Akhirat dan Hari Akhir, Ini Bedanya

0
768
Salah satu tanda Hari Akhir atau kiamat adalah matahari terbit dari barat ( ilustrasi foto: freepik)

PERCIKANIMAN.ID – –  Dalam Al Quran, Al-Yaum Al-Akhir atau Hari Akhir disebut sebanyak 26 kali. Sedangkan Al-Akhirah atau akhirat disebut sebanyak 115 kali.

 

Ar-Ragib Al-Asfahani dalam buku tafsir Kementerian Agama menjelaskan makna keduanya. Menurutnya, Hari Akhir dan Akhirat memiliki arti ‘akhir’ atau ‘yang kemudian’, yang menjadi lawan dari ‘awal’.

 

Al-Akhir umumnya dikaitkan dengan ‘yaum’ sehingga menjadi Al-Yaum Al-Akhir yang bermakna Hari Akhir atau Hari Kiamat. Sedangkan ‘Al-Akhirah’, atau akhirat, umumnya dikaitkan dengan ‘dar’ yang bermakna negeri atau kampung seperti dalam ungkapan ad-Dar al-Akhirah (negeri akhirat).

 

Karena itu, Hari Akhir atau Hari Kiamat sejatinya bukan akhir, melainkan proses yang dilalui terlebih dulu sebelum sampai di negeri akhirat. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

(7) وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ مَنْ فِي الْقُبُورِ

 

Dan sungguh, (hari) Kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya; dan sungguh, Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur.” (QS Al-Hajj: 7)

 

Adapun ayat berikut ini memaparkan soal apa saja yang terjadi pada hari akhir atau hari kiamat. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

 

(68) وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ

“Dan sangkakala pun ditiup, maka matilah semua (makhluk) yang di langit dan di bumi kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sekali lagi (sangkakala itu) maka seketika itu mereka bangun (dari kuburnya) menunggu (keputusan Allah).” (QS Az-Zumar : 68)

 

Dalam sebuah hadits, juga dijelaskan mengenai tanda-tanda akan datangnya Hari Kiamat. Ini disampaikan dalam kitab Fathul Baari karya Ibnu Hajar al-Asqolani.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Kiamat tidak terjadi sampai kalian melihat sepuluh tanda: Asap; Dajjal; binatang melata; terbitnya matahari dari barat; turunnya Isa bin Maryam; Ya’juuj dan Ma’juuj; tiga gempa (di timur, barat dan Jazirah arab), dan yang terakhir adalah api yang keluar dari ‘And yang menggiring manusia ke Makhsyar.” (HR Muslim)

 

Dalam hadits riwayat Bukhari, dari jalur Abu Hurairah, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Hari Kiamat tidak terjadi sampai matahari terbit dari arah terbenamnya. Jika tanda ini telah muncul, seluruh manusia menjadi beriman. Keimanan manusia saat itu tidak bermanfaat bagi dirinya, bagi yang awalnya tidak pernah beriman, juga bagi yang awalnya belum pernah berbuat baik dalam keimanannya.” (HR Bukhari)

Sumber: republika.co.id

5

Red: admin

Editor: iman

930