Sukses Gelar Rakorwil BEM PTMA Zona III, UNISA Bandung Dukung Gerakan Intelektual Mahasiswa

0
4
Rakor BEM
Foto: Dok.Unisa Bandung

PERCIKANIM@N – – Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (BEM PTMA) Zona III yang mencakup wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat menyelenggarakan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Lembang pada 11–15 Februari 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh 24 perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Zona III sebagai forum konsolidasi arah gerakan mahasiswa berbasis gagasan dan riset.

Rakorwil menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk merumuskan agenda bersama dalam menyongsong Indonesia 2045, dengan penekanan pada advokasi kebijakan publik, penguatan literasi konstitusi, serta pengawalan isu-isu strategis daerah.

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, yang hadir dalam forum tersebut menekankan pentingnya generasi muda menjaga nilai konstitusi dan etika bernegara sebagai fondasi pembangunan bangsa ke depan.

 “Indonesia 2045 hanya dapat dicapai apabila demokrasi dirawat dengan komitmen kebangsaan dan integritas moral. Generasi muda harus menjadi penjaga konstitusi,” ujarnya dalam forum diskusi.

Sementara itu, akademisi sekaligus pengamat politik Rocky Gerung dalam sesi dialog mendorong mahasiswa untuk mempertahankan daya kritis dan independensi intelektual dalam merespons dinamika sosial-politik nasional.

 “Demokrasi yang sehat membutuhkan keberanian berpikir, kebebasan akademik, dan tradisi kritik yang berbasis argumentasi,” ungkapnya.

Dalam forum tersebut, para peserta menyepakati komitmen untuk memperkuat kesadaran kolektif lintas kampus serta membangun narasi bersama menuju Indonesia 2045. Isu-isu strategis daerah didorong agar dapat diangkat ke tingkat nasional melalui pendekatan berbasis data dan rekomendasi kebijakan.

Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian antara lain krisis lingkungan dan alih fungsi lahan, ketimpangan pembangunan antarwilayah, konflik agraria, ketidakadilan distribusi anggaran, hingga tata kelola pelayanan publik yang dinilai belum optimal. Mahasiswa juga menyoroti praktik maladministrasi birokrasi yang berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan apabila terus dibiarkan.

Sebagai tindak lanjut, Rakorwil menyepakati pembentukan pusat kajian advokasi kebijakan berbasis riset kampus serta penguatan pengawasan partisipatif terhadap tata kelola pemerintahan daerah. Forum nasional juga direncanakan untuk membawa isu-isu daerah ke ruang kebijakan yang lebih luas.

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Bandung turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Kehadiran Wakil Rektor II UNISA Bandung, Nandang Jamiat, menjadi bentuk dukungan institusi terhadap penguatan kapasitas intelektual mahasiswa dalam ruang gerakan yang konstruktif dan berbasis gagasan.

Melalui forum ini, mahasiswa PTMA Zona III menegaskan perannya sebagai kekuatan intelektual yang tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga menyusun gagasan dan rekomendasi kebijakan demi terwujudnya Indonesia yang berkeadilan, transparan, dan berkemajuan menuju 2045.[ ]

Red: admin

Editor: iman

980