Hukum Adzan untuk Bayi Baru Lahir dan Mayit Saat Hendak Di Kuburkan, Begini Penjelasannya

0
1680
Kehadiran buah hati selalu mendatangkan kebahagian ( ilustrasi foto: freepik)

PERCIKANIMAN.ID – – Adzan secara bahasa berarti pengumuman. Secara istilah syar’i, azdan adalah pengumuman akan masuknya waktu pengerjaan shalat dengan ucapan (dzikir) tertentu.

 

Dalam beberapa keterangan,Adzan disyari’atkan di Madinah pada tahun pertama Hijriyah, kira-kira sembilan bulan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah. Di antara dalil yang mendukung pendapat ini adalah hadits Ibnu ‘Umar, di mana beliau berkata,

 

كَانَ الْمُسْلِمُونَ حِينَ قَدِمُوا الْمَدِينَةَ يَجْتَمِعُونَ فَيَتَحَيَّنُونَ الصَّلاَةَ ، لَيْسَ يُنَادَى لَهَا ، فَتَكَلَّمُوا يَوْمًا فِى ذَلِكَ ، فَقَالَ بَعْضُهُمْ اتَّخِذُوا نَاقُوسًا مِثْلَ نَاقُوسِ النَّصَارَى . وَقَالَ بَعْضُهُمْ بَلْ بُوقًا مِثْلَ قَرْنِ الْيَهُودِ . فَقَالَ عُمَرُ أَوَلاَ تَبْعَثُونَ رَجُلاً يُنَادِى بِالصَّلاَةِ . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « يَا بِلاَلُ قُمْ فَنَادِ بِالصَّلاَةِ»

 

Kaum muslimin dahulu ketika datang di Madinah, mereka berkumpul lalu memperkira-kirakan waktu shalat, tanpa ada yang menyerunya, lalu mereka berbincang-bincang pada satu hari tentang hal itu. Sebagian mereka berkata, gunakan saja lonceng seperti lonceng yang digunakan oleh Nashrani. Sebagian mereka menyatakan, gunakan saja terompet seperti terompet yang digunakan kaum Yahudi.” Lalu ‘Umar berkata, “Bukankah lebih baik dengan mengumandangkan suara untuk memanggil orang shalat.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Wahai Bilal bangunlah dan kumandangkanlah azan untuk shalat.”  (HR. Bukhari, no. 604 dan Muslim, no. 377).

 

Salah satu tujuan atau fungusi dikumandangkan adzan adalah telah masuk waktu shalat. Sebagian ulama menambahkan bahwa fungsi adzan juga sebagai ajakan shalat berjamaah di masjid khususnya bagi jamaah laki-laki.  Hal ini misalnya terdapat dalam Al Quran sebagaimana firman Allah Ta’ala,

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ

 

“Apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumat.” (QS. Al-Jumu’ah: 9).

 

Sebagian ulama tafsirkan menyampaikan bahwa yang disebut dengan “diseru” adalah suara atau panggilan adzan. Maka kaum muslimin diminta untuk segera mendatangi suara adzan dan shalat berjamaah.

 

Lalu, bagaimana hukum adzan untuk bayi baru lahir? Bagaimana pula adzan bagi mayit saat hendak di kuburkan? Apakah ada contoh dari Rasulullah? Bolehkah adzan dengan menggunakan suara rekaman atau harus langsung?

 

Untuk mendapatkan penjelasannya bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa simak jawaban dari guru kita ustadz Aam Amiruddin dalam video berikut ini. Silakan simak:

 

 

Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

5

Red: admin

Editor: iman

Video: tim official

930

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .