa memberikan layanan terbaik dalam pelayanan kepada mahasiswa. Setiap tahunnya, Unisa Bandung selalu berhasil menempati peringkat tinggi, baik di tingkat nasional maupun regional, dan kali ini kami kembali meraih posisi pertama di Jawa Barat,” tuturnya, Rabu (02/10/2024)

Popy juga menjelaskan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari kualitas proses pembelajaran yg  diterapkan di Unisa Bandung.

“Lulusan Program Profesi Ners Unisa Bandung memiliki keunggulan dalam memberikan asuhan keperawatan holistik dalam penerapan komplementer islami, kami menerapkan pendekatan pembelajaran yg berpusat pada mahasiswa dgn penekanan pada aspek berpikir kritis dalam penguasaan asuhan keperawatan. Kami juga terus berupaya mengintegrasikan nilai nilai islam dalam kajian ilmu kesehatan, keperawatan serta  pengembangan softskill mahasiswa yang tangguh. Dengan demikian, lulusan kami tidak hanya kompeten dalam  profesionalisme keperawatan tetapi tetap berintegritas kuat dan akhlaqul kharimah .” lanjutnya.

Popy juga mengatakan bahwa prestasi ini semakin memperkuat posisi Unisa Bandung sebagai salah satu institusi pendidikan kesehatan swasta terbaik di Indonesia.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan mempertahankan tradisi unggul ini, agar lulusan kami selalu siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” Pungkas Popy.

Sementara itu, Ketua Program Studi S1 Keperawatan dan Profesi Ners, FIKes Unisa Bandung, Nina Gartika, M.Kep turut mengungkapkan strategi sukses yang diterapkan untuk mencapai prestasi ini.

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari serangkaian strategi yang kami terapkan di Program Studi Ners. Kami menerapkan metode pembelajaran cooperative learning di kelas selama tahap akademik dan melaksanakan pembelajaran klinik secara berkualitas serta sistem pembimbingan dosen dan mahasiswa dengan rasio 1: 8  (satu dosen untuk 8 mahasiswa) sehingga pencapaian kompetensi mahasiswa lebih terevaluasi dr setiap semester,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Nina juga menjelaskan bahwa mendidik softskill mahasiswa sejak tahap akademik dan profesi untuk memjadi pribadi yang tangguh dan terus meningkatkan spiritualitas mahasiswa menjadi kunci keberhasilan lulusan Profesi Ners Unisa Bandung. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

908

Ini Rekomendasi dan Temuan Pansus Haji yang Ungkap Peran Menag

0
Rapat DPR RI ( ilustrasi foto: set,dpr)

PERCIKANIMAN.iD – – Panitia Khusus (Pansus) Angket Penyelenggaraan Haji 2024 DPR RI merekomendasikan agar DPR dan pemerintah merevisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (UU Haji).

“Dibutuhkan revisi terhadap Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah dan Undang-Undang Nomor 34 tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji,” kata Ketua Pansus Angket Haji DPR RI Nusron Wahid dalam Rapat Paripurna DPR RI Penutupan Masa Sidang I Tahun Sidang 2024—2025 di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip dari republika online, Senin (30/9/2024).

Hal tersebut merupakan salah satu rekomendasi dari Pansus Angket Haji DPR setelah melakukan penyelidikan terhadap dugaan adanya ketidakpatuhan dalam pelaksanaan UU Haji.

Dalam penyelidikan yang dilakukan dengan meminta keterangan sejumlah saksi dan inspeksi lapangan itu, Pansus Angket Haji merumuskan rekomendasi revisi UU Haji agar penyelenggaraan haji ke depannya untuk jamaah dari Indonesia mempertimbangkan kondisi kekinian yang terjadi dalam regulasi dan model pelaksanaan haji di Arab Saudi.

Dalam penyelidikan, Pansus Angket Haji menemukan penyelenggaraan ibadah haji saat ini masih belum sesuai dengan kondisi terkini di Arab Saudi, seperti Kementerian Agama (Kemenag) dalam menyelenggarakan ibadah haji masih berperan ganda sebagai regulator dan operator.

Sementara, kata Nusron, dalam pelaksanaan haji di Arab Saudi tidak lagi menggunakan pendekatan dari pemerintah ke pemerintah, tetapi berubah menjadi pemerintah ke bisnis, sehingga pelayanan yang diberikan kepada pihak syarikah atau perusahaan penyedia layanan haji menggunakan kerangka bisnis.

Pansus Angket Haji juga menemukan ketidakpatuhan dalam pelaksanaan Pasal 64 UU Haji. Pansus menilai Menteri Agama (Menag) menyalahi ketentuan alokasi kuota haji karena memutuskan kuota tambahan dialokasikan 10 ribu untuk jamaah haji reguler dan 10 ribu untuk jamaah haji khusus atau 50 persen banding 50 persen, padahal Pasal 64 UU 8/2019 menyatakan alokasi kuota 92 persen untuk haji reguler dan 8 persen untuk kuota haji khusus.

Sementara Kemenag memutuskan alokasi kuota tambahan menjadi 50 persen banding 50 persen, berdasarkan Pasal 9 UU 8/2019 yang menyebutkan dalam hal terdapat penambahan kuota haji Indonesia, Menteri menetapkan kuota haji.

Revisi UU Haji diharapkan oleh Pansus Angket Haji dapat membuat pelaksanaan haji ke depan menjadi lebih baik. Atas rekomendasi itu para anggota DPR dalam rapat paripurna menyatakan setuju dan akan menindaklanjuti rekomendasi tersebut sesuai dengan ketentuan yang ada.

Kementerian Agama (Kemenag) sebelumnya menegaskan seluruh proses pengadaan layanan ibadah haji 2024 di Arab Saudi telah dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag RI Subhan Cholid melalui keterangan di Jakarta, Selasa, mengatakan seluruh proses pengadaan layanan haji yang dilakukan mengacu pada Peraturan Menteri Agama nomor 9/2016 tentang Pengadaan Barang dan Jasa penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi.

Berdasarkan ketentuan tersebut, lanjut dia, proses pengadaan layanan dilakukan oleh tim independen, diawasi dan didampingi tim Inspektorat Jenderal, serta diperiksa tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Seluruh anggota tim sebelum melaksanakan tugas, semuanya telah menandatangani pakta integritas. Artinya kami Direktorat Pelayanan Haji Luar Negeri tidak ada alasan untuk tidak mempercayai tim tersebut,” katanya.

Sesuai tugas dan fungsinya, Subhan menjelaskan pihaknya memiliki amanat untuk menyediakan tiga layanan bagi jamaah haji di Arab Saudi, di antaranya akomodasi, konsumsi, dan transportasi selama jemaah berada di Arab Saudi.

Adapun tahapan pelaksanaan penyediaan, lanjutnya, meliputi pengumuman, pendaftaran, verifikasi dokumen, verifikasi teknis, penilaian, hingga negosiasi.

Selanjutnya, ungkap Subhan, tim akan mengusulkan calon-calon penyedia layanan akomodasi, konsumsi, transportasi kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah, dan kemudian PPK menindaklanjuti usulan tersebut dengan melakukan kontrak dengan calon penyedia layanan akomodasi, konsumsi, dan juga transportasi.

“Nah, untuk diketahui juga di dalam proses penyediaan layanan tersebut tim ini juga didampingi oleh tim Inspektorat Jenderal. Jadi dari proses penyediaannya, proses pengawasannya dilaksanakan secara terbuka,” ujarnya.

Di samping itu, Subhan mengungkapkan setiap tahapan pengadaan layanan juga dilakukan pemeriksaan dan pengawasan oleh Inspektorat Jenderal, juga pengawas eksternal oleh BPK.

“Kalau pun ada penyelewengan pasti akan ditemukan dengan mudah oleh tim-tim pengawas tersebut,” ucapnya. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

987

Tingkatkan Layanan di Tanah Suci, BPKH Limited Beli Bus Baru untuk Haji dan Umroh

0
Umroh
ilustrasi foto: freepik
PERCIKANIMAN.iD — Anak usaha Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Arab Saudi, BPKH Limited, mulai melakukan ekspansi usaha ke bidang transportasi darat dengan menyediakan armada bus baru untuk meningkatkan layanan jamaah haji dan umrah di Tanah Suci.
Untuk mengoperasikan bus, BPKH Limited bekerjasama dengan tiga syarikah transportasi yang telah memiliki izin lengkap dari otoritas pemerintah Saudi.

Rencana kerja sama dengan syarikah Kayyan, Huda Al-Hijaaz, dan Shaqadif ini dituangkan dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh para pihak pada pembukaan Expo Amazing Indonesia yang digelar Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Gedung Al-Mutlaq Jeddah, Arab Saudi pekan lalu, Kamis (26/9/2024) kemarin.

Dalam kerja sama ini, BPKH Limited akan berinvestasi dengan membeli sejumlah bus baru. Armada tersebut selanjutnya dioperasikan oleh syarikah operator bus yang sudah terdaftar sebagai anggota Naqabah untuk melayani jemaah haji dan umrah dengan rute Makkah, Armuzna, Madinah, dan Jeddah.

Mudir BPKH Limited, Sidiq Haryono mengatakan, untuk menjaga tingkat okupansi bus, BPKH Limited juga bekerjasama dengan asosiasi penyelenggara haji dan umrah, Perusahaan Penyelenggara Ibadah Umrah (PPIU) maupun Perusahaan Ibadah Haji Khusus (PIHK).

“Kami mulai berinvestasi di sektor transportasi darat untuk mengoptimalkan khidmat kami kepada jemaah haji dan umrah. Kami ingin memberikan service terbaik dengan armada bus terbaru dan pengemudi yang berasal dari Indonesia sehingga membuat jemaah semakin nyaman dalam perjalanan selama di tanah suci,” ujarnya dilansir dari republika.co.id, Senin (30/9/2024).

Sidiq menambahkan, pihaknya sedang intens berkomunikasi dengan Perum DAMRI sebagai BUMN yang berpengalaman sebagai operator bus untuk berkolaborasi dalam melayani transportasi jemaah haji dan umrah di Arab Saudi.

“Kami ingin semua elemen merah putih dapat berkolaborasi dalam melayani jemaah Indonesia dan bersama-sama mendapatkan benefit dan berkah di tanah suci,” kata Sidiq.

Layanan terbaru yang dihadirkan BPKH Limited mendapat sambutan positif dari ekosistem di industri ini. Salah satu penggerak asosiasi penyelenggara haji dan umrah, Joko Asmoro siap mendukung inisiatif bisnis BPKH Limited.

“Kami dengan senang hati akan menggunakan bus dari BPKH Limited untuk para jemaah umrah dan haji khusus, dengan harapan harga terjangkau dan kualitas bus baru yang prima. Apalagi keuntungan BPKH Limited akan kembali kepada jemaah haji juga,” jelas Joko.[ ]

5

Red: admin

Editor: iman

896

 

Gelar Wisuda dan Milad : Lulusan Unisa Bandung Didorong Jadi Pionir Inovasi dan Dakwah di Era Digital

0
Wisuda
Acara Wisuda Mahasiswa Unisa Bandung 2024 ( foto: dok.unisa)

PERCIKANIMAN.iD – – Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Bandung baru saja menyelenggarakan kegiatan Wisuda ke-6 dan Milad ke-IV yang bertempat di salah satu Hotel di Kota Bandung. Acara ini dihadiri oleh ratusan wisudawan dari berbagai program studi yang telah berhasil menuntaskan perjalanan akademik mereka, Kamis (26/09/2024)

Dalam Laporannya, Rektor Universitas ‘Aisyiyah Bandung, Ibu Tia Setiawati, M.Kep., Ns.,Sp.,Kep.An menyampaikan rasa bangga dan haru atas pencapaian para wisudawan. Beliau menekankan bahwa para lulusan Unisa Bandung telah dipersiapkan untuk menjadi generasi penerus yang akan membawa perubahan positif bagi masyarakat.

“Kalian adalah lulusan yang dibekali kompetensi, integritas, dan semangat inovasi untuk menghadapi tantangan global,” ungkapnya, Kamis (26/09/2024)

Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. H. M. Samsuri, S.Pd., M.T., IPU., yang hadir memberikan sambutan pada saat itu juga turut memberikan apresiasi atas berbagai pencapaian yang telah diraih oleh Unisa Bandung.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan kepada para lulusan mengenai lima kunci sukses yang harus mereka pegang yaitu 1) komunikasi efektif 2) networking dan kolaborasi 3) penguasaan teknologi digital 4) manajemen waktu, serta 5) fokus pada pelanggan. Menurut Dr. Samsuri, kelima aspek tersebut adalah fondasi utama yang akan membawa para lulusan menuju kesuksesan dalam dunia profesional.

Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Prof. Masyitoh Chusnan, M.Ag., juga memberikan apresiasi kepada para lulusan dan menekankan pentingnya peran mereka sebagai ujung tombak dakwah Muhammadiyah.

Beliau menyatakan bahwa lulusan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah memiliki tanggung jawab besar dalam membawa misi dakwah dan perubahan sosial melalui pendidikan. Prof. Masyitoh mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan berharap mereka terus berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Selain prosesi wisuda, beberapa wisudawan juga menerima penghargaan atas prestasi akademik dan non-akademik mereka. Sebagai bagian dari komitmen Unisa Bandung dalam meningkatkan kualitas pendidikan, Rektor juga mengumumkan kabar gembira bahwa Unisa Bandung telah menerima dua mahasiswa internasional asal Palestina.[ ]

5

Red: admin

Editor: iman

904

Keluarga Jamaah Haji yang Wafat Sudah Mendapatkan Asuransi Jiwa, Paling Besar Rp 60 Juta

0
Makam Baqi di Mina ( ilustrasi foto: arabnews)
PERCIKANIMAN.iD – –  Kementerian Agama menjelaskan, jamaah haji reguler asal Indonesia yang wafat pada penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M mendapatkan asuransi jiwa. Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Saiful Mujab memastikan asuransi jiwa itu sudah dibayarkan kepada para keluarga jamaah.
 

Kementerian Agama bekerja sama dengan PT JMA Syariah menyiapkan asuransi bagi jamaah haji reguler asal Indonesia yang berangkat tahun ini. Asuransi yang diberikan berupa asuransi jiwa dan kecelakaan.

Selain itu, jamaah akan mendapat santunan extra cover dari Garuda Indonesia atau Saudia Airlines jika wafat di area yang menjadi wilayah tanggung jawab maskapai penerbangan saat operasional haji.

“Kemenag mencatat ada 497 jemaah haji reguler yang wafat pada penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M, baik saat operasional maupun pasca operasional, baik di Tanah Air maupun di Arab Saudi. Semua sudah dibayar tuntas 100%, melalui rekening jemaah haji yang wafat,” tegas Saiful Mujab di Jakarta, Kamis (19/9/2024).

“Asuransi yang diberikan sebesar nilai Biaya Perjelanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayarkan jemaah sesuai dengan embarkasinya masing-masing. Untuk proses pencairan, ahli waris jemaah bisa berhubungan dengan Bank Penerima Setoran awal tempat jemaah membuka rekening haji,” sambungnya.

Saiful memperinci, ada delapan jamaah yang juga mendapatkan santunan extra cover dari maskapai penerbangan. Lima jamaah lain mendapat santunan dari Garuda Indonesia dan tiga jemaah yang mendapat santunan dari Saudia Airlines.

“Mereka wafat di wilayah yang menjadi tanggung jawab maskapai. Nilai santunan extra cover yang diberikan sebesar Rp125 juta,” sebut Saiful.

“Alhamdulillah ini berjalan dengan baik. Semua proses sudah selesai dan asuransi ini berjalan dengan baik,”kata dia.

Berikut daftar besaran asuransi jiwa sesuai Bipih per embarkasi:

a. Embarkasi Aceh sebesar Rp49.995.870,00

b. Embarkasi Medan sebesar Rp51.145.139,00

c. Embarkasi Batam sebesar Rp53.833.934,00

d. Embarkasi Padang sebesar Rp51.739.357,00

e. Embarkasi Palembang sebesar Rp53.943.134,00

f. Embarkasi Jakarta sebesar Rp58.498.334,00 (Pondok Gede dan Bekasi)

g. Embarkasi Solo sebesar Rp58.562.008,00

h. Embarkasi Surabaya sebesar Rp60.526.334,00

i. Embarkasi Balikpapan sebesar Rp56.510.444,00

j. Embarkasi Banjarmasin sebesar Rp56.471.105,00

k. Embarkasi Makassar sebesar Rp60.245.355,00

l. Embarkasi Lombok sebesar Rp58.630.888,00

m. Embarkasi Kertajati sebesar Rp58.498.334,00

 

 

Kegiatan Orientasi Kampus Unisa 2024, Sambut Generasi Emas

0
Kegiatan Kampus
Kegiatan Orientasi Kampus Unisa 2024 ( foto: dok.unisa)

PERCIKANIMAN.iD – Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Bandung resmi membuka Kegiatan Orientasi Institusi Kampus (KOPIKU) untuk seluruh mahasiswa baru tahun akademik 2024/2025 pada yang berlangsung di Aula Mujahidin, Rabu (18/09/2024)

Wakil Rektor I Unisa Bandung, Dr. Sitti Syabariyah, S.Kp.,MS.Biomed dalam laporannya menyampaikan bahwa penerimaan mahasiswa baru merupakan momen penting bagi Unisa Bandung dalam mewujudkan misinya untuk mencetak generasi yang berakhlakul karimah, memiliki integritas, dan profesional berlandaskan nilai-nilai Islam.

Pada tahun ini,  Unisa Bandung juga pertama kalinya menerima 2 mahasiswa asing yang berasal dari Palestina.

“Kami juga sangat bangga bahwa pada tahun ini, untuk pertama kalinya Universitas ‘Aisyiyah Bandung menerima mahasiswa asing. Dua mahasiswa asal Palestina akan berkuliah di Prodi S1 Keperawatan. Kehadiran mereka tidak hanya menjadi kebanggaan bagi kampus, tetapi juga menjadi simbol komitmen kami dalam mendukung pendidikan global dan solidaritas internasional”, ungkap Dr.Sitti.

Saat menyampaikan laporan, Dr. Sitti juga menyoroti pentingnya kerjasama yang telah terjalin dengan berbagai mitra, baik dalam negeri maupun luar negeri, guna memberikan nilai tambah bagi para mahasiswa.

“Kerjasama ini mencakup peluang magang, penelitian, serta beasiswa, yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing mahasiswa Unisa Bandung di kancah nasional maupun internasional,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Barat, Dra. Hj. Ia Kurniati, M.Pd., turut memberikan sambutan hangat kepada para mahasiswa baru. Beliau menyampaikan selamat datang dan mengajak para mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai awal dari fase baru dalam kehidupan akademik dan pengembangan diri.

“Selamat bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Universitas ‘Aisyiyah Bandung. Ananda akan memasuki fase baru untuk berkembang, tidak hanya dalam pendidikan akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter, kedisiplinan, serta kecintaan terhadap nilai-nilai Islam,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa Unisa Bandung adalah bagian dari Persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia.

“Universitas ‘Aisyiyah Bandung bukan berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari 171 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang tersebar di seluruh Indonesia. Marilah kita bersama-sama menjadi warga Persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah melalui Universitas ini,” tambahnya.

Ia berpesan kepada para mahasiswa baru untuk memanfaatkan masa studi di Unisa Bandung sebagai waktu yang berharga untuk meraih ilmu dan prestasi, serta menjadi generasi yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa.

“Ananda semua adalah generasi penerus yang akan menjadi pemimpin bangsa. Atas izin dan restu orang tua, jadikanlah masa kuliah di Unisa Bandung ini sebagai wujud dari bakti kalian kepada orang tua dan keluarga.” pungkasnya. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

980