Mengapa Orang Bersikap Tidak Jujur? Ini Dia 5 Alasannya

0
124

PERCIKANIMAN.ID – – Setiap perbuatan pasti memiliki alasan. Demikian pula halnya dengan berbuat tidak jujur atau berbohong. Paling tidak, ada lima alasan mengapa seseorang melakukan hal tersebut.

  1. Untuk mendapatkan sesuatu

Kekayaan, jabatan, kepercayaan, dan sebagainya merupakan contoh hal-hal yang mendasari orang menghalalkan segala cara, termasuk salah satunya adalah berbohong. Kalau jalan biasa yang ditempuh tidak terlalu efektif, maka sedikit intrik dengan bumbu kebohongan dapat memperlancar semuanya.

iklan

2. Untuk menghindari sesuatu

Merasa terjebak dalam sebuah kondisi yang tidak menguntungkan, mengharuskan kita berbohong untuk menghindari kemungkinan terburuk yang dapat terjadi.  Dalam kondisi seperti ini, kita akan berlindung dibalik kebohongan kita agar reputasi tetap terjaga.

3. Untuk menarik simpati

Kultur budaya di negeri kita yang mengharuskan senantiasa menolong orang lain, bisa disalahgunakan. Ketulusan bersimpati pada kekurangberuntungan orang lain adalah sebuah celah untuk mengeksploitasi sisi manusiawi kita. Tidak heran, beberapa kasus penipuan yang diberitakan media elektronik dan cetak akhir-akhir ini selalu saja melibatkan orang-orang terdekat korban. Simpati yang berbuntut belas kasihan dan akhirnya melahirkan keinginan untuk menolong bisa dasalahgunakan.

4. Untuk menutupi kebohongan sebelumnya

Ketika melakukan satu kebohongan, akan diperlukan lebih banyak lagi kebohongan untuk menutupi kebohongan sebelumnya. Merasa tidak cukup hanya dengan satu variabel, maka ditambahkanlah beberapa variabel kebohongan lain sehingga pelaku tidak akan menyangka bahwa kebohongan yang telah ia lakukan telah begitu kompleks. Ia tidak akan dapat membedakan antara fakta dan rekayasa yang telah ia rancang.

5. Untuk menyenangkan hati orang lain

Sebagian orang menyebutnya “white lie” yaitu kebohongan yang dapat ditolelir karena dilakukan dengan alasan yang dibenarkan, bahkan dianjurkan. Misalnya pujian suami terhadap masakan yang telah dihidangkan istrinya meskipun makanan tersebut terlalu asin. Contoh lain adalah acungan jempol atas hasil pekerjaan yang dilakukan seorang anak meskipun kita tahu bahwa masih banyak yang harus diperbaiki. Hal ini dalam rangka memberi motivasi agar muncul kepercayaan dalam diri anak tersebut.

 

Lepas dari itu semua, hendaknya kita merenungkan ayat dan hadis di bawah ini sebelum kita memutuskan untuk berlaku tidak jujur. Atau bagi yang sudah terlanjur melakukannya, hendaknya hal ini menjadi pengingat agar bertobat dan tidak mengulanginya lagi.

 

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Q.S. Al Ahzab 33: 70-71)

 

Kalian harus berkata jujur, karena jujur itu akan menunjukkan (jalan) kebaikan, dan kebaikan akan menunjukkan (jalan) ke surga.  Dan seseorang yang senantiasa jujur dan ia bersungguh-sungguh untuk senantiasa berlaku jujur, maka ia akan dituliskan di sisi Allah sebagai orang yang jujur sekali (shiqqiq). Dan hati-hatilah kamu dengan berbohong, karena berbohong itu menunjukkan (jalan) kepada perbuatan jahat, dan sesungguhnya perbuatan jahat itu menunjukkan (jalan) ke neraka. Dan seseorang yang selalu bohong dan ia sungguh-sungguh untuk senantiasa berbohong sehingga di sisi Allah ia akan dicatat sebagai seorang pendusta.”  (H.R. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Tirmidzi).

4

Red: admin

Editor: iman

936

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini