Apakah Orang Yang Mati Syahid Masih Dihisab? Begini Penjelasannya

0
1131
Makam Baqi di Mina ( ilustrasi foto: arabnews)

PERCIKANIMAN.ID – – Kehidupan di dunia ini pada akhirnya akan punah juga tak kecuali manusia pun akan meninggal atau mati juga. Kematian adalah hal yang pasti terjadi dan akan dialami oleh semua makhluk hidup termasuk manusia. Sebagai muslim hal ini harus kita Yakini, sebagaimana Allah Ta’ala firmankan,

 

(35) كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

 

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al Anbiya: 35)

 

 

Namun bagi seorang muslim maka bukan sekedar kematian yang harus diyakini melainkan predikat kematian juga yakni mati syahid.  Bagi umat Islam, mati syahid adalah kematian yang paling mulia. Karena itulah kaum muslimin di zaman Rasulullah saling berlomba untuk mati syahid di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Untuk itu hendaknya kita juga mempunyai cita-cita Allah Ta’ala wafatkan kita dalam kategori syahid.

 

Mati syahid atau syahadah disebut sebagai derajat tertinggi di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Mati syahid adalah kematian seorang Muslim yang memperjuangkan kebenaran dan keikhlasan untuk menegakkan agama dan nama kalimah Allah Ta’ala.

 

Mengutip situs Kemenag, mati syahid dibedakan menjadi lima macam. Seperti tertulis dalam hadits Bukhari dari bu Hurairah diriwayatkan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

 

Orang syahid itu ada lima: orang terkena wabah penyakit, orang mati karena sakit di dalam perutnya, orang tenggelam, orang tertimpa reruntuhan bangunan, dan orang syahid di jalan Allah (mati dalam perang di jalan Allah” (HR. Bukhari).

 

 

Sementara itu keutamaan orang yang mati syahid mempunyai kedudukan dan keutamaan sangat mulia di sisi Allah Ta’ala, salah satunya sebagaimana yang difirmankan,

 

(169) وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

 

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Rabbnya dengan mendapat rezeki,” (QS. Ali Imron: 169)

 

Kemudian dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dalam kitab shahihnya dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,

 

Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat seratus derajat yang dipersiapkan oleh Allah bagi orang-orang  yang  berjihad  di  jalan  Allah,  dan  jarak  antara  tingkat  yang  satu dengan  yang  lainnya  sama  seperti  jarak  antara  langit  dan  bumi,  dan  jika kalian meminta kepada Allah maka mintalah surga firdaus, sebab dia adalah surga  yang  paling  tengah  dan  tingkat  surga  yang  paling  tinggi.  Aku melihatnya beliau bersabda: dan di atasnya adalah Arsyi Allah yang Maha Pengasih dan darinya terpancar sungai-sungai surga.” (HR.Bukhari )

 

 

Lalu apakah orang yang wafat dan mati syahid masih akan dihisab? Apakah orang yang mati syahid akan bebas dari siksa kubur? Apakah yang mati syahid langsung masuk surga? Bisakah mati syahid direncanakan ?

 

 

Untuk mendapatkan penjelasannya bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa simak jawaban dari guru kita ustadz Aam Amiruddin dalam video berikut ini. Silakan simak:

 

 

Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

Video: tim official

930

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .