3 Perlakuan Yang Baik Kepada Istri, Ini Yang Harus Dilakukan Seorang Suami

0
368
Suami harus berlaku baik kepada istrinya ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Istri berhak mendapatkan perlakuan yang baik dari suaminya dan ini adalah fitrah karena faktor fisik dan psikis perempuan berbeda dengan laki-laki. Keistimewaan perempuan dari fisik dan psikisnya yang halus sangatlah tepat sebagai ibu untuk mengasuh anak dengan penuh kasih sayang dan kelembutan.

Sementara suami, cenderung bersifat praktis (pertimbangan akal) dan tepat untuk membimbing atau memimpin istri dan anak-anaknya  sesuai dengan kodrat dan kelebihannya sebagai laki-laki.

 

iklan

(228). وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ……

…Para wanita mempunyai hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut. Tetapi, para suami mempunyai kelebihan di atas  mereka. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 228)

Suami yang baik akan mendapatkan derajat terhormat di hadapan istri dan anak-anaknya (keluarganya). Menurut al Ghazali, yang dimaksud dengan perlakuan baik terhadap istri bukanlah tidak mengganggunya, tetapi juga bersabar dalam kesalahan serta memperlakukannya dengan kelembutan dan memaafkan saat dia menumpahkan emosi dan kemarahannya.

(19). وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا……..

“…… Bergaullah dengan mereka menurut cara yang pantas. Jika kamu tidak menyukai mereka, bersabarlah karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang  banyak padanya.” (Q.S. An-Nisaa [4]: 19)

Kemudian dalam hadits Rasulullah Saw bersabda,

Takutlah kepada Allah Swt. dalam urusan wanita karena sesungguhnya kalian mengambil mereka dengan amanat Allah Swt. dan dihalalkan bagi kalian mencampuri mereka dengan kalimat Allah. Akan tetapi, mereka tidak boleh memasukkan seseorang ke tempat tidur kalian yang tidak kalian sukai. Jika mereka melakukan hal itu, pukullah mereka dengan pukulan yang tidak melukai, juga diwajibkan atas kalian (suami) memberi nafkah dan pakaian kepada mereka (istri) dengan cara yang  baik.” (H.R. Muslim)

Salah satu bukti kekuatan iman dan kesempurnaan akhlak seseorang akan terekspresikan dari sikap santun, lembut, dan halus kepada istrinya. Rasulullah Saw. bersabda,

Orang mukmin yang paling baik imannya yaitu orang yang paling baik akhlaknya. Dan orang yang paling baik di antara kamu yaitu orang yang sangat baik kepada istrinya.” (H.R. Tirmidzi)

Rasulullah Saw. bersabda, “Nasihatilah perempuan dengan baik karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk yang paling bengkok. Dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah atasnya. Jika engkau dengan keras meluruskannya, niscaya engkau akan mematahkannya. Namun, kalau engkau biarkan niscaya akan tetap bengkok.” (Muttafaq ‘alaih)

Selain keterangan-keterangan tersebut, ada beberapa poin yang harus dipenuhi seorang suami untuk menggenapkan tugasnya sebagai pemimpin keluarga. Poin-poin tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Memberi Tempat Tinggal

(6)………أَسْكِنُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ سَكَنْتُمْ مِنْ وُجْدِكُمْ وَلَا تُضَارُّوهُنَّ لِتُضَيِّقُوا عَلَيْهِنَّ

Tempatkanlah para istri di tempat kamu bertempat tinggal sesuai  kemampuanmu dan jangan kamu menyusahkan mereka untuk  menyempitkan hatinya……” (Q.S. Ath-Thalaq [65]: 6)

2. Tidak Menyakiti Istri

Seorang suami yang baik tidak akan menyakiti istrinya. Rasulullah

Saw. pernah bersabda, “Engkau beri makan dia apabila engkau makan, dan engkau beri pakaian kepadanya bila engkau berpakaian, dan janganlah engkau pukul mukanya dan jangan engkau jelekkan  dia, dan jangan engkau jauhi melainkan di dalam rumah.” (H.R.  Ahmad, Abu Daud, dan Nasa’i)

3. Suami Terbaik Adalah Yang Paling Baik Kepada Istrinya

Rasulullah Saw. bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna  imannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baik kamu  adalah yang paling baik kepada istrinya.” (H.R. Tirmidzi)

Seorang suami bukan sekedar memenuhi kebutuhan istrinya hanya secara fisik semata seperti nafkah pangan (makanan),sandang (pakaian) dan papan ( rumah tinggal) melainkan juga nafkah secara bathin yakni dengan rasa tenang dan tentram serta rasa Bahagia. [ ]

Sumber disarikan dari buku  “ Membingkai Surga Dalam Rumah Tangga “ karya Dr.Aam Amiruddin,M.Si

5

Red: admin

Editor: iman

840

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 08112202496 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .