Penyebab Manusia Terjerumus Pada Dosa, Waspadai 2 Faktor Ini

0
61
Perbuatan dosa selalu menimbulkan penyesalan ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Tak ada seorang manusia pun yang steril dari dosa. Setiap manusia, baik itu santri apalagi preman, tentu pernah melakukan dosa. Dosa adalah perbuatan yang sangat dibenci Allah Swt., yang akan menjerumuskan pelakuanya kedalam api neraka.

Oleh karena itu, kita harus mampu menjauhi dosa-dosa yang ada disekeliling kita, jika kita belum mampu menjauhinya, paling tidak, kita bisa meminimalisirnya, agar kita tidak terjerumus kedalam jurang api neraka.

Agar kita dapat terhindar dari perbuatan dosa, maka kita harus selalu mewaspadai penyebab munculnya dosa. Dosa yang kita lakukan seringkali disebabkan oleh dua faktor, yaitu:

iklan

1.Faktor Eksternal.

Yaitu lingkungan yang tidak bermutu. Atau suatu kondisi yang dapat menyesatkan manusia dari jalan yang benar, dan biasanya sudah terorganisir, sistemik, dan terstruktur melalui berbagai media,

(69.) وَدَّتْ طَائِفَةٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يُضِلُّونَكُمْ وَمَا يُضِلُّونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

“Segolongan dari ahli kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka  (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.” (Q.S. Ali Imran  [3] : 69).

2.Faktor Internal.

Yaitu mempertuhankan hawa nafsunya. Hawa Nafsu adalah bencana yang paling berbahaya dalam menggelincirkan hati manusia kedalam kesesatan. Jika seseorang jiwanya telah diperbudak oleh hawa nafsu, maka prilakunya akan| bertentangan dengan ajaran Allah Swt.

Dia akan selalu mencari kepuasan duniawi, tanpa mempertimbangkan masa depannya di akherat kelak. Orang seperti ini akan mendapat azab Allah Swt., baik di dunia maupun di akherat kelak.

 

(23) أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasar ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (Q.S. Al-Jaatsiyah [45] : 23)

Siapakah yang merasuki hati manusia dengan hawa nafsu? Jawabannya tentu adalah syetan, makhluk Allah yang telah dikutuk karena perilakunya yang selalu mengingkari kebenaran dari Allah Swt.,

(36). وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ

(37). وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ

“Barangsiapa berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Quran), Kami adakan baginya syetan (yang menyesatkan) . Maka syetan itulah yang menjadi teman  yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syetan-syetan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.” (QS. Az-Zukhruf [43] : 36 – 37).

Semoga kita terhindar dari dosa dan Allah senantiasa menjaga kita. Aamiin. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

981