Hukum Tidak Shalat Jumat 3X Karena Wabah Corona, Benarkah Jatuh Kafir ?

0
433
Dalam kondisi aman maka shalat Jumat menjadi wajib ( ilustrasi foto: pixabay )

PERCIKANIMAN.ID—Sahabat-sahabat ada beberapa pertanyaan, apakah orang yang meninggalkan shalat Jumat dengan sengaja tiga kali berturut-turut itu dikategorikan kafir?

Jawabannya, iya betul. Siapa yang meninggalkan shalat Jumat tiga kali berturut-turut, ia termasuk orang yang kufur. Hal ini merujuk kepada hadits berikut,

iklan

مَنْ تَرَكَ الجُمُعَةَ ثَلَاثًا مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ فَقَدَ نَبَذَ الإِسْلَامَ وَرَاءَ ظَهْرِه

Siapa saja yang meninggalkan Jumat tiga kali tanpa uzur, maka ia telah mencampakkan Islam di balik punggungnya,” (HR Al-Baihaqi).

Dalam hadits di atas disampaikan bahwa orang yang meninggalkan Jumat tiga kali berturut-turut dengan sengaja, maka ia sudah melakukan kekufuran. Ini dalil yang menjadi rujukan bahwa apabila kita tidak shalat Jumat tiga kali berturut-turut hukumnya kafir amali.

Sahabat, tapi ternyata ada dalil lain yang mengklarifikasi apa yang disebut dengan meninggalkan Jumat tiga kali berturut-turut itu kufur. Ia disebut kufur apabila meninggalkannya tanpa alasan yang jelas, misalnya karena sengaja melalaikan,mengabaikan dan dengan sadar enggan shalat Jumat.

Jelas orang seperti itu dikatakan sebagai orang yang mengkufuri shalat Jumat, tapi kalau yang terjad saat ini banyak yang meninggalkan shalat jumat niatnya bukan karena lalai, bukan enggan. Namun ada masalah yang lebih besar mudaratnya. Apabila kita berkumpul di masjid, maka akan membuat virus Corona atau Covid-19 ini dengan cepat menyebarnya maka ini tentu saja hukum berbeda.

Kini kita sedang terjadi wabah yang membahayakan, maka kita tidak melaksanakan shalat Jumat itu bukan karena lalai, melainkan jelas karena meninggalkan atau menolak kemudaratan. Di dalam kaidah dikatakan bahwa kita menolak kemudorotan lebih utama daripada mengambil kemaslahatan. Nah, ini dikuatkan oleh hadits berikut,

مَنْ تَرَكَ الْجُمُعَةَ، ثَلَاثًا، مِنْ غَيْرِ ضَرُورَةٍ، طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ

Siapa yang meninggalkan shalat Jumat tiga (kali) tanpa situasi darurat, niscaya Allah menutup hatinya.” (HR Ibnu Majah).

Jadi yang dimaksud meninggalkan shalat jumat tiga kali beturut-turut dan dikategorikan sebagai kufur amali adalah karena melalaikan, sengaja tidak shalat Jumat. Hal ini dikuatkan lagi oleh hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Thabarani,

مَنْ تَرَكَ ثَلَاثَ جُمُعَاتٍ مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ كُتْبَ مِنَ المُنَافِقِيْنَ

Siapa saja yang meninggalkan tiga kali ibadah shalat Jumat tanpa uzur, nisacaya ia ditulis sebagai orang kafir nifaq/munafiq,” (HR At-Thabarani).

Bapak-bapak dan sahabat sekalian, saat ini kita meninggalkan Jumat atau tidak melaksanakan shalat Jumat berjamaah di masjid bukan karena kita ingin mengkufurinya.

Tentu saja kita rindu dengan jumatan, kita rindu dengan shalat berjamaah, tapi kita terpaksa meninggalkannya karena kemudaratan. Maka hal ini tidak termasuk ke dalam mengkufuri Shalat Jumat, tapi lebih mengutamakan keselamatan yang dianjurkan oleh ajaran Islam yang sudah dijelaskan oleh para ulama baik dulu maupun sekarang.

Kita berdoa kepada Allah Swt agar kita bisa segera lagi melaksanakan shalat Jumat dan shalat berjamaah di masjid. Tentu saja ini amalan-amalan yang sangat kita rindukan bersama, tapi untuk sementara waktu selama wabah ini masih merebak kita harus menahan diri dahlu. Kita laksanakan firman Allah,

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“…. ja­nganlah menjatuhkan dirimu dalam ke­bi­nasaan, dan berbuat baiklah. Sesungguhnya, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah:195)

Jadi kita tidak shalat Jumat ini bukan lalai atau dengan sengaja melalaikan, tetapi sebagai ikhtiar agar tidak jatuh dalam kebinasaan baik tertulari atau mungkin malah menulari orang lain tanpa sadar. Ini adalah ikhtiar bersama-sama .

Semoga Allah menolong kita, semoga Allah memaafkan kita, semoga Allah membimbing kita semua dalam jalan kebaikan. Semoga wabah ini segera berakhir dan Allah Maha Kuasa mencabut wabah khususnya virus Covid-19 ini, sehingga kita bisa beribadah berjamaah di masjid bersama-sama lagi. Semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshwab. [ ]

Sumber: tausiyah Ust. Aam Amirudin via ig @aam_amiruddin

buku doa

5

Red: citra

Editor: iman

932

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini